.

Jawaban Atas Pertanyaan Tentang Poligami

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Jawaban Atas Pertanyaan Tentang Poligami

Postby sonnie » Sun Jul 27, 2008 11:36 pm

(diambil dari milist dzikrullah oleh Abu Sangkan)

Saya minta maaf yang sebesar-besarnya agak terlambat membahas masalah
poligami, dikarenakan banyak pertanyaan dari anggota yang lain, yang juga perlu
saya jawab,....
..termasuk masalah fiqh .
Saya harus berhati-hati karena hal ini menyangkut persolan hukum .dimana
pendapat saya harus dikesampingkan dulu, kecuali hanya menambahkan dan
memberikan penjelasan ... Saya tidak berani berijtihad semaunya, karena itu
saya harus mencari referensi melalui kitab-kitab yang diakui semua
kalangan..saya tidak mau berpolemik dengan saudara-saudara muslim yang
lainnya karena saya sudah enggan mengotori hati hanya karena perbedaan furu'
, yang akhirnya menjadi adu otot yang tiada habisnya.lihatlah sejarah
saudara-saudara kita .NU dan Muhammdiyah ..Persis Vs NU ..Wahabiyah dan syi'
ah .kelompok ini dan itu.

Saya harus memulai dengan cara minta maaf kepada anda .marilah kita
mempererat dan menghimpun kekuatan ummat dari skala kita berdua .kemudian
kita kembangkan menjadi empat .sepuluh.seratus .sejuta.dan semilyar ..ummat
yang hatinya bersih dan satu ..saudara kita banyak bukan hanya sekedar
slogan .walaupun berbeda pendapat ..akan tetapi rahmat Allah meliputi kita
..amin

Uuntuk sementara kalangan, poligami begitu menjadi cita-cita yang
menyenangkan dan yang lainnya justru kurang setuju terhadap poligami
terutama bagi kaum wanita. Sebenarnya bagaimana kita memandang dan mendudukkan
ayat-ayat mengenai poligami teresebut.

Mari kita kaji surat An Nisa' ayat 3

"dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan
yatim (bilamana kamu mengawininya) ,maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang
kamu senangi : dua ,tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan
dapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja. Atau budak-budak yang
kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat
aniaya.

Pada ayat diatas dinyatakan, boleh menikahi wanita dua, tiga ,atau empat ..
Jika kamu tidak mampu berbuat adil ..maka kawinilah seorang saja ..
Kata "adil" disini belum dijelaskan secara rinci .apakah adil dalam
pembagian materi atau adil dari sisi kasih sayang dan cinta..
Untuk mengetahui arti "adil " yang sah menurut Alqur'an adalah dijelaskan
pada surat An Nisa' ayat 129 .

"dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri
(mu) , walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah
kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang
lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara
diri (dari)kecurangan, maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha
Penyayang"

Pada ayat tsb., Allah mematahkan semangat orang yang ingin berpoligami dengan
kalimat yang tidak mungkin kita lakukan .walan tastatii'uu an ta'diluu
bainan nisa'i walau harastum ..kalau saya terjemahkan bebas ..dan kalian
tidak akan pernah mampu untuk berlaku adil terhadap wanita walaupun kamu
sangat menginginkannya ..dalam ayat ini terdapat kalimat taukid (penguat)
seperti pada kalimat wa lan tastati'u an ta'diluu.

Didalam ilmu nahwu dijelaskan, bahwa kalimat mudhori' jika didahului oleh
kalimat taukid bermakna " tidak mungkin /tidak akan mungkin " seperti pada
kalimat tastati'u didahului oleh kata LAN dan sebelum ta'dilu ada kata
An . dan dikuatkan oleh kalimat harastum ada kata walau ...semuanya itu
menunjukkan taukid , artinya Allah sangat melarang untuk melakukan poligami
akan tetapi tidak diharamkan .masih bersifat anjuran / penjelasan tentang
sifat manusia yang tidak akan mungkin berlaku demikian, walaupun sangat
ingin berlaku adil ..sebab jika akan terus dilaksanakan maka Tuhan
sekali-kali tidak akan mau disalahkan .oleh sebab konflik yang akan timbul
didalam berpoligami , terutama konflik bathin yang merupakan sifat dasar
wanita, yang tidak ingin terbagi kasih sayangnya.
Sifat ayat diatas hampir sama dengan sindiran orang yang bercerai .
perbuatan halal yang dibenci oleh Allah adalah bercerai .
Namun demikian, saya tidak mengatakan bahwa poligami itu dilarang agama ,
tetapi merupakan suatu peringatan yang sangat tegas .dan peringatan itu
mengandung penjelasan watak manusia ..yang menyebabkan kemungkinan akan timbul
konflik itu sangat besar. Untuk itu ,Allah mencegah dengan kata " kalian tidak
akan pernah mampu berlaku adil"

Akan tetapi dikarenakan manusia itu selalu mencari alasan kebolehan didalam
pemenuhan nafsu syahwatnya, .maka tidak jarang orang mengatakan inilah
sunnah nabi padalah kalau kita berbicara keimanan atas kalimat dan anjuran
Tuhan Raja kita, saya kira lebih baik kita menuruti saja apa pendapat Allah
yang Maha Agung dari pada beralasan, yang menipu diri sendiri dengan
berdalil syariat..
Persoalan ini bukan haram atau tidak nya berpoligami, akan tetapi lebih
kepada tuntutan terhadap keimanan dan kedalaman moral ketuhanan atau Ihsan.
dimana kita sudah tidak menggubris nasihat baik dari-Nya,..... kecuali
kalau sudah dianggap darurat ..misalnya , istri mengizinkan untuk menikah
lagi karena sebab tertentu .atau karena alasan perjuangan, sakit, suami
memiliki libido yang tinggi dll.
Hal inilah yang membedakan dengan ajaran katholik, yang melarang berpoligami
!!

Saya akan ambil perbandingan dengan surat Al Baqarah : 282-283

" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermua'malah tidak secara tunai
untuk waktu ditentukan , hendaklah kamu menuliskannya .dan hendaklah seorang
penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar . dan janganlah penulis
enggan menuliskanya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia
menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimla'kan (apa yang akan
ditulis) ...

Pada ayat ini terdapat kalimat perintah (amar) fak tub ..maka tulislah !!
pertanyaannya adalah , apakah orang yang tidak menuliskan transaksi atau
hutang piutang didalam berbisnis itu haram , karena mengabaikan kalimat
perintah Allah ??? jawabannya , adalah tidak haram ..akan tetapi jika kita
mengabaikan perintah itu , sangat dimungkinkan untuk berlaku curang, lupa,
dan menimbulkan kekacauan manajemen perusahaan.yang pada akhirnya
mengakibatkan keharaman juga .
Sama hal dengan poligami ..jika kita nekat untuk melakukan poligami ..maka
tunggulah saatnya konflik-konflik akan terjadi dan mengakibatkan
keharaman .sehingga buruk akibatnya secara psikologis ..baik hubungan suami
istri maupun kepada anak-anaknya..
Dan mari kita lihat contoh atsar empat sahabat nabi yang menanggapi ayat
diatas (poligami) dengan rasa malu yang tinggi karena sudah dinyatakan
"kalian tidak akan pernah mampu" , rupanya mereka tidak ada yang beralasan
macam-macam untuk memenuhi nafsunya . .

Berikutnya , mengenai mengawini wanita dua saudara sekaligus .dalam islam
diharamkan , karena itu terjadi pada jaman jahiliah ,dan tidak pandang dia
perawan atau pernah kawin.karena disitu tidak disebutkan ..pendapat ini saya
ambil dalam kitab tafsir sofwatut tafaasir , oleh Ali Ash shabuni , Beirut.
Didalam hadist riwayat Abu Hurairah.
Diharamkan menikahi dua wanita bersaudara (kakak beradik)

Menikahi anak haram ??
Secara syariat Islam di bolehkan namun orang tua laki-laki digantikan oleh
wali hakim,

Dari Aisyah telah berkata , Rasulullah Saw.telah bersabda : wanita manapun
yang menikah tanpa izin walinya , maka nikahnya batal, maka jika sudah
terlanjur ( sudah bersenggama) maka ia berhak atas mahar sebagai penghalal .
dan jika berselisih dalam keturunan maka hakimlah sebagai wali bagi orang
yang tidak mempunyai wali ..
( Al hakim )

Wassalam, Wr, Wb,
#Abu Sangkan#
sonnie
 
Posts: 49
Joined: Wed Jul 09, 2008 9:11 am

Return to Ruang Poligami



Who is online

Users browsing this forum: No registered users