Page 1 of 2

Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 10:25 am
by M-SAW
Wahai muslimah yang menolak poligami karena kata"ADIL" .
kalian selama ini sering kali dibingungkan dgn kata2 ADIL tsb dan sering berkata :

"mana ada manusia yg sempurna yang bisa ADIl dalam segalanya?"
"silahkan pooligami kalau kamu bisa ADIL"

taukah kalian apa MAKNA ADIL yang dimaksud dalam surat anissa tsb???

ada 2 sumber ISLAMI :
1.
    http://www.poligamiindonesia.com/index. ... &id=000045

    ...
    Islam-berdasarkan ayat di atas-sebenarnya tidak membolehkan praktik poligami dengan alasan ketidakmampuan laki-laki untuk berbuat adil. Pemahaman ini jelas keliru, surat an-Nisa ayat 129 membicarakan ketidakmampuan suami berlaku adil dalam masalah perasaan (cinta) terhadap isteri dan hubungan badan. Kadar cinta suami terhadap para isterinya tentu saja berbeda-beda. Tapi hal ini merupakan hal yang lumrah dan tidak merupakan perbuatan dosa karena cinta berada di luar kendali sang suami.
    Kewajiban berbuat adil yang diperintahkan Alquran adalah kewajiban berlaku adil pada hal-hal yang menjadi kesanggupan suami, yaitu adil dalam bermalam, nafkah dan pergaulan.
    ...
    Rasulullah Saw. mampu berlaku adil dalam memberi nafkah, bermalam, dan pergaulan. Sedangkan menyangkut persaaaan, Rasulullah tidak bisa berlaku adil dalam cinta-beliau lebih senang di rumah Aisyah Ra-karena hal itu berada di luar kendalinya.



2.

MAKNA ADIL dalam POLIGAMI
adakah KONTRADIKSI antar ayat?

Image

gimana sudah tau kan sampai sebatas mana arti ADIL dalm konteks POLIGAMI??
apa ada yang SUSAH utk melakukan keadilan tsb???

nah muslimah..ini pertanyaan utk anda :)
TOLONG JELASKAN kepada saya..DIMANA LETAK susahnya utk melakukan KEADILAN poligami tsb kalau saya sudah mapan finansial?>???

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 7:28 pm
by THIOBUKI
heh bro, boro2 yg udah mapan finansial, yg hidupnya dari kalangan menengah kebawah aja banyak koq yang polgam! masalah keadilan sih gak usah dipikirin...

yg kasihan justru para wanita dari kalangan bawah, udah ekonomi pas pasan, dipoligami, udah gitu nafkah semakin berkurang krn hrs dibagi sm istri muda... Dan yg paling sial, mereka2 gak tahu akan kebenaran krn akses informasi terbatas, boro2 internet, kadang koran aja gak bisa baca...

andai saja mereka tahu ffi

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 8:21 pm
by tengbengsin
Salam kenal pendekar Buki.I member baru nih.Gini ya...minggu lalu gw lihat di tv ada bandot tua madura punya istri 10 :stun: terus dia bilang insyaalloh mau nambah istri lagi jadi 11, jadi yang istri yg 10 itu di insya in sama allohnya.Terus gimana dia bisa berlaku adil wong itunya berdiri aja pasti susah, kira2 apa mau diganti sama terong

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 8:35 pm
by THIOBUKI
salam jg buat tengbengsin, sy jg member baru koq.

ya itu tadi, biasanya emang pelaku poligami mengesampingkan bahkan mengabaikan masalah keadilan, keadilan sih nomer sekian dibanding dengan hasrat selangkangan. Ya kalo selangkangannya dah gak mau diajak kompromi kan masih bs pake jari, hahahaha

atau jangan2 tengbengsin mau mewakili bandot itu... mau gak?

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 10:00 pm
by iamthewarlord
Sambil menunggu muslimer pinter yang semakin langka di FFI, kita ngobrol2 dulu, biar threadnya hangat ya.

Poligami sebenarnya merupakan masalah sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalah hal:

Ekonomi: akan timbul masalah kehidupan dan pendidikan anak2nya, biasanya anak2 hasil poligami jarang mencapai pendidikan formal yang tinggi.

Sosial:
-Timbul masalah kecemburuan sosial thd sekelilingnya, karena figur ayah itu ada tapi seperti bayangan. Indahnya bekeluarga dapat dilihat, misalnya tiap akhir pekan, 1 keluarga, ayah-ibu dan anak2, akan terlihat melepas kegembiraan bersama, di mall2 atau tempat rekreasi lainnya, apakah sosok ayah ini akan menggilir setiap keluarganya dgn rekreasi yang sama? Tidak mungkin.
Akibatnya terjadi degradasi pribadi dalam setiap anak, mereka sangat mudah terkena penyakit jiwa.

- Dengan adanya perbedaan antara pasangan pria dan istri poligaminya, yang biasanya terpaut jauh, maka pandangan Islam mereka yang melakukan poligami adalah untuk menyelamatkan nasib perempuan dan janda2 miskin adalah absurd alias tidak benar.
Poligami sangat berpotensi mencetak janda-janda baru, artinya karena perbedaan usia suami dan istri2 yg sering sangat signifikan, maka ketika suami wafat, banyak istri2 hasil poligami masih berada diusia yang terbilang muda, dan tebak apa predikat baru mereka? Janda Muda...
Bayangkan setiap 1 lelaki Islam berpotensi mempunyai 4 istri, dimana 3 diantaranya beresiko menjadi janda muda tanpa penghasilan dengan anak2 yang masih kecil2.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 10:05 pm
by Foxhound
Saya pikir, selama ini baik kita yang disebut KafirFFI ataupun muslim, sudah terjebak dengan paradigma yang ditanamkan oleh Kyai2 yang ingin membungkus Islam menjadi baik
An Nisaa' wrote:3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.


Orang normal yang membaca ayat di atas, dengan moralitas dan hati nurani wajar yang dipunyai, memang secara sekilas akan berpikir bahwa mengawini dua, tiga atau empat itu harus dengan kemantapan akan dapat berlaku adil.

Tetapi setelah melihat bagaimana sebenarnya konsep Islam, terutama setelah sempat berdebat dengan Jibaok dan Netralikum, saya sadar bahwa sudut pandang Islam itu sebenarnya beda dengan orang kebanyakan. Dimana kesimpulan saya itu dikuatkan lagi oleh ayat berikut
An Nisaa' wrote:129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


_____________________________________________________________________________
Menjawab topik pertanyaan arti "Adil" dalam poligami. Buat saya arti ADIL dalam Poligami sebenarnya dalam Islam, adalah ADIL yang sebenar2nya ADIL. Justru oleh karena itu, dalam ayat 129 dituliskan bahwa muslim sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isterinya.

Lantas apa sebenarnya maksud dari ayat 29
Kita-kita selama ini berpikir terlalu jauh (termasuk saya), ditambah paradigma yang dipunyai muslim terutama muslimah. Selama ini kita telah menelaah ayat 29 dengan asumsi berlebihan. Sebenarnya ayat ini bicara dengan sangat sederhana:


Kemudian jika kamu takut (untuk) 'tidak akan dapat berlaku adil', maka (kawinilah) seorang saja
Ini sebenarnya cuma masalah antara takut atau tidak, antara tega atau tidak, untuk melakukan sesuatu yang tidak adil terhadap orang lain. Karena ayat 129 juga menjelaskan tidak akan bisa adil.


Jadi ayat ini tidak menjelaskan bahwa muslim hendaknya mengawini seorang saja jika kuatir nantinya akan tidak bisa adil terhadap istri-istrinya. Melainkan, muslim... anda bakal berani untuk tidak adil nggak nanti? Kalau nggak berani, ya satu aja... Tetapi kalau engkau berani, kawinilah dua, tiga atau empat.

Kalau ada yang menerjemahkan ayat di atas itu menjadi "kalau mau berpoligami harus bisa bersikap adil" ini adalah orang-orang yang sama yang menafsirkan ayat2 pedang menjadi ayat2 kasih di dalam AlQuran.

Berbuat adil terhadap orang lain, tidak hanya butuh keberanian, juga butuh ketegasan dan integritas. Tetapi untuk berbuat tidak adil terhadap orang lain, cukup punya keberanian untuk membunuh hati nurani.

Jadi, perintah AwlohSWT adalah kawinilah dua, tiga, atau empat... kecuali kamu takut untuk berbuat tidak adil. Dan bagi suami, berbuat tidak adil di dalam perkawinan Islam tidaklah menjadi masalah karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ](*,)

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 10:42 pm
by iamthewarlord
M-SAW wrote:
nah muslimah..ini pertanyaan utk anda :)
TOLONG JELASKAN kepada saya..DIMANA LETAK susahnya utk melakukan KEADILAN poligami tsb kalau saya sudah mapan finansial?>???



Gw bukan muslim/muslimah, tp menurut istrinya Fauzan, ustad dari cirebon di TVone, "Biarlah auloh yg menilai itu semua", tp ngomongnya dgn nada kecewa dan di tabah2kan ....

Nah lu, bakal buntu deh MSAW hahaha....

Kasihan muslimah.

Makanya, lu MSAW, klo belum merit, kayak gw dong, cari istri dari kalangan muslim, jd bisa minimal menyelamatkan jiwa 1 orang beserta keturunan2nya...:)
bercanda loh... klo gw sih kyknya emg jodoh...

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 12:02 am
by mikimos
yang sudah pasti, "ADIL" dalam poligami bukanlah keadilan dalam hal KASIH SAYANG


miki

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 12:25 am
by loveindo
Nah, bener banget tuh yang dikatakan bro foxhound. Tp kalo aku ngeliatnya dari sini nih
An Nisaa' wrote:3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Liat tuh yang saya bold. Pertama- tama kalo muslim pengen menikahi perempuan yatim yang dituntut adil, tapi jika takut tidak adil pada mereka nikahin saja wanita- wanita yang kamu senangi.
Itu artinya apa? kalo kamu pikir ribet nikahin perempuan yatim, ya jangan nikahin dari golongan mereka. Nikahin aja wanita- wanita biasa yang masih lengkap orang tuanya, terserah mau 2, 3, atau 4. Atau kalo ga, kawinin (baca perkosa) budak- budak yang kamu miliki. Disni lu bebas mau berlaku adil apa ga. Yang penting terhadap perempuan yatim kamu harus bersikap adil.

Masih takut salah nih para muslim yang pengen poligami? Takut dikatain tidak adil. Jangan kuatir.... allaaahhh swt masih nyediain ayat yang menjamin kalian misalnya ga bisa adil juga gapapa. Ini nih ayatnya

An Nisaa' wrote:129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Kalian ga mungkin bisa adil dalam pengertian adil yang sebenarnya. Makanya cukup kalian tidak menelantarkan bini tua kalian itu sudah cukup.
Baca sekali lagi ya: janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.
Ngerti bahasa Indonesia kan? Maknanya sudah jelas banget kok. Jangan terlalu cenderung ke satu istri sampai yang lainnya tidak kamu urus sama sekali (terkatung- katung). Cukup kalian jenguk, ga kalian kumpulin juga ga papa kok, kasi uang belanja secukupnya. Udah selesai. Masa gitu aja ga mampu.
Ayo para muslim! Allah kalian sudah demikian baiknya sama kalian, jangan buang kesempatan. Ambil jumlah max, biar makin banyak muslimah yang jadi murtadin.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 1:32 am
by iamthewarlord
nah, loveindo ini menggunakan bahasa yg lebih sederhana untuk dimengerti.
auloh kok lebih ribet ya...
masa auloh kalah sama kapir dalam berbahasa. :rofl: :rofl:

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 7:58 am
by sijarak
An Nisaa' wrote:
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ternyata allah swt keliru.
aa gym bisa adil.
wong solo bisa adil.
bahkan syekh puji juga bisa adil.
dll.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 10:06 am
by THIOBUKI
sijarak wrote:An Nisaa' wrote:
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ternyata allah swt keliru.
aa gym bisa adil.
wong solo bisa adil.
bahkan syekh puji juga bisa adil.
dll.

Tak bakalan ada keadilan secuilpun dalam poligami

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 11:25 am
by MikanSakura
sijarak wrote:An Nisaa' wrote:
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ternyata allah swt keliru.
aa gym bisa adil.
wong solo bisa adil.
bahkan syekh puji juga bisa adil.
dll.


Aa gym adil dimananya??? Org dia lebih doyan ama istri mudanya

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 1:32 pm
by M-SAW
untuk rekan2 kafir yang BINGUNG dgn makna ADIL spt sijarak.mikan sakura.thio buki :)
inilah mengapa saya buatkan topik ttg ADIL ini
karena saya pun merasakan sendiri,,bagaimana kita2 yang KAFIR pun belum bener2 MENGERTI konteks ADIL POLIGAMi dalam sudut pandang islam :)sekali lagi maaf.. BUKAN maksud saay menggurui..saya hanya berbicara dari sudut pandang ISLAM :)

sehingga dari 3 kafir disini,,saling ngotot/bingung mengenai aa gym..apakah dia ADIL atau kagak,krn dia lebih condong ke bini mudanya :)

.apakah aa gym adil atau kagak itu hanya bisa diliat dari SUMBER ISLAM sendiri ...

Kita pribadi boleh2 saha menetapkan DEFINISI adil = adil dalam segala hal
T
A
P
I
kita lagi bahas ajaran islam,sehingga definisia ADIL yg dibahas tentu saja dari sudut pandang/literatur islam...

janganlah kaum kafir salah memaknai ADIL dalam poligami tsb :). ADIL dalam poligami tidak menyangkut KEADILAN dalam kasih sayang,HANYA dalam jatah bermalam dan nafkah.jadi dalam islam.
AA gym termasuk ADIL dalam poligami :) karena hanay KEADILAM nafkah dan jatah bermalam yg dituntut,tapi tidak ada dituntut ADIl dalam kasih sayang.
jadi..............mau aa gym lebih sayang sama istri muda kek.gpp.yg penting istri pertama JANGAN ditelantarin.itu sudah ADIL poligami.

kesimpulannya :
dalam hukum islam : aa gym sudah ADIL(nafkah dan jatah bermalam),sedangkan masalah kasih sayang tidak harus ADIL.
dalam kacamata saya yg kafir : AA gym jelas tidak adil ,krn memang tidak ada MANUSIA yg bisa adil2 seadil2nya dalam segala hal.lah nabi islam aja diakuin oleh hadits kalau dia tidak adil dalam segala hal.nabi cuman adil dalam nafkah dan jatah bermalam,tp tidak adil dalam rasa sayang.

silahkan disimak makna ADIL dan konteks ADIL ini :

===
[/b]

taukah kalian apa MAKNA ADIL yang dimaksud dalam surat anissa tsb???

ada 2 sumber ISLAMI :
1.
    http://www.poligamiindonesia.com/index. ... &id=000045

    ...
    Islam-berdasarkan ayat di atas-sebenarnya tidak membolehkan praktik poligami dengan alasan ketidakmampuan laki-laki untuk berbuat adil. Pemahaman ini jelas keliru, surat an-Nisa ayat 129 membicarakan ketidakmampuan suami berlaku adil dalam masalah perasaan (cinta) terhadap isteri dan hubungan badan. Kadar cinta suami terhadap para isterinya tentu saja berbeda-beda. Tapi hal ini merupakan hal yang lumrah dan tidak merupakan perbuatan dosa karena cinta berada di luar kendali sang suami.
    Kewajiban berbuat adil yang diperintahkan Alquran adalah kewajiban berlaku adil pada hal-hal yang menjadi kesanggupan suami, yaitu adil dalam bermalam, nafkah dan pergaulan.
    ...
    Rasulullah Saw. mampu berlaku adil dalam memberi nafkah, bermalam, dan pergaulan. Sedangkan menyangkut persaaaan, Rasulullah tidak bisa berlaku adil dalam cinta-beliau lebih senang di rumah Aisyah Ra-karena hal itu berada di luar kendalinya.



2.

MAKNA ADIL dalam POLIGAMI
adakah KONTRADIKSI antar ayat?

Image

gimana sudah tau kan sampai sebatas mana arti ADIL dalm konteks POLIGAMI??
apa ada yang SUSAH utk melakukan keadilan tsb???

nah muslimah..ini pertanyaan utk anda :)
TOLONG JELASKAN kepada saya..DIMANA LETAK susahnya utk melakukan KEADILAN poligami tsb kalau saya sudah mapan finansial?>???[/quote]

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 2:00 pm
by G4ul
THIOBUKI wrote:heh bro, boro2 yg udah mapan finansial, yg hidupnya dari kalangan menengah kebawah aja banyak koq yang polgam! masalah keadilan sih gak usah dipikirin...

yg kasihan justru para wanita dari kalangan bawah, udah ekonomi pas pasan, dipoligami, udah gitu nafkah semakin berkurang krn hrs dibagi sm istri muda... Dan yg paling sial, mereka2 gak tahu akan kebenaran krn akses informasi terbatas, boro2 internet, kadang koran aja gak bisa baca...

andai saja mereka tahu ffi
jawaban gak berkualitas.. yang intelek dikit napa mas?

DiTAboki wrote :
salam jg buat tengbengsin, sy jg member baru koq.

ya itu tadi, biasanya emang pelaku poligami mengesampingkan bahkan mengabaikan masalah keadilan, keadilan sih nomer sekian dibanding dengan hasrat selangkangan. Ya kalo selangkangannya dah gak mau diajak kompromi kan masih bs pake jari, hahahaha

atau jangan2 tengbengsin mau mewakili bandot itu... mau gak?
apalagi ini....keliatan tuh ucapannya... menandakan kepribadiannya... :rofl: :rofl: :rolling:

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 2:34 pm
by berani_murtad
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw., ia berkata:
Beberapa orang istri Nabi saw. mengutus Fatimah binti Rasulullah saw. untuk menemui beliau. Lalu Fatimah meminta izin masuk, sedang Rasulullah saw. masih bersamaku dalam selimut. Lalu beliau mengizinkannya, kemudian Fatimah berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Saat itu aku hanya diam saja. Rasulullah saw. berkata kepada Fatimah: Wahai putriku! Tidakkah kamu menyukai apa yang aku sukai? Fatimah menjawab: Benar. Rasulullah saw. berkata lagi: Maka cintailah istriku yang satu ini. Mendengar perkataan ayahnya tersebut, Fatimah lalu segera beranjak meninggalkan Rasulullah untuk kembali kepada para istri beliau yang lain dan mengabarkan kepada mereka apa yang telah ia katakan dan apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. kepadanya. Lalu mereka berkata kepadanya: Kami merasa kamu belum berbuat sesuatu apapun untuk kami, maka kembalilah menghadap Rasulullah saw. dan katakan kepada beliau: Sesungguhnya istri-istrimu yang lain sangat mendambakan keadilan seperti yang engkau perlihatkan kepada putri Abu Quhafah itu. Fatimah menjawab: Demi Allah aku tidak mau mengajak bicara beliau tentang Aisyah selama-lamanya. Aisyah berkata: Lalu istri-istri Nabi saw. itu menyuruh Zainab binti Jahsy ra., istri Nabi dan dialah yang menandingiku di antara mereka untuk merebut kedudukan di hati Rasulullah saw., dan aku tidak pernah melihat seorang wanita pun selain Zainab yang lebih baik dalam beragama, lebih bertakwa kepada Allah, lebih jujur bicaranya, paling kuat bersilaturahmi, paling banyak bersedekah dan paling sering mengalami cobaan dalam dirinya dalam melakukan pekerjaan untuk bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah kecuali perilaku mudah emosi dan marah yang ada pada dirinya namun ia cepat kembali (tenang). Ia berkata: Lalu Zainab meminta izin menemui Rasulullah saw. yang pada waktu itu beliau sedang (tidur) bersama Aisyah dalam selimutnya seperti saat Fatimah menemuinya. Kemudian Rasulullah saw. mempersilakannya, dan Zainab pun berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Aisyah berkata: Kemudian ia menyinggung tentang diriku dan melampaui batas, namun aku tetap memandang Rasulullah saw. dan melihat ke arah mata beliau apakah beliau mengizinkan aku untuk ikut berbicara. Aisyah melanjutkan: Zaenab tetap tidak beranjak sampai aku ketahui bahwa Rasulullah saw. sudah tidak merasa keberatan kalau aku membela diri. Aisyah melanjutkan: Ketika aku menyinggungnya dan terus tidak memberi kesempatan sedikitpun padanya sampai aku selesai membalasnya. Aisyah melanjutkan: Lalu Rasulullah saw. tersenyum dan berkata: Ia memang benar-benar putri Abu Bakar


ternyata apa yang diucapkan muslim terhadap istri-istri baginda nabi jahanam tentang keadilan adalah nol besar. ternyata istri-istri lain meminta keadilan terhadap nabi mohamad. muslim-muslim.... sampai kapan kalian mengakui yang benar tentang kesalahan nabi kalian.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 5:42 pm
by MikanSakura
jawaban gak berkualitas.. yang intelek dikit napa mas?


Memangnya jawabanmu sendiri pernah berkualitas?
Kayaknya nggak pernah deh. Mana kriteria yang saya tunggu? Sampe sekarang belom kamu kasih, malah ngeles sana-sini.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 6:13 pm
by sijarak
berani_murtad wrote:Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw., ia berkata:
Beberapa orang istri Nabi saw. mengutus Fatimah binti Rasulullah saw. untuk menemui beliau. Lalu Fatimah meminta izin masuk, sedang Rasulullah saw. masih bersamaku dalam selimut. Lalu beliau mengizinkannya, kemudian Fatimah berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Saat itu aku hanya diam saja. Rasulullah saw. berkata kepada Fatimah: Wahai putriku! Tidakkah kamu menyukai apa yang aku sukai? Fatimah menjawab: Benar. Rasulullah saw. berkata lagi: Maka cintailah istriku yang satu ini. Mendengar perkataan ayahnya tersebut, Fatimah lalu segera beranjak meninggalkan Rasulullah untuk kembali kepada para istri beliau yang lain dan mengabarkan kepada mereka apa yang telah ia katakan dan apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. kepadanya. Lalu mereka berkata kepadanya: Kami merasa kamu belum berbuat sesuatu apapun untuk kami, maka kembalilah menghadap Rasulullah saw. dan katakan kepada beliau: Sesungguhnya istri-istrimu yang lain sangat mendambakan keadilan seperti yang engkau perlihatkan kepada putri Abu Quhafah itu. Fatimah menjawab: Demi Allah aku tidak mau mengajak bicara beliau tentang Aisyah selama-lamanya. Aisyah berkata: Lalu istri-istri Nabi saw. itu menyuruh Zainab binti Jahsy ra., istri Nabi dan dialah yang menandingiku di antara mereka untuk merebut kedudukan di hati Rasulullah saw., dan aku tidak pernah melihat seorang wanita pun selain Zainab yang lebih baik dalam beragama, lebih bertakwa kepada Allah, lebih jujur bicaranya, paling kuat bersilaturahmi, paling banyak bersedekah dan paling sering mengalami cobaan dalam dirinya dalam melakukan pekerjaan untuk bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah kecuali perilaku mudah emosi dan marah yang ada pada dirinya namun ia cepat kembali (tenang). Ia berkata: Lalu Zainab meminta izin menemui Rasulullah saw. yang pada waktu itu beliau sedang (tidur) bersama Aisyah dalam selimutnya seperti saat Fatimah menemuinya. Kemudian Rasulullah saw. mempersilakannya, dan Zainab pun berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Aisyah berkata: Kemudian ia menyinggung tentang diriku dan melampaui batas, namun aku tetap memandang Rasulullah saw. dan melihat ke arah mata beliau apakah beliau mengizinkan aku untuk ikut berbicara. Aisyah melanjutkan: Zaenab tetap tidak beranjak sampai aku ketahui bahwa Rasulullah saw. sudah tidak merasa keberatan kalau aku membela diri. Aisyah melanjutkan: Ketika aku menyinggungnya dan terus tidak memberi kesempatan sedikitpun padanya sampai aku selesai membalasnya. Aisyah melanjutkan: Lalu Rasulullah saw. tersenyum dan berkata: Ia memang benar-benar putri Abu Bakar


ternyata apa yang diucapkan muslim terhadap istri-istri baginda nabi jahanam tentang keadilan adalah nol besar. ternyata istri-istri lain meminta keadilan terhadap nabi mohamad. muslim-muslim.... sampai kapan kalian mengakui yang benar tentang kesalahan nabi kalian.


dalam keadilan keknya muhammad kalah sama: aa gym, wong solo dan syekh puji.
isteri-isteri muhammad protes.
sementara isteri atau isteri-isteri aa gym, wong solo dan syekh puji tidak ada yang protes.

lagian ngapain ngomong keadilan segala.
begitu laki-laki berpoligami berarti ia sudah berlaku tidak adil terhadap isterinya.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 6:36 pm
by Foxhound
sijarak wrote:dalam keadilan keknya muhammad kalah sama: aa gym, wong solo dan syekh puji.
isteri-isteri muhammad protes.
sementara isteri atau isteri-isteri aa gym, wong solo dan syekh puji tidak ada yang protes.

lagian ngapain ngomong keadilan segala.
begitu laki-laki berpoligami berarti ia sudah berlaku tidak adil terhadap isterinya.


betul mas... tapi itu kalau adil dalam arti hukum moral yang berajalan. Adil = tidak ada yang (berani) protes. Yang dalam kurung itu definisi adil untuk diktator :lol:

Tapi di Islam beda, sama persis seperti yang M-SAW katakan, adil dalam Islam hanyalah masalah non-kasih sayang. Dengan definisi itu, tidak bisa dikatakan kalau Muhammad kalah sama aa gym, wong solo dan syekh puji. Jadi, memang adil dlm poligami Islam itu gampang. Asal punya duit, tidak 'adil' itu tidak akan terjadi. Jadi asal punya duit, muslim harus berpoligami.

Re: Arti "ADIL" dalam POLIGAMI

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 6:58 pm
by iamthewarlord
Klo si mamad emg di ridhoi auloh, istri2nya pasti 1 rumah semuanya.

Lagian sheik puji, wongsolo, aa gym, duitnya banyak, si mamad kyknya kehabisan duit, makanya bini2nya pd ngamuk.