.

DAFTAR PENGHANCURAN GEREJA. FOTO2 MENGENASKAN !

Khusus ttg sepak terjang/sejarah jihad dan penerapan Syariah di INDONESIA & negara jiran (MALAYSIA)

Postby wachdie.jr » Tue Oct 04, 2005 8:31 am

http://humasdepag.or.id/berita_isi.php?id=680

PERCAYA NGGAK PERCAYA???? silakan disingkapi..

GUBERNUR JABAR TEGASKAN TIDAK ADA PENUTUPAN GEREJA
08 09 2005


--------------------------------------------------------------------------------


Bandung, (Humas Depag)--Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, kembali menegaskan bahwa di Jawa Barat tidak ada penutupan gereja melainkan warga yang menerapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai rumah tinggal tidak dijadikan rumah ibadah.

"Hal itu disampaikan para pimpinan umat, yang menyatakan tidak benar isu penutupan gereja melainkan memberikan ’warning’ untuk menerapkan SKB,ungkapnya seusai melakukan pertemuan dengan ulama dan pimpinan umat Islam, Kapolda Jabar, Pangdam Siliwangi, dan Kejati Jabar, di Bandung, Kamis.

Danny Setiawan juga meminta kepada media massa untuk tidak terlalu mengakomodasi berita begitu saja soal terisukannya penutupan gereja karena akan berkaitan dengan kebohongan publik.

Ia menambahkan dari pertemuan itu juga, diketahui bahwa tidak ada pengrusakkan melainkan ’pressure’ karena warning sudah disampaikan beberapa kali namun tidak ada hasilnya.

Menurut dia, oleh karena itu, ke depannya nanti, Pemda meminta kepada pejabat berwenang untuk dapat memfasilitasi persoalan tersebut bersama polisi hingga tindakan pressure tidak dilakukan.

Kendati demikian, ia mengakui bilamana saat warning dari warga, koordinasi dari pejabat terkait kurang tanggap hingga diminta para pejabat untuk meminta bawahannya untuk diberikan pengertian.

Selain itu, katanya, nantinya para pimpinan ormas bilamana menemukan kasus tersebut untuk dilaporkan.

"Sebagai langkah antisipasinya, kita akan bahas lagi soal tempat peribadatan tetap, tandasnya.

Sementara itu, Kakanwil Depag Jabar, Iik Makib, mengatakan, selama ini, massa tidak menutup langsung rumah yang dijadikan rumah ibadah namun mereka meminta aparat setempat untuk menanganinya bersama aparat setempat serta disaksikan pula oleh polisi.

Iik Makib menambahkan persoalan rumah tinggal yang dijadikan rumah ibadah itu sendiri, tidak ada izin dari Depag serta di dalam Ingub No.20 tahun 1990 sendiri telah menyebutkan izin pendirian rumah ibadah bilamana di satu lokasi ada 40 kepala keluarga yang beragama serupa.

"Serta bilamana mereka menuntut untuk dilegalkan maka tentunya harus selesaikan dahulu peraturan normatif yang ada," demikian Iik Makib.(ANT)
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby wachdie.jr » Tue Oct 04, 2005 8:36 am

http://www.ikastara.org/forums/showthread.php?t=126


Penutupan Gereja Kristen Pasundan (GKP) Cisewu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung, Eskol-Net:
Pada hari Kamis, 14 April 2005 pukul 20.00 Wib, sekitar 50 orang yang
mengatasnamakan Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) yang dipimpin
oleh MM mendatangi Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Kebonjati No.
108 Bandung. Massa Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) ini
menuntut dan mendesak agar dalam tenggang waktu 1 bulan Pos PI GKP
yang berada di Daerah Kampung Gugunungan, Desa Cimahi, Kecamatan
Cisewu, Kabupaten Garut segera mengembalikan jemaat yang tadinya
beragama Muslim untuk kembali ke agama asalnya dan memberikan batas
waktu (dateline, red) per-tanggal 10 Mei 2005 GKP Cisewu
menghentikan kegiatannya.

Menurut AGAP dan Ormas Islam lainnya alasan penutupan GKP Cisewu
karena telah melakukan penyiaran agama kepada yang sudah beragama
(Islam).

Perlu diketahui Gereja Kristen Pasundan (GKP) Cisewu berdiri sejak
tahun 1990 dan merupakan Pos PI Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl.
Kebonjati No. 108 Bandung. Jumlah anggota jemaatnya ± 30 orang dan
memang berlatar belakang Muslim, tetapi sudah memeluk agama Kristen
sekitar 10 tahun atau 15 tahun lamanya.

GKP Cisewu dan umat Kristen lainnya selama ini juga ikut
berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat, yaitu antara
lain: dengan membuat instalasi air bersih dari gunung; memberikan
pembibitan domba dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Adapun tuntutan dari AGAP tersebut adalah sebagai berikut :

1. GKP Bandung segera menindaklanjuti dengan menghentikan kegiatan
penyiaran Agama melalui bentuk apapun di wilayah Jawa Barat yang
mengakibatkan umat Islam berpindah agama menjadi Kristen.

2. GKP Bandung segera menindaklanjuti dengan menertibkan gereja-
gereja yang didirikan di wilayah mayoritas penduduknya Muslim,
khususnya di daerah Kampung Gugunungan Desa Cimahi, Kecamatan Cisewu
Kabupaten Garut sesuai dengan SK Bersama 2 Menteri Tahun 1969 dalam
waktu maksimal 1 (satu) bulan sejak berita acara ini dibuat.

3. GKP Bandung segera menindaklanjuti dengan mengusahakan untuk
mengembalikan umat Islam yang telah masuk Kristen kembali memeluk
agama Islam dalam waktu maksimal 1 (satu) bulan sejak berita acara
ini dibuat.

4. GKP Bandung segera menindaklanjuti berita acara ini dalam bentuk
surat perjanjian tertulis dalam waktu 1 (satu) minggu sejak berita
acara ini dibuat dan disampaikan kepada AGAP.


------------------------------------------------------------------------------------


Surat "Sinode GITJ"



Saya hamba Tuhan yang melayani di GITJ Tanjungrejo, Kec. Jekulo.
Kab. Kudus, Salah satu pepanthan kami sudah berdiri sejak tahun 70
terletak di kaki gunung Pati Ayam yaitu di Desa Klaling, Dukuh
Karangsubur, Kec,Jekulo, Kudus, sejak tanggal 29 April 2005 ditutup
masyarakat tanpa alasan yang jelas dan disaksikan oleh Kepala Desa
dan perangkatnya, Pejabat dari Kecamatan, Polsek, dan Koramil,
dengan alasan yang dibuat - buat bahwa masyarakat sekitar Gereja
menolak adanya gereja. Padahal kenyataannya tetangga kanan - kiri
gereja sangat baik dengan jemaat dan masih ada hubungan keluarga,
walaupun mereka moslem tetapi hubungannya baik. Tetapi secara tiba -
tiba tanggal 15 April 2005 tiga orang pengurus pepanthan kami
dipanggil ke Balai Desa untuk musyawarah katanya. Di Balai Desa
sudah ada Kepala Desa dan perangkat Desa serta tokoh - tokoh masjid.
Pada saat ini kami dihimbau untuk segera mengurus ijin tempat ibadah
karena sampai saat ini Gereja belum ada ijinnya.Mereka yang hadir di
balai desa bahkan mendorong kami untuk mengurus surat ijin nanti
dibantu spenuhnya termasuk tanda tangan. Kemudian kami cepat cepat
mengurusi surat, karena 1999 kami coba urus ijin dipersulit mereka.
Maka dari itu ada himbauan dari mereka kami cepat - cepat persiapkan
surat - suratnya.
Namun secara tiba - tiba lagi tanggal 29 April 2005 yang lalu ketiga
pengurus pepanthan kami dipanggil ke ke desa untuk diajak
musyawarah, tetapi ketika sampai dibalai desa di sana sudah ditunggu
aparat desa, Polsek, Koramil dan Kecamatan serta tokoh - tokoh
masjid.
Langsunga saja kami disodori daftar - daftar orang - orang yang
menolak berdirinya gereja di situ dengan dalih tetangga tertanggu
dan menolak. Kemudian gereja dinyatakan ditutup dan boleh dipakai
kalau sudah ada ijin. Jelas ini rekayasa belaka. Sebab kenyataan
setelah kami selidiki masyarakat sekitar gereja tetap mendukung
adanya gereja, Adapun mereka ikut tanda tangan karena didatangi
pengurus masjid dan dipaksa.

Perlu kami sampaikan bahwa jemaat kami di sana ada 60 orang.
gereja berdiri jauh sebelum ada bangunan masjid yang sekarang.
Inilah kenyaataan negara, bahwa hukum, undang- undang, keadilan dan
hak azasi itu hanya di atas kertas, atau awang - awang dan belum
mendarat yang bisa dinikmati semua warga negara. Apakah ini
pancasila atau bagaimana ?

Mohon petunjuk, saudara - saudara ! kalau ada yang dapat memberi
solusi kepada saya. Dan mohon dukungan doa, supaya proses perijinan
yang tetap akan kami urus dapat berjalan dan jemaat tetap kuat.
Terima kasih.

Teriring salam dan doa,

Zefanya Adi Walujo.
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby somad » Fri Oct 07, 2005 7:29 am

Izin Mendirikan Rumah Ibadat

Oleh: Franz Magnis-Suseno

Ketika saya dan beberapa rekan pendeta Protestan bersilaturahmi ke rumah Habib Rizieq, Ketua Front Pembela Islam, kami bukan hanya diterima dengan amat ramah, tetapi sempat berdialog
dalam suasana amat baik.

Dari berbagai hal yang dibicarakan, ada satu yang ditegaskan Habib Rizieq yang pantas dan perlu diperhatikan, yaitu kalau pun Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pendirian rumah ibadat dicabut, namun selama umat Islam setempat masih curiga terhadap umat Kristiani, gereja tetap tidak akan mungkin dibangun. Sebaliknya, jika SKB tidak dicabut, tetapi di antara umat Islam dan Kristiani terjalin hubungan kepercayaan, gereja dengan mudah dapat dibangun.

Revisi SKB

Habib Rizieq benar. Tetapi, agar terbangun hubungan saling percaya, tetap perlu ada kerangka hukum yang wajar, adil, dan bijaksana. Karena itu, niat pemerintah untuk meninjau kembali SKB itu pantas dipuji.

Bahwa SKB 1969 tidak memadai sulit disangkal. Di lapangan, SKB itu telah dipakai secara diskriminatif dan tidak adil. Jika umat membutuhkan rumah ibadat, sering diperlukan 10 hingga 20 tahun untuk bisa membangun gereja, dan tak jarang izin sama sekali tak diberikan.
Namun, maaf, di sini pemerintah harus memilih, mau berketuhanan atau komunis? Melarang umat beribadat, lazimnya dianggap sebagai kekhasan negara-negara komunis. Beribadat adalah hak asasi manusia? Adilkah jika ada umat tetap tidak diberi izin membangun rumah ibadat, lalu
diancam jika mereka terpaksa beribadat di tempat darurat? Beradabkah itu?

Bahwa pendirian rumah ibadat perlu izin, itu berlaku di banyak negara. Tetapi izin itu hanya demi tatanan dan keteraturan pembangunan. Hak setiap umat untuk beribadat harus dijamin. Maka, dalam SK baru perlu ditetapkan, selama izin untuk mendirikan gereja, pura, dan sebagainya belum dikeluarkan, umat bersangkutan berhak memakai fasilitas darurat sebagai rumah ibadat sementara. Izin itu diberikan untuk satu tahun dan wajib diperpanjang sampai izin resmi untuk membangun rumah ibadat keluar. Ini bukan permintaan mengada-ada, tetapi wajar dan mendasar bagi negara berketuhanan.

Persetujuan masyarakat

Apakah izin membangun rumah ibadat bagi minoritas tergantung persetujuan masyarakat lain?

Kita perlu memerhatikan dua hal. Pertama, UUD RI bukan hanya menegaskan hak asasi manusia sebagai kebebasan setiap orang (untuk) memeluk agama dan beribadat menurut agamanya (Pasal 28E Ayat 1 dan Pasal 29 Ayat 2), tetapi dalam Pasal 28 Ayat 3 juga
menyatakan ‡hak (setiap orang) atas kebebasan ... berkumpul.‡ Jadi, UUD RI jelas menyatakan, tiap orang berhak berkumpul dan beribadat menurut agamanya. Hak itu tak tergantung persetujuan orang lain. SKB harus mencerminkan fakta ini.

Kedua, perlu diakui, kondisi menuntut agar tetap dicari dukungan masyarakat sekeliling. Kehendak baik para tetangga diperlukan agar ibadat umat itu dapat berjalan lancar dan positif. Namun, di sini perlu dicatat beberapa hal. Hak setiap umat untuk beribadat tetap harus
ditekankan dan disosialisasikan di masyarakat. Dari semua pejabat, dituntut agar mereka membantu umat dalam meyakinkan masyarakat setempat agar bersikap terbuka. Lalu, dan itu penting, tidak boleh lagi terjadi, beberapa orang dapat memblokir pembangunan rumah ibadat.
Kalau sebagian besar masyarakat menyatakan tidak keberatan, rumah ibadat itu jelas harus diberi izin dan dilindungi.

Salah paham

Selain itu, ada hal yang sering menimbulkan salah paham. Bisa jadi, di sekitar gereja itu hanya ada satu dua keluarga dari umat itu. Masyarakat sekitar yang beragama mayoritas, lalu curiga, jangan-jangan gereja dimaksudkan untuk kristenisasi. Padahal, dalam radius empat kilometer,
bisa saja tinggal 10.000 umat dan gereja paling dekat dari umat itu tujuh kilometer jauhnya.

Perlu disosialisasikan kepada masyarakat, minoritas selalu hanya sedikit di antara mayoritas. Tuntutan yang sering terdengar, ‡jangan membangun gereja di tengah umat lain!‡ Ini tidak masuk akal, minoritas tetaplah minoritas yang hidup di tengah umat mayoritas. Contoh, sebuah gereja Protestan kecil dengan 5.000 anggota di seluruh DKI. Mereka mungkin memerlukan lima gereja kecil di seluruh DKI. Tetapi di sekitar lima gereja itu, mungkin hanya ada satu-dua
keluarga anggota gereja itu. Apakah karena itu hak asasi ‡tiap orang" (Pasal 28 Ayat 1 UUD 45) boleh diabaikan? Surat keputusan harus memastikan, mereka dapat membangun lima gereja itu asal memenuhi syarat-syarat, planologi misalnya.

Untuk Jawa Barat, Instruksi Gubernur No 28/1990 menetapkan, rumah ibadat boleh dibangun asal di daerah itu ada 40 keluarga. Apa yang dimaksud dengan daerah itu? Daerah yang dimaksud tentu bukan daerah tingkat II atau III. Mungkin gereja di seluruh Bandung, hanya memiliki 3.000 warga. Itu berarti, tak ada kelurahan atau kecamatan dengan 40 keluarga, seperti disyaratkan dalam membangun gereja. Maka, SK harus menjamin, umat kecil pun boleh membangun gereja, entah satu untuk seluruh warga, atau lima gereja kecil untuk sedikit umat.

Kristenisasi?

Dalam silaturahmi itu, Habib Rizieq mengeluhkan beberapa insiden Kristenisasi melalui tipuan dan cara tak wajar. Kasus-kasus itu memang amat memalukan dan pantas menjadi keprihatinan umat Islam. Tetapi Habib mengetahui, kasus-kasus seperti itu tidak di mana-mana dan yang
tersangkut adalah kelompok-kelompok kecil yang independen, sehingga PGI (apalagi Gereja Katolik) tidak punya kekuatan untuk menertibkan mereka.

Juga dikemukakan, ada ketakutan gereja dipakai untuk Kristenisasi. Tanpa menyangkal, pasti ada kasus-kasus Kristenisasi, yang harus dilihat secara proporsional. Statistik resmi Indonesia menunjukkan, persentase orang Kristen sejak puluhan tahun tetap kecil, di bawah 10 persen. Itu
berarti kalau ada Kristenisasi, secara sosiografis tentu tidak signifikan dan persentase umat Islam tetap tidak berkurang.

Amat diharapkan, pemerintah betul-betul adil dan terbuka dalam membetulkan SKB 1969 itu.

Franz Magnis-Suseno Rohaniwan; Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta


Sumber http://www.kompas.co.id
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby wachdie.jr » Fri Oct 14, 2005 11:11 am

http://www.fica.org/Laporan/jakarta/penabur/thumbnail/


KORBAN BAKARAN ISLAM UNTUK DEWA AULLOH NYA....

Image
GEREJA SANTAPAN ROHANI - JAKARTA

Image
GEREKA BABTIS INDONESIA DENGAN MOBIL MEREKA YANG DI BAKAR

Image
GEREJA BETHEL INDONESIA

Image
GEREJA SIDANG SANTAPAN ROHANI

Image
GEREJA SIDANG JEMAAT


Image
GEREJA SIDANG JEMAAT


Image
HARUA KRISTEN BATAK PROTESTAN

Image
SLTP KRISTEN KETAPANG

Image
GEREJA KRISTEN KETAPANG

Image
GEREJA PEKABARAN INJIL

Image
GEREJA KRISTEN INDONESIA

Image
GEREJA BALA KESELAMATAN


Image Image
ALKITAB DI KETAPANG


Image

HORORRRRR!!!!!
AKIBAT AJARAN SETANNN YANG DIHEMBUSKAN DAN DIPERCAYAI OLEH MANUSIAAAA ISLAM!!!!!


WACHKAR
:roll:
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby wachdie.jr » Fri Oct 14, 2005 11:13 am

User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby ali5196 » Sun Oct 30, 2005 9:54 pm

http://www.earnedmedia.org/cfi1004.htm
Many Churches Forced to Close in Indonesia
"Religious persecution in Indonesia both systemic and systematic"

To: National & International Desks

Contact: Vickie Koth, Christian Freedom International, 540-636-8907

BANDUNG, INDONESIA, Oct. 4 /Christian Wire Service/ -- A Christian Freedom International fact-finding mission to Indonesia reveals alarming and growing evidence of religious persecution against minority Christians.

According to Christian Freedom International president Jim Jacobson, "religious persecution targeting minority Christians in Indonesia, particularly in West Java, is both systemic and systematic."

Jacobson conducted a fact-finding mission to Indonesia, the world's largest Islamic nation, in September 2005, visiting numerous forcibly closed churches in West Java.

Christian Freedom International urges the Indonesia government to allow religious freedom, intervene and stop the forced shut-down of churches, and to denounce the radical Islamic group known as AGAP.

AGAP is an abbreviation for Aliansi Gerakan Ant Pemurtadan which translated into English means Anti-Apostasy Alliance Movement.

According to Jacobson, "AGAP has a mission to close churches and basically eradicate Christianity in Indonesia. They use fear, intimidation, threats, and obscure government regulations, in cooperation with local officials, to accomplish their goal."

The following is typical of the statements Christian Freedom International heard from members of closed down churches in and around Bandung.

"I was cleaning up after the 5:00 pm worship service," said Jacob. "AGAP came through the doors. These were not our neighbors, they were from the outside. More than 50 of them came into the church, wearing masks and carrying swords and backpacks of stones. I was so afraid."

"They were very angry," said Jacob. "They were shouting, 'Allah Akbar.' I went out to call for help from the neighbors and call the police to come. The police came but did nothing."

Jacob said, "The AGAP came in around 10:00 pm. They left at 3:00 am the next morning. They said this is the last time you can worship here. They said we must not worship here again."

At least 35 churches in Bandung and neighboring regions have had been closed by Islamic mobs during the past 12 months alone.

A free copy of the Christian Freedom International fact-finding report entitled "Churches Forced to Close in Indonesia" can be viewed or downloaded online by visiting www.christianfreedom.org.

The report contains testimonials, lists of closed-down churches, facts and information regarding how AGAP is methodically attacking Christianity.

Photographs of individuals interviewed and closed churches can be obtained by contacting Christian Freedom International.

Christian Freedom International (CFI) is an interdenominational human rights organization for religious liberty helping persecuted Christians. Mr. Jacobson is a former White House policy analyst. For more information or interviews, contact Christian Freedom International at 540-636-8907 or visit online at www.christianfreedom.org.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby gatotkaca » Mon Oct 31, 2005 12:44 am

Mengapa masa / umat ISLAM melampiaskan kekecewaan mereka dengan cara membakar dan memusnahkan Gedung Gereja, Gedung Sekolah dan Biara? Itulah pertanyaan yang mesti kita jawab. Menunjukkan rasa prihatinan dan menyayangkan terjadinya peristiwa itu serta mengajak agar tidak terulang lagi adalah berguna, tetapi untuk saat ini, itu bukan yang terpenting. Mencari Dalang yang ada di balik peristiwa itu, kiranya justru akan menimbulkan masalah baru.

Di Tanah Air yang kita cintai ini memang belum pernah terjadi tindakan tegas dan transparan terhadap dalang kerusuhan pembakaran Gereja. Mungkin hal ini tidak pernah akan terjadi. Apabila tindakan tegas itu diberlakukan maka ada satu wadah masa mayoritas yang tidak dapat lagi dijadikan sarana untuk "mensuseskan" kebijaksanaan politik golongan tertentu.

Inilah akibatnya kalau kelompok agama sering dilibatkan dalam kegiatan berpolitik. Para politikus tertentu pasti akan "bermanis-manis" dengan kelompok agama mayoritas. Tindakan bermanis-manis ini tentu juga menguntungkan kelompok agama yang bersangkutan. Bahkan para ulama tertentu akan mencarikan dan mentafsirkan ayat-ayat Kitab Suci untuk mendukung gagasan bahwa agama harus dipolitisir.


Beberapa masyarakat saat ini sedang sibuk menganalisa mengapa sesuatu yang berbau kepada sentimen keagamaan bisa melahirkan keputusan membakar dan memusnahkan Gereja? Beberapa umat kristen saat ini sedang takut bicara, takut beribadah, takut berkumpul melebihi dua atau tiga orang atas namaNya, takut berdoa di negara Pancasila yang mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa. Beberapa umat kristen saat ini sedang bertanya di dalam hati mengapa umat Islam berbuat demikian? Beberapa umat Islam sedang bertanya-tanya mengapa umat kristen demikian? Inilah politik MEMECAH BELAH yang merupakan sarana ampuh untuk menyusun sebuah strategi agar kepentingan politik tertentu dapat berjalan dengan bebas dan rahasia. Bebas dari hambatan. Rahasia di dalam ruang birokrat tertentu.


Mengumpulkan masa dalam jumlah yang besar bukanlah usaha yang gampang. Motivator macam apa yang menyampaikan isue kepada mereka sehingga mereka mau bergerak? Mengapa aparat keamanan tidak dapat "mencium" perencanaan ini? Kalau toh mereka sudah mencium, mengapa tidak ada sikap dan tindakan antisipatif ? Mengapa umat Kristen tidak mampu "mencium" terlebih dahulu akan adanya kerusuhan itu? Bagaimana sosialisasi mereka terhadap umat beragama lainnya? Berbagai macam pertanyaan kini mengalir dari benak dan sanubariku, namun aku tak tahu kemana akan bermuara? Ke KOMNAS HAM? Ke aparat Pemerintah? Ke LBH? Ke lembaga iuridis?


Memang pada saat dimana IMAN akan dicoba hadapilah dengan tenang dan berdoa.

Jangan Lupa selalu berdoa, sudah banyak kok mujijat dan keselamatan yang diberikan
oleh ALLAH sendiri melalui orang yang percaya YESUS. Percayakanlah bahwa segala sesuatu yang baik adalah berasal dari ALLAH sendiri, sehingga tidak mungkin sifat ALLAH sendiri untuk menghakimi dan menyuruh membunuh sesama manusia.


Harus diingat kita hidup di INDONESIA dgn jumlah penduduk 220 juta orang yang lebih dari 80% adalah umat ISLAM. Dan bisa dibilang bahwa INDONESIA adalah negara no.1 di dunia yang jumlah penduduknya terbanyak beragama ISLAM.
Sehingga bila terjadi konflik dan gesekan antar agama itu sudah pasti ada. Dan tingkat pemahaman agama rata2 orang INDONESIA masih sangat labil sehingga mudah terhasut.

Karena pada saat ini umat ISLAM di Indonesia sedang mencari jati diri, dan ingin dianggap sebagai panutan dan pahlawan bagi umat ISLAM lainnya di seluruh negara.
Sehingga sering selalu melakukan tindakan anarkis dan kekerasan sebagai pembenaran diri untuk kepentingan JIHAD.
Yang jelas sudah bisa dilihat, jika terjadi konflik / kekerasan yg menyudutkan ISLAM di luar negeri, pasti beberapa Gereja/ Tempat ibadah di INDONESIA jadi sasaran pelampiasan kemarahan.
Padahal tidak ada hubungannya.

Dan mereka menganggap jika melakukan jihad fisabililah adalah halal dan mendapat pahala yang besar.
Kalau perlu INDONESIA ingin dijadikan AFGHANISTAN ke-2 atau ke -3.


Maka tidak heran dan sering terjadi di INDONESIA karena agama, saudara/i sebangsa dan setanah air sendiri tega dibunuh dan dihabisi sampai tujuh keturunan.

Buat saudara/i umat KRISTEN ingatlah pesan YESUS sendiri :


"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16 )


Banyaklah berdoa agar ALLAH YANG MAHA KUASA melindungi INDONESIA dari kehancuran.
Percayalah dan jangan takut kuasa ALLAH lebih besar dari manusia !
gatotkaca
 
Posts: 60
Joined: Thu Oct 13, 2005 5:07 am

Postby ali5196 » Mon Oct 31, 2005 7:00 pm

http://www.fica.org/hr/Banyuwangi.html

Nih ada lagi foto mengerikan : Muslim pegang tongkat yang ujungnya kepala orang dipenggal. Sementara polisi disitu degnan tenang berjabatan tangan dengan si pembawa tongkat. MUSLIM JIJIK !

SEMOGA DI AKHIRAT ELU AKAN BAYAR SEMUA ! PARA JIN AKAN MEMPERTONTONKAN KEPALA2 ELU KE SYAITAN ALIAS ALLAH. BIARIN ! NGERASAIN ITU KARMA !

GATOTKACA, TERUS BERDOA AJA ELU ! KENAPA, KARENA MALAS BERTINDAK ? NUNGGING DEH ELU 5 KALI SEHARI ! DOSA ELU DAN PENGIKUT2 AGAMA ELU TIDAK AKAN TERHINDAR DARI API NERAKA TUHAN BENERAN, BUKAN TUHAN BAYANGAN ELU, si ALLAH BUAS ITU.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby wachdie.jr » Wed Nov 16, 2005 7:00 pm

ali5196 wrote:Image

Nih ada lagi foto mengerikan : Muslim pegang tongkat yang ujungnya kepala orang dipenggal. Sementara polisi disitu degnan tenang berjabatan tangan dengan si pembawa tongkat. MUSLIM JIJIK !

SEMOGA DI AKHIRAT ELU AKAN BAYAR SEMUA ! PARA JIN AKAN MEMPERTONTONKAN KEPALA2 ELU KE SYAITAN ALIAS ALLAH. BIARIN ! NGERASAIN ITU KARMA !

GATOTKACA, TERUS BERDOA AJA ELU ! KENAPA, KARENA MALAS BERTINDAK ? NUNGGING DEH ELU 5 KALI SEHARI ! DOSA ELU DAN PENGIKUT2 AGAMA ELU TIDAK AKAN TERHINDAR DARI API NERAKA TUHAN BENERAN, BUKAN TUHAN BAYANGAN ELU, si ALLAH BUAS ITU.
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby ali514L » Wed Nov 16, 2005 10:02 pm

Dilihat dari segi pencahayaan, fokus kamera yang agak out off focus pada kepala, padahal kamera memotret bidang wide bukan close up yang harusnya fokus masuk semua, juga dan terlihatnya gerigi halus antara object kepala dan environment apalagi melihat ekspresi wajah orang sekitar yang tak memperhatikan sama sekali object kepala padahal itu benda yang paling menarik perhatian. Yang aneh lagi tangan terkena darah baju orang sekitar apalagi orang yang pegang bersih tak bernoda. Sempet nyuci baju ya?

Bisa dikatakan 100% foto hasil rekayasa!!! :twisted:

Kasian para kafirs. Demi jualan dagangan busuk supaya laku merekapun menghalalkan segala cara meski itu pakai jalan kotor dan busuk berupa fitnah hanya untuk menjelek2kan saingan berat. Sampai kapan ya kalian dikutuk menderita seperti itu?!? :lol:

Hmmm... nice try... :wink:
User avatar
ali514L
 
Posts: 273
Joined: Tue Oct 25, 2005 3:41 pm

Postby wachdie.jr » Thu Nov 17, 2005 6:55 am

kekekeke...
percis kayak yang udah ana duga..

Dalam Islam kaga ada darah...
gereja dibakar dibilang kompor meledak...
gereja ditutup paksa dibilang tempat kafir tanpa ijin....
ngebom bali dibilang syah aja karena korban nya kafir...

ama percis seperti keajaiban fantastis quran yang diakui sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan modern... kekekeke

contoh:
siapa astronot yang mendarat ke bulan? orang islam tentu ...si neil armstrong...
gara-gara mendengar suara adzan di bulannnn...

woakakakakakak...

kekekeke
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby matakezhu » Fri Jun 29, 2007 6:02 pm

Ya ndak papa toh.......
Kalo gua sih nyante-nyante aja......
Gereja gua dibakar, alkitab gua dibakar, monggo.....
Tapi besok kalo diakherat rumah loe disurga dibakar
Lha Kpriye terusan yo????

Kalo gua sih kagak fitnah siapa nyang bakar???
Cuma liat bukti aja.....
Tapi misalnya loe yang bakar, juga ndak papa kok.....

Loe bisa bakar and hancurin agama lain, tapi gua tetep men ndak pindah ke mana²............
Jadi percuma aja loe ngelakuin semua itu....
User avatar
matakezhu
 
Posts: 28
Joined: Thu Jun 28, 2007 11:38 am
Location: Jawa Tengah

Postby sekarvian » Mon Jul 09, 2007 2:20 pm

Tapi napa ya cuma gereja aja yg dibakar padahal di negara ini ada 5 agama tapi kenapa yg dimusuhin Islam cuma nasrani kenapa ga pernah ada pembakaran Pure atau wihara ? Ini bukti bahwa kalian sendiri para nasrani yg ingin bermusuhan dengan kami , kalo Islam musuh semua kafirin pasti semua tempat ibadah kafirin di Indonesia sudah habis dibakar ga cuma gereja aja
sekarvian
 
Posts: 11
Joined: Fri Jul 06, 2007 11:54 am

Postby ali5196 » Tue Jul 10, 2007 4:10 am

sekarvian wrote:Tapi napa ya cuma gereja aja yg dibakar padahal di negara ini ada 5 agama tapi kenapa yg dimusuhin Islam cuma nasrani kenapa ga pernah ada pembakaran Pure atau wihara ? Ini bukti bahwa kalian sendiri para nasrani yg ingin bermusuhan dengan kami , kalo Islam musuh semua kafirin pasti semua tempat ibadah kafirin di Indonesia sudah habis dibakar ga cuma gereja aja


KOK ANEH !! Yg ngebakar gereja Muslim. Yg disalahkan : Nasrani ! Apa nasrani pernah membakar mesjid karena saking benci pada Muslim ???

Pure2 atau wihara2 udah dibakar saat Islam masuk Jawa di abad 15, jadi nggak lagi ada yg tersisa, kecuali yg ada di Bali. Kalau nggak salah, BaliPUN kena bom Muslim tuh ! Bukan purenya yg kena, tapi nyawa 200 orang melayang. :twisted:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby kakashi » Mon Jul 23, 2007 8:00 pm

Aih2. Tolong saya pengen hidup damai !!!! Saya seorang kristen protestan, menurut saya rumah yang dijadikan tempat ibadah memang statusnya berbayang alias susah diklafifikasi. Tentunya bila melanggar aturan pemerintah, kita harus mengaku salah. Bukankah TUHAN YESUS juga mengajarkan kita untuk menaati aturan negara seperti ketika YESUS ditanya mengenai pajak yang harus dibayar oleh bangsa Israel kepada bangsa Romawi. Tapi bukan berarti penegakan aturan HARUS PAKAI KEKERASAN!!!! SAMA - SAMA LIEUR, DASAR MANUSIA !!!
kakashi
 
Posts: 5
Joined: Mon Jul 23, 2007 7:41 pm
Location: LEAF

Postby Eneng Kusnadi » Mon Jul 23, 2007 11:00 pm

kakashi wrote:Aih2. Tolong saya pengen hidup damai !!!! Saya seorang kristen protestan, menurut saya rumah yang dijadikan tempat ibadah memang statusnya berbayang alias susah diklafifikasi. Tentunya bila melanggar aturan pemerintah, kita harus mengaku salah. Bukankah TUHAN YESUS juga mengajarkan kita untuk menaati aturan negara seperti ketika YESUS ditanya mengenai pajak yang harus dibayar oleh bangsa Israel kepada bangsa Romawi. Tapi bukan berarti penegakan aturan HARUS PAKAI KEKERASAN!!!! SAMA - SAMA LIEUR, DASAR MANUSIA !!!


Nduk, kalau kotbah Krezten jangan disini, cari situs laen aja!
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Re: DAFTAR PENGHANCURAN GEREJA. FOTO2 MENGENASKAN !

Postby Sadarlah-Rakyatku » Sat Aug 18, 2007 12:35 am

[quote="wachdie.jr"]PENUTUPAN, PERUSAKAN, DAN ATAU PEMBAKARAN 374 GEREJA DI INDONESIA PADA TAHUN 1945-1997

Iqro dan bacalah link ini :

http://www.geocities.com/memorigin_mp3_ ... _Barat.htm

Sadarlah Wahai Rakyat Indonesia, situs faith-freedom ini adalah situs pemecah belah bangsa, situs yang dikelola oleh oknum-oknum agen-agen yang ingin mempertahankan ketamakan imperialis Barat menjajah dunia.

Hutang negara kita bagaimana cara membayarnya, apakah Amerika peduli.

Lihat kerja sama antara Ahmadinejad dengan Hugo Chavez. Ini zaman perubahan global, tidak ada masalah besar dengan perbedaan keyakinan agama.

Click Google tentang atheisme, maka produknya semuanya dari Amerika dan Eropa Barat. Topeng-topeng imperialisme Barat sekarang menggunakan adu domba teori benturan peradaban dan agama.

Syukurlah produk perang melawan teror semakin tidak laku. Syukurlah Muhammad Yunus mendapat Nobel tentang kemanusiaan. Imperialisme itu menjerat bangsa yang lemah dengan hutang-hutang yang tidak terbayarkan.

Imperialisme = riba pangkat riba tak berhingga = ketamakan tak terhingga.

Sadarlah wahai pengelola faith-freedom. Tutuplah situs ini, kampanye yang sudah usang dan tidak akan menolong masalah kemanusiaan yang sebenarnya di bumi yang tinggal satu ini.
Sadarlah-Rakyatku
 
Posts: 2
Joined: Fri Aug 17, 2007 11:41 pm

Re: DAFTAR PENGHANCURAN GEREJA. FOTO2 MENGENASKAN !

Postby up1234go » Sat Aug 18, 2007 5:28 am

Sadarlah-Rakyatku wrote:Click Google tentang atheisme, maka produknya semuanya dari Amerika dan Eropa Barat. Topeng-topeng imperialisme Barat sekarang menggunakan adu domba teori benturan peradaban dan agama.

Syukurlah produk perang melawan teror semakin tidak laku. Syukurlah Muhammad Yunus mendapat Nobel tentang kemanusiaan. Imperialisme itu menjerat bangsa yang lemah dengan hutang-hutang yang tidak terbayarkan.

Imperialisme = riba pangkat riba tak berhingga = ketamakan tak terhingga.

Sadarlah wahai pengelola faith-freedom. Tutuplah situs ini, kampanye yang sudah usang dan tidak akan menolong masalah kemanusiaan yang sebenarnya di bumi yang tinggal satu ini.


Benarkah itu ?

Wah kamu seperti Amien Raies rupanya. Pengagum hugo chavez dan ahmadinejad ya...!!

Coba baca kembali topik diatas dan perhatikan.
up1234go
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Postby Pau » Sat Aug 18, 2007 6:27 am

dear pembakar gereja.


saya ucapkah terimakasih kepada para pembakar gereja saya.
kenapa saya mengucapkan terimakasih?
karena gereja saja sejak di bakar, di bangun kembali dengan jauh lebih megah daripada yang dahulu di bakar.

biarlah kalian dipakai jadi alat iblis. sehingga kami lebih mendapatkan berkat dari Tuhan


regardly
Pau
 
Posts: 93
Joined: Thu Apr 12, 2007 3:48 pm

Postby baba » Wed Sep 05, 2007 6:33 pm

yaaahhh ini seehhh.... cerita lama yang sangat kuno TAPI JADI TREND BUAT MUSLIM.
Trend buat mereka karena mereka bangga abis bakar gereja dan mereka sudah melakukan sunah JIHAD dan mereka akan masuk Sorga karena 72 bidadari sorga telah menanti mereka untuk esek esek.
Afduh...aduh.... Bagaimana ya Indonesia tahun 2020? Kayaknya seh ga ada lagi tuh gereja kalo lihat peningkatan persentasi sampe 374.100% begeto....
Apa ya yg dalam pikiran mereka...? Sampe sejauh ini gw ga ngerti? Bener... deh...! Swear....!
Mereka cuma mikir bakar, bunuh dan perkosa orang kafir....?
Padahal udah ada forum ini tapi koq ga sadar ya...
Aneh... bin ajaib...
baba
 
Posts: 312
Joined: Thu Jan 11, 2007 11:37 pm
Location: Singapore

PreviousNext

Return to Resource Centre Jihad di INDONESIA



Who is online

Users browsing this forum: No registered users