Page 2 of 2

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Fri Mar 13, 2009 2:18 pm
by iamthewarlord
iamthewarlord wrote:
misalnya konseling pra-nikah

Netralikum wrote:konseling pra-nikah apaan sih? apakah seperti kursus pernikahan?


Bukan kursus pernikahan, tp kyk semacam pendalaman arti pernikahan, keimanan untuk menikah, menikah hanya untuk 1 kali, nasihat2 menikah,
Kayaknya dari situ, si pendeta dapat melihat keseriusan pasangan ini akan menikah dan nikah bukan untuk main2an.

Ini ada link dari pendapat orang2, baru aku googling:
http://www.akupercaya.com/forums/love-d ... kahan.html

Itu ada beberapa pendapat:

"Konseling itu perlu, terkadang banyak pasangan yang memutuskan menikah, tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Konseling diperlukan untuk masing-masing pribadi untuk memikirkan kembali apakah keputusan yang diambil sudah benar."

"Dalam konseling banyak dibahas masalah2 yang bisa timbul ketika menjalani hidup berumah tangga, dijelaskan pula mengenai hak dan kewajiban masing2, hak istri apa saja, kewajibannya apa saja begitu juga hak dan kewajiban suami, kemudian masalah harta, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah2 rumah tangga."

Kira2 mirip2 gitulah.

Dan jika dalam konseling terjadi kejanggalan, pendeta berhak untuk menolak menikahkan pasangan.
Konseling berlangsung cukup lama, setiap minggu 2 kali selama 3 bulan.
Tp ada jg yg 1 bulan, tp di intensifkan.

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Fri Mar 13, 2009 9:17 pm
by MikanSakura
Pengertiannya bukan begitu, tapi karena keluarga calon istri tidak bisa menerima kalau calon istrinya pindah agama dan di Indonesia menganut satu agama dalam pernikahan Jadi....

kecuali menikahnya diluar negeri yang memperbolehkan pernikahan berbeda agama.
apakah MikanSakura sudah mengerti sampai disini?


Mbak, pernah nggak mikir kalau keluarga si calon suami juga berpikiran sama dengan keluarga calon istri?
Pernah nggak mikir orang lain ingin diperlakukan sama seperti Anda? Kok enak aja, sepertinya para kapir ini harus nurutin semua kemauan muslim?? Kaw pikir gampang apa pindah agama? Enak apa dipaksa murtad? Dalam waktu singkat pula, dan alasannya karena "TERPAKSA, ABIS CEWE GUE MAKSA GUE MASUK ISLAM"?

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Fri Mar 13, 2009 9:22 pm
by Netralikum
Sudah dijawab oleh iamthewarlord, katanya calon istrinya yang mengikuti dia

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sat Mar 14, 2009 9:54 am
by MikanSakura
Lho, yang ditanya kamu kok jawabanmu enak banget, "Sudah dijawab iamtheworld bla bla bla..."

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sat Mar 14, 2009 10:22 am
by Netralikum
MikanSakura wrote:Lho, yang ditanya kamu kok jawabanmu enak banget, "Sudah dijawab iamtheworld bla bla bla..."

Kamu tidak usah khawatir iamtheworld yang murtad karena calon istri iamtheworld yang ikut dia

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sat Mar 14, 2009 11:00 pm
by stuntman
wah beruntung tuh cewenya warlord dapet cowok kaya warlord, karena warlord kalau menikah harus berjanji setia sampai mati dihadapan Tuhan, daripada dapat cowok yang tidak melakukan janji setia dihadapan Tuhan kan bisa dipoligami kapan aja hehehehehe....

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sat Mar 14, 2009 11:07 pm
by stuntman
Ada beberapa pertanyaan buat muslimah:

1. Apakah anda akan senang sekali bila Islam mengharuskan hanya boleh mempunyai 1 istri dan tidak boleh menikah dgn anak di bawah umur?

2. APakah muslimah menikah sudah siap dengan di poligami? Adakah ketakutan di poligami? Seandainya di poligami, akan tidur bersama suami dan madunya atau di hanya kamar sebelah menanti giliran?

3. Bagaimana sikap muslimah atau berani membayangkan, jika anak muslimah yg berumur 6 tahun di nikahi orang dewasa dan di tiduri saat umur 9 tahun?

4. Apakah muslimah ingin melihat hal2 diatas jangan sampai terjadi dalam Islam atau dalam kehidupan muslimah?

5. Muslimah puas dengan adanya hal-hal seperti diatas dalam Islam?

Mohon di jawab ya..

buat apa kami jawab...??

kamu siapa..???

ada urusan apa dengan poligami...???

tolong jawab...???


WAH......putri malam ngamuk karena tersungging, atau ada yang tidak berkenan dengan pertanyaan tersebut ? kenapa harus marah karena ada pertanyaan tentang poligami ? kalau memang poligami adalah sunah dan merupakan ibadah dalam ajaran islam harusnya ga perlu ngamuk begitu, jawab saja....kalau ngamuk kan berarti ada yang ga beres dengan poligami

salam

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 12:45 am
by MikanSakura
Kamu tidak usah khawatir iamtheworld yang murtad karena calon istri iamtheworld yang ikut dia


Dari dulu kalo aku ngomong sama nih orang selalu gk pernah nyambung jawaban dia, persis kayak si Ayulestari. Ditanya A dijawab B, ditanya C malah ngeles E.
Jauh jawaban dari pertanyaan.

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 12:35 pm
by M-SAW
Kum
Kita2 pgn dgr jawaban kamu.
Kenapa kamu seenak udel mengatakan si co yg hrs msk islam krn keluarga ce ga ridho putrinya murtad?
Kenapa kum?
Apakah akalmu ga bisa berfikir klo keluarga si co pun tentu kbrtn klo si pria yg murtad?

Alangkah bijaknya klo kamu berkata 'smoga si pria dan muslimah bersepakat utk mencari jalan keluar.mgkn muslimah yg ngalah ato si pria yg ngalah'

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Sun Mar 15, 2009 1:17 pm
by THIOBUKI
@warlord:

mending nikah islam aja dulu... bisa instant, cepat dan kalo gak cocok /ada konflik langsung tinggal aja...

toh di kristen, bahkan di katolik yg superketat sekalipun, asal belum ada sakramen, gereja akan menganggap tak ada perkawinan.

tapi kalo udah kawin duluan gereja, udah mau nikah banyak acara (spt konseling, dll) nanti kalo ada apa2nya cerainya juga susah!

horni mode on:
lagian di islam kan boleh poligami, hehehe lumayanlah bisa variasi rasa...

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 12:45 am
by Foxhound
Netralikum wrote:konseling pra-nikah apaan sih? apakah seperti kursus pernikahan?


Ya, tapi menikahnya yang dikursusi, bukan aktifitas ML lho ya :yawinkle:

Foxhound wrote:Saya akan kasih info buat anda mbakyu untuk studi banding aja. Bagaimana sih agama yang disempurnakan oleh Islam ini, yang alkitabnya dirubah-rubah dan disesatkan, yang saking sesatnya sampe Tuhannya bisa jadi tiga, berbicara soal pernikahan.

Pernikahan di dalam Kristen/Katolik sangat sakral, ada janji di hadapan Tuhan segala yang diucapkan kedua belah pihak bahwa dalam setiap suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit akan tetap setia terhadap pasangannya satu-satunya. Jadi menikah itu tidak bisa dianggap main-main, karena itu pihak gereja selalu mempersiapkan pasangan yang akan menikah dengan sungguh2.

Di beberapa gereja yang melibatkan konsultan2 perkawinan dengan latar belakang psikolog di luar pendeta. Kadang ada sesi yang digunakan untuk melihat beberapa masalah prinsipil yang memunculkan ketidakcocokan yang harus diselesaikan sebelum pernikahan terjadi.

Karena cinta itu kadang atau bahkan seringkali bohong... kalau sudah menikah, apalagi sudah punya anak, priority sudah berubah, manisnya madu bisa jadi pahitnya racun. Tidak hanya di pernikahan Islam, tetapi semua pernikahan termasuk pernikahan Kristen. Karena itu pasangan yang belum menikah, perlu dipersiapkan untuk mengerti bagaimana sih pernikahan itu sebenarnya. Apa yang akan muncul nantinya, tuntutan2 baru yang dapat memicu konflik2 yang tidak pernah ada selama berpacaran. Atau bahkan terkadang ditemui juga adanya kepahitan2 psikologis yang tidak terlihat pd waktu pacaran yg bs berpotensi merusak perkawinan suatu pasangan baru.

Contoh kepahitan2 psikologis yang potential: Ada junior saya, sebut aja Agnes, papanya punya istri kedua, mamanya yang istri pertama sangat down dengan kelakuan papanya dan akhirnya sering sakit2an dan penuh tekanan batin. Saya tidak ingat apakah akhirnya papamamanya bercerai atau tidak. Tetapi Agnes ini, meskipun tidak memperlihatkan di permukaan, dia memendam rasa benci pada papanya, ini adalah yang disebut kepahitan psikologis. Agnes ini kemudian membina hubungan dengan Beni, sewaktu pacaran ya tentu saja biasa, sampai pada waktu akan menikah dan diharuskan mengikuti konseling pra-nikah. Counselornya baru mengerti bahwa ternyata mereka sewaktu pacaran sering bertengkar, hampir setiap hari.

Lucunya mereka berdua seringkali tidak mengerti akar masalah pemicunya apa, dan merasa bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik setelah menikah. Kenapa mereka memutuskan tetap berpacaran dan menikah, masing2 punya alasan saling cinta. Tetapi lucu bukan, cinta koq setiap hari bertengkar. Counselornya segera memisah sesi konseling jadi dua secara private, dan mencoba meneliti akar permasalahannya. Dan ternyata problemnya adalah kepahitan yang tidak terselesaikan sehingga si Agnes ini tanpa disadari cenderung posesif, tetapi juga jaga jarak mencoba untuk tidak terlalu mencintai di mana kedua sikap tersebut sebenarnya bertentangan dan akhirnya menimbulkan masalah komunikasi antara pasangan ini. Andaikata si Counselor tidak bisa mendeteksi problem ini di awal dan terbawa ke pernikahan, bisa dijamin bahwa masalah komunikasi ini tidak selesai dan justru akan lebih parah di kemudian hari. Pernikahan mereka ditolak pihak gereja dan diminta menunda, saling introspeksi sampai mereka benar2 siap. Mereka menunda hingga 2 tahun, ikut konseling pra-nikah hingga sekitar 4 kali di luar konseling pribadi baru akhirnya bisa menikah.

Kalau konseling ini diikuti dengan serius dan rasa kejujuran dari yang ikut konseling, faedahnya akan luar biasa. Tapi terkadang, saya juga alami di gereja saya, ada pasangan yang memutuskan batal menikah justru pada saat konseling pra-nikah. Dan tidak semua yang ikut konseling berarti masalahnya selesai memang, tetapi perceraian adalah sesuatu yang sangat tabu di dalam etika kekristenan meskipun tidak disebut adalah dosa di dalam alkitab.

_____________________________________________________________________

Saya juga ingin mengambil sudut pandang yang lain dr cerita junior saya di atas. Poligami dan perceraian, kalau mau tanya di mana-mana dengan psikiater yang netral, nggak nyinggung masalah agama... pasti membawa dampak buruk bagi keluarga terutama anak-anak. Tuhan yang bener... masak kalah pinter ama psikiater? Kenapa justru agama yang katanya 'sempurna' mendorong terjadinya poligami dan perceraian (dengan mempermudahnya)?

Anda muslimah, silahkan anda berteriak melawan hati nurani bahwa anda rela dipoligami karena bagi anda itu adalah perintah AwlohSWT. Tetapi poligami dan perceraian bukan cuma masalah antara suami dan isteri. Efeknya pasti meluas ke seluruh anggota keluarga termasuk yang namanya anak-anak.

Anak-anak selalu melihat orang tua sebagai figur yang diteladani. Dan pernikahan yang solid dan setia akan mengajarkan pada mereka arti integritas dan kesetiaan.

Apa sih esensi berpoligami itu? Hanya orang **** yang percaya itu adalah perintah ibadah! Pakai berkelit bilang justru kalau berpoligami baru bisa menunjukkan sikap adil. Bah! Baca itu ayat 129nya! Dengarkan kesaksian nabimu sendiri yang tidak bisa adil. Dan kalau saya teruskan debat saya dan saya kejar muslimnya, mereka tidak akan bisa kemana-mana selain berkata bahwa lho memang dalam pernikahan Islam itu tidak dituntut adil dalam urusan kasih sayang....

Kalau bukan karena urusan kasih sayang, apa gunanya menikah? Supaya legal dan tidak bisa disebut berzinah? Legal ketika melakukan apakah? Tidak bisa disebut berzinah ketika melakukan apakah? Jawabannya adalah 'ketika melakukan hubungan sex'!! Jadi memang urusan pernikahan dalam Islam hanyalah masalah hubungan sex... masalah syahwat semata.

Saya, juga lelaki... saya juga pernah pacaran bbrp kali. Pernah merasa cinta luar biasa dengan pacar pertama, dan sudah lupa dgn rasa cinta itu begitu pacaran dengan yang kedua. Apa yang bisa menjamin bahwa ketika saya menikah saya akan tetap punya rasa cinta dengan istri pertama yang akan kekal dan tidak hilang ketika ada yang lewat lebih menarik di depan saya? Yang bisa menjamin hanyalah integritas dan kesetiaan yang terwujud dalam penguasaan diri.

Penguasaan diri, itu adalah esensi humanity. Yang membedakan manusia dengan binatang, yang membedakan kenapa binatang bisa sembarangan berhubungan sex, manusia tidak. Ketika kehilangan penguasaan diri, manusia sudah menurunkan derajad dirinya mendekati binatang. Tetapi di dalam Islam, justru nafsu itu diumbar tanpa penguasaan diri, dan kemudian dilegalkan.

Ijin berpoligami, jelas memberi kelonggaran muslim untuk tidak melakukan penguasaan diri. Ijin untuk bercerai, bahkan memberikan kemudahan di mana-mana, jelas memberi kelonggaran muslim untuk juga tidak melakukan penguasaan diri.
Poligami + Perceraian = gonta ganti pasangan secara legal, dan secara bersamaan boleh simpan empat.

Wanita yang bersedia berpoligami, sadarkah bahwa anda menyerahkan komitmen anda pada seseorang yg hanya berkomitmen seperempat atau bahkan kurang kepada anda? Di dunia ini, tidak ada cinta yang benar-benar kekal abadi kecuali pada diri sendiri... Cinta penuh romance yang tak pernah pudar itu semua adalah mitos. Andaikata ada pun mungkin satu dari sejuta pasangan.

Ketika usia pernikahan menanjak, tanggung jawab dan integritas kadang mengambil alih. Bahkan dalam monogami pun cinta dan perhatian harus terbagi kepada anak. Memang seiring waktu, cinta yang pudar bisa bersemi kembali dan kasih yang stagnant mungkin bisa dipulihkan. Rasa cinta bisa seperti gunung yang naik turun dan berliku. Tetapi dengan adanya poligami dan perceraian, orang cenderung akan mengambil jalan yang mudah dan terlihat di depan mata.

Belum lagi aturan untuk yg sudah cerai ingin rujuk, sang istri harus melakukan pernikahan dgn orang lain dulu, melakukan hub sex dulu, bercerai, baru boleh balik ke yang ingin dirujuk. So jawab sekarang, kalau bkn about legal sex... apakah esensi pernikahan di dalam Islam?

Islam sungguh ajaran yang sempurna...... sempurna amburadulnya.

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 1:11 am
by iamthewarlord
THIOBUKI wrote:@warlord:

mending nikah islam aja dulu... bisa instant, cepat dan kalo gak cocok /ada konflik langsung tinggal aja...

toh di kristen, bahkan di katolik yg superketat sekalipun, asal belum ada sakramen, gereja akan menganggap tak ada perkawinan.

tapi kalo udah kawin duluan gereja, udah mau nikah banyak acara (spt konseling, dll) nanti kalo ada apa2nya cerainya juga susah!

horni mode on:
lagian di islam kan boleh poligami, hehehe lumayanlah bisa variasi rasa...


ga lah, nikah cm sekali, masa mikirnya cerai.

Klo kawin cerai, gimana pergaulan di gereja?

Tiap tahun gandeng istri baru?

Tiap tahun kenalin istri baru sama pendeta?

Apa kata dunia... :rofl: :rofl:

Muka gw belum setebal tembok china.

Gereja ku akan memberikan konseling nikah dgn syarat menjadi anggota dan telah di baptis, minimal 6 bulan.
Konseling selama 3 bulan, jd mau nikah ga bisa instant, minimal persiapan iman nya udh hampir 1 th.

Gw lg mau ngakalin KTP calon istri di ubah jd kristen, rencana berdua mau kredit rumah di Karawaci, trus bikin KTP dia di tulis Kristen, dia udh bersedia.
Gw rencana merit 2 thn lagi.

Dia udh beberapa kali ikut g ke gereja, mau liat2 katanya.
Hari ini dapat kotbah ttg pentingnya doa meminta Keteguhan Dalam Menikah, dia sangat tertarik.

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 9:59 am
by THIOBUKI
iamthewarlord wrote:ga lah, nikah cm sekali, masa mikirnya cerai.

Loh, thread sebelah ada loh yang topiknya nikah dengan niat cerai ](*,)
iamthewarlord wrote:Klo kawin cerai, gimana pergaulan di gereja?

Tiap tahun gandeng istri baru?

Tiap tahun kenalin istri baru sama pendeta?

Ya gak usah dibawa ke gereja toh.... :rofl:

Apa kata dunia... :rofl: :rofl:
iamthewarlord wrote:Muka gw belum setebal tembok china.

Iya... iya....untung gak seperti mereka mereka ya bro...
iamthewarlord wrote:Gereja ku akan memberikan konseling nikah dgn syarat menjadi anggota dan telah di baptis, minimal 6 bulan.
Konseling selama 3 bulan, jd mau nikah ga bisa instant, minimal persiapan iman nya udh hampir 1 th.

Gw lg mau ngakalin KTP calon istri di ubah jd kristen, rencana berdua mau kredit rumah di Karawaci, trus bikin KTP dia di tulis Kristen, dia udh bersedia.
Gw rencana merit 2 thn lagi.

Dia udh beberapa kali ikut g ke gereja, mau liat2 katanya.
Hari ini dapat kotbah ttg pentingnya doa meminta Keteguhan Dalam Menikah, dia sangat tertarik.

Fine! kalo dalam dua taon ini akhirnya jadi merit, sy dukung bro untuk nikah di gereja.... yang serius aja sekalian. OK???
:partyman: :partyman: :partyman:

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Mon Mar 16, 2009 5:44 pm
by MikanSakura
Om G4uL, sbelom malang melintang di tempat laen, tolong thread ini diberesin dulu:

viewtopic.php?f=63&t=29524&start=40

Re: Pertanyaan Buat Para Muslimah

PostPosted: Wed Mar 18, 2009 9:56 pm
by iamthewarlord
THIOBUKI wrote:Fine! kalo dalam dua taon ini akhirnya jadi merit, sy dukung bro untuk nikah di gereja.... yang serius aja sekalian. OK???
:partyman: :partyman: :partyman:



Thanks bro...