.

Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Moderator 1 » Fri Oct 28, 2011 10:47 am

Thread ini khusus untuk perdebatan Aisha vs Pop Eye saja. Netter lain harap menahan diri. Silakan dilanjut sdr. Aisha dan Pop Eye.
Moderator 1
 
Posts: 167
Images: 9
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:51 pm

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Pop Eye » Fri Oct 28, 2011 10:50 am

Aisha sudah bersedia untuk berdiskusi dengan bro Adadeh
Silahkan ditindaklanjuti bro Adadeh, TS ini sudah berubah menjadi TS Debat terbatas

Berhubung yg ingin direfute adalah komik Adadeh, saya rasa bro Adadeh jauh lebih pantas mewakili FFI untuk berdiskusi dengan Aisha

@All user FFI
kita tunggu hasil debat mereka di TS ini.
Memang benar kata Aisha, saya yg request untuk debat via PM atau Diskusi terbatas karena saya setuju dengan pendapat beliau bahwa debat via TS terbuka rawan dengan cheerleader baik dari kaffir dan muslim yg terkadang dapat menyulut emosi dan mengganggu konsentrasi untuk menghasilkan debat yg bermutu dan berkualitas.

Saya pribadi sebagai pembaca FFI semasa saya belon join jadi user, prefer baca diskusi dari awal hingga akhir antara Ali Sina dengan lawannya, bacanya lebih enak, ga kepotong2 oleh comment2 yg ga perlu. Comment2 boleh lah diakhir diskusi.
Pop Eye
 
Posts: 395
Joined: Thu Sep 09, 2010 1:53 pm

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Oct 28, 2011 10:58 am

Pop Eye wrote:Aisha sudah bersedia untuk berdiskusi dengan bro Adadeh
Silahkan ditindaklanjuti bro Adadeh, TS ini sudah berubah menjadi TS Debat terbatas.

Terima kasih atas penjelasannya, Pop Eye.

Mas Adadeh yg baik, tulisan "Al Waqidi "-nya jgn dijadikan "bla bla bla", itu penting loh... :) Kl para ulama hadist saja meninggalkan periwayatannya...

Kalau begitu, dari mana Muslim tahu bahwa Muhammad tak melakukan pembantaian massal ketika menaklukkan Mekah? Gak ada tuh keterangan seperti itu di hadis manapun. Hayooo jawab siah!

Dari mana Muslim tahu Muhammad SAW itu keturunan Ishmael, sedangkan keterangan seperti itu tak ada satu pun di Qur'an, apalagi hadis? Hayooo jawab siah!

Jika keterangan Waqidi itu dianggap tak layak dipercaya, maka kenapa kisah yang sama tercantum di berbagai tafsir utama Islam, seperti tafsir Tabari, tafsir Ibn Kathir, tafsir Jalalani, tafsir Ibn Abbas, dll? Semua buku2 tafsir tersebut masih dipakai di seluruh sekolah Islam sedunia sampai detik ini. Emangnya buku tafsir apa yang lo pake? Jangan2 lo pake tafsir Qur'an buatan si CS yang gak laku di sekolah Islam mana pun.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Oct 28, 2011 11:42 am

Mas Adadeh yg baik, tulisan "Al Waqidi "-nya jgn dijadikan "bla bla bla", itu penting loh... :) Kl para ulama hadist saja meninggalkan periwayatannya...


Adadeh wrote:Kalau begitu, dari mana Muslim tahu bahwa Muhammad tak melakukan pembantaian massal ketika menaklukkan Mekah? Gak ada tuh keterangan seperti itu di hadis manapun. Hayooo jawab siah!


Kl anda gunakan key word "membantai", insya Allah....anda tidak akan menemukan dlm hadist manapun meskipun anda menangis darah, apa sebabnya...krn "it's just your opinion".

Dari mana Muslim tahu Muhammad SAW itu keturunan Ishmael, sedangkan keterangan seperti itu tak ada satu pun di Qur'an, apalagi hadis? Hayooo jawab siah!


Mohon sabar ya Mas Adadeh...link hadist saya sedang error dan saya tidak menemukan link lain yg selengkap itu beserta sanad dan matannya. Nanti kl link sudah sehat...saya quote disini.

Karena keterangan ttg Muhammad itu keturunan Ismael tidak disebutkan secara gamblang, saya rasa perlu "tempat" khusus untuk membahas itu lebih jauh dan saya harap anda membuka mata lebar-lebar untuk membaca judul dgn baik.. supaya kita tidak melebar kemana-mana.

Jika keterangan Waqidi itu dianggap tak layak dipercaya, maka kenapa kisah yang sama tercantum di berbagai tafsir utama Islam, seperti tafsir Tabari, tafsir Ibn Kathir, tafsir Jalalani, tafsir Ibn Abbas, dll? Semua buku2 tafsir tersebut masih dipakai di seluruh sekolah Islam sedunia sampai detik ini. Emangnya buku tafsir apa yang lo pake? Jangan2 lo pake tafsir Qur'an buatan si CS yang gak laku di sekolah Islam mana pun.


Apa anda tau beda tafsir dgn hadist ?
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Oct 28, 2011 12:33 pm

Aisha wrote:Kl anda gunakan key word "membantai", insya Allah....anda tidak akan menemukan dlm hadist manapun meskipun anda menangis darah, apa sebabnya...krn "it's just your opinion".

Apapun kata atau istilah yang kamu pilih, dari mana kamu tahu apa yang terjadi saat futtu Mekah, sedangkan keterangan itu tak ada sama sekali di Qur'an atau hadis manapun? Muslim gembar-gembor bangga Mamad gak membantai Quraysh di futtu Mekah, padahal keterangan itu hanya ada di Sira ibn Ishaq.

Karena keterangan ttg Muhammad itu keturunan Ismael tidak disebutkan secara gamblang, saya rasa perlu "tempat" khusus untuk membahas itu lebih jauh dan saya harap anda membuka mata lebar-lebar untuk membaca judul dgn baik.. supaya kita tidak melebar kemana-mana.

Ini sama seperti kasus futtu Mekah, gak ada keterangan Qur'an atau hadis apapun yang mengatakan Muhammad keturunan Ismael, tapi Muslim seluruh dunia percaya 100% akan hal itu.

Sekarang gw mau tanya sikapmu: Jika suatu keterangan gak ada di Qur'an dan Hadis, apakah kamu bisa percaya keterangan tersebut atau tidak?
Mohon jawab sesingkatnya: YA atau TIDAK.

Jika keterangan Waqidi itu dianggap tak layak dipercaya, maka kenapa kisah yang sama tercantum di berbagai tafsir utama Islam, seperti tafsir Tabari, tafsir Ibn Kathir, tafsir Jalalani, tafsir Ibn Abbas, dll? Semua buku2 tafsir tersebut masih dipakai di seluruh sekolah Islam sedunia sampai detik ini. Emangnya buku tafsir apa yang lo pake? Jangan2 lo pake tafsir Qur'an buatan si CS yang gak laku di sekolah Islam mana pun.


Apa anda tau beda tafsir dgn hadist ?

Tampaknya kamu sendiri kebingungan dengan sikap Muslim atas tafsir, hadis, Qur'an, dll. Para ahli Islam terkemuka yang gw sebut di atas semuanya mencantumkan kisah Mamad ngesex sama Mariah di ranjang Hafsah, dan kamu menyangkalnya. Dengan alasan apakah aku harus lebih percaya pada kamu daripada pada mereka? Apa kamu itu merasa lebih pintar dan lebih berpengetahuan akan Islam daripada Tabari, Ibn Kathir, Jalalani, Waqidi, Suyuti, Ibn Abbas?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Oct 28, 2011 2:05 pm

Aisha wrote:Kl anda gunakan key word "membantai", insya Allah....anda tidak akan menemukan dlm hadist manapun meskipun anda menangis darah, apa sebabnya...krn "it's just your opinion".


Adadeh wrote: Apapun kata atau istilah yang kamu pilih, dari mana kamu tahu apa yang terjadi saat futtu Mekah, sedangkan keterangan itu tak ada sama sekali di Qur'an atau hadis manapun? Muslim gembar-gembor bangga Mamad gak membantai Quraysh di futtu Mekah, padahal keterangan itu hanya ada di Sira ibn Ishaq.

Ini sama seperti kasus futtu Mekah, gak ada keterangan Qur'an atau hadis apapun yang mengatakan Muhammad keturunan Ismael, tapi Muslim seluruh dunia percaya 100% akan hal itu.


Pemilihan kata itu penting, karena beda kata...beda persepsinya.

Al Waqidi dan Ibnu Ishaq....memang pasangan yg serasi. Tidak diragukan lagi kl istilah "asal nyomot" itu tepat untuk tuduhan-tuduhan anda selama ini. Kl anda tetap ngotot membela dan mempercayai Al Waqidi...itu terserah anda. Tapi saya akan memberikan pendapat para ulama ttg beliau :

Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria”(Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186).

Berkata Imam Ahmad: “Dia AL Waqidi adalah seorang yang sangat pendusta”

Berkata Yahya: “Dia adalah seorang yang dhaif(tidak dapat dipercayai hadis-hadisnya)” Di tempat yang lain dia berkata Al Waqidi seseorang yang tidak dapat di andalkan”

Abu Daud berkata: “telah menceritakan kepadaku oleh orang yang telah mendengar dari Ali Al Madini bahawa dia mengatakan :Al Waqidi meriwayatkan 30 000 hadis yang ganjil”.

Berkata Abu Bakar Ibnu Khaithamah: “Aku mendengar Yahya Ibnu Mu’in mengatakan :Janganlah ditulis..hadis-hadis Al Waqidi tidak bernilai apa-apa”

Berkata Abdurrahman Ibnu Abi Hatim: “Aku bertanya kepada Ali Ibnu Al Madini tentang Al Waqidi lalu dia menjawab:Dia itu ialah seorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya”

Berkata An nasaai di dalam kitabnya yang berjudul Addhu’afa’ wal Matrukin: “Yang terkenal dalam berdusta terhadap Rasulullah itu empat orang termasuk daripadanya Al Waqidi,Muqatil dan Muhammad bin Sa’id.”

Berkata Imam Adadeh : "Al Waqidi adalah satu-satunya orang yg sangat bisa dipercaya daripada loe semua"


Ada banyak jalan menuju Mekkah... dan tentu tidak harus dgn mempercayai Al Waqidi. Saya bisa buktikan bahwa Rasulullah itu keturunan Ismael...bahkan tanpa melibatkan Al Waqidi atau Ibnu Ishaq didalamnya. Itu semua sifatnya opsional. Jika anda lebih merasa klop dgn mereka berdua, itu pilihan anda. Tapi itu cukup menjadi keyakinan anda sendiri tidak perlu mendebatkannya dgn muslim...krn sumber anda saja sudah tidak bs diterima, apalagi argument anda.

Sekarang gw mau tanya sikapmu: Jika suatu keterangan gak ada di Qur'an dan Hadis, apakah kamu bisa percaya keterangan tersebut atau tidak?
Mohon jawab sesingkatnya: YA atau TIDAK.


Saya suka pertanyaan anda.

Jawaban saya : IYA tergantung sumbernya.

Apa anda tau beda tafsir dgn hadist ?


Tampaknya kamu sendiri kebingungan dengan sikap Muslim atas tafsir, hadis, Qur'an, dll. Para ahli Islam terkemuka yang gw sebut di atas semuanya mencantumkan kisah Mamad ngesex sama Mariah di ranjang Hafsah, dan kamu menyangkalnya. Dengan alasan apakah aku harus lebih percaya pada kamu daripada pada mereka?


Saya tidak menyangkal, hanya meragukan...dan saya lebih suka meniadakan hal-hal yg meragukan saya. Yang saya tuntut dari anda bukanlah anda harus mempercayai saya yg ilmunya terbatas ini tapi saya ingin anda mencantumkan jalur yg lebih shahih dan dapat dipercaya dgn begitu... komik anda lebih mendekati non fiksi daripada fiksi.

Apa kamu itu merasa lebih pintar dan lebih berpengetahuan akan Islam daripada Tabari, Ibn Kathir, Jalalani, Waqidi, Suyuti, Ibn Abbas?


Saya justru ingin bertanya pada anda, apakah anda lebih pintar dan mengenal mereka daripada ulama-ulama tsiqot yg saya sebutkan diatas ?

NB : Mohon maaf Mas Adadeh, jika saya lama mereply.... itu karena saya sedang sibuk, mohon dimaklumi.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Oct 28, 2011 3:39 pm

Aisha wrote:Pemilihan kata itu penting, karena beda kata...beda persepsinya.

Kata apapun yang kau pilih, gak ada keterangan apapun di Qur'an dan hadis tentang futtu Mekah. Ngarti lo?

Al Waqidi dan Ibnu Ishaq....memang pasangan yg serasi.

Ibn Ishaq-lah sumber utama keterangan tentang futtu Mekah. Ibn Ishaq pula yang menulis silsilah keturunan Muhammad dari Ishmael. Jadi lo ngaku bahwa semua keterangan Ibn Ishaq itu bohong semua ya?

Tidak diragukan lagi kl istilah "asal nyomot" itu tepat untuk tuduhan-tuduhan anda selama ini. Kl anda tetap ngotot membela dan mempercayai Al Waqidi...itu terserah anda.

Memang terserah masing² mau percaya atau tidak. Yang gw pake adalah keterangan dari tafsir Ibn Kathir, Tabari, Ibn Sa'd, Jalaladin Suyuti, dan juga Bukhari.

Tapi saya akan memberikan pendapat para ulama ttg beliau :
Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria”(Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186).

Mana ada hadis Bukhari kayak gini? Silakan cantumkan nomer bukunya, volume berapa, nomer hadisnya, dan siapa penerbitnya. Lo itu hanya bisa kopas dari website Islam darul ihya' yang kelabakan gara² kafir membeberkan aib Mamad SAW pake buku² Islam.

Waqidi itu hidup di tahun 748-822 M, sedangkan Bukhari hidup di tahun 810–870 M. Yang hidup lebih dekat dengan masa Muhammad itu Waqidi, sehingga jelas dia lebih tahu tentang si Mamad daripada Bukhari.

Berkata Imam Ahmad: “Dia AL Waqidi adalah seorang yang sangat pendusta”
Berkata Yahya: ...Abu Daud berkata:

Siapa nih Imam Ahmad? Yahya? Tetangga sebelah? Keterangan Mamad ngebor Mariah di ranjang Hafsa itu tercantum di tafsir Ibn Kathir, Tabari, Ibn Sa'd, Jalalani, Sira Ibn Sa'd, dll dan buku² mereka sampai detik ini masih dipakai Muslim seluruh dunia. Buku tafsir Qur'an apa sih yang kamu miliki sekarang? Pengen tahu nih gw.

Asal elo tahu aja ya, bahwa banyak Muslim yang mencela Bukhari karena menulis Mamad ngesex sama Aisyah kala Aisyah masih ingusan (9 tahun). Banyak tuh artikel Muslim yang menuduh Bukhari salah, dan mereka pake Sira Tabari untuk menyangkal keterangan Bukhari tentang usia Aisyah. Emangnya kamu percaya Muhammad ngesex dengan Aisyah saat Aisyah berusia 9 tahun?

Berkata Imam Adadeh : "Al Waqidi adalah satu-satunya orang yg sangat bisa dipercaya daripada loe semua"

Siapa bilang gw cuman pake Waqidi? Baca lagi keteranganku di atas.

Ada banyak jalan menuju Mekkah... dan tentu tidak harus dgn mempercayai Al Waqidi. Saya bisa buktikan bahwa Rasulullah itu keturunan Ismael...bahkan tanpa melibatkan Al Waqidi atau Ibnu Ishaq didalamnya.

Ah, masa? Silakan buktikan kibulan hebat lo, keluarkan seluruh pengetahuanmu. Pengen tahu gw.

Itu semua sifatnya opsional. Jika anda lebih merasa klop dgn mereka berdua, itu pilihan anda. Tapi itu cukup menjadi keyakinan anda sendiri tidak perlu mendebatkannya dgn muslim...krn sumber anda saja sudah tidak bs diterima, apalagi argument anda.

Emang terserah lo mau percaya atau tidak sama Waqidi, gak ada yang memaksa. Yang gw lakukan di sini hanyalah membuat illustrasi berdasarkan keterangan literatur Islam.

Sekarang gw mau tanya sikapmu: Jika suatu keterangan gak ada di Qur'an dan Hadis, apakah kamu bisa percaya keterangan tersebut atau tidak?
Mohon jawab sesingkatnya: YA atau TIDAK.

Saya suka pertanyaan anda.
Jawaban saya : IYA tergantung sumbernya.

Kalo gitu ngapain lo sholat 5 waktu segala, padahal Qur'an gak pernah bilang begitu?
Gimana bisa lo yakin Mamad SAW itu keturunan Ishmael padahal Qur'an dan Hadis gak ada yang menyatakan hal itu?
Sekarang gw balik nih: Jika kita tak boleh percaya tafsir autentik, maka kejadian apa dunk yang sebenarnya terjadi di Qur'an Sura At-Tahrim, 1-11?

Adadeh wrote:Tampaknya kamu sendiri kebingungan dengan sikap Muslim atas tafsir, hadis, Qur'an, dll. Para ahli Islam terkemuka yang gw sebut di atas semuanya mencantumkan kisah Mamad ngesex sama Mariah di ranjang Hafsah, dan kamu menyangkalnya. Dengan alasan apakah aku harus lebih percaya pada kamu daripada pada mereka?

Saya tidak menyangkal, hanya meragukan...dan saya lebih suka meniadakan hal-hal yg meragukan saya.

Awalnya dengan tegas menyangkal, bahkan giat memfitnah Waqidi, tapi ujung²nya lalu mengaku hanya meragukan. Memang sebaiknya lo karang aja Islam versi lo sendiri agar lebih nyaman memeluk Islam.

Yang saya tuntut dari anda bukanlah anda harus mempercayai saya yg ilmunya terbatas ini tapi saya ingin anda mencantumkan jalur yg lebih shahih dan dapat dipercaya dgn begitu... komik anda lebih mendekati non fiksi daripada fiksi.

Silakan ajukan literatur apa yang lebih sahih untuk asbabun nuzul Q 66:1-7.

Adadeh wrote:Apa kamu itu merasa lebih pintar dan lebih berpengetahuan akan Islam daripada Tabari, Ibn Kathir, Jalalani, Waqidi, Suyuti, Ibn Abbas?

Saya justru ingin bertanya pada anda, apakah anda lebih pintar dan mengenal mereka daripada ulama-ulama tsiqot yg saya sebutkan diatas ?

Jawab dulu pertanyaan gw di atas, ntar gw jawab balik pertanyaan lo. Sumber literatur yang lo pake gak jelas asal-usulnya, mana bukunya, siapa penerbitnya, dll.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Oct 28, 2011 5:07 pm

Anda lucu sekali...:)

Saya akan membenarkan letak-letak kesalahan anda tp skrg sy msh banyak pekerjaan dan sayangnya link hadist saya tercinta sdg dalam pengembangan untuk dibuat dalam banyak bahasa. Terus terang saya lebih suka copas untuk untuk urusan hujjah krn kl saya tambah, kurangi, atau dilebay-lebaykan...saya takut jd tertarik membuat komik seperti anda.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Oct 28, 2011 11:52 pm

Aisha wrote:Anda lucu sekali...:)
Saya akan membenarkan letak-letak kesalahan anda tp skrg sy msh banyak pekerjaan dan sayangnya link hadist saya tercinta sdg dalam pengembangan untuk dibuat dalam banyak bahasa. Terus terang saya lebih suka copas untuk untuk urusan hujjah krn kl saya tambah, kurangi, atau dilebay-lebaykan...saya takut jd tertarik membuat komik seperti anda.

Memang kemampuanmu cuman sebatas copas, nyontek dusta Muslim lain, dengan harapan bisa menang debat sama kafir FFI. Sampai detik ini esensi debatmu tetap nol kosong. Udah halaman kedua nih. Gw langsung masuk ke inti perdebatan: isi komik gw.

Sumber: Qur'an terbitan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 lunar H. Tafsir dan terjemahan ke bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi

Also it is reported that the Prophet had divided his days among his wives. And when it was the turn of Hafsa, he sent her for an errand to the house of her father Omar Khattab. When she took this order and went, the prophet called his slave girl Mariyah the Copt who bore his son Ibrahim, and who was a gift from the king Najashi and had sexual intercourse with her. When Hafsa returned, she found the door locked. So she sat there behind that locked door until the prophet finished the business and came out of the house while pleasure was dripping from his face.
When Hafsa found him in that condition she rebuked him saying you did not respect my honor; you sent me out of my house with an excuse so you could sleep with the slave girl. And in the day that was my turn you had intercourse with someone else.
Then the Prophet said, be quiet for although she is my slave and halal to me, for your contentment I at this moment make her haram to myself. But Hafsa did not do this and when the Prophet went out of her house she knocked at the wall that separated her room from that of Aisha and told her everything. She also gave the glad tiding about what the Prophet had promised about making Mariyah haram to himself.


terjemahan:

Juga dilaporkan bahwa Nabi telah membagi hari²nya untuk menggiliri istri²nya. Ketika tiba giliran Hafsa, Mamad mengirim Hafsa untuk meninggalkan rumah dan mengunjungi rumah ayahnya, yakni Umar Khattab. Ketika Hafsa pergi keluar, Nabi memanggil budak wanitanya yakni Mariyah Koptiah yang merupakan ibu dari anak Mamad yakni Ibrahim, dan Maria merupakan pemberian Raja Najashi dan Mamad lalu ngesex dengan Maria. Ketika Hafsa kembali, dia menemukan pintu rumahnya dikunci. Jadi dia duduk di belakang pintu yang terkunci itu sampai Nabi selesai ngesex dan keluar dari rumah dengan wajah penuh kepuasan. Ketika Hafsa menemukan dia dalam keadaan seperti itu, Hafsa menghardik/mendamprat Muhammad dengan mengatakan, "Kamu tak menghargai kehormatanku; kau kirim aku keluar rumahku sebagai alasan saja agar kau bisa ngesex dengan budak perempuanmu. Dan di hari giliranku, kau malahan ngesex dengan perempuan lain."
Maka Nabi berkata," Diamlah, karena meskipun Maria itu budakku dan halal bagiku ngesex dengannya, agar kau senang maka aku haramkan Maria bagiku."
Tapi Hafsa tidak mau diam dan ketika Nabi telah pergi meninggalkan rumahnya, dia mengetok tembok yang membatasi kamarnya dengan kamar Aisyah dan memberitahu Aisyah segala yang terjadi. Dia juga mengatakan niat damai Nabi dengan bersumpah mengharamkan Maria baginya.


Keterangan yang sama juga ditulis oleh Ibn Sa'd di kitab Tabaqat-nya yang sangat terkenal.
The Men of Medina - Volume 1, Muhammad ibn Sa'd (d230H); Translated by Aisha Abdarrahman at-Tarjumana Bewly; 337 Pages Paperback; Published by Taha Publishers London; Translation of Volume 1 of the Kitab at-Tabaqat al-Kabir of Ibn Sa’d
Image

Abu Bakr has narrated that the messenger of Allah (PBUH) had sexual intercourse with Mariyyah in the house of Hafsah. When the messenger came out of the house, Hafsa was sitting at the gate (behind the locked door).
She told the prophet, O Messenger of Allah, do you do this in my house and during my turn?
The messenger said, control yourself and let me go because I make her haram to me.
Hafsa said, I do not accept, unless you swear for me.
That Hazrat (his holiness) said, by Allah I will not contact her again. Qasim ibn Muhammad has said that this promise of the Prophet that had forbidden Mariyyah to himself is invalid – it does not become a violation (hormat).


terjemahan:

Abu Bakr telah mengisahkan bahwa nabi Allah SAW telah ngesex dengan Mariyyah di rumah Hafsah. Ketika Nabi keluar rumah, Hafsa sedang duduk di pintu gerbang (di belakang pintu rumah yang dikunci). Hafsa berkata pada Nabi, "Wahai Rasul Allah, kau lakukan ini di rumahku, di saat giliranku?"
Nabi berkata, "Tenangkan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku membuat Mariyyah haram bagiku."
Hafsa berkata, "Aku tidak terima, sebelum kau bersumpah bagiku."
Mendengar itu, sang Nabi berkata, "Demi Allah, aku tak akan menyentuhnya lagi." Qasim ibn Muhammad berkata bahwa sumpah Nabi untuk tidak ngesex dengan Mariyyah adalah salah - dan ngesex dengan Mariyyah tidak melanggar kehormatan.


Keterangan Tabari dalam bahasa Indonesia menerangkan hal yang serupa, bahwa Nabi ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa, dan kepergok Hafsa saat sedang ngesex. Thanks to ICU.
sekali-lagi-muhammad-ngebor-mariah-qubtiah-t38173/
Image
Image
Image

34511 (Tabari bahasa Indonesia)
Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah SAW menggauli Ummu Ibrahim (Maria) di rumah salah seorang istri beliau sehingga istrinya ini berkata, “Wahai Rasulullah, Anda melakukan ini di rumah saya dan di atas ranjang saya?!”
Akhirnya Rasulullah mengharamkan Maria atas diri beliau. Istrinya tadi justru berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana mungkin engkau mengharamkan sesuatu yang halal atas diri mereka?”
Rasulullah SAW lalu bersumpah tidak akan menggauli Maria lagi.


34517 (Tabari bahasa Indonesia)
Ayahku berkata, “Salah seorang istri Nabi SAW memergoki Rasulullah SAW bersama budak wanitanya di rumah sang istri tersebut, maka dia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, padahal aku wanita yang paling lemah diantara para istrimu?”
Rasulullah SAW lalu bersabda padanya, “Sssst, diamlah, jangan beritahukan hal ini kepada siapapun. Dia haram bagiku bila aku mendekatinya lagi setelah ini untuk selamanya.’
Istri beliau ini lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana bisa engkau mengharamkan sesuatu yang telah Allah halalkan untuk engkau dengan perkataan, “Dia haram bagiku untuk selamanya?”
Rasulullah SAW lalu berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan menyentuhnya lagi untuk selamanya.’


dan masih banyak lagi hadis di buku Tabari di atas yang mengisahkan keterangan serupa.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 12:04 am

Hadis Bukhari juga menerangkan hal yang serupa.
http://www.cmje.org/religious-texts/had ... 03.043.648
Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648:
Narrated 'Abdullah bin 'Abbas:

I had been eager to ask 'Umar about the two ladies from among the wives of the Prophet regarding whom Allah said (in the Qur'an saying): If you two (wives of the Prophet namely Aisha and Hafsa) turn in repentance to Allah your hearts are indeed so inclined (to oppose what the Prophet likes) (66.4), till performed the Hajj along with 'Umar (and on our way back from Hajj) he went aside (to answer the call of nature) and I also went aside along with him carrying a tumbler of water. When he had answered the call of nature and returned. I poured water on his hands from the tumbler and he performed ablution. I said, "O Chief of the believers! ' Who were the two ladies from among the wives of the Prophet to whom Allah said:

'If you two return in repentance (66.4)? He said, "I am astonished at your question, O Ibn 'Abbas. They were Aisha and Hafsa."

Then 'Umar went on relating the narration and said. "I and an Ansari neighbor of mine from Bani Umaiya bin Zaid who used to live in 'Awali Al-Medina, used to visit the Prophet in turns. He used to go one day, and I another day. When I went I would bring him the news of what had happened that day regarding the instructions and orders and when he went, he used to do the same for me. We, the people of Quraish, used to have authority over women, but when we came to live with the Ansar, we noticed that the Ansari women had the upper hand over their men, so our women started acquiring the habits of the Ansari women. Once I shouted at my wife and she paid me back in my coin and I disliked that she should answer me back. She said, 'Why do you take it ill that I retort upon you? By Allah, the wives of the Prophet retort upon him, and some of them may not speak with him for the whole day till night.' What she said scared me and I said to her, 'Whoever amongst them does so, will be a great loser.' Then I dressed myself and went to Hafsa and asked her, 'Does any of you keep Allah's Apostle angry all the day long till night?' She replied in the affirmative. I said, 'She is a ruined losing person (and will never have success)! Doesn't she fear that Allah may get angry for the anger of Allah's Apostle and thus she will be ruined? Don't ask Allah's Apostle too many things, and don't retort upon him in any case, and don't desert him. Demand from me whatever you like, and don't be tempted to imitate your neighbor (i.e. 'Aisha) in her behavior towards the Prophet), for she (i.e. Aisha) is more beautiful than you, and more beloved to Allah's Apostle.

In those days it was rumored that Ghassan, (a tribe living in Sham) was getting prepared their horses to invade us. My companion went (to the Prophet on the day of his turn, went and returned to us at night and knocked at my door violently, asking whether I was sleeping. I was scared (by the hard knocking) and came out to him. He said that a great thing had happened. I asked him: What is it? Have Ghassan come? He replied that it was worse and more serious than that, and added that Allah's Apostle had divorced all his wives. I said, Hafsa is a ruined loser! I expected that would happen some day.' So I dressed myself and offered the Fajr prayer with the Prophet. Then the Prophet entered an upper room and stayed there alone. I went to Hafsa and found her weeping. I asked her, 'Why are you weeping? Didn't I warn you? Have Allah's Apostle divorced you all?' She replied, 'I don't know. He is there in the upper room.' I then went out and came to the pulpit and found a group of people around it and some of them were weeping. Then I sat with them for some time, but could not endure the situation. So I went to the upper room where the Prophet was and requested to a black slave of his: "Will you get the permission of (Allah's Apostle) for Umar (to enter)? The slave went in, talked to the Prophet about it and came out saying, 'I mentioned you to him but he did not reply.' So, I went and sat with the people who were sitting by the pulpit, but I could not bear the situation, so I went to the slave again and said: "Will you get he permission for Umar? He went in and brought the same reply as before. When I was leaving, behold, the slave called me saying, "Allah's Apostle has granted you permission." So, I entered upon the Prophet and saw him lying on a mat without wedding on it, and the mat had left its mark on the body of the Prophet, and he was leaning on a leather pillow stuffed with palm fires. I greeted him and while still standing, I said: "Have you divorced your wives?' He raised his eyes to me and replied in the negative. And then while still standing, I said chatting: "Will you heed what I say, 'O Allah's Apostle! We, the people of Quraish used to have the upper hand over our women (wives), and when we came to the people whose women had the upper hand over them..."

'Umar told the whole story (about his wife). "On that the Prophet smiled." 'Umar further said, "I then said, 'I went to Hafsa and said to her: Do not be tempted to imitate your companion ('Aisha) for she is more beautiful than you and more beloved to the Prophet.' The Prophet smiled again. When I saw him smiling, I sat down and cast a glance at the room, and by Allah, I couldn't see anything of importance but three hides. I said (to Allah's Apostle) "Invoke Allah to make your followers prosperous for the Persians and the Byzantines have been made prosperous and given worldly luxuries, though they do not worship Allah?' The Prophet was leaning then (and on hearing my speech he sat straight) and said, 'O Ibn Al-Khatttab! Do you have any doubt (that the Hereafter is better than this world)? These people have been given rewards of their good deeds in this world only.' I asked the Prophet . 'Please ask Allah's forgiveness for me. The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria). When twenty-nine days had passed, the Prophet went to Aisha first of all. She said to him, 'You took an oath that you would not come to us for one month, and today only twenty-nine days have passed, as I have been counting them day by day.' The Prophet said, 'The month is also of twenty-nine days.' That month consisted of twenty-nine days. 'Aisha said, 'When the Divine revelation of Choice was revealed, the Prophet started with me, saying to me, 'I am telling you something, but you needn't hurry to give the reply till you can consult your parents." 'Aisha knew that her parents would not advise her to part with the Prophet . The Prophet said that Allah had said:--

'O Prophet! Say To your wives; If you desire The life of this world And its glitter, ... then come! I will make a provision for you and set you free In a handsome manner. But if you seek Allah And His Apostle, and The Home of the Hereafter, then Verily, Allah has prepared For the good-doers amongst you A great reward.' (33.28) 'Aisha said, 'Am I to consult my parents about this? I indeed prefer Allah, His Apostle, and the Home of the Hereafter.' After that the Prophet gave the choice to his other wives and they also gave the same reply as 'Aisha did."

Kalimat yang gw besarkan:
The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria).

terjemahan:
Nabi tidak mengunjungi istri²nya karena rahasia yang dibeberkan Hafsa pada Aisyah, dan Nabi berkata bahwa dia tidak akan ngesex dengan istri²nya selama sebulan gara² dia ngambek sama mereka ketika Allah menegurnya (karena Muhammad bersumpah tak akan ngesex dengan Maria).

Dengan begitu, komik gw tepat seperti apa yang tercantum di literatur Islam.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 12:10 am

Muhammad menyuruh Hafsa keluar rumahnya, agar dia bisa berduaan saja dengan Maria:
Image

Waktu Hafsa kembali, dia memergoki Muhammad sedang ngesex hot di ranjangnya sendiri:
Image

Hafsa ngamuk berat:
Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Oct 29, 2011 1:04 pm

Kata apapun yang kau pilih, gak ada keterangan apapun di Qur'an dan hadis tentang futtu Mekah. Ngarti lo?
Ibn Ishaq-lah sumber utama keterangan tentang futtu Mekah. Ibn Ishaq pula yang menulis silsilah keturunan Muhammad dari Ishmael. Jadi lo ngaku bahwa semua keterangan Ibn Ishaq itu bohong semua ya?


Memang betul. Tapi pemikiran anda terlalu salah jika anda berfikir bahwa hanya karena dia termasuk sejarawan muslim pertama, semua periwayatannya bisa ditelan mentah-mentah. Sebagian besar kitab-kitab Sirah memuat semua riwayat tanpa memperhatikan kedudukannya, apakah shahih, hasan, dhaif, ataupun maudhu’. Padahal penting untuk memperhatikan itu untuk meminimalisir pemalsuan sejarah dgn hanya mengambil sumber-sumber yg bias dipertanggung jawabkan kredibilitasnya. Kondisi politik, ekonomi, sosial, pengaruh aliran dan fanatisme mahzab berperan besar dalam karya-karya dihasilkan para ulama dizamannya. Jadi bukan tidak mungkin suatu karya itu syarat dgn muatan politik dlm tujuannya menciptakan opini publik atau mungkin juga sbg alat untuk mengukuhkan eksistensi suatu aliran yg mereka ikuti. Saya belum pantas mengatakan bahwa semua periwayatannya bohong, tapi perlulah kita sbg manusia yg berakal terus mengkaji dalam rangka memurnikan sejarah apalagi jika suatu periwayatan itu terlalu ganjil untuk diterima akal sehat. Mohon maaf Mas, saya tidak bermaksud mengajari...saya juga masih belajar ttg ini.

“Kebohongan” perawi hadist itu jgn anda persepsikan seperti kebohongan anda kpd istri anda misalnya. Anda bilang lembur tapi ternyata anda (maaf) “ngebor” wanita lain meskipun tidak diranjang istri anda. Dari segi akhlak, seorang perawi akan dianggap pendusta walaupun dia hanya berdusta kepada seekor kuda dan hadistnya bs dihasankan hanya karena dia pernah sekali minum sambil berdiri. Untuk menghasilkan satu hadist yg predikatnya shahih itu ga gampang Mas, oleh sebab itu tidak semua yg disebut hadist...bisa anda comot semaunya dan anda bikin komik selebay-lebaynya.

Anda bilang saya terlalu **** karena beriman kpd Muhammad dgn semua skandalnya, tp saya tidak melihat anda terlalu pintar mengambil sumber untuk menuduh beliau demi meyakinkan saya dan muslim lainnya.

Tapi saya akan memberikan pendapat para ulama ttg beliau :
Imam Bukhari berkata: “Al Waqidi adalah seseorang yang ditinggalkan hadis-hadisnya.Ulama-ulama yang tidak mengambil hadis daripadanya ialah Imam Ahmad,Ibnu Numair,Ibnu Al Mubarak, dan Ismail bin Zakaria”(Tahzibul Kummal Jilid 26 hlm 185-186).


Adadeh wrote:Mana ada hadis Bukhari kayak gini? Silakan cantumkan nomer bukunya, volume berapa, nomer hadisnya, dan siapa penerbitnya. Lo itu hanya bisa kopas dari website Islam darul ihya' yang kelabakan gara² kafir membeberkan aib Mamad SAW pake buku² Islam.


Inilah yg saya herankan….bahkan anda tidak bisa membedakan antara hadist dan pendapat ulama padahal menurut saya anda ini salah satu penghuni FFI terlama . Hadist itu berupa kumpulan perkataan dan perbuatan Rasulullah…bukan Al Bukhari. Jadi, walaupun anda sampai ketiduran di perpustakaan, anda tidak akan menemukan ada perkataan seperti diatas dlm Kitab Shahih Al Bukhari sampai volume ending, wlpn beliau yg menulisnya. Kalau mmg dapet, berarti mmg anda lebih beruntung drpd saya, "Alhamdulillah ya pastinya sesuatu banget bagi anda."

Tahzibul Kumal itu, sepengetahuan saya, bukan kitab hadist tapi kitab yg mempelajari ttg para perawi hadist…sampai ke silsilah keluarganya. Dulu kata ustad saya, disana diceritakan ttg penyebab seorang perawi itu di dhaifkan atau dihasankan tapi sayangnya blm ada yg sdh diterjemahkan dlm Bahasa Indonesia dan bukunya tebal sekali, gak tau ya kl sekarang. Tapi lebih baik Mas googling saja, mgkn saya salah.

Memang benar saya copas dari Darul Ihya…dan kl anda kurang percaya , silahkan anda check di Silsilah hadits dha'if dan maudhu' karya M. Nasir al-Din Al bani, Vol. 1 s/d 3, dan coba anda lihat slh satu contoh halaman 238 dibuku Vol 3, bagaimana periwayatan dari ulama-ulama yg anda sebutkan….”ditendang” dari peredaran. Tapi “tendangan” mereka ga sembarangan loh….mereka lakukan dgn intelek dgn menyertakan sanad – sanad ganjilnya.

Waqidi itu hidup di tahun 748-822 M, sedangkan Bukhari hidup di tahun 810–870 M. Yang hidup lebih dekat dengan masa Muhammad itu Waqidi, sehingga jelas dia lebih tahu tentang si Mamad daripada Bukhari.


Hahaha…. Kl begitu, tentunya anda tidak lebih mengenal Al Waqidi daripada Al Bukhari kan karena mereka itu hidup satu zaman. Logika anda sungguh aneh. Anda tidak tau ya, dgn otoritas Bukhari saja, sudah cukup untuk mendhaifkan beliau apalagi jika ditambah dgn Muslim yg pendapatnya tdk jauh berbeda dari gurunya mengenai Al Waqidi. Kl anda ingin tau bagaimana bs otoritas tertinggi dipegang oleh Bukhari dan Muslim…maka tanyalah pendapat ulama lain tentang mereka.

Berkata Imam Ahmad: “Dia AL Waqidi adalah seorang yang sangat pendusta”
Berkata Yahya: ...Abu Daud berkata:


Siapa nih Imam Ahmad? Yahya? Tetangga sebelah? Keterangan Mamad ngebor Mariah di ranjang Hafsa itu tercantum di tafsir Ibn Kathir, Tabari, Ibn Sa'd, Jalalani, Sira Ibn Sa'd, dll dan buku² mereka sampai detik ini masih dipakai Muslim seluruh dunia. Buku tafsir Qur'an apa sih yang kamu miliki sekarang? Pengen tahu nih gw.


Bukan Mas, tetangga Pak Waqidi sepertinya :lol:

Saya pake tafsir Ibnu Katsir…tapi bukan berarti, saya harus menelan semuanya mentah-mentah. Oleh sebab itu saya membuka diskusi ini untuk mencari kebenaran dari orang-orang yg “lebih faham” ttg sejarah Islam daripada para ulama Islam sendiri. Saya merasa tersanjung bs berdiskusi dgn anda krn saya yakin sbg penghuni terlama...ilmu anda pasti sdh sgt banyak, jauh dibandingkan saya.

Asal elo tahu aja ya, bahwa banyak Muslim yang mencela Bukhari karena menulis Mamad ngesex sama Aisyah kala Aisyah masih ingusan (9 tahun). Banyak tuh artikel Muslim yang menuduh Bukhari salah, dan mereka pake Sira Tabari untuk menyangkal keterangan Bukhari tentang usia Aisyah. Emangnya kamu percaya Muhammad ngesex dengan Aisyah saat Aisyah berusia 9 tahun?


Saya percaya, tapi dgn logika dan gak pake subjektifitas…jadi outputnya juga baik. Itulah sebabnya saya bilang, semuanya bersifat opsional, mau percaya sumber manapun….no problem, asalkan kita tidak merasa lebih pintar dan lebih tau drpd ahlinya pdhl , mohon maaf Mas bukan saya bermaksud merendahkan anda, Tahzibul Kumal saja anda kira kitab hadist. :green:

Berkata Imam Adadeh : "Al Waqidi adalah satu-satunya orang yg sangat bisa dipercaya daripada loe semua"[/i]


Siapa bilang gw cuman pake Waqidi? Baca lagi keteranganku di atas.


Ya, Ibnu Ishaq, Ibnu Sa’d, dan Tabrani kan ?

Kl tidak salah, semuanya sudah masuk “black list”, mgkn itulah sebabnya mereka menjadi sumber referensi utama FFI.

Ada banyak jalan menuju Mekkah... dan tentu tidak harus dgn mempercayai Al Waqidi. Saya bisa buktikan bahwa Rasulullah itu keturunan Ismael...bahkan tanpa melibatkan Al Waqidi atau Ibnu Ishaq didalamnya.


Ah, masa? Silakan buktikan kibulan hebat lo, keluarkan seluruh pengetahuanmu. Pengen tahu gw.


Boleh, tapi nanti ya...cb baca lagi judulnya dgn benar sebaiknya.

Itu semua sifatnya opsional. Jika anda lebih merasa klop dgn mereka berdua, itu pilihan anda. Tapi itu cukup menjadi keyakinan anda sendiri tidak perlu mendebatkannya dgn muslim...krn sumber anda saja sudah tidak bs diterima, apalagi argument anda.


Emang terserah lo mau percaya atau tidak sama Waqidi, gak ada yang memaksa. Yang gw lakukan di sini hanyalah membuat illustrasi berdasarkan keterangan literatur Islam.


Oleh sebab itu Mas jgn terlalu pede membuat komik dan serasa diatas angin, apa Mas gak takut dicap sbg tukang fitnah ? Bikin illustrasi boleh, tapi selidiki dulu kevalidannya karena ini menyangkut masalah keyakinan yg sensitif...dan apa Mas tidak takut menanggung dosa semua orang yg teracuni oleh suatu komik yg belum tentu benar, itu sebuah kejahatan publik Mas. Kan kasian kl ada orang-orang yg ga sekolahan...yg ga ngerti agama mesti jadi korban dunia akhiratnya karena kebencian anda kpd satu orang apalagi sampai terjadi perang antar agama dan menyebabkan pertumpahan darah. Boleh mengkritisi, tapi lakukanlah dgn cara yg terpuji dan bijaksana.

Kalo gitu ngapain lo sholat 5 waktu segala, padahal Qur'an gak pernah bilang begitu?
Gimana bisa lo yakin Mamad SAW itu keturunan Ishmael padahal Qur'an dan Hadis gak ada yang menyatakan hal itu?


Ada Mas di hadist dan kitab Fiqih, memangnya ga pernah baca ?

Sekarang gw balik nih: Jika kita tak boleh percaya tafsir autentik, maka kejadian apa dunk yang sebenarnya terjadi di Qur'an Sura At-Tahrim, 1-11?


Tafsir authentic…serius Mas, baru kali ini saya dengar ada yg namanya tafsir autentik, yah mgkn itulah keterbatasan saya. Bisa jelaskan Mas apa maksud tafsir autentik itu ? Apa semacam naskah laut mati, shuhuf Ibrahim, atau Codex ya?

Mengenai Asbab An Nuzul At Tahrim insya Allah saya akan uraikan selanjutnya krn inilah topic kita.

Awalnya dengan tegas menyangkal, bahkan giat memfitnah Waqidi, tapi ujung²nya lalu mengaku hanya meragukan. Memang sebaiknya lo karang aja Islam versi lo sendiri agar lebih nyaman memeluk Islam.


Kan sdh saya bilang…meragukan dan meniadakan bagi saya tidak ada bedanya, dgn kata lain…anggaplah angin lalu.

Silakan ajukan literatur apa yang lebih sahih untuk asbabun nuzul Q 66:1-7.


Nanti saya kemukakan letak-letak keraguan saya thdp tuduhan anda dan saya akan kemukakan juga landasan2nya dipostingan tersendiri. Kita ga beda jauh kog Mas....sama-sama berasumsi. Bedanya cuma, saya lebih suka mempercayai yg bs dipercaya. So, meskipun saya menolak tuduhan Mas itu bkn berarti saya merasa paling benar...tapi saya buka diskusi ini supaya kita bs lihat...yg mana yg lebih bs diterima dan kuat hujjahnya.

Jawab dulu pertanyaan gw di atas, ntar gw jawab balik pertanyaan lo. Sumber literatur yang lo pake gak jelas asal-usulnya, mana bukunya, siapa penerbitnya, dll.


Sepertinya saya lebih pantas ngomong begitu ketimbang anda.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Oct 29, 2011 1:11 pm

Oh ya,,...pesan saya, komik itu dan scan-scan nya ga perlu di quote beulang-ulang. Kl mmg saya tertaik melihatnya saya sdh tau di page mana saya harus mengkliknya, kita hemat saja tempatnya.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 1:16 pm

Aisha, tak perlu ngalor-ngidul gak karuan, beating around the bush untuk menghindar pokok permasalahan. Silakan langsung saja ajukan tafsir yang kau anggap benar akan Q Sura At-Tahrim.

Oya kamu kan janji tuh mau nunjukkin bukti Muhammad itu keturunan Ishmael. Mana buktinya? Masih di hongkong ya? :rolleyes:

Aisha wrote:Saya pake tafsir Ibnu Katsir…tapi bukan berarti, saya harus menelan semuanya mentah-mentah.

Iya, semua yang jelek² tentang Muhammad tidak kau terima dan kau anggap dusta meskipun tertulis jelas di literatur autentik Islam. Begitu bukan? Kalo begitu sikapmu, maka buat apa lagi sebenarnya diskusi seperti ini? Kupersilakan saja kau membohongi dirimu sendiri. Sudah kujelaskan di atas bahwa Bukhari sekalipun menjelaskan tentang hal yang sama bahwa Muhammad melanggar sumpah untuk tidak ngesex dengan Mariah, tapi dilanggarnya sendiri, dan ini semua bersangkutan dengan Q 66. Jika sudah begini, apakah kau lalu menuduh Bukhari juga berdusta?

Tapi “tendangan” mereka ga sembarangan loh….mereka lakukan dgn intelek dgn menyertakan sanad – sanad ganjilnya.

Kalau benar begitu, kenapa dunk sekolah² Islam di seluruh dunia masih memakai kitab Bukhari, Ibn Sa'd, Suyuti, Tabari, dll? Buku tafsir Tabari versi Indonesia bahkan direstui oleh MUI, dijadikan pustaka nasional tuh sama pemerintah Indonesia.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Oct 29, 2011 2:16 pm

Boleh Mas...saya sdg mengatur dan menulisnya. Kl untuk urusan Ismail...nanti saya tulis habis pulang dari Hongkong ya. Sambil menunggu, ada baiknya Mas tanggapi dulu postingan saya sebelumnya....mgkn sedikit klarifikasi setidaknya anda yakinkan saya bahwa anda ini menguasai bahan. Saya sedikit ngeri...melihat sumber2 yg anda pakai dan saya berfikir apakah harus memberi sdikit pengertian dulu atau harus mengcounter sumber2 anda yg tidak kredible itu. Letak keasalahan pemahaman anda terlalu banyak loh Mas....oleh sebab itu saya yakin itu mjd faktor yg membuat anda tdk bs "positif thinking". Sebaiknya tidak usah menganggap ini ajang debat, tapi belajar.

Silahkan ditanggapi....
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 2:39 pm

Aisha wrote:Hadist itu berupa kumpulan perkataan dan perbuatan Rasulullah…bukan Al Bukhari.

Jika Bukhari memang menuduh Waqidi itu pendusta, maka kenapa Bukhari justru mengajukan keterangan yang sama tentang Qur'an Sura at-Tahrim?

Silahkan ditanggapi....

Pendapat pribadimu panjang lebar di atas itu urusanmu sendiri dan tak perlu aku tanggapi. Yang kita perdebatkan di sini adalah referensi literatur Islam, yang bisa ditelaah secara obyektif, untuk menghasilkan keterangan yang ilmiah.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Oct 29, 2011 2:55 pm

Adadeh wrote:Hahahaa... kelaut aja lo!! Baca dulu nih Ilmu Hadis Sunni yang udah gw terjemahkan di RC:

Ilmu Pengetahuan tentang Hadis
kutipan:
Ketika Al-Amash mempertanyakan hal ini kepada Imam Abu Hanifah, sang Imam menjelaskan bahwa dia menggunakan satu dari Ahadis yang disampaikan oleh Al-Amash padanya untuk menelaah masalah yang dihadapinya dan Al-Amash berkata “Kami (ilmuwan Hadis) adalah ahli farmasi dan kau (ilmuwan Fiqh) adalah dokternya.

Tanya: Apakah ada aturan ilmu tertentu di belakang penamaan buku2 Hadis seperti Sahih Bukhari atau Musnad Ahmad dan yang lainnya?

Jawab: Ya, terdapat penetapan istilah yang sangat jelas dalam menamai buku2 Hadis:

a) Sahih: Berarti buku ini hanya berisi Ahadis Sahih. Contohnya adalah
Sahih Al-Bukhari.

b) Sunan: Berarti buku ini disusun sesuai aturan penyusunan buku2 fiqh (yakni dimulai dengan “kemurnian” Taharah dan lalu Sembahyang, Puasa, Zakat …).

c) Al-Jami’: Berarti buku ini terdiri dari 8 bagian di indeksnya. Bagian ini termasuk Sirah (kehidupan sang nabi) dan Tafsir (penjelasan akan Qur’an).

d) Musnad: Berarti buku ini disusun oleh Sahabat karib Nabi (misalnya se bagian dari Ahadis dikisahkan oleh Aisya, dan bagian lain Ahadis dikisahkan oleh Omar dan seterusnya).

e) Mustadrak: Kelanjutan hasil karya ilmuwan sebelumnya. Contohnya eorang ilmuwan Hadis mengumpulkan semua Hadis Sahih dalam Sirah. Lalu ilmuwan di masa selanjutnya menulis buku Hadis yang melengkapi Ahadis yang tidak tercantum dalam koleksi Hadis sebelumnya atau tidak diketahui oleh ilmuwan sebelumnya.

-------

Mbok ngaca dulu gitu sebelum asal njeplaque. Sungguh memalukan ucapanmu.


Ikut ketawa aja deh Mas, memangnya ngerti Mas ? :lol:
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 2:57 pm

Aisha wrote:Ikut ketawa aja deh Mas, memangnya ngerti Mas ? :lol:

Maaf, sekarang aku mengerti penjelasanmu. Tapi sekarang masalahnya kembali pada ini:
Jika Bukhari memang menuduh Waqidi itu pendusta, maka kenapa Bukhari justru mengajukan keterangan yang sama tentang Qur'an Sura at-Tahrim?

Buku Tahzibul Kummal gw google gak ada tuh keterangannya. Satu² keterangan tentang buku itu hanya berasal dari darul ihya. Apakah ada judul lain?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Oct 29, 2011 3:51 pm

Sekarang kita periksa keterangan tentang Qur'an Sura At-Tahrim (66) ayat pertama dari tafsir² terkemuka di dunia Islam, seperti yang dicantumkan di website Altafsir.com. Perlu diketahui, website ini diakui oleh cendekiawan Islam dari universitas Islam terkemuka Al-Azhar, diciptakan oleh The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought dari Kerajaan Yordania.

http://www.altafsir.com/AboutFoundation.asp
The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought is an international charitable trust based in Jordan but comprising of 70 to 100 members of the world’s top Islamic scholars, who meet or correspond on a regular basis. It is a non-political and recognizes all seven traditional madhhabs (or legal schools) of Islam. It was established in 1980 by the late H.M. King Hussein of Jordan as a service to the Islamic world and to the umma.
terjemahan:
The Royal Aal al-Bayt Institut untuk Pemikiran Islam merupakan badan sosial internasional yang dibentuk di Yordania, yang terdiri dari sekitar 70 sampai 100 anggota cendekiawan Islam terkemuka, yang saling bertemu atau berkirim surat terus-menerus. Badan ini bukan badan politik dan mengakui tujuh madhhab Islam. Badan ini didirikan di tahun 1980 oleh Raja Hussein alm. dari Yordania sebagai pelayanan bagi dunia Islam dan umat Muslim.

Kata pengantar berasal dari Rektor Al-Azhar University, Prof. Ahmad Al-Tayyib:
http://www.altafsir.com/index.asp
"We were delighted by viewing this site wherein we found a sea of knowledge copiously flowing with works of exegesis and fundamental references and sources in this primary field of the Islamic Sciences and Heritage."
terjemahan:
Kami sangat bahagia melihat website ini karena menemukan lautan pengetahuan melimpah akan keterangan tafsir, referensi dan sumber² mendasar bidang Ilmu Pengetahuan dan Warisan Islam."

Udah jelas bahwa website ini dihormati cendekiawan Muslim sedunia. Mari kita simak keterangan apa yang tercantum tentang latar belakang Q 66:1.

1. Tafsir Jalalani Q 66:1
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=66&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
Image
terjemahan:
Wahai Nabi! Mengapa kau haramkan apa yang telah dihalalkan Allah bagimu, yang berhubungan dengan budak koptikmu Mariya - ketika dia menyetubuhi Maria di rumah Hafsa, yang saat itu sedang pergi, tapi lalu Hafsa kembali (dan memergoki keduanya) dan jadi marah karena fakta itu terjadi di rumahnya dan di atas ranjangnya - dan Nabi berkata, "Maria haram bagiku," dan dengan mengharamkan Maria (bagi Nabi), hanya untuk menyenangkan istri²mu? Dan Allah Maha Pemaaf, telah memaafkan dirimu atas pelanggaran ini.

2. Asbab Al-Nuzul oleh Al-Waqidi Q 66:1
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=86&tSoraNo=66&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
Image
terjemahan:
(Wahai Nabi! Mengapa kau mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah bagimu...) [66:1]
Muhammad ibn Mansur al-Tusi memberitahukan pada kami> 'Ali ibn 'Umar ibn Mahdi > al-Husayn ibn Ismail al-Mahamili > Abd Allah ibn Shabib ...
'Umar berkata: "Rasul Allah masuk ke rumah Hafsa bersama ibu putranya yakni Mariyah. Ketika Hafsa menemukan Nabi dengan Maria (dalam keadaan berhubungan intim), Hafsa berkata: "Mengapa kau bawa dia ke rumahku? Kau lakukan ini padaku, dari seluruh istri²mu, hanya karena aku sangat tak berharga bagimu.'
Nabi berkata pada Hafsa: 'Jangan beritahukan hal ini pada Aisyah; Mariyah telah jadi haram bagiku jika aku menyentuhnya lagi.'
...


Seperti yang telah berkali-kali kukatakan di thread ini: jika tafsir² Waqidi dan Jalalani itu memang sudah dianggap salah, maka mengapa website terhormat Altafsir.com malah mencantumkannya bagi kepentingan umat Muslim sedunia? Netter aisha berkali-kali merendahkan sumber² yang dipakai FFI, padahal sumber² itu berasal dari pihak Islam sendiri, dan dipuji-puji kebenarannya oleh para cendekiawan Muslim modern. Mengapa para Muslim FFI tidak marah² pada altafsir.com yang berani mencantumkan keterangan dari Waqidi, Jalalani, Ibn Abbas, etc?

Satu²nya penjelasan dari sikap Muslim FFI yang sangat tak konsisten ini adalah karena mereka marah pada kafir yang berani mengutip literatur Islam untuk menunjukkan borok² najiz sang Nabi SAW. Kalo yang mengungkapkan adalah Muslim, maka mereka bersikap diem aja. Buktinya: gak ada Muslim FFI yang protes dan ngamuk² pada altafsir.com. Gak ada protes dari Pemerintah Indonesia pada altafsir.com. Tapi begitu ada kafir yang berani menggambarkan adegan Mamad kepergok Hafsa lagi ngesex dengan Mariah, baru mereka ribut setengah mati pengen bunuh kafir.

Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Pop Eye : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Oct 29, 2011 4:56 pm

Aisha wrote:Ikut ketawa aja deh Mas, memangnya ngerti Mas ? :lol:


Adadeh wrote:Maaf, sekarang aku mengerti penjelasanmu.


Gpp Mas, Mas dan saya juga manusia...kl khilaf yg wajar saja. Mas tidak perlu buru-buru menjawab, yg penting kita saling memahami maksud masing-masing supaya tidak perlu ada pertanyaan yang diulang-ulang. Kita buat satu diskusi yg sehat.

Tapi sekarang masalahnya kembali pada ini:
Jika Bukhari memang menuduh Waqidi itu pendusta, maka kenapa Bukhari justru mengajukan keterangan yang sama tentang Qur'an Sura at-Tahrim?


Mohon maaf Mas, skali lagi sy katakan bhwa link tercinta saya sdg sakit. Disana disebutkan lengkap dgn sanad dan matannya, kl seperti yg Mas katakan ada persamaan, saya bs tunjukan pada anda...apakah Al Waqidi merupakan salah satu perawinya ataukah Bukhari mengambil dari jalur lain. Terus terang saya sendiri tidak hapal sanadnya jd saya takut mengada-ada. Saya sedang mencari link yg serupa ...mohon sabar ya.

Buku Tahzibul Kummal gw google gak ada tuh keterangannya. Satu² keterangan tentang buku itu hanya berasal dari darul ihya. Apakah ada judul lain?


Saya kurang tau Mas, saya tidak mengikuti perkembangannya. Mgkn smapi skrg masih dalam bahasa aslinya blm ada terjemahan. Saya hanya mendengar ttg kitab itu dari ustad saya, mgkn anda bs tanya ke muslim yg lain...akhi CS misalnya.
User avatar
Aisha
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

PreviousNext

Return to Ruang Debat Terbatas



Who is online

Users browsing this forum: No registered users