.

Wawancara Abu Bakar BASYIR ttg MARTIR & JIHAD

Khusus ttg sepak terjang/sejarah jihad dan penerapan Syariah di INDONESIA & negara jiran (MALAYSIA)

Wawancara Abu Bakar BASYIR ttg MARTIR & JIHAD

Postby ali5196 » Thu Jul 13, 2006 3:57 am

http://www.sitemaker.umich.edu/satran/f ... 020905.pdf.

Wawancara dgn Abu Bakr Ba’asyir, tertuduh ketua Jemaah Islamiyah, tgl 13-15 August, 2005 dari penjara Cipinang, Jakarta. Pertanyaan diajukan Scott Atran dan diterjemahkan dlm Bahasa Indonesia oleh Taufiq Andrie.


Q. UNTUK MENJADI MARTIR, ARTINYA SEBAGAI BOM BUNUH DIRI ?

A. Kemarin sudah saya terangkan kan. Jadi kalau didalam orang kafir itu ada dua; bunuh diri karena putus asa dan bunuh diri karena ingin pahlawan. Tapi dua-duanya ini bunuh diri hukumnya tidak ada nilainya. Tapi kalau dalam Islam ada orang yang bunuh diri karena putus asa, ada juga dalam Islam, itu namanya bunuh diri. Tapi kalau dia itu membela Islam dan menurut pertimbangannya itu dia musti mati, mesipun berusaha keras tapi karena matinya untuk Islam ya dia berangkat.

Jadi pertimbangannya itu disitu. Pertimbangannya begini, saya berbuat seperti ini Islam akan untung musuh islam akan rugi. Tapi saya mesti mati kalau tidak mau mati maka tidak bisa. Nah itu usaha, nggak apa-apa, tapi kalau bisa mengelak kalau bisa ndak mati. Tapi kalau mati ndak apa-apa. Itu namanya istimata atau ijtijhad.

Istimata artinya mencari mati syahid. Ijtijhad artinya mencari mati syahid. Karena mati dalam perjuangan itu mati yang mulia. Menurut Islam itu mati itu kan mesti karena semua orang pasti mati, didalam islam itu bagaimana mendapat mati yang baik, namanya Khusnul Khatimah. Nah mati yang baik itu, topnya mati baik itu syahid.

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT DIBATALKAN BILA HASIL YANG SAMA DAPAI TERCAPAI MELALUI TINDAKAN LAINNYA, SEPERTI BOM DI PINGGIR JALAN ?

A. Tentunya. Kalau ada yang memang lebih baik, yang bisa tanpa mengorbankan jiwa, tentunya ditempuh itu. Karena tenaga masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Itu kan asal mulyana ulama memperbolehkan itu kan asalnya dari cerita nabi Muhammad.

Jadi pada saat itu ada seorang pemuda yang dia itu tadinya dididik untuk jadi tukang sihirnya Firaun. Raja dulu itu punya tukang sihir, pejabat sekarang pun banyak yang punya dukun. Suharto itu dukunnya banyak. Setelah tukang sihirnya tua, dia disuruh untuk menunjuk pengganti, tapi di dalam perjalanan dia ketemu pendeta. Akhirnya dia belajar pada pendeta itu.

Kesimpulannya, akhirnya dia bisa lebih baik belajar pada pendeta itu daripada belajar pada tukang sihir. Ketika itu lalu dia mulai berdakwah, dia kemudian diberi kemampuan untuk mengobati orang buta. Setelah itu dia mengobati banyak orang, kemudian dia mengobati menteri raja yang buta.

Kemudian setelah menteri tersebut sembuh dia menanyakan mau apa saja yang dia mau akan dituruti oleh menteri. Kemudian dia bertanya, saya tidak menyembuhkanmu, hanya Allah yang bisa menyembuhkanmu. Dia tuhanku dan tuhanku. Jadi kalau kamu mau sembuh dan mau mengakui Allah maka kamu akan sembuh. Kemudian diobati sembuh, kemudian beriman pada Tuhan. Setelah sembuh menterinya Firaun tersebut masuk kantor.

Firaun tanya, “Siapa yang menyembuhkanmu?”
“Yang menymbuhkan saya Allah.”
“Siapa Allah?”
“Allah adalah Tuhanku.”
Firaun ini marah dan akhirnya orang ini disiksa. Akhirnya orang ini mengaku dia diajar anak tadi itu. Anak ini disuruh murtad, dakwahnya hanya agar orang mengakui Allah sebagai tuhan agar dihentikan. Ini persoalan pokok kan, dia nggak mau murtad.

Dicoba mau dibunuh berkali-kali tapi tidak bisa. Nah anak itu memberi petunjuk, kamu tidak akan bisa kalau tidak memenuhi permintaan saya. Kalau mau membunuh saya, nggak perlu bawa tentara. Berdirikan saja saya ditengah-tengah lapangan, ambil panahku ini kumpulkan seluruh rakyat di lapangan dan bidiklah aku. Tapi sebelum membidik kamu membaca Bismillahi tuhannya kamu. Tapi anak ini terkenal tidak bisa dibunuh. Ketika dipanah ternyata bisa setelah membaca nama Allah. Berarti memang hanya Allah yang bisa mematikan. Dia memang mati tapi dakwahnya berhasil. Anak tadi itu mengorbankan dirinya demi berhasilnya dakwah. Nah dari situ ulama mengambil kesimpulan siapa saja boleh asal menguntungkan islam dan umat Islam. Di pengadilan saya terangkan itu.

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT DIBATALKAN BILA ADA ORANG LAIN YANG SECARA TEKNIS LEBIH BAIK DAN DENGAN SUKARELA MENAWARKAN DIRI UNTUK TINDAKAN TERSEBUT ?

A. Ya, persoalannya kalau memang penggantian ini lebih menguntungkan, lebih besar keuntungannya diamalkan dia daripada saya. Keuntungannya hanya satu yaitu bagaimana menguntungkan islam, memenangkan islam. Itu pertimbangannya. Dalam Islam harus begitu, saya harus begini, saya harus begitu kemudian tidak ada perhitungan itu tidak boleh. Jadi ada perhitungan dan tidak asal-asalan. Matiku itu harus membawa kebesaran islam. Kalau sudah ada begitu orang bisa jihad. Kalau jaman Rasulullah itu kan biasa. Orang menyerang sendiri itu kan biasa. Nah ini istimata ini.

Q. SEANDAINYA TINDAKAN MARTIR TELAH DIJADWALKAN DALAM SEMINGGU – APAKAH TINDAKAN TERSEBUT BISA DIUNDUR ?

A. Tergantung pertimbangannya, termasuk pertimbangan perhitungan. Maka ulama tadi membolehkan selama ijtijhad itu bisa membawa keuntungan Islam dan kaum muslimin. Kalau tidak malah tidak boleh. Kalau malah bikin fitnah itu tidak boleh. Tapi meskipun demikian, niatnya dia mau jihad itu tetap ada nilainya sendiri. Kalaupun keliru perhitungannya itu ada nilainya sendiri.
Insyaallah kalau dia mujahid akan diampuni dosa-dosanya.

Q. KALAU DITUNDA ITU UNTUK MISALNYA BERIBADAH HAJI ?

A. Oh itu nggak perlu ditunda, karena jihad itu lebih penting daripada pergi haji.

Ibnu Taimiyah pernah ditanya seorang kaya dia bilang, “Bagaimana ini Syekh saya ini punya dana banyak, tapi ada dua kubu yang memperebutkan. Ada banyak orang miskin yang kalau tidak saya bantu maka mereka akan mati semua. Kalau tidak saya bantu mereka akan mati kelaparan. Tapi kalau uang saya dipakai untuk itu, jihad ini akan kekurangan biaya. Lalu minta fatwa, bagaimana caranya.”

Dia bilang, “Itu kasihkan jihad semua. Itu nanti mati semua. Itu mati tidak apa-apa itu sudah takdir Allah. Sebab kalau jihad kalah yang mati lebih banyak.”

Kalau sudah jihad itu tidak ada amalan diatas jihad, itu tidak ada. Amalan paling tinggi dalam islam itu jihad. Kalau sudah jihad itu yang lain-lain hilang. Itu yang ingin dihilangkan Amerika itu ini lewat ajaran Ahmadiyah ini.

Lewat organisasi antek ini. Ahmadiyah itu kan mengharamkan jihad, karena itu kan buatan Kristen, sejak dari India itu kan. Makanya pusatnya di seluruh dunia kan di London, itu kan dibiayai Amerika. Itu memang alatnya untuk menghancurkan Islam, Ahmadiyah, JIL. :shock: :shock: :shock:

Q. PENUNDAAN ITU TIDAK BERLAKU UNTUK SEMUA HAL, ATAU MENUNGGU ORANG TUA SAKIT ?

A. Tidak, tidak. Jadi kalau sudah jihad itu harus dinomorsatukan, kecuali kalau jihadnya itu fardhu kifayah. Kalau fardhu ain, maka harus didahulukan. Sudah nggak wajib ijin orangtua. Tapi kalau fardhu kifayah, itu tadi, jihad untuk mendatangi negeri-negeri kafir untuk mengawasi. Tapi kalau sudah fardhu kifayah itu sudah tidak perlu ijin orangtua. Paham?

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT SAMASEKALI DIBATALKAN BILA BESAR KEMUNGKINAN KELUARGA MARTIR YANG BERSANGKUTAN BAKAL TERBUNUH DALAM TINDAKAN PEMBALASAN?
BEGITUPULA DENGAN MASYARAKAT TEMPAT ASAL SANG MARTIR YANG JUGA BAKAL MENGALAMI PEMBALASAN DAN KORBAN ?


A. Itu kan resiko, konsekuensi dari jihad. Kalau keluarga itu paham Islamnya kuat maka mereka akan dapat pahala banyak. Karena kan pahalanya disitu. Kalau paham. Jadi dia itu memang sudah merelakan, sudah ikhlas. Maka orangtua yang mengerti itu berterima kasih pada Allah. Jadi ini ada satu riwayat, supaya jelas.
Di jaman nabi, ada perempuan bernama Khomsyah, sebelum masuk islam, ada kematian saudaranya, kakaknya meninggal itu nangisnya sampai sebulan. Tapi setelah dia masuk islam dia punya empat anak laki-laki. Dia kemudian menyuruh anak-anaknya untuk jihad, untuk menjaga seorang sahabat nabi yang buta bernama Ibnu Mahtum.

Sebenarnya Allah memberi ijin untuk tidak jihad, tapi dia minta ijin pada Panglima, setelah berdebat-debat, akhirnya diijinkan oelh panglima untuk memegang bendera. Anak-anaknya diminta untuk menjaga. Nah dalam jihad mati semua, sebelum Ibnu Mahtum ini mati, anak-anak yang menjaga mati semua, mati syahid.

Datang berita orang hati-hati menyampaikan. Kematian seorang saudara saja sebulan, nangisnya apalagi ini kematian empat orang anak laki-laki, siapa ibu yang tidak menangis. Tapi akhirnya lain. Setelah diberi berita dengan hati-hati, dia bilang “Alhamdulillah, Allah memuliakan aku dengan kematian keempat anakku.” :shock: :shock: :shock:

Itu semangat jihad itu kalau sudah dalam jihad itu yang ditakuti orang kafir. Itu moral force. Moral force ini yang menurut Jenderal De Gaulle yang 80 %, tindakan hanya 20 %. Karenakalau orang kafir kan kepahlawanan, kebangsaan, malah ada yang disuruh minum-minum apa itu supaya berani.

Rusia itu kalang kabut menghadapi Afghanistan, lain dengan Eropa timur, sebulan dua bulan bisa ditakhlukkan. Dia pikir kalau Afghanistan paling dua minggu wong orang bodoh-bodoh, iya kan. Berdasarkan pengalaman di Eropa timur, tapi Afghanistan berdasarkan kekuatan Aqidah tentang jihad itu yang membuat perangnya. Ini ada cerita juga supaya bapak paham.

Ada seorang ibu di Afghanistan yang kerjanya bikin roti terus menyuruh anaknya membagi-bagikan ke mujahidin. Terus pada suatu saat anaknya kena bom, ditengah jalan anaknya kena bom. Diberitahu ibunya, dia menangis terus ditanya oleh mujahidin dihibur, “Sudahlah ibu sabar, anak ibu syahid.” Lho, saya nggak menangisi anak saya. Tapi saya menangisi, siapa nanti yang akan membawa roti pada para mujahid. :shock: Kemudian salah seorang mujahidin menyanggupi untuk menggantikan orang ini.

Nah, ini namanya semangat jihad. Ada keihlasan bahkan keinginan. Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwa saya itu ingin bisa berjihad kemudian mati, kemudian dihidupkan lagi, jihad lagi, mati lagi, dihidupkan lagi sampai sepuluh lagi. Karena begitu mulianya mati syahid.

Q. MENURUT ANDA APAKAH MASYARAKAT YANG PERCAYA AKAN TINDAKAN KEMARTIRAN PEDULI BILAMANA SESEORANG MELAKUKAN TINDAKAN MARTIR TAPI HANYA BERHASIL MELEDAKKAN DIRI SENDIRI DAN GAGAL MEMBUNUH MUSUHNYA ? MENGAPA ?

A: Bukan, niat syahid itu harus untuk Allah. Kalau waktu-waktu perang lain lagi. Kalau istimata lain lagi, tapi semua itu kan kembalinya pada kesyahidan itu. Tapi kalau sudah perang sudah lain. Tapi kalau tidak perang, seperti misalnya di London, di Amerika itu harus ada perhitungan.

Q. MENURUT ANDA APAKAH TUHAN LEBIH MEMILIH ATAU MENGASIHI SEORANG MARTIR YANG BERHASIL MEMBUNUH 100 MUSUH ATAU 1 MUSUH ?

A. Nilai pahala sama.

Q. BERKAITAN DENGAN KONDISI GLOBAL DUNIA INI KIRA-
KIRA APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN NEGARA BARAT DAN TERUTAMA AMERIKA AGAR MAKIN DAMAI, APA PERILAKU-PERILAKU YANG HARUS DIRUBAH KIRA-KIRA ?


A. Yang harus dirubah adalah menghentikan permusuhannya terhadap Islam. Tapi itu tidak mungkin karena itu sudah Sunnatullah mereka akan memusuhi kita. Tapi mereka pasti akan kalah. Bukan berarti saya ahli lamar, mereka akan hancur dan yang akan menang islam. Begitu Rasulullah bilangnya. Kalau orang Islam bisa habis ndak apa-apa, tapi Islam mesti menang. Orang barat pasti hancur nanti. Karena mereka bathil kan mesti hancur, cepat atau lambat. Uni Sovyet sudah hancur, Amerika itu sebentar lagi. Tidak memusuhi dan membiarkan Islam berkembang dan akhirnya harus dibawah islam. Kalau tidak mau dibawah islam kacau, titik. Kalau ingin damai harus diatur oleh islam.

Q. KALAU MASIH NGOTOT ?

A. Ya akan terus dilawan, dan mesti kalahnya. Yang bathil mesti kalah, cepat atau lambat. Saya dulu juga pernah kirim surat pada Bush, saya bilang kamu mesti kalah, tidak ada gunanya kamu berbuat. :lol:

Itu semua sudah ada dalam Quran. Waktu itu lewat pengacara saya, saya kirim lewat kedutaan, entah sampai atau tidak. Kamu itu percuma, mesti kalahnya. Sudah ada ayat-ayat yang menujukkan. Kamu sudah mengeluarkan biaya sedemikian banyaknya kamu nanti mesti kecewa. Ayatnya itu ada, jadi saya bukan tukang ramal, tapi saya mendapat informasi dari Allah, maka saya nggak pernah kecil hati, nanti ada saatnya.

Tapi saya menjadi susah melihat kondisi umat islam sendiri. Jadi kalau umat islam itu kalah bukan karena orang lain, karena umat islamnya sendiri. Karena rusaknya orang islam. Orang islam itu kalau tidak rusak pasti dapat pertolongan dari Allah, kalau dapat pertolongan mesti menang kan. Tapi karena rusak tidak dapat pertolongan.

Q. KALAU ADA FACTOR YANG MENYEBABKAN ISLAM KALAH MISALNYA SENJATA, KALAU UMAT ISLAM MENGGUNAKAN NUSKLIR MISALNYA, BAGAIMANA MENURUT USTADZ ?

A. Ya, kalau memang diperlukan boleh. Tapi umat islam itu kalau berperang berusaha sesedikit mungkin. Maka Allah memerintahkan kita dalam surat 8 ayat 60, itu perintah untuk kita mempersiapkan kekuatan senjata. Itu perintah. Tapi bukan untuk membunuh, tapi disitu digunakan untuk menakut-nakuti musuhmu dan musuh Allah. Tujuan utama nakut-nakuti. :shock: :shock:

Kalau sudah takut dan nggak ganggu ya sudah, tapi kalau meleset ya harus dibunuh. Maka Nabi Muhammad berusaha, itu dalam peperangannya minim sekali.

Q. KALAU PANDANGAN PRIBADI USTADZ TERHADAP KEJADIAN BOM DI TANAH AIR, BOM BALI, MARRIOT DAN BOM KUNINGAN, BAGAIMANA ?

A. Saya nilai semua itu mujahid. Niat mereka baik, ingin jihad di jalan Allah tujuannya adalah untuk mencari ridho Allah. Kemudian sasaran mereka sudah betul. Yaitu Amerika, karena Amerika sedang memerangi islam. Jadi tujuannya sudah betul, sasaran yang diserang sudah betul, tapi perhitungannya yang perlu dipersoalkan. Kalau saya berpendapat, kalau ngebom itu di wilayah konflik. Atau kalau di wilayah aman ya di wilayah musuh. Bukan di negara yang banyak orang islamnya.

Q. PERHITUNGAN YANG SALAH ITU APAKAH TERMASUK, MISALNYA TERNYATA ADA KORBAN UMAT MUSLIM ?

A. Ya artinya antara lain. Kalau perhitungan saya, kalau ngebom di wilayah aman itu mudah difitnah mudah ditunggangi. Ini pendapat saya, bisa salah. Oleh karena itu saya tetap menilainya sebagai mujahid adapun salahnya itu sebagai manusia, biasa. Salah itu biasa. Lagipula mereka ini bukan langkah awal mereka ini membela diri.

Q. ARTINYA USTADZ MENGANGGAP BAHWA MEREKA TIDAK MENYERANG ?
A. Tidak menyerang, karena mereka membela diri. Mestinya mereka tidak harus dihukum. Bali itu yang 200 orang terbunuh, itu bomnya Amerika itu. :shock: :roll: :roll: Mini nuklir itu, nggak mungkin Amrozi bisa melakukan itu.

Q. AMROZI BILANG SENDIRI KE USTADZ ?

A. Ya dia sendiri heran bisa meledakkan itu, ya itu pertolongan Allah memang betul ya, tapi kan bukan dia yang mbikin, tapi ditunggangi oleh Amerika. :lol: :lol: Itu banyak buktinya dan polisi tidak berani menyelidiki selanjutnya. Jadi Bali itu sebenarnya yang mematikan 200 orang itu bomnya Amerika, bukan bomnya Amrozi. Menurut seorang ahli Inggris, itu bukan bomnya Amrozi, ente tanya Fauzan ngerti itu. Itu bomnya CIAnya yahudi, Mossad dan kerjasama dengan CIA.

Saya pernah tukar pikiran juga dengan polisi. Mereka diam saja. Saya bilang, “bapak itu ****, kalau Amrozi bisa bikin itu kok malah dihukum, harusnya kan diangkat jadi penasihat militer.” Wong nggak ada militer yang bisa begitu, polisi saja nggak bisa bikin bom yang begitu.

Saya nggak tahu kok, saya itu nggak pernah kenal. Tapi Ali Imron dalam sidang pernah saya tanya, “Iya, saya yang melakukan.” Saya pun percaya. Kata seorang ahli bom dari Australia, orang yang percaya bahwa bom itu dibuat oleh Amrozi dkk yang dari karbit itu adalah orang idiot. Kalau ahli bom Inggris, yang saya pernah baca dari majalah itu. Kalau memang benar Amrozi yang melakukan bom tersebut harus diberi hadiah nobel. Jadi dihukum mati itu tidak adil, dihukum itu tidak adil.

Q. SAYA INGIN MEMINTA PENDAPAT USTADZ TENTANG BUKUNYA
NASIR ABAS, DIMANA SALAH SATUNYA MENYEBUT USTADZ ADALAH AMIR JI ?


A. Itu pengkhianatan, namanya pengkhianatan itu. Jadi saya di Malaysia itu ada jamaah, namanya jamaah Sunnah, itupun hanya urusan mengaji saja.

Q. TAPI USTADZ MENGETAHUI BAHWA NASIR ABAS, ADALAH SALAH SEORANG MURID USTADZ ?

A. Iya, saya tahu. Tapi bukan murid disitu, dia bekas muridnya ustadz Hasyim Gani namanya, saya bergabung sama dia. Sudah meninggal sekarang. Itu saya menilai, buku Nasir Abas itu hanya karena disuruh oleh polisi, dan uang.

Q. MENURUT USTADZ, ISINYA TIDAK BENAR, TERUTAMA MENGENAI
JEMAAH ISLAMIYAH DAN MENYEBUT USTADZ SEBAGAI AMIR ?

A. Ya, kan tidak terbukti di pengadilan. Pengadilan saja tidak bisa membuktikan.

Abas refused to openly condemn Ba’asyir or accuse him of ordering any terrorist operations, always respectfully referring to Ba’asyir as Ustadz. In July 2005 Abas published Membongkar Jamaah Islamiyah (Unveiling
Jamaah Islamiyah). The first part of the book details JI’s organization, ideology and strategy. The second part is a rebuttal to Samudra’s own book , Aku Melawan Terroris, and what Abas believes to be a tendentious use of the Quran and Hadith to justify suicide bombing and violence against fellow Muslims and civilians.

In between my interviews with Ba’asyir I interviewed Abas, who says that he quit JI over Ba’asyir’s refusal to condemn or contain the operations and influence of Riduan Isamuddin (aka Hambali). In January 2000, Hambali hosted a meeting in an apartment owned by JI member Yazid Sufaat in Kuala Lumpur that included 9/11 mastermind Khalid Sheikh Mohammed and 9/11 highjackers Khalid al-Mihdhar and Nawaf al-Hamzi. As Abas tells it, Hambali, who was JI’s main liaison with Al-Qaeda and a close friend and disciple of Khalid Sheikh Muhammed, was given control of Mantiqi 1, which covered the geographical region of Malaysia and environs and was strategically responsible for JI finances and economic development. But Hambali was dissatisfied being saddled with the “economic wing” (iqtisod) and wanted to play a more active role in the conflict zones. The then-leader of Mantiqi 3, Mustafa (now in custody) blocked Hambali from muscling in on his area but Hambali was able to send fighters to fight Christians in Ambon (Maluku) in 1999, which was under Mantiqi 2 (covering most of Indonesia and strategically responsible for JI recruitment and organizational development). Encouraged by success in heating up the Maluku crisis, Hambali decided first to extend his (and al-Qaeda’s) conception of Jihad to all of Indonesia (including the 1999 bombing of the Atrium Mall in Jakarta, the August 2000 bombing of the Philippines Ambassador’s house, and 17 coordinated Church bombings on Christmas eve 2000) and then to “globalize” the Jihad by enlisting suicide bombers to hit Western targets and interests (including a failed plot to blow up Singapore’s American, Australian and Israeli embassies in December 2001, and the successful 2002 Bali bombings and 2003 suicide attack on Jakarta’s Marriott hotel). Although Abas argues that JI shouldn’t be outlawed because many in JI reject Al-Qaeda’s vision of global jihad, in fact JI’s infrastructure and leadership continue to protect (with safe houses) and condone (as “self-defense”) efforts by the likes of master-bomber Dr. Azhari bin Hussain and his constant sidekick, JI’s top recruiter Nurdin Nur Thop, who some tell me recently established a suicide squad, called Thoifah Muqatilah, for large actions against Western interests.

Q. APA DASAR NASIR ABAS MENULIS BUKU TERSEBUT ?

A. Ndak tahu saya. Dasarnya disuruh polisi, dikasih uang. Dasarnya hanya itu. Pokoknya semua pekerjaan itu disuruh polisi dan dikasih uang. Ketemu saya saja nggak berani itu. Kalau ketemu saya akan saya suruh jihad ke Checnya atau ke Philipina selatan sampai mati baru tobatnya bisa diterima. Ngarang-ngarang cerita. :shock:

Q. SAYA DENGAR NASIR ABAS PERNAH KESINI, APA TIDAK KETEMU USTADZ ?

A. Tidak, untuk ketemu yang lain-lain.

According to Abas, JI’s essential organization and ideology is outlined in a set of general guidelines for the Jemaah Islamiyah Struggle (Pedoman Umum Perjuangan al-Jamaah al-Islamiyah, PUPJI), a 44-page manual that contains a constitution, outlines the roles of office bearers and gives details of how meetings must be organized (e.g., about what to do if a quorum cannot be obtained in the leadership council). The guidelines declare that anyone who adheres to fundamental Islamic principles that are devoid of corruption, deviation (e.g. Sufism) or innovation, can take the bayat (oath of allegiance) to the Emir of JI and become a JI member.
Although JI would be, in principle, open to anyone who meets these conditions, in fact only carefully selected individuals, including the Mantiqi leaders, were allowed to take the bayat and obtain copies of the PUPJI. Such individuals generally (but not always) would have undergone previous training in Afghanistan or graduated at the top of their class in courses that Sungkar and Ba’asyir designed for JI recruitment (though designation of courses as JI was unknown to potential recruitees). Abas fulfilled both conditions. Although many people (including some Afghan Alumni I have interviewed) think of themselves as JI, or are not certain of whether or not they belong to JI, Abas insists that if they did not formally take the bayat they are considered sympathizers or supporters of JI but not members (just as some prisoners at Guantánamo are sincerely uncertain as to whether or not they belong to al-Qaeda if they did not formally take the bayat to Bin Laden).

Abas says the PUPJI was drafted by a committee, including Ba’asyir, and then formally approved by Sungkar as the basis for JI. When asked about the PUPJI in an earlier (untaped part of the) interview, Ba’asyir claimed, on the one hand, that the PUPJI manual was planted by police and intelligence services but, on the other hand, that it contains sound principles modeled on the doctrine of the Egyptian Islamic Group (Gama'at Islamiyah). Abas says that the manual also contains elements of Indonesia’s military organization, particularly in regard to the ranking of personnel (binpur) and responsibility for territory (bintur). He adds that although the PUPJI allows the JI to conduct itself as a “secret organization” (tanzim sir) - and conceal its doctrine, membership and operations from public view – it does not allow the practice of taqiyyah (dissimulation) to extend to lying to the (Muslim) public (another reason Abas gives for his leaving JI).

Q. USTADZ, KALAU BOLEH TAHU KAPAN PERTAMA KALI USTADZ MENDENGAR NAMA AL QAEDA ?

A. Setelah saya diperiksa polisi, saya kan pernah diperiksa waktu saya melaporkan karena saya difitnah oleh Time. Kan saya pernah menuntut Time, saya tuntut Time. Saya pernah akan dikasih 100 juta rupiah untuk menghentikan, tapi saya tidak tahu bagaimana kasusnya itu sekarang. Ketika itu saya dicurigai, tapi tidak ditahan. Saat itu saya baru mendengar nama Al Qaedah itu. Ketika itu polisi di bagian intel, namanya saya lupa itu. Saya diperiksa dari pagi sampai sore. Ditanya apa saya tahu nama ini. Baru itu saya mendengarnya. Sebelum itu tidak pernah tahu, wong nggak pernah ada. Saya kan pernah di Pakistan mosok nggak denger. Saya kan nganter anak saya, saya kan jumpa orang-orang Arab tapi nggak pernah dengar nama itu. Di kantor polisi itu saya baru dengar.

Q. KALAU SYEKH OSAMA BIN LADEN ?

A. Saya sudah dengar, lama itu sudah dengar lama. Membaca tulisan-tulisan, melihat videonya, ketemu orang-orang Arab waktu di Pakistan itu cerita-cerita tentang Osama bin Laden. sekitar itu waktu saya mengantar Abdur Rahim anak saya. Siapa yang tidak kenal Osama? Dia mujahid waktu melawan Uni Sovyet itu dia mempunyai pasukan sendiri yang dibiayai sendiri. Itu kan pahlawan yang dipuji Amerika dulu, dia kan dibantu Amerika juga.
Amerika kan membonceng karena Amerika kan tidak berani dengan Sovyet kan. Mereka takut dengan Sovyet terus mbonceng Afghan.

Other members of JI who freely acknowledge sympathy with Bin Laden and Qaeda say much the same thing.

For example, I interviewed the JI member who founded the first mujahedin training camp in 2000 for the conflict in Poso, Sulawesi. He had earlier been sent by JI founder Abdullah Sungkar during the Soviet-Afghan War to train in Abu Sayyafs’s Ihtihad camp in Sada, Pakistan and to study with Abdullah Azzam, Bin Laden’s mentor and the person who first formulated the notion of “Al-Qaeda sulbah” (“the strong base”) as a vanguard for jihad. This JI member also acknowledges hosting 9/11 mastermind Khalid Shaikh Muhammed at his home in Jakarta for a month in 1997. Yet, he claims never to have heard of “Al-Qaeda” applied to a specific organization or group headed by Bin Laden until 9/11.
Ba’asyir sent his younger son, Abdul Rahim, to the Afghanistan border during the Soviet-Afghan war to spend time under the wing of Aris Sumarsono (aka Zulkarnaen, who became JI’s operations chief) later enrolling Rahim in an Islamic high school in Faisalabad, Pakistan. Seeking a stricter salafist education for his son, Ba’asyir directed Rahim in the mid-nineties to Sana’a, Yemen, to study under Abdul Madjid al-Zindani (like Abdullah Azzam, Zindani was a legend among self-proclaimed “Afghan Alumni” who fought the Soviets). By 1999, Rahim was in Malaysia and soon under Hambali’s stewardship. Abdul Rahim now operates freely in Indonesia but he is suspected of having taken over JI’s contacts with Al-Qaeda remnants after Hambali’s capture.

Q. KALAU BERTEMU BELUM PERNAH USTADZ ?

A. Nggak, nggak. Saya ingin malahan, mudah-mudahan bebas ini bisa ketemu.

Ba’asyir’s statement that he never met Bin Laden is contradicted by testimony from other JI members, both free and in custody. In the following letter (authenticated by Indonesian intelligence) dated August 3, 1998 and addressed to regional jihadi leaders, Ba’asyir and Sungkar state they are acting on Bin Laden’s behalf to advance “the Muslim world’s global jihad” (jabhah Jihadiyah Alam Islamy) against “the Jews and Christians.”
Malaysia, 10 Rabiul Akhir 1419 [August 3, 1998]
From: Abdullah Sungkar and Abu Bakar Ba’asyir
To: Al Mukarrom, respected clerics, teachers (ustadz), sheikhs
All praises upon God who has said:
“The Jews and Christians will never be satisfied until you follow their way of worship” Al Baqarah: 120 Praise and peace upon Prophet Muhammed who has said:
“If I’m still alive, I’ll surely expel the Jews and Christians out of the Arabian peninsula” And may God bless us and any of his followers who want to follow his orders.
Respected clerics, teachers and sheikhs This letter is to convey a message from Sheikh Osama Bin Laden to all of you. We send you this letter because we can’t visit and see you directly. However, we send our envoy, Mr. Ghaus Taufiq [a Darul Islam commander in Sumatra], to bring this letter personally to all of you.
We also attach Bin Laden’s written message in this letter and Bin Laden also sends these messages to all of you:
1. Bin Laden conveys his regards “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh)
2. Bin Laden says that right now, after “Iman” (to believe in God), the most important obligation for all Moslems in the world is to work hard to free the Arabian Peninsula from the occupation of Allah’s enemy America (Jews and Christians).
This obligation is mathalabusy syar’i (a consequence of the sharia) that every Moslem must not consider this obligation to be a simple matter. Prophet Muhammed, although he was sick, ordered the Muslim ummah to prioritize their obligation to expel the infidels from the Arabian Peninsula. Therefore, as the Prophet has said, the Muslim ummah must take this obligation seriously. It is very important for the Muslim world to work very hard to free the Arabian Peninsula from colonization by the infidel Americans.

If we can free the Arabian peninsula as masdarul diinul Islam (the source of Islam) and makorrul haromain (Holy Mecca) from occupation by the infidel Americans, Inshallah (God willing) our struggle to uphold Islam everywhere on God’s land will be successful. Stagnation and the difficulty in upholding Islam at present stems from the occupation of the Arabian Peninsula by the infidel America.

This great struggle must be put into action by the ummah (Muslim community) all over the world under the leadership and guidance of clerics in their respective countries. Under such leadership, we will prevail.

The first step of this struggle is issuing fatwa (Islamic edict) from clerics all over the world addressed to thekingdom of Saudi Arabia. The edict must remind the King what Prophet Muhammed said about the obligation
for the Muslim ummah to expel the infidels from the Arabian Peninsula. Otherwise, this world will suffer a catastrophe. These edicts will give strong encouragement and influence to the King of Arabia. This is the
message from Osama bin Laden conveys to all of you.

Sheikh Osama bin Laden really wants to visit all clerics and Islamic preachers everywhere in the world to share his views so that there will be a common understanding about this momentous struggle. In the end, we will have similar movements simultaneously across the world. However, Bin Laden realizes that the situation outside his sanctuary is not presently safe. He also awaits your visit with his deep respect so that this great struggle may proceed. These are Bin Laden’s messages that we convey to all of you.

We take this opportunity to explain certain facts about Bin Laden:
• At present, Sheikh Osama stays in Afghanistan, in the Kandahar area, under the protection of Taliban
• He doesn’t oppose either the Taliban or Mujahideen. He’s trying to unify both groups.
From his camp in Kandahar, Bin Laden organizes plans to expel infidel America from the Arabian Peninsula by inviting ulemas and preachers from all over the world. In this camp, Bin Laden is accompanied by a number of Arab mujahideen, especially those who previously fought in Afghanistan. Bin Laden and these mujahideen prepare to form “jabhah Jihadiyah Alam Islamy” (The global jihadi coalition in the Moslem world) to fight against America.

The above information is about Sheikh Osama Bin Laden that you should know. If you have the time and commitment to visit Sheikh Osama, Inshallah we can help you meet him safely.
We praise God to all of you for your attention and cooperation.
Jazakumullah khoirul jaza (Thanks to God the best thanks)
Wassalamu’alaukim, Your brother in Allah
Abdullah Sungkar
Abu Bakar Ba’asyir


Q. DIMANA, USTADZ MAU MENCARI KESANA ?

A. Kalau ada, tapi mana bisa. Saya juga masalah Osama itu tegas jawaban saya waktu dipersidangan. Saya simpati dengan perjuangannya, Osama itu tentara Allah. Kalau saya lihat ceritanya, sudah begitu Osama itu mujahid, tentara Allah.

Q. ARTINYA TETAP BERADA DISISI BELIAU ?

A. Banyak yang cerita, dan memang benar. Adapun langkah, perhitungan ada salah, manusia biasa. Tapi tidak semua langkahnya saya setujui. Antara lain, dia menyuruh ngebom-ngebom itu tidak saya setujui. Pengakuannya kan jemaah islamiyah itu kan itu kan mengikuti fatwanya. Kan fatwanya itu semua orang Amerika harus dibunuh, dimana saja harus dibunuh. Karena Amerika itu harus dibunuh, termasuk warganegara. Pokoknya ada warga Amerika harus diserang. Dia perlawanan total, itu yang saya tidak saya setuju. Kalau di negara Islam, kalau kena fitnah akibatnya dirasakan orang Islam. Kalau di negara mereka silahkan.

Q. ITU ARTINYA PERLAWANAN TERHADAP AMERIKA TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI KAN ?

A. Nggak akan dan itu wajib hukumnya. Orang Islam yang tidak benci Amerika berdosa. Orang Islam yang tidak benci kepada Amerika, yang saya maksud Amerika itu regim George Bush, itu tanda tidak ada Iman. Paling sedikit menyerang itu kan ada tiga; dengan tangan, dengan lisan dan dengan hati.

Q. ARTINYA, PEMERINTAHAN, KEBIJAKAN-KEBIJAKANNYA ?

A. Kalau warganya, kalau warganya yang baik ya tidak apa-apa. Apalagi yang muslim itu kan saudara. Kalau yang nggak muslim pun nggak apa-apa, asal mereka tidak mengganggu kita. Itu yang jadi saksi kemarin, Frederick Burks. Itu dia sendiri yang menulis, dia kan melawan Bush.

Q. BAGAIMANA KALAU REGIMNYA BERGANTI DAN KEBIJAKANNYA BERUBAH ?

A. Ya itu kita lihat, selama tidak ada tujuan memerangi secara an-sich. Kemudian Islam dibiarkan berkembang, pokoknya Islam itu harus berkuasa. Itu memang doktrin Islam. Islam dikuasai itu tidak boleh. Itu hukumnya Allah kok berlindung dibalik hokum manusia, mana ada. Hukumnya Allah ya harus diatas manusia, yang lain dibawahnya. Itu yang nggak dimaui sama kafir itu kan, yang ditakuti Amerika itu kan itu.

Saudara baca buku; Wajah Kebudayaan Amerika oleh Adian Husaini, itu buku bagus itu. Tebel bukunya. Wajah kebudayaan barat, bukan Amerika. Kesimpulannya adalah itu. Jadi memang ada beberapa doktrin dari beberapa cendekiawannya untuk memusuhi Islam, memang iya. Clash civilitation itu memang betul itu, pembahasannya memang betul. Selamanya islam dan kafir itu clash. Nggak ada Islam dan kafir itu rukun, yang hak dengan yang batil kok.

:twisted: :twisted:

PS: Sudahkah anda merasakan kedamaian Islam ? hehehheheheh.... :twisted:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby citizen » Mon Jul 17, 2006 2:30 pm

ck..ck..ck..gimana nih dinas kesehatan ?? Selalu koar-koar kinerja selalu ditingkatkan..buktinya orang gila seperti ini kok dibiarkan berkeliaran !!
citizen
 
Posts: 49
Joined: Tue May 23, 2006 9:50 am

Wawancara Abu Bakar Basyir ttg JIHAD

Postby ali5196 » Mon Sep 18, 2006 2:04 pm

Special Dispatch - Jihad & Terrorism Studies Project
September 8, 2006
No. 1285

Abu Bakar Bashir: "Kami tidak menginginkan Demokrasi, kami menginginkan Allah-krasi!"

Utk melihat wawancara keseluruhan dlm bentuk HTML, click di :
http://www.memri.org/bin/opener_latest.cgi?ID=SD128506 .

Abu Bakar Bashir, yg dibebaskan dari penjara bulan July 2006 setelah terbukti bersalah karena persekongkolannya dlm serangan2 teror terhdp Bali th 2002, diwawancara Al-Jazeera dimana ia menunjukkan rencananya utk menjadikan Indonesia sebuah negara Islam. Bashir menyerang democracy dan Barat, dan menyerukan agar Muslim melancarkan jihad melawan rejim2 yg ada dlm dunia Muslim.
Wawancara ini muncul pada August 21, 2006, di milis bahasa Inggrisnya, Al-Jazeera.

Ini rangkuman dari wawancara itu:(1)

"Kami Tuntut Negara Islam"

"Kami menuntut sebuah negara Islam dan bukan semacam Islamisasi masyarakat. Kami ingin agar negara menjadi Islami dgn pemimpin2 Islam yg memiliki keberanian dan akan memberlakukan shari'ah sepenuhnya. Tidak ada jalan lain ...

"Kami ingin sebuah negara Islam dimana Hukum Islam tidak hanya teori dlm buku2, tetapi juga diberlakukan, dan diberlakukan dgn kepastian.
Tidak ada ruang dan tempat bagi konsultasi demokratik. Shari'ah sudah dibentuk dan bersifat tetap, jadi mengapa kita masih pula perlu membahasnya ? Berlakukan saja !

"Saat ini kami sedang merancang perubahan UUD kami sendir bagi
Indonesia, sebuah kerangka bagi negara Islam Indonesia dimana diberlakukan Syariah. Rakyat Indonesia harus mengerti bahwa tidak akan ada sebuah negara Islam tanpa pemberlakuan hukum2 Islam. Kalau gitu sih namanya cuma ngomong saja, tidak lain daripada itu."

"Pemimpin2 Kami semuanya sudah ... dilatih agar berbicara sesuai dgn apa yg diinginkan boss2 Barat mereka ..."

"... Menjadi radikal bukan sesuatu yg buruk. Setiap gerakan perubahan selalu radikal ...

"Kini kekuatan2 dan media Barat ingin menjinakkan kami spt domba.
Tetapi mengapa hewan dijinakkan ? Agar pada akhirnya bisa dijadikan kurban!

"Untuk itu mereka mencap kami 'radikal,' utk menakut2i kami dan mengkontrol kami. Begitulah pemimpin2 kami yg semuanya sudah dijinakkan dan dilatih utk berbicara sesuai dgn boss2 mereka di Barat ...

"Barat mencoba melemahkan Islam dari luar dan dari dalam. Mereka menyerang orang2 kami dan menginvasi negara2 kami dari luar, dan melemahkan kami dari dari dalam dgn gagasan2 spt sekularisme,
liberalisme dan demokrasi. Ini semua dirancang utk meracuni Islam murni kami."

"Yahudi Licik dan Tidak Dapat Dipercaya"

"Tidak ada satupun pemimpin Muslim yg memiliki keberanian dan komitmen utk membela Islam dan Muslims, mereka semua terakgum2 dgn AS dan kekuatan2 Barat dan mereka berhutang pada Barat ... Nabi kami memperingatkan akan terjadinya masa depan ini, umat Muslim kuat dari segi jumlah, tetapi lemah dalam semangat mereka ...

"Bgm Malaysia bisa menandatangani perjanjian perdagangan bebas dgn AS dan Jepang ? Bukankah ini negara2 kafir ? Dan AS kini adalah musuh negara2 Muslim dan pendukung Israel. Menurut Islam, ini menjadikan AS sebuah negara 'kafir harbi', dan kami Muslim wajib utk memutuskan sebuah hubungan diplomatik dan ekonomi dgn negara musuh macam itu ...

"Orang Yahudi licik dan tidak dapat dipercaya, demikian dikatakan dalam Quran. Pada saat ini AS hanya keledainya Israel, yg sebenarnya mengontrol AS.

"Bgm kami bisa berdialog dlm dunia Arab selama Israel masih eksis ?
Israel tidak dapat memimpikan perbatasan damai karena Israel tidak memiliki hak utk eksis, tidak berhak berada disana. Itu tanah Palestina,
bagi orang2 Palestina. Bgm pemimpin Muslim mengatakan bahwa Israel memiliki hak bagi perbatasan damai? Wong, Israel sebenarnya tidak boleh berada disana !...

"Tidak ada satupun negara Islam di dunia, bahkan Saudipun bukan negara Islam. Orang2 Saudi munafik, teman2 AS; pemimpin2 mereka semuanya korup dan suka materi. Negara yg paling mirip sebuah engara Islam adalah pemeritah TALEBAN di AFGHANISTAN. Tapi AS dan sekutu2 Baratnya menghancurkannya ..."

"Kami perlu Berjihad melawan Pemerintah2 Munafik Kami Sendiri"

"Adalah kewajiban Muslim utk menantang pemerintah2 mereka ketika pemimpin mereka berdialog dgn musuh2 kami. Wong, itu sudah tertera dlm Quran (Surat 60:9); bahwa mereka yg menentang Islam adalah musuh2 kami dan kami harus berperang melawan mereka. Jadi sebelum kami berdialog dgn kafir, kami harus berjihad dulu melawan pemerintah2 kami yg munafik yg sebenarnya sudah murtad dan melawan prinsip2 Islam ...

"ISLAM TERDIRI DARI DUA BAGIAN: QURAN DAN PEDANG.

"Quran sudah memiliki segala pengarahan, peraturan, norma, hukum dan hukuman yg kami perlukan. Pemberlakuan Shariah adalah dgn PEDANG ..."

"Kalau NABIpun bisa MEMBAWA TOMBAK Maka ... kami bisa membawa M-16!"

"Lihatlah pada sunnah nabi. Saat ia berpidato dan berkotbah, ia selalu memegang tombak. Mengapa ? Karena itu adalah LAMBANG KEKUASAAN. Pengikutnya tahu ia serius dan bukan hanya sekedar omong kosong. Ia benar2 melakukan apa yg katanya akan dilakukannya.

"Sedihnya, berabad2 kemudian Islam menjadi semakin lemah dan
kami lupa bahwa Nabi membawa tombak setiap kali ia berbicara. Tombak itu kemudian diganti dgn tongkat, seakan2 Muslim begitu lemah dan perlu alat penopang utk berdiri ! Kami perlu
kembali ke Islam yg orijinal, kuat dan tahan banting. Spt nabi, kami harus kembali memegang tombak. Jika nabi saja membawa tombak, maka kami saat ini bisa membawa sebuah senapan M-16!"

"TIDAK ADA DEMOKRASI DLM ISLAM"

"Tidak ada demokrasi dlm Islam, jadi jangan mencoba menginterpretasi Quran dan menjadikan Islam sebuah demokrasi utk memenuhi keingingan dirimu. Hukum Tuhan harus diprioritaskan. Bukan rakyat yg memutuskan apa yg benar dan bgm cara kita hidup. Melainkan keinginan rakyat itu harus dibengkokkan, disesuaikan keinginan Tuhan. Kami tidak menginginkan demokrasi, kami inginkan Allah-krasi!

"Prinsip Islam tidak bisa dirubah dan tidak ada demokrasi dalam Islam atau omong kosong spt 'Islam demokratik'.

"Demokrasi adalah musyrik dan haram. Disini kami tidak kompromi.
Mereka yg menganggap diri Muslim dan tidak mendukung Shariah 100% adalah MUNAFIK dan KAFIR, mereka sudah keluar dari Islam
. Tidak perlu berdiskusi dgn orang2 ini, mereka bukan lagi bagian dari umat.
Tidak perlu mendengarkan opini publik: kafir, murtad, liberal, atheis - mereka semuanya tidak beriman ...

"Kemenangan Islam datang hanya lewat dakwah dan jihad, dan bukan lewat pemilu. Itulah mengapa partai2 Islam berada pada jalan yg keliru...
Selama mereka memilih demokrasi, hasil akhirnya adalah haram. Tidak ada yg baik yg dapat dihasilkan sesuatu yg haram, begitu bukan ? Jadi jika demokrasi haram, negara Islam macam apa yg bisa dihasilkan darinya ? Jelas bukan sebuah negara Islam yg murni. Pemilu2 sebenarnya tidak ada gunanya sama sekali."

"Tidak akan ada Islam Tanpa Jihad"

"Perjuangan bagi Islam hanya datang lewat krisis dan konfrontasi. Islam datang utk merubah dunia, tidak utk dirubah oleh dunia. Jadi oleh karena itulah ada perlawanan, itulah mengapa Barat takut pada kita.

"Kalau kami menerima norma2 Barat spt demokrasi maka kami tidak akan pernah bisa mencapai Allah-krasi yg saya sebut tadi. Demokrasi harus diganti oleh Allah-krasi dan ini tidak bisa datang dari pemilu.
Mereka yg menentang kami harus dididik, itulah mengapa dakwah adalah penting, utk menunjukkan kpd mereka bahwa Islam adalah satu2nya jalan.

Tapi jika mereka melawan dan keras kepala, atau jika mereka menciptakan halangan2 bagi kami, maka mereka harus dilawan. Khususnya semua Muslim yg menentang kami adalah murtad dan mereka khususnya akan ditangani secara keras ...

"Inilah sudut pandang Islam. Kami tidak boleh berkompromi, menyerah, mengalah dan tunduk pada musuh2 kafir kami. Kami harus selalu berada pada jalan Islam, jihad dalam nama shar'iah, dan jangan pernah meminta maaf ...

"Ingat bahwa JIHADlah yg membawa Islam pada kekuasaan dan membangun masyarakat kami. Tidak akan ada Islam tanpa jihad...."

--------------------------------------
>Endnote:
>(1) Al-Jazeera.net, August 21, 2006.
Last edited by ali5196 on Sat Nov 04, 2006 4:14 pm, edited 3 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

citizen

Postby Ares » Thu Nov 02, 2006 8:54 am

udah biasa orang seperti Abu Bakar Ba'asyir digila2in jangan kan di gila2in mungkin akan diburu untuk dibunuh.
buat citizen lo jgn pernah gila2in orang periksa dulu profil orang tersebut baru lo komentar.
tau gak tong kosong bunyinya, tafsirin aja sendiri
byeee....
Ares
 
Posts: 4
Joined: Thu Oct 26, 2006 8:43 am

Postby ali5196 » Sat Nov 04, 2006 3:28 pm

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 7502#87502

Ba’asyir: Kalau saya jadi presiden
Siapa Tidak Laksanakan Syariat Islam Dipenjara

Abu Bakar Ba’asyir menyata-kan keinginannya untuk men-calonkan diri jadi presiden 2009. Jika ini memungkinkan, kata dia, sebagai presiden nan-tinya, dirinya akan tegas men-jalankan syariat Islam. ‘’Yang tidak mau, saya penjarakan,’’ ungkapnya di sela-sela pelun-curan Majalah Risalah Muja-hiddin dan bedah buku ‘Awas Operasi Intelijen’ di Aula Per-pustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (23/09).
Menariknya, Ba’asyir me-ngatakan, ramalan yang di-sampaikan Gus Dur terkait dirinya. Seperti diketahui, Gus Dur mengatakan, setelah bangsa ini dipimpin Bung Karno, kemudian Soeharto da-ri militer, kemudian teknorat dan birokrat, sudah saatnya Indonesia dipimpin ulama. Menurut Gus Dur, sosok ula-ma yang layak memimpin ne-geri ini adalah seorang ulama yang memiliki moralitas tinggi dan mampu mengayomi se-mua kalangan.
‘’Tapi untuk menjadi presiden saya tidak punya kendaraan,’’ kata Ba’asyir. Tapi sejurus kemudian, Ba’asyir berubah pikiran. ’’Kemungkinannya (jadi presiden) itu sangat kecil. Tapi kalau Allah menghendaki ya bisa saja. Kan gitu.”
Dan dengan setengah ber-canda, Ba’asyir juga bilang rak-yat jangan memilih dia kalau memang nanti ia dicalonkan jadi capres 2009. ’’Sebab, nanti saya laksanakan syariat Islam. Yang tidak mau saya penja-rakan. (Jadi) Presiden untuk menegakkan syariat, bukan presiden mikirin weteng (perut) saja. Paham.”(rmc/zal)
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Wawancara Abu Bakar BASYIR ttg MARTIR & JIHAD

Postby kebenaran_kekal » Mon Dec 28, 2009 11:48 pm

Ba’asyir: Kalau saya jadi presiden
Siapa Tidak Laksanakan Syariat Islam Dipenjara


hehe... lo aja lebih mentingin bidadari perawan daripada masyarakat... :finga:
kebenaran_kekal
 
Posts: 237
Joined: Mon Nov 23, 2009 9:10 pm


Return to Resource Centre Jihad di INDONESIA



Who is online

Users browsing this forum: No registered users