.

Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sun Oct 30, 2011 2:01 am

Adadeh wrote:Tapi sekarang masalahnya kembali pada ini:
Jika Bukhari memang menuduh Waqidi itu pendusta, maka kenapa Bukhari justru mengajukan keterangan yang sama tentang Qur'an Sura at-Tahrim?

aisha wrote:Mohon maaf Mas, skali lagi sy katakan bhwa link tercinta saya sdg sakit. Disana disebutkan lengkap dgn sanad dan matannya, kl seperti yg Mas katakan ada persamaan, saya bs tunjukan pada anda...apakah Al Waqidi merupakan salah satu perawinya ataukah Bukhari mengambil dari jalur lain. Terus terang saya sendiri tidak hapal sanadnya jd saya takut mengada-ada. Saya sedang mencari link yg serupa ...mohon sabar ya.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648 menyatakan pesan yang serupa dengan keterangan dari Waqidi.
Nabi tidak mengunjungi istri²nya karena rahasia yang dibeberkan Hafsa pada Aisyah, dan Nabi berkata bahwa dia tidak akan ngesex dengan istri²nya selama sebulan gara² dia ngambek sama mereka ketika Allah menegurnya (karena Muhammad bersumpah tak akan ngesex dengan Maria).

Kau sebelumnya mengatakan ini:
Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria” (Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186).

Apakah Imam Bukhari yang disebut di Tahzibul Kummal itu sama dengan Imam al-Bukhari penyusun koleks hadis sahih? Jika sama, tentunya tak masuk akal Bukhari mengutip tafsir/hadis Waqidi tentang Qur'an Sura At Tahrim.

Aku sudah tunjukkan bahwa tafsir Waqidi Q 66 sudah diakui kebenarannya oleh universitas Al-Azhar dan juga para cendekiawan Islam di http://altafsir.com. Tak ada satu pun Muslim FFI yang bisa membantah fakta ini. Sekarang mari kita lihat pendapat cendekiawan Islam lain tentang Waqidi. Orang ini adalah Shaykh Gibril Haddad, ini fotonya:
Image

http://mac.abc.se/home/onesr/f/Al-Waqid ... 20Sira.htm
Image
terjemahan:
Tanya:
Tolong beritahu aku apakah tulisan al-Waqidi yang berjudul al-Maghazi adalah sumber yang bisa dipercaya tentang riwayat hidup Nabi SAW. Banyak buku atau Sira modern yang mengutip tulisan Waqidi. Contohnya tulisan Martin Lings yang berjudul "Muhammad - His Life Base on the Earliest Sources" yang merupakan bacaan yang hebat, tapi sebagian cendekiawan beranggapan bahwa Waqidi tidak bisa dipercaya. Tolong beri penjelasan.

Jawab:
Al-Waqidi bisa dipercaya untuk laporan sejarahnya saja. Para ahli hadis menganggapnya terlalu jujur dan terlalu kaya informasi sehingga keterangannya tidak bisa dibuang begitu saja terutama keterangan² resmi yang dikutip Ibn Sa'd, dan ini memberi reputasi sangat baik bagi Waqidi -- tapi para ahli hadis dengan suara bulat tidak menggunakan keterangan ahkam (kumpulan hukum/aturan) Islam dari Waqidi yang tidak ditunjang penyampai kisah lainnya, seperti misalnya menggoyangkan jari telunjuk saat Sholat. Pada kategori ahkam inilah para ahli hadis menyebutnya sebagai pendusta, karena isnadnya yang tidak tepat dan tak bisa dipercaya, tapi ini sama sekali bukan berarti bahwa Waqidi tidak jujur. Al-Dhahabi berkata, "Aku sangat yakin akan sidiq-nya." Dan Allah-lah yang paling tahu.

Ibn Sa'd adalah murid utama Waqidi dan Sira dari Ibn Sa'd (Al-Tabaqat Al-Kabir) dipakai luas di dunia Islam. Dari keterangan di atas dijelaskan bahwa keterangan sejarah Waqidi bisa dipercaya, dan sangat banyak dikutip Ibn Sa'd. Yang tidak dipercaya dari Waqidi adalah aturan/hukum Islam. Thread ini membahas sejarah/latar belakang Sura At-Tahrim, dan bukan hukum Islam. Dengan begitu keterangan sejarah Waqidi valid dan bisa dipercaya. Silakan periksa kembali apa yang ditulis Ibn Sa'd (murid Waqidi) tentang sura At Tahrim:
aisha-vs-pop-eye-skandal-di-ranjang-hafsah-t46520/page20.html#p800598
Image

Tuduhan aisha tentang laporan Waqidi akan At Tahrim sudah gugur, hancur berantakan tak karuan bentuknya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Mon Oct 31, 2011 7:54 am

Adadeh wrote:Sekarang kita periksa keterangan tentang Qur'an Sura At-Tahrim (66) ayat pertama dari tafsir² terkemuka di dunia Islam, seperti yang dicantumkan di website Altafsir.com. Perlu diketahui, website ini diakui oleh cendekiawan Islam dari universitas Islam terkemuka Al-Azhar, diciptakan oleh The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought dari Kerajaan Yordania.

http://www.altafsir.com/AboutFoundation.asp
The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought is an international charitable trust based in Jordan but comprising of 70 to 100 members of the world’s top Islamic scholars, who meet or correspond on a regular basis. It is a non-political and recognizes all seven traditional madhhabs (or legal schools) of Islam. It was established in 1980 by the late H.M. King Hussein of Jordan as a service to the Islamic world and to the umma.
terjemahan:
The Royal Aal al-Bayt Institut untuk Pemikiran Islam merupakan badan sosial internasional yang dibentuk di Yordania, yang terdiri dari sekitar 70 sampai 100 anggota cendekiawan Islam terkemuka, yang saling bertemu atau berkirim surat terus-menerus. Badan ini bukan badan politik dan mengakui tujuh madhhab Islam. Badan ini didirikan di tahun 1980 oleh Raja Hussein alm. dari Yordania sebagai pelayanan bagi dunia Islam dan umat Muslim.

Kata pengantar berasal dari Rektor Al-Azhar University, Prof. Ahmad Al-Tayyib:
http://www.altafsir.com/index.asp
"We were delighted by viewing this site wherein we found a sea of knowledge copiously flowing with works of exegesis and fundamental references and sources in this primary field of the Islamic Sciences and Heritage."
terjemahan:
Kami sangat bahagia melihat website ini karena menemukan lautan pengetahuan melimpah akan keterangan tafsir, referensi dan sumber² mendasar bidang Ilmu Pengetahuan dan Warisan Islam."

Udah jelas bahwa website ini dihormati cendekiawan Muslim sedunia. Mari kita simak keterangan apa yang tercantum tentang latar belakang Q 66:1.

1. Tafsir Jalalani Q 66:1
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=66&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
Image
terjemahan:
Wahai Nabi! Mengapa kau haramkan apa yang telah dihalalkan Allah bagimu, yang berhubungan dengan budak koptikmu Mariya - ketika dia menyetubuhi Maria di rumah Hafsa, yang saat itu sedang pergi, tapi lalu Hafsa kembali (dan memergoki keduanya) dan jadi marah karena fakta itu terjadi di rumahnya dan di atas ranjangnya - dan Nabi berkata, "Maria haram bagiku," dan dengan mengharamkan Maria (bagi Nabi), hanya untuk menyenangkan istri²mu? Dan Allah Maha Pemaaf, telah memaafkan dirimu atas pelanggaran ini.

2. Asbab Al-Nuzul oleh Al-Waqidi Q 66:1
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=86&tSoraNo=66&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
Image
terjemahan:
(Wahai Nabi! Mengapa kau mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah bagimu...) [66:1]
Muhammad ibn Mansur al-Tusi memberitahukan pada kami> 'Ali ibn 'Umar ibn Mahdi > al-Husayn ibn Ismail al-Mahamili > Abd Allah ibn Shabib ...
'Umar berkata: "Rasul Allah masuk ke rumah Hafsa bersama ibu putranya yakni Mariyah. Ketika Hafsa menemukan Nabi dengan Maria (dalam keadaan berhubungan intim), Hafsa berkata: "Mengapa kau bawa dia ke rumahku? Kau lakukan ini padaku, dari seluruh istri²mu, hanya karena aku sangat tak berharga bagimu.'
Nabi berkata pada Hafsa: 'Jangan beritahukan hal ini pada Aisyah; Mariyah telah jadi haram bagiku jika aku menyentuhnya lagi.'
...


Seperti yang telah berkali-kali kukatakan di thread ini: jika tafsir² Waqidi dan Jalalani itu memang sudah dianggap salah, maka mengapa website terhormat Altafsir.com malah mencantumkannya bagi kepentingan umat Muslim sedunia? Netter aisha berkali-kali merendahkan sumber² yang dipakai FFI, padahal sumber² itu berasal dari pihak Islam sendiri, dan dipuji-puji kebenarannya oleh para cendekiawan Muslim modern. Mengapa para Muslim FFI tidak marah² pada altafsir.com yang berani mencantumkan keterangan dari Waqidi, Jalalani, Ibn Abbas, etc?


Ehmm.....jika anda katakan link buat orang muslim sedunia, insya Allah nyatanya saya tidak belajar dr link itu.
Saya tidak akan banyak berkomentar bnyak ttg link yg anda sebutkan krn saya tidak tau sumbernya dan latar belakang yg mendirikannya meskipun disebutkan dari komunitas Al Ahzar. Pertanyaan anda terlalu besar untuk saya jawab.

Saya berkata Al Waqidi sbg perawi yg tergolong tdk bs dipercaya adalah karena Bukhari berkata "hadist-hadistnya ditinggalkan". Bagi saya yg msh belajar ini...perkataan beliau sudah cukup untuk tidak mengutip sumber dari Al Waqidi sbg hujjah krn sbg perawi dia sdh bs dikatakan gugur. Sdh saya katakan sblmnya, kata "pendusta" bagi perawi hadist tidak sama artinya dgn pendusta orang-orang awam ... perbandingannya seperti semut dan dinosaurus. Dusta mereka terkadang dikarenakan mereka tidak teliti meriwayatkan begitu banyak hadist bahkan dari orang-orang yg terkenal dusta dan ada perawi yg tidak dikenal dlm sanadnya...sehingga mereka jg kena getahnya.

Satu²nya penjelasan dari sikap Muslim FFI yang sangat tak konsisten ini adalah karena mereka marah pada kafir yang berani mengutip literatur Islam untuk menunjukkan borok² najiz sang Nabi SAW. Kalo yang mengungkapkan adalah Muslim, maka mereka bersikap diem aja. Buktinya: gak ada Muslim FFI yang protes dan ngamuk² pada altafsir.com. Gak ada protes dari Pemerintah Indonesia pada altafsir.com. Tapi begitu ada kafir yang berani menggambarkan adegan Mamad kepergok Hafsa lagi ngesex dengan Mariah, baru mereka ribut setengah mati pengen bunuh kafir.

Image


Karena....cara muslim memahami tafsir, tidak seperti cara anda memahaminya.
Last edited by Aisha on Mon Oct 31, 2011 9:18 am, edited 1 time in total.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Mon Oct 31, 2011 8:31 am

Adadeh wrote:Tapi sekarang masalahnya kembali pada ini:
Jika Bukhari memang menuduh Waqidi itu pendusta, maka kenapa Bukhari justru mengajukan keterangan yang sama tentang Qur'an Sura at-Tahrim?
Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648 menyatakan pesan yang serupa dengan keterangan dari Waqidi.
Nabi tidak mengunjungi istri²nya karena rahasia yang dibeberkan Hafsa pada Aisyah, dan Nabi berkata bahwa dia tidak akan ngesex dengan istri²nya selama sebulan gara² dia ngambek sama mereka ketika Allah menegurnya (karena Muhammad bersumpah tak akan ngesex dengan Maria).


Dalam hadist yg anda sebutkan diatas....saya tidak melihat ada keterangan bahwa Mariyah ada kaitannya dgn itu semua begitu juga dlm Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Mariyah sedikitpun tidak disinggung. Saya justru bertanya-tanya apakah yg anda beri kurung itu adalah mmg dari Bukhari ataukah hanya tafsiran versi anda ? Kl mmg benar, bs tunjukan hadist dlm Bahasa Arabnya dan tolong garis bawahi yg ada didalam kurungnya.

Kau sebelumnya mengatakan ini:


Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria” (Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186).


Apakah Imam Bukhari yang disebut di Tahzibul Kummal itu sama dengan Imam al-Bukhari penyusun koleks hadis sahih? Jika sama, tentunya tak masuk akal Bukhari mengutip tafsir/hadis Waqidi tentang Qur'an Sura At Tahrim.


Sepengetahuan saya, ahli hadist bernama Bukhari itu cuma satu orang....saya tidak tau apakah dizamannya sdh dikenal istilah "kloning" sehingga yg seperti dia ada dua sama dan serupa. Jika mmg Bukhari mengutip dari Al Waqidi...bisa anda tunjukan sanad atau bukti lainnnya ? Dari biografi beliau yg saya baca, Al Bukhari itu adalah orang yg sangat teliti...dia tidak akan meriwayatkan suatu hadist bahkan ketika dia hanya mengatakan "saya akan mempertimbangkannya lagi" apalagi jika dia mengatakan "hadist-hadistnya ditinggalkan". Tapi itu hanya logika saya , jika anda mmg punya bukti beliau mengutip dari Al Waqidi...saya akan berbesar hati meminta maaf atas logika saya yg hancur lebur.

Aku sudah tunjukkan bahwa tafsir Waqidi Q 66 sudah diakui kebenarannya oleh universitas Al-Azhar dan juga para cendekiawan Islam di http://altafsir.com. ...


Apa anda tau bahwa dalam ilmu hadist itu ada istilah "tahqiq" ?

Silahkan anda googling...dan cari site yg lebih bs anda fahami. Kata tahqiq itu sendiri sdh menjawab semua yg anda tanyakan diatas. Jika anda mengalami kesulitan...silahkan tanyakan pada saya atau muslim lainnya via PM, insya Allah saya akan membantu sebatas yg saya bisa.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Mon Oct 31, 2011 12:29 pm

Aisha wrote:Dalam hadist yg anda sebutkan diatas....saya tidak melihat ada keterangan bahwa Mariyah ada kaitannya dgn itu semua

Tentu saja ada. Itu kan di bagian atas sudah ditulis bahwa semua itu berhubungan dengan At Tahrim 4. Tampaknya Anda tak bisa membaca dengan baik dan sekarang malah menuduh hadis Bukhari itu palsu. Gimana nih?
http://www.sultan.org/books/bukhari/043.htm
Volume 3, Book 43, Number 648:
Narrated 'Abdullah bin 'Abbas:
I had been eager to ask 'Umar about the two ladies from among the wives of the Prophet regarding whom Allah said (in the Qur'an saying): If you two (wives of the Prophet namely Aisha and Hafsa) turn in repentance to Allah your hearts are indeed so inclined (to oppose what the Prophet likes) (66.4)

terjemahan:
Dikisahkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas:
Aku sangat ingin bertanya tentang Umar tentang dua wanita diantara istri² Nabi yang berkenaan dengan firman Allah (dalam Qur'an): Jika kau berdua (istri² Nabi yakni Aisha dan Hafsa) bertobat pada Allah, hati kalian benar² menentang (melawan apa yang disukai Nabi) (66.4)


Lalu paragraf tentang Mariah:
The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria).
Tanda dalam kurungnya itu dicantumkan sama Muslim sendiri. Bukan gw yang bikin, tapi pihak Muslim sendiri yang mencantumkannya begitu. Silakan protes pada mereka jika tak suka fakta yang mereka jabarkan tentang Nabimu.

begitu juga dlm Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Mariyah sedikitpun tidak disinggung.

Di buku cetak Arabnya masih ada, tapi sudah dihapus di versi internet dan di buku² tafsir Ibn Kathir terjemahan bahasa non-Arab, termasuk Indonesia. Yang lo punya itu versi yang udah diedit Muslim modern, dan bukan berdasarkan buku Arab aslinya. Yang asli (bahasa Arab) sih masih ada. Lihat nih keterangan dari Hassan, pendiri Council ex-Muslim, yang berasal Mesir lalu hidup di Inggris. Dulu Hassan adalah ustad di sekolah Islam di London yang didirikan oleh Yusuf Islam (Cat Stevens). Tapi dia lalu murtad.
http://www.councilofexmuslims.com/docs/ ... ook-en.pdf

Video penjelasan Hassan tentang tafsir At Tahrim dari Ibn Kathir:


Penjelasan Hassan di 2:37 berarti:
Muslim jaman sekarang lebih memilih kisah tentang madu itu. Keterangan tentang Mariah Qubtiah seringkali dibuang sama sekali, contohnya di tafsir Ibn Kathir di internet. Sebenarnya Ibn Kathir menulis dua halaman tentang kejadian budak wanita Koptik tersebut. Tapi keterangan ini tak ada sama sekali di tafsir Ibn Kathir di internet. Keterangan dua halaman itu hilang semuanya. Dicoret semua. Hilang. Tau aja sendiri kenapa.

Image
Hassan membuka buku Arab Tafsir Ibnu Katsir.

Di menit 3:27 dia lalu membuka buku tafsir Tabari. Dan kita sudah tahu apa isinya dari posting² ICU di sini:
sekali-lagi-muhammad-ngebor-mariah-qubtiah-t38173/#p593573

Image
Hassan membacakan tafsir Ibnu Katsir Q 66.

Di menit 4:34 dia menunjukkan buku tafsir Ibn Kathir. Begini katanya:
Keterangannya sama. Dua halaman penuh keterangan. Contohnya di sini: Rasulullah Alaihi Wassalam punya budak wanita dan bersenggama dengannya. Aisyah dan Hafsa ngomel terus padanya sampai Nabi mengharamkan budak sex itu. Lalu ayat itu diturunkan.

Jika kita lihat buku Tafsir Tabari dari Depag RI, maka tertulis jelas di catatan kaki bahwa Ibn Kathir juga sebenarnya mencantumkan keterangan yang sama.
Image
Lihat bagian bawah yang gw beri panah ungu.
Image

Saya justru bertanya-tanya apakah yg anda beri kurung itu adalah mmg dari Bukhari ataukah hanya tafsiran versi anda ?

Bukan, itu asli dari pihak Muslim. Mengapa Anda tak googling saja sendiri? Bukankah Anda sendiri sering nyuruh gw googling ini itu? Hadis itu tersedia di berbagai website Islam, contohnya di sini:
http://www.sultan.org/ --> Ini adalah website Islam.

Hadis yang persis sama juga tercantum di website http://www.iium.edu dari Universitas Islam Malaysia
Image
Itu yang ditengah pasti babu yang sudah disetubuhi majikannya yang disebelah kanan. Sang istri (sebelah kiri) merestuinya.

http://www.iium.edu.my/deed/hadith/bukhari/043_sbt.html
Kalimat yang kau benci juga dicantumkan website Islam Malaysia itu:
The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria).

Dan masih banyak banget website² Islam yang mengutip hadis yang persis sama.

Kl mmg benar, bs tunjukan hadist dlm Bahasa Arabnya dan tolong garis bawahi yg ada didalam kurungnya.

Anda yang nuduh hadis sahih Bukhari itu palsu, tentunya tanggung jawab Anda sendiri untuk membuktikan tuduhanmu.

Saya berkata Al Waqidi sbg perawi yg tergolong tdk bs dipercaya adalah karena Bukhari berkata "hadist-hadistnya ditinggalkan". Bagi saya yg msh belajar ini...perkataan beliau sudah cukup untuk tidak mengutip sumber dari Al Waqidi sbg hujjah krn sbg perawi dia sdh bs dikatakan gugur.

Ya sudah kalo gak mau pake Waqidi, gak ada yang maksa kok. Masih banyak tuh yang setuju dengan keterangan Waqidi tentang Q 66: Bukhari, Jalalani, Ibn Sa'd, Ibn Abbas, Tabari, Suyuti. Gw udah tunjukkan semua pendapat dan keterangan mereka di halaman² sebelumnya. Hanya Ibn Sa'd saja yang mengutip dari Waqidi, sedangkan Bukhari, Jalalani, Ibn Abbas, Tabari dan Suyuti punya isnad mereka tersendiri. Apakah mereka semua juga pendusta nih?

Sepengetahuan saya, ahli hadist bernama Bukhari itu cuma satu orang....saya tidak tau apakah dizamannya sdh dikenal istilah "kloning" sehingga yg seperti dia ada dua sama dan serupa. Jika mmg Bukhari mengutip dari Al Waqidi...bisa anda tunjukan sanad atau bukti lainnnya ?

Aku gak pernah bilang Bukhari mencontek Waqidi. Malah sebaliknya, gw yakin 100% bahwa Bukhari tidak mencontek Waqidi, tapi seperti Waqidi, Bukhari juga memiliki pemahaman yang sama tentang latar belakang Q 66.

Adadeh wrote:Aku sudah tunjukkan bahwa tafsir Waqidi Q 66 sudah diakui kebenarannya oleh universitas Al-Azhar dan juga para cendekiawan Islam di http://altafsir.com. ...

aishah wrote:Apa anda tau bahwa dalam ilmu hadist itu ada istilah "tahqiq" ?

Siapa yang tak tahu tahqiq? Tapi lalu apa hubungannya dengan kasus yang sedang kita bahas ini? Kalo mau jelasin di sini, ya tulis aja langsung biar bisa dibaca semua orang, gak perlu PM²an segala sama gw.

Ehmm.....jika anda katakan link buat orang muslim sedunia, insya Allah nyatanya saya tidak belajar dr link itu.
Saya tidak akan banyak berkomentar bnyak ttg link yg anda sebutkan krn saya tidak tau sumbernya dan latar belakang yg mendirikannya meskipun disebutkan dari komunitas Al Ahzar. Pertanyaan anda terlalu besar untuk saya jawab.

Tak penting apapun pendapatmu tentang mereka, sebab fakta sudah menunjukkan bahwa para cendekiawan Islam terkemuka seluruh dunia mendukung keterangan Q 66 di situ. Yang lebih penting adalah keterangan yang diajukan para cendekiawan Islam dan bukannya pendapat pribadimu. Ini URL link daftar para tokoh tersebut:
http://www.aalalbayt.org/en/fellowssenior.php
http://www.aalalbayt.org/en/fellows.php
http://www.aalalbayt.org/en/fellowslate.php

Sebenarnya apa sih masalahnya bagimu, aishah?
Apakah kau ini tak terima bahwa Muhammad menyetubuhi Mariah di ranjang Hafsa? Apakah begitu? Bukankah Allah memang sudah menghalalkan Nabi untuk menyetubuhi budak² wanitanya tanpa nikah? Banyak tuh ayat² Qur'an yang menjelaskan tentang hal itu.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Moderator 1 » Mon Oct 31, 2011 1:27 pm

Peringatan untuk netter Aisha:
Sudah sampai halaman 3, tapi tak ada referensi bantahan apapun dari pihak Anda. Harap dibaca lagi penjelasan tentang Ruang Debat Terbatas:

Ruang Debat Terbatas
Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Jika Anda mengatakan referensi Adadeh salah, maka ajukan referensi yang benar. Jika Anda mengatakan isnad Waqidi itu salah, maka ajukan isnad yang benar. Jika sumber yang dipakai Adadeh salah, maka tunjukkan sumber yang benar. Peringatan ini terpaksa saya ajukan mengingat perdebatan sangat tak seimbang, dan hanya pihak Adadeh saja yang terus-menerus mengajukan referensi buku, internet, scan gambar, film, dll. Mohon diimbangi dengan kualitas jawaban yang sama agar thread jadi bermutu.
Moderator 1
 
Posts: 167
Images: 9
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:51 pm

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 01, 2011 12:28 pm

Moderator 1 wrote:Peringatan untuk netter Aisha:
Sudah sampai halaman 3, tapi tak ada referensi bantahan apapun dari pihak Anda. Harap dibaca lagi penjelasan tentang Ruang Debat Terbatas:

Ruang Debat Terbatas
Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Jika Anda mengatakan referensi Adadeh salah, maka ajukan referensi yang benar. Jika Anda mengatakan isnad Waqidi itu salah, maka ajukan isnad yang benar. Jika sumber yang dipakai Adadeh salah, maka tunjukkan sumber yang benar. Peringatan ini terpaksa saya ajukan mengingat perdebatan sangat tak seimbang, dan hanya pihak Adadeh saja yang terus-menerus mengajukan referensi buku, internet, scan gambar, film, dll. Mohon diimbangi dengan kualitas jawaban yang sama agar thread jadi bermutu.


Mohon maaf Pak moderator... saya mengetikkan argument saya berdasarkan kitab , tidak copas...jadi agak lama, apalgi ngetiknya sambil kerja. Ok, akan saya mulai.

========

Dari semua keterangan mengenai Asbabun Nuzul surat At Tahrim, bisa dikatakan bahwa penyebab pastinya adalah kecemburuan para istri nabi sehingga menimbulkan rencana konspirasi diantara mereka. Yang masih menjadi pertanyaan sebenarnya adalah siapa wanita yg menyebabkan kecemburuan itu. Berikut beberapa pendapat shahih mengenai siapa wanita tersebut :

1.Sebagaimana yang di riwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitabnya Al-Limaan Wan Nudzur , Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Musa, Telah mengabarkan kepada kami Hisyam Bin Yusuf, dari Ibnu Juraij. Dia (Ibnu Juraij) bercerita ’Atha ’ mengaku bahwa dia pernah mendengar ’ ubaid bin umair bercerita, ’ aku pernah mendengar bahwa Aisya mengaku bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam pernah singgah di tempat Zainab Binti Jahsy dan meminum madu di sana. Kemudian aku bersepakat dengan hafsah. Jika beliau memasuki rumah salah satu dari kami. Maka katakanlah kepada beliau ” Sesungguhnya aku mencium Maghafir pada dirimu, pasti engkau telah memakan Maghafir ” Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam menemui salah seorang dari keduanya , maka dia mengatakan hal itu kepada beliau. Lalu beliau berkata ” Tidak, tetapi aku telah meminum madu di rumah zainab binti jahsy, dan sekali-kali tidak meminumnya lagi”.

Dikarenakan konspirasi ini, maka turunlah Surat At Tahrim 1-4 sbg teguran kpd nabi. Muslim juga telah meriwayatkan hadist diatas dgn lafadzh yg sama di dalam Kitaabuth Thalaaq [Muslim (II/1100)].

2.Didalam Kitaabuth Thalaaq dalam Shahihnya Bukhari meriwayatkan dari jalur Hisyam Bin Urwah , dari bapaknya, dari Aisyah bahwa wanita yg memberi madu adalah Hafsah Binti Umar [Fathul Baari (IX/287)]. Dikarenakan konspirasi ini, maka turunlah Surat At Tahrim 1-4 sbg teguran kpd nabi . Muslim juga meriwayatkan hadist tsb dgn lafazhnya [Muslim (II/1101 dan 1102].

Menurut kedua riwayat Shahih tersebut, hanya ada 2 kemungkinan ttg siapa wanita yg dimaksud, Zainab Binti Jahsy atau Hafsah Binti Umar. Saya probadi lebih condong pada hadist yang pertama berdasarkan hadist dari Imam Ahmad dlm Musnadnya dari Ibnu Abbas , Umar berkata bahwa kedua wanita yang dimaksudkan dalam Surat At Tahrim : 4 adalah Aisha dan Hafsah [Ahmad (I/33 dan 34]. Hadist tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, At Tarmizi dan An Nasai.... Jadi, menurut pendapat saya, tidak mungkin bahwa salah satu dari mereka berdua ( Aisha dan Hafsah ) menjadi penyebab kecemburuan para istri Rasulullah, karena mereka berdua juga yg ditegur krn ”keisengan”nya. Wallahualam.

Imam At Tabhrani dari jalur Ibnu Abbas dari Umar ra. meriwayatkan bahwa wanita yg dimaksud adalah Mariyah Al Qibthiyah sehubungan dgn ”adegan ranjang” yg dikomikkan oleh Mas Adadeh. Saya sdh mencari tau ttg derajat hadistnya dan mendapatkan satu link . Pendapat itu lemah karena ada perawi yang tidak adil dalam sanadnya. Statusnya hanya mursal dan tidak terdapat dalam kumpulan hadist shahih. Wallahualam. Mohon maaf Mas, meskipun anda mencoba mempertahankan pendapat adan dgn berdalih bahwa semua orang berkiblat pada tafsir yg sependapat dgn ini, tapi itu tidak bs dijadikan hujjah sama sekali.

Tapi saya akan membawa anda pada satu logika. Dari kedua hadist shahih diatas, saya menemukan satu ”key word” yang menghubungkannya dgn surat At Tahrim, yaitu ”konspirasi” tentang madu. Didalam surat At Tahrim ayat 4, saya temukan kata :

”Wa an - tazhooharoo -’alaihi” yang jika dipenggal artinya ”dan jika kalian berdua bantu membantu atasnya”, dalam tafsir diterjemahkan ” Dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi”, dari kata : "kalian berdua bantu membantu", maka klop sudah bahwa maksud ayat diatas adalah teguran untuk Aisyah dan Hafsah yg berkonspirasi tentang Maghfur. Setelah saya baca kembali...ternyata anda melewatkan kronologi ayat 4, dan anda bertanggung jawab untuk menghubungkannya dgn cerita dikomik anda.

Segini dulu Mas, bahasan masih panjang krn kita belum masuk ke sumpah yg dimaksud...dan saya tdak akan menquote semua berbarengan, biar kita habiskan satu persatu. Jika Mas ingin menyanggah silahkan tapi saya minta jgn penuhi trit ini dgn copas... yang saya butuhkan adalah argument dan mutu debat anda. Jika saya ada salah memberi no hadist..mohon dikoreksi lagi.

Sumber : Shahih Ibnu Katsir, Jilid 9 hal 177.
Last edited by Aisha on Mon Nov 21, 2011 1:00 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 01, 2011 1:31 pm

begitu juga dlm Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Mariyah sedikitpun tidak disinggung.


Di buku cetak Arabnya masih ada, tapi sudah dihapus di versi internet dan di buku² tafsir Ibn Kathir terjemahan bahasa non-Arab, termasuk Indonesia. Yang lo punya itu versi yang udah diedit Muslim modern, dan bukan berdasarkan buku Arab aslinya. Yang asli (bahasa Arab) sih masih ada. Lihat nih keterangan dari Hassan, pendiri Council ex-Muslim, yang berasal Mesir lalu hidup di Inggris. Dulu Hassan adalah ustad di sekolah Islam di London yang didirikan oleh Yusuf Islam (Cat Stevens). Tapi dia lalu murtad.


Oleh sebab itu Mas, dalam tafsir setahu saya tidak ada istilah authentic...namanya juga menafsirkan. Dalam ilmu hadist itu ada istilah tahqiq dan takhrij sbg usaha untuk membersihkan tulisan seorang ulama terdahulu dari kekhilafannya dalam menukilkan hadits dhoif maupun palsu atau pendapatnya yang salah oleh seorang ulama yang memiliki ilmu mengenai masalah mustholah hadits yang mumpuni dan fasih dalam ilmu lainnya pula (seorang mufti dan muhadits). Jadi bukan tidak mungkin dari zaman kezaman...baik tafsir, hadist, dan ilmu-ilmu lainya mengalami perubahan. Misalnya dari Sunan Ibnu Majah menjadi Shahih Ibnu Majah. Oleh sebab itu penting memperhatikan sanad dan matan untuk menentukan derajatnya sehingga bisa atau tidak diaplikasikan dlm kehidupan atau dijadikan hujjah.

Penjelasan Hassan di 2:37 berarti:
Muslim jaman sekarang lebih memilih kisah tentang madu itu. Keterangan tentang Mariah Qubtiah seringkali dibuang sama sekali, contohnya di tafsir Ibn Kathir di internet. Sebenarnya Ibn Kathir menulis dua halaman tentang kejadian budak wanita Koptik tersebut. Tapi keterangan ini tak ada sama sekali di tafsir Ibn Kathir di internet. Keterangan dua halaman itu hilang semuanya. Dicoret semua. Hilang. Tau aja sendiri kenapa.


Hanya ada satu alasan kenapa satu keterangan itu dibuang yaitu krn para ulama menyadari khilaf dari tulisan - tulisan sebelumnya, dgn kata lain "keterangan yg terbuang" tidak memiliki hujjah yg kuat dan kl benar apa yg Mas katakan itu, berati...keterangan ttg Mariyah dan hubungannya dgn surat At Tahrim adalah khilaf ulama sehingga dikeluarkan dari peredaran. Menghilangkan satu penafsiran dan menggantinya dgn penafsiran yg lebih shahih....tidak seperti membuang hukum Taurat didalam Injil, itu tidak berarti menyembunyikan kebenaran....tapi memperbaiki kesalahan.

Image
Hassan membuka buku Arab Tafsir Ibnu Katsir. ...


Saya tidak heran kl mmg benar itu terjadi....krn Islam mmg bukan jenis agama yg menungkung pemikiran-pemikiran baru selama tidak bertentangan dgn Alquran, tapi kl ada satu ayat dalam Alquran bisa lenyap, nah itu baru masalah besar. Saya hnya punya satu saran buat anda, "jangan belajar Islam dari internet" dan terus update pengetahuan anda ttg Islam. Anda tidak boleh berhenti hanya pada satu pendapat yg mendukung kebencian anda.

Sebenarnya apa sih masalahnya bagimu, aishah?
Apakah kau ini tak terima bahwa Muhammad menyetubuhi Mariah di ranjang Hafsa? Apakah begitu? Bukankah Allah memang sudah menghalalkan Nabi untuk menyetubuhi budak² wanitanya tanpa nikah? Banyak tuh ayat² Qur'an yang menjelaskan tentang hal itu.


Bukan itu Mas. Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas dan saya juga akan terima tuduhan Mas dgn lapang dada jika sumbernya juga jelas. Apakah anda mau terima jika Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa Rasulullah adalah manusia paling mulia didunia dgn derajat hadist Muttafaq 'alaih ?
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 02, 2011 12:10 am

Aisha wrote:Oleh sebab itu Mas, dalam tafsir setahu saya tidak ada istilah authentic...namanya juga menafsirkan.

Jika istilah ini dipermasalahkan, maka harus kujelaskan bahwa yang kumaksud sebagai autentik adalah hadis² dan tafsir² yang paling awal (Tabari, Waqidi, Suyuti, Kathir, Ibn Sa'd, Ibn Ishaq, Jalalani, Ibn Abbas), dan bukan yang karbitan hasil rekayasa Muslim abad ke-20.

Dalam ilmu hadist itu ada istilah tahqiq dan takhrij sbg usaha untuk membersihkan tulisan seorang ulama terdahulu dari kekhilafannya dalam menukilkan hadits dhoif ...

Usaha "membersihkan"? :rolling:
Itu semua tak lebih daripada usaha Muslim jaman modern yang tak suka akan keterangan asli tentang Muhammad di kitab² Islam klasik. Sungguh menggelikan usaha mereka. Rekayasa Muslim main "bersih²" atau edit²an ini baru mulai terjadi di abad ke-20, ketika kafir semakin tahu borok² Muhammad dari literatur kuno Islam, sehingga Muslim modern berusaha keras membungkus kebusukannya dengan berbagai gula dan madu dengan menerbitkan Islam versi baru.

Hanya ada satu alasan kenapa satu keterangan itu dibuang yaitu krn para ulama menyadari khilaf dari tulisan - tulisan sebelumnya, dgn kata lain "keterangan yg terbuang" tidak memiliki hujjah yg kuat dan kl benar apa yg Mas katakan itu, berati...

Kalo gitu jangan tanggung² dunk, silakan buang sekalian semua keterangan tentang Maria, termasuk yang hadis Bukhari juga. Tapi faktanya ternyata Muslim tidak melakukan hal itu. Tafsir Ibn Kathir yang berbahasa Arab tetap mencantumkan Maria pada keterangan Q 66. Hanya yang versi bahasa non-Arab saja yang diedit, termasuk versi bahasa Indonesia. Kenapa tuh?

Saya tidak heran kl mmg benar itu terjadi....krn Islam mmg bukan jenis agama yg menungkung pemikiran-pemikiran baru selama tidak bertentangan dgn Alquran, tapi kl ada satu ayat dalam Alquran bisa lenyap, nah itu baru masalah besar.

Apa sih arti "menukung"?
Masakan kau tak tahu bahwa seluruh ayat² rajam dan menyusui pria dewasa sudah hilang semua?

Sunan ibn Majah, Buku Nikah, Hadis # 1934
Narrated Aisha - 'The verse of stoning and of suckling an adult ten times were revealed, and they were (written) on a paper and kept under my bed. When the Messenger of Allah (SAW) expired and we were preoccupied with his death, a goat entered and ate away the paper."

terjemahan:
Dikisahkan oleh Aisyah - 'Ayat rajam dan menyusui pria dewasa diturunkan sepuluh kali, dan ayat² ditulis di atas kertas dan disimpan di bawah ranjang. Ketika Rasul Allah SAW mati dan kami sibuk mengurus kematiannya, seekor kambing masuk kamar dan memakan kertas tersebut."
Gak hanya satu ayat aja yang musnah, malahan dua tuh, semuanya dimamam embe. Allahuakbar!!
Misalnya dari Sunan Ibnu Majah menjadi Shahih Ibnu Majah.

Yo'i, sahih tuh Sunan ibn Majah, Book of Nikah, Hadith # 1934 di atas.

Saya hnya punya satu saran buat anda, "jangan belajar Islam dari internet" dan terus update pengetahuan anda ttg Islam. Anda tidak boleh berhenti hanya pada satu pendapat yg mendukung kebencian anda.

Justru karena banyak kuliah Islam di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri itulah maka aku jadi membenci Islam, tapi malah kasihan sama umatnya yang ditipu abiz Mamad SAW. Internet sih hanya media pendukung data, sama seperti buku² Islam yang gw miliki.

Adadeh wrote:Sebenarnya apa sih masalahnya bagimu, aishah?
Apakah kau ini tak terima bahwa Muhammad menyetubuhi Mariah di ranjang Hafsa? Apakah begitu? Bukankah Allah memang sudah menghalalkan Nabi untuk menyetubuhi budak² wanitanya tanpa nikah? Banyak tuh ayat² Qur'an yang menjelaskan tentang hal itu.

aishah wrote:Bukan itu Mas. Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas dan saya juga akan terima tuduhan Mas dgn lapang dada jika sumbernya juga jelas.

Jadi, JIKA KETERANGANNYA BENAR, apakah kau bisa menerima Rasullulah ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa, di rumah Hafsa, di hari giliran Hafsa? Mohon dijawab dengan jujur agar aku tahu jalan pikiranmu.

Apakah anda mau terima jika Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa Rasulullah adalah manusia paling mulia didunia dgn derajat hadist Muttafaq 'alaih ?

Silakan ajukan terlebih dahulu apakah definisi Manusia Paling Mulia?
Apakah pria usia 53 tahun yang tega memerawani anak perempuan usia 9 tahun merupakan pria paling mulia?

Aku juga tak menyangkal keteranganmu tentang madu di atas, sebab memang begitulah yang ditulis di hadis dan tafsir. Yang kuherankan adalah sikapmu yang begitu menentang versi keterangan tentang Maria padahal kedua versi tersebut tercantum di hadis dan tafsir yang sama.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 02, 2011 1:27 am

Sebagai tambahan keterangan, ternyata banyak cendekiawan terkemuka Islam yang mendukung keterangan sejarah Waqidi, termasuk Ibn Kathir. Harap diingat bahwa yang diterima para cendekiawan tersebut adalah keterangan sejarah dan peperangan (Ghazawat) Islam dari Waqidi, dan bukan fiqh-nya. Silakan periksa keterangan dari pihak Syiah. Meskipun mereka benci Ibn Kathir, tapi mereka mendukung pujian Kathir terhadap Waqidi:

http://www.answering-ansar.org/biograph ... /index.php
The staunch Sunni Imam with anti-Shia tendencies Ibn Katheer wrote of Waqidi:
Imam besar Sunni yang cenderung anti-Syiah Ibn Kathir menulis tentang Waqidi:
والواقدي ‏(‏رح‏)‏ عنده زيادات حسنة، وتاريخ محرر غالباً فإنه من أئمة هذا الشأن الكبار، وهو صدوق في نفسه مكثار

"Al-Waqidi (may Allah's mercy be upon him) has some accepted additions and often deliberated history, he is from the grand leaders of this field, he is trustworthy in himself and generous ".
Al Bidayah wal Nihayah, Volume 3 page 288
terjemahan:
"Al-Waqidi telah menerima keterangan² dan seringkali tentang sejarah, dia adalah salah satu pemimpin terbesar di bidang ini, dia bisa dipercaya dan murah hati."

'He is acceptable in the narrations of the battles according to our companions and Allah knows the best.
Talkhis al-Habir, Volume 7 page 57
terjemahan:
Keterangan Waqidi tentang peperangan bisa diterima, menurut para sahabat kami, dan allah maha tahu.

Imam besar Sunni di bidang Rijal yakni Dhahabi berpendapat begini tentang al-Waqidi:

فهو صادق اللسان كبير القدر

"He is truthful and high valued"
Siyar alam al-Nubla, Volume 7 page 142
terjemahan:
Dia bisa dipercaya dan sangat berharga.

Di tempat lain Dhahabi menulis:

الواقدي * حمد بن عمر بن واقد الاسلمي مولاهم الواقدي المديني القاضي، صاحب التصانيف والمغازي، العلامة الامام أبو عبد الله، أحد أوعية العلم على ضعفه المتفق عليه. ولد بعد العشرين ومئة. وطلب العلم عام بضعة وأربعين، وسمع من صغار التابعين، فمن بعدهم بالحجاز والشام وغير ذلك. حدث عن: محمد بن عجلان، وابن جريج، وثور بن يزيد، ومعمر ابن راشد، وأسامة بن زيد الليثي، وكثير بن زيد، وعبد الحميد بن جعفر، والضحاك بن عثمان، وابن أبي ذئب، وأفلح بن حميد، والاوزاعي، وهشام بن الغاز، وأبي بكر بن أبي سبرة، ومالك، وفليح بن سليمان، وخلق كثير، إلى الغاية من عوام المدنيين. وجمع، فأوعى، وخلط الغث بالسمين، والخرز بالدر الثمين، فأطرحوه لذلك، ومع هذا فلا يستغنى عنه في المغازي، وأيام الصحابة وأخبارهم.

"Muhammad bin Umar bin Waqid al-Aslami al-Madini, the judge, an author of many books and Maghazi, the Allamah, the Imam, Abu Abdullah, one of the containers of knowledge despite his agreeing on weak reports. He was born after year 120. He started to obtain knowledge around year 140, he heard from the late generation of Tabayeen, after them he heard from (the people of) Hijaz, Syiria etc. He narrated from Muhammad bin Ajlan, Ibn Jurayj, Thawr bin Yazid, Mu'ammar bin Rashid, Usama bin Zaid al-Laithy, Kathir bin Zaid, Abdulhamid bin Jaffar, al-Dahak bin Uthman, ibn Abi Deab, Aflah bin Hamid, Al Uza'i, Hisham bin al-Ghaz, Abi bak bin Abi Sabrah, Malik, Fulayh bin Salman and many others specially from the people of Madina. He gathered, contained and mixed the weak with strong, and the stones with the gems, so they ignored him for this reason but despite this, [color=#0000BF]he can't be ruled out from the reports of wars [Maghazi] and the lives of the Sahaba etc" [/color]
Siyar alam al-Nubla, Volume 9 page 454
terjemahan:
"Muhammad bin Umar bin Waqid al-Aslami al-Madini, sang hakim, penulis banyak buku dan Maghazi, the Allamah, the Imam, Abu Abdullah, merupakan salah seorang gudang pengetahuan meskipun dia menerima laporan yang lemah. Waqidi lahir setelah tahun 120. Dia mulai mendapatkan pengetahuan sekitar tahun 140. Dia mendengar dari generasi akhir Tabayin, setelah dari mereka, dia juga mendengar dari masyarakat Hijaz, Syria, dll. Dia mengisahkan dari Muhammad bin Ajlan, Ibn Jurayj, Thawr bin Yazid, Mu'ammar bin Rashid, Usama bin Zaid al-Laithy, Kathir bin Zaid, Abdulhamid bin Jaffar, al-Dahak bin Uthman, ibn Abi Deab, Aflah bin Hamid, Al Uza'i, Hisham bin al-Ghaz, Abi bak bin Abi Sabrah, Malik, Fulayh bin Salman dan banyak yang lain, terutama masyarakat Medina. Dia mengumpulkan dan menyatukan keterangan kuat dan lemah, batu dengan intan, sehingga mereka tak mengindahkannya karena hal itu. Meskpun demikian keterangannya tentang peperangan (Maghazi) dan kehidupan para sahabat tetap dipakai."

Sama seperti keterangan Shaykh Gibril Haddad, Dhahabi menjelaskan bahwa yang diterima cendekiawan Muslim adalah keterangan sejarah Waqidi, tapi tidak keterangan fiqh-nya. Maka dari itulah semua tafsir klasik Islam menjelaskan keterangan yang sama tentang Q 66 yang berhubungan dengan Maria. Semuanya, termasuk Ibn Kathir sekalipun.

Oya, satu lagi pertanyaan buat aisha:
Apakah pendapat Anda terhadap pria yang suka memperbudak wanita dan ngesex dengannya?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 02, 2011 7:49 am

Apa anda tidak ingin menyanggah saya ?

Hujjah saya tidak bisa goyang meskipun anda mati-matian membela "hero" anda. Saya tidak peduli, apakah Al Waqidi, At Thabari, Ibn Sa'ad dkk, selama mereka menukil hadist-hadist shahih dalam menafsirkan....itu semua pantas dipertimbangkan. Jadi PR buat anda adalah....counter argument saya dgn hadist2 yg shahih...itu saja. Saya tunggu.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 02, 2011 8:22 am

Aisha wrote:Apa anda tidak ingin menyanggah saya ?
Hujjah saya tidak bisa goyang meskipun anda mati-matian membela "hero" anda.

Wah, Anda gede rasa rupanya. Aku mencantumkan pendapat Ibn Kathir dll di atas bukan untuk menggoyahkan pendapatmu, tapi untuk menunjukkan fakta seadanya bahwa dia mendukung keterangan sejarah Waqidi. Mau terima atau tidak, ya terserah elo.

Saya tidak peduli, apakah Al Waqidi, At Thabari, Ibn Sa'ad dkk, selama mereka menukil hadist-hadist shahih dalam menafsirkan....itu semua pantas dipertimbangkan. Jadi PR buat anda adalah....counter argument saya dgn hadist2 yg shahih...itu saja. Saya tunggu.

Apa yang mau dibantah? Apakah kau pikir aku tak bisa membaca apa yang tertulis di berbagai tafsir yang sudah kau dan aku cantumkan? Memang kenyataannya tertulis dua versi kok. Itu sudah fakta hitam di atas putih. Mau apa lagi?
Hadis Bukhari, tafsir Ibn Kathir, Tabari, dll juga mengungkapkan kisah Maria, Hafsa, dan Aisyah bersangkutan dengan Q 66, tapi kau tentang habis²an. Tapi mau gimana lagi? Lha wong udah begitu yang tertulis kok dari 1000 tahun yang lalu sampai detik ini.

Sekarang permasalahannya kenapa kok Anda tampaknya sangat tidak suka dengan keterangan tertulis bahwa Muhammad ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa?
Apakah itu karena Anda berpendapat perbuatan seperti itu merupakan perbuatan haram?

Masalah lain juga mengapa hanya gara² perkara minum madu saja, Nabi yang katanya 'manusia paling sempurna' sampai² mau menceraikan selusin istrinya? Nabi gilakah? Kalau istri²nya rame² ngesex dengan para budak pria milik mereka, mungkin gw bisa mengerti. Tapi ini kan gak ada istri yang berkhianat padanya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 02, 2011 9:21 am

Ehmm...sepertinya msh terlalu jauh untuk membuat sebuah debat bermutu bersama anda. Baiklah kl begitu, saya lihat sdh tidak ada yg harus disanggah dari argument saya....closed. Karena anda bersikukuh pada sumber anda, mgkn sekarang giliran saya untuk membahas kronologi versi anda dgn menelusuri semua sumbernya. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan...dan silahkan ada baca kembali komik anda dan tulisan Ayesha Ahmad baik-baik.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 02, 2011 10:11 am

Kronologi I :

Adadeh wrote:(Surah No. 66, AT-TAHRIM)
Latar belakang Sura ini:
Saat itu adalah giliran Hafsa untuk bersetubuh dengan sang Nabi. Budak Hafsa yang bernama Maria, orang Koptik Kristen pemberian dari Raja Alexandria, juga berada di kamarnya ketika sang Nabi masuk. Maria adalah gadis remaja yang cantik jelita, merangsang sukma. Dia membangkitkan nafsu berahi pria manapun yang melihatnya; apalagi pria seperti sang Nabi yang diberi kekuatan seks sebanyak 30 pria oleh Allah. Kalau tidak percaya, lihat hadisnya:
Hadis Sahih Bukhari Volume 1, Book 5, Number 268:
Dikisahkan oleh Qatada:
Sang Nabi diberi kekuatan seksual setara dengan 30 pria.


Saya kutip sumber anda :

Ya’kub menceritakan kepadaku, dia berkata : Ibn Ulayyah menceritakan kepadaku : Daud Bin Abi Hind menceritakan kepada kami dari Asy Sya’bi, dia berkata : Masruq berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW mengharamkan budak wanitanya dan mengilaa’nya. Beliau mengahramkan yg halal, padahal tentang sumpah ini Allah telah menentukan “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atasmu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.” [At Thabari , No.34512]

Pertanyaan :

1.Bisa beritahu derajat hadist diatas ?

2.Dari sumber mana yg menerangkan bahwa Mariyah Al Qibtiyah adalah budak Hafsah ?
Dari sebuah sumber menyebutkan bahwa Mariyah Al Qibthiyah sejak datangnya sudah diperlakukan sebagaimana ummul mukminin yg lain apalagi berdasarkan hadist diatasnya No.34511 kejadian itu terjadi setelah Mariyah melahirkan Ibrahim (Ummu Ibrahim). Boleh saya tau, apakah yg sedang dilakukan Mariyah di kamar Hafsah ? Membereskan kamarnya, melipat pakaiannya, memasak untuknya, mengepel lantai, atau apa ?

3.Bila istilah ilaa’ digunakan untuk seorang istri, apakah perlu mengilaa’ seorang budak tanpa ikatan pernikahan?

Silahkan anda jawab berdasarkan sumber anda sendiri dan buatlah tampilan menjadi lebih simple...jgn copas pendapat orang lain, tapi kemukakan pendapat anda...dgn landasan tentunya.
Last edited by Aisha on Wed Nov 02, 2011 10:39 am, edited 1 time in total.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 02, 2011 10:22 am

aishah,
Aku TAK AKAN melanjutkan perdebatan ini jika kau belum menjawab pertanyaanku:

aisha wrote:Bukan itu Mas. Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas dan saya juga akan terima tuduhan Mas dgn lapang dada jika sumbernya juga jelas.

Jadi, JIKA KETERANGANNYA BENAR, apakah kau bisa menerima Rasullulah ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa, di rumah Hafsa, di hari giliran Hafsa? Mohon dijawab dengan jujur agar aku tahu jalan pikiranmu.
Kau pikir jika Maria itu istri Nabi, maka perbuatannya ngesex di ranjang Hafsa lalu bisa diterima akal sehat? Begitukah jalan pikiranmu?

Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas

Kau rupanya wanita pendukung pedofilia rupanya ya? Atau kemungkinan, kau sendiri adalah pedofil. Sungguh Islam ternyata telah menghancurkan akal sehatmu secara menyeluruh. Moral rusak gara² Islam.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 02, 2011 10:42 am

Adadeh wrote:aishah,
Aku TAK AKAN melanjutkan perdebatan ini jika kau belum menjawab pertanyaanku:


aisha wrote:Bukan itu Mas. Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas dan saya juga akan terima tuduhan Mas dgn lapang dada jika sumbernya juga jelas.


Jadi, JIKA KETERANGANNYA BENAR, apakah kau bisa menerima Rasullulah ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa, di rumah Hafsa, di hari giliran Hafsa? Mohon dijawab dengan jujur agar aku tahu jalan pikiranmu.
Kau pikir jika Maria itu istri Nabi, maka perbuatannya ngesex di ranjang Hafsa lalu bisa diterima akal sehat? Begitukah jalan pikiranmu?


Apa anda mulai ingin memasukan pendapat subjektif ke dalam perdebatan ini ?

Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas


Kau rupanya wanita pendukung pedofilia rupanya ya? Atau kemungkinan, kau sendiri adalah pedofil. Sungguh Islam ternyata telah menghancurkan akal sehatmu secara menyeluruh. Moral rusak gara² Islam.


Hmm...adhominem. Mohon jaga bicara anda...counter semua dgn intelektualitas. Membahas versi saya anda tidak mau, membahas versi anda...anda ngeles. Jadi, mau anda bawa kemana perdebatan ini?
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 02, 2011 12:01 pm

Aisha wrote:Apa anda mulai ingin memasukan pendapat subjektif ke dalam perdebatan ini ?

Silakan jawab dulu pertanyaanku di atas. Jika tak bisa jawab, silakan ngaku terus terang.

Kau pikir jika Maria itu istri Muhammad, maka kelakuan Muhammad ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa itu bisa diterima akal sehat? Begitu ya?
Aku menentang semua perlakuan bejad Muhammad: orgy dengan istri²nya, ngesex dengan budak wanita, poligami, memerawani anak usia 9 tahun, rajam wanita yang dituduhnya zinah padahal dia sendiri menghalalkan ngesex di luar nikah di Qur'an.

aisha wrote:Saya bisa terima jika Rasulullah mencampuri Aisha saat berumur 9 thn krn hadistnya jelas

Adadeh wrote:Kau rupanya wanita pendukung pedofilia rupanya ya? Atau kemungkinan, kau sendiri adalah pedofil. Sungguh Islam ternyata telah menghancurkan akal sehatmu secara menyeluruh. Moral rusak gara² Islam.

Hmm...adhominem. Mohon jaga bicara anda...counter semua dgn intelektualitas.

Ini masih konsisten dengan kedudukan hadis bukhari di kasus Hafsah dan Maria ini. Jika kau menerima hadis bukhari Muhammad pedofil, mengapa kau tak bisa menerima hadis bukhari tentang Maria di Q 66? Semua puluhan bahkan ratusan hadis² yang kau ajukan di atas tetap tidak bisa menghapus 1 hadis bukhari, apalagi seluruh tafsir klasik. Usahamu sia² saja.

Membahas versi saya anda tidak mau, membahas versi anda...anda ngeles. Jadi, mau anda bawa kemana perdebatan ini?

Aku sudah bilang bahwa aku tidak mempermasalahkan keberadaan keterangan tentang madu di hadis atau tafsir, sebab yang tertulis memang begitu. Tentang versiku, sebelum kita maju, aku ingin kau jawab pertanyaanku terlebih dahulu.

Tujuanmu ingin menggiring perdebatan sesuai dengan keinginanmu adalah untuk membuktikan Maria itu istri Muhammad, bukan? Sekalipun andakata, apabila, jikalau Maria itu istri Muhammad, perbuatan Muhammad tetaplah menjijikan. Sekali pun yang dipakai versi madu, perbuatan Muhammad mengancam cerai lusinan istri²nya hanya gara² urusan madu tetaplah menjijikan. Semua perbuatan² rendah akhlak seperti ini sungguh tak patut dicontohkan oleh so-called "manusia-paling-sempurna." Gak ada Muslim waras bermoral yang mau bertindak seperti itu, sebab akhlak mereka tidak serendah sang Nabi.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 02, 2011 2:01 pm

Aisha wrote:Apa anda mulai ingin memasukan pendapat subjektif ke dalam perdebatan ini ?


Adadeh wrote:Silakan jawab dulu pertanyaanku di atas. Jika tak bisa jawab, silakan ngaku terus terang.

Jadi, JIKA KETERANGANNYA BENAR, apakah kau bisa menerima Rasullulah ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa, di rumah Hafsa, di hari giliran Hafsa? Mohon dijawab dengan jujur agar aku tahu jalan pikiranmu.
Kau pikir jika Maria itu istri Nabi, maka perbuatannya ngesex di ranjang Hafsa lalu bisa diterima akal sehat? Begitukah jalan pikiranmu?


Jika keterangannya benar, berarti anda benar dan saya salah. Jk mmg anda bs membuktikan itu benar, maka independent reader - lah yang berhak menghakimi, bukan saya. Jadi, jgn tanya pikiran saya krn saya tidak sedang curhat sm anda..buktikan saja.

Kau pikir jika Maria itu istri Muhammad, maka kelakuan Muhammad ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa itu bisa diterima akal sehat? Begitu ya?
Aku menentang semua perlakuan bejad Muhammad: orgy dengan istri²nya, ngesex dengan budak wanita, poligami, memerawani anak usia 9 tahun, rajam wanita yang dituduhnya zinah padahal dia sendiri menghalalkan ngesex di luar nikah di Qur'an.


Buktikan dulu kebenarannya, baru membuat kesimpulan. Saya disini untuk membuka diskusi dgn anda, mencari kebenaran dari anda, dan jgn belokkan arah debat pada fokusnya.

Ini masih konsisten dengan kedudukan hadis bukhari di kasus Hafsah dan Maria ini. Jika kau menerima hadis bukhari Muhammad pedofil, mengapa kau tak bisa menerima hadis bukhari tentang Maria di Q 66? Semua puluhan bahkan ratusan hadis² yang kau ajukan di atas tetap tidak bisa menghapus 1 hadis bukhari, apalagi seluruh tafsir klasik. Usahamu sia² saja.


Karena hadist Bukhari yg anda hadirkan...dgn peritiwa hanya terlihat seperti cocokmology, cocok ga cocok dicocok-cocokin. Anda menggunakan hadist dhoif sbg tema cerita dan anda gunakan hadist shahih sbg "pendukung" dan bumbunya. Mgkn anda perlu belajar Islam keluar negri satu abad lagi.

Membahas versi saya anda tidak mau, membahas versi anda...anda ngeles. Jadi, mau anda bawa kemana perdebatan ini?


Aku sudah bilang bahwa aku tidak mempermasalahkan keberadaan keterangan tentang madu di hadis atau tafsir, sebab yang tertulis memang begitu. Tentang versiku, sebelum kita maju, aku ingin kau jawab pertanyaanku terlebih dahulu.

Tujuanmu ingin menggiring perdebatan sesuai dengan keinginanmu adalah untuk membuktikan Maria itu istri Muhammad, bukan? Sekalipun andakata, apabila, jikalau Maria itu istri Muhammad, perbuatan Muhammad tetaplah menjijikan. Sekali pun yang dipakai versi madu, perbuatan Muhammad mengancam cerai lusinan istri²nya hanya gara² urusan madu tetaplah menjijikan. Semua perbuatan² rendah akhlak seperti ini sungguh tak patut dicontohkan oleh so-called "manusia-paling-sempurna." Gak ada Muslim waras bermoral yang mau bertindak seperti itu, sebab akhlak mereka tidak serendah sang Nabi.


Anda terlalu menggadaikan intelektualitas anda dgn argumen dan pertanyaan seperti ini padahal anda kuwalahan membuktikan bahwa "adegan ranjang" itu benar-benar pernah terjadi.

Tidak ada satupun riwayat shahih yg meriwayatkan kejadian itu dan itu cukup bagi saya untuk meyakini bahwa kejadian itu hanyalah kebohongan.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Thu Nov 03, 2011 4:49 am

Aisha wrote:Jika keterangannya benar, berarti anda benar dan saya salah.

Mau butuh berapa hadis sahih untuk membuktikan keteranganku benar? Aku sudah menyebutkan 1 hadis sahih Bukhari. Masih banyak lagi hadis² sahih lainnya yang mengatakan hal yang sama, misalnya dari Sunan Baihaqi:

(15334) _ أخبرنا أبو نصر عمر بن عبد العزيزِ بنِ قَتَادَةَ أنا أبو منصور النَّضْرَوِيُّ الهَرَوِيُّ نا أحمد بنُ نَجْدَةَ نا سعيد بن منصور نا هُشَيْمٌ أنا عَبِيْدَةُ عن إبراهيمَ ، وجُوَيْبِرٌ عن الضَّحَّاكِ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ المؤمنينَ رضي الله عنها زارت أَبَاهَا ذاتَ يومٍ ، وكانَ يَوْمَهَا ، فلمَّا جاءَ النبيُّ فَلَمْ يَرَهَا في المنزلِ ، فأَرْسَلَ إلى أَمَتِهِ مَارِيَةَ القِبْطِيَّةِ فأَصَابَ مِنْهَا في بيتِ حَفْصَةَ ، فجاءَتْ حفصةُ على تلك الحالةِ ، فقالتْ : يا رسولَ الله أَتَفْعَلُ هَذَا في بَيْتِي وفي يَوْمِي ، قالَ: «فإِنَّهَا عَلَيَّ حَرَامٌ، لا تُخْبِرِي بذلكَ أحداً»، فانْطَلَقَتْ حفصةُ إلى عائشةَ فأَخْبرَتْهَا بذلكَ، فَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ في كتابِهِ {يَـٰۤأَيـُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَۖ} إلى قولِهِ {وَصَـٰلِحُ ٱلْمُؤْمِنِينَۖ} فأُمِرَ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْ يَمِينِهِ ويُرَاجِعَ أَمَتَهُ.

Disampaikan oleh Abu Nasr, Omar bin Abdul Aziz bin Qatada, Abu Mansur Aldharoa, Harawi an Ahmed, Said ibn Mansur, Husyam Ubaida kepada Ibrahim dan Jubair kepada Dahlaak bahwa Hafsa, ibu para umat, suatu hari pergi mengunjungi rumah ayahnya dan itu adalah hari saat gilirannya dikunjungi Nabi. Ketika Nabi datang ke rumah Hafsa, dia tak menemukan Hafsa. Dia lalu memanggil Maria Qibtia datang ke rumah Hafsa. Hafsa mendapatkan mereka saat sedang berhubungan intim. Hafsa berkata: Wahai Rasulullah, jangan lakukan di rumahku, di hari giliranku.
Nabi berkata: Maria kuharamkan bagiku, dan jangan katakan pada siapapun akan hal ini.
Tapi Hafsa lalu mengunjungi Aisyah dan menyampaikan hal ini. Lalu Allah menurukan ayat berikut: Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu?


Tabari juga sudah mencantumkan hadis Baihaqi tersebut:
Image

Hadis Baihaqi ini termasuk sahih.
http://www.inter-islam.org/hadeeth/hadithbriefly.htm
Shah Wali-ullah Delhvi (Rahmatullahe Alayh), a very well known Muhadith, has categorised the Sahih-books into three groups:
First group (1) Sahih Bukhari (2) Sahih Muslim (3) Mota Imam Malik
Second group (1) Abu Dawood (2) Nasai (3) Tirmidhi
Third group (1) Baihaqi (2) Tahawi etc.

Kamu pake buku murahan "bersih²" karangan Muslim modern abad ke-20 Abdullah Hajjaj sebagai dalih untuk meniadakan keterangan berbagai cendekiawan Islam. Ini gw kutip dari buku pedomanmu:

Image
Mursal? Ini kan hanya pendapat si Abdullah Hajjaj yang sangat ceroboh dan ngawur. Mursal itu artinya rantai penyampai kisah tidak sampai ke sahabat² atau sanak saudara Nabi. Apakah benar begitu? Mari kita simak keterangan dari Ibn Kathir tentang Q 66:2

Image

Silakan periksa sendiri mata rantai penyampai kisah:
34526. Sa'id bin Yahya ke ayahnya ke Muhammad bin Ishaq dari Az-Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dari Umar bin Khaththab.

Rupanya Abdullah Hajjaj ini tak tahu siapakah Ibnu Abbas dan Umar bin Khathab. Udah gitu dia gak malu² bilang gini di hal. 63
Image
Mana buktinya Ibn Kathir bilang gitu? Itu yang ditulis Ibn Kathir di no. 34526 apa dunk maknanya? Apakah mungkin Ibn Kathir membohongi diri sendiri dan seluruh umat Muslim? Ini gw baru baca beberapa lembar saja sudah menemukan sedemikian banyak kesalahan.

Karena hadist Bukhari yg anda hadirkan...dgn peritiwa hanya terlihat seperti cocokmology, cocok ga cocok dicocok-cocokin.

Apanya yang gak cocok? Di paragraf pertama sudah disebut bahwa hadis itu adalah tentang Q 66:4.

I had been eager to ask 'Umar about the two ladies from among the wives of the Prophet regarding whom Allah said (in the Qur'an saying): If you two (wives of the Prophet namely Aisha and Hafsa) turn in repentance to Allah your hearts are indeed so inclined (to oppose what the Prophet likes) (66.4), till performed the Hajj along with 'Umar (and on our way back from Hajj) he went aside (to answer the call of nature) and I also went aside along with him carrying a tumbler of water. When he had answered the call of nature and returned. I poured water on his hands from the tumbler and he performed ablution. I said, "O Chief of the believers! ' Who were the two ladies from among the wives of the Prophet to whom Allah said:
'If you two return in repentance (66.4)? He said, "I am astonished at your question, O Ibn 'Abbas. They were Aisha and Hafsa."


Ayat Q 66:4 itu kan yang kau terus-menerus minta penjelasan dariku? Tuh Bukhari udah panjang lebar menjelaskannya berkali-kali-kali padamu. Memang payah nerangin sama Muslimah yang cuman separo pengetahuannya. Itu kata Nabimu, lho.

Di bagian selanjutnya tercantum kalimat tentang Maria yang kau benci itu. Jika Maria gak ada hubungannya dengan Q 66:4 di hadis Bukhari, lalu tentang peristiwa apa dunk Muhammad ngesex dengan Maria sampai Hafsa dan Aisyah ngamuk²?

Anda terlalu menggadaikan intelektualitas anda dgn argumen dan pertanyaan seperti ini padahal anda kuwalahan membuktikan bahwa "adegan ranjang" itu benar-benar pernah terjadi.

Kalo memang tak terjadi, kenapa Bukhari, Baihaqi dan Ibn Kathir (penafsir Qur'an idola lo) menyebut jelas tentang latar kejadian Q 66 adalah tentang Maria? Apakah mereka semua bohong?

Untuk yang sukar melihat gambar, ini gw tulis seluruh tafsir Q 66 dari Ibn Kathir:
Sa’id bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad ibn Ishaq menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Aku berkata kepada Umar bin Khaththab, “Siapa dua wanita yang dimaksud itu?” Dia menjawab, “Aisyah dan Hafshah. Awal ceritanya adalah tentang Ummu Ibrahim (Maria) wanita Qibthi. Nabi SAW menggaulinya di rumah Hafsah, pada hari yang menjadi giliran Hafshah. Hafshah memergoki hal itu, maka dia berkata, “Wahai Nabi Allah, Engkau telah melakukan kepadaku apa yang belum pernah engkau lakukan pada istri²mu yang lain pada hari giliranku, di rumahku, dan di ranjangku.” Nabi SAW lalu berkata, “Apakah kau ridha kalau aku mengharamkannya untukku?” Dia menjawab, “Ya, tentu.” Nabi SAW lalu mengharamkannya (Mariah) untuk dirinya. Beliau lalu berkata, “Tapi jangan kau ceritaka ini kepada siapa pun.”
Ternyata Hafshah menceritakan kepada Aisyah, dan Allah memberitahukan hal itu kepada beliau. Allah lalu menurunkan ayat, “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri²mu?...” Telah sampai informasi kepada kami bahwa Nabi SAW sudah menebus sumpahnya dan kembali menggauli jariyahnya.

Ref. Ibnu Katsir dalam tafsirnya (14/48)
:rolling:
Gileeee.... Khayru-l-Khalq doyan ngembat jariyah.
Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Thu Nov 03, 2011 10:10 am

Sebenarnya anda tidak perlu repot seperti itu seandainya anda mampu mercerna apa yg saya maksudkan. Saya hargai keyakinan anda ttg versi adegan ranjang. Saya ikuti versi dan sumber anda dgn mengajukan tiga pertanyaan mudah dlm kronologi I. Karena anda lebih faham kronologinya dan yakin akan sumbernya, tentu tidak ada yg tidak logis dlm jalan ceritanya wlpn janggal menurut saya. Kenapa tidak anda buat lebih simple...dgn menjawab pertanyaan-pertanyaan to the point, kenapa berputar-putar ?
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Thu Nov 03, 2011 11:20 am

Aisha wrote:1.Bisa beritahu derajat hadist diatas ?

Hadis itu disampaikan muhadith terkenal Daraqutni yang terpercaya dan dihormati umat Muslim, jadi tentunya paling sedikit hadisnya hasan.

2.Dari sumber mana yg menerangkan bahwa Mariyah Al Qibtiyah adalah budak Hafsah ?

Ayesha Ahmad menulis sebagai budak Hafsah, tapi sebenarnya Maria adalah jariyah Muhammad (menurut Ibn Kathir), atau budak wanita Muhammad (menurut Baihaqi, an Nasa'i).

Dari sebuah sumber menyebutkan bahwa Mariyah Al Qibthiyah sejak datangnya sudah diperlakukan sebagaimana ummul mukminin

Sumber yang kau pakai itu ngaco sekali, dan gw lebih percaya Ibn Kathir yang mengatakan Mariya adalah jariyah Muhammad. Melakukan poligami masal terhadap lusinan wanita bukanlah perbuatan terhormat, apalagi meletakkan kedudukan wanita sebagai jariyah (concubine atau wanita piaraan atau budak sex). Muhammad memperlakukan semua wanita di sekelilingnya bagaikan binatang ternak saja. Ini dikatakannya di khotbah terakhirnya sebelum mokat.

Perlakukan wanita dengan baik karena mereka seperti binatang² piaraan dan mereka tidak memiliki apapun. Allah telah menghalalkan untuk menikmati tubuh2 mereka dalam Qur’an-Nya. (Tabari (IX:113)

Boleh saya tau, apakah yg sedang dilakukan Mariyah di kamar Hafsah ?

Tidak ada penjelasan apapun dari berbagai hadis dan Sira akan hal ini. Yang dijelaskan Ibn Sa'd, Baihaqi dll, Muhammad memanggil Mariya datang ke tempat Hafsa saat Hafsa tak berada di rumahnya.
apalagi berdasarkan hadist diatasnya No.34511 kejadian itu terjadi setelah Mariyah melahirkan Ibrahim (Ummu Ibrahim).

Weleh, gak ada keterangan kronologi seperti itu di 34511. Dapat kesimpulan dari mana situ?

3.Bila istilah ilaa' digunakan untuk seorang istri, apakah perlu mengilaa’ seorang budak tanpa ikatan pernikahan?

Justru sangat jelas di sini Muhammad melakukan kesalahan pengucapan. Dia kan memang seringkali ngawur. Keseluruhan At Tahrim itu membahas kesalahan Muhammad, bukan?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

PreviousNext

Return to Ruang Debat Terbatas



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron