.

Indahnya poligami

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Indahnya poligami

Postby Bang Haji » Sat May 31, 2008 10:43 am

Dr. Gina Puspita : "Anak Saya Senang Memiliki Ibu yang Banyak"

Dr. Gina Puspita, bercerita seputar pengalamannya praktik poligami dengan sang suami, Dr. Abdurahman Riesdam Efendi. Ini cerita pengalaman indahnya

Sudah hampir sepekan wacana poligami secara terus-menerus diulas di berbagai media massa. Banyak yang setuju dan tak sedikit yang sinis. Diantara yang sinis, tentu saja para aktivis perempuan dan para pengagum feminisme. Sabtu (9/12) kemarin, Koalisi Perempuan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menolak praktik poligami. Alasannya, poligami melanggar hak-hak perempuan serta rawan terhadap kekerasan psikis dan fisik. Benarkah?

Kali ini hidayatullah.com mewawancarai Dr. Gina Puspita. Sebelum ramai-ramai berkembang wacana poligami, istri pertama Dr. Abdurahman Riesdam Efendi ini boleh jadi diantara sekian Muslimah yang merasakan sendiri pengalaman “dimadu”. Tidak seperti umumnya pria yang ingin menikah lagi, ia mencarikan sendiri calon untuk pasangan suaminya itu.

Tahun 1995, Abdurahman menikah lagi untuk yang kedua dengan Basyiroh Cut Mutia. Enam tahun kemudian, ia menikah yang ketiga dengan Siti Salwa asal Malaysia. Dan yang terakhir, menikah dengan Fatimah. Praktis ia memiliki empat orang istri.

Jangan keliru, semua istri mudanya ini bukan pilihan sang suami, justru pilihan Gina alias sang istri pertamanya. Tak seperti dugaan aktivis perempuan selama ini, di mana poligami dianggap begitu rendah dan rawan konflik. Mereka berempat justru sangat rukun dan bahagia. Bahkan bekerja di kantor yang sama dan tinggal seatap, tanpa ada masalah.

''Kalau suami sedang dengan istri yang lain, kami bertiga ngobrol-ngobrol di satu kamar,'' tutur kepada sebuah media Jakarta. Bila berada di luar kota, mereka bertukar pesan lewat SMS. Pokoknya, akrab. ''Poligami yang didasarkan pada Allah SWT tidak akan menimbulkan masalah.'' tambah mantan Kepala Departemen Structure Optimizition Divisi Riset & Development IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) ini di sebuah harian di Jawa Barat.

Apa kabar Anda dan keluarga?

Kami sekeluarga alhamdulillah sehat,semoga kesehatan yg dirahmati Allah.

Lama tak dengar kabarnya, apa kesibukan Anda terbaru?

Selama kurang lebih 2 tahun terkahir kami banyak berada di Malaysia. Alhamdulillah perusahaan yangg dipimpin oleh guru kami Abuya Ashaari (pendiri Darul Arqam yang dilarang mantan PM Mahathir Mohammad-- berkembang pesat di sana. Kebetulan Tuhan rizqikan kami untuk ikut serta beraktifitas di sana selama 2 tahun. Setelah di sana terasa manfaatnya untuk kalangan luas, dan perusahaan terus berkembang ke berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, maka mulai 2 bulan belakangan ini kami mulai menguatkan kembali aktifitas perusahaan Rufaqa di Indonesia.

Saya dengar Anda juga punya proyek besar di Malaysia? boleh tahu?

Di malaysia bukan proyek saya tapi perusahaan yang dipimpin oleh guru saya, Abuya Ashaari Muhammad. Dari tahun 1997 beliau mendirikan perusahaan Rufaqa namanya yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, kebudayaan dll. Kalau mau jelas, boleh kunjungi website nya www.rufaqa.com & www.rufaqadaily.com.

Sepekan ini banyak orang sibuk mendiskusikan poligami, apa pendapat Anda?


Segala kejadian Allah yang menentukan. Diantara sekian banyak hikmahnya, Allah nampaknya mau menunjukkan keadaan masyarakat sekarang ini. Dan kita bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan. Sebenarnya ada dua kejadian yang terjadi secara serentak. Pertama tentang poligami-nya Aa Gym, kedua, monogami nya anggota DPR RI, tapi selingkuh. Tapi yang diramaikan hanya poligaminya. Bahkan poligami mau dilarang segala. Hehehe

Yang menarik, sikap masyarakat terbelah dua. Kasus monogami selingkuh menjadi kasus cukup besar. Tapi poligami, pernikahan secara sah justru yang dikatakan zalim. Padahal menurut saya, monogami selingkuh itu jauh lebih menzalimi perempuan. Seperti wanita ini tak ada harganya.

Menurut Anda, mengapa masyarakat justru seperti itu?
Saya tak menyalahkan masyarakat. Itulah keadaan masyarakat yang kita perlu rasakan sebagai peringatan Allah pada kita. Mungkin kita gagal membawa kebaikan di tengah masyarakat ini. Saya juga maklum kenapa banyak masyarakat awam begitu membenci poligami, kerana memang susah mau mencari poligami yang dapat dijadikan teladan di indonesia sekarang ini. Yang lebih menyedihkan, yang sekarang berlaku bukan sekedar diskusi tapi penafsiran-penafsiran terhadap Rasulullah yang sifatnya merendahkan beliau. Jauh sekali daripada mencari solusi. Lagi pula, mengapa banyak orang sibuk membicarakan poligami atau bahkan terkesan begitu ketakutan. Padahal dalam Islam, poligami haya sekedar satu dari sekian ribu syariat dalam agama kita.. Jadi dia bukan perkara yang wajib. Tapi kok yang biasa-biasa menjadi masalah Negara. Padahal Shalat yang berkali-kali Allah katakan sebagai “tiang agama” pun, Negara tak pernah peduli apakah manusia melakukannya?

Anda termasuk diantara pelaku, sebelum banyak orang melakukan. Bisakan bercerita pengalaman poligami?

Islam itu adalah “cara hidup”. Selain tentang Allah yang utama, di dalamnya ada juga syariat yang beribu jenisnya, yang mengatur kehidupan manusia di dunia ini. Sepertimana janji kita dalam setiap kali shalat, “inna shalolati wa nusuki… (dst), “hidup mati kita untuk Allah, maka tentulah sebagai seorang Muslim, kita perlu wujudkan janji kita dalam kehidupan. Kita atur individu kita, ekonomi kita, pendidikan kita, kebudayaan kita, rumah tangga kita, menurut Islam. Hal ini tidak dapat kita wujudkan sendiri-sendiri. Misalnya untuk mewujudkan pendidikan Islam, perlu guru dan murid. Kalau sendirian mana mungkin dapat terwujud. Itulah yang kami lakukan melalui perusahaan Rufaqa ini. Sama halnya dengan masalah rumah tangga.

Setelah kami dididik oleh guru kami, kami (saya dan suami) merasakan bahwa Allah mesti dijadikan segalanya. Syariat Islam mesti diperjuangkan. Dengan melihat keluarga guru kami yang memiliki 4 istri dan 37 anak, 200 cucu, namun semua justru menjadi pendukung perjuangan Islam. Maka kami melihat (bukan sekedar membaca buku atau hanya mendengar), bahwa poligami juga dapat kita laksanakan. Atas kesepakatan bersama itulah, saya dan suami –tentu saja atas persetujuan guru kami-- maka kami tambahkan anggota keluarga kami dengan mengambil salah seorang staf Rufaqa sebagai istri kedua untuk suami saya.

Siapa yang mencari dan melamarkannya?

Saya sendiri yang datang pertama kali dan menjelaskan pada orang tuanya untuk menyampaikan hasrat kami.

Apa sih yang ada di perasaan Anda saat mencarikan suami istri lagi?

Karena dari awal memang sama-sama berniat (saya, suami dan istri kedua) untuk menguatkan keluarga, maka, masalah-masalah dalam keluarga dapat diatasi dengan baik. Bertambah terasa kehebatan Allah. Ternyata belum lagi kita baik, baru niat mau baik, tapi Allah sangat memberikan bantuan-Nya.

Apakah setelah poligami pernah cekcok? Atau cemburu?

Kalau beda pendapat sih dalam rumah tangga itu hal yang biasa. Jangankan di keluarga yang praktik poligami, dalam rumah tangga monogami pun ada. Tapi karena sama-sama sudah dididik oleh guru yang sama, jadi setiap kali ada masalah, masing-masing berusaha untuk dapat menilai yang baik di sisi Allah. Bila semua mempunyai tujuan yang sama yaitu keridhaan Allah, perkara apapaun selalu jadi mudah. Kami berempat serumah. Kecuali sekarang ini, dua orang sedang bertugas di Malaysia.

Menjadi istri "dimadu" apa tak membuat martabat Anda sebagai seorang perempuan terhina?

Saya hendak mengingatkan kita bahwa dalam menilai sesuatu, karena zaman ini sudah rusak, maka nilai-nilai manusia/moral juga sudah sangat jauh dari kehendak Allah. Contoh saja; para wanita mengatakan dirinya merasa “dihina” dengan poligami. Padahal itu kan memang boleh menurut Islam. Tapi wanita diminta buka aurat, ia menjadi tontonan. Tak satupun menganggap dirinya merasa terhina. Padahal itu adalah keadaan yang sangat menghinakan. Wanita sudah hilang malunya karena ketiadaan iman.

Poligami itu, bila dijalankan dengan tujuan membesarkan Allah, kita akan merasakan bahwa itu sangat baik untuk pendidikan hati kita. Kita akan tahu bahwa kita belum sabar. Maka, kita akan belajar untuk bersabar. Kita bisa tahu bahwa di hati kita ada hasad dan dengki. Cemburu itu adalah hasad dan dengki adalah puncaknya. Lalu kita belajar untuk tidak hasad atau dengki hingga timbul rasa tidak membahagiakan orang lain.

Bukankan manusia normal tak menginginkan suaminya jadi rebutan wanita lain?

Jadi, bila dikatakan manusia normal tidak mau dipoligami? Manusia normal itu seperti apa? Apakah istri-istri Rasulullah bukan wanita normal? Menurut saya, manusia normal itu adalah manusia yang tahu dirinya hamba dan Allah sebagai Tuhannya. Tentu dia akan sangat mencintai Tuhan Nya. Dan dirinya akan merasakan bahwa syariat Allah adalah yang terbaik. Bahkan sekarang kadang saya merasa malu dengan Allah. Malu, mengapa “orang jahat” seperti saya tapi Allah masih memberi rasa kebaikan-kebaikan dalam poligami. Kalau saya saja yang menganggap “masih jahat” dan masih diberi banyak kebaikan oleh Allah, bagaiman pula kehebatan keluarga Rasulullah?.

Anda tidak takut, rasa cinta suami Anda tak akan seperti di awal pernikahan? karena akan terbagi?

Tidak. Sebab suami dan kami punya cita-cita yang sama. Untuk mencintai Allah. Dan mencintai Allah itulah yang dapat menambah kuat ikatan diantara kami semua. Perlu kita sadari, kerana manusia sudah tidak menganggap Tuhan segalanya, maka bila berumahtangga, dia menganggap suami adalah segala-galanya. Ya dengan kata lain, cinta suami. Padahal, kalau kita membesarkan cinta pada Allah, maka Allah sendirilah yang akan mebagi kebahagiaan itu.

Bagaimana dengan kebutuhan finansial dan pembagian perhatian terhadap anak-anak Anda suami menikah lagi?

Alhamdulillah Allah bukan saja mencukupkan, tapi menambah-nambah. Dan alhamdulillah, anak-anak kami semua justru bersyukur dengan poligami. Kemarin anak saya yang berumur 10 tahun diwawancara sebuah majalah. Dia mengatakan, begitu senang memiliki ibu banyak. Banyak tapi sayang. Dia pernah melihat seorang aktifis perempuan begitu keras berkata tentang poligami. Anak saya mengatakan, “Ini perempuan bercakap bukan dengan akal lagi, tapi dengan nafsu. Sangat emosional. Padahal, kami (anak-anak saya maksudnya) suka dengan itu . tak ada penzaliman.”

Apakah mungkin seorang suami bisa membagi perhatian tiga orang istri dengan banyak anak berbeda-beda misalnya?

Bisa. Bahkan hubungan anak-anak semua sangat baik. Tak ada perbedaan dia dari ibu yang mana. Suami saya baru memiliki 4 orang anak. Tiga dari saya dan 1 dari istri kedua. Istri ketiga dan keempat belum dikaruniai anak.

Banyak aktivis perempuan mengkritik poligami, apa pandangan Anda menghadapi kritikan itu?


Jangankan untuk hal poligami, gerakan kaum feminis hingga sekarang ini, belum mendapatkan kejayaan. Patutnya sekiranya jika mereka melihat gagalnya perjuangan kaum feminis di Prancis yang menjadi sumber awalnya. Saya pernah 11 tahun di Prancis melihat sampai sekarang, di sana gerakan tersebut boleh dikatakan tidak membuahkan hasil, yang ada justru kesengsaraan bagi kaum wanitanya. Banyak orang berkonsultasi dengan saya. Sebab banyak hal yang diperjuangkannya tidak sesuai dengan fitrah dia. Jadi katakanlah dia mendapatkan apa yang dia mau, tapi ternyata bila sudah mendapatkan, sesungguhnya dia begitu tersiksa.

Jadi apa hikmahnya bagi Anda dan kalangan Muslimah dengan berpoligami?

Saya pernah mengatakan di media massa, “poligami itu indah dan memang perlu.” Perlu bagi wanita dan lelaki sebagai pendidikan hati kita untuk dapat lebih mudah membesarkan asma Allah.

Karenanya, saya menghimbau pada semua, mari kita kembali pada Allah, Tuhan kita. Dialah penyelesai segala maslah. Sekarang ini yang jadi masalah sebenarnya bukanlah poligami. Jadi tak perlu sibuk memerangi poligami. Sama halnya sekarang banyak orang shalat tapi masih korupsi. Lantas apakah dengan begitu kita akan memerangi shalat? Banyak masalah lain yang kita perlu selesaikan.

Pendidikan kita sedang bermasalah. Ekonomi kita bermasalah. Kebudayaan dan semua aspek kehidupan kita sudah rusak dan itu adalah masalah. Maka mari kita kembali pada Allah. Jadikan Ia segalanya. Bila demikian akan selesailah semua masalah. Mau monogami atau poligami, jika kembali pada Allah, tetap akan membawa kehidupan yang harmoni. [Cholis Akbar]'www.hidayatullah.com'.



sungguh indah sekali poligami ini, wanita ini sudah merasakannya...
bagaimana dengan anda...??? para muslimah yg lain..?? :lol:
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby Bang Haji » Sat May 31, 2008 10:45 am

ayoh dong muslimah...
ternyata kata Dr. Gina enak loh berbagi suami, apalagi saat akan mencarikan istri2 yg lain utk sang suami, ikutilah jejak beliau supaya hidupmu indah dengan dipoligami :lol: :lol:
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby makanhati » Sun Jun 01, 2008 11:30 am

Kok ya allahnya ***** betul. masa poligami disebut mencintai allah? emang allahnya pimpinan rumah bordir. Sakit.
Itu perempuan nda punya hati perempuan, lebih sakit lagi. makin muak gw.
makanhati
 
Posts: 269
Joined: Sun Feb 24, 2008 11:25 pm

Postby audy_valentine » Sun Jun 01, 2008 11:45 am

Satu lagi deh korban brainwash Islam dalam merendahkan martabat wanita tanpa si wanita menyadari kalau dia tengah direndahkan oleh Awlohnya!
User avatar
audy_valentine
 
Posts: 2672
Joined: Sun Feb 17, 2008 2:51 am
Location: wherever I live

Postby ibra » Sun Jun 01, 2008 12:21 pm

Halo semuanya:
Saya sudah lama mendambakan menulis tentang Wanita-wanita Islam, namun belum nemeukan moment yang tepat.

Namun shortly, saya bisa katakana bahwa: islam adalah agama yang, emansipasi tidak harus dibubuhkan dengan janji dan ayat, namun dengan bukti, bahwa wnita islam, muslimah yang beriman dan bertqwa serta berilmu pada saat yang sama akan bersejajar dengan suaminya dalam mengemban panji-panji da’wah.
Islam dan wanta bukan seperti klaim kaum feminist yang bagaiman siang dan malam tapi merupakan komplementary yang tidak bisa berjalan satu tanpa yang lain. Jadi BUAT MBak audy, anda gak perlu kasihan dengan wanita muslim, yang perlu anda lakukan sekarang: kasianilah diri anda karena belum bisa menemukan sumber informasi yang tepat tentang islam. Mbak, islam gak hanya masalah poligami mbak, banyak hal yang wanita Islam telah dan akan lakukan/perjuangkan dengan kesamaan hak dan kewajiban dengan Muslimin.

Sudah banyak ayat dan hadist yang menjelaskan keutamaan (ibu) dibandingkan bapak untuk kepatuhan anak-anaknya
Addunya mataa’, wakhoiro mataaiha al mar atus sholihah (dunia adalah perhiasan dan sebaik2 perhiasan adalah wanita sholihah)

Sehingga wanita sholihah, berbakti kepada keluarga, agama dan berprinsip serta berilmu dalam satu timpe point yang sama akan mendapatkan posisi yang sama dalam Islam, tanpa harus berteriak-teriak di jalan menuntut kesamaan hak. IMO, hanya Islam yang dalam waktu pendek da’wahnya 30-40 tahun melahirkan Hall of fame wanita-wanita sholihah yang tercatat berjasa besar dalam bidang politik, ekonomi, sosial maupun pertahanan dan keamanan (baik dalam strategi maupun perang langsung). Khadijah al Kubro, konglomerat yang begitu cerdas mengatur logistic ketika Islam di embargo selama 3 tahun, Saudah yang gemar berinfaq, Maimunah yang gemar berjihad, Asma yang negosiator, Kabsyah mutiara di Perang Khandaq, Rumaisha di perang Khunain, Khaulah binti Tsa’labah (mana ada wanita berani menghentikan laju kendaraan khalifah “mentantangnya untuk turun berdebat”, memiliki logic yang hebat, dan diakomodasi permintannya), Sebelum ada trend Kopasus wanita, Shofiyah sudah memeloporinya dengan memenggal sendiri, penyusup Yahudi/mata-mata yang mencoba masuk ke benteng yang isinya hanya ibu2 dan anak2. Penyusup dari kaum Kuraizhah itu adalah gerombolan non-Muslim yang dilindungi dan makar membela Kafir Quraish…Kecredasannya juga luar biasa, karena kepala si penyusup dilemparkan dari benteng pertahanan ke pasukan yahudi sehingga seakan-akan, pasukan yahudi menjadi berpikir bahwa benteng itu dijaga oleh Muslimin, padahal Muslimin telah seluruhnya meninggalkan benteng ke medan perang, dan benteng hanya berisi Muslimah, ibu-ibu, nenek-nenek dan anak-anak yang lemah..Salut euy!!

Ini dia:
1. Hadijah Al Kubro binti Khowalid
2. Saudah binti Zum’ah
3. Aishah binti Abu bakar Ashidiq
4. Hafshah binti Umar
5. Zainab binti Khuzaimah
6. HIndun binti Abu Umayyah
7. Zainab binti Jahasy
8. Juwairiyyah binti Harits
9. Shafiyyah binti Hayi bin Akhtab
10. Ramlah binti Abu Sofyan
11. Maimunah binti Haritz
12. Shafiyah binti Abdul Mutholib
13. Asma binti Abu Bakar
14. Fathimah Azzahra Al bathul binti sayyidina Muhammad SAW
15. Nasibah binti Ka’ab
16. Barakah binti Tsa’labah
17. Kabsyah binti rafi’
18. Asma binti Yazid
19. Arwa binti Abdul Muthalib
20. Ummu Hani’ binti Abu Thalib
21. Asma binti Umais
22. Rumaisha binti Mulhan
23. Samiyyah binti Khayyath
24. tamadhar binti Amru al Khunsa
25. Sumaira binti Qais
26. Ummul Fadhl (lubabah binti harits)
27. Fathimah binti Khattab
28. Nailah binti Al farofidhah
29. Ummu dahdah al Anshoriyyah
30. Amimah binti Khalaf
31. Ummu Athiyah al Alshoiyah
32. Ummu Shuraik
33. rabiah al Qais
34. Khaulah binti Azwar
35. Muadzah binti Abdullah
36. Khaulah binti Tsa’labah
37. Zainab binti Ali
38. fathimah binti Husain
39. Maisun binti Bahdal
40. Hindun binti al Muhallab
41. Hafshah binti Shirin
42. Ummu Kultsum Binti Ali
43. Saudah binti Amarah
44. Ummu Al Khair binti Al Huraisy
45. Ummu Amarah binti Sofyan
46. salma’ binti Kasyifah
47. Fathimah binti Abdul Malik
48. dan masih banyak lagiiii
(Kafr al Madrasah, Egypt)

Wanita-wanita Islam itulah yang menjadi inspirasi kemjuan wanita Muslim dulu dan hingga akhir zaman bagi yang berilmu dan mengetahui karena sholihatun likulli zaman wa makan (gelar wanita sholihah itu tak lekang oleh waktu dan tempat..)..dalam waktu yang pendek..islam adalah pabrik, center of excellent yang melahirkan hall of fame wanita-wanita mulia…
ibra
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby remkanan » Sun Jun 01, 2008 6:48 pm

Hebat sekali bung Ibra. Saya kagum dengan kekaguman anda terhadap wanita-wanita yang anda tulis diatas.

Seorang yang merampok demi kelompoknya tentu saja dianggap sangat berjasa oleh orang-orang yang ada dalam kelompok tersebut. Ini tidak beda dengan kelakuan Muhammad yang gemar merampok dan menjadi idola para perampok-perampok lain.

Apa yang dilakukan oleh wanita yang anda tuliskan tidak lebih dari sikap loyalitas terhadap kelompok semata, jadi tidak ada yang hebat. Itulah yang membuat saya kagum kepada kekaguman anda.

Sekarang mari kita bandingkan wanita-wanita idola anda itu dengan bunda Theressa. Menurut anda, mana yang lebih pantas diidolakan? Anda boleh menjawab menggunakan standar Islam bisa juga standar kemanusiaan, atau boleh kedua-duanya.


ibra wrote:Wanita-wanita Islam itulah yang menjadi inspirasi kemjuan wanita Muslim dulu dan hingga akhir zaman bagi yang berilmu dan mengetahui karena sholihatun likulli zaman wa makan (gelar wanita sholihah itu tak lekang oleh waktu dan tempat..)..dalam waktu yang pendek..islam adalah pabrik, center of excellent yang melahirkan hall of fame wanita-wanita mulia…

Tunjukkan wanita muslim yang mana yang mengambil inspirasi dari wanita yang anda list diatas sekaligus prestasinya, jangan hanya melakukan kebohongan terus-menerus.

Apakah bunda Theressa juga terinspirasi dengan salah satu atau beberapa wanita diatas?
User avatar
remkanan
 
Posts: 202
Joined: Wed Oct 04, 2006 7:22 pm

Postby Luv_Pink » Sun Jun 01, 2008 10:44 pm

@Ibra.. saya hargai kekaguman anda, meskipun ga menutup kemungkinan, kekaguman anda hanya sebatas kebohongan untuk menutupi Islam yang sebenarnya, atau lebih tepatnya untuk membela Islam.

Saya sangat miris dengan banyaknya hak2 wanita yang tidak setara dengan pria, betapa kontras diskriminasi terhadap wanita yang terjadi di Arab, seperti tidak boleh menyetir, tidak boleh menginap di hotel sendiri tanpa ditemani suami / saudara dan yang paling tidak nyaman didengar bahwa istri harus selalu tunduk pada suami (kalo suaminya salah, apa harus tunduk? bukannya harus diingatkan, bukan hanya manggut2 meng-iyakan)

Dan yang paling sering menjadi pro kontra adalah poligami, yang dirasa saya sebagai perempuan itu sangat merendahkan martabat kami sebagai perempuan.

Saya merasa ga sependapat dengan bung Ibra, saya sendiri menjadi perempuan menolak keras untukl diperlakukan seperti perempuan2 Arab, atau menuruti syariah Islam, mungkin lebih baik mati daripada saya diperlakukan seperti itu.

Kebebasan adalah segalanya, tetapi tetap harus disertai tanggung jawab dan toleransi pada orang lain
User avatar
Luv_Pink
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby Bang Haji » Mon Jun 02, 2008 2:03 pm

mana nih si stroberi..??
gimana nih stro....Dr Gina aja bahagia dipoligami, masa ente gak mau sihh??
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby audy_valentine » Mon Jun 02, 2008 2:08 pm

@luv pink

Bukan... Dia bener-bener kagum sama gr. Gina itu, lha namanya saja sesama muslimin berotak selangkangan, ya kagumlah... Sapa tau nanti dapet cewek model dr. Gina, yang rela dipoligami :lol:
User avatar
audy_valentine
 
Posts: 2672
Joined: Sun Feb 17, 2008 2:51 am
Location: wherever I live

Postby OLLOH » Mon Jun 09, 2008 2:49 pm

ternyata dunia penuh dgn org sakit spt si Gina satu itu ckk...ckk.ckkk
OLLOH
 
Posts: 470
Joined: Fri Apr 04, 2008 9:51 am

Postby Pembawa Pedang » Mon Jun 09, 2008 8:31 pm

Banyak isteri..banyak anak...
Banyak isteri banyak nikmat....
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby guest » Mon Jun 09, 2008 8:35 pm

Pembawa Pedang wrote:Banyak isteri..banyak anak...
Banyak isteri banyak nikmat....

banyak istri banyak anak
banyak istri banyak nikmat
banyak istri + banyak anak = kantong jebol, lo kira ongkos sekolah ama belanja bini sedikit? buseet, peribahasa banyak anak banyak rejeki udah g cocok mas jaman sekarang, cocoknya anak dikit rejeki banyak, poligami cuman bikin kantong jebol doang, pantesan aja yang pada poligami langsung pada kere nasibnya
User avatar
guest
 
Posts: 598
Joined: Sat Mar 29, 2008 6:01 pm
Location: di syuuurga ketemu alloh the pimp

Postby Pembawa Pedang » Tue Jun 10, 2008 1:55 am

Rezeki udah dijamin Allah...Dpt 1 ....lantas dpt anak 2.... lantas dpt 3...malah udah anak 3 bisa bikin rumah plus beli mobil....

Bini 1 bikin 1 rumah..bini 2 bikin 2 rumah..bini 3..tambah 1 rumah lagi...
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby DHS » Tue Jun 10, 2008 2:46 am

Pembawa Pedang wrote:Rezeki udah dijamin Allah...Dpt 1 ....lantas dpt anak 2.... lantas dpt 3...malah udah anak 3 bisa bikin rumah plus beli mobil....

Bini 1 bikin 1 rumah..bini 2 bikin 2 rumah..bini 3..tambah 1 rumah lagi...

Ha..ha...ha...
bisa, bisa Pe! Teorimu bisa diterapkan di Eropa.
Jadi pendatang aja di salah satu negara2 Eropa. Hidup dari tunjangan, impor bini dari negara asal lewat SMS, tiap hari kerjanya cuma ke mesjid dan bikin anak! ;) ;)
Kan menunjang program Eurabia. Islam memang berkembang pesat sekali di Eropa dengan cara ini. Cepetan gih daptar!
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Postby Pembawa Pedang » Tue Jun 10, 2008 6:09 am

@DHS...jangan cerita nambah bini dulu deh...ntar elo kira gue mau jadiin elo bini ke 4 gue...gue udah punya 3 neh...he2X

Jika anak bertambah tidak membuat ibu / bapa tambah miskin...bahkan tidak jarang sdh punya sekian anak baru bisa beli rumah...dulu anak 1 masih ngontrak...
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby Phoenix » Tue Jun 10, 2008 6:36 am

Mas Ibrahimovic (sayang Zlatan udah lebih ke kafir sekarang loh, bininya juga kafir),

Anda kagum dgn wanita2 tersebut. Tapi tetap saja memberikan pertanyaan kepada saya, siapa sih pemimpin perangnya?? Mengapa semua pria dikirim ke medan perangd an TIDAK SEORANG PRIA PUN DITEMPATKAN DISANA UT MELINDUNGI WANITA? Sepertinya : yah kalau mereka mati, cari lagi!

Mudah sekali yah.


Anda kagum karena tuh wanita berani memenggal kepala pria Yahudi dll. Aku lebih kagum thd :

1. Ester, yang hanya dgn berpuasa

2. Maria

3. Ibu Theresa

4. Wanita Yahudi yang berani-beraninya meracuni muhammad!!

Anda tidak perlu hanya kagum thd wanita tsb. Anda bisa cari video di you tube, sekarang banyak wanita2 rela menjadi pembom bunuh diri dan sekarang mulai juga anak2 berani menggoroki kepala kafir!
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Bang Haji » Tue Jun 10, 2008 11:12 am

sepi dari komentar muslimahnya..
padahal dari Dr Gina inilah jadi contoh proyek poligaminya muslim
ayo muslimah....ada yg mau ngikutin jejak Dr Gina? bagi2 pengalaman dan cerita dong
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby Bang Haji » Tue Jun 10, 2008 11:15 am

Pembawa Pedang wrote:Banyak isteri..banyak anak...
Banyak isteri banyak nikmat....


ente mah boros obat kuat Pee...
dirumah sarungan mulu yaa.. :lol: :lol:
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby audy_valentine » Tue Jun 10, 2008 11:36 am

Pepe mah udah kagak heran lagi. Dia kan bener-bener potret muslim sejati:

ISTRI: BARANG PEMUAS NAFSU, PEMBAWA NIKMAT, DAN AKHIRNYA BAKAL DIBUANG KE NERAKA DAN ENGGAK BAKALAN NGEGANGGU SUAMINYA DI SYURGA YANG ASIK NUNGGANGIN 72 JABLAY SYURGAWI
User avatar
audy_valentine
 
Posts: 2672
Joined: Sun Feb 17, 2008 2:51 am
Location: wherever I live

Postby makanhati » Tue Jun 10, 2008 2:06 pm

kalau PP kaya sih nda apa,nda nyusahin dinas sosial ntar, mungutin n nyeholahin anak2nya, nyediain ambulan gratisan untuk istri2nya, dapet sembako gratisan, ngantri surat keterangan miskin di kantor kelurahan....hiy...ngeri amit. Istri2 elu pada tolol semua, modal p*p* doang..otak kebo.
makanhati
 
Posts: 269
Joined: Sun Feb 24, 2008 11:25 pm

Next

Return to Ruang Poligami



Who is online

Users browsing this forum: No registered users