.

ISRAEL, satu2nya harapan dunia Muslim

Analisa hubungan Islam dan Yahudi sejak jaman Muhammad dan Islam sampai saat ini.

ISRAEL, satu2nya harapan dunia Muslim

Postby ali5196 » Tue Nov 20, 2007 6:11 pm

http://www.atimes.com/atimes/Middle_East/IK20Ak01.html
Israel, satu2nya harapan dunia Muslim
Nov 20, 2007
By Spengler

Negara Israel merupakan kesempatan terbaik dan terakhir bagi dunia Muslim utk loncat dari abad ke 7 ke dunia modern. Mengapa ? karena Israel merupakan PENGHINAAN bagi Muslim. Dan utk bisa survive di dunia modern, kita harus belajar menerima PENGHINAAN.

Sepanjang sejarahnya, Islam tidak mengandung syarat2 yg menciptakan sebuah demokrasi dlm arti Barat : pemilu bebas, hak sederajad bagi setiap warga masyarakat terlepas dari Suku, Agama, Ras & Aurat. Ini bukan hasil masyarakat Islam. Ini adalah hasil dari masyarakat Yudeo-Kristen, yg tidak mengenal perbedaan antara lelaki-perempuan, kafir-non kafir, kaya-miskin.

Kalaupun pernah ada 'pemilu bebas' di sebuah negara Muslim, hasilnya justru selalu adalah dikembalikannya kekuasaan kpd seorang politikus tiran yg tidak pernah mempedulikan hak2 minoritas Kristen-Yahudi dll yg selalu dianggap sbg warga negara kelas dua.

Sementara, rumus paling utama bagi sebuah demokrasi 'Barat' adalah bahwa hak warga yg paling lemah dan paling dibenci adalah hak keramat. Ini berasal dari ajaran Yudeo-Kristen yg menekankan 'kasih.' Pencipta alam semesta yg maha kuasa, dlm benak Yudeo-Kristen, memiliki cinta khusus bagi mereka yg lemah. Dimata Islam, ini sebuah ajaran yg ABSURD. Islam tidak memiliki konsep 'kasih' (bagi non-Muslim); konsep ini harus diIMPOR dulu dari negara2 non-Muslim.

[Contoh: jauh sebelum William Wilberforce di abad 18, para nabi Yudea dan bahkan terus sampai abad 4M, Santo Agustin sudah menantang perbudakan (budak = orang yg paling lemah dlm masyarakat) ! Sementara perbudakan merupakan bagian integral dlm Islam dan baru diabad 21 dgn enggan negara2 Timur Tengah mengakui adanya perlakuan tidak wajar terhdp TKW di negara2 mereka.]

Demokrasi ternyata memang eksklusif ditemukan di provinsi2 Kristen
(dan Israel). Begitupan provinsi2 yg dikuasai oleh mayoritas pengikut agama Budha. Bahkan India, dgn sistim kastanya, thanks to the Brits, kini merupakan negara demokrasi terbesar didunia. Jepang, setelah menerima penghinaan dlm bentuk kekalahan dlm Perang Dunia II malah beranjak menjadi negara modern yg sukses, satu2nya negara maju di Asia selain Singapura dan Korea Selatan.

Fenomena ini tidak ditemukan dlm negara Islam. Islam menekankan sukses, bukan kasih.

Dlm Quran, tidak ada suruhan "berikan pipi kanan" kalau kau ditabok dipipi kiri. Tidak ada refleksi ttg bgm belajar dari kekalahan spt dlm Kitab Zabur (Book of Lamentations) yg menggambarkan nasehat Nabi Yeremiah setelah jatuhnya Yerusalem. Hal2 spt ini tidak terbayangkan dlm Islam. Yeremiah mengatakan kpd Israel yg baru dikalahkan, "Memang baik utk menunggu dgn tenang akan datangnya Keselamatan. Memang baik bagi seseorang utk menahan beban saat ia masih muda ... Serahkan pipimu kpd barangsiapa yg akan memukulmu dan biarkan dirimu diliputi rasa hina."

Kata "kasih" dan "rendah diri "(khusyu' ?) jarang tampil dlm Quran. Kalaupun ada, ayat2nya (Q7:206 & 17:109) tidak mengacu kpd Muslim namun kpd Yahudi atau bangsa2 lain yg kalah, spt dlm : "Dan [anak2 Israel] mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`", atau "Kami mengirim [para nabi] kpd bangsa2 lalu kami serang mereka dgn kekalahan dan derita shg mereka menjadi khusyu'."

Memang ada beberapa acuan utk merendahkan diri (tunduk) kpd Allah, tapi tidak ada satupun yg mengatakan bahwa ada baiknya kalau Muslim sekali2 tunduk atau merendahkan diri pada mahluk bernama kafir. Tidak ada tuh spt yg namanya pujian Hannah bagi YHWH, (I Samuel 2:28), "Kau menyelamatkan mereka yg rendah diri, namun mataMu menghina mereka yg sombong," tampil sekalipun dlm kitab Muslim. Muslim tidak pernah digambarkan sbg 'mereka yg sombong' !

...

Bukan kebetulan, bapak2 pendiri Republik Amerika Serikat bersikeras bahwa negara mereka tidak pernah akan berfungsi tanpa kehadiran agama Kristen.

Sementara para pengritik negara YahudiPUN memujanya sbg contoh sebuah demokrasi tulen di Timur Tengah. Dunia Muslim tentu tidak membanggakan fakta ini. Bagi mereka, Israel adalah biang penghinaan Darul Islam.

Karena sukses adalah pusat janji Allah kpd pengikutnya--dan pemulihan sebuah negara Yahudi di kawasan yg memang milik mereka sejak 4000 thn lalu--dimata Muslim ini justru membenarkan kitab Yahudi dan membuat Quran nampak MEMBLE, NDABLEG !. Israel, oleh karena itu merupakan sebuah tantangan bagi seluruh dunia Muslim. Muslim tidak akan pernah menerima kehadiran permanen Israel, kecuali kalau dipaksa. Namun ini justru berita baik ! Dgn dihinanya dunia Muslim secara begitu mendalam, ini merupakan langkah pertama dunia Muslim utk menerima konsep 'rendah diri'. Dan ini merupakan awal penerimaan konsep demokrasi bagi dunia Muslim.

Mungkin dunia Muslim akan menanggapi penghinaan ini spt Jepang.
Oleh karena itu, upaya Washington utk menyebarkan demokrasi 'Islami' di Timur Tengah adalah upaya yg paling TOLOL. Ini justru hanya mengakibatkan perang saudara di Iraq, Pakistan, Afghanistan, Turki, Lebanon dan Tepi Barat. Dan kalau ini terjadi, ingatlah tragedi pembunuhan masal di Ruanda dan kalikan dgn 1000. (Atau mungkin ini satu2nya cara melenyapkan Islam : dng bunuh diri para pengikutnya !) :wink:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Nov 22, 2007 2:06 am

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to Resource Center: Islam dan YAHUDI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users