.

A SINA:Muslim vs Bani NADR (Uhud 625M & Khaibar 628M)

Analisa hubungan Islam dan Yahudi sejak jaman Muhammad dan Islam sampai saat ini.

A SINA:Muslim vs Bani NADR (Uhud 625M & Khaibar 628M)

Postby ali5196 » Tue Jul 25, 2006 8:23 pm

lanjutan dari : Invasi Banu Qainuqa & Perang Badr (624M)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... =3546#3546


http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/b_nadir.htm
INVASI terhdp BANI AN-NADIR:

Setelah Bani Qainuqa, berikut adalah giliran Bani Nadir. Mereka juga termasuk salah satu suku Yahudi di Medinah. Ka'b Ibn Ashraf, kepala Bani Nadir mengkhawatirkan keselamatan sukunya setelah melihat apa yg terjadi dgn Banu Qaynuqa dan bgm sang Nabi memberangus mereka semua tanpa ampun. Ia sadar bahwa Muhamad adalah orang biadab tanpa moral ataupun prinsip dan tidak ada satu halpun yg dpt menghentikan upayanya mengeradikasi Yahudi. Oleh karena itu Ka’b Ibn Ahraf merasa perlu utk berkomunikasi dgn orang2 Mekah utk mencari perlindungan, kalau2 Muslim suatu saat menginvasi bangsanya.

Ka'b bin Ashraf, menurut Maududi : "Orang kaya yg terkenal karena ketampanannya dan kemahirannya berpuisi itu kemudian pergi ke Mekah, dan menyebarkan semangat balas dendam atas matinya kepala2 suku Quraish di Badr dgn menulis dan membacakan syair2 provokatif. Lalu ia kembali ke Medinah dan menyusun lirik2 yg bersifat menghina ttg wanita2 Muslim. Pada akhirnya, Nabi Suci (SAW) mengirimkan Muhammad bin Maslamah Ansari pada Rabi al-Awwal, A. H. 3, utk melaksanakan PERINTAH PEMBUNUHANNYA.” (Ibn Sad, Ibn Hisham, Tabari).

Apa tindak kejahatan bin Ashraf ? Menulis sajak ? Inikah yg mengakibatkan Muhamad menjatuhkan fatwa pembunuhannya ?? Inikah alasan seorang nabi yg disebut adil/pemaaf/lemah lembut/rahmatan lil alamin, utk membunuh pihak yg tidak disukainya ?! Muslim bersikeras bahwa Muhamad melakukan ini, walaupun dgn cara licik, demi menyelamatkan nyawa pengikutnya. Ini lagi2 bukti bgm Islam merusak cara berpikir pengikutnya.

Bahkan Muslim dgn tenang tidak menganggap aneh perintah pembunuhan Muhamad terhdp Abu Afak, lelaki jompo berusia 120 tahun dan Asma bint Marwan, wanita penyair beranak lima, yg keduanya menulis lirik2 yg dianggap menghina terhdp ‘nabi suci’ itu.

Kalau begitu, apa beda Muhamad dgn Saddam Hussein, Bin Laden atau tiran2 lainnya ? Bukankah ini sama saja dgn asasinasi para wartawan, penulis dan kaum intelektual oleh Republik Islam Iran dan rejim2 bengis lainnya ?

Cerita pembunuhan Ka'b Bin Ashraf dlm hadis:

BUKHARI, VOLUME 5, #369
Diriwayahkan Jabir Abdullah:

Rasulullah mengatakan "SIAPA BERSEDIA MEMBUNUH Ka`b bin al-Ashraf yg melukai Allah dan RasulNya ?" Maslama berdiri dan mengatakan, "Ya Rasul ! Maukah anda agar saya membunuhnya ?" Nabi mengatakan, "YA". Maslama mengatakan, "Maka ijinkan saya utk mengatakan satu hal (palsu) (yi utk menipu Ka`b). Nabi mengatakan, "Kau boleh mengatakannya."

Maslama pergi ke Ka`b dan mengatakan, "Orang itu (Muhammad) menuntut Sedekah dari kami dan ini sangat memberatkan kami. Dan oleh karena itu saya datang utk meminjam sesuatu darimu." Ka`b menjawab, "Memang kau akan cepat lelah karena Muhamad !" Maslama mengatakan, "Tetapi karena kami sudah mengikutinya, kami tidak mau meninggalkannya, sebelum kami tahu bgm nasibnya akan berakhir. Sekarang, pinjamkan kami onta yg dibebani penuh dgn makanan." …

Maslama dan temannya menjanjikan Ka`b bahwa ia akan kembali. Malam itu juga, ia datang ke Ka`b, BERSAMA DGN KAKAK ANGKAT Ka`b (!), Abu Na'ila. Ka`b mengundang mereka utk memasuki bentengnya dan ia bergegas berangkat menemui mereka. Isterinya bertanya padanya, "Kemana kau pergi saat malam ini ?" Ka`b menjawab, “Maslama dan kakak angkat saya, Abu Na'ila, telah datang." Isterinya mengatakan, "Saya mendengar suara seakan darah tumpah darinya." Ka`b mengatakan, "Mereka tidak lain dari saudara saya, Maslama, dan kakak angkat saya, Abu Na'ila. Seorang lelaki murah hati harus menanggapi panggilan, bahkan di malam hari, bahkan kalau ini undangan utk dibunuh."

Maslama masuk dan mengatakan kpd rekannya, "Kalau Ka`b datang, saya akan mencium wangi rambutnya, dan begitu kau melihat bahwa saya memegang kepalanya,
BUNUH IA. Saya akan mengijinkan kau mencium wangi kepalanya."

Dan itu pula yg terjadi !!

Hadis ini melanjutkan : "Dan mereka membunuhnya dan menghadap nabi dan memberitahuinya."

VERSI TABARI & IBN ISHAQ:

Tabari VII:94 "Ashraf tidak menyangka apa2 ketika Maslama berseru, ‘BUNUHLAH MUSUH ALLAH !' Dan mereka membunuhnya dan pedang2 mereka saling bentrok. Maslama mengatakan, ‘Saya ingat keris saya dan saya mengambilnya. Saya menancapkannya kebagian bawah tubuhnya. Saya menekan pisau saya itu dgn kuat sampai mencapai alat kelaminnya. Musuh Allah jatuh ke tanah.'"

Ishaq:368 "Kami membawa KEPALANYA kepada Muhamadmalam itu, menyalami nabi saat ia solat berdiri dan melemparkan kepala Ashraf di kaki nabi. Nabi MEMUJI ALLAH bahwa penyair itu telah dibunuh dan memuji kami atas PEKERJAAN BAIK yg kami lakukan demi Allah. Serangan kami terhdp musuh Allah mencampakkan teror diantara Yahudi dan kini tidak ada Yahudi di Medinah yg tidak mengkhawatirkan nyawa mereka.'"[/quote]

Image

KESIMPULAN : PEMBUNUHAN DAN TEROR = "PEKERJAAN BAGUS" dlm Islam

Ishaq:368 "Tubuh Ashraf dibiarkan terlentang. Setelah kejatuhannya, semua Yahudi kehilangan semangat. Dgn pedang ditangan, kami membunuhnya. Atas perintah Muhammad, pada malam hari kami diam2 menyusup ke rumahnya. Saudara membunuh saudara. Kami mengantarnay kpd kematiannya dgn tipuan. Kami membuat ia merasakan kematian dgn pedang mematikan kami. Kami mencari kemenangan bagi agama Nabi."

Tabari VII:97 "Pagi setelah pembunuhan Ashraf, nabi mendeklarasikan, ‘BUNUH SETIAP YAHUDI yg jatuh dibawah kekuasaanmu.'"

Cerita ini semakin seru. Maududi melanjutkan riwayahnya :

“Setelah tindakan hukuman ini (yi pengusiran B. Qainuqa dan pembunuhan Ka'b bin Ashraf), Yahudi sangat ketakutan shg tidak lagi berani melakukan apa2. Tetapi kemudian pada Shawwal, 3 AH, suku Quraish ingin membalas dendam atas kekalahan mereka di Badr, berbaris menuju Medinah dgn persiapan besar, dan Yahudi melihat bahwa hanya 1000 tentara berbaris dgn nabi (SAW), dibanding dgn 3000 tentara Quraish, bahkan setelah mereka ditinggalkan oleh ke 300 orang munafik yg kembali ke Madinah. Mereka melakukan pelanggaran pertama dan terbuka terhdp Perjanjian dgn menolak bergabung dgn Nabi dlm mempertahankan kota itu.”

BETAPA ANEHnya bahwa Muslim menuntut kerjasama Bani Nadir setelah membunuh pemimpin mereka dan menghancur-leburkan saudara mereka, Bani Qaynuqa. Maududi membanggakan bgm Yahudi2 ini ketakutan tetapi tetap mencap mereka telah melakukan fitnah karena tidak bersedia mendukung pihak pembunuh kepala suku dan saudara2 mereka ? Bukankah pembunuhan Ka’b ibn Ashraf dan pengusiran Bani Qaynuqa juga merupakan pelanggaran Perjanjian ? Atau mungkin Muhamad merasa bahwa Perjanjian itu hanya bersifat sepihak yg hanya mewajibkan Yahudi sementara Muslim bebas melakukan apa saja ??

Maududi melanjutkan :
“Ketika dlm Pertempuran Uhud, Muslim mengalami kekalahan, mereka (B Nadir) semakin bersemangat. Sampai mereka menyusun rencana rahasia utk membunuh Nabi (SAW) tetapi rencana itu gagal sebelum bisa dilaksanakan.

Lihat artikel no 3 ttg Mengapa Muslim kalah di UHUD !

Detilnya begini :
Setelah insiden Bi'r Maunah (Safar, A. H. 4) Amir bin Umayyah Damri secara tidak sengaja membunuh dua lelaki Bani Amir yg sebenarnya termasuk sekutu2 Muslim. Amir menyangka mereka musuh. Karena kesalahan ini, Muslim wajib membayar uang darah (DIYA). Karena Bani an-Nadir juga bersekutu dgn Bani Amir, Nabi (SAW) pergi menemui mereka, bersama dgn para Sahabat, utk meminta bantuan mereka melunasi uang darah tsb. Dari luar mereka setuju, tetapi secara rahasia mereka merencanakan bahwa seseorang dari mereka akan naik ke atap tempat duduknya Nabi dan menjatuhkan batu besar utk membunuhnya. Tetapi sebelum mereka dpt melangsungkannya, Allah memberitahu nabi dan nabi segera berangkat dan kembali ke Madinah.”

ABSURDITAS YG MENGGELIKAN !
-Jadi, pertama Muhammad melanggar perjanjian dgn membunuh Ka’b bin Ashraf.

-Ia kemudian melanggar SEMUA perjanjian dgn menjarah semua harta Banu Qaynuqa dan mengusir mereka dgn jalan kaki ke gurun pasir.

-Kini, algojo2 mereka dgn tidak sengaja membunuh orang lain.
Lalu mengapa Banu Nadir yg harus menanggung kesalahannya ???
Perjanjian tidak dibuat utk membebaskan tindakan criminal salah satu pihak. Perjanjian Muhamad dgn Yahudi adalah utk membela Medinah dari invasi musuh. Bukan utk melunasi tindak criminal Muhamad dan algojo2nya.

BETAPA TOLOLNYA pakar2 Muslim yg selama 1400 tahun membaca cerita ini dan tidak seorangpun memikirkan sejenak isinya ??

Bisakah anda bayangkan kalau scenario itu terjadi di abad 21 ini ? Adakah seorang Presiden yg membunuh lawan politiknya dan lalu meminta uang pada keluarga korbannya itu utk membebaskan Presiden itu dari lilitan hutang pribadinya, misalnya ? Serendah itukah Muhamad ?

Dlm cerita ini, ternyata Muhamad pergi ke Bani Nadir dan menyatakan tuntutannya. Yahudi2 yg sudah ketakutan ini semakin takut dan tidak memiliki pilihan lain selain setuju saja. TAPI BUKAN INI YG DIINGINKAN NABI ! Nabi berharap bahwa B Nadir akan menolak permintaannya dan NABI AKAN MENGGUNAKAN PENOLAKAN INI SBG ALASAN UTK MEMBERANGUSNKAN B NADR, spt ia memberanguskan Banu Qaynuqa. Bani Nadir memiliki tanah agrikutlur yg paling maju di Yathrib. Muhamad mengincar tanah agrarian dan ternak mereka. (Bukhari Volume 9, Book 92, Number 447 )

Muhamad sudah merasakan enaknya TIGA TA, dan tentu kecewa dgn setujunya B Nadir utk membantunya. Jadi apa yg harus dilakukannya ? AH ! Tidak sulit ! Bukannya masih ada ALLAH SWT ?? Muhamad kemudian mengatakan kpd gangnya bahwa tiba2 ia mendapat wahyu dan Allah, katanya, mewanti2nya bahwa B Nadir akan mencoba membunuhnya. Pengikutnya percaya. Wong, semua absurditas Muhamad mereka percaya, dari datangnya Jibril, sampai malam Isra Miraj naik kuda Buraq … apapun mereka percaya.

Al-Mubarakpouri menulis; "… Setelah mendengar ceritanya, mereka mengatakan akan mengambil bagian dlm membayar uang darah itu dan memintanya sahabat2nya agar duduk di rumah dan menunggu. Yahudi melakukan pertemuan singkat utk memulai rencana pembunuhan terhdp Nabi (SAW). Yang paling jahat diantara mereka, ‘Amr bin Jahsh, menaiki tembok dan menjatuhkan batu besar atas kepalanya. Salah seorang dari mereka, Salam bin Mashkam, memperingatkan mereka agar tidak melakukannya, karena Allâh akan membongkar rencana ini pada nabi dan tindakan macam itu merupakan pelanggaran atas perjanjian dgn Muslim. Ternyata, Jibril memang datang dan memperingatkan Nabi (SAW) … shg ia bergegas kembali ke Medinah. …"


Sekali lagi, perjanjian Bani Nadir dgn Muslim itu adalah utk berperang melawan Mekah jika mereka menyerang Medinah. BUKAN utk membayar uang darahnya Muhamad. Tetapi Muhamad menggunakan ‘wahyu’nya itu utk menyatakan perang terhdp B Nadr. Nabi yg percaya bahwa Allah adalah khairul maakerin, "penipu paling ulung", sendirinya adalah penipu licik.



Muhamadlah yg melanggar perjanjian. Ia juga melanggar prinsip2 moralitas dan batas2 kepantasan.

Lagipula, bukankah cerita diatas seharunya mengundang pertanyaan ??
Kalau memang Yahudi ingin membunuh Muhammad, apa sulitnya menangkap Muhamad dan sahabat2nya saat mereka berkunjung ? Mengapa harus susah2 menjatuhkan batu diatas kepalanya ? Mengapa Allah sanggup memperingatkan nabi tersayangnya tapi tidak bisa membuat ‘Amr bin Jahsh jatuh dari atap ?

Kalau Allah memang begitu marah dgn Yahudi2 ini, mengapa IA tidak membunuh mereka sekalian ? Bukankah ini lebih mudah bagi Muslim dan nabi tersayangNya ? Mengapa Allah yg Maha Pengasih itu membiarkan pengikutnya utk bertindak spt pembunuh picisan ? Hanya orang2 yg dibutakan oleh agama yg tidak sedikitpun merinding membaca cerita2 ini. Bagi orang2 normal lainnya, tidak sulit melihat bgm Muhamad merencanakan ini semua demi suksesnya operasi ethnic cleansing dan penjarahannya.

Maududi mengakhiri cerita ini dgn mengatakan;
“Kini tidak ada lagi alasan utk memberi mereka konsesi lebih lanjut. Nabi dgn segera mengirimkan ultimatum bahwa fitnah yg mereka rencanakan telah diketahuinya, dan oleh karena itu mereka (B Nadr) HARUS MENINGGALKAN MEDINAH DLM 10 HARI; KALAU MASIH ADA DARI MEREKA YG TERTINGGAL, MEREKA AKAN DIBUNUH.

Sementara itu, Abdullah bin Ubayy mengirimkan mereka (B Nadr) pesan bahwa ia akan membantu mereka dgn 2000 tentara dan bahwa Bani Quraizah dan Bani Ghatafan juga akan membantu mereka; oleh karena itu mereka harus bersikeras dan tidak beranjak dari situ. Karena jaminan palsu ini, B Nadir menanggapi ultimatum Nabi dgn mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan Madinah dan ia bisa melakukan apapun yg ia suka. Akhirnya, pada Rabi' al-Awwal 4AH, Nabi (SAW) mengepung mereka dan setelah beberapa hari pengepungan (ada yg mengatakan 6 hari, ada yg mengatakan 15) mereka meninggalkan Medinah dgn syarat mereka dapat membawa semua harta mereka yg dpt diangkut onta2 mereka, kecuali peralatan perang. Akhirnya, Medinah bebas dari suku Yahudi yg curang itu. Hanya dua dari Bani Nadir menjadi Muslim dan dibiarkan menetap. Yg lainnya pergi ke Syria dan Khaibar.”

Muhammad tidak membantai Bani Nadir spt ia membantai Banu Qurayza, suku Yahudi lainnya yg tinggal di Medinah, tapi itu tidak berarti bahwa ia tidak sempat memikirkannya, spt dibuktikan ayat Quran dan Sirat dibawah ini:

[59.3] Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Artinya : dengan pedang, 'dan didunia berikut akan ada hukuman neraka, juga.[Sirat, p. 438]

Baik B Quraiza maupun B Ghatfan tidak menolong B Nadir dan akhirnya, tamatlah riwayat mereka di Medinah. Huyai Ibd Akhtab, kepala suku B Nadir saat itu berangkat ke KHAIBAR. Ialah yg dibunuh beberapa tahun kemudian, ketika Nabi menginvasi B Quraiza dan puterinya, SAFIYAH (***)menjadi hasil rampasan Nabi ketika Khaibar jatuh di tangan Muslim.

Al-Mubarkpouri menulis,

"Rasulullah (SAW) menyita persenjataan, tanah, rumah dan kekayaan mereka. Diantara harta rampasan itu ada 50 baju besi, 50 helm, dan 340 pedang.

Ini menjadi hak Nabi secara eksklusif karena utk mendapatkannya tidak melibatkan pertempuran. Ia membagi2 jarahan itu kpd …. Dan Rasulullah (SAW) menghabiskan bagian jarahannya itu bagi keluarganya utk dapat hidup pada tahun itu dan sisanya dihabiskan utk membeli perlengkapan perang bagi tentara Muslim bagi perang2 dijalan Allâh kemudian. "


Hampir semua ayat dlm Sûrat Al-Hashr (Surah 59 - Perkumpulan) menggambarkan pembuangan Yahudi dan cara2 memalukan. Ayat2 ini menunjukkan perintah2 yg relevan ttg harta jarahan. Dlm Surat ini, Allâh yg Maha Kuasa memuji para Emigran dan para Pembantu. Surat ini juga menunjukkan sahnya menebang dan membakar pohon2 dan tanah2 milik musuh bagi tujuan militer. Tindakan ini TIDAK DAPAT DIANGGAP SBG KORUPSI SELAMA MEREKA BERADA DI JALAN ALLAH."

Nah, anda lihat sendiri, bahwa sejarawan Muslim sendiri tidak malu2 utk mengakui bahwa ; KEJAHATAN BUKAN LAGI KEJAHATAN JIKA DILAKUKAN DEMI ALLAH. Inilah contoh yg ditinggalkan Nabi bagi penerus2nya dan memang inilah cara para Muslim tulen berlaku sepanjang sejarah. Inilah inspirasi dibelakang fundamentalisme dan terorisme Islam. Kekerasan dlm nama Islam, bukan suatu kejanggalan. INILAH ISLAM SEBENARNYA; pembunuhan, penjarahan, pemerkosaan dan asasinasi … semuanya adalah praktek2 Islam. Tidak ada yg kelewat batas, kalau semuanya demi penyebaran agamanya Allah.



Saya kini meminta Muslim utk menunjukkan satu cerita sejarahpun dimana satu suku yg terdiri dari ribuan orang, secara keseluruhan di-eliminasi TOTAL hanya karena satu rencana pembunuhan yg gagal.

Para apologis Muslim berkali2 mengatakan bahwa moralitas jaman sekarang tidak boleh diberlakukan bagi moralitas 1400 tahun lalu. Mereka lupa bahwa Allah sendiri yg mengatakan bahwa Muhamad adalah CONTOH SEMPURNA bagi seluruh umat manusia utk SEGALA JAMAN.

A SINA
----------------------------------------------
Lanjutan : Muslim menginvasi Banu Quraiza (629M)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 9821#49821

2- AR-Raheeq Al-Makhtum by Saifur Rahman al-Mubarakpuri
http://islamweb.islam.gov.qa/english/si ... AGE-26.HTM

3- http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/maududi/mau59.html

4- http://islamweb.islam.gov.qa/english/si ... AGE-29.HTM
Last edited by ali5196 on Sat Dec 29, 2007 8:35 pm, edited 15 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Nov 15, 2007 1:33 am

PEMBANTAIAN KHAIBAR (627M)
'Kalian (Yahudi) harus tahu bahwa bumi ini milik Allah dan RasulNya dan Saya ingin mengusir kalian dari tanah ini.' (Hadith Sahih Muslim 4363)

http://tapuzisrael.tripod.com/tapuz.html

:evil: Nice ! Coba diganti kata2nya :
'Kalian (Muslim) harus tahu bahwa bumi ini milik Yahwe dan Rasul2Nya dan Saya ingin mengusir kalian dari tanah ini.' Suka nggak Muslim ?

DEMIKIAN RENUNGAN ...
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Nov 15, 2007 1:44 am

LATAR BELAKANG http://en.wikipedia.org/wiki/Banu_Nadir

Image

Banu Nadir

Di thn 625M, setelah kekalahan Muslim dlm Pertempuran UHUD di tangan tentara Mekah, Muhammad mengepung dan mengusir suku Yahudi, BANI NADIR dari Medinah. Ka'b Ibn Ashraf, kepala suku mereka, mati. B Nadir kemudian mengungsi ke Khaybar. Di Khaybar sudah ada suku2 Yahudi lainnya.

B Nadir tahu bahwa Muhammad akan menyerang mereka lagi dan juga Yahudi2 lainnya di Khaybar.

Th 627, kepala B Nadir, Huyayy ibn Akhtab, bersama dgn puteranya, bergabung dgn tentara Mekah dan Bedouin mengepung
Medinah dlm PERANG PARIT.

[Walau Banu Qurayza hanya menyediakan peralatan perang tsb (artinya : pedang2nya adalah made by B Qurayza, namun mereka menolak ikutan perang), Muslim tetap kalap dan menyerang Banu Qurayza. Setelah mereka kalah, semua lelaki Banu Qurayza dibunuh, sementara wanita2 dan istri2 mereka diperbudak.]

Huyayy ibn Akhtab dan puteranya gagal merekrut B Qurayza utk bergabung dlm pertempuran, dan keduanya juga tewas dlm perang tsb.

Setelah matinya Huyayy, Abu al-Rafi ibn Abi al-Huqayq mengambil alih pimpinan Banu Nadir di Khaybar. Al-Huqayq lalu mencari dukungan dari suku2 tetangga utk melawan Muhammad. Muslim mendengar ini dan dgn ridhoi Muhammad, membunuhnya dgn cara tipuan.

Al-Huqayq diganti oleh Usayr ibn Zarim. Ia akhirnya juga dibunuh oleh Muslim.

ALASAN SERANGAN terhdp B Nadir di Khaybar

Muslim serang Yahudi yg -menurut sumber Muslim- setelah mengadakan perjanjian (Hudabiya?) dgn Muslim kemudian melanggar perjanjian tsb dan melindungi diri dlm sebuah benteng.

Lihat lagi teks di artikel pertama ttg perjanjian tsb:
Sekali lagi, perjanjian Bani Nadir dgn Muslim itu adalah utk berperang melawan Mekah jika mereka menyerang Medinah. BUKAN utk membayar uang darahnya Muhamad. Tetapi Muhamad menggunakan ‘wahyu’nya itu utk menyatakan perang terhdp B Nadr.

… Muhamadlah yg melanggar perjanjian. ( BUKAN B Nadir.)


Ada yg berpendapat bahwa salah satu alasan Muhammad menyerang Khaybar adalah utk meningkatkan prestisenya diantara pengikutnya, sambil juga mengambil barang jarahan utk membiayai operasi2 invasi kemudian. Tapi William Montgomery Watt menganggap Banu Nadir di Khaybar sbg pihak yg melancarkan permusuhan dgn suku2 Arab tetangganya melawan Muhammad.

Yahudi di Khaybar akhirnya menyerah dgn syarat membayar jizyah kpd Muhammad dan menyerahkan segala tanah mereka kpd Muslim.

Persetujuan ini tidak mencakup suku B Nadir, shg Muslim2 memenggal kepala semua lelaki B Nadir, dan mengambil wanita2 dan anak2 mereka sbg budak dan hanya memberikan pengampunan pada Yahudi2 Khaybar lainnya. Mereka itu diijinkan menetap di Khaybar utk beberapa tahun lagi sampai mereka akhrinya diusir oleh Kalif Umar.

Pemberlakuan jizyah terhdp Yahudi2 yg dikalahkan ini kemudian menjadi preseden dlm Hukum Islam bagi semua non-Muslim yg hidup dlm kekuasaan Muslim di masa kemudian dan tanah2 non-muslim kemudian berpindah tangan kpd Muslim.
Last edited by ali5196 on Sat Dec 29, 2007 8:40 pm, edited 5 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Dec 29, 2007 7:04 pm

With thanks to Adadeh:

Unsur Seks dalam Perang Uhud
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=16664

Mengapa Muhammad Kalah di Perang Uhud?
Kisah ini ditulis di Surat Ali ‘Imran ayat 140-179

Dalam ayat2 di Surat Ali ‘Imran, Muhammad menjelaskan kekalahan di Uhud adalah ujian dari Allah (ayat 141) – ujian bagi Muslim mu’min dan munafik (ayat 166-167).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (ayat 142)? Bahkan jika Muhammad sendiri mati terbunuh, Muslim harus terus berperang (ayat 144), karena tiada seorang pun yang mati tanpa izin Allah (ayat 145). Lihatlah para nabi yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah (ayat 146). Para Muslim tidak boleh taat pada kafir (ayat 149), karena Allah Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (ayat 151).


Ayat2 di atas tidak menunjukkan sebab yang sebenarnya mengapa Muhammad dan Muslim kalah perang di Uhud. Penjelasan yang lebih lengkap bisa dibaca di Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276

Memang benar bahwa para Muslim hampir saja mampu menghabisi musuh2nya kaum pagan Quraish ketika kemudian perhatian mereka teralihkan:

Ketika tentara Muslim melihat para wanita Quraish mengangkat bajunya sehingga menampakkan gelang pergelangan kaki dan kaki2 mereka, mereka mulai berteriak-teriak, “Wanita jarahan! Hoi orang2, wanita jarahan tuh!”
(Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276)

Tanpa peduli akan perintah2 Muhammad, mereka meninggalkan tempat2 jaga mereka dan lalu mengejar wanita2 ini – karena itulah Allah mengijinkan kaum pagan membunuhi para Muslim yang meninggalkan kedudukannya sebagai suatu ujian (ayat 152-153). Tentara Muslim kalah karena salah mereka sendiri (ayat 165).

Dari keterangan Qur'an dan Bukhari ini sudah jelas dapat dilihat moral sebenarnya dari pengikut2 Muhammad. Mereka begitu mudah tergiur oleh wanita2 kafir, karena memang hadiah menang berperang lawan kafir adalah pesta seks besar2an, obral air mani dengan tawanan2 wanita kafir, perkosa kafir wanita yang suaminya baru saja mereka bunuh di hari itu. POKOKNYA TIADA KEKANG ATAU KONTROL NAFSU BERAHI TERHADAP KAFIR WANITA.

SEX adalah unsur kuat pendorong para Muslim pengikut Muhammad untuk mau melakukan apa yang diperintahnya. Muhammad pun tahu betul akan hal itu sehingga dia selalu menggunakan seks sebagai senjata untuk mengontrol anak buahnya. Lihat contohnya:

- Hadiah hubungan seks bebas tanpa ikatan kawin dengan para tawanan wanita jika Muslim menang perang dengan kafir
- Hadiah budak wanita kafir bagi Muslim jika menang perang dengan kafir; mau langsung dipake atau dijual di pasar budak langsung juga kagak apa2 alias halal
- Hadiah 72 perawan surgawi bagi Muslim yang mati dalam perang dengan kafir
- Janji2 ada pasar budak seks di surga, di mana Muslim bisa bersetubuh langsung dengan wanita2 yang diinginkannya
- Janji2 seks di surga dengan semburan sperma yang kuat, syahwat yang tegang abadi, tidak pernah loyo, bidadari perawan yang begitu disetubuhi akan jadi perawan lagi
- Halal punya istri sampai 4 biji; halal pula gonta-ganti istri sesuka nafsu berahi sendiri, yang penting jumlahnya tetap 4 (TIADA PERINTAH SETIA SEHIDUP SEMATI DENGAN SATU ISTRI DALAM ISLAM)
- Halal punya budak seks tak terhingga jumlahnya

Nah, sekarang kita perhatikan:

Pria2 seperti apakah yang mau dan percaya saja diberi janji2 seks murahan tanpa moral seperti ini?

Pria2 seperti apakah yang mau mendapatkan janji kepuasan seksual seperti ini dengan cara membunuhi sesama manusia demi tuhannya?

Nabi seperti apakah yang berani menjanjikan kepuasan seksual agar umatnya tunduk kepadanya dan mau melakukan perintah2 pembunuhannya?
Last edited by ali5196 on Sat Dec 29, 2007 8:13 pm, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to Resource Center: Islam dan YAHUDI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users