Page 1 of 1

Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indonesia

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 11:34 am
by duren
Jawabnya : BABU :-$



Malaysia Mulai Frustrasi Tunggu PRT Indonesia

Lebih dari dua tahun menunggu, kalangan majikan mulai pesimistis akan datangnya lagi pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia.

Padahal mereka sudah sangat berharap setelah pemerintah Indonesia memutuskan mencabut moratorium pengiriman pembantu ke Negeri Jiran setelah bersepakat dengan pemerintah Malaysia mengenai jaminan keamanan dan hak-hak pekerja.

Moratorium sudah dicabut akhir tahun lalu, namun pembantu asal Indonesia tak kunjung datang. Padahal kalangan majikan sudah berharap mereka segera datang. "Sudah terlalu lama ditunda dan terlalu banyak alasan yang muncul. Namun, masih belum ada tanda-tanda dari mereka," kata Engku Ahmad Engku Muhsein, ketua perkumpulan Malaysia Maid Employers' Association (Mama), seperti dikutip harian The Star Selasa kemarin.

Pada hari yang sama, Direktur Jenderal dari Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, Sheikh Yahya Mohamed, mengatakan bahwa para PRT Indonesia seharusnya bisa dikirim lagi ke negaranya mulai awal Maret. Namun, pengiriman itu tampaknya ditunda selama sebulan.

Penundaan ini terkait dengan belum siapnya pihak dari Indonesia dalam memberi pelatihan yang memadai bagi para calon PRT. Selain itu, pihak Malaysia juga belum melengkapi syarat aplikasi.

Menurut harian The New Straits Times, tertundanya pengiriman PRT dari Indonesia bahkan bisa berlanjut hingga Juni 2012 karena para agen belum siap menyiapkan data diri calon pekerja maupun kelengkapan lain. Sebanyak 50 dari 121 agen PRT yang terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja Malaysia mengaku belum ada pengiriman PRT dari Indonesia. Alasan lain, mitra mereka di Indonesia masih belum sepakat soal komisi perekrutan PRT.

Penundaan ini menyebabkan kalangan majikan mulai frustrasi. "Kami seharusnya jangan lagi bergantung pada Indonesia soal penyediaan PRT," kata Engku Ahmad. "Kami perlu melihat negara-negara lain," lanjut dia.

Selain dari Indonesia, menurut Engku Ahmad, kalangan majikan berharap Kamboja juga mencabot moratorium. Tadinya Kamboja mengirim sekitar 30.000 PRT ke Malaysia, sebelum akhirnya dihentikan pada Oktober tahun lalu.

Sama seperti alasan Indonesia, Kamboja terpaksa memberlakukan moratorium lantaran sudah banyak kasus penganiayaan dan kesewenang-wenangan atas warga mereka yang menjadi PRT di Malaysia. Pemerintah Malaysia harus memberi jaminan keamanan dan hak-hak yang layak bagi para PRT.



==========

Kuwait Minta Indonesia Kembali Kirim TKI


Pemerintah Kuwait meminta Indonesia membuka kembali penempatan tenaga kerja Indonesia sebagai penata laksana rumah tangga. Permintaan TKI ke Kuwait itu setelah hampir dua tahun, sejak 2010, dilakukan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI ke negara tersebut oleh pemerintah Indonesia.

Pihak Kuwait juga telah menyiapkan usulan berupa draf nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait kerja sama penempatan dan perlindungan TKI untuk dibahas bersama sekaligus ditandatangani kedua pihak.

Permintaan pemerintah Kuwait tersebut disampaikan oleh Jumhur Hidayat, kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia usai menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Nasser Bareh Al Enezi.

Dalam kesempatan itu, Dubes Kuwait menyampaikan draf MoU sebagai bahan kesepakatan bagi pemerintah Indonesia. Pertemuan itu dihadiri juga oleh Lisna Yoeliani Poeloengan, deputi Bidang Perlindungan dan Endang Sulistyaningsih, deputi Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI.

Menurut Jumhur, draf MoU itu memuat ihwal gaji minimum TKI, pembayaran gaji melalui bank, TKI boleh memiliki telepon seluler, dan libur sehari dalam sepekan.

Terkait gaji di Kuwait, pada pertengahan 2007, BNP2TKI telah menaikkan standar gaji TKI penata laksana rumah tangga dari US$150 menjadi US$220 atau sekitar 25 persen dari standar yang berlaku saat itu.

"Tentu saja, kami akan mempelajari secara lebih dalam draf MoU yang disampaikan Dubes Kuwait dan selanjutnya membicarakan dengan instansi terkait lainnya," ucap Jumhur.

Jumhur juga memberi apresiasi terhadap beberapa kemajuan usulan mengenai perlindungan TKI dalam draf MoU itu. Namun, ia mengatakan, pemerintah Indonesia memang belum membuka kembali program penempatan TKI, karena belum ada jaminan dari pemerintah dan agen tenaga kerja asing di Kuwait untuk melindungi TKI sektor domestik secara maksimal.

ÔÇťAlasan itulah yang hingga kini membuat pemerintah Indonesia masih menunda pembukaan penempatan TKI informal ke Kuwait, sebelum ada upaya pemerintah dan agen penempatan tenaga kerja asing negara itu untuk membicarakan masalah perlindungan TKI secara serius dengan Indonesia," ujar Jumhur.

Selain itu, Jumhur menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menegaskan prinsip 'Spirit of Indonesia', tentang perlunya perlindungan bagi TKI di sektor domestik di luar negeri. "Dengan demikian, jika kami tidak yakin akan perlindungan, tidak akan ada penempatan TKI ke suatu negara," tegasnya.

Selain Kuwait, Jumhur melanjutkan, sejak 2010 pemerintah juga menetapkan moratorium penempatan TKI ke beberapa negara Timur Tengah yaitu Yordania dan Suriah, di samping Arab Saudi yang diberlakukan sejak 1 Agustus 2011.

Jumhur juga menjelaskan kepada Dubes Kuwait tentang program pemerintah untuk menempatkan TKI penata laksana rumah tangga bekerja di rumah majikan, namun tinggal di asrama. Konsep yang dikenal dengan 'live out system' itu diharapkan bisa menjadi terobosan untuk menekan permasalahan TKI domestik yang kerap terjadi, akibat tinggal selama 24 jam penuh dengan keluarga majikan.

"Intinya, bentuk program ini adalah dari 'live in ke live out', alias TKI tidak lagi tinggal serumah dengan keluarga majikan," kata Jumhur.

Sementara itu, Nasser mengharapkan agar ada percepatan pembahasan draf MoU sebagaimana diusulkan pemerintahnya, sehingga pencabutan moratorium ke arah penempatan TKI ke Kuwait dapat terlaksana tidak terlalu lama. Rencananya, akhir Maret 2012, petinggi Kuwait akan berkunjung ke Indonesia untuk menandatangani kerja sama MoU bidang perminyakan dan MoU masalah ketenagakerjaan. (art)

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 12:17 pm
by keeamad
Tkw indo serba bisa, mulai dari urusan lahir sampai urusan bathin ....

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 12:48 pm
by spaceman
BOM Bali 1 dan 2 :

http://www.museum.polri.go.id/lantai2_g ... -bali.html

Mengesankan bagi al-qaeda bahwa muslim Indo mampu merusak negerinya sendiri demi mencium fantat arabbb

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 12:52 pm
by keeamad
spaceman wrote:BOM Bali 1 dan 2 :

http://www.museum.polri.go.id/lantai2_g ... -bali.html

Mengesankan bagi al-qaeda bahwa muslim Indo mampu merusak negerinya sendiri demi mencium fantat arabbb


Analogi yang sama :
Mengesankan bagi IBLIS bahwa sesama manusia (muslim) MAMPU saling BANTAI demi mejadi KESET IBLIS DI naraka ...

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 6:38 pm
by abbadul

Wah ... wah .... wah .... Negara gw menjadi pemasok budak nomor wahid

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 8:58 pm
by paidjoh
semestinya ini moment yang tepat untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih baik bagi tki..

btw, cuma penasaran, apakah muslim_netral dan aisha termasuk dalam kloter pertama yang diterbangkan kesana ?? :-k

semoga mereka mendapat majikan yang welas asih,

majikan yang dapat memenuhi kebutuhan lahir dan batin nya... amin.. [-o<

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Wed Feb 29, 2012 10:33 pm
by papierkorb
mungkin baunya babu ngangenin org arab kali ya :green:

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 4:01 am
by Momad Narsis
Sy mengambil sisi positivenya saja, Karena saya pun menyadari bahwa itu adalah HAK TKI atau TKW yg mau mencari nafkah diluar negeri demi membiayai hidup keluarganya.
memang sangat sulit melihat kenyataan ini bahwa bangsa kita tdk mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya sendiri, sehingga banyak org harus berangkat ke negeri jauh untuk mencari nafkah yg memadai bagi keluarganya walau harus mengorbankan banyak hal.
semoga saja nasib para TKI atau TKW Indonesia bisa lebih baik lagi.
Salam Damai

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 5:43 am
by Utbahbinabuwaqqash
Ooalah ndoek ndoek... lha wong pengen dapet US220 aja ga hrs jauh2 ke luar negri, jadi budak arab lagi.. Coba buka usaha sendiri di sini malah dapat lebih banyak weleh..weleh

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 7:55 am
by Pan Kobar
di Timur Tengah bila msa kontrak krja TKW hbs mka majikn2 k*parat sna mmbri bonus brupa s*perma..

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 3:11 pm
by 1234567890
Momad Narsis wrote:Sy mengambil sisi positivenya saja, Karena saya pun menyadari bahwa itu adalah HAK TKI atau TKW yg mau mencari nafkah diluar negeri demi membiayai hidup keluarganya.


muslim mode on :

kalau tki nya senang kerja dan disiksa di araf .. knafa kafir musti ribut ?

digebukin, diperkosa, dan dipancung di tanah suci oleh keturunan nabi itu berkah
anaknya jadi keturunan nabi ... kalau mati ... dikubur di tanah suci ....

banyak yang digebukin dan diperkosa dan dipancung ... tapi tetep aja babu yang daftar ke araf makin banyak

muslim mode off

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 7:14 pm
by keeamad
Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indonesia ...
Menjadi
Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain MENGHINA DINAKAN Indonesia .....

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Thu Mar 01, 2012 7:23 pm
by hobit
http://news.detik.com/read/2012/03/01/1 ... sel-kanada

Lindungi PRT, Komisi IX DPR Melawat ke Afsel & Kanada
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 01/03/2012 16:29 WIB
Jakarta Panja RUU Pembantu Rumah Tangga (PRT) tengah memperjuangkan perlindungan pembantu rumah tangga. Mereka akan melawat ke Afrika selatan dan Kanada untuk mencari data pembanding.

"Kita kunjungan kerja UU PRT ke Afrika Selatan dan Kanada. Berangkat tanggal 10-16 Maret 2012," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chaerul Mahfiz, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Menurut Irgan, rombongan Komisi IX DPR yang akan berangkat berjumlah 24 anggota dibagi dua rombongan. Masing-masing rombongan dibantu 3 orang kesekretariatan DPR.

Tujuan kunjungan ini, menurut Irgan, untuk memperjuangkan nasib PRT mengingat perlindungan dan kesejahteraan PRT masih rendah.

"Jadi perlindungan dan kesejahtraan PRT. Karena naskah akademik menyarankan komparasi perlindungan hukum terhadap tenaga kerja," kata Irgan, yang memimpin rombongan ke Kanada ini.

Menurutnya, dua negara itu termasuk negara yang pantas ditiru. Regulasi menyangkut PRT tergolong sangat melindungi hak-hak pekerja rumah tangga ini.

"Di Afsel bagus, di Kanada bagus. Karena selama ini, PRT kita di Saudi Arabia, Malaysia, Kuwait, Suriah Yordania, banyak terlecehkan. Bahkan ada penganiayaan, kekerasan, dan ada yang terancam hukuman mati," papar Irgan.

(van/aan)


mencari referensi kok kenegara kafir ??
kok gak kenegara islam ??
katanya islam agama yang paling sempurna ? :finga:

dan patah salero tetap bersemangat membela arab [-X

Re: Prestasi Muslim Yang Membuat Bangsa Lain Nyembah Indone

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 5:58 pm
by omega phoenix
http://news.detik.com/read/2012/03/01/1 ... sel-kanada

Lindungi PRT, Komisi IX DPR Melawat ke Afsel & Kanada
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 01/03/2012 16:29 WIB
Jakarta Panja RUU Pembantu Rumah Tangga (PRT) tengah memperjuangkan perlindungan pembantu rumah tangga. Mereka akan melawat ke Afrika selatan dan Kanada untuk mencari data pembanding.

"Kita kunjungan kerja UU PRT ke Afrika Selatan dan Kanada. Berangkat tanggal 10-16 Maret 2012," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chaerul Mahfiz, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Menurut Irgan, rombongan Komisi IX DPR yang akan berangkat berjumlah 24 anggota dibagi dua rombongan. Masing-masing rombongan dibantu 3 orang kesekretariatan DPR.

Tujuan kunjungan ini, menurut Irgan, untuk memperjuangkan nasib PRT mengingat perlindungan dan kesejahteraan PRT masih rendah.

"Jadi perlindungan dan kesejahtraan PRT. Karena naskah akademik menyarankan komparasi perlindungan hukum terhadap tenaga kerja," kata Irgan, yang memimpin rombongan ke Kanada ini.

Menurutnya, dua negara itu termasuk negara yang pantas ditiru. Regulasi menyangkut PRT tergolong sangat melindungi hak-hak pekerja rumah tangga ini.

"Di Afsel bagus, di Kanada bagus. Karena selama ini, PRT kita di Saudi Arabia, Malaysia, Kuwait, Suriah Yordania, banyak terlecehkan. Bahkan ada penganiayaan, kekerasan, dan ada yang terancam hukuman mati," papar Irgan.

(van/aan)


hobit wrote:mencari referensi kok kenegara kafir ??
kok gak kenegara islam ??
katanya islam agama yang paling sempurna ? :finga:

dan patah salero tetap bersemangat membela arab [-X


Kok di negara2 Kafir pada bagus ya O:) Kenapa di Negara Arab yang merupakan sumber Ajaran SEMPURNA dan PALING BENAR, RAHMAT bagi dunia justru kebalikannnya?? :(

Slim2, bisakah otak anda dipergunakan untuk berpikir dengan benar?? :-s