.

Ada tidak sih yang rela anak perempuannya di poligami?

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Ada gak sih yang rela anak ceweknya di poligami?

Rela saja, itukan ibadah dan sesuai syariat
1
3%
Tidak rela
38
97%
 
Total votes : 39

Postby ceceps01 » Fri Feb 02, 2007 7:49 am

Ok deh neng Salju (kirain tadinya cowo)

Gua dukung!!
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby Andromeda » Fri Feb 02, 2007 8:02 am

lovely_kin wrote:dan orang tua yang baik, juga tidak akan membiarkan anaknya dipoligami, artinya, mereka tidak akan membiarkan anak perempuan mereka disakiti. poligami bukan menyakiti secara fisik, tapi secara hati...


justru kita akan menyakiti hati anak kita bila kita melarang nya menikah dg org yg d cintai nya walau kita tahu laki2 tsb sudah punya istri.

yg akan menikah adalah anak2 kita, dia suka dg posisi dia menjadi istri ke 2, mengapa kita yg melarang nya?
selama laki2 tsb cocok dg syarat2 gw di atas, gw pikir tugas gw sebagai ortu sudah cukup sampe di situ.
selanjut nya dia lah yg melangkah sendiri.
Andromeda
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby curious » Fri Feb 02, 2007 8:08 am

Andromeda wrote:justru kita akan menyakiti hati anak kita bila kita melarang nya menikah dg org yg d cintai nya walau kita tahu laki2 tsb sudah punya istri.

yg akan menikah adalah anak2 kita, dia suka dg posisi dia menjadi istri ke 2, mengapa kita yg melarang nya?
selama laki2 tsb cocok dg syarat2 gw di atas, gw pikir tugas gw sebagai ortu sudah cukup sampe di situ.
selanjut nya dia lah yg melangkah sendiri.


sekarang umpama kan skenario berbeda sedikit.
bagaimana kalau anak anda adalah si istri tua? sudah 20 tahun menikah, sekarang agak kempot dan banyak kerutan, punya anak 4 orang sudah gede-gede dan yang pertama malah sudah menikah dan punya anak. sewaktu menikah suaminya cuma kuli angkat-angkat barang di pelabuhan. anak anda terpaksa jadi babu cuci cuci & nyetrika baju nyonyah nyonyah, anak-anaknya jualan asongan. pokoknya hidup menderita, kadang2x dapat makan kadang tidak. trus suaminya ketimban rezeki, menang judi buntut jadi kaya dan sekarang mau melamar anak tetangga berumur 17 tahun. bagaimana? anda masih rela anak anda dipoligami?
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Andromeda » Sat Feb 03, 2007 6:28 am

pada prinsip nya kalo anak gw suka, maka gw pasti jg suka
kalo anak gw rela, gw jg pasti rela

anak gw tentu lebih tau keinginan nya dari pada gw.
ok.
Andromeda
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby salju surga » Sat Feb 03, 2007 10:43 am

Andromeda wrote:pada prinsip nya kalo anak gw suka, maka gw pasti jg suka
kalo anak gw rela, gw jg pasti rela

anak gw tentu lebih tau keinginan nya dari pada gw.
ok.


Okey bung andromeda...ini statement anda and kita gak bisa bantah..
Dan saya yang mendengarnya cuma bisa berkata terjadilah sesuai dengan Imanmu...
bahkan saya sedikit berharap semoga yang jadi anakmu itu istri yang pertama dan sedang hamil besarrrr saat mantumu akan ambil istri ke 2,3,4, abis itu kalau mau ambil istri ke 5 tinggal cerain aja salah satu diantaranya...

bener bener islam yang kaffah..

mau muntah rasanya ada orang tua berpandangan kayak begini..
User avatar
salju surga
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby M-SAW » Sat Feb 03, 2007 12:09 pm

Andromeda wrote:pada prinsip nya kalo anak gw suka, maka gw pasti jg suka
kalo anak gw rela, gw jg pasti rela

anak gw tentu lebih tau keinginan nya dari pada gw.
ok.



Ck ck ck
GEMETAR gue bacanya
BETUL2 type orangtua yang gak pakai hati nurani

ok deh..gue dukung
TERJADILAH SESUAI IMANMU KAWAN
,




M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby ceceps01 » Sun Feb 04, 2007 12:33 am

Andromeda wrote:pada prinsip nya kalo anak gw suka, maka gw pasti jg suka
kalo anak gw rela, gw jg pasti rela

anak gw tentu lebih tau keinginan nya dari pada gw.
ok.


:D Kalo anak elo mau kawin sama kafir sampe ikut kafir, emangnya elo rela? :D
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby Andromeda » Sun Feb 04, 2007 8:46 am

woi cep, kok jadi ke kafir... ini kan topik poligami.
ga bisa baca ya lo....

tapi gpp. gw jawab jg... hehehehehe
yg pasti, selama gw telah mendidik anak2 gw dg agama yg sudah maximal utk kemampuan gw, dan memberikan contoh yg terbaik, tapi akhirnya dia bener mencintai si kafir dan pindah agama utk menikahi nya (bukan gara2 di hamili ya.... kalo ini lain kasus), bagi gw ga masalah.
petunjuk dan hidayah itu hanya milik allah.
gw ga punya kekuatan utk memaksa2 hal2 yg menyangkut keimanan.
Andromeda
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby ceceps01 » Sun Feb 04, 2007 11:37 am

Gua salut sama lo Andromeda (beneran lho!!)

Baru elo muslim disini yg gua lihat konsisten dgn ucapannya.
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby lovely_kin » Mon Feb 05, 2007 11:10 am

wahhhh andaikata cowok gw yg muslim sekitar setahun lalu gw putus sama dia, padahal dia dahmau percaya dengan kepercayaan gw, orang taunya seperti mas andromeda...pasti cinta kita takkan pernah usai..

hiks hiks hikss!!! andaikan saja dulu orangtuanya rela..andaikan saja...
User avatar
lovely_kin
 
Posts: 183
Joined: Thu Sep 14, 2006 5:52 pm

Postby salju surga » Mon Feb 05, 2007 11:19 am

Andromeda wrote:woi cep, kok jadi ke kafir... ini kan topik poligami.
ga bisa baca ya lo....

tapi gpp. gw jawab jg... hehehehehe
yg pasti, selama gw telah mendidik anak2 gw dg agama yg sudah maximal utk kemampuan gw, dan memberikan contoh yg terbaik, tapi akhirnya dia bener mencintai si kafir dan pindah agama utk menikahi nya (bukan gara2 di hamili ya.... kalo ini lain kasus), bagi gw ga masalah.
petunjuk dan hidayah itu hanya milik allah.
gw ga punya kekuatan utk memaksa2 hal2 yg menyangkut keimanan.


the power to blessing datangnya pertama dari perkataan..

sekali lagi doa ane..

terjadilah sesuaia dengan imanmu...
User avatar
salju surga
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby salju surga » Mon Feb 05, 2007 11:30 am

lovely_kin wrote:wahhhh andaikata cowok gw yg muslim sekitar setahun lalu gw putus sama dia, padahal dia dahmau percaya dengan kepercayaan gw, orang taunya seperti mas andromeda...pasti cinta kita takkan pernah usai..

hiks hiks hikss!!! andaikan saja dulu orangtuanya rela..andaikan saja...


gak usah berandai andai neng...
Allah punya rencana yang lebih indah dalam kehidupan..Rencanamu bukan rencana Allah.

Lagian gelap tidak bisa bersatu dengan terang...
User avatar
salju surga
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Tujuan poll

Postby Eneng Kusnadi » Mon Feb 05, 2007 5:05 pm

Maaf , diskusinya saya coba balikan ke tujuan poll ini, sekali lagi maaf baru sekarang saya buka tujuan dari poll.

Saya pernah mendengar kuliah 25 tahunan yg lalu, Dosen itu menceritakan bahwa derajat mahluk hidup bisa di determinasi dengan bagaimana perlakuan Induk/Ibu kepada keturunannya/anak-anaknya.
Misalnya tumbuh tumbuhan jelas tidak ambil pusing dengan keturunannya, mau hidup kek , mau mati kek, pokoknya bikin yang banyak dengan demikian spesiesnya bertahan.
Demikian juga dengan bakteria dan hewan invertebrata, sebodo keturunannya bisa bertahan atau tidak, yang penting tetap bereproduksi untuk mempertahankan spesiesnya.

Nah memasuki dunia vertebrata sudah mulai lain ceritanya, beberapa ikan sudah ada yang melindungi anak-anaknya dengan cara disembunyikan dimulutnya, takut diserang predator.
Kita lihat ayam, anjing,kelinci , betapa mereka melindungi anak anaknya dengan galaknya melindungi dari pengganggu anak-anaknya.

Masuk kedunia primata kita lihat lagi, kera kera yang sudah lebih tinggi lagi derajatnya menyusui menggendong anak anaknya yang masih kecil kemanapun merreka pergi, sampai pada waktunya berdikari.

Jelas sekali disini terbukti bahwa manusia sebagai pemegang derajat yang paling mulia, sangatlah memperhatikan kelangsungan nasib dan perlindungan sang anak-anaknya. Manusia bukan sekedar memperhatikan anak-anaknya melainkan juga sangat mengasihi anak-anaknya. Mudah membuktikannya, mungkin kita adalah mahluk Allah yang menceboki anak-anak kita, memberi pakaian yang baik, bahkan sebaik mungkin, perlindungan maksimal, gizi yang baik, bahkan seorang ibu/bapak mampu berbuat kriminal demi anaknya.

Poll ini sudah banyak yang melirik tetapi ogah meng klik vote. dan lucunya thread ini jadi bahan obrolan santai yang enak diikuti, tanpa ketegangan apapun. Ya tentunya ada juga kawan kita yang mengklik "rela" . Saya terenyuh dengan situasi ini, dalam hati kecilnya pasti kebanyakan muslim yang derajat nya tak kalah mulianya dengan non muslim, tidak mem "vote" . Memang ada juga muslim yang memilih "rela", nah itulah akibat dari ajaran Islamnya yang membuat derajat manusia menjadi lebih rendah daripada seharusnya.

Hal ini juga membuat saya terenyuh, kok ada ya manusia yang tega membiarkan anaknya dipoligami, apapun alasannya.
Tentunya sebagai umat manusia yang beradab, kita mengharapkan nasib anak-anak kita yang lebih baik.
Sekarang baiklah kita tentukan apakah ajaran Islam membawa berkah atau membawa peradaban menjadi merosot. Silahkan putuskan sendiri.
Wassalam,

Eneng Kusnadi
Last edited by Eneng Kusnadi on Mon Feb 05, 2007 5:22 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby lovely_kin » Mon Feb 05, 2007 5:19 pm

salju surga wrote:
lovely_kin wrote:wahhhh andaikata cowok gw yg muslim sekitar setahun lalu gw putus sama dia, padahal dia dahmau percaya dengan kepercayaan gw, orang taunya seperti mas andromeda...pasti cinta kita takkan pernah usai..

hiks hiks hikss!!! andaikan saja dulu orangtuanya rela..andaikan saja...


gak usah berandai andai neng...
Allah punya rencana yang lebih indah dalam kehidupan..Rencanamu bukan rencana Allah.

Lagian gelap tidak bisa bersatu dengan terang...


yah, dirikuh tau ga bisa tuh yang yang namanya terang dan gelap bersatu. makanya ga akan mau nikah sebelum dia menjadi anak terang juga...begitu...sedih juga sih kalau dipikir-pikir...hiks!
User avatar
lovely_kin
 
Posts: 183
Joined: Thu Sep 14, 2006 5:52 pm

Postby Andromeda » Mon Feb 05, 2007 6:07 pm

Hal ini juga membuat saya terenyuh, kok ada ya manusia yang tega membiarkan anaknya dipoligami, apapun alasannya.
Tentunya sebagai umat manusia yang beradab, kita mengharapkan nasib anak-anak kita yang lebih baik.
Sekarang baiklah kita tentukan apakah ajaran Islam membawa berkah atau membawa peradaban menjadi merosot. Silahkan putuskan sendiri.
Wassalam,

Eneng Kusnadi
====

gw justru memandang monogami yg membikin peradaban merosot jauh kebelakang.
tapi silahkan kalo lo ga setuju. gw males menjelaskan panjang lebar.
Andromeda
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby Eneng Kusnadi » Mon Feb 05, 2007 6:34 pm

Andromeda wrote:gw justru memandang monogami yg membikin peradaban merosot jauh kebelakang.
tapi silahkan kalo lo ga setuju. gw males menjelaskan panjang lebar.

Hebat, hebat, biadab sehebat-hebatnya, konsisten , persis kucing gw yang suka gonta ganti pasangan di genteng tetangga. Paling paling dibandingin sama kumpul kebo, kumpul kambing, dizinhi lah, pelacuran lah. Gw juga males ngejelasinnya lagi bweeeekkkk!!
Semoga jadi kenyataan impian elo, anak ceweknya dipoligami.
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Mengizinkan poligami karena egoist.

Postby curious » Tue Feb 06, 2007 7:38 am

Eneng Kusnadi wrote:Hal ini juga membuat saya terenyuh, kok ada ya manusia yang tega membiarkan anaknya dipoligami, apapun alasannya.
Tentunya sebagai umat manusia yang beradab, kita mengharapkan nasib anak-anak kita yang lebih baik.
Sekarang baiklah kita tentukan apakah ajaran Islam membawa berkah atau membawa peradaban menjadi merosot. Silahkan putuskan sendiri.
Wassalam,

Eneng Kusnadi


Tampaknya motivasi muslim muslim yang merelakan anaknya dipoligami itu adalah sifat egois, seperti yang diakui muslim-muslim dalam artikel ttg nikah misyar dan mut'ah (baca di http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight= terjemahannya ). Dalam artikel itu, orang-orang yang menyetujui kerabat perempuan mereka dikawini secara misyar (untuk diceraikan kemudian) merestui dengan alasan "kalau orang lain nggak membolehkan, gua nggak bisa donk kawin misyar nanti". Sama spt muslim semacam si andromeda yang merelakan anak perempuan nya dipoligami. Alasannya paling juga, kalau semua babe nggak mengizinkan anak nya dipoligami, gimana gua bisa dapat perempuan buat dipoligamiin...!

memang sudah tradisi muslim dari jaman muhammad untuk saling memberikan anak perempuan mereka untuk dipoligamiin. muhammad sendiri mempoligamikan anak teman-temannya abubakar (aisha) dan anak umar (hafsa). tradisi ini berlanjut terus hingga sekarang di antara arab-arab pemuja nabi palsu itu. Baca berita berikut tentang kakek2x umur 70 an yang saling mempoligamikan anak perempuan temannya.

http://www.arabnews.com/?page=9&section ... m=1&y=2007

Kawini Anak Perempuanku dan Aku akan Mengawini Anak Perempuanmu!
Arab News

RIYADH, 7 January 2007 — Dengan tujuan untuk memperkuat ikatan bisnis, dua partner usaha berusia 70an di Riyadh telah mengawinkan anak-anak perempuan remaja mereka (umur 17-19 tahun) kepada satu sama lainnya, Majalah Sayidaty, yang satu penerbitan dengan Arab News, melaporkan.

“Seorang lelaki berhak menikah. Tentang pernikahan, tidak ada tempat berhentinya,” kata Al-Dossary, seorang lelaki berumur 70an berambut putih, jenggot dan alis kelabu. “Kami telah mengikuti prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan pernikahan kami dan kami berdua bahagia dengan istri-istri kami,” tambahnya.

Al_Dossary menikahkan anak perempuan remajanya kepada partner bisnisnya, dan sebaliknya menikahi anak perempuan remaja partnernya. Partnernya, Saif Al-Qahtani, berkata, “Memang benar perkawinan kami itu aneh, tapi itu tidak berarti kami satu-satunya yang menikah dengan cara ini, di masa lalu maupun sekarang. Lagipula, tujuan utama pernikahan adalah untuk melindungi lelaki dan perempuan dan kami mencapai tujuan itu melalui pernikahan kami.”

Dia menambahkan: “Hanya perlu dua bulan untuk memutuskan dan mengatur pernikahan kami ini. Semuanya dimulai ketika teman saya Al Dossary terus menerus mengatakan keinginannya untuk menikah.”
Al Dossary menambahkan: “Memang benar aku ingin menikah. Aku telah melamar beberapa gadis tetapi semuanya menolak. Suatu hari aku memutuskan untuk meminta salah satu anak gadis Al-Qahtani. Dia langsung setuju, tetapi sebagai imbalannya dia minta anak perempuanku. Aku sangat terkejut karena dia sudah punya tiga istri; tapi aku setuju karena aku punya satu anak perempuan muda yang usianya sudah pantas untuk menikah.”

Al-Qahtani berkomentar: “Ya, aku minta dia memberikan aku anak perempuannya sebagai gantinya. Sewaktu dia minta anak perempuanku, aku pikir aku tidak bisa menolak dia karena persahabatan kami. Aku tahu jika aku tolak permintaannya, hubungan bisnis kami akan terganggu. Aku tidak punya pilihan lain. Aku setuju memberi dia anak perempuannya dan mengambil anak perempuannya sebagai imbalannya. Waktu itu, aku ingat aku bilang padanya untuk memberi aku anak perempuannya dan aku akan beri dia anakku.”

Dia menambahkan bahwa kedua lelaki tua itu lalu menetapkan tanggalnya, tidak lebih dari dua bulan lamanya, pada saat mana pernikahan akan dilakukan. “Kami tepati deadlinenya dan kami sekarang telah menikah satu setengah tahun,” katanya.

Ketika ditanya apakah mereka berunding dulu dengan anak perempuan mereka, Al-Qahtani berkata, “Aku tidak menanyai anak perempuanku. Aku tidak eprlu. Aku tahu apa yang baik baginya. Ketika aku beritahu dia apa yang aku rencanakan, dia senang. Kalau dia tidak senang, pasti dia sudah beritahu ibunya.”

Al-Dossary berkata: “Dalam kebudayaan bedouin, seroang anak gadis tidak punya hak untuk menyatakan pendapatnya tentang perkawinan, terutama jika ayahnya atau saudara lelakinya telah menetapkan calon suaminya. Dalam kasus kami, kami telah lama menikah dan tidak pernah punya masalah dengan istri-istri kami. Walaupun kami berdua jauh lebih tua dibanding istri-istri kami, fakta bahwa kami masih hidup bersama membuktikan bahwa kami memang cocok satu sama lainnya.
Dia menambahkan: Gadis-gadis Saudi, terutama bedouin, leibh suka kawin dengan lelaki tua. Ini yang dikatakan istri ketiga dan keempatku padaku. Mereka terus menerus memberitahu aku betapa senangnya mereka tidak menikahi lelaki muda.”

Tentang upacara pernikahan, Al-Dossary berkata: “Tentu saja kami punya upacara perkawinan. Kami tidak mencuri, jadi tidak ada yang perlu disembunyikan. Kami bikin pesta buat perempuan-perempuan. Namun pesta kaum lelaki hanyalah untuk saya, saudara-saudara lelaki saya, Al-Qahtani, saudara-saudara lelakinya dan penyelenggara pernikahan. Kami beri istri-istri kami mas kawin yang besar dan hadiah-hadiah berharga, jauh lebih banyak dari apa yang sanggung diberikan lelaki muda manapun.”

Ketika ditanya apakah mereka telah punya anak dari pengantin muda mereka, Al-Qahtani menjawab dengan penuh semangat: “Aku sudah punya satu anak perempuan dan istriku sekarang sedang mengandung lagi. Al-Dossary belum, tapi dia sudah punya banyak anak dari istri-istri sebelumnya.”

Menjawab tuduhan tentang kelakuan yang salah, Al-Dossary berkata: “Kami tidak menganggap anak perempuan kami sebagai alat untuk membuat profit. Kalau begitu, aku pasti sudah menikahkan anakku pada lelaki-lelaki yang melamarnya dan menawariku banyak duit. Namun aku tolak mereka karena tingkah laku mereka yang tidak sopan.”

Al-Qahtani setuju: “Sejujurnya, ketika aku meminta Al Dossary memberiku anak perempuannya sebagai imbalan anakku, ada beberapa hal yang kupikirkan. Aku beritahu dia kami bukan hanya teman dan parner tetapi juga akan menjadi keluarga. Kami tidak menganggap anak perempuan kami sebagai “business entities”.

Dia menambahkan: “Beberapa sepupuku menolak menerima perkawinan itu, bukan karena ide nya tetapi karena salah seorang dari mereka ingin menikahi anakku. Namun dia tidak mampu memberi mas kawin yang aku minta dan karena itu aku tidak beri dia anakku. Aku telah melupakan dia.”

Ketika ditanya apakah mereka berencana menggunakan strategi yang sama untuk menikah lagi, Al-Qahtani berkata: “Aku tidak bisa menikah lagi karena aku telah punya empat istri. Tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi jika kau menikah lagi, aku akan menikahi salah seorang sepupuku dan tidak akan ada masalah menawarkan seorang anak perempuanku sebagai gantinya.”

Al-Dossary berkata: “Aku puas dengan ketiga istriku, tetapi seperti yang dikatakan Al-Qahtani, tidak ada yang tahu masa depan. Jika aku menikah lagi dan ayah gadis itu atau saudara lelakinya memintaku memberi dia seorang anak perempuanku, aku akan setuju. Aku bahkan akan setuju juga jika dia minta seorang cucu perempuanku.”

Dalam memberi komentar tentang cerita ini, Ali Nasir, seorang social researcher pada Kementerian Pendidikan berkata: “Masalah-masalah yang ada saat ini di Saudi dan masyarakat Arab secara umum adalah tingkah laku yang gampang terhadap pernikahan. Walaupun ada peraturan dan hukumnya di beberapa negera Arab yang menuntut rasa hormat menghormati antara lelaki dan wanita, di Saudi Arabia adat kebiasaan masih dipegang kukuh. Bagaimana bisa dua lelaki tua memperlakukan anak perempuan mereka sebagai obyek? Bagaimana bisa mereka tidak mempedulikan perbedaan usia yang sangat mendasar?”

Dia menambahkan bahwa setelah membaca transkrip wawancara dengan kedua lelaki itu, dia bisa melihat dengan jelas bagaimana mereka tidak punya rasa hormat terhadap wanita. “Mereka bahkan tidak berunding dulu dengan anak perempuan mereka. Mereka bahkan juga berkata bahwa mereka siap menikah lagi dengan cara yang sama.”

Sheikh Muhammad Al-Wahbi, seorang researcher tentang yurisprudensi Islam, berkata bahwa tidak ada masalah hkum tentang pernikahan seperti itu selama wanita-wanita yang terlibat setuju. Namun dia memperingatkan orang-orang untuk jelas mengenai tujuan mereka. “Sangat jeleklah menjadikan pernikahan sebagai bisnis di mana wanita tidak lebih dari obyek atau barang dagangan,” katanya.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby salju surga » Tue Feb 06, 2007 12:48 pm

Andromeda wrote:Hal ini juga membuat saya terenyuh, kok ada ya manusia yang tega membiarkan anaknya dipoligami, apapun alasannya.
Tentunya sebagai umat manusia yang beradab, kita mengharapkan nasib anak-anak kita yang lebih baik.
Sekarang baiklah kita tentukan apakah ajaran Islam membawa berkah atau membawa peradaban menjadi merosot. Silahkan putuskan sendiri.
Wassalam,

Eneng Kusnadi
====

gw justru memandang monogami yg membikin peradaban merosot jauh kebelakang.tapi silahkan kalo lo ga setuju. gw males menjelaskan panjang lebar.


Gw bersyukr banget kagak punya orang tua macam begini...
amit amit.
Otaknya bener bener kagak digunakan,cuma buat keren keren aja...
swear fren mau muntah gw.


temen temen gw yang kagak pernah sholat aja otaknya lebih kinclong kok,
saat saya tawarkan poligami langsung tereak tereak persis kayak pagi atau malam di mesjid make loadspeaker gt..
kagak mau kagak mau..
waktu gw tanyain kalau anaknya di poligamiin boleh gak..
dia langsung nyebut astofiroloh(kagak tau gimana nulisnya)..
padahal dia sholat bolong bolong tapi otaknya encer banget...
User avatar
salju surga
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby Basman » Tue Jun 12, 2007 3:34 am

Sepertinya yg vote setuju adalah dari pihak nonkafir...yang terjebak dilema antara hati nurani dan aturan agamanya, kasihan sebenarnya.........
User avatar
Basman
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby Rouen » Tue Jun 12, 2007 11:29 am

dikelilingi bidadari? Boleh itu?
Mengkhianati istri? Haram Hukumnya...--> bukan hukum Allah, krn bg Allah itu Halal

Say no to Poligami!!! Wew, cuma satu yg rela...
User avatar
Rouen
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

PreviousNext

Return to Ruang Poligami



Who is online

Users browsing this forum: No registered users