.

Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby bagoong » Thu Mar 10, 2011 6:33 pm

@atas

bagoong muslim ?? hiii... naaaajjjiiiisssssssss lah !!
bagoong cuma heran, lalu kenapa lo harus percaya omongan orang yang hidup berabad-abad setelah si pewari itu ?
kalau begitu lo sendiri aja usul ke mui, bikin hadis-hadis baru yang memoles kebejatan momed sesempurna mungkin!!, toh gak ada bedanya dengan lo terima pendapat orang yang hidup berabad-abad setelah sipewari, kenapa gak lo sendiri aja yang bikin ?

ngikik.com
bagoong
 
Posts: 911
Joined: Tue Feb 15, 2011 4:33 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby iluvboy.blogspot » Thu Mar 10, 2011 8:02 pm

Ngadapin slimer mah nyantai aja goong, gini aja, apakah wanita yg lebih tua dari aisah pada waktu itu jg main boneka2an?
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Momad Narsis » Thu Mar 10, 2011 8:10 pm

@asal usil
analisa anda hanya berdasarkan argument orang lain..sy kira dr anda..! rupanya anda masih juga tdk bisa berpikir sendiri..pernahkah anda berpikir bahwa zaman jahiliyah bukanlah terhenti 610..krn tahun itu muhammad hanya menerima wahyu pd usia 40 th dan bani qurais belum memeluk islam..kalau saandainya aisyah menikah di usia dewasa:
a.tidak akan ada cerita aisyah bermain dgn bonekanya
b.kalau seandainya aisyah memang layak nikah tidak akan ada 3 tahun masa jeda untuk serumah dgn nabi.
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby iluvboy.blogspot » Fri Mar 11, 2011 1:04 am

nah gitu, mantab :finga: ngadapin slimer ga perlu ribet, logika slimer yg pada kacau itu aja digoyang, taarik mang :lol:
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby lapis legit » Fri Mar 11, 2011 8:49 am

apakah salah menikahi gadis 9th sedangkan dia merasa bahagia....
lapis legit
 
Posts: 200
Joined: Tue Jan 11, 2011 11:38 am

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Momad Narsis » Fri Mar 11, 2011 9:45 am

@lapis legit
pertanyaan yg bagus..! namun pertanyaan anda lebih tepat ditanyakan pada teman seukuwah anda si asal usil yg ragu dgn usia aisyah sehingga ia mencari alibi bahwa aisyah tidak mungkin dinikahi sang nabi islam pada saat usia aisyah 6 taon dan digauli di usia 9 taon..!
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby asal usil » Mon Mar 21, 2011 12:30 pm

Momad Narsis wrote:ia mencari alibi bahwa aisyah tidak mungkin dinikahi sang nabi islam pada saat usia aisyah 6 taon dan digauli di usia 9 taon..!


punya akte kelahiran aisyah ga...?


Aisyah tdk dinikahi usia 9th
BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru
menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orangIraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).
KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingattanggal penting dalam sejarah Islam:
pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
BUKTI #2: MEMINANG
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).
Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).
Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’
Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).
Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”
Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.
Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”
Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).
Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
KESIMPULAN: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab
Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
BUKTI #8. Text Qur’an
Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?
Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan :
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5)
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)
Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.
Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.
Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada
mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk empercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.
Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?
AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson,
Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.
Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun
(anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.
KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
SUMMARY:
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.
Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.
Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.
sumber :
The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan. © 2001 Minaret
from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
Diterjemahkan oleh : C_P


bisa sanggah satu persatu ga...?
asal usil
 
Posts: 1055
Joined: Mon Jan 17, 2011 2:49 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby bagoong » Mon Mar 21, 2011 3:37 pm

@atas
1. cukup ini doang.
mengapa si momed harus menunggu 3 tahun untuk menyetubuhi aisyah ?
satu-satu nya alasan yang masuk akal adalah ukuran aisyah yang masih kekecilan untuk
ukuannya si momed! think !

2. nih pendapat ukuwah lo si lapis legit
apakah salah menikahi gadis 9th sedangkan dia merasa bahagia....

Image
bagoong
 
Posts: 911
Joined: Tue Feb 15, 2011 4:33 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Mon Mar 21, 2011 5:20 pm

Ternyata bukti berdasarkan tulisan sesat TO Shavanas. #-o
User avatar
Topsy KreeT
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby iluvboy.blogspot » Mon Mar 21, 2011 5:32 pm

:finga:
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Salahudin Al-Ayubi » Mon Mar 21, 2011 6:30 pm

komentar saya ya:

[font=24]Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina[/font]
[font=29]TUNANETRA VS TUNAOTAK[/font]

komentar saya tentang Aisyah:
hai @iluvboy.blogspot apa pedulimu dengan Siti Aisyah RadiyallahuAnhu jangan sotoy lu
tau sedikit tentang Islam Mulutmu udah Sesumbar....

PERKENALKAN NIH SALAHUDIN AL-AYUBI PANGLIMA PERANG "PERANG SALIB II" VERSI DUNIA MAYA AKU MENANTANGMU UNTUK DEBAT
TUNJUK SATU SITUS INDEPENDENT TERKENAL DAN BISA DIPERCAYA MENURUTMU, KAPANPUN AKAN AKU LADENI.

KITA LIHAT DENGAN SEJENGKAL PENGETAHUANMU TENTANG ISLAM APA MAMPU MERUNTUHKAN KEYAKINAN IKHWANUL MUSLIMIN.
ATAU AKU AKAN MEMPERMALUKANMU HABIS-HABISAN
User avatar
Salahudin Al-Ayubi
 
Posts: 161
Joined: Fri Mar 18, 2011 8:35 pm
Location: Double cross Yesus ways

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby iluvboy.blogspot » Mon Mar 21, 2011 7:11 pm

Bukannya gw udah diskusi ma lu, argumen gw jg ga bakal jauh dari yg udah ketulis disini, dan lu ga bisa jawab, lu orang ikhwan? apa peduli gw, gw peduli kl lu bisa jawab pertanyaan2 yg antri nunggu jawaban dari lu :lol:
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby saia » Mon Mar 21, 2011 9:13 pm

ati-ati ntar dikirim buku 'petasan' lagehh .... :lol:
saia
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Don Juan » Sat Apr 23, 2011 1:44 pm

Peringatan aja jngan sekali2 tunjukin alamat asli..
Bakal ada petasan bejibun ntar... :supz:
User avatar
Don Juan
 
Posts: 8
Joined: Thu Apr 14, 2011 11:21 am

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Si Amang Miyang » Fri May 20, 2011 6:45 am

Jgn ragu Bung,,bahaya loo,,entar murtad...Khan malu sama yg laen... :green:
User avatar
Si Amang Miyang
 
Posts: 533
Joined: Thu Dec 16, 2010 9:54 am
Location: sebuah toilet yg bernama ka'bah

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby jadi » Mon May 23, 2011 8:47 am

Hail survey menunjukkan 300% mualaf dibanding 1% murtad :finga:
jadi
 
Posts: 551
Joined: Wed Apr 06, 2011 2:02 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Usin » Mon May 23, 2011 1:42 pm

jadi wrote:Hail survey menunjukkan 300% mualaf dibanding 1% murtad :finga:


Dapet persentasi segitu dari hasil survey apa asal cuap atau hasil dari pembodohan para ustad yg asal cuap. :rolling:
Usin
 
Posts: 38
Joined: Sat Apr 23, 2011 9:05 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby slomo » Thu May 26, 2011 5:26 am

@ SALAHUDIN AL-AYUBI
ngapain jauh2 nyari tempat diskusi Panglima ? Disini sajalah ! Justru kalo pengetahuan kafir dsini cetek, coba donk berikan pencerahan dan argumen yg "mendidik" kafir !! Kali2 aja kita jadi mualaf semua. Jangan ad hominem !!
slomo
 
Posts: 112
Joined: Mon Jan 24, 2011 4:07 pm

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby Si Amang Miyang » Fri May 27, 2011 10:52 am

Asyik...klo bnr kata Panglima,,b'arti hadist donk yg salah??
User avatar
Si Amang Miyang
 
Posts: 533
Joined: Thu Dec 16, 2010 9:54 am
Location: sebuah toilet yg bernama ka'bah

Re: Pete Rottier, PhD vs. Ali Sina

Postby crutzzz » Sat May 28, 2011 8:17 am

Salahudin Al-Ayub wrote:
PERKENALKAN NIH SALAHUDIN AL-AYUBI PANGLIMA PERANG "PERANG SALIB II" VERSI DUNIA MAYA AKU MENANTANGMU UNTUK DEBAT
TUNJUK SATU SITUS INDEPENDENT TERKENAL DAN BISA DIPERCAYA MENURUTMU, KAPANPUN AKAN AKU LADENI.


nampaknya anda islam sejati, biasanya islam sejati kagak ada otak...
knapa gak debat disini aja, panglima takut?
boleh kok panglima bawa para ustad2 kemari untuk bantu panglima :supz: :supz:
crutzzz
 
Posts: 26
Joined: Sat Oct 16, 2010 6:58 pm

PreviousNext

Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users