.

Yahudi & Medisin

Analisa hubungan Islam dan Yahudi sejak jaman Muhammad dan Islam sampai saat ini.

Yahudi & Medisin

Postby ali5196 » Thu Apr 26, 2007 1:26 am

http://www.hebrewhistory.info/factpaper ... dicine.htm
Jews and Medicine
© Samuel Kurinsky

Image

Orang Yahudi terkenal di bidang fiska dan sains. Dlm Injil (apocryphal Ecclesiastes (180 SM)), Joshua ben Sirach menyandang peran dokter pertama bagi kepentingan ilahi. "Hormatilah sang dokter," ia tulis, "sesuai dgn apa yg diberikannya kepadamu, karena Tuhan telah menciptakannya."

Injil memaparkan 3 resep bagi kesehatan istirahat, kebersihan dan prophylaxis (??). Di jaman itu, hari Sabat sekali seminggu dianggap aneh dan hanya terbatas pada orang Yahudi. Cecil Roth mengutip "sejarawan medis besarn, Karl Sudhoff: ‘Kalaupun Yudaisme tidak memberikan apapun kpd umat manusia selain hari Sabat, kami tetap harus mengakuinya (Yahudi) sbg salah satu penyumbang terbesar bagi humanitas.’"1

Kebersihan fisik dianggap sederajad dgn kebersihan spiritual. Permintaan raja Daud kpd Tuhan, "Basuhlah saya dari dosa2 saya (Kitab Zabur 51:4), adalah dasar pencucian fisik utk mencapai kemurnian. Yahudi tidak dapat masuk kuil/sinagog tanpa mandi kalau ia melakukan sesuatu yg membuatnya kotor. Sebelum pembacaan Taurat sehari2, mereka harus mandi.

Kebersihan baru sebagian dari praktek2 prophylactic Yudaisme. Konsep penularan penyakit juga dimuat dlm injil. Aturan2 higiene setelah menyentuh mayat, atau mereka yg terkena penyakit spt gonorrhea atau lepra, mewajibkan pencucian badan dgn sabun2 cuci (nitre or other caustic soaps).

Istilah injil 'tsaraat,' atau lepra, tidak hanya terbatas pada penyakit lepra, tetapi juga mencakup penyakit2 spt eczema dan psoriasis (alergi kulit).
Segregasi dan kuarantina dijadikan kewajiban sosial. Penderita Lepra di-isolasi secara sementara atau utk waktu lama, tergantung diagnose.

Karl Sudhoff mengatakan bahwa, "menarik bahwa ... ilmu medisin Yunani buta terhdp fakta penyakit menular." Cecil Roth menambahkan bahwa, "Ide menggunakan sabun cuci (prophylaxis) utk pertama kali digunakan Eropa hanya di abad 15, saat epidemi Black Death merajalela. Kantor2 umum Marseille dan Venice utk pertama kali mengorganisasikan sebuah sistim utk mengawasi penyaluran buang air besar bagi kapal2 yg masuk."

Karya ahli fisika Latin, Aulus Cornelius Celsus (50 M.), De Medicina, mengutip rumus2 ahli fisika Yahudi. Ini membuktikan eksistensi saintis2 Yahudi sebelum jaman kebesaran Yunani dan fakta bahwa rumus medis Yahudi digunakan oleh dokter2 Romawi.

Mishnah (Bekorot 4:4) menyebut seorang dokter ternama, Teudas, di Alexandria. Talmud menyebut ttg obat Yahudi bagi rabies, dan penyakit2 ginjal. Josephus menggambarkan disembuhkannya orang2 kesurupan spt Essene, Eleazar, di hadapan kaisar Vespasian (Antiquities, vii, 2:5).

Di abad 4, seorang Yahudi dari Alexandria bekerja dibidang physiognomy (??) dibawah Kaisar Konstantin. Setelah itu, muncul jaman trauma saat pengaruh Kristen mendominasi kebijakan kekaisaran Romawi. Patriark Rabbi Gamaliel, atau kepala Yahudi Palestina, yg juga seorang dokter "disebut sbg otoritas yg patut dihormati." R. Gamaliel adalah Nasi (kepala) terakhir; sinagog2 dibakar, sistim Patriarkat dihapus dan 4 tahun setelah kematiannya pd th 425M, Sanhedrin dari kedua Palestina harus menyerahkan semua uang yg dikumpulkan bagi sang nasi kpd kas Romawi.

Di Timur, universitas2 Yahudi subur di Sassania Babylonia. Terbukti dari kawasan tsb sekitar abad 7 bahwa Asar Judaeus mengumpulkan sebuah naskah medis yg mencatat semua pengetahuan medis saat itu. Karya itu selamat dan merupakan teks literatur medis pertama dlm bahasa Ibrani.

Asaf Judaeus adalah yg pretama yg mengakui sifat penyakit yg turun temurun. Penting dicatat adalah tulisan Asaf ttg cara pengobatan orang miskin, yaitu bahwa murid2nya diwajibkan utk mengambil sumpah agar mereka tidak menerima uang sepeserpun bagi pekerjaan macam ini (p.168).

Sejarah sering menyebut ttg sains Arab, tapi hanya sedikit yg menyebutkan dari siapa Arab mendapatkan sains tsb dan bahwa para saintis Yahudi dipaksa masuk Islam.

Sains bukan merupakan tradisi Arab, dari mana tentara2 Arab menyebar keluar dgn pedang2 mereka ke Mesir dan lalu ke Libya di th 694M. Yahudi sudah lama menetap di Afrika Utara. 8 suku Berber masuk Yudaisme dibawah ratu perkasa mereka, Ratu KAHENA, yg membebaskan Libya dari cengkraman Muslim. "Macan2 Afrika dan Yudah," teriak sang ratu kpd pasukannya, "tunjukkan kpd Arab2 ini bahwa kita tidak akan pernah diperbudak oleh Islam ... Slogan kami adalah : ‘MERDEKA ATAU MATI !’"2

Namun walau mereka berjuang dgn gigih, pasukan Arab bengis tetap berhasil. Ratu Kahena tewas dlm pertempuran dan 50.000 Yahudi dan Berber dibantai. Kebanyakan Yudeo/Berber yg tersisa dipaksa memeluk Islam, termasuk kedua putera Kahena. Tidak diragukan bahwa keturunan merekalah yg mewarisi tradisi literatur selama 2000 thn, yg kemudian menjadi dasar para saintis dan filsuf "Arab", dan bukan dari para penjajah yg buta huruf.

Saintis pertama dari jaman ini dikenal sbg Yahudi. Dokter ternama, Isaac Israeli dari Kairouan, adalah seorang Yahudi Mesir yg mengemigrasi ke Afrika barat, dan membawa sainsnya dgnnya. Ia dikenal oleh pakar2 Eropa sbg Isaac Judaeus (Isaac si Yahudi). Karya2nya yg masih ada termasuk tulisan ttg logika, On Definitions, dan ttg prinsip2
fisika Aristotel, On the Elements. Karya besarnya ttg Farmakologi, diterjemahkan ke bhs Latin berjudul De Gradibus Simplicum, sangat penting bagi sejarah perobatan. Karya ini menjadi titik tolak standar selama waktu yg lama dan merupakan fondasi bagi kebanyakan karya2 medis dijaman kemudian.

"Ia berjasa membawa sains medisin ke Afrika Utara dan tulisannya berpengaruh besar bagi perkembangan medisin abad pertengahan di Barat." 2a

Isaac Israeli yg menjadi inspirasi saintis2 "Arab" spt Avicenna (980-1037). Ia secara umum dianggap sbg orang Arab karena ia hanya menulis dlm bahasa Arab, karena ia menjadi dokter beberapa sultan, dan menjadi wakil sultan di Hamadan, Persia, tempat ia wafat.

Avicenna, yg disebut sbg "Aristotel dari Timur," lahir di Bokhara, yg berpenduduk padat Yahudi.

Karya2 Avicenna mencapai Eropa karena diterjemahkan oleh pakar2 Yahudi di Spanyol, Italia dan Provence. Pakar fisika ternama, Maimonides, adalah penggemar Avicenna, dan merekomendasikan kpd Yahudi utk mempelajari karya2nya dlm The Guide to the Perplexed.

Avenzoar juga seorang Muslim saintis dgn darah YAHUDI (!) :supz: "dan oleh karena itu namanya dicatat dlm daftar dokter2 YAHUDI TERBESAR dalam sejarah" (Roth, 170). Karya besarnya, Taysir, adalah salah satu karya medis yg paling luas dibaca abad itu, bukan saja karena diterjemahkan kedlm bhs Ibrani, "bahasa nenek moyang sang penulis." Johannes dari Capua, yg memeluk Yahudi, bekerjasama dgn dokter lain dari Padua, menerjemahkannya kedalam Latin pd th 1280. Di Padua jugalah, karya besar Avicenna, the Colliget (General Rules of Health), diterjemahkan kedlm bhs Latin oleh si Yahudi, Bonacosa. Buku itu menjadi karya medis standar dan beberapa abad kemudian, dgn terciptanya mesin cetak, dicetak ulang beberapa kali.

Begitu pula "buku obat abad pertengahan yang paling populer, "the Mesue." Buku itu sebagian besar diambil dari sumber2 Yahudi. Diterjemahkan kedlm bhs Ibrani oleh Samuel ben Jacob dari Capua, dan setelah itu kedlm bhs Latin.

Lebih penting lagi, penerjemah2 YAHUDI-lah yg paling bertanggung jawab atas sampainya pengetahuan klasik dan kuno di Barat. Mereka bekerja secara independen maupun untuk para raja dan pemimpin, baik Islam maupun Kristen, literatur2
kuno dlm bhs Ibrani, Yunani dan Latin diterjemahkan kedlm bhs ARab dan Arab diterjemahkan kedlm lingua franca jaman itu.

Para dokter yg melayani para raja dan pemimpin Islam maupun Kristen sebagian besar adalah YAHUDI. Ini sebuah tanda akan peran utama YAHUDI dlm bidang ilmu perobatan.

Diantara mereka adalah tokoh besar, MOSES MAIMONIDES (1135-1204), yg lahir di Kordoba. Karya2 saintis dan filosofinya termasuk karya2 medis utama. Tulisannya ttg Racun dan obat penangkal racun (The Treatise on Poisons and Antidotes) dicatat the Johns Hopkins Bulletin of the History of Medicine (iii, 1935, p.571) sbg "begitu saintifik ... sampai setiap orang yg membacanya menganggapnya sbg sebuah buku modern." Karyanya yg paling populer, Aphorisms, dipakai oleh dokter2 Eropa, yg diterbitkan dlm 5 edisi Latin.

Dokter2 Yahudi memenuhi istana2 dari England sampai ke Arabia, walau hirarki gereja melarang pengikut memberi pekerjaan kpd mereka. Sains medis Yahudi masih memegang peranan penting sampai detik ini.
Last edited by ali5196 on Fri Mar 20, 2009 10:43 pm, edited 5 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby murtad mama » Thu May 31, 2007 12:49 am

@thnx bgt ali kirimkan dunk buat si alley_swine yg menghebat2kan islam sebagai obor ilmu pengetahuan, kaish linknya dung :wink:
User avatar
murtad mama
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)


Return to Resource Center: Islam dan YAHUDI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users