.

Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

Postby daniel-ntl » Wed Dec 23, 2009 8:00 am

Rabu, 23/12/2009 05:25 WIB
Laporan dari Arab Saudi
Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

M. Rizal Maslan - detikNews
Image
Mekkah - Beragam kehidupan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk di Arab Saudi. Ada yang naas karena nasibnya terlantar, ditangkap atau menerima perlakuan tidak senonoh dan menjadi korban kekerasan sang majikan.

Tapi ada juga sejumlah warga negara Indonesia yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) justru meminta ditangkap aparat keamanan agar bisa dipulangkan ke tanah air. Apakah mendapatkan perlakuan buruk atau gaji yang minim?

"Nggak mas, saya sudah pengen pulang. Kangen sama keluarga di Indonesia. Kasihan ibu di kampung nangis mulu, apalagi bapak saya sudah tidak ada (wafat)," ungkap Laila (25), saat bincang-bincang dengan detikcom di emperan toko di depan Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Selasa (22/12/2009) malam.

Laila yang mengenakan baju Abuya (baju panjang hitam) itu berjalan bolak-balik bersama rekannya sesama TKI, Sarah asal Serang, Banten menuju Masjidil Haram. Laila yang kelahiran Jakarta dan sekarang keluarganya tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat ini mengaku, telah bekerja selama enam tahun sebagai pembantu atau harits di sebuah keluarga di Makkah.

Selama bekerja, Laila mengaku diperlakukan dengan baik oleh majikan dan keluarganya. Bahkan, Laila mengaku menerima gaji Saudi Riyal (SR) 1.300 atau Rp 3.250.000 per bulannya. Dengan gaji itu, Laila mengaku bisa membangun rumah untuk ibunya dan sebidang tanah untuk sawah di kampungnya.

"Saya juga sudah berhasil menyekolahkan adik, makanya saya sudah rindu sama keluarga. Makanya saya pengen ditangkap polisi biar bisa dipulangkan," jelasnya.

Laila dan Sarah mengaku melakukan hal itu karena paspor yang dimilikinya sudah tidak berlaku dan hilang entah kemana. Apalagi, peraturan pemerintah Kerajaan Arab Saudi, tidak memberikan batas waktu tinggal selama sang majikan terus memberikan jaminan untuk bekerja.

"Saya juga nggak bisa ngurus paspor, karena masuk ke Arab Saudi enam tahun lalu pakai visa umrah," kenangnya.

Oleh karena itu, dirinya membiarkan ditangkap polisi Arab Saudi dengan terus berada di sekitar Masjidil Haram. Sebab, aturan di Makkah Al Mukarramah sendiri, akan menangkap orang asing yang berkeliaran di Masjidil Haram berhari-hari atau berminggu-minggu, tapi bukan untuk kepentingan ibadah.

"Ya seperti ini Mas, biar ditangkap," jawabnya enteng sambil tersenyum.

Laila pun mengakui banyak praktek serupa telah dilakukan para TKI atau TKW lainnya agar bisa dipulangkan. Apalagi pemerintah Arab Saudi akan menangkap warga asing ilegal yang masuk atau melanggar hukum, yang ujung-ujungnya bisa dideportasi.

Trik 'melanggar hukum' agar ditangkap ini memang sangat dibutuhkan, lanjut Laila, terutama dirinya bersama Sarah kesulitan membeli tiket pulang, karena tidak punya paspor. Dia dan Sarah, untuk memuluskan aksi ditangkap polisi, justru bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan membayar masing-masing SR 700 atau Rp 1.750.000 agar bisa dikeluarkan surat penangkapan dan penahanan sebagai TKI ilegal.

"Habis bagaimana lagi, saya sudah rindu sekali pulang Mas," ujarnya lagi sambil tersenyum.

Laila menambahkan saat ini, dirinya tinggal menunggu janji untuk bertemu seseorang yang sudah dikenal agar bisa 'kepergok' polisi dan langsung ditangkap sehingga menerima surat penahanan dan dideportasi.

Laila juga mengaku sudah terlebih dahulu mengirimkan semua barang-barang berharga serta baju ke tanah air. Bahkan menurutnya, dari informasi dari kampung, barang-barang itu sudah sampai.

(zal/lrn)

he...he...liat tuh yg di bold dan paling besar, jadi TKI pake visa umroh, pulang mau "gratis" licik juga muslimah indonesia ini :snakeman:
daniel-ntl
 
Posts: 1676
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Re: Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

Postby MbahSurep » Wed Dec 23, 2009 11:54 am

daniel-ntl wrote:Trik 'melanggar hukum' agar ditangkap ini memang sangat dibutuhkan, lanjut Laila, terutama dirinya bersama Sarah kesulitan membeli tiket pulang, karena tidak punya paspor. Dia dan Sarah, untuk memuluskan aksi ditangkap polisi, justru bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan membayar masing-masing SR 700 atau Rp 1.750.000 agar bisa dikeluarkan surat penangkapan dan penahanan sebagai TKI ilegal.

"Habis bagaimana lagi, saya sudah rindu sekali pulang Mas," ujarnya lagi sambil tersenyum.


Trik lainnya apalagi mbak ?
Cuman kasih duit aja tho ? Ndak lebih dari itu, tho ?




Hahahahahahahahahahahahaha
MbahSurep
 
Posts: 112
Joined: Wed Jul 29, 2009 7:26 pm
Location: Avatarnya, pinjem bentar gan.

Re: Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

Postby swatantre » Thu Dec 24, 2009 2:10 am

Si tanah suci aja ada lho suap-menyuap. Apalagi yang di luar sana ya?
Pantesan aja, Tanah suci mah emang biangnya ajaran korupsi. Habis haji, ngegarong jadi koruptor deh......
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Laila dan Sarah Minta Ditangkap Polisi Biar Bisa Pulang

Postby Blizzards » Sun Jan 10, 2010 9:53 am

ahahah emank dasar negara murahan, setau g dari berita yg g denger justru pemerintah arab malah ga mau nagkepin para tki2 ilegal yah? dulu pernah baca di kompas TKI ilegal yg dah ga kerja dan ga bisa pulang terpaksa jadi penghuni kolong jembatannya di kota2 besar di arab...ckckck parah deh
Blizzards
 
Posts: 31
Joined: Wed Oct 28, 2009 8:36 pm
Location: China


Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users