Page 1 of 1

Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Thu Oct 09, 2008 9:47 pm
by Duladi
Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

UPACARA NIKAH dalam Islam telah dimanfaatkan untuk mengakali dosa.

Banyak dari kita tidak menyadari, bahwa upacara nikah dalam Islam tak ubahnya seperti "kalimat basmallah" atau teriakan "Allahuakbar" untuk membenarkan muslim melakukan kejahatan. Seorang muslim, sebelum merusak, menjarah, memperkosa dan membunuh, dia teriak "Allahuakbar" dan "Bismillah" lebih dulu agar perbuatannya yang jahat itu menjadi halal (tidak dosa). Demikianlah ketika seorang muslim ingin berselingkuh, dia pakai sarana "upacara nikah" itu untuk membenarkan perselingkuhannya.

Perselingkuhan (tidak setia pada pasangannya) pada hakikatnya adalah perzinahan. Dan Islam punya cara untuk membenarkan perselingkuhan itu agar tidak dianggap zinah, yaitu dengan mengesahkannya lewat upacara nikah, yg dapat berupa: Kawin kontrak (2 jam, 1 hari, 1 tahun, dst), Nikah Sirih, Poligami, dll.

Muhammad mengira perselingkuhan itu dosa bila dilakukan tanpa upacara nikah (sama halnya dia akan merasa berdosa bila ketika menyembelih/membunuh tidak diawali dengan basmallah atau allahuakbar). Upacara nikah = bismillah & allahuakbar dalam bentuk lain.

Maka dia dengan kedangkalan hikmatnya, menjadikan upacara nikah sebagai cara untuk menghalalkan perselingkuhan (dosa). Padahal, yang menentukan dosa zinah itu bukan masalah diadakan atau tidak diadakannya upacara, melainkan karena ketidaksetiaan seseorang pada pasangannya.

Muhammad bukannya fokus pada persoalan yang esensial, yaitu ketidaksetiaan/perselingkuhan, tapi berfokus pada upacaranya. Seorang laki-laki bebas untuk tidak setia atau berselingkuh, asal dia mendahuluinya dengan upacara. Contoh: Ketika seorang pria Arab beristri ingin menggenjot gadis perawan di Puncak Bogor, maka agar tidak merasa bersalah, perbuatan zinahnya itu disahkan dulu lewat upacara nikah sirih. Atau ketika seorang pria hidung belang ingin tidur dengan pelacur, agar dirinya tidak merasa bersalah, perbuatan zinahnya itu disahkan dulu lewat upacara kawin kontrak 2 jam. Pokoknya, ingat, pokoknya, asalkan sudah disahkan lewat upacara nikah apapun bentuknya, perbuatan zinah (perselingkuhan) akan berubah menjadi halal.

Beginilah bila seorang idiot mencoba untuk menciptakan agama. Agama yang dihasilkannya adalah agama katrok!


Salam.

PostPosted: Thu Oct 09, 2008 11:20 pm
by Horbo
upacara nikah islam = mengatasnamakan tuhan buat berzinah.
tega nian kau mahmud.. kau embat keperawanan si juleha, padahal bini mu di arab udah segudang, kau bawa-bawa lagi nama tuhan.

klo buntut-buntut nya hanya untuk mengejar seks doang, lebih baik main sama pelacur saja, aku pikir itu lebih beradab.

PostPosted: Sat Oct 11, 2008 12:27 pm
by Duladi
Di mata manusia:
Sepasang manusia sah menjadi suami-istri setelah upacara nikah.
Apapun menjadi sah, kalau sudah diadakan upacara, gak peduli selingkuh atau zinah.

Di mata Tuhan:
Sepasang manusia telah menjadi suami-istri bila mereka berhubungan intim (bersetubuh). Upacara diselenggarakan di awal untuk pemberkatan, dan bukan untuk mengesahkan perbuatan mereka. Seandainya mereka setelah upacara itu mereka tidak melakukan hubungan intim, di mata Tuhan, mereka belum menjadi suami-istri. Karena yg dimaksud sebagai suami-istri adalah BERSATUNYA LAKI-LAKI & PEREMPUAN, sehingga mereka bukan lagi 2, melainkan 1.

Di mata Tuhan, kalau suami-istri di kemudian hari berselingkuh (berzinah), tidak ada yang bisa dipakai untuk mengesahkan perbuatan mereka. Selingkuh tetap selingkuh, dan itu adalah dosa. Tak ada upacara (walau disebut upacara nikah sekalipun), yang dapat membenarkan perbuatan zinah mereka di hadapan Tuhan. Karena apa? Karena TUHAN tidak ****, yang bisa diakali oleh otak licik manusia!

=================

Upacara pernikahan yang semula adalah sakral, untuk memberkati sepasang pengantin dan untuk meneguhkan sumpah/janji setia mereka sampai mati, oleh Islam dimanipulasi untuk ritual pengesahan sebelum pria & wanita boleh melakukan hubungan intim.

Seorang muslim ketika hendak bermain dengan pelacur di Dolly, agar perbuatannya itu halal (tidak dianggap zinah), dia bisa panggil penghulu lalu disahkanlah dia & sang pelacur sebagai pengantin kawin kontrak dengan masa 2 jam.

Upacara nikah (akad nikah) dalam Islam tak ubahnya dengan "basmallah" untuk menghalalkan perbuatan jahat.

Ajaran akal-akalan lainnya:

1) Puasa, untuk mensucikan diri kembali setelah 11 bulan berbuat dosa.
2) Sedekah, untuk menghilangkan rasa bersalah setelah merampok atau korupsi

Kepada teman-teman muslimin dan muslimat, apakah kalian masih yakin bahwa ini adalah ajaran pemberian TUHAN SANG MAHA BIJAKSANA?

Tuhan tidak akan sebodoh ini sehingga membuat ajaran untuk akal-akalan manusia.

PostPosted: Sat Oct 11, 2008 3:35 pm
by Duladi
CONTOH PENERAPAN POLIGAMI
Seorang pria beristri tertarik pada wanita lain. Secara nurani, dia tahu kalau dia jahat, tidak setia. Padahal dahulu sewaktu pacaran, dia sering mengumbar kata-kata SUMPAH SETIA pada wanita yang sekarang menjadi istrinya itu, tetapi setelah berjalan beberapa tahun sebagai suami-istri, dia tertarik lagi pada daun muda. Secara akal dan nurani, dia menyadari bahwa dia TIDAK SETIA. Tuhan berkata: Bila seorang pria di dalam hatinya tertarik pada wanita lain, maka pria itu sudah berzinah. Dia tak peduli dengan suara hatinya, karena Islam membolehkan dia untuk berlaku serong (tidak setia). Islam punya cara buat mengibuli perbuatan serong itu agar tidak tampak sebagai perbuatan serong, yaitu dengan jalan "menikahi" wanita lain itu. Maka, dia pun mengadakan pernikahan (upacara nikah) yang kedua, sehingga kini dia memiliki 2 orang istri. Dalam Islam, hal itu dibenarkan walaupun istri pertama memberontak, karena secara finansial (harta kekayaan), si pria cukup mapan.

CONTOH PENERAPAN MUT'AH
Seorang pria hidung belang, tertarik dengan seorang wanita pelacur. Dia ingin menyetubuhi wanita itu, tapi dia tak ingin membina rumah tangga. Maka, sebelum dia bersetubuh dengan pelacur tadi, dia minta penghulu mengesahkan dirinya dan pelacur itu dengan KAWIN KONTRAK, yang masa berlakunya selama 2 jam. Jadi, setelah 2 jam berakhir, status "pernikahan" mereka hilang. Mereka menjadi orang-orang bebas kembali.

CONTOH PENERAPAN NIKAH SIRIH
Seorang pria beristri, tertarik dengan gadis cantik. Istrinya dan mertuanya tidak setuju bila dia poligami. Tapi karena hasrat seksnya menggebu-gebu dan tak tertahankan, dia ingin sekali menggenjot gadis itu, sedangkan gadis itu tak mau disetubuhi begitu saja seperti pelacur dan ia takut dosa, maka si pria pun mencari-cari akal..... Lha.... Islam punya cara untuk mengatasi itu. Dia panggil modin untuk mengesahkan dirinya dan gadis itu sebagai sepasang pengantin lewat NIKAH SIRIH (pengesahan nikah di bawah tangan).

Tanya hati nuranimu, apakah Tuhan sebodoh ini sehingga membuat ajaran akal-akalan begini?

Salam.

PostPosted: Fri Oct 24, 2008 2:04 am
by Busman
muslim tak pernah sadar kalau aturan kawin itu cuman akal-akalan muhamad saja demi merekrut calon anggotanya yang memang seleranya doyan syhwat, muhamad mempermudah mereka untuk menyalurkan nafsunya secara 'legal'. perkawinan dalam islam = laki2 melacur.

PostPosted: Fri Oct 24, 2008 2:09 am
by `Nurul`
OOOOoooo pantesan kaga ada Zina dan Kumpul Kebo dalam Islam!!!!

Lha semuanya sudah di "Laudry" jadi HALOL kok!!
:lol: :lol: :lol:

Re: Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Sun Jan 11, 2009 11:08 am
by a_man
Wah, ternyata Islam mengajarkan free sex terselubung.
Kyk pil koplo dibungkus permen coklat........

Re: Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Sun Mar 08, 2009 11:14 pm
by AkuAdalahAing
naikin lagi ah...

Re: Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Wed May 13, 2009 7:29 pm
by je_prince97
Tak ada satupun muslim yang berani membantah. #-o

Re: Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Wed Aug 19, 2009 9:22 pm
by tekroriz
@atas, apa yg mau dibantah????? di qurman n kudis sendiri, semua lengkap dijelasin alasen2nya yg dibuat2 sama mahmud.
satu2nya yg gw tau hak wanita di islam itu cm waktu ditanya mau gak dinikahi sama si cowok??? mahmud cm bilang, ''izinnya adalah diamnya''. wanita pasti diam klo dipelototin sama ortunya atau si suami, krn takut dipukul sama mereka. apalagi klu sambil megang golok, mana ada yg berani???? gw sendiri aja bakalan keder klu ada rampok ngacung2in golok di muka gw. mending gw kasihin barang2 gw.
aya aya wae ajaran teh.....

Re: Kegunaan Upacara Nikah dalam Islam

PostPosted: Tue Sep 01, 2009 9:58 pm
by Duladi
Thread lain tentang katroknya Islam yang menjadikan selingkuh itu halal memakai fasilitas yang dinamakan "nikah":
Kalau sdh dinikahi, bukan lagi selingkuh namanya
dan
Perselingkuhan menurut islam dan non islam