Page 1 of 1

Poligami Terjadi Karena Orang Berpikir Dengan 'Kepala' Bawah

PostPosted: Fri May 18, 2007 11:33 am
by Muffakir
KH Hasyim Asy'ari: Poligami Terjadi Karena Orang Berpikir Dengan 'Kepala' Bawah!


Isu poligami yang menuai pro-kontra di tengah masyarakat, juga menggelitik KH Yusuf Hasyim, tokoh dan salah satu putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, ikut berkomentar.

Sesepuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, yang juga paman Gus Dur itu menyatakan setuju dengan upaya untuk mempersulit praktek poligami dengan alasan menghindari kerugian semua pihak, khususnya kalangan perempuan.

"Saudara-saudara saya tidak ada yang poligami, padahal kami berpeluang untuk itu. Kami tidak melakukan poligami karena takut tidak mampu memenuhi tuntutan agama yang intinya berbunyi, kalau kamu tidak bisa berbuat adil, maka cukup satu isteri saja," katanya.

Mantan Sekjen PBNU dan mantan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP itu mengaku hingga kini dirinya telah membuktikan konsistensinya untuk tidak melakukan tindakan beristeri lebih dari satu orang itu.

"Kalau soal poligami, saya ingin menjadi burung dara saja yang setia dengan satu pasangan. Semua hewan itu kebanyakan kan poligami, kecuali burung dara," kata pria kelahiran Jombang, 3 Agustus 1929 yang juga pensiunan tentara berpangkat letnan satu itu.

Secara berseloroh, tokoh Ansor yang pernah aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengungkapkan "filosofi" orang berpoligami. "Kalau kita berniat poligami, jangan berfikir dengan kepala atas, karena tidak akan jadi. Tapi kalau berfikir dengan kepala bawah, pasti jadi. Ini jangan dilihat sebagai pornografi ya," kelakarnya.[bbs/an/hep]

PostPosted: Fri May 18, 2007 11:41 am
by Nurlela
.
Betul bung, karena muslim yang ingin poligami jelas tidak berpikir dengan kepala yang diatas, tapi dengan kepala yang ada dibawah selangkangan.

PostPosted: Fri May 18, 2007 12:24 pm
by Sashimi
emang muslim kalo apa2 bukannya mikir pake kepala bawah dulu baru pake kepala atas?

PostPosted: Fri May 18, 2007 4:29 pm
by Phoenix
Pantesan...ternyata muslim tuh otaknya cuman ade di kepala bawah!!!

PostPosted: Sat May 19, 2007 9:49 pm
by openyourmind
Yang penting enak aja lah buat kebanyakan muslim...

PostPosted: Mon Sep 03, 2007 11:41 am
by nayagenggong
pas saya di angkot ada dua orang laki (sangat muda) muslim naik angkot dari pesantren di jalan ceger. Di angkot ada bapak2 yang kayaknya baru pulang dari gereja (bawa alkitab).

anak muda nanya : pak boleh poligami di agama bapak?
bapak jawab : nggak boleh dik.
anak muda : kalo si laki2 nafsunya besar sekali?
bapak : ditahan dik nafsunya
anak muda : kalo ditahan tetep gak bisa pak?
bapak : ditahan lagi dik
anak muda : kalo bener2 bener gak bisa nahan nafsu pak
bapak : kita kan manusia dik, dikasih karunia utk mengendalikan

saat itu saya jadi berpikir, apa iya memang poligami adalah tuntutan kepala bawah semata, yang ditanyakan la kok nafsunya aja

Re: Poligami Terjadi Karena Orang Berpikir Dengan 'Kepala' B

PostPosted: Mon Sep 03, 2007 10:23 pm
by tongtong
Muffakir wrote:KH Hasyim Asy'ari: Poligami Terjadi Karena Orang Berpikir Dengan 'Kepala' Bawah!


Isu poligami yang menuai pro-kontra di tengah masyarakat, juga menggelitik KH Yusuf Hasyim, tokoh dan salah satu putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, ikut berkomentar.

Sesepuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, yang juga paman Gus Dur itu menyatakan setuju dengan upaya untuk mempersulit praktek poligami dengan alasan menghindari kerugian semua pihak, khususnya kalangan perempuan.

"Saudara-saudara saya tidak ada yang poligami, padahal kami berpeluang untuk itu. Kami tidak melakukan poligami karena takut tidak mampu memenuhi tuntutan agama yang intinya berbunyi, kalau kamu tidak bisa berbuat adil, maka cukup satu isteri saja," katanya.

Mantan Sekjen PBNU dan mantan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP itu mengaku hingga kini dirinya telah membuktikan konsistensinya untuk tidak melakukan tindakan beristeri lebih dari satu orang itu.

"Kalau soal poligami, saya ingin menjadi burung dara saja yang setia dengan satu pasangan. Semua hewan itu kebanyakan kan poligami, kecuali burung dara," kata pria kelahiran Jombang, 3 Agustus 1929 yang juga pensiunan tentara berpangkat letnan satu itu.

Secara berseloroh, tokoh Ansor yang pernah aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengungkapkan "filosofi" orang berpoligami. "Kalau kita berniat poligami, jangan berfikir dengan kepala atas, karena tidak akan jadi. Tapi kalau berfikir dengan kepala bawah, pasti jadi. Ini jangan dilihat sebagai pornografi ya," kelakarnya.[bbs/an/hep]


menghina mohammad melecehkan islam

PostPosted: Thu Nov 08, 2007 8:41 pm
by nayagenggong
hasrat "kepala bawah" ini jglah yg dimanfaatkn mr Mo u menyemangati pengikut2nya jihad di jln allah spy di syurga dapet 72 wanita penghibur

PostPosted: Fri Nov 09, 2007 2:04 pm
by openyourmind
wah aa gym juga engga berpikir pake otak tuh hehehe aa gym juga mikirnya pake 'kepala' bawah.

PostPosted: Mon Feb 18, 2008 5:13 pm
by talenta
POLIGAMI POTRET EGOISME SEORANG NABI BERNAMA HAJI MUHAMMAD SAW!!!

Surah al-Nisa ayat 30 : (maksudnya) : ” Jika kamu takut tidak berlakua adil maka hanya seorang isteri”


Poligami adalah untuk kaum lelaki muslim. Bahwa lelaki muslim dibenarkan menikahi lebih dari 1 wanita untuk dijadikan istri tetapi tidak lebih dari 4. Kita semua tahu, berapa jumlah si HAJI MUHAMMAD SAW !!!


BERIKUT SEJARAH ADANYA POLIGAMI
Pada masa Arab pra-Islam mengenal institusi pernikahan tak beradab (nikâh al-jâhili) di mana lelaki dan perempuan mempraktikkan poliandri dan poligami. Contoh – contoh pernikahan yang masuk kategori NIKAH AL JAHILI adalah :
Pertama, pernikahan sehari, yaitu pernikahan hanya berlangsung sehari saja.
Kedua, pernikahan istibdâ’ yaitu suami menyuruh istri digauli lelaki lain dan suaminya tidak akan menyentuhnya sehingga jelas apakah istrinya hamil oleh lelaki itu atau tidak. Jika hamil oleh lelaki itu, maka jika lelaki itu bila suka boleh menikahinya. Jika tidak, perempuan itu kembali lagi kepada suaminya. Pernikahan ini dilakukan hanya untuk mendapat keturunan.
Ketiga, pernikahan poliandri jenis pertama, yaitu perempuan mempunyai suami lebih dari satu (antara dua hingga sembilan orang). Setelah hamil, istri akan menentukan siapa suami dan bapak anak itu.
Keempat, pernikahan poliandri jenis kedua, yaitu semua lelaki boleh menggauli seorang wanita berapa pun jumlah lelaki itu. Setelah hamil, lelaki yang pernah menggaulinya berkumpul dan si anak ditaruh di sebuah tempat lalu akan berjalan mengarah ke salah seorang di antara mereka, dan itulah bapaknya.
Kelima pernikahan-warisan, artinya anak lelaki mendapat warisan dari bapaknya yaitu menikahi ibu kandungnya sendiri setelah bapaknya meninggal.
Keenam, pernikahan-paceklik, suami menyuruh istrinya untuk menikah lagi dengan orang kaya agar mendapat uang dan makanan. Pernikahan ini dilakukan karena kemiskinan yang membelenggu, setelah kaya perempuan itu pulang ke suaminya. Ketujuh, pernikahan-tukar guling, yaitu suami-istri mengadakan saling tukar pasangan.

Praktik pernikahan Arab pra-Islam ini ada yang berlangsung hingga masa Nabi, bahkan hingga masa Khulafâ al-Rashidîn.Poligami yang termaktub dalam QS.4:3 adalah sisa praktik pernikahan jahiliah sebagaimana disebutkan di atas.


Berikut AN NISSA 4:
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil [265], maka (kawinilah) seorang saja [266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Penjelasan ayat diatas :
pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum allâ ta‘dilû fawâhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu sajalah!. Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatî’û ‘an ta’dilî bainan nisâ’ wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun engkau berusaha keras. Ini artinya, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat, kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami: masalah keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan poligami.


ALASAN DIBOLEHKANNYA POLIGAMI PADA ZAMAN HAJI MUHAMMAD SAW :
(1)Saat itu jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan akibat perang [ artinya, poligami DIHARAPKAN bisa menambah jumlah LELAKI ]
(2)Untuk mempercepat penyebaran Islam karena diharapkan dengan menikahi seorang perempuan maka seluruh keluarganya pun memeluk Islam [ artinya, poligami DIHARAPKAN mampu menjadi ALAT penyebaran Islam ]
(3)) Mencegah munculnya konflik antar suku [ artinya POLIGAMI diharapkan mampu mendamaikan peperangan ]

SEKARANG MASUK KE TAHAP : POLIGAMINYA HAJI MUHAMMAD SAW :
Bahwa yang tertulis dalam surat ANNISA : 3 TIDAK BERLAKU bagi haji muhammad saw. Karena sebagai nabi dan atau rasul nya Islam, si haji muhammad saw diyakini memiliki khushusiyyat, atau spesifikasi yang dimiliki Nabi yang tidak dimiliki dan tidak boleh dituruti orang lain, termasuk masalah POLIGAMI juga!
Ingat yah !!! si nabi ini istimewa!! Jadi dia bisa poligami karena dia dianggap bisa adil!!!

SEKARANG : LIHAT SIKAP SI HAJI MUHAMMAD SAW KETIKA ANAK NYA AKAN DIPOLIGAMI !!

Muhammad marah besar ketika mendengar Fatimah, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib. Perhatikan kalimat si muhammad :

“inni la adzan, (saya tidak akan izinkan), tsumma la adzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma la adzan illa an ahabba ‘ibn Abi Thalib an yuthalliq ‘ibnati, (sama sekali, saya tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu)“

“Fathimah bidh‘atun minni, yuribunima ‘arabaha wa yu’dzini ma ‘adzaha, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga. (Jami’ al-Ushul, juz XII, 162, nomor hadis: 9026)


Jadi...kalau si muhammad saw itu bisa mengatakan SAKIT anaknya dipoligami. Mengapa dia melakukan poligami ????

apa itu adil? Apa itu bukan egois ?


POLIGAMI DI NEGARA “ISLAM” INDONESIA
Mengenai poligami diatur dalam UU RI Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang menerangkan kebolehan poligami selama mengantongi ijin dari istri sebelumnya serta UU RI No. 7/1989 pasal 49 yang menugasi pengadilan Agama untuk menangani poligami!!!

Pertanyaannya adalah :
Berapa kasus poligami yang istri pertama tahu dibandingkan dengan istri pertama tidak tahu?
Sementara kyai besar si A'A GYM saja. Masih sempat dimedia menyatakan “TIDAK” ketika dikonfirmasi mengenai poligami.

Salah TOKOH ISLAM yang menentang masalah poligami adalah THAHA HUSAYN menyatakan dalam bukunya FI SYI'R AL-JAHILI pada tahun 1920-an. Dia menyatakan AL-QUR'AN CERMIN BUDAYA MASYARAKAT ARAB JAHILLIYAH, dan akhibatnya dia dipecat sebagai DOSEN UNIVERSTITAS KAIRO.
[ garis besar tentang buku judul diatas adalah : Betapa si tuhan islam tidak pernah memikirkan DAMPAK PSIKOLOGIS bagi ANAK yang bapak nya poligami, dan dampak psikologis seorang istri yang dipoligami. tetapi karena menentang apa yang ada di AL QURAN dan HADIST tetap saja dipecat!!!]

Demikianlah tentang poligami.
Bagi saudara muslim...
katakan kepada saya, jika saya dianggap salah karena menyatakan POLIGAMI CERMIN EGOISME SEORANG MUHAMMAD SAW!!!

Dan banding kan antara MANFAAT dan MUDHARAT nya ????

PostPosted: Mon Mar 03, 2008 12:34 pm
by CalonMualaf4Ever
talenta wrote:POLIGAMI POTRET EGOISME SEORANG NABI BERNAMA HAJI MUHAMMAD SAW!!!

Surah al-Nisa ayat 30 : (maksudnya) : ” Jika kamu takut tidak berlakua adil maka hanya seorang isteri”


Poligami adalah untuk kaum lelaki muslim. Bahwa lelaki muslim dibenarkan menikahi lebih dari 1 wanita untuk dijadikan istri tetapi tidak lebih dari 4. Kita semua tahu, berapa jumlah si HAJI MUHAMMAD SAW !!!


BERIKUT SEJARAH ADANYA POLIGAMI
Pada masa Arab pra-Islam mengenal institusi pernikahan tak beradab (nikâh al-jâhili) di mana lelaki dan perempuan mempraktikkan poliandri dan poligami. Contoh – contoh pernikahan yang masuk kategori NIKAH AL JAHILI adalah :
Pertama, pernikahan sehari, yaitu pernikahan hanya berlangsung sehari saja.
Kedua, pernikahan istibdâ’ yaitu suami menyuruh istri digauli lelaki lain dan suaminya tidak akan menyentuhnya sehingga jelas apakah istrinya hamil oleh lelaki itu atau tidak. Jika hamil oleh lelaki itu, maka jika lelaki itu bila suka boleh menikahinya. Jika tidak, perempuan itu kembali lagi kepada suaminya. Pernikahan ini dilakukan hanya untuk mendapat keturunan.
Ketiga, pernikahan poliandri jenis pertama, yaitu perempuan mempunyai suami lebih dari satu (antara dua hingga sembilan orang). Setelah hamil, istri akan menentukan siapa suami dan bapak anak itu.
Keempat, pernikahan poliandri jenis kedua, yaitu semua lelaki boleh menggauli seorang wanita berapa pun jumlah lelaki itu. Setelah hamil, lelaki yang pernah menggaulinya berkumpul dan si anak ditaruh di sebuah tempat lalu akan berjalan mengarah ke salah seorang di antara mereka, dan itulah bapaknya.
Kelima pernikahan-warisan, artinya anak lelaki mendapat warisan dari bapaknya yaitu menikahi ibu kandungnya sendiri setelah bapaknya meninggal.
Keenam, pernikahan-paceklik, suami menyuruh istrinya untuk menikah lagi dengan orang kaya agar mendapat uang dan makanan. Pernikahan ini dilakukan karena kemiskinan yang membelenggu, setelah kaya perempuan itu pulang ke suaminya. Ketujuh, pernikahan-tukar guling, yaitu suami-istri mengadakan saling tukar pasangan.

Praktik pernikahan Arab pra-Islam ini ada yang berlangsung hingga masa Nabi, bahkan hingga masa Khulafâ al-Rashidîn.Poligami yang termaktub dalam QS.4:3 adalah sisa praktik pernikahan jahiliah sebagaimana disebutkan di atas.


Berikut AN NISSA 4:
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil [265], maka (kawinilah) seorang saja [266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Penjelasan ayat diatas :
pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum allâ ta‘dilû fawâhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu sajalah!. Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatî’û ‘an ta’dilî bainan nisâ’ wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun engkau berusaha keras. Ini artinya, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat, kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami: masalah keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan poligami.


ALASAN DIBOLEHKANNYA POLIGAMI PADA ZAMAN HAJI MUHAMMAD SAW :
(1)Saat itu jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan akibat perang [ artinya, poligami DIHARAPKAN bisa menambah jumlah LELAKI ]
(2)Untuk mempercepat penyebaran Islam karena diharapkan dengan menikahi seorang perempuan maka seluruh keluarganya pun memeluk Islam [ artinya, poligami DIHARAPKAN mampu menjadi ALAT penyebaran Islam ]
(3)) Mencegah munculnya konflik antar suku [ artinya POLIGAMI diharapkan mampu mendamaikan peperangan ]

SEKARANG MASUK KE TAHAP : POLIGAMINYA HAJI MUHAMMAD SAW :
Bahwa yang tertulis dalam surat ANNISA : 3 TIDAK BERLAKU bagi haji muhammad saw. Karena sebagai nabi dan atau rasul nya Islam, si haji muhammad saw diyakini memiliki khushusiyyat, atau spesifikasi yang dimiliki Nabi yang tidak dimiliki dan tidak boleh dituruti orang lain, termasuk masalah POLIGAMI juga!
Ingat yah !!! si nabi ini istimewa!! Jadi dia bisa poligami karena dia dianggap bisa adil!!!

SEKARANG : LIHAT SIKAP SI HAJI MUHAMMAD SAW KETIKA ANAK NYA AKAN DIPOLIGAMI !!

Muhammad marah besar ketika mendengar Fatimah, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib. Perhatikan kalimat si muhammad :

“inni la adzan, (saya tidak akan izinkan), tsumma la adzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma la adzan illa an ahabba ‘ibn Abi Thalib an yuthalliq ‘ibnati, (sama sekali, saya tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu)“

“Fathimah bidh‘atun minni, yuribunima ‘arabaha wa yu’dzini ma ‘adzaha, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga. (Jami’ al-Ushul, juz XII, 162, nomor hadis: 9026)


Jadi...kalau si muhammad saw itu bisa mengatakan SAKIT anaknya dipoligami. Mengapa dia melakukan poligami ????

apa itu adil? Apa itu bukan egois ?


POLIGAMI DI NEGARA “ISLAM” INDONESIA
Mengenai poligami diatur dalam UU RI Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang menerangkan kebolehan poligami selama mengantongi ijin dari istri sebelumnya serta UU RI No. 7/1989 pasal 49 yang menugasi pengadilan Agama untuk menangani poligami!!!

Pertanyaannya adalah :
Berapa kasus poligami yang istri pertama tahu dibandingkan dengan istri pertama tidak tahu?
Sementara kyai besar si A'A GYM saja. Masih sempat dimedia menyatakan “TIDAK” ketika dikonfirmasi mengenai poligami.

Salah TOKOH ISLAM yang menentang masalah poligami adalah THAHA HUSAYN menyatakan dalam bukunya FI SYI'R AL-JAHILI pada tahun 1920-an. Dia menyatakan AL-QUR'AN CERMIN BUDAYA MASYARAKAT ARAB JAHILLIYAH, dan akhibatnya dia dipecat sebagai DOSEN UNIVERSTITAS KAIRO.
[ garis besar tentang buku judul diatas adalah : Betapa si tuhan islam tidak pernah memikirkan DAMPAK PSIKOLOGIS bagi ANAK yang bapak nya poligami, dan dampak psikologis seorang istri yang dipoligami. tetapi karena menentang apa yang ada di AL QURAN dan HADIST tetap saja dipecat!!!]

Demikianlah tentang poligami.
Bagi saudara muslim...
katakan kepada saya, jika saya dianggap salah karena menyatakan POLIGAMI CERMIN EGOISME SEORANG MUHAMMAD SAW!!!

Dan banding kan antara MANFAAT dan MUDHARAT nya ????






sip bu.ini uraian yang saya tunggu2.ta save betul bu.mantap.referensi saya makin banyak.thanks ya.

PostPosted: Fri Mar 07, 2008 5:22 am
by MaNuSiA_bLeGuG
wah pantes moslem2 di forum ini otaknya pada 'encer' yah.... pada pake kepala bawah si yah ekekeke jadinya tiap eja****si, pada kececer tuh otaknya kemana2....wakakaka