Page 1 of 1

PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Wed Apr 25, 2012 5:38 pm
by Laurent
PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI
| Tri Wahono | Selasa, 24 April 2012 | 22:59 WIB
http://WWW.NU.OR.ID
http://nasional.kompas.com/read/2012/04 ... ormati.TKI

JAKARTA, KOMPAS.com — Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menilai ironis bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) justru mendapat perlakuan lebih terhormat di negara non-Muslim dibanding di negara mayoritas Muslim.

"Dengan prihatin saya katakan, di negara non-Muslim, misalnya Taiwan dan Hongkong, TKI justru diperlakukan lebih terhormat daripada di negara Muslim, seperti Arab Saudi dan Malaysia," kata Ketua Umum Pengurus Besar NU (Ketua Umum PBNU) Kiai Haji Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Said Aqil mengemukakan hal itu menanggapi penembakan tiga TKI oleh polisi Malaysia pada bulan lalu, dan kini bahkan beredar rumor terjadi penjualan organ tubuh ketiga korban tersebut.

"Penembakan TKI oleh polisi Malaysia sudah berulang kali terjadi. Itu tindakan biadab yang tentu kita sayangkan," kata Said Aqil.

Ia mengatakan, jika ada pelanggaran hukum yang dilakukan TKI, tentu penanganannya tidak harus serta-merta dengan penembakan, terlebih penembakan yang mematikan.

"Kalau polisinya main tembak, negara apa itu? Kita minta Pemerintah Malaysia menindak tegas polisinya yang bertindak main tembak demi martabat bangsa itu sendiri," kata Said Aqil.

Kendati demikian, PBNU juga berharap ada upaya yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Indonesia untuk melindungi warga negaranya yang bekerja di luar negeri. Pasalnya, Said Aqil melanjutkan, persoalan TKI tidak sekadar persoalan devisa, tetapi juga terkait martabat bangsa.

Seperti diberitakan, Polisi Diraja Malaysia memberondong tiga TKI asal Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang diduga hendak melakukan penyerangan saat akan ditangkap pada tanggal 25 Maret 2012 di kawasan Port Dickson, Malaysia.

Akibatnya, tiga TKI tersebut, Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Nur (28), meninggal dunia secara mengenaskan di tempat kejadian.

Terkait peristiwa itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat menyampaikan protes keras.

Re: PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Wed Apr 25, 2012 9:23 pm
by kokokbeluk
JAKARTA, KOMPAS.com — Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menilai ironis bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) justru mendapat perlakuan lebih terhormat di negara non-Muslim dibanding di negara mayoritas Muslim.

"Dengan prihatin saya katakan, di negara non-Muslim, misalnya Taiwan dan Hongkong, TKI justru diperlakukan lebih terhormat daripada di negara Muslim, seperti
Arab Saudi dan Malaysia," kata Ketua Umum Pengurus Besar NU (Ketua Umum PBNU) Kiai Haji Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Sayangnye entu Pak Said Aqil Siroj, gak nerusin...!!! :lol:

Tanya Kenape???

Non muslim gak ngikutin ajaran quran & hadits!!!
:finga:

Re: PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Thu Apr 26, 2012 11:37 am
by Pembawa_Pete
Pak Kyai ini cukup "melek", tapi sayang kurang "melek" melihat ideology pembentuk karakter2 manusia seperti malaysian dan arabian.
Arab jaman dulu berlaku perbudakan, dan Muhammad tidak menghilangkan perbudakan malah melestarikan.
Apa iya memperistri budak cantik berarti Muhammad menghapuskan perbudakan?
Ojo guyon ta

berikut contoh alasan seorang blogger muslim yang mengira muhammad menghapus perbudakan.

Salah satu misi Islam adalah menghapus perbudakan secara bertahap, karena perbudakan sudah mengakar jauh sebelum Islam diturunkan. Cara Islam menghapus perdudakan, antara lain:

Pertama, mewajibkan pembebasan budak sebagai sanksi bagi tindak pidana pembunuhan.

"Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada Keluarganya (si terbunuh itu). .." (Qs . An-Nisa 92).

Kedua, menjadikan pembebasan budak sebagai sanksi zhihar terhadap istri:
"Orang- orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur... " (Qs Al-Mujadilah 3) .

Ketiga, menjadikan pembebasan budak sebagai Kafarat (denda) pelanggaran sumpah.
"... Maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak…" (Qs Al-Ma 'idah 89) .

Keempat, Membebaskan. (memerdekakan) budak dengan (Qs At-Taubah 60) .
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk yang berada di jalan Allah dan untuk orang yang sedang di dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”[1]

Kelima, dalam banyak kesempatan Rasulullah SAW memerintahkan untuk membebaskan budak.
Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan untuk membebaskan budak selama gerhana matahari dan gerhana bulan. Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Siapapun orang muslim yang memerdekakan seorang budak muslim, niscaya Allah akan menyelamatkan setiap anggota tubuhnya dari api neraka dengan setiap anggota tubuh budak tersebut" (Muttafaq Alaihi dari Abu Hurairah RA).

"Setiap orang muslim yang memerdekakan dua orang budak muslimah, maka keduanya akan
menjadi penyelamatnya dari api neraka. " (HR Tirmidzi dari Abu Umamah RA).

Semua fakta ini menunjukkan bahwa Islam memiliki misi menghapus perbudakan.

Selain itu, Islam tidak membedakan status sosial orang merdeka dan budak dalam hal perkawinan.

Sebagai sesama keturunan Adam, baik budak maupun orang merdeka sama-sama memiliki hak untuk dinikahi (Qs An-Nisa 25). Dalam hal ini faktor keimanan jauh lebih prioritas ketimbang status sosial. Terbukti, Allah sangat memuliakan budak yang beriman, jauh melebihi orang merdeka yang tak punya iman.

Al-Qur 'an surat Al-Baqarah 221 menegaskan bahwa budak mukmin/m


See? kalaupun ada kalimat mengenani pembebasan budak, itu hanya untuk sesama muslim, dan syarat dan ketentuan berlaku :turban:
Di saat muhammad menguasai tanah arab, kalo niat bebasin budak secara total kenapa gak bebasin aja tanpa syarat dan ketentuan ?

Kalau memang niat bebasin budak secara total, katakan lantang dan tanpa bertele2.
Seperti pak Karno itu lho, kalo niat habisi Malaysia dengan tegas dan lantang mengatakan "Ganyang Malaysia" tanpa babibu (sorry rada nyelimur) :p
Kenapa muhammad gak setegas beliau mengatakan "Bebaskan semua budak sekarang juga!" ??
Yah karena muhammad memanfaatkan kesempatan perbudakan itu.

Re: PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Thu Apr 26, 2012 9:39 pm
by nadia ghazali
tp krn muslim termasuk ketua PBNU adalah budak2 arab..yg nrimo aja deh..
nasib udah terlanjur jd budak arab... ngak ada solutionnya
pasrah aja ya kyai, mbah, habib PBNU..whatever lah gelarmu itu
yg jelas sekali budak arab ya tetaplah budak arab

Re: PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Fri Apr 27, 2012 12:32 am
by Chunk
ternyata masih ada muslim yang mau melihat fakta.. :-" :partyman: :supz: :drinkers:

Re: PBNU: Negara Non-Muslim Lebih Hormati TKI

PostPosted: Sun Jun 03, 2012 6:42 pm
by 1234567890
bukannya arab dan negara islam memperlakukan tkw dengan lebih "kekeluargaan" ?

maksudnya membuat "keluarga" dengan tuh tkw
:rolling: