.

Share cerita (sekedar bahan perenungan)

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Share cerita (sekedar bahan perenungan)

Postby Leny » Fri Feb 29, 2008 3:52 pm

Kemarin sore (Kamis, 28 Feb 2008 pukul 17.30 WIB) teman saya (perempuan) bercerita kepada saya bahwa papanya sebenarnya juga pelaku poligami. Mamanya adalah istri pertama papanya, dengan dikaruniai anak 3 orang, teman saya adalah anak pertama.

Awalnya adalah ketika papanya bertugas di suatu daerah di Kalimantan, dan papanya mempunyai seorang sekretaris. Sekretaris papanya itu suka sekali dengan papa teman saya itu dan mengejar-ngejarnya untuk mendapatkannya sebagai suaminya. Akhirnya, papa teman saya itu juga suka dengan sekretarisnya itu.

Setelah beberapa waktu lamanya mereka berhubungan, akhirnya papa temanku itu berterus terang kepada keluarganya bahwa dia ingin menikah lagi, dengan sekretarisnya itu. Teman saya mengatakan bahwa mamanya meminta untuk berpisah (cerai) secara baik-baik dengan papanya karena tidak rela dipoligami, namun papanya tidak mau menceraikannya juga. Sebagai solusinya, mamanya teman saya itu akhirnya memilih pisah rumah, dan tinggal di rumah lainnya (kebetulan keluarga teman saya itu sangat kaya dan emmpunyai beberapa rumah). Namun rumah tempat tinggal mamanya itu masih satu kompleks dengan rumah pertama (rumah papanya teman saya dan istri keduanya).

Tidak lama setelah itu teman saya jatuh sakit karena terlalu memikirkan masalah ini dan tidak kuat untuk menahan rasa sakit yang mendalam akibat papanya berpoligami. Dia sakit parah, dan sudah mencapai tahap kritis. Akhirnya yang bisa mengembalikan kekuatan dia untuk bertahan hidup adalah mamanya, mamanya mengatakan “Kamu harus kuat Nak, mama bertahan ini juga karena kamu, anak-anak mama. Sekarang kamu harus kuat, jangan menyerah pada keadaan.” Akhirnya teman saya itu perlahan-lahan pulih semangat hidupnya, dan dapat sembuh. Dia juga pernah menuturkan bahwa karena kritisnya kondisi dia saat itu, dia merasakan bahwa dirinya sudah meninggalkan badannya dan melihat adiknya menangis di samping tempat tidurnya di RS. Mungkin ini peristiwa yang disebut Near Death Experience (NDE).

Kebetulan saat papanya menikah untuk kali kedua itu adalah pada saat teman saya itu menginjak usia remaja, dan masih di SMA. Ketika lulus SMA, teman saya diterima di suatu perguruan tinggi negeri, di fakultas teknik. Namun sebgai bentuk protes atas sikap papanya itu, teman saya tidak mengambil kesempatan untuk kuliah di Universitas negeri itu, dan dia mengambil universitas yang menurut dia sangat tidak bermutu. Dia juga menjadi sangat malas belajar. Namun akhirnya setelah lulus S1, dan bisa mengendalikan diri lagi, dia kuliah S2 di Universitas negeri yang paling top di Jakarta, dan sekaang dia menjadi menager di perusahaan tempat saya bekerja, dalam usia yang masih sangat muda., karena memang sebenarnya kualitas otaknya bagus.

Teman saya mengatakan bahwa istri kedua papanya itu tidak mempunyai anak dari papanya. Hal ini membuat istri kedua papanya itu seperti seorang paranoid, membenci temans aya dan adik-adiknya, setiap ada acra di kantor papanya dia yang harus ikut, tiap liburan dia mau jalan-jalan, dsb..dsb. Intinya dia tidak mau kalo suaminya itu (papa teman saya) meluangkan waktu lebih untuk istri pertamanya dan keluarganya. Istri kedua papa teman saya itu juga sempat mengatakan bawha dirinya takut tidak mendapatkan harta warisan, dan hal ini memicu keributan karena tuntutan-tuntutannya. Akhirnya temanku mengatakan kepada papanya “Papa tidak usah bingung karena masalah harta seperti ini, silakan tunjuk mana surat yang harus saya tanda tangani, saya siap”. Karena memang hampir semua asset keluarga sudah diatasnamakan teman saya itu.

Mama teman saya itu pernah mengatakan “Untung anak-anakku sudah besar-besar, jadi aku sudah tidak terlalu bingung lagi”. Namun teman saya melihat kegetiran dari ucapan mamanya itu, dan tampak rasa sakit hati yang berusaha untuk ditutupinya dari anak-anaknya. Memang sering mulut bisa berucap, namun hati dan badan sering tidak sinkron, terbukti mamanya memang sering sakit sejak peristiwa itu.
Saat ini teman saya sedang mencari rumah yang jauh dari kompleks rumah papanya, agar mamanya bisa tinggal di rumah itu dan tidak lagi sering melihat papanya bersama dengan istri keduanya itu.

Sampai saat ini teman saya belum mau menikah, dai mengaku trauma dengan kejadian itu, padalah banyak lelaki yang suka dengna teman saya itu dan sudah melamarnya, karena memang teman saya itu sangat menarik orangnya, cantik, smart dan mempunyai karir bagus. Bahkan adik perempuannya-pun mengalami trauma yang sama dengan dia, dan tidak mau menikah. Namun mereka tidak pernah bisa membenci papanya, karena memang papanya tetap bersikap baik dengan dia dan keluarganya.


Rekan-rekan semuanya..... mohon kisah teman saya tersebut direnungkan baik-baik. Janganlah selalu mengatasnamakan agama dan Tuhan untuk melegalkan tindakan kalian, dan kalian merasa bebas melakukan apa yang menjadi keinginan Anda. Janganlah bersikap egois, cobalah sedikit arif dan bijak dalam mengambil keputusan. Bila sampai terjadi hal seperti yang dialami oleh teman saya tersebut, tebusan apa yang pantas Anda berikan ???


Pesan saya :
Bila Anda lelaki yang ingin berpoligami, tolong hargai perasaan istri dan anak-anak Anda. Apakah Anda bisa berpuas diri bila sikap Anda sangat menyakiti hati istri dan anak-anak Anda ? Ingatlah, bahwa tindakan Anda bisa berakibat buruk terhadap mental anak-anak Anda, dan itu bisa merusak masa depannya. Seandainya-pun istri Anda mengizinkan Anda untuk berpoligami, sudahkah Anda mendapat izin dari anak-anak Anda, atau bahkan calon anak Anda ?

Bila Anda perempuan yang bersedia dipoligami, tolong jangan hanya memikirkan diri Anda sendiri. Boleh jadi Anda bersedia dipoligami dengan tulus ikhlas, namun sudahkah Ada memikirkan perasaan anak-anak Anda ? Calon anak-anak Anda ? Jangan sampai Anda suatu saat melahirkan seorang anak, dan setelah ia dewasa ia menjadi sosok yang mengalami trauma sepanjang hidupnya, karena dia tidak ada pilihan lain selain menerima keadaan bahwa keluaganya berpoligami sebelum dia lahir.


Salah hormat,

Leny
User avatar
Leny
 
Posts: 129
Joined: Tue Jan 29, 2008 12:47 pm
Location: Jakarta

Postby DHS » Fri Feb 29, 2008 7:14 pm

Memang benar, yang menjadi korban paling besar adalah anak-anak, manakala mereka mengetahui adanya perpecahan antara Ayah dan Ibunya.

Bagi rekan-rekan muslim, coba renungkan dan jawab tantangan ini: "APAKAH ANDA SETUJU DENGAN POLIGAMI KARENA ANDA HARUS KONSEKUEN DENGAN AGAMA ANDA?"

Anda tidak perlu mendebat dengan kata-kata yang panjang lebar. Cukup bersikap jujur terhadap diri sendiri dan HATI NURANI anda. Bersikaplah kritis terhadap ajaran agama anda.

Selamat menemukan KEBENARAN.

Saya heran, masa sih Allah yang maha pengasih tega menyengsarakan anak-anak yang tak berdosa dengan ajaran POLIGAMINYA?

Saya jadi bertanya, apakah itu ajaran Allah atau ajaran Mohammad yang menciptakan justifikasi untuk kebutuhan sexnya yang di atas normal?
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Postby somad » Fri Feb 29, 2008 7:57 pm

Non Leny,
terima kasih atas cerita yang amat menyentuh hati.
Saya amat mengerti bahwa akibat polygami selalu
ada korban.

Silahkan anda anjurkan dia untuk bergabung di FFI dan
curhat.
Siapa tau dia bisa memperoleh pencerahan disini
Apalagi dengan pembaca sub thread mengenai polygami

Wassalam
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby johnlegend » Fri Feb 29, 2008 8:14 pm

gw mo nyeletuk nih.. ini typical kalo ada yang poligami..

biasa nya, ketika sang suami waktu masi muda.. masi melarat.. (uda jelek trus melarat lagi) nah, yang mau kan ngga mungkin (jarang lah) yang cakep.. paling yang mau ma co kyk begitu ya yang pas2an aja..

nah, sang istri begitu setia (walaupun tidak cantik) menemani sang suami yang melarat + jelek tersebut.. tahun demi tahun.. sang istri rela hidup serba kekurangan, melayani, dan membantu sang suami..

suatu ketika.. karir sang suami mulai naik.. nah, uang mulai ada.. kekayaan pun datang.. timbullah obsesi2 yang selama muda nya si miskin jelek yang belum tercapai.. pengen punya ce cakep..

selanjut nya bisa ditebak deh..

ya kira2 begini lah typical poligami di indonesia.. make sense ato engga terserah anda..
johnlegend
 
Posts: 2058
Joined: Fri Dec 21, 2007 2:14 am

Postby AtheistIsBetter » Fri Feb 29, 2008 8:53 pm

Ini seperti cita-citaku...
User avatar
AtheistIsBetter
 
Posts: 990
Joined: Sun Dec 02, 2007 1:09 pm


Return to Ruang Poligami



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron