.

Bhs Arab: Senjata Apologis Islam u/ memperbudak Non-Arab

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Bhs Arab: Senjata Apologis Islam u/ memperbudak Non-Arab

Postby anne » Fri Dec 23, 2011 10:38 pm

BAHASA ARAB; SENJATA PARA APOLOGIS ISLAM UNTUK MEMPERBUDAK NON-ARAB



Mirza Ghalib


ARAB; BAHASA SURGA, TIDAK DAPAT DITERJEMAHKAN


Image


Artikel ini tidak ditulis untuk menyakiti perasaan masyarakat berbahasa Arab, melainkan mengungkap kebenaran mengenai dogma-dogma agama yang tanpa batas.
Setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri. Tak ada bahasa di dunia ini yang inferior, dan bahasa tak ada kaitannya dengan agama. Adapun Muhammad, ia mencuri bahasa Arab sebagai miliknya, dan para penerusnya menggunakan bahasa ini sebagai senjata untuk memperbudak pikiran milyaran manusia. Muhammad dan para jihadis penerusnya menciptakan mitos tentang bahasa Arab, sebagai bahasa Tuhan, bahasa dari liang kubur dan bahasa surgawi. Mereka telah berhasil dalam misi mereka memperbudak pikiran milyaran umat Islam non-Arab, bahkan tahun-tahun terakhir ini mereka mencoba memperluas pengaruhnya ke kaum kafir Barat. Apologis Islam dewasa ini mencoba menipu masyarakat Barat dengan cara yang biasa mereka lakukan, yi menginterpretasikan kitab suci bahasa Arab secara terbalik di seluruh media. India adalah salah satu negara korban bahasa Arab. Kita, muslim India menjadi budak bahasa Arab dalam 1000 tahun terakhir, dengan hanya melafalkannya tanpa mempelajarinya. Apa yang terjadi dengan intelejensi kita? Sebagai salah satu korbannya, aku tak ingin hal tersebut terulang lagi pada para kafir barat yang tak bersalah.

MUSLIM NON-ARAB; SUMBER KEKUATAN ISLAM

Sejak semula, sumber kekuatan Islam sepenuhnya tergantung pada pedang, arogansi, terror, penipuan dan penaklukkan. Sejauh ini, kekuatan Islam terletak di muslim non-Arab. Saat ini, sebagian besar para agitator Islam di dunia Barat yang mengangkat spanduk-spanduk kecil mereka, berdemo melawan pemerintahan barat yang bebas, adalah bagian dari 70% muslim non-Arab korban Islam.

Sebagai seorang murtadin dari negara non-Arab, India, aku tahu benar mengenai status ilahiah bahasa Arab diantara umat Islam di negaraku. Bagi mereka, bahasa Arab bukan sekedar salah satu bahasa buatan manusia, melainkan bahasa ilahi, bahasa Surgawi. Mereka dibuat percaya bahwa mereka akan berbahasa Arab setelah meninggal dan akan diinterogasi dalam kuburannya dalam bahasa Arab oleh malaikat-malaikat angkuh utusan Allah ‘yang maha penyayang.’ Mereka juga percaya bahwa percakapan di surga dalam bahasa Arab. Di negaraku, jika seorang muslim tanpa sengaja melihat secarik kertas usang di lantai dengan teks Arab, ia harus segera memungut dan menciumnya serta menyimpannya di tempat yang aman di rak kitab-kitab sucinya, atau menenggelamkannya dalam air sumur. Berawal dari gagasan untuk mencegah jangan sampai tersentuh non-Islam najis, agar jangan sampai hilang kesakralannya.


MUSLIM NON-ARAB HIDUP DENGAN BAHASA ARAB

Kita diajarkan semenjak kanak-kanak untuk menggunakan istilah-istilah bahasa Arab Surgawi dan diawasi secara ketat oleh para orang tua dalam kegiatan keseharian kita. Dengan demikian, bahasa Arab menjadi bagian kehidupan kita, walau tak sampai 1% kita pahami maknanya. Kita bangun dengan bahasa Arab, hidup dengan bahasa Arab dan pergi tidur dengan bahasa Arab. Bahasa Arab mengontrol setiap saat dan peristiwa dalam kehidupan kita. Kita bangun tidur dengan ‘Kalima-E-Taiyab’ yang bersaksi ‘Allah adalah Tuhan dan Muhammad adalah Rasul-Nya.’ Kita katakan, ‘Alhamdu Lillah,’ saat bersin, ‘Astaqfir Allah,’ sewaktu menguap, ‘Bismillah,’ sewaktu mulai makan, ‘Shukar Allah’ setelah selesai makan, ‘Allahu Akbar’, ‘Salaam alaikum’, ‘Subhaanallah’, ‘Maasha Allah’, ‘Insya Allah’, ‘Rahmakallah’ dan ‘Jazakallah’ di setiap saat dan kesempatan, saat bertemu anggota keluarga sendiri, sampai akhirnya pergi tidur lagi, kita katakan, ‘Kalima-E-Taiyab.’ Betapa manis, bukan?

Ini belum berakhir. Selain semua istilah-istilah bahasa Arab yang telah disebut di atas, adapula sejumlah istilah Arab untuk kesempatan-kesempatan khusus. Kita diajar untuk berkata, ‘Inna lillaahi wa inna ilaihi Raajioon,’ jika mendengar ada umat Islam yang meninggal, yang bermakna orang tersebut akan berada di surga. Pernah, sewaktu aku masih kecil, seorang tetangga non-muslim yang sangat bersahabat dengan kami, meninggal dunia. Mendengar berita itu, aku mengucapkan istilah Arab yang sama, yang aku gunakan untuk kematian muslim. Mendengarnya, ibuku menjadi marah padaku, dan kemudian ia mengajarkan sebuah istilah baru, ‘Fi Naari Jahannama Qhali Deen" yang berarti jiwa non-muslim akan pergi ke neraka. Aku berdebat dengan ibuku dan membela non-muslim yang meninggal, bahwa ia santun dan baik pada kami. Ibuku berkata, ‘Walaupun demikian, ia akan masuk neraka atas kejahatannya tidak memeluk Islam.’ Ibuku buta huruf, lugu dan baik pada semua orang. Namun, dalam hal agama, ia tipikal Muslim yang gampang tertipu. Beginilah caranya Islam dan bahasa Arab menyebarkan racun ke dalam hati manusia tak berdosa.


LAGU POP TARI PERUT (BELLY DANCE) BERBAHASA ARAB YANG ‘ILAHIAH’


Umat Islam membual, semua penemuan-penemuan ilmiah telah tercatat 14 abad sebelumnya oleh Allah mereka yang maha tahu dalam Qur’an. Namun, mereka tidak mampu menerapkan semua penemuan tersebut dalam kehidupan mereka. Mereka mampu menerapkannya hanya setelah ditemukan oleh para keturunan kera dan babi yang kotor; Yahudi dan Kristen. Ponsel adalah salah satu penemuan kafir kotor terbaru, dan dengan bangga digunakan umat Islam setelah 14 abad. Di penemuan inipun, umat Islam di negara non-Arab tidak pernah lupa memperlihatkan loyalitas mereka pada ‘bahasa surgawi.’ Mereka menggunakan ‘Ring Tone’ bahasa Arab dalam bentuk panggilan azan, ayat-ayat Qur’an dan beberapa dakwah Arab. Melalui kualitas seperti ini, setiap orang dapat menilai dalamnya rasa cinta, loyalitas dan perasaan mereka thp bahasa Arab; ‘BAHASA SURGAWI.’ Sedemikian rupa mereka ‘merendahkan derajat’ (sesuai standar Islami) diri mereka hingga ke penggunaan lagu pop tari perut berbahasa Arab sebagai ring tone ‘suci’ di ponsel mereka, karena ketidaktahuan akan bahasa Arab. Menurut pengetahuan mereka, apapun yang mereka dengar dalam bahasa Arab pastilah berasal dari ilahi. Menghabiskan waktu 10 tahun di Arab Saudi, aku mengenal baik isi syair lagu-lagu pop Arab dari negara-negara berbahasa Arab.

Sama halnya dengan lagu-lagu ‘SUCI’ belly dance Arab, umat Islam non-Arab secara tidak sadar menerima teks Qur’an sebagai teks suci, tanpa mencari tahu makna sebenarnya teks tersebut. Setidaknya, 40 kali sehari dalam 5 kali sholat, mereka mengucapkan ayat-ayat terror, menjurus pornografi dan tak bermoral dalam Qur’an, sejenis dengan lagu-lagu pop belly dance Arab yang ‘SUCI.’

MUSLIM NON-ARAB YANG TOLOL

Sewaktu aku bekerja di Arab Saudi, orang-orang Arab sering menjuluki kaum kafir dan juga kami, Muslim non-Arab sebagai ‘MUQH MAAFI’ yang berarti tolol dan ****. Awalnya, sebgai seorang umat Islam yang saleh, kupikir “sangat tepat menjuluki para kafir sebagai MUQH MAAFI, karena kejahatan mereka tidak memeluk Islam. Di lain pihak, bagaimana bisa orang Arab juga menjuluki kami juga; umat Islam non-Arab sebagai MUGH MAAFI?”

Di kemudian hari, setelah mendapatkan pencerahan, kusadari alasan mengapa orang Arab menjuluki kami dengan MUGH MAAFI. Mereka lakukan karena frustasi. Meskipun orang Arab memahami absurditas ajaran-ajaran Qur’an, mereka tidak dapat menentangnya, karena mereka diperintah oleh penguasa-penguasa yang arogan, mengandalkan senjata ampuh hukum syariah untuk membungkam mereka. Di sisi lain, situasi berbeda di negara-negara non-Arab yang bebas, dimana sebagian besar Muslim cukup terpelajar. Mereka bebas untuk MEMPELAJARI dan MENGANALISA ajaran-ajaran Qur’an dan keluar dari ajaran sesat (cult) bermuatan politis ini. Tapi mereka tidak mau melakukannya, disebabkan berbagai alasan yang tidak bisa dijelaskan. Dengan demikian, dapat dibenarkan orang Arab menjuluki Muslim non-Arab sebagai MUQH MAAFI.

KESIMPULAN

Untuk menyelamatkan dunia dari tafsiran kitab-kitab suci Arab yang munafik dan menipu oleh para apologis Islam, sangat penting dan mendesak untuk menyingkap tabir dari seluruh kitab-kitab suci Islam, dengan menterjemahkan dan menyarikan isinya dengan segera dari bahasa Arab ke berbagai bahasa lain. Kitab-kitab terjemahan yang ada pada kita saat ini, terlalu panjang, sehingga generasi muda enggan membacanya. Untuk secepat mungkin meraih setiap kafir, isinya harus dibuat ringkas dan harus gampang diakses di FFI kita, dalam berbagai bahasa utama. Selain itu, ada banyak koleksi hadist dan sejarah Islam berbahasa Arab yang belum diterjemahkan, yang semoga saja yang ‘terkotor/terkeji’ dari kisah Muhammad, perlu untuk diterjemahkan.

Aku memohon para murtadin Arab dan ateis untuk menolong seluruh dunia dengan menerjemahkan kitab-kitab Islami Arab ini, ke dalam berbagai bahasa mereka. Dengan kerendahan hati, aku meminta Mr. Ali Sina dan semua humanis lain untuk membimbing kami dan menyusun target untuk mencapai tujuan ini. Media-media didominasi propaganda Arab yang munafik dan palsu dari para apologis Islam, yang didukung penguasa Wahaabi Saudi. Untuk mengatasi propaganda mengerikan tersebut, kita harus bersatu dan menjalin komunikasi yang baik. Kita mungkin memerlukan biaya untuk menjalankan hal ini. So, jangan ragu untuk mengumpulkan dana untuk tujuan mulia ini.

URLs of the supportive images
http://www.wikiislam.net/w/uploads/1/18 ... n-0040.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/9/9f ... v-0056.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/f/fb ... v-0085.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/d/d3 ... v-0032.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/3/32 ... v-0030.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/6/6b ... v-0020.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/7/7a ... ersy01.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/9/94 ... gatory.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/e/e7 ... n-0009.jpg
http://www.wikiislam.net/w/uploads/3/34 ... n-0003.gif
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Bhs Arab: Senjata Apologis Islam u/ memperbudak Non-Arab

Postby duren » Fri Dec 23, 2011 10:55 pm

anne wrote: Di negaraku, jika seorang muslim tanpa sengaja melihat secarik kertas usang di lantai dengan teks Arab, ia harus segera memungut dan menciumnya serta menyimpannya di tempat yang aman di rak kitab-kitab sucinya, atau menenggelamkannya dalam air sumur.

Wkwkwkwk .. jadi ingat muslimah peserta MTQ yang dengan syahdunya mbaca Q 33.37

Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, :rolling:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Bhs Arab: Senjata Apologis Islam u/ memperbudak Non-Arab

Postby walet » Sat Dec 24, 2011 3:47 am

anne wrote:URLs of the supportive images
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Bhs Arab: Senjata Apologis Islam u/ memperbudak Non-Arab

Postby entah_siapa » Sat Dec 24, 2011 4:13 am

saya pikir pake bahasa arab supaya muslim isa belajar banyak bahasa . . .
eh ternyata . . .
:stun:

newbie
User avatar
entah_siapa
 
Posts: 47
Joined: Sat Dec 24, 2011 3:29 am
Location: akhirat


Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users