.

Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Sejarah, asal usul ALLAH & KABAH, hubungan Allah dgn Muhamad. Juga, pribadi dan latar belakang MUHAMAD

Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby pod-rock » Thu Aug 16, 2007 7:19 am

Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Prophet Mohammed (PBUH) Never Hurt a Fly!

oleh Sher Khan

04 Jun, 2007

Saya menangis. Dipagi bulan November yang muram itu, langit mendung. Begitu juga pikiran saya, dan saya menangis tersedu-sedu.

Tidak, saya tidak kehilangan orang tercinta saya. Juga bukan karena saya mendapat kabar buruk. Tangisan itu adalah tangisan bahagia dan sayang. Saya sedang membaca biografi dari nabi Besar Muhammad (SAW), dan saya menangis karenanya. Betul2 orang besar dia! Kecerdasannya, kebaikan dan rasa cintanya bagi manusia (muslim) tidak bisa dibandingkan dengan manusia2 lainnya, meski begitu masih saja ada orang2 jahat yang mendedikasikan dirinya utk menjelek2kan sang nabi. Gimana bisa mereka menuduh sang nabi bertanggung jawab atas pembunuhan banyak orang padahal dia tidak tega menyakiti seekor lalatpun?

Suatu ketika, nabi kita mengamati seekor lalat yang tenggelam pada air digelasnya. Dia bisa saja menyelamatkan sang lalat tapi dia ingin mengajar murid2nya sebuah penemuan sains yang penting jadi biarkan sang lalat membunuh dirinya. Imam Bukhari mencatat kejadian ini, “Dikisahkan Abu Huraira: Nabi berkata “Jika seekor lalat rumah jatuh keminumanmu, dia harus memasukkan seluruh lalat itu keair minumnya, karena salah satu sayapnya ada racun dan sayap lainnya mengandung obat utk racun itu.” (book of medicine)

Sejauh ini, sains medis kita yang paling maju belum berhasil menemukan antidote dalam sebelah sayap lalat itu, ini semata karena ketidak mampuan para ilmuwan saja. Suatu hari, sains akan berterima kasih sebesar-besarnya dan membuktikan teori sang Nabi kita tercinta. Hingga saat itu janganlah takut utk meminum minuman yang ada lalat mati didalamnya.

Hadis diatas jelas membuktikan bahwa nabi tidak membunuh lalat dengan sengaja. Tapi, dia harus membunuh banyak manusia karena beberapa alasan, itupun dia lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kebaikan.

I. Penemuan Telepon

Dari banyak kebaikan sang nabi, bakatnya utk meramal masa depan, mampu membuat jaringan mata-mata, mampu membuat keputusan pending dan kemampuan utk memberikan sikap sangat baik hati bagi para pengikutnya adalah sangat penting. Kadang, Jibril (yang malaikat) berlaku sebagai ‘agen CIA’nya; dilain waktu, mata-mata dari manusia membawa kabar dari musuh. Salah satu kasus ini adalah kasus Khalid b. Sufyan. Seorang Informan memberitahukan sang nabi bahwa ada kafir yang berniat membunuhnya. Kebanyakan non muslim akan berkilah, dengan lugunya, bahwa sang informan itu pastilah punya kepentingan pribadi, tapi nabi kita punya hak penuh utk membunuh non muslim. Dg demikian, sesungguhnya tidak jadi masalah apakah ada kafir yang terbunuh karena salah info atau tidak.

Setelah menerima berita itu, Nabi Muhammad (SAW) langsung mengirim Abdullah b. Unays utk menangani biang kerok itu. Benar saja terbukti, para pengikut sang nabi sangat pintar dan mereka tahu gimana utk pura-pura berteman sebelum membunuh musuh. Mr. Unay yang jenius berbicara pada Khalid Sufyan dan setelah dia mendapat kepercayaan si Khalid **** ini, menggorok lehernya tidaklah terlalu sulit. Menurut Sirat Rasul Allah, “Aku berjalan sebentar dengannya dan ketika kesempatan itu datang kubacok dia dengan pedang dan membunuhnya, kutinggalkan mayatnya, para wanitanya merubung dan menangisi mayat tsb” (Ishaq 666)

Setelah operasi sukses itu, saatnya menerima pahala dan sang nabi besar sendiri yang muncul memberikan Medali Kehormatan. Meski kebanyakan orang2 sinis akan berteriak dan membandingkannya dengan cerita klise tentang “wortel dan tongkat utk menggantung wortel tsb), tapi sang nabi sungguh2 menghadiahi Mr. Unay dengan sebuah tongkat. “Lalu dia bawa aku kerumahNya dan memberiku sebuah tongkat dan bilang utk menyimpannya. Ketika aku keluar orang2 bertanya buat apa tongkat itu. Kubilang bahwa rasul memberikannya padaku dan menyuruh menyimpannya, dan mereka berkata. “Kenapa kau tidak kembali saja pada Rasul dan bertanya kenapa?” Jadi aku kembali dan dia bilang, “Itu sebuah pertanda antara kau dan aku pada Hari Pengadilan nanti. Hanya sedikit sekali orang yang membawa tongkat nanti.” Jadi Abdullha b. Unays mengikta tongkat itu disebelah pedangnya dan tongkat itu selalu dibawanya hingga dia meninggal, dia bahkan meminta utk menaruh tongkat itu dalam kain kafannya dan dikubur bersamanya.” (Ishaq 666)

Jadi tongkat bukan hanya sebuah lambang Kehormatan; tapi juga tongkat itu membantu Muhammad SAW utk mengenali Mr. Unay dihari Kiamat nanti. Ide yang realistis dan begitu brilian ini menunjukkan betapa sang Nabi benar2 berpikir jauh kemasa depan. Ini bisa menjadi ide hebat bagi semua non muslim agar membawa tongkat ketika mereka dikubur atau dikremasi.

Soal tongkat ini, seperti juga soal2 lain mengenai sainsnya Islam, punya arti sains yang sangatlah penting. Jelaslah orang yang membawa tongkat akan berkomunikasi dengan sang nabi melalui tongkat itu. Bandingkan tongkat dengan tiang telepon. Meski telah banyak penemu dan pencipta, termasuk Antonio Meucci, yang mengaku menemukan telepon, tapi adalah Alexander Graham Bell yang sukses mempatentkan penemuannya. Tapi, utk menyambung kabel telepon dari satu tempat ketempat lain mereka memakai tiang kayu, sebuah ide yang dicuri dari sang nabi suci kita, ketika dia menghadiahi tongkat pada pengikutnya. Jadi bisa disebut Islamlah yang pertama menemukan telepon.

II. Pemusnahan Kaum Yahudi

Sering, para non muslim juga para mantan muslim, meributkan masalah pembunuhan 800-900 orang Yahudi di Medina. Sebelum menemukan kebenaran, kita harus mempelajari apa yang dilakukan oleh orang2 Yahudi didunia ini. Salah seorang anggota Faithfreedom.org kita, saudara Abdul Hasheem, adalah ahli dibidang pengamatan orang Yahudi. Hanya dengan melihat gaya tulisannya saja dia bisa dengan mudah tahu mana yang yahudi mana yang bukan. Saya telah belajar beberapa teknik dari dia.

Yang disebut-sebut demokrasi barat, kebebasan dan HAM tidak masuk dalam wilayah hukum Islam. Malah, islam punya skema yang jauh lebih baik utk mengatur dunia ini. Tapi, film2 Hollywood dan para bintangnya punya pengaruh besar diantara anak2 muda muslim. Rossie O’Donnell, bintang TV terkenal, contohnya, baru2 ini mempertanyakan keaslian penyelidikan resmi serangan 9/11, yang tentu saja ujung2nya menunjuk pada orang Yahudi. Bintang film pintar lain, Mel Gibson, telah mengatakan kebenaran. Dia, juga bilang, “Fu..ing Jews.. Yahudi bertanggung jawab utk semua perang2 didunia” (Time Magazine).

Pembunuhan anak2 sekolah di Beslan, tidak usah ditanya lagi, adalah pekerjaan dari agen2 MOSSAD. Kau pikir siapa yang membom Bali? Orang Yahudi pastinya. Lihat insiden2 di Kashmir, Palestina, Bosnia dan Chechnya, dan juga dimana-mana didunia ini. Yahudi membunuhi orang2 tak bersalah dan menyalahkan para muslim. Tahukah anda bahwa Osama Bin Laden adalah seorang Yahudi?

Nabi Muhammad (SAW) kita punya koneksi dekat sekali dengan tuhan kita ALLAH SWT. Sebagai tuhan, Allah SWT tentunya tahu apa yang akan dilakukan orang2 yahudi nanti. Akibatnya, nabi kita tidak punya pilihan lain lagi kecuali memusnahkan orang2 Yahudi dari muka bumi ini. Perbuatannya bukanlah perbuatan tidak bermoral ataupun tidak manusiawi; malah, dia harus menghentikan kebiadaban orang2 Yahudi utk dunia yang jauh lebih baik. Ishaq melaporkan, “Lalu Rasul keluar menuju Pasar Medina (yang sampai sekarang masih menjadi pasar) dan menggali parit disana. Lalu dia membariskan mereka dan memancung kepala2 mereka kedalam parit itu.. ada sekitar 600 sampai 700 orang semuanya, meski ada juga yang bilang jumlahnya sekitar 800 atau 900 orang.. kejadian ini terus berlangsung hingga sang Rasul mengakhirinya” (Ishaq 464).

Bayangkan betapa menderitanya nabi kita!! Dia harus membantai dan mengawasi satu persatu orang yahudi, dibawah terik matahari pula, 800 sampai 900 orang. Dia pasti berkeringat deras dan mulutnya kering, tapi dia tidak lantas berhenti karena begitu sayangnya dia pada umat manusia.

Terbukti, nabi suci kita selalu mengambil pendekatan materialitis kepada kehidupan. Sementara membunuh orang2 Yahudi dewasa tidak bisa dihindarkan lagi, dia menyelamatkan nyawa yahudi muda dan para wanitanya utk kepentingan yang lebih besar. Para wanita itu berterimakasih karena tidak dibunuh, malah mereka menghargai usaha sang nabi yang telah membunuhi keluarga2 mereka tercinta, dan mengabdikan jiwa mereka dengan menjadi muslim saleh. Tapi, ada beberapa wanita bersama anak2 yang terpaksa dijual sebagai budak. Ini harus dilakukan karena merupakan rencana bisnis jangka panjang, dan hasilnya utk digunakan dalam penyebaran serta kebesaran dari Islam, agama yang penuh damai, (aaaah sejuk hati saya mendengarnya, penerjemah).

Sudah menjadi kekhususan, anak2 yang rambut kemaluannya telah tumbuh artinya sudah ada diambang kedewasaan dan anak2 remaja ini terkenal dengan kelakuan jahatnya. Nabi besar kita, karena koneksinya dengan Allah, tahu karakteristik remaja demikian. Dg itu, dia membunuh siapapun yang punya rambut kemaluan. Menurut sebuah Hadis Abu Dawud, “Diceritakan oleh Attiyyah al-Qurazi: Aku ada diantara tahanan Banu Qurayzah. Mereka (para sahabat nabi) memeriksa kita, dan mereka yang sudah mulai tumbuh rambut kemaluan dibunuh, dan mereka yang belum tumbuh tidak dibunuh, aku ada diantara mereka yang tidak punya rambut kemaluan.”

III. Kenikmatan Pengorbanan

Meski telah ditetapkan wanita tidak boleh dibunuh dalam festival pembantaian diatas itu, nabi besar kita setidaknya harus membunuh satu orang wanita, ini juga dilakukan demi Allahnya, Tuhan Islam yang maha Pengampun.

Aisha berkata: “hanya satu orang wanita yang dibunuh. Sebenarnya dia ada bersama saya dan bicara serta tertawa bebas dengan saya ketika Rasul sedang membunuhi orang2 dipasar itu. Lalu mendadak sebuah suara yang tak kukenal memanggil namanya. “Astagfirullah,” Tangisku, ‘ada apa?’; ‘Aku akan dibunuh’, kata dia. “Kenapa?” tanyaku. “Karena sesuatu yang pernah kulakukan,” jawabnya. Dia dibawa keluar dan dipancung. Aisha setelah itu suka berkata, “Aku tidak lupa akan keheranan dan takjub pada kebaikan dan semangatnya juga tawanya yang kencang, padahal selama kami bercakap-cakap itu dia sudah tahu akan dibunuh.” (Ishaq 465).

Hadis Sunan Abu Dawud lain juga membenarkan kejadian ini. “Diceritakan Aisha, Ummul Mu’minin: Tidak ada wanita dari Banu Qurayzah yang dibunuh kecuali satu orang. Dia sedang bersamaku, bercakap dan tertawa keras hingga berguling-guling, sementara Rasul Allah (SAW) sedang diluar memancungi orang2 memakai pedang. Mendadak seorang lelaki memanggil namanya: Dimana si anu dan anu? Dia bilang: Saya bertanya: Ada apa denganmu? Dia bilang: Aku telah melakukan sesuatu. Katanya: Seseorang membawa dan memancungnya.. Dia bilang: Aku tidak akan lupa bagaimana dia tertawa keras2 meski dia telah tahu akan dibunuh juga.”

Membunuh seorang kafir tidak seharusnya jadi pikiran dan dipersoalkan karena mereka memang pantas dibunuh. Tapi, kenapa siwanita itu sempat2nya ketawa keras, ini harus dijelaskan. Ada yang bilang ini disebabkan psikologis yang aneh saja tapi alasan sebenarnya mempunyai arti yang sangat dalam.

Menurut ayat2 islam, seperlima dari harta jarahan yang didapat dari perampokan terhadap non muslim adalah milik Allah, tuhannya Islam dan Muhammad (SAW) sang utusan. Wanita yang ditangkap dalam perampokan juga termasuk barang jarahan, dan sampai sekarang masih demikian, pendapat para ulama islam. Menikmati tubuh wanita2 ini bukanlah masalah tidak bermoral atau tidak manusiawi. Malah, semua wanita2 itu jadi berterimakasih karena telah membunuh keluarga mereka yang tercinta dan menyerahkan tubuh mereka utk memuaskan kepuasan birahi para pengikut islam dulu dan sang nabinya. Meski Muhammad SAW punya kesempatan utk menikmati harta bagian Allahnya, tapi sang nabi besar kita sangat adil dan dia tidak mau mendapat bagiannya dengan mengambil bagian kepunyaan Allah, maka dia ambil lagi seperlima dari harta jarahan sisanya.

Pengorbanan manusia utk menyenangkan tuhan bukanlah hal yang tidak biasa. Bangsa Maya dan Aztek di Mesoamerika melakukan hal itu, orang Yunani juga dulu melakukannya bahkan bapak pendiri Islam kita, nabi besar Ibrahim yang dikenal sebagai Abraham oleh para pemeluk agama monoteisme lain, diminta utk mengorbankan anaknya; tapi, perintah itu dibatalkan karena ada kesalahan teknik.

Ketika siwanita (yang bersama Aisha) diminta utk dikorbankan, dia langsung sadar akan takdirnya utk berada diranjang Allah – makanya dia ketawa lepas dan keras. Lagipula, coba cari perempuan mana yang tidak akan berteriak kesenangan jika diberi kesempatan utk mendapat pengalaman Ilahi demikian?

IV. Euthanasia

Keindahan Islam adalah bahwa islam sepenuhnya mengubah sistem sosio-politik Arab. Kebarbaran jaman sebelum islam yang melakukan praktek adopsi anak, sebuah praktek yang tidak akan diijinkan masyarakat beradab manapun. Dijaman Jahiliyah itu, mereka takut membunuh orang, khususnya yang mengarang sajak2 menghina. Nabi besar kita menghentikan praktek pengadopsian, dan menyempurnakan seni membunuh, tapi mengijinkan tradisi2 agung utk tetap ada dan dilanjutkan, seperti perbudakan, dan belakangan mengesahkan euthanasia (pembunuhan karena sudah sakit parah atau tua).

Yes, Euthanasia! Dia banyak negara, ketika orang yang sakit parah ingin mengakhiri hidupnya, orang lain dengan suka rela melakukan itu untuknya. Prosesnya masih menjadi isu kontroversial dan bagi sebagian orang barat, karena tertipunya mereka, melihat praktek demikian itu tidak manusiawi. Ada kejadian2 dimana orang yang melakukan euthanasia malah dihukum. Nabi Muhammad SAW, dengan kebijaksanaannya yang tiada habis, mengantisipasi konfrontasi demikian, membuang semua penghalang utk melakukan euthanasia dan melakukannya sendiri sebagai contoh yang patut diteladani.

Sebelum kita menghargai kebaikan dari Euthanasia, kita harus terima satu faktor penting yang diketahui banyak orang – menghina nabi kita dan temannya Allah adalah sebuah kejahatan, dan orang itu harus dihukum mati. Bahkan PBB pun mencoba tapi gagal utk membuat resolusi yang mencegah tindakan demikian.

Membunuh Asma D. Marwan adalah sebuah contoh teladan sempurna dari Euthanasia, utk seorang yang berani menulis sajak2 yang menghina nabi. Jelas, perempuan itu tidak belajar dan menyadari ketika penyair lain, Abu Afak, terbunuh karena syair penghinaannya.

Abu Afak menulis

An assembly or collection of people
More faithful to their undertaking
And their allies when called upon
Than the sons of Qayla when they assembled,
Men who overthrew mountains and never submitted.
A rider who came to them split them in two (saying)
‘Permitted’, ‘Forbidden’ of all sorts of things.
Had you believed in glory or kingship
You would have followed Tubba.
(Ishaq 675)

Syair itu mungkin tidak terkesan menghina bagi orang2 modern sekarang tapi dua kata dari syair itu – ‘Permitted’ dan ‘Forbidden’ – mengacu pada bahasa Quran, yang mana itu merendahkan kekuasaan Allah. Nabi besar kita bertanya “Siapa yang mau menangani bajingan ini bagiku? (Ishaq 675). Tidak pernah ada yang namanya kekurangan sukarelawan utk menjayakan Islam, dan Salim Umayr serta saudaranya Amr Auf membunuh Abu Afak.

Asma Marwan, penyair kafir lain, diberitahu tentang keputusan sang nabi, tapi dia terus saja menulis syair2 penghinaan terhadap Islam.

Dia menulis…

“…You obey a stranger who is none of yours,
One not Murad or Madhhij.
Do you expect good from him after the killing of your chiefs
Like a hungry man waiting for a cook’s broth?
Is there no man of pride who would attack him by surprise
And cut off the hopes of those who expect aught from him?”
(Ishaq 676)

Perintah Muhammad dipenuhi saat itu juga. Meski tahu hukuman pada Abu Afak, Asma masih saja terus menulis syair, ini menunjukkan betapa besar keinginannya utk mati. Jika sudah demikian apa nabi besar kita punya pilihan lain?

Setelah membaca biografi nabi tercinta kita, saya ambil Quran utk melantunkan beberapa ayat2 suci. Mata saya masih basah dan setitik airmata jatuh kehalaman Quran. Ajaib! Mungkin karena Quran berasal dari padang pasir atau mungkin Allah tidak ingin buku sucinya dikotori – butiran airmata saya menghilang seperti sihir. Sekali lagi, saya menangis kencang-kencang – hati saya dipenuhi oleh kegembiraan dan sayang bagi sang nabi!
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby yantjess » Thu May 29, 2008 12:55 pm

Ya Tuhan... ampunilah orang yang menulis tentang itu semua..berkatilah dia, walaupun dia begitu sombong bicara Membunuh seorang kafir tidak seharusnya jadi pikiran dan dipersoalkan karena mereka memang pantas dibunuh. Maafkanlah kebodohannya. Bukalah matanya yang tertutup oleh Iblis. Dia begitu buta. Amin
yantjess
 
Posts: 29
Joined: Fri Jan 18, 2008 12:56 pm

Postby makanhati » Fri May 30, 2008 8:45 am

:lol: :lol: :lol: :lol:
makanhati
 
Posts: 269
Joined: Sun Feb 24, 2008 11:25 pm

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby oncom goreng » Sun May 24, 2009 8:11 pm

cerita di atas sulit dicerna oleh muslim awam.

muslim tdk terbiasa dgn gaya penulisan sindiran terselubung, maklum IQ nya jongkok.



Dalam hadis di atas, disebutkan lalat rumah.

Bagaimana kalau yang kecemplung di air minum adalah lalat pasar yang mengerumuni sampah becek dan busuk?

Image
oncom goreng
 
Posts: 70
Joined: Sat May 23, 2009 9:37 pm

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby kurasakucoba » Thu Jul 23, 2009 5:40 pm

Lalat dan Manusia ...

Lalat diselamatkan ...
Manusia di bacok ....

Dasar Iblis .... :snakeman:

Manusia yang terharu membaca kisah ini mungkin segolongan dengan lalat (nurani dan akalnya). :-k
kurasakucoba
 
Posts: 6
Joined: Sun Sep 07, 2008 5:07 am

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby zakaria kasna » Fri Aug 07, 2009 12:14 pm

Saya menangis. Dipagi bulan November yang muram itu, langit mendung. Begitu juga pikiran saya, dan saya menangis tersedu-sedu.


Memang banyak muslim yang berlaku serupa ini, begitu terharu. Entah apa yang membuat terharu. Aneh.........
Selamat berharu biru............
zakaria kasna
 
Posts: 3
Joined: Fri Aug 07, 2009 11:42 am

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby I Want You » Fri Aug 07, 2009 4:42 pm

Cocok di posting di forum2 lain. di kaskus , misalnya ! :green:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby abubakar » Sat Aug 08, 2009 3:33 pm

[/quote]
pod-rock wrote:Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

bla, bla ................

Hadis diatas jelas membuktikan bahwa nabi tidak membunuh lalat dengan sengaja. Tapi, dia harus membunuh banyak manusia karena beberapa alasan, itupun dia lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kebaikan.


lihat warna biru dan merah.
Alangkah kontrasnya logika berpikir orang ini. Psikopat Tulen.
abubakar
 
Posts: 531
Joined: Sun Jul 19, 2009 4:14 pm

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby mey » Sat Aug 08, 2009 3:56 pm

abubakar wrote:lihat warna biru dan merah.
Alangkah kontrasnya logika berpikir orang ini. Psikopat Tulen.

bukan penulisnya yang psikopat bro.. tapi penulis hendak menjelaskan kalo Muhammad (Tokoh yang digambarkan) tsb adalah seorang PSIKOPAT
ga usah melemparkan tuduhan ke orang lain karena malu mendapati kelakuan nabimu. :green:
mey
 
Posts: 443
Joined: Mon Sep 01, 2008 3:54 pm

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby kapal_kertas » Sun Aug 09, 2009 2:41 am

Memang standar berfikir luar biasa. Karena inilah saya murtad. Ga kuat. Agama psikopat.

Wahai para muslim, apa masih kalian mau memegang cara berfikir sepeti ini? Atau kalian hanya takut terhadap ancaman kosong tentang azab abadi untuk murtad?
User avatar
kapal_kertas
 
Posts: 545
Joined: Wed Nov 05, 2008 5:39 pm

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby Akukomkamu » Sun Aug 09, 2009 5:01 am

"Kehidupan adalah sebuah anugrah TERBESAR yang diberikan TUHAN bagi kita...kita tidak boleh memutuskan mati dan hidup seseorang...." apapun alasannya karena karena itu HAK TUHAN.

salam,
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby FREEDOM_CODE » Mon Feb 01, 2010 3:21 am

MantaB Cerita-Nya Tapi KalaU MusLim BaCa MerEka AkAn TerHarU....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
KataNya : NabI MuhammaD bukan nabi umat Islam saja tapi juga nabi sekalian umat, bayangkan bahkan di FFI-pun banyak yang memuja beliau BLA...BLA...BLA........ "TERNYATA MUSLIM MASIH GAK SADAR JUGA ISI CERITA DI-ATAS"
FREEDOM_CODE
 
Posts: 569
Joined: Fri Mar 21, 2008 11:32 pm
Location: FreedoM LanD

Re: Nabi Muhammad (SAW) Membunuh Lalat juga tidak tega

Postby BerjayalahKebenaran » Mon Mar 05, 2012 1:35 am

Kesimpulanya darah kafir lebih rendah ketimbang darah lalat ya? Ha..ha.. Ada2 aja sang nabi. P
BerjayalahKebenaran
 
Posts: 489
Joined: Sat Oct 15, 2011 5:48 pm


Return to Resource Centre ttg Allah, Kabah & MUHAMAD



Who is online

Users browsing this forum: No registered users