.

A SINA: Buktikan forum ini SALAH dan dapatkan US$50.000

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Re: A SINA: Buktikan forum ini SALAH dan dapatkan US$50.000

Postby buncis hitam » Fri Jun 15, 2012 9:56 pm

Nirwana15 wrote:Wah saya sudah bertentangan dengan hati nurani kamu dong…wakakakak

Nah kalo gitu nanya nya “menurut kamu” ga perlu pake dengan tepat…akan saya kasih pendapat saya
Bukti banyak orang islam tidak berfikir gampang kok..trend fashion orang arab di bilang sunah nabi..itu saja deh..

Wakakakak….siapa yg promosi..emang begitu adanya kok..silahkan tuduh apa saja kepada Muhamad..toh cuman tuduhan..benar salahnya belum tentu..


Ya terserahlah, bagaimana mau bilangnya, "mau menurut kamu kek", "mau menurut otakmu kek", tapi yang jelas, kalo mau di sini kamu harus mencoba menjelaskan dan menjawab dan membantah tuduhan ali sina terhadap muhammad dengan logis dan diterima oleh akal sehat, sesuai dengan topik. Tapi kenyataannya hingga sekarang kamu aja masih belum bisa menjelaskan secara logis, malah cuma bisa bilang "benar salahnya belum tentu". Masih ngasih bukti orang Islam tidak berpikir lagi, udah tau kalee, kalo orang Islam itu banyak yang tidak berpikir. Kalo banyak yang berpikir apalagi seperti ali sina itu,pasti udah pada keluar dari Islam semua kalee.

Nirwana15 wrote:Waduh ..justru saya bilang secara teks benar....karena..lagi2 saya harus bilang dia cuman studi perpustakaan dan mengambil data2 yang diperlukan untuk kepentingan dia..


"Secara teks benar" itu maksud apaan coba?? Kok nyambung2nya ke arah "perpustakaan" dan untuk "kepentingan dia". Apa kamu mau bilang kalo yang dikatakan oleh ali sina itu benar semua termasuk tuduhannya terhadap muhammad, tapi apa yang dilakukan dan dikatakan oleh ali sina tetap dianggap salah, gitu? Kok kontradiksi banget yaa. Bikin bingung, kamu itu. Jangan2 kamu udah gelagapan lagi, gak bisa jawab apa2, jadi ngomongnya kontradiksi. Lucu.

Nirwana15 wrote:Wakakakak…sayang sekali saya Islam dan saya tidak membeci kafir, yahudi dan Kristen..

jangan2 ada yg mengaku2 kafir tapi tidak tau arti kata kafir itu…

Dan saya prihatin dengan A Sina yang konon di besarkan di timur tengah dengan ajaran islam malah bingungdengan ajaran Islam.wakakakak...jadi kata pepatah begini gajah di pelupuk mata ga keto..semut di sebrang lautan kelihatan…wakakakak..

Jika kamu berkesimpulan seperti itu ya itu adalah hak mu..karena kamu yang membaca mempelajari dan menyimpulkan..dan memang sampai di situlah kemampuan kamu memahami apa yang kamu baca dan pelajari..jadi kamu harus bangga..


Oh ya saya sangat bangga dengan kesimpulan itu, karena kesimpulan itu saya buat tidak main2, karena saya bisa menjelaskan secara logis darimana kesimpulan itu dibuat. Dan jangan salah saya cuma mengatakan "Dengan jawaban itu bisa saya simpulkan bahwa budaya Arab dan ajaran Muhammad yang diaplikasikan ke dalam ajaran Islam untuk membunuh orang Yahudi dan terutama Kafir, "bisa" menjadi bagian dari hati nurani dan akal sehat, dan menganggap hal itu halal. Karena kamu mengatakan sendiri kalo hati nurani itu relatif, yang artinya jika pemikiran orang arab dan muhammad sama yaitu sama2 membenci Yahudi dan kafir, maka bisa jadi bahwa ajaran damai yang dimaksudkan adalah memang benar untuk menghalalkan pembunuhan dan peperangan terhadap kafir dan Yahudi.

Padahal yang namanya hati nurani itu sama sekali tidak relatif, karena tujuannya cuma satu yaitu untuk kebaikan. Ingat "golden rule". Dan selama saya sering berdebat dengan muslimer, tidak ada satupun orang muslim memahami kebaikan sama sekali apalagi "golden rule" yang sesungguhnya. Dan contoh kamu soal durian montong itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebaikan, yang artinya tidak ada hubungannya sama sekali dengan hati nurani. Dan ajaran damai yang menghalalkan pembunuhan terhadap kafir dan yahudi sama sekali tidak masuk di akal sehat. Karena secara logis tidak ada kedamaian yang diselaraskan dengan kekerasan dan pembunuhan, karena kekerasan dan pembunuhan itu sendiri bertolak belakang dengan kedamaian, seperti halnya minyak dan air.

Dan bicara soal hati nurani dan akal sehat. Ali sina sendiri sudah mengatakan alasannya dengan jelas kenapa dia bingung dengan ajaran Islam. Karena ajaran Islam yang dia pelajari tidak sesuai dengan hati nurani dan akal sehat, yang artinya dia sendiri tidak bisa melakukan apa sudah diajarkan dari Islam, yang sama sekali bertolak belakang dengan hati nurani dan akal sehat, kebaikan dan pemikiran sehat.

Terakhir, saya tidak peduli apakah saya mesti tau apa arti kafir atau tidak. Tapi dengan kata kafir itu sendiri, itu untuk menunjukkan "inilah saya, seseorang yang bukan Islam dan sangat meragukan Islam, tapi saya tetap manusia berhak hidup dan bersuara, dan mengatakan apa saja yang saya suka soal ajaran Islam yang sangat meragukan itu". Jadi bagaimana pendapat kamu soal pengertisn itu??

Nirwana15 wrote:Emang kenapa 1+1 = 2..bukan kah 1 dan 2 hanya sebuah symbol bilangan yang sudah disepakati bersama..seperti huruf A kenapa bunyinya begitu dan B kenapa begini..itu hanya symbol yang di sepakati bersama sejak jaman nenek moyang..seandianya semua orang bersepakat 1+1=3 terus gimana?

Jadi menurut kamu kedamian yang diberikan islam itu seperti itu ya…hmm….again saya ga akan membantah pendapat mu…
Mungkin sisi ini yang ga di bahas oleh A Sina..dan saya pun tidak akan menjelaskan disini..karana bukan tokonya..oe musti ke toko yang laen..


Memang benar itu sebuah simbol. Tapi simbol tsb tetap punya pengertian. Yaitu apapun aktivitas yang kita lakukan, dan proses yang kita jalani akan menghasilkan sesuatu yang hasilnya sesuai proses dan aktivitas itu. Dan itulah "eksaknya". Makanya 1+1=2, tidak bisa 1+1=3, karena apapun yang terjadi keterlibatan angka 1 ditambah angka 1 lagi akan menjadi angka 2. Karena itulah angka 2 merupakan hasil dari keterlibatan dari 2 angka 1. Dan memang benar bahwa itu semua merupakan kesepakatan dari semua orang, makanya bisa saja kalo 1+1=3, kalo semua orang sepakat dengan hal itu. Dan berkat kesepakatan itupula, semua hal bisa dijelaskan secara eksak.

Dan dari simbol itu pula, bisa menghasilkan beberapa rumus fisika seperti halnya hukum Newton (F=m.a/F=m.g), rumus kecepatan (Jarak/waktu), dan rumus2 lainnya. Tapi yang jelas tujuannya cuma satu yaitu untuk menjelaskan bahwa semua yang ada di sekitar kita itu tidak lepas dari semua keterlibatan dari banyak pihak, yang artinya ada sebab ada akibat. Itulah eksaknya, itulah kepastiannya.

Yang jelas intinya adalah seperti yang saya bilang tadi bahwa kemungkinan itu tidak akan terjadi kalo pernyataan itu sudah pasti dan bisa menjadi sebuah ilmu eksak. Dan kemungkinan itu terjadi kalo orang itu mau berpikir. Karena apabila sesuatu sudah menjadi pasti dan eksak, maka pihak tsb sudah mencapai hasilnya. Tapi apabila orang masih bisa berpikir maka orang tsb masih berada dalam proses, sehingga kemungkinan masih bisa ada. Karena orang tidak perlu berpikir kalo sudah bisa mencapai hasilnya. Makanya saya masih meragukan tentang ajaran damai yang mengajarkan bahwa pembunuhan dan peperangan itu halal, karena apakah benar bahwa jalan kekerasan seperti itu bisa menghasilkan kedamaian yang sesungguhnya, seperti halnya 1+1=2? Sepertinya enggak. Makanya saya masih berpikir bahwa ada banyak kemungkinan yang akan terjadi dari jalan kekerasan tsb.Tapi yang jelas tidak mungkin menghasilkan kedamaian yang murni/ sesungguhnya. Jadi ajaran damai yang seperti itu sama seperti pernyataan 1+1=3.

Okelah kalo kamu menganggap bahwa kedamaian Islam tidak seperti yang saya katakan. Kalo begitu coba bantah tuduhan Ali sina secara logis, kalo kamu sudah ada di topik ini. Jangan cuma datang ke topik ini cuma buat ngomongin "aku suka FFI doang". Gak mutu.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: A SINA: Buktikan forum ini SALAH dan dapatkan US$50.000

Postby ahmad bin sanusi » Sat Jun 16, 2012 1:46 am

Nirwana15 wrote:Wakakakak..sebagai salah seorang netter yang punya hak voting kaya pilkada... maka saya bilang “Benar!!!!”..karena ditinjau dari pemahaman anda baru sebatas ONTA… :rolling:


Amin....
Setidak2nya saya hanya memahami sebatas ONTA. Daripada:
Berpikir pakai "Otak (onta)", "Soul (onta)", dan "Spirit (onta)" + (inga2! Ting!) budaya & Fashion Onta

Nirwana15 wrote:Wakakakak..jadi berdasarkan teman muslim mu itu kamu membuat kesimpulan yang sama terhadap muslim di seluruh dunia… okey gw mengerti sekarang….kenapa bisa muncul kata2 diatas….
Saya sudah membaca dan membandingkan isinya..sudah saya simpulkan juga untuk saya pribadi...dan biasa saja..saya masih islam ada beberapa yg bikim saya kaget kerena persamaannya ada juga yang bikin saya ketawa..


Untuk menjawab ini saya pinjam artikel dari James M. Arlandson (http://www.answering-islam.org/indonesian/islam-dan-terorisme/sepuluh-alasan.html)

"Where is the Gandhi of Islam? Jika Islam adalah agama damai, mengapa Islam tidak menghasilkan jawara-jawara perdamaian yang mendapat banyak dukungan dalam komunitas? Yang kita lihat hanyalah sejumlah kecil orang Muslim yang membuat pernyataan setengah hati setelah ada serangan teror, tapi tidak seorang pun yang mengadakan kegerakan besar dalam komunitas Muslim untuk menyingkirkan dan mengakhiri terorisme, dan dengan konsisten memperjuangkan tujuan ini. Setiap orang Muslim di Inggris harus bekerjasama dengan pemerintah untuk mencari dan menemukan pihak-pihak yang bersalah. Semua orang di setiap mesjid di Inggris dan di Barat dan dimanapun juga harus melaporkan pertemuan-pertemuan kelompok radikal yang dilakukan dalam tempat-tempat ibadah mereka dan yang merencanakan tindak kekerasan. Mengapa mereka tidak melakukannya?"

Ya, mengapa tidak melakukannya? kita bisa mencarinya mulai dari negara kita Indonesia. Kenapa tidak saya temukan?
Jadi, jangan salahkan saya jika menyamaratakan anda semua.
Kalau ada muslim yg damai, itu karena muslim ktp. Belum mengikuti ajaran alqurannya.
Anda sendiri kapan mau menyerang kafir sampai ke ujung dunia? ingat, itu perintah alquranmu.

Nirwana15 wrote:Hehehe..lagi kampanye ya…kok kebenaran ttg saya tp yg diminta pendapat orang lain…begitu ya cara menilai kebenaran menurut anda… okey..jadi makin mengerti…


Baguslah kalau sudah mengerti... :finga:

Nirwana15 wrote:Ohh.. begitu pemahaman mu..oke..kalo gini gimana nih ....
Apakah dalam suatu persidangan yang tentunya mengadalkan bukti dan fakta tidak pernah salah dalam mengambil keputusan?
Fakta memang tidak bisa di bantah..namun sumber fakta, kronologi, itu bisa di bantah…si A makan pisang goreng itu fakta namun kenapa dia bilang itu enak itu perlu diselidiki..dan juga suatu fakta bahwa dia bilang enak..kecuali ada parameter pembatas..enak itu apa


"Apakah dalam suatu persidangan yang tentunya mengadalkan bukti dan fakta tidak pernah salah dalam mengambil keputusan?"
Kalau suatu persidangan yg salah dalam mengambil keputusan itu kasuistis. Tapi apakah dengan adanya kesalahan tersebut, kita lantas meniadakan persidangan?

"si A makan pisang goreng itu fakta namun kenapa dia bilang itu enak itu perlu diselidiki..dan juga suatu fakta bahwa dia bilang enak..kecuali ada parameter pembatas..enak itu apa"
Makanya itu bos, karena gak ada parameter dari kata "enak", makanya kata sifat itu bermakna relatif. Ngapain perlu diselidiki? ngapain lagi harus dicarikan parameter pembatas?
Mengerti gak sih? apa perlu saya jelaskan melalui powerpoint? Biar lebih mudah buat kamu untuk memahaminya.
Analogimu salah bos. Mau menganalogikan fakta jangan pakai cerita pisang goreng enak. Tidak nyambung.

"Fakta memang tidak bisa di bantah..namun sumber fakta, kronologi, itu bisa di bantah…"
Kalau menurut nalar saya. Kalau fakta tersebut benar, maka bisa dipastikan sumber fakta, dan kronologi nya pasti benar juga.
Fakta adalah outputnya. Sumber fakta, dan kronologi adalah inputnya.
Beda kalau sumber fakta dan kronologinya yang salah, maka fakta yang dihasilkan pasti masih bisa dibantah.

Nirwana15 wrote:Mungkin juga..meski di quran itu terlalu banyak perumpamaan…..membaca kitab sebelum quran tidak murtad ..seperti yang tertera dalam rukun iman…iman kepada kitab2 Allah..


Oh iya, di quran juga banyak perumpamaan toh? =D>
Mungkin bisa di share sedikit...

Nirwana15 wrote:Hmm… padahal saya menekankan pada cara menyimpulkan anda dengan kalimat “SAYA RASA” (padahal kata rasa itu sangat sangat relative makanya saya pake pisang goreng kekekekek) Yang ini loh..
"ahmad bin sanusi":Sama dengan perdebatan kita mengenai topik Islam. Ali sina memberikan bukti dan "cendikiawan islammu" juga memberikan bukti tapi kita sebagai pembaca bisa melihat mana yg lebih faktuil dan meyakinkan. Dan saya rasa kita tahulah fakta nya... Hehehe
Lalu saya mencoba membandingkan berbagai sumber untuk mengunkap suatu objek kebenaran dengan fakta yang sama…khususnya dalam hal menyaksikan/saksi dengan mengambil contoh G30 S PKI..

dalam kasus si A Sina…dia mempelajari berbagai BUKTI,fakta dari TEKS(studi pustaka) yang dituliskan oleh orang (ulama, ahli hadis, kritikus islam ato siapa lah)dan tentunya sumber studinya pun harus sesuai dengan yang dia inginkan/tujuan dia (seleranya dia)… …artinya apa..dia mengambil kesimpulan berdasarkan itu (TEKS)..maka dia juga bisa menyimpulakan dengan kalimat SAYA RASA setelah membaca berbagai teks bla bla..maka saya simpulkan islam itu bla bla… makanya dalam debatnya dia hanya menekankan pemaknaan quran secara TEKSTUAL yang memang menurut dia sesui dengan tujuan dia… lalu juga mengarahkan fakta2 (menurut A Sina) yang ada untuk kepentingan kampanye nya lalu membiarkan pembaca menjadi juri (parameter)..wakakaka plis deh, sementara banyak pembaca yang tidak tau atau tidak mengerti tentang sejarah islama secara keseluruhan dan tentunya ini akan membangun suatu opini sesuai dengan harapan A Sina...padahal pada kenyataan A Sina pun tidak menyaksikan secara langung kejadian yang di baca itu…bener2 kaya sinetron indonesa.. :-({|=
:heart:


"padahal pada kenyataan A Sina pun tidak menyaksikan secara langung kejadian yang di baca itu…bener2 kaya sinetron indonesa"

Ouwh. Hmm. Begitu ya? Oke deh...Mengerti. :prayer:
Eh, omong2 anda sendiri bagaimana?
Emang anda sendiri pernah menyaksikan secara langsung kehidupan si momed?
Kok bisa anda meyakini si momed itu nabi besar berakhlak mulia? \:D/
Jangan2 anda nih yg penggemar sinetron tulen? :---)
ahmad bin sanusi
 
Posts: 42
Joined: Thu May 31, 2012 2:41 pm

Previous

Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron