Page 1 of 1

Yahudi Berlengan Enam: Mengapa Yahudi selalu dihina

PostPosted: Sat Feb 06, 2010 3:32 am
by Adadeh
http://portalofideas.blogspot.com/2010/ ... -arms.html

Image
Pilar Rahola, another great heroine

A speech given by Pilar Rahola at the Conference in the Global Forum for Combating Anti-Semitism.

Jews of Six Arms, speech by Pilar Rahola*

A meeting in Barcelona with a hundred lawyers and judges a month ago.

They have come together to hear my opinions on the Middle-Eastern conflict.... LIHAT TERJEMAHAN DIBAWAH INI...

PostPosted: Sat Feb 06, 2010 4:28 pm
by robint
http://portalofideas.blogspot.com/2010/ ... -arms.html

Pilar Rahola http://en.wikipedia.org/wiki/Pilar_Rahola, penulis artikel dibawah ini adalah penulis sejumlah buku dlm bhs Spanyol dan Catalan. Ia juga kolumbis surat kabar La Vanguardia, Spanyol; La Nación, Argentina; dan Diario de América, USA. Rahola sering tampil di TV dan memberi kuliah disejumlah universitas. Thn 1987 - 1990, a adalah direktur penerbit Catalan, Pòrtic, dan sbg wartawan ia meliputi perang Eritrea-Ethiopia, Perang Balkan, Perang Teluk dan jatuhnya tembok Berlin. Sbg politisi, Rahola adalah satu2nya wakil Kongres Spanyol dari Catalan (the Esquerra Republicana de Catalunya). Ia juga wakil walikota Barcelona. Ia ikut serta dlm sejumlah komite penyidikan, khususnya sehubungan dgn korupsi politik, spt Komisi Roldán. Ia pengamat bidang hak2 wanita, hak2 azasi manusia internasional dan hak2 hewan. Ia mengundang kontroversi di Spanyol krn dukungannya bagi Israel dan Zionisme.

Dibawah ini adalah ceramahnya dalam konferensi mengenai “Forum Global Melawan Anti Semitisme.'

ENAM LENGAN YAHUDI
oleh Pilar Rahola *

Pertemuan di Barcelona ini dihadiri 100 pengacara dan hakim. Mereka berkumpul utk mendengar opini saya tentang konflik Timur Tengah. Mereka tahu bahwa saya adalah seorang heterodoks (orang yg punya pikiran berbeda dng kebanyakan) dalam kapal karam “pemikiran tunggal” yang menggerogoti negeri saya. Mereka ingin mendengar saya, karena mereka bertanya2 kepada diri sendiri, 'jikalau Pilar seorang jurnalis serius, knp dia mau mengambil resiko kehilangan kredibilitasnya dengan membela kambing hitam yg dibenci secara luas ?' Jawaban saya kpd mereka – 'Kalian berlaku bak ahli dalam bidang politik internasional selagi kalian berbicara ttg Israel, TAPI kalian sesungguhnya tidak tahu apapun. Giliran kalian ditanyai ttg konflik di Rwanda, Kashmir, Chechnya---mengertikah kalian ? Sama sekali tidak tuhh !'

Mereka adalah hakim, jadi kuda pacu mereka bukanlah dibidang geopolitik. Namun demikian, terhadap Israel mereka begitu berani. Mengapa? Karena Israel terus dipantau secara teliti oleh media massa dan gambaran yg di-distorsi ini diterima dunia. Juga krn ungkapan kebencian terhdp Israel memang dianggap sbg trend politik, sebagai bagian dari solidaritas. Mengapa ? Krn Yahudi memang tidak akan pernah membalas dgn bom tatkala bangsanya dicerca. Oleh krn itulah bangsa2 beradab dimanapun tatkala membahas Israel malah siap utk percaya bahwa Yahudi memiliki enam lengan bak orang2 jaman baheula yg percaya hal2 aneh.

Pertanyaan pertama adalah, mengapa begitu banyak orang pintar begitu mulai bicara ttg Israel akan terdengar sbg idiot ? [...] Mengapa ?

Saya mencoba utk menjawab permasalahan ini selama bertahun2. Mengapa ?

Kenapa dari semua konflik yg ada didunia ini, cuma ini saja yg menarik perhatian mereka?

Kenapa sebuah negara kecil yang mencoba utk bertahan dianggap sbg negara kriminal ?

Kenapa informasi yg dimanipulasi dapat menang dengan mudah ?

Kenapa bangsa Israel ini, dianggap sbg bangsa penjajah dan pembunuh massal?

Kenapa tidak ada orang Palestina yang dipersalahkan ?

Kenapa Arafat dianggap pahlawan dan Sharon dianggap monster ?

Dan lalu akhirnya, mengapa Israel --satu2nya negara didunia yang terancam kepunahan-- sama sekali tidak dianggap sbg korban ?

Saya tidak percaya bahwa ada satu jawaban atas pertanyaan2 ini. Sulit menjelaskan sejarah hitam anti-semitisme, sulit pula menjelaskan alasan konyolnya gerakan2 anti-Israel abad ini. Keduanya meminum dari sumur intoleransi dan kebohongan. Kita kini juga menerima bahwa Anti-Israelisme adalah bentuk baru Anti Semitisme. Bahkan anti semitisme dari jaman Kristen abad pertengahan sampai sekarangpun masih terus marak. [...]

Sebagai contoh, orang Yahudi yg dijaman abad pertengahan dituduh membunuh dan meminum darah anak2 Kristen kini dihubung2kan dengan Yahudi Israel yg membunuh anak2 Palestina untuk mencuri tanah mereka. Selalu saja ada skenario anak2 tak berdosa dan Yahudi jahat. Sama juga dengan teori adanya bankir Yahudi yang ingin mendominasi dunia lewat bank2 Eropa yg dihubung2kan dgn teori bahwa Yahudi Wall Street ingin mendominasi dunia lewat Gedung Putih. Yahudi menguasai media, urusan finansial dunia dst dst ---teori2 yg semuanya telah membangkitkan kebencian terhadap Yahudi yg kemudian dilanjutkan dgn kebencian terhdp Israel. [...] Mengapa intoleransi terhdp BANGSA Yahudi kemudian menjalar kpd NEGARA Yahudi ?? Menurut saya, alasannya adalah sejarah dan geopolitisme; dekade2 kekuasaan Soviet yg penuh darah, perasaan anti Amerika di Eropa, ketergantungan energi dunia Barat dan meningkatnya fenomena Islamis.

Tapi juga kelemahan2 kita sbg masyarakat bebas yg terlalu mudah percaya pada etika relativisme {artinya : masy Barat dgn mudahnya mengorbankan etika aslinya krn harus menampung imigran yg menganut ajaran yg sama sekali berbeda.}

Pihak kiri sudah kehilangan moralitas mereka. Selama beberapa dekade, pihak kiri selalu sigap mengibarkan bendera kebebasan dimana ada ketidakadilan. Pihak kiri memimpikan tercapainya sebuah negeri Utopia. Walaupun tiranisme Stalin hampir menenggelamkan cita2 ini, pihak kiri tanpa lelah berjuang bagi tercapainya mimpi mereka. Bahkan mereka yg tidak pernah memilih pihak kiri, menganggap kaum intelektual kiri sbg kaum terhormat shg mereka dibiarkan memonopoli konsep solidaritas. Contohnya, mereka yang melawan Pinochet (diktator Chili yg anti komunis) dianggap sbg 'pejuang kebebasan' sedangkan korban Castro (diktator Cuba yg komunis), malah dianggap sbg 'kaum fasis.' Sebgm kita tahu, Castro secara luas dianggap sbg pahlawan, sementara Pinochet dianggap sbg diktator.

Distorsi sejarah inilah yg direproduksi lagi sekarang ini dengan ketelitian matematis. Sbg contoh, pemimpin2 Hizbullah dianggap sebagai pejuang2 kebebasan, sementara seorang pasifis spt seperti penyanyi Israel, Noa, dihina dijalan2 Barcelona. Sampai sekarangpun kaum kiri mempromosikan ideologi2 totaliter, jatuh cinta pada para diktator dan dgn sikap mereka yg terus menyerang Israel, mereka membiarkan hancurnya hak2 fundamental. Mereka membenci para rabbi tapi jatuh cinta pada para imam; berteriak2 menghina tentara Israel tapi bertepuk tangan bagi teroris Hamas, menangisi korban di Palestina, tapi mengejek orang2 Israel yg menjadi korban.

Mereka tidak pernah menolak budaya kebencian yg siap2 membunuh (orang tidak bersalah--red). Setahun lalu, dalam konferensi AIPAC di Washington saya menanyakan beberapa pertanyaan sbb:

Mengapa kita tidak melihat demonstrasi di Eropa melawan kediktatoran Islam ?

Mengapa disana tidak ada demonstrasi melawan perbudakan terhdp jutaan wanita muslim?

Mengapa disana tidak ada deklarasi melawan anak2 pembawa bom dalam konflik dimana Islam terlibat?

Mengapa yang tertinggal hanyalah obsesi untuk memerangi dua negara demokrasi yg paling solid diplanet ini, yang paling menderita akibat serangan teroris berdarah, yi AS dan Israel ?


Karena pihak kiri telah kehabisan ide, mereka cuma punya slogan. Mereka bukan lagi pembela hak azasi melainkan penuh berprasangka. Dan prasangka terburuk dari semuanya ini adalah terhdp Israel. Karena itu saya secara resmi menuduh mereka yg bertanggung jawab atas kebencian anti semitisme baru ini, yaitu Anti Zionisme, sbg mereka yang seharusnya membela kebebasan, solidaritas dan kemajuan. TAPI mereka malah membela tiranisme, melupakan para korban dan berdiam diri saat berhadapan dgn ideologi padang pasir abad 7 yg bertujuan menghancurkan dunia bebas. Pengkhianatan kaum kiri ini adalah pengkhianatan otentik terhadap modernitas.
---------------------------

Re: Jews of Six Arms****

PostPosted: Sat Feb 06, 2010 5:34 pm
by robint
OKE kelar juga..bacaan bagus, ini lanjutannya:

Kekalahan Jurnalisme. Kita memiliki lebih banyak informasi dibandingkan dengan sebelumnya, tapi kita tidak punya dunia dng informasi yg lebih baik dr sebelumnya.Dan cukup kontras bahwa jalan tol informasi yang menghubungkan kita dimana saja diplanet ini,tidak menghubungkan kita dengan kebenaran.Jurnalis hari ini tidak membutuhkan map,sebab mereka punya google earth,mereka tidal perlu buku sejarah, krn mereka punya Wikipedia.Jurnalis sejarah,yg mengetahui akar dari konflict,masih ada,tapi mereka adalah spesies langka, dilahap oleh “fast food” jurnalis yg menawarkah berita ‘hamburger’,utk pembaca yg menginginkan info cepat saji.

Israel adalah tempat yg paling diperhatikan dunia,namun demikian, tempat yg paling tidak dimengertinya.Tentu saja,seseorang tetep harus memikirkan tekanan2 lobi petrodollar,yang mempengaruhi jurnalis, secara halus tapi dalam. Mass media tahu bahwa jika mereka bicara melawan Israel,maka tidak ada masalah .Tapi apa yg terjadi jika mereka mengkritik negara islam?tanpa ragu, itu akan menyulitkan keberadaan mereka.Tentulah bagian dr press yg menulis melawan israel,akan melihat mereka dalam cerminan kalimat ironis Mark Twain:”Dapatkan faktanya dahulu,baru kamu dapat menyelewengkannya sesukamu.”

Kekalahan dari berpikir kritis. Utk semuanya ini, seseorang mesti menambahkan relativitas etis yg mendefinisikan waktu ini:hal yg tidak berdasarkan penyangkalan terhadap nilai2 peradaban,tapi cenderung pada pendangkalan nilai yg paling ekstrem.Apa itu modernitas?

Saya menjelaskan hal ini dengan sedikit cerita:Jika saya tersesat dalam pulau yg tidak ada dipeta, dan ingin menemukan masyarakat demokratis.Saya hanya perlu tiga dokument tertulis:10 perintah ( yg membangun kode etik pertama dunia modern “jangan membunuh” dalam masyarakat modern), kode hukum Romawi dan Undang2 Universal Hak asasi.dan dengan 3 teks ini kita akan mulai lagi dr awal.Prinsip2 ini direlatifkan sehari hari,bahkan oleh mereka yg mengklaim membelanya.
“Jangan membunuh” akan bergantung pada siapa targetnya,yg membuat kita terpikir,seperti para demonstran di Eropa,berteriak mendukung Hamas.

“horee utk kebebasan bicara!”…., atau tidak.Sbg contoh,beberapa organisasi Spanyol berhaluan kiri berusaha utk membawa saya kepengadilan,menuduh saya menjadi penyangkal,seperti Nazi,karena saya menyangkal “holocaust Palestina”.Mereka mencoba menghalangi saya utk menulis artikel dan memenjarakan saya.Dan seterusnya… Kritik sosial massal telah kehilangan beratnya dan pada saat yg sama ideologi dogmatis sedang bertambah berat badannya.Dalam dua pembalikan ini,nilai nilai kuat dari modernitas telah diganti oleh “pemikiran yg lemah”, yg rapuh terhadap manipulasi dan manikaisme (maksudnya adalah golongan yg memandang hitam dan putih:red).

Kekalahan PBB. Terdengar seperti kekalahan dari sebuah organisasi internasional yang seharusnya membela hak asasi. Tapi malah mereka telah menjadi boneka tali ditangan para tiran.PBB Cuma berguna utk fasis-islam seperti Ahmadinejad, atau demagog (orang yg berkuasa dng menarik emosi dan prasangka buruk para pengikutnya) spt Hugo Chavez yang menawarkan mereka toa kepenjuru planet dimana mereka bisa menumpahkan kebencian mereka.dan tentu saja,secara sistematis menyerang Israel.PBB, terlalu eksis utk melawan Israel.

Akhirnya adalah kekalahan Islam.Islam berbudaya dan toleran, menderita hari ini karena serangan jahat dari virus totalitarian yg mencoba menghentikan pembangunan etisnya.Virus ini mengatasnamakan Tuhan utk menembus horor yg paling mengerikan:perajaman wanita, perbudakan mereka,penggunaan pemudanya sbg bom-manusia.Dan jangan lupakan:mereka membunuh kita lewat cell phone terhubung kejaman pertengahan.Jika Stalin menghancurkan haluan kiri,Nazi menghancurkan Eropa,Islam fundamentalis menghancurkan islam. Dan Islam juga memiliki DNA anti-semit.Malah mungkin,Islam anti semit adalah fenomena intoleransi paling serius dimasa kini,bahkan telah mengkontaminasi lebih dari 1,4 milyar orang, yang dididik, secara massal dalam kebencian terhadap bangsa Yahudi.

Dijalan simpang dari kekalahan2 ini adalah, Israel.Yatim piatu dan terlupakan oleh kaum kiri yg berakal,yatim piatu dan terlupakan oleh jurnalis serius,yatim piatu dan ditolak oleh PBB yg sopan,ditolak oleh Islam yg toleran,Israel menderita dari paradigma abad 21:kurangnya komitmen utuh akan nilai2 kebebasan.Tak ada yg aneh.Budaya Yahudi mewakili, yg tidak diwakili oleh yg lain,metafora dr konsep peradaban yang menderita akibat serangan dr semua sisi.Bangsa Yahudi adalah termometer dari kesehatan dunia ini.ketika dunia ini sedang demam totalitarian,mereka menderita.Dalam masa abad pertengahan spanyol,dalam penganiayaan orang2 kristen, pembunuhan masal di Rusia,dalam fasisme Eropa,dalam fundamentalisme Islam.Selalu, musuh utama dr totalitarian adalah Bangsa Yahudi.Dan,dalam,waktu waktu ketergantungan energi dan ketidakpastian sosial,Israel mewujudkan dagingnya sendiri,keyahudian yang abadi.

Bangsa yg malang diantara para bangsa,orang orang paling malang diantara semua orang. Itulah mengapa, anti semit abad 21 telah memakai baju penyamaran yg paling efisien yaitu anti israel, atau sinonimnya anti zionisme.Apakah semua kritikan thd Israel adalah anti semit?Tidak. Tapi anti semit hari ini telah berubah menjadi prasangka dan peng-iblis-an Negara Yahudi. Baju baru dari kebencian lama.

Benyamin Franklin berkata: Dimana ada kebebasan,disanalah negeri ku. Dan Albert Enstein menambahkan,”Dunia adalah tempat yg berbahaya.Bukan karena orang2 jahat,tapi karena orang2 yang berdiam diri pada kejahatan. Ini adalah komitmen ganda,disini dan sekarang,janganlah pernah tinggal diam dihadapan si Jahat yg sedang
beraksi dan bela-lah negara negara utk kebebasan

Re: Jews of Six Arms****

PostPosted: Sun Feb 07, 2010 1:40 pm
by Adadeh
Thanks a lot, robint.

Re: Jews of Six Arms****

PostPosted: Sun Feb 07, 2010 3:58 pm
by robint
your welcome bro.