.

Beda Pelayanan Kesehatan ISRAEL & Palestina

Analisa hubungan Islam dan Yahudi sejak jaman Muhammad dan Islam sampai saat ini.

Beda Pelayanan Kesehatan ISRAEL & Palestina

Postby sinar » Thu Oct 09, 2008 2:30 am

http://www.jcpa.org/JCPA/Templates/Show ... z_Crossing

Pemberian Ijin Perawatan Medis oleh Israel ditengah2 Serangan Teror di Persimpangan Erez
oleh Dr. Elihu D.Richter
No. 567 1 Oktober 2008

Untuk beberapa tahun, laporan kepada Komisi PBB bagi Hak Azasi Manusia (sekarang Dewan HAM PBB, UN Human Rights Council)
mengkritik pemerintah Israel dan sistem perawatan kesehatan mereka karena menyangkal akses kepada orang2 Gaza untuk mendapat perawatan kesehatan di rumah2 sakit Israel, PA dan Yordan. TAPI data menunjukkan bahwa jumlah pasien yg menerima surat izin perawatan di Israel, Otoritas Palestina (OP) atau Yordania, malah meningkat dengan 45% dari 4.932 di th 2006 sampai 7.176 di th 2007, dan malah terus meningkat dalam 6 bulan pertama th 2008. Peningkatan ini terjadi walau adanya pengurangan pemberian surat ijin perawatan berkurang karena alasan keamanan.

Faktanya adalah : Israel semakin meningkatkan pemberian surat izin ini sejak diambil alihnya Gaza oleh Hamas dari Gaza, dan meskipun Hamas meningkatkan serangan2 roket dan terornya terhdp penduduk sipil Israel. Pada waktu yang sama, tercatat paling sedikit 20 peristiwa dimana orang2 Palestina menggunakan misi-misi medis ini sbg kedok untuk menyerang Israel.

Kadang pasien tidak dapat ditolong karena kurang tersedianya tempat tidur, karena transpor mahal, karena keterlambatan bantuan atau karena alasan keamanan. Satu2nya jalan keluar utk menangani keterlambatan bantuan adalah dgn membangun kapasitas medis di Gaza sehingga pasien tidak perlu digiring ke tempat lain, spt Israel.

Laporan kpd Komisi PBB utk Hak Azasi Manusia ini sejauh ini hanya mencatat pelanggaran HAM secara tidak seimbang, yi terhdp satu kelompok saja, yi orang Palestina, dan tidak peduli pada pelanggaran HAM terhdp warga Israel.

Latar belakang

Setelah Perang Enam Hari 1967, orang2 Gaza mengalir masuk ke Israel
untuk perawatan maupun pendidikan medis di rumah sakit Israel,
termasuk RS Hadassah di Yerusalem, Ashkelon, Tel Hashomer, Beersheva, dll. Dengan Perjanjian Perdamaian Oslo th 1994, Otoritas Palestina mengurangi akses bagi training dan perawatan rakyatnya ke Israel karena keinginan utk menggunakan fasilitas kesehatannya sendiri. Hanya tahun2 terakhir ini, pasien2 Palestina kembali dikirim kpd RS2 Israel.

Namun demikian, anehnya, badan2 spt Physicians for Human Rights-Israel (PHR-I), Komisi PBB bagi HAM dan Organisasi Kesehatan Dunia TERUSSSSS saja mengkritik Israel dan sistem perawatan kesehatannya yg mereka tuduh 'menyangkal akses rumah sakit kpd orang2 Gaza' dgn cara menolak surat izin perawatan.

BETULKAH ?

Untuk menguji kesahihan kritik-kritik ini, kita menengok kembali trend yg terjadi Januari 2006 - Juni 2008 dan menghitung berapa surat izin yang dikeluarkan dan berapa pasien yg mati. Selama periode itu juga kami juga akan menghitung jumlah roket, proyektil, dan serangan-serangan teror yang diarahkan pada persimpangan Erez, tempat masuknya warga Gaza ke Israel.

Metoda-metoda

Data kami diambil dari WHO, PHR-I, Angkatan Pertahanan Israel (IDF), jawatan hubungan medis dengan Gaza (COGAT), dan Agen Intel Israel (ISA, dulu dikenal dgn Shabak).

Kita mempersiapkan dua garis waktu paralel. Yg satu mengecek jumlah
surat izin yang disetujui, dan yg lainnya menghitung jumlah roket Kassam dan serangan-serangan lain dari Gaza terhadap populasi
Israel, khususnya di Sderot dan Ashkelon.

Otoritas Palestinalah yg memutuskan apakah pasien-pasien Gaza boleh
menerima perawatan medis di rumah sakit Israel, di rumah sakit
Palestinian di Yerusalem Timur atau Tepi Barat, atau di Yordania. Keputusan mereka didasarkan pada ongkos perawatan di Israel, yg jauh lebih mahal dari tempat2 lain dan harus ditanggung OP.

Kami juga memeriksa dokumen2 PHR-I dan ISA ttg pasien-pasien yg ditolak mendapatkan perawatan medis di Israel, jumlah kematian, dan berapa teroris menyamar sebagai pasien.

Trend Perijinan Perawatan

Spt kami sebutkan dlm awal artikel ini, data menunjukkan bahwa jumlah pasien yg menerima surat izin perawatan di Israel, PA atau Yordan, malah meningkat dengan 45% dari 4.932 di th 2006 sampai 7.176 di th 2007, dan malah terus meningkat dalam 6 bulan pertama th 2008. Peningkatan ini terjadi walau adanya pengurangan pemberian surat ijin perawatan berkurang karena alasan keamanan.

Dari tabel yg aslinya bisa anda lihat dlm link asli artikel ini anda bisa lihat bahwa :

Jumlah pasien yg memohon ijin pd thn 2006 : 5470
Jumlah pasien yg mendapatkan ijin : 4932
JADI, proporsi pasien yg mendapat ijin = 90.2%

Jumlah pasien yg memohon ijin pd thn 2007 : 8803
Jumlah pasien yg mendapatkan ijin : 7176
JADI, proporsi pasien yg mendapat ijin = 81.5%

Jumlah pasien yg memohon ijin pada thn 2008 : 13201
Jumlah pasien yg mendapatkan ijin : 8796
JADI, proporsi pasien yg mendapat ijin = 66%
User avatar
sinar
 
Posts: 874
Joined: Mon May 19, 2008 4:34 am
Location: Europe

Postby sinar » Thu Oct 09, 2008 2:37 am

Lanjut:

... Meski ada fluktuasi, angka2 itu menunjukkan rata2 pemberian ijin per bulan selama 3 tahun itu sebanyak 411, 598, dan 733.

Menurut Prof Rafael Walden, Kepala Perawatan Vascular di RS Tel Hashomer & konsultan senior PHR-I, peningkatan permintaan ijin perawatan ini diakibatkan oleh gangguan dlm sistim infrastruktur &
perawatan medik di Gaza. Dokter2 dari PHR-I yang mengunjungi Gaza akhir2 ini melaporkan kekurangan akut dlm peralatan mendasar, barang2 pengganti, obat2an atau peralatan rusak total yang diakibatkan amburadulnya sistim keamanan dan politik Gaza. Dgn meningkatnya serangan teror setelah berkuasanya Hamas, alasan utama bagi peningkatan penolakan ijin perawatan adalah : KEAMANAN.

Hampir semua ijin bagi perawatan medis adalah utk kondisi medis diluar luka-luka traumatis, kecuali Juni 2008 ketika pecah perang antara Hamas dan Fatah, dan awal Agustus ketika semakin banyak orang Gaza ngibrit ke Israel.

Image


Trend Serangan Teror dan Roket terhdp Warga Israel

Dari tabel diatas anda bahkan bisa melihat bahwa pemberian ijin perawatan tetap meningkat meskipun Hamas mulai berkuasa, adanya Perang Lebanon II, terjadinya penculikan prajurit IDF Gilad Shalit, dan adanya peningkatan penembakan roket dari Gaza. Dan pada minggu2 menjelang perjanjian gencatan senjata Juni 2008, meningkatnya serangan di persimpangan2 perbatasan merupakan faktor berkurangnya ijin perawatan.

Setelah Israel cabut dari Gaza, musim panas 2005, Hamas cs tetap menembaki lebih dari 6.000 roket dan mortir ke Israel. Jumlah roket itu bertambah sejak November 2007, menargetkan kawasan Sderot dan kawasan2 sipil lainnya. Bahkan teroris2 Palestina menembakkan 200 mortir dan Kassam ke persimpangan Erez (yg nota bene dipenuhi orang2 Palestina yg ingin menyeberang ke Israel!), menghasilkan kerusakan dan luka-luka substansial.

Selama periode ini ada sekitar 30 usaha teroris yg berhasil digagalkan,
termasuk sedikitnya 20 kasus penyamaran teroris2 Palestina sbg pasien yg butuh perawatan. Juni 2006, seorang calon suicide bomber wanita ditangkap di Erez yg merencanakan utk membom sebuah RS Israel [yg penuh dgn pasien PALESTINA !] :shock: Mei 2007, dua suicide bomber
wanita juga menyamar sbg pasien tetapi diciduk. Mei 2008, sebuah truk
yang berisi 45 ton bahan peledak meletus tepat sebelum mencapai persimpangan.

ISA menerbitkan melaporkan 11 individu, termasuk pelaku2 teroris diatas, yang menyamar sbg pasien atau keluarga pasien. Di Erez, setelah diinterogasi tiga pasien mengakui telah menyuap dokter2 di Gaza agar mengeluarkan surat permohonan perawatan di Israel. Menurut ISA, organisasi-organisasi teror sedang merekrut wanita2, termasuk wanita2 HAMIL, yang lebih mudah menyembunyikan bom dlm busana mereka.

Cukup ah ... gempor !
User avatar
sinar
 
Posts: 874
Joined: Mon May 19, 2008 4:34 am
Location: Europe


Return to Resource Center: Islam dan YAHUDI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users