.

Alasan A SINA meninggalkan Islam

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Alasan A SINA meninggalkan Islam

Postby Adadeh » Thu Oct 13, 2005 5:20 am

Kenapa Saya Meninggalkan Islam
Oleh. Ali Sina

http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... _islam.htm

Banyak orang bertanya kpd saya kenapa saya meninggalkan agama Islam. Bagi Muslim ini memang sangat tak masuk akal. Mereka memilih utk percaya bahwa orang murtad karena disogok agen rahasia Nasrani/Yahudi. Mereka enggan menerima kenyataan bahwa setiap orang punya hak utk menentukan pilihannya sendiri dan bahkan ada orang yg merasa bahwa Islam tidak cocok bagiinya.

Berikut ini adalah alasan saya.

Hanya beberapa tahun yang lalu saja saya masih percaya bahwa kepercayaan saya kpd Islam bukan berdasarkan percaya buta tetapi karena hasil penyelidikan dan penelaahan selama bertahun-tahun. Memang saya membaca banyak buku2 Islami yang ditulis oleh orang2 yang pikirannya sesuai dengan saya dan mengemukakan filosofi yang sesuai dengan pandangan saya, sehingga ini semakin meyakinkan saya bahwa saya sudah menemukan kebenaran.

Semua hasil penelaahan saya sesuai dengan iman saya. Sama seperti kebanyakan Muslim, sayau tadinya percaya bahwa kalau mau benar2 mengetahui sesuatu, maka belajarlah dari sumbernya. Tentu sumber Islam itu adalah Qur’an dan buku2 yang ditulis oleh ilmuwan Islam. Karena itu, saya merasa tidak perlu lagi untuk mencari dari sumber lain untuk menemukan kebenaran, apalagi memang saya begitu yakin menemukannya. Seperti yang sering dikatakan para Muslim “Talabe ilm ba’d az wossule ma’lum mazmum”. Usaha mencari ilmu pengetahuan lain setelah menemukannya (Islam) adalah ****.

Tentu saja ini salah. Bagaimana jika kita ingin tahu kebenaran tentang suatu aliran kepercayaan yang berbahaya? Apakah cukup dengan hanya bergantung melalui informasi dari pemimpin kepercayaan itu dan semua penganut2nya yang sendirinya tertipu pemimpin itu? Diperlukan penelaahan secara saintifik (berdasarkan ilmu pengetahuan) untuk menelaah kepercayaan itu karena penelaah sains tidak mengutarakan hasil penyelidikannya berdasarkan iman yang membuta. Mereka membuat penelaahan yang seksama dari bukti yang ada. Ini sungguh beda dengan cara pendekatan agamawi yang didasarkan pada iman dan rasa percaya semata2.

Untuk itulah saya kembali membaca isi Qur’an dan saya temukan perintah2 yang tidak sesuai dengan nilai2 kemanusiaan. Saya merasa sangat tertekan dan risih membaca ajaran seperti ini.

Q.3: 5
”Tapi bagi mereka yang menolak Iman setelah mereka menerimanya, dan lalu menentang Iman, , - pertobatan mereka tidak akan pernah diterima; karena mereka adalah orang2 yang telah sesat”.

Q.16: 106
”Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar..”


Orang mungkin berpikir bahwa azab yang besar itu nantinya terjadi di akherat. Tapi Muhammad memastikan orang2 itu mendapat hukum di bumi pula. Lihat ayat2 berikut:

Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
"Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari2 akhir (duni) akan muncul orang2 muda dengan pikiran2 dan ide2 yang ****. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 260:
"Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn ‘Abbas, yang berkata,”Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, seperti yang dikatakan sang Nabi,’Jangan hukum (siapapun) dengan Hukuman Allah (yi: api).’ Tidak ragu lagi, aku sudah akan membunuh mereka, karena Nabi berkata, ’Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.’”

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
"Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati."

Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339 disampaikan oleh Aisha, Ummul Mu'minin:
"Rasulullah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, secara hukum tidak boleh ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal ini: orang yang berzinah setelah menikah, dan hukumannya adalah dirajam; orang yang melawan Allah dan RasulNya, dan hukumannya adalah ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau orang yang membunuh dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. "

Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana pun yang membaca ini dan tidak merasa muak berarti tidak dapat disebut manusia.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.

Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Ia punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.

Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.

Saya merasa kisah ini mewujudkan ketidakadilan. :shock: Muhamad memaafkan seorang lelaki yang membunuh perempuan hamil beserta anaknya sendiri hanya karena dia berkata bahwa perempuan ini menghina sang Nabi!?

Baca juga yang dibawah ini ! Pria2 Arab ternyata punya kebiasaan meniduri budak2 wanita mereka. Qur’an mengabadikan tradisi ini.

Q. 33:52 “Tidaklah diperbolehkan bagi kalian (untuk menikahi lebih banyak) perempuan2 setelah ini, ataupun mengganti mereka dengan perempuan2 lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali yang dimiliki oleh tangan kananmu (sebagai budak perempuan).”

Muhammad sendiri meniduri Mariyah tanpa mengawininya, dan Mariyah adalah budak istri Muhammad yang bernama Hafsa.

Memaafkan seseorang yang membunuh orang lain hanya karena dia mengatakan perempuan itu menghina Muhammad adalah perbuatan yang tidak dapat diterima. Bagaimana jika orang itu bohong untuk menghindari hukuman? Apa yang disampaikan kisah ini tentang rasa keadilan Muhamad? Bayangkan berapa banyak wanita tak bersalah yang dibunuh para suaminya dalam kurun waktu 1.400 tahun ini ! Dan luar biasa juga bahwa para suami yg seenaknya menuduh istri mereka telah menghina rasulullah dan oleh karena itu dgn enteng pula main tancap pisau ke perut istri oleh Tuhan dan Hadis bisa mengelak dari hukuman ??

Ini satu lagi.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4349
"Disampaikan oleh Ali ibn AbuTalib:
Seorang wanita Yahudi sering menghina dan mengolok-olok sang Nabi. Seorang pria lalu mencekiknya sampai dia mati. Rasulullah mengumumkan tidak perlu hukuman untuk membalas darahnya. "

Tidak mudah untuk membaca cerita2 macam ini tanpa hati tergerak. Tidak ada alasan utk mengira bahwa cerita2 ini dipalsukan. Untuk apa para pengikut Nabi, yang berusaha keras menggambarkan nabi mereka sebagai orang yang penuh belas kasihan, memalsukan begitu banyak cerita yang membuat nabi tampak seperti penguasa bengis ? Saya tidak dapat lagi menerima tindakan brutal terhadap orang2 yang memilih untuk tidak menerima Islam. Iman adalah pilihan pribadi. Aku tidak dapat lagi menerima bahwa seseorang yang mengritik sebuah agama harus dihukum mati.

Lihat bagaimana Muhammad bersikap pada orang2 yang tidak percaya:

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4359
"Disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas:
Ayat yang berbunyi “Hukuman bagi orang2 yang berperang melawan Allah dan RasulNya, dan berjuang keras mengacaukan tanah ini adalah dibunuh, atau disalib, atau potong tangan2 dan kaki2 dari arah yang berlawanan atau diasingkan dari tanah ini … yang maha pengampun.” Ini diberikan untuk orang2 yang menyembah banyak tuhan. Jika ada dari mereka yang bertobat sebelum mereka ditangkap, ini tidak menghindarkan mereka dari hukuman tadi, yang memang layak mereka dapatkan. "

Bagaimana mungkin utusan Tuhan membunuh dan menyalib orang2 karena mereka menolak dia? Bisakah orang seperti ini jadi utusan Tuhan? Tidakkah ada orang lain dengan moral dan etika yang lebih baik untuk memikul tanggungjawab besar sebagai utusan Tuhan?

Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa Muhamad membantai 900 orang Yahudi dalam satu hari setelah ia menangkap mereka dalam suatu penyerbuan yang direncanakannya. Saya membaca kisah ini dan bulu kuduk sayapun berdiri.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4390
"Disampaikan oleh Atiyyah al-Qurazi:
Aku adalah seorang dari para tawanan Banu Qurayzah. Mereka (para penawan) memeriksa kami, dan mereka yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku adalah salah satu dari mereka yang belum punya bulu kemaluan."

Saya juga terkejut sekali membaca kisah dibawah ini.

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
"Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Lalu kata Nabi: Potong tangannya. Maka tangan kanannya dipotong. Ia dibawa keduakalinya pada sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
Orang itu dibawa lagi untuk kelima kalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia dan melemparkan dia ke dalam sumur dan menimbuni batu2 di atas tubuhnya. "

Tampaknya Muhammad menentukan hukuman berdasarkan apa yang ia dengar. Dengan memotong tangan seorang pencuri, ia tidak lagi dapat mencari makan kecuali dengan mengemis, dan ini pun sulit karena dia sudah dicap sebagai pencuri dan dibenci orang (PLUS, tangannya cuma satu ! Rada sulit khan ngemis dgn satu tangan !). Karena itu ia terpaksa mencuri lagi untuk bisa terus hidup. Inikah yang dinamakan Nabi yg Maha Mulia ? Rahmatal lil alamin ?

Setelah hidup di dunia Barat selama beberapa tahun dan diterima dengan baik oleh orang2 dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai kawan mereka, saya tidak dapat lagi menerima mandat2 Qur’an sebagai firman Tuhan.

Q.58: 22
“Kau tidak akan menemukan orang2 yang percaya pada Allah dan di hari akhir, berkawan dengan mereka yang melawan Allah dan utusanNya …”

Q.3: 118-120
“O kamu yang percaya! Janganlah memilih bitaanah (penasehat, konsultan, pelindung, penolong, kawan, dll) di luar agama (penyembah berhala, orang Yahudi, orang Kristen, dan orang munafik) karena mereka akan terus berusaha sekuatnya untuk merusak pikiranmu. Mereka ingin menjahatimu. Kebencian sudah muncul dalam mulut mereka, tapi bahkan yang tersembunyi dalam dada mereka lebih buruk lagi. Memang Kami telah menerangkannya padamu, jika kalian mengerti. Lihat! Kalianlah yang mencintai mereka tapi mereka tidak mencintaimu, dan kalian percaya akan semua kitab2 (kalian percaya Taurat dan Injil, tapi mereka tidak percaya Qur’an). Dan jika mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, ‘Kami percaya.’ Tapi kalau mereka sendirian, mereka menggigit ujung jari2 mereka dengan penuh kemarahan padamu. Katakanlah: ‘Matilah dalam kemarahanmu. Tentu Allah tahu apa yang ada dalam hatimu (semua rahasia).’ Jika kebaikan terjadi padamu, mereka bersedih, tapi kalau kejahatan terjadi padamu, mereka bergembira ..”


Dan ini :

Q.5: 51
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain...”


Saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah. Lihatlah buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo; di mana negara2 Kristen mengadakan perang terhadap sesama negara Kristen untuk membebaskan orang2 Muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi2 Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama Perang Dunia II, orang2 Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang2 Yahudi.

Semakin jelas bagi saya bahwa orang2 Muslim diterima oleh orang2 di seluruh penjuru dunia, tapi meskipun demikian, nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa mereka menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar Jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!

Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci Barat dan Yahudi. Muhamad-lah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang2 non-Islam. Bagaimana mungkin orang2 Muslim bisa bergaul dengan negara2 lain sambil menggenggam pesan2 kebencian di Qur’an sebagai firman Tuhan ?

Banyak orang Muslim yang pindah ke negara2 non-Muslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara2 non-Islam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan non-Muslim jika kita menjadi kalangan mayoritas.

Q.9: 29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”


Aku juga merasa ayat2 berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi ini dan diampuni di akherat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang2 yang tidak percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang2 yang kita cintai.

Q.9: 113
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.”


Qur’an dan Ahadith penuh dengan ayat2 yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga ini merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi, tapi seorang pemimpin suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untuk mengadukan anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat luarbiasa, sangat memaksa, sehingga orang2 yang **** di zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli2 filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangakannya lebih lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Qur’an dan mempelajari Ahadith, kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.

Saya tahu kata2 saya ini menyakiti hatimu. Tapi saya anjurkan engkau agar mengendalikan kemarahanmu dulu, baca tulisan2 saya dan pikirkanlah matang2.

Engkau lihat bahwa penolakan saya akan Islam bukan didasari oleh tindakan2 buruk orang Muslim, tapi oleh tindakan2 buruk pengarangnya sendiri. Semua kekejaman dan tindakan2 kekerasan yang mengerikan yang dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia diilhami oleh Qur’an dan Sunnah. Karena itu saya menuding Qur’an sbg dasar tindakan jahat yang dilakukan orang2 Muslim. Saya tahu bahwa semua usaha untuk memanusiakan masyarakat Islam hanyalah buang2 waktu belaka karena musuhnya adalah Islam itu sendiri dan inilah sasaran seranganku.

Saya lakukan ini meskipun dengan ini saya menjadi magnet yang menyedot kebencian semua Muslim fanatik. Tidak ada untungnya bagi saya. Satu2nya alasan kenapa saya begitu menentang Islam adalah untuk membebaskan dunia dari cengkeraman aliran setan ini dan mengembalikan kedamaian dan kesejahteraan, kasih, dan hormat sesama manusia.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Carlos » Wed Aug 22, 2007 5:28 pm

dulunya saya muslim,tapi saat ini saya memilih untuk hanya percaya kepada Allah(tuhan) saja,karena saya mempunyai pemikiran sama dengan anda.Saya tidak sependapat dan tidak dapat lagi mengikuti perintah2 nabi Muhammad yang kejam.Bahkan saya tidak ingin memiliki seorang nabi yang menikahi seorang anak di bawah umur.Saat ini saya ingin terus mengkaji tentang Islam,sebenernya Islam adalah agama yang bagaimana kah? saya ingin tahu yang sebernanya,saya juga melihat ketidak adilan di dalam agama Islam,mereka terlalu membeci orang2 non muslim,sedangkan saya mencintai seseorang bukan dari agama atau pun apa tetapi dari hati mereka.terima kasih telah memostingkan ini,sangat berguna bagi saya untuk belajar tentang agama Islam.
Carlos
 
Posts: 3
Joined: Wed Jan 17, 2007 9:58 pm

Postby M-SAW » Wed Aug 22, 2007 5:47 pm

selamat bergabung di forum ini
Silahkan teruskan PENCARIAN anda
Forum ini akan membuat anda KETAGIHAN untuk terus MEMBACA dan MENCARI tau.

Saya senang sekali membaca PENGUMUMAN anda
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby pod-rock » Thu Aug 23, 2007 6:39 pm

Carlos wrote:dulunya saya muslim,tapi saat ini saya memilih untuk hanya percaya kepada Allah(tuhan) saja,karena saya mempunyai pemikiran sama dengan anda.Saya tidak sependapat dan tidak dapat lagi mengikuti perintah2 nabi Muhammad yang kejam.Bahkan saya tidak ingin memiliki seorang nabi yang menikahi seorang anak di bawah umur.Saat ini saya ingin terus mengkaji tentang Islam,sebenernya Islam adalah agama yang bagaimana kah? saya ingin tahu yang sebernanya,saya juga melihat ketidak adilan di dalam agama Islam,mereka terlalu membeci orang2 non muslim,sedangkan saya mencintai seseorang bukan dari agama atau pun apa tetapi dari hati mereka.terima kasih telah memostingkan ini,sangat berguna bagi saya untuk belajar tentang agama Islam.


Wuaduh!! ini ibarat tambahan energi bagi saya utk lebih giat lagi menerjemahkan nih!!!!

Trims 10x
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Mengganggap agama adalah warisan dari orang tua

Postby Agnostic_Is_Better » Mon Sep 24, 2007 9:36 pm

Banyak orang mengganggap agama adalah suatu warisan.
Jika orang tua kita beragama X, kita harus mewaris agama itu.
Kalau murtad, paling tidak akan ada perang nuklir dalam keluarga.

Sebenarnya memeluk agama haruslah berdasarkan nalar.

Saya setuju dengan pemikiran Ali Sina. Nabi Mohamed tidak menunjukkan kepribadian seorang nabi. Dia identik dengan Hitler yang haus kekuasaan, wanita dan harta.

Islam bagaikan aliran politik yang takut kehilangan kursi di DPR.
Ayat-ayatnya banyak mengandung "postulat" yang harus dipercaya secara membabi buta tanpa sanggahan. Umat tidak boleh membaca kitab lain untuk mencari kebenaran.

Bagaimana bisa mengetahui kebenaran kalau membaca kitab lain saja tidak boleh? Hahaha, ini mah akal-akalan si momet doang. Ketakutan nih namanya.
User avatar
Agnostic_Is_Better
 
Posts: 609
Joined: Mon Sep 24, 2007 7:48 pm

Re: Alasan A SINA meninggalkan Islam

Postby iblis24 » Mon Oct 01, 2007 7:47 am

coba anda kaji lagi, tdk ada satupun dr ayat2 Al-Qur'an yg saling brtntangan.
anda akan sangat keliru jika brusaha mengartikan ayat2 Al-Qur'an tanpa pernah tau asbabun nuzul / alasan d turunkannya surat2 tsb. ini sama halnya jk da org yg bilang "ga usah cuci tangan" maka anda tdk bs langsung memfonis dia jorok. pdhal mungkin pd kata2 itu d maksutkan bg org yg hendak naik motor sdangkan tangan dia dlm keadaan bersih.
iblis24
 
Posts: 2
Joined: Sat Sep 29, 2007 2:02 am

Re: Alasan A SINA meninggalkan Islam

Postby Agnostic_Is_Better » Mon Oct 01, 2007 9:02 am

signature iblis24:
siapapun kamu.
apapun agamamu.
apapun yg kamu katakan.
JIKA MENGGANGGU INDONESIA DAN KERUKUNAN WARGANYA MAKA..
SELAMA ITU PULA AKU AKAN MEMBURUMU DAN KEPALAMU ADALAH IMBALAN YANG PALING PANTAS


Boro-boro diganggu, wong aku diam2 aja udah dibenci para muslim.
Baca signatureku. Hanya sebagian yang kutulis di sana. Nggak muat.
User avatar
Agnostic_Is_Better
 
Posts: 609
Joined: Mon Sep 24, 2007 7:48 pm

Postby ferdyrkg » Mon Oct 01, 2007 8:35 pm

Saya sengaja masuk forum ini untuk melihat bantahan2 muslim tentang hal hal yang menurut mereka menghujat isalam. Tidak semua topik saya masuk kan kedalam penelahaan saya untuk di jadi kan baha pertimbangan. Beberapa hal ada yang berhasil di bantah oleh olet netter muslim ( itu menurut saya jadi ngga perlu di bahas) namun sebahagian besar membuat saya bingung hari demi hari... tadinya saya ingin melihat bagaimana cara2 non muslim me"murtad" kan muslim/mah. Apakah cara2 itu dari hasil karangan2 atau mengada ada... ternyata beberapa poin yang saya cerna dari suatu thrread mempunyai latar belakang atau alasan yang sayang kuat... walaupun beberapa tapi menyangkut hal-hal yang prinsip dalam hidup.... tentu saja jika saya masuk dalam forum islam tidak akan kelihatan secara menyeluruh seluk beluk baik yang nyata maupun yang samar.... Saat ini saya masih berada di titik "equilibruim" melayang dan saya tak tau apakah akan jatuh atau naik.... Belum lagi dari hasil pemberitaan media dan sumber sarana informasi lain yang dapat menguatkan buruknya cara berpikir islam yag sama sekali jauh dari prinsip2 cinta damai... Di setiap daerah atau negara yang mempunyai penduduk muslim yang signifikan pasti menimbulkan berbagai macam tindak kejahtan...... aduh2 ini benar2 membuat saya bingung.... sebagai ayah dan suami say harus memiliki sesuatu untuk saya jadikan pegangan dalam hidup saya...
ferdyrkg
 
Posts: 75
Joined: Thu Feb 15, 2007 8:33 pm
Location: Indonesia

Re: Alasan A SINA meninggalkan Islam

Postby swatantre » Tue Oct 02, 2007 6:52 am

Atheist_Is_Better wrote:signature iblis24:
siapapun kamu.
apapun agamamu.
apapun yg kamu katakan.
JIKA MENGGANGGU INDONESIA DAN KERUKUNAN WARGANYA MAKA..
SELAMA ITU PULA AKU AKAN MEMBURUMU DAN KEPALAMU ADALAH IMBALAN YANG PALING PANTAS


Boro-boro diganggu, wong aku diam2 aja udah dibenci para muslim.
Baca signatureku. Hanya sebagian yang kutulis di sana. Nggak muat.


Tindakan FPI sudah mengganggu Indonesia dan kerukunan warganya.....
Dapatkah si setan itu mengucapkan hal yang sama untuk teman2 sebegundalnya di FPI sono?
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby naskitiano ronaldo » Tue Oct 09, 2007 4:12 am

Hadits itu isinya tidak ada yang bertentangan dengan Alquran. Jika bertentangan, jelas itu hadits yang tidak shahih alias hadits palsu. Yang membuat jelas orang-orang yang tidak senang kepada Islam.

Dalam Alquran jangankan berzina, mendekati zina saja sudah dilarang. Jadi sebelum mempelajari hadits, dalami isi Alquran dulu. Jika anda pelajari secara menyeluruh serta memperhatikan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), isinya nggak ada yang bertentangan.

Jika anda menemukan perbedaan, bolehlah anda sampaikan. Jika anda memang orang yang benar.
User avatar
naskitiano ronaldo
 
Posts: 8
Joined: Wed Oct 03, 2007 4:46 pm

Postby orang_jawa » Wed Oct 10, 2007 11:03 pm

haloo all lam knal....
hidup kebebasan dengan menunjung keadilan dan nilai nilai moral kemanusiaan....

agama yang bagus adalah agama yang ngajarin kemuliaan bukan mamerin surga bila membunuh orang lain yang dianggap kafir dan mengingkari agamnya...
agama diciptain manusia buat membimbing moral kemanusian menjadi benar gak nyerong menjadi pembunuh... dan penindas..
User avatar
orang_jawa
 
Posts: 33
Joined: Wed Oct 10, 2007 10:38 pm
Location: RUSIA

Postby ali5196 » Wed Oct 10, 2007 11:12 pm

naskitiano ronaldo wrote:Hadits itu isinya tidak ada yang bertentangan dengan Alquran. Jika bertentangan, jelas itu hadits yang tidak shahih alias hadits palsu. Yang membuat jelas orang-orang yang tidak senang kepada Islam.
Ronaldo, yg buat orang tidak senang dgn Islam bukan 'Hadis palsu' tapi ajaran agama yg PALSU.

Dalam Alquran jangankan berzina, mendekati zina saja sudah dilarang. Jadi sebelum mempelajari hadits, dalami isi Alquran dulu. Jika anda pelajari secara menyeluruh serta memperhatikan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), isinya nggak ada yang bertentangan.

Dlm Alquran dianjurkan jangan berzina TAPI kalau ketahuan : si perempuan harus membantah lewat 4 saksi, kalau nggak dia akan dirajam, sementara si lelaki tinggal bilang : khan gua mau jadiin dia bini gua yg ke-4 ! :wink:

Jangan2 elu memang berondong yg baru lahir kale ! Lihat tuh kasus zinah diseantero negara2 Shariah. Ingat nama Amina Lawal nggak ? Nggak tahu khan ? Makanya google dulu deh ! Belajar dulu ... daripada buka mulut tapi lalu malu ketahuan guoblognya ! :oops: :oops:

Jika anda menemukan perbedaan, bolehlah anda sampaikan. Jika anda memang orang yang benar.

Ini orang lulusan pesantren dagelan dari mana ? Bedain ajaran yg benar dgn yg nggak benar aja nggak bisa !
Last edited by ali5196 on Wed Nov 14, 2007 5:43 pm, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby naskitiano ronaldo » Thu Oct 11, 2007 10:05 am

Kalo ada manusia berdosa itu bukan berarti ajarannya yang salah. Tuhan sudah menyediakan surga dan neraka. Tahu sendiri kan artinya?

Kalau Amina Lawal berzina, yah wajar-wajar saja. Karena dia manusia yang punya (baca:diberi Tuhan) nafsu. Nah, saat berzina itu akalnya telah dikalahkan oleh nafsunya. Sehingga dia lupa kalo perbuatannya dilarang Alqur'an dan dicatat oleh malaikat yang selalu mengawalnya.
User avatar
naskitiano ronaldo
 
Posts: 8
Joined: Wed Oct 03, 2007 4:46 pm

Postby ali5196 » Fri Oct 12, 2007 1:26 pm

naskitiano ronaldo wrote:Kalo ada manusia berdosa itu bukan berarti ajarannya yang salah. Tuhan sudah menyediakan surga dan neraka. Tahu sendiri kan artinya?

Kalau Amina Lawal berzina, yah wajar-wajar saja. Karena dia manusia yang punya (baca:diberi Tuhan) nafsu. Nah, saat berzina itu akalnya telah dikalahkan oleh nafsunya. Sehingga dia lupa kalo perbuatannya dilarang Alqur'an dan dicatat oleh malaikat yang selalu mengawalnya.


Anak kecil, kalau mau berdebat jangan di kandang macan yah !

Elu sama sekali tidak tahu bahwa si Amina dari Nigeria itu pacaran dan jatuh hamil. Akhirnya ? Si Amina diseret ke pengadilan shariah dan terbukti bersalah karena berzinah. Untuk itu Aminah dijatuhi hukuman RAJAM sampai mati yg akan dilangsungkan dua tahun setelah bayinya lahir. Apa yg terjadi dgn pacarnya ? Nggak disentuh sedikitpun tuh !

TAHU NGGAK ELU ARTI RAJAM ??

Image
Image
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

Hukum BIADAB ini semua sesuai dgn hukum Islam. Ketahuilah bahwa jutaan wanita didunia hamil diluar nikah. Untung wanita2 itu tidak tinggal di negara Islam, kalau iya mereka diRAJAM semua.

Nih contoh : Muslim bersikeras bahwa Puteri Diana dibunuh karena ia hamil oleh lelaki Muslim. Muslim girang dgn berita gosip ini tapi Muslim lupa bahwa kalau Puteri Diana hidup di negara Syariah, ia akan dikenakan HUKUM RAJAM !!!!

ITU TUH hukum Islam yg elu pingin bela2in dgn mati2an.

Lain kali elu ngomong pakai otak yah, jangan pakai itu tuh yg ada diantara selangkangan elu ! Kalau nggak gua minta elu diBAN aja dari sini karena elu nggak mutu. Sana main di islam.com aja yah ...

Sori gua kasar karena gua BENCI dgn Muslim yg tidak keberatan sedikitpun dgn wanita yg dirajam oleh sesama Muslim. TAPI kalau ada lelaki Muslim yg mati ditembak kafir, HISTERIIIIIIssss deh elu pada2 ! Ini nih PENGARUH ISLAM pada otak elu : sama sekali tidak bisa membedakan baik dan buruk. :evil:
Last edited by ali5196 on Sun Dec 16, 2007 12:19 am, edited 3 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ghanas » Mon Nov 12, 2007 7:35 pm

ya,,,,
payah tu ngomong ma orang yang terlalu banyak mengkaji agama islam...
jadi lebih tau dia dari muslim sendiri....
cape de debat ma orang yan keras kepala...
yaudah jalani aja de agama lu itu.....
moga makin sukses selalu
ghanas
 
Posts: 8
Joined: Mon Jan 29, 2007 10:49 pm
Location: tg. balai

Postby M-SAW » Wed Nov 14, 2007 9:17 am

bang ghanas
kok MELEMPEM gini??
bukankah tugas anda untuk BERDAKWAH??
belum apa2 udah mencap "keras kepala"?
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby barrel » Thu Nov 15, 2007 12:42 pm

Hakekat dari Islam itu adalah Makrifatullah (Mengenal Allah).

Hakekat dari Makrifatullah itu adalah Berahlak yg baik (Ahlakul karimah).

Hakekat dari Ahlakul Karimah itu adalah Silaturohim (berbagi Kasih).

Hakekat dari Silaturohim adalah Mencerabut kesusahan orang lain atau Memasukkan Kebahagian kepada orang lain.

Tulisan EMHA di bawah ini seperti nya ‘nyambung’ dengan poin-poin di atas.

Emha Ainun Nadjib: Gusti Allah tidak “ndeso”

BERAGAMA YANG TIDAK KORUPSI

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. “Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?” Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.”“Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya.

“Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun. “Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, ” katanya lagi. “Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.”

Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan:

Kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu. Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.

Seraya bertanya balik, Emha berujar, “Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini. Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara. Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan. Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?”

Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan. Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran.

Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.

Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.

Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh’afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya.

Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.
barrel
 
Posts: 3
Joined: Thu Nov 15, 2007 12:38 pm

Postby barrel » Thu Nov 15, 2007 1:27 pm

Dalam sebuah peperangan, menantu Muhammad SAW, yakni Ali ibn Abi Thalib --yang di samping seorang teolog, spiritualis, budayawan, ahli strategi sosial, pendekar bela diri yang tak terkalahkan dalam olah pedang, juga seorang ilmuwan yang disepakati oleh semua ulama sebagai pemilik ''puncak kefasihan'' atau nahjul-balaghah-- berhasil mengalahkan lawannya. Ali berhasil memukul pedang lawannya hingga terlempar, kemudian menjatuhkannya dan menudingkan ujung pedang itu di leher lawannya. Ia tinggal menusukkannya, dan itu tidak melanggar HAM atau disebut pelaku kekerasan, sebagaimana ribuan tentara Belanda dulu mati di tanah air kita sama sekali bukan karena menjadi korban gerakan kekerasan bangsa Indonesia.

Namun tiba-tiba lawannya yang tergeletak itu meludahi wajah Ali. Ali kaget, mengusap lelehan air ludah di wajahnya, terdiam sesaat, kemudian menarik pedangnya dan beranjak pergi meninggalkan lawan yang dengan satu gerakan kecil bisa dibunuhnya. Tatkala seseorang bertanya kepadanya kenapa ia malah pergi dan bukan membunuh musuhnya padahal diludahi segala, Ali menjawab: "Karena aku diludahi, maka timbul amarah dan rasa benci di dalam hati saya kepadanya. Karena itu, saya meninggalkannya, karena betapa marahnya Tuhan kepada saya kalau saya membunuh lawan saya itu disebabkan oleh amarah dan kebencian."

Tidak perlu ada pameran tentang kearifan, kebesaran jiwa, atau kemurnian nilai dari peristiwa Ali itu, karena setiap manusia dalam sejarah masing-masing sudah dibekali Tuhan akal, kecerdasan, kepekaan rohani, dan pemetaan nilai-nilai. Tetapi mungkin perlu ada transfer fakta bahwa Ali adalah menantu seorang yang setiap kali dipaksa melakukan peperangan: ia selalu menyusun strategi yang tujuan utamanya adalah meminimalkan korban di kedua pihak. Sehingga, pada seluruh peperangan yang pernah Muhammad SAW alami, keseluruhan korban di bawah 500 orang.

Jika Engkau Memaafkan
Ada seorang teman bernama Abdullah ibn Ubay, yang kerjanya tiap hari --benar-benar tiap hari: mengejek Muhammad SAW, menyindir-nyindir, melecehkan, dan menghinanya. Itu berlangsung sepanjang hidup Muhammad SAW. Atas keadaan ini, bikinlah sayembara: siapa pun yang bisa menemukan satu kata saja balasan ejekan atau hinaan dari Muhammad SAW, apalagi kemarahan dan tindakan kekerasan --boleh diambil dari bahan sejarah yang mana pun, dari buku hadis, sunah Rasul maupun sirah Rasul-- mari kita urunan untuk memberi hadiah kepada yang bisa menemukannya. Termasuk tak ada satu kata buruk pun dari mulut Muhammad SAW atas orang-orang kampung Thaif yang mengusirnya dan melemparinya dengan batu hingga berdarah.

Allah sendiri memberikan acuan moral yang jelas kepada setiap orang yang dianiaya. Ia secara yuridis berhak melakukan hal yang sama, tak boleh lebih, kemudian dikunci oleh-Nya dengan keindahan: "Jika engkau memaafkannya, itu lebih baik di hadapan-Ku."

Muhammad SAW adalah manusia jelata (ia menolak menjadi mulkan-nabiyya atau nabi yang raja, dan memilih menjadi 'abdan-nabiyya, yakni nabi yang rakyat jelata) yang amat sengsara selama hidupnya, juga disengsarakan sesudah matinya, bahkan sampai berabad-abad sesudah itu. Fitnah dan kesalahanpahaman publik adalah menu utamanya. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebarnya 4,62 cm. Allah tak mengizinkannya sekadar untuk punya satu anak lelaki, kecuali si Qosim yang diambil oleh-Nya kembali di masa kanak-kanaknya. Menantunya dibunuh orang. Kedua cucunya juga. Cucu pertamanya diracun oleh istrinya sendiri, ketahuan olehnya, ia memaafkannya, kemudian besok paginya diracun lagi dan meninggal. Cucu yang kedua bukan hanya dibunuh, tapi kepalanya diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer, sehingga kuburannya di dua tempat.

Muhammad SAW amat suka kambing bakar, khususnya kaki depan sebelah kiri. Dan kaki itulah yang dipanggang oleh Zaenab, seorang wanita Yahudi, dilumuri racun dan disuguhkan kepada beliau. Tubuh Muhammad SAW panas parah karena itu, dirawat di rumah Maimunah, tapi kemudian beliau meminta pindah opname di rumah Aisyah. Sebab Maimunah masih familinya sendiri, sehingga orang-orang yang bukan keluarganya tidak bebas membesuk beliau. Dengan pindah ke rumah Aisyah, maka semua golongan, parpol, ormas, lain agama dan aliran, punya peluang yang sama untuk menjenguk beliau.
barrel
 
Posts: 3
Joined: Thu Nov 15, 2007 12:38 pm

Postby barrel » Thu Nov 15, 2007 1:31 pm

muhammad Ini menjahit pakaiannya sendiri, menambal sepatunya sendiri, selama hidupnya tidak pernah makan kenyang tiga hari berturut-turut kecuali selalu ada hari-hari kelaparan. Istrinya tidak pernah bisa seminggu penuh menyuguhkan makanan secara sempurna kecuali selalu ada saat-saat panjang yang tak ada apa pun yang bisa disiapkan di meja makan rumah tangga mereka.

Jika di malam hari salat tahajud terlalu lama di masjid sehingga pulang terlambat, suami yang kalau bersuara selalu lirih dan kalau berjalan selalu menundukkan muka ini merasa pekewuh untuk membangunkan istrinya, sehingga tidur beralaskan kayu di depan pintu rumahnya.

Tentu semua gambaran kemelaratan itu bukanlah melankoli kesengsaraan. Tapi fitnah yang menimpanya sepanjang sejarah mungkin takkan tertanggungkan oleh siapa pun lainnya. Salah satu puncak kesengsaraan Muhammad SAW terkandung di balik salah satu statemennya yang penuh kedalaman duka: "Al-Islamu mahjubun bil-Muslimin." Islam ditutupi oleh kaum muslimin. Entah sedikit, entah sejumlah, entah banyak, entah kebanyakan --perilaku kaum muslimin bukan hanya tidak merepresentasikan Islam, lebih dari itu bahkan menutupi Islam. Menutupi itu melenyapkan, meniadakan.
barrel
 
Posts: 3
Joined: Thu Nov 15, 2007 12:38 pm

Postby M-SAW » Thu Nov 15, 2007 2:09 pm

barrel wrote:Dalam sebuah peperangan, menantu Muhammad SAW, yakni Ali ibn Abi Thalib --yang di samping seorang teolog, spiritualis, budayawan, ahli strategi sosial, pendekar bela diri yang tak terkalahkan dalam olah pedang, juga seorang ilmuwan yang disepakati oleh semua ulama sebagai pemilik ''puncak kefasihan'' atau nahjul-balaghah-- berhasil mengalahkan lawannya. Ali berhasil memukul pedang lawannya hingga terlempar, kemudian menjatuhkannya dan menudingkan ujung pedang itu di leher lawannya. Ia tinggal menusukkannya, dan itu tidak melanggar HAM atau disebut pelaku kekerasan, sebagaimana ribuan tentara Belanda dulu mati di tanah air kita sama sekali bukan karena menjadi korban gerakan kekerasan bangsa Indonesia.

Namun tiba-tiba lawannya yang tergeletak itu meludahi wajah Ali. Ali kaget, mengusap lelehan air ludah di wajahnya, terdiam sesaat, kemudian menarik pedangnya dan beranjak pergi meninggalkan lawan yang dengan satu gerakan kecil bisa dibunuhnya. Tatkala seseorang bertanya kepadanya kenapa ia malah pergi dan bukan membunuh musuhnya padahal diludahi segala, Ali menjawab: "Karena aku diludahi, maka timbul amarah dan rasa benci di dalam hati saya kepadanya. Karena itu, saya meninggalkannya, karena betapa marahnya Tuhan kepada saya kalau saya membunuh lawan saya itu disebabkan oleh amarah dan kebencian.".


plok..plokkk
bagus sekali COUNTER anda bro :). sepintas sprtinya itu KISAH yang BAGUSSSSS banget.

T
A
P
I

Seorang MURTAD pun pernah MEMBAHAS masalah ALI ini
silahkan liat jawabannya :)

maisaroh wrote:
Ketika saya menanggapi kisah Hadish yang Mas katakan sebagai BUKTI ISLAM ITU MULIA:

Bukankah dari kisah itu Islam memang mengajarkan PEMBUNUHAN TANPA PERASAAN? Membunuh tanpa pakai emosi, tapi membunuh dengan darah dingin. Bukankah ini ajaran yang sangat mengerikan, Mas? Saya jadi ngeri bila dekat-dekat dengan Mas, bila Mas juga berkeinginan mengamalkan ajaran ini. Coba, ngeri tidak bila ada orang membunuh sambil tertawa? Ngeri tidak, bila ada orang penggal kepala sambil teriak-teriak histeris Allahuakbar?



silahkan anda tanggapain ke link ini kalau anda mau BERDISKUSI dn sang MURTADIN tsb :)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 2&start=20
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Next

Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users