.

BNP2TKI mau gigit pantat Arab ?

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

BNP2TKI mau gigit pantat Arab ?

Postby a_man » Tue May 19, 2009 9:41 am

Menanti Presiden Pro-TKI
Oleh: Muhammad Iqbal

Pemilu presiden (pilpres) sebentar lagi digelar. Partai yang memiliki suara signifikan menyiapkan berbagai strategi dalam menyusun barisan koalisi untuk memperoleh kemenangan. Bagi para kandidat capres-cawapres, banyak isu global yang layak disoroti masyarakat, seperti konsep ekonomi, gaya kepemimpinan, konsep pembangunan, dan yang tak kalah populis adalah isu mengenai perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Mengapa keberpihakan terhadap TKI menjadi isu yang perlu diperhatikan? Sebab, saat ini sekitar 6 juta TKI bekerja di luar negeri. Menurut data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), ratusan triliun rupiah dikirimkan TKI ke kampung halamannya setiap tahun. Itu merupakan pendapatan terbesar kedua negara setelah migas.

Selama memimpin, SBY-JK mulai memberikan perhatian serius kepada TKI dengan mengesahkan Undang-Undang No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI serta BNP2TKI. Sayang, perhatian tersebut lebih terfokus pada penempatan yang berorientasi bisnis dan mengurangi angka pengangguran secara instan. Sistem perlindungan TKI di luar negeri masih terabaikan.

Bahkan, kewenangan berlebihan yang diberikan kepada swasta dalam menempatkan TKI di luar negeri menyebabkan penempatan TKI tidak terkontrol dan mendatangkan banyak masalah. Penyalahgunaan kewenangan dilakukan para oknum PJTKI untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Departemen Luar Negeri yang seharusnya menjadi ujung tombak perlindungan di luar negeri hanya bisa menjadi ''pemadam kebakaran'' dalam menangani kasus-kasus yang ada. Atase ketenagakerjaan yang ditugasi Depnakertrans dan BNP2TKI memberikan perlindungan TKI di luar negeri sering terjebak pada kerja-kerja administratif dalam penempatan TKI.

Nasib TKI di Luar Negeri

Di Arab Saudi, menurut data KJRI Jedah, sekitar 1 juta TKI bekerja di berbagai sektor pekerjaan, seperti perawat, sopir pribadi, dan pembantu rumah tangga. Banyak di antara mereka, khususnya pembantu rumah tangga, yang melarikan diri dari majikannya. Perlakuan buruk serta penipuan para agen menyebabkan mereka lebih memilih lari dari majikan dan hidup secara ilegal.

Lebih ironis lagi, sebagian di antara mereka, terutama TKW, terjerat dalam jaringan prostitusi dan pergaulan yang menganut seks bebas. Kekerasan seksual dan fisik merupakan kejadian yang sering menimpa TKI yang bekerja sebagai PRT di Arab Saudi. Hal serupa juga banyak menimpa TKI di Jordania dan Syria.


Di Brunei Darussalam, sekitar 30 ribu TKI mengadu nasib. Di sana, sebagian besar TKI bekerja di sektor PRT. Masalah yang mereka hadapi adalah tidak adanya waktu libur bagi TKI dan gaji yang sangat minim jika dibandingkan dengan pekerja migran dari negara lain.

Di negara kaya itu, TKI ibarat hidup di dalam jeruji besi. Walaupun hidup di rumah mewah, mereka merasa hampa dan kosong karena tidak adanya waktu libur.

Di Hongkong dan Singapura, kehidupan TKI agak lebih baik. Bahkan, di Hongkong, sebagian besar mereka mendapatkan waktu yang cukup untuk libur dan berorganisasi. Namun, masalah yang mereka hadapi adalah banyaknya kasus pemotongan dari pihak agensi.

Di Malaysia, persoalan malah lebih kompleks lagi, dari banyaknya TKI yang bekerja secara ilegal hingga permasalahan hubungan antara agensi dan majikan. Menurut data Imigrasi Malaysia, hampir setiap tahun sekitar 30 ribu TKI lari dari majikannya dan hanya sebagian kecil yang ditampung perwakilan Indonesia (KBRI/KJRI) di Malaysia.

TKI di Malaysia menghadapi banyak kasus gaji yang tidak dibayar, pelecehan seksual, penipuan oleh agen, kekerasan fisik, hingga korban perdagangan manusia. Di Malaysia, masalah TKI ilegal menjadi isu yang tidak pernah berhenti dan sulit diatasi. Sebab, di sana banyak majikan ilegal yang mempekerjakan TKI ilegal karena upahnya murah.

Bagaimana Mengatasinya?

Niat baik untuk memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan yang telah dijalankan pada masa pemerintahan SBY-JK jelas tidak cukup. Ke depan, pemerintah harus punya keseriusan, bahkan kalau perlu menggunakan ''tangan besi'' untuk menyingkirkan tikus-tikus yang selalu mengeksploitasi TKI untuk kepentingan bisnis semata.

Dalam menata sistem penempatan dan perlindungan TKI, pemerintah harus menetapkan sistem penempatan dan perlindungan dengan satu pintu. Sistem itu harus cepat, murah, dan aman.

BNP2TKI yang sudah dibentuk seharusnya menjadi satu-satunya badan pemerintah yang menjalankan regulasi TKI dan memiliki perwakilan di daerah. BNP2TKI harus direkrut dari orang-orang profesional yang memiliki idealisme dalam memperbaiki kualitas pelayanan kepada TKI.

(idealisme apa lagi, ntar klo dibalas pake ayat quran paling juga keok)

Perebutan wewenang antara Depnakertrans dan BNP2TKI yang terjadi saat ini harus segera dituntaskan. Presiden mendatang harus tegas menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak, dikhawatirkan ada pihak ketiga yang berusaha memperkeruh suasana dengan harapan bisa terus leluasa mengeksploitasi TKI.

Bila perlu, presiden mendatang meningkatkan status BNP2TKI menjadi Kementerian Negara. Lembaga ini harus memiliki akses dan kewenangan di luar negeri dalam memperjuangkan hak-hak TKI.

Sistem jaminan asuransi yang diterapkan saat ini juga harus dihapuskan. Sebab, sistem itu jelas-jelas ''mengisap darah'' TKI. Menurut data Departemen Luar Negeri, setiap tahun hanya 3-5 persen TKI yang bisa mengklaim asuransinya.

Padahal, setiap TKI yang berangkat dikenakan Rp 400.000 dan itu dibebankan kepada TKI melalui potongan gaji 5-6 bulan. Sistem ini seharusnya diubah ke konsep perlindungan yang lebih progresif dan holistik.

Uang asuransi TKI seharusnya bisa digunakan secara komprehensif dan bukan hanya bersifat santunan, namun bersifat jaminan sosial perlindungan. Sebab, TKI yang umumnya bekerja sebagai PRT relatif minim mengalami kecelakaan kerja. Sebaliknya, mereka justru sering mengalami penipuan dan perlakuan semena-mena.

Dengan sistem jaminan perlindungan itu, uang yang dikumpulkan tersebut bisa digunakan membuat berbagai program perlindungan dan pemberdayaan TKI di luar negeri. Bahkan, bisa menjadi paket perlidungan transportasi kepulangan hingga ke kampung halaman secara gratis.

Demikian juga halnya dengan advokasi hukum dan pembiayaan penampungan sementara TKI bermasalah di kantor perwakilan RI di luar negeri. Semua bisa dibantu dengan sistem tersebut. (*)

*). Muhammad Iqbal, president Union Migrant (UNIMIG) Indonesia, kandidat doktor Universiti Kebangsaan Malaysia


http://www.jawapos.co.id/halaman/index. ... &nid=69501


Lihat tuh, kehidupan TKI di negara kafir malah lebih baik dari di Arab dan negara yg mayoritas islam.
BNP2TKI mau gigit pantat Arab ??
MANA BERANI ??
MIMPI KALEEEE.
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: BNP2TKI mau gigit pantat Arab ?

Postby love_peaceful2 » Mon Jun 15, 2009 3:37 pm

Nambahin nih..... utk tunjukkin betapa polosnya BNP2TKI (baca: Pemerintah "Dagelan" RI) dalam menyikapi gelombang bencana kemanusiaan terhadap TKI/W dan GANASNYA NAFSU BINATANG MUSLIM2 ARAB, TERUTAMA SAUDI ARABIA, TANAH SUCI KELAHIRAN BANG MEMED.


TKI Saudi Arabia Paling Banyak Masalah
http://www.bnp2tki.go.id/content/view/868/231/ Jumat, 23 Januari 2009

Jakarta, BNP2TKI Tingginya animo masyarakat Indonesia untuk bekerja ke negera-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi berkaitan erat dengan masalah keyakinan agama. Arab Saudi bagi Tenaga Kerja Indonesia selain menjadi tujuan kerja juga menjadi tempat untuk menjalankan ibadah haji. (cita2 luhur muslim utk memudahkan jalan masuk syurga. yg muslimah masih aja mau masuk syurga tempatnya pria muslim spt amrozi cs bersex orgy dgn 72 bidadari pelacur yg selalu perawan meskipun di'enjot' berkali2)

Jakarta, BNP2TKI Tingginya animo masyarakat Indonesia untuk bekerja ke negera-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi berkaitan erat dengan masalah keyakinan agama. Arab Saudi bagi Tenaga Kerja Indonesia selain menjadi tujuan kerja juga menjadi tempat untuk menjalankan ibadah haji.

“Buat saya bekerja di Arab Saudi itu memang sudah menjadi tujuan. Selain untuk membantu keluarga, juga agar saya bisa naik haji dengan gratis” aku Siti Fathonah, salah seorang calon TKI kepada BNP2TKI.go.id dalam sidak di BLK Ficotama, di Bekasi, baru-baru ini. (kepolosan muslimah ini sangat penting utk menangguk devisa dan mengisi kantong pejabat. soal muslimah ini bakal kemungkinan besar mati disiksa, di penjara atau diperkosa bkn agenda penting, dan selayaknya ia ga usah dikasih tau atau diingatin)

Soal kekhawatiran penganiayaan pembantu, ia memang pernah mendengar dari media. “Ya, resiko kan ada di mana saja. Yang penting kita bekerja dengan baik, tawakkal, insya Allah kita akan dilindungi,” harapnya. (teruslah bermimpi dan menipu diri dari kenyataan bhw masuk ke negeri nabimu itu bak masuk kandang singa, neng.)

Menyoal perlindungan TKI, Deputi Perlindungan Badan Nasional dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TK) Mardjono dalam Rakornis BNP2TKI di Bandung baru-baru ini mengungkapkan, bahwa perlindungan TKI itu berkaitan erat dengan prosedur rekruitmen, perjanjian kerja, dan asuransi. (ga berani jujur ato masih pengen polos ampe kiamat, klo fakta sebenarnya adalah hukum Arab Saudi ala Syariat Islam nan damai itu memandang TKW/I tak lebih dari budak yg bisa disiksa dan diperkosa setiap saat!)

Dia menilai TKI, khususnya mereka yang bekerja sebagai PLRT kurang memahami soal hak-hak TKI. Ketidaktahuan akan hak-hak TKI inilah yang kemudian menimbulkan banyaknya permasalahan di luar negeri. (lempar batu sembunyi tangan, ya pak. itukan tugas bapak! klo mereka ga mampu setelah bapak ajarin yg benar, yah jgn diberangkatkan!!! dasar emang bapak udah dari sononya emang pengen duitnya aja, ga peduli nasib anak bangsa ini yg setiap saat dapat dimangsa muslim2 kadal di sana, di tanah suci pula!!! aih, ironis sekali.)

Dari data Puslifo BNP2TKI, tercatat selama 2008 jumlah total permasalahan TKI dari tahun 2006 hingga 2008 tercatat 45.626 kasus. Rinciannya, tahun 2006, 53.843 kasus (17%) , tahun 2007, 54.537 kasus (19%), dan tahun 2008, 45.626 kasus (13%).

Dari total 45.626 kasus yang ada di 14 negara penempatan, TKI Bermasalah dari Saudi Arabia menempati angka tertinggi, yaitu 22.035 (48.7 %), disusul dengan Taiwan, 4.497 (9.9%), Uni Emirat Arab, 3.866 (8,5%), Singapura, 2.937 (6,5%), Malaysia, 2.476 (5,5%), Hongkong, 2.245 (5,0%), Qatar, 1.516 (3,4%), Oman, 1.146 (2,5%), Bahrain, 373 (0,8%), Syria, 161 (0,4%), Brunei, 84 (0,2), Korsel, 10 (0%), dan Lain-lain, 1416 (2,3%). (piala juara bertahannya udah dikasih belum ama Raja Saudi Arabiaa???)

Khusus dari negara Timur Tengah, dari laporan di Gedung Pendataan Kepulangan TKI di Selapajang, Tangerang, di tahun 2006 terdapat 853 kasus, tahun 2007 naik menjadi 871 kasus, dan tahun 2008 turun menjadi 707 kasus. (mo digimanai jg ga bakal surut kekerasan TKW/I oleh muslim2 onta itu selama labelnya muslim, di tanah suci atau arab pula lagi. cuihhhh!!!!)

Menurut Mardjono, umumnya kasus yang menimpat TKI asal Timur Tengah itu berkaitan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, sakit akibat kerja, gaji tidak dibayar, penganiayaan, pelecehan seksual dan lain-lainnya. (kenapa pelecehan seksual jadi urutan terakhir, pak?? kan justru pelecehan seksual (baca: pemerkosaan brutal) yg menjadi realita derita TKW di Saudi Arabia., mau bukti? nih.....................gw beri)

bla...bla(zul)

Sepanjang 2009, Terjad 131 Kasus TKI Bermasalah di Saudi Arabia
http://bnp2tki.go.id/content/view/1139/231/ Jumat, 24 April 2009

Jakarta, BNP2TKI (23/4) Minat masyarakat untuk bekerja di Arab Saudi sebaga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang tinggi. Umumnya TKI yang bekerja di Arab Saudi berprofesi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Sesuai banyaknya jumlah TKI yang bekerja di Saudi Arabia, jumlah kasus yang menimpa TKI di sini juga tinggi. Sepanjang Januari 2009, terdapat 131 kasus yang menimpa TKI di Saudi Arabia.

bla...bla...bla

Kustomo menuturkan masalah atau kasus yang menimpa TKI yang bekerja di Saudi Arabia paling banyak adalah PELECEHAN SEKSUAL (baca: PEMERKOSAAN BRUTAL, bkn sekedar colak-colek). Selama Januari 2009, terdapat 49 kasus pelecehan seksual yang menimpa TKI. Urutan kedua adalah putus komunikasi dan ketiga kasus gaji tidak lunas.

“Putus komunikasi sebanyak 33 kasus dan gaji tidak lunas ada 13 kasus. Kasus putus komunikasi dikarena hilangnya kontak keluaga dengan si TKI nya. Mungkin kalau mereka intens berhubungan jumlah kasus ini bisa ditekan,” ujarnya. (hah! emangnya siapa yg mau kehilangan kontak dgn saudaranya???? sampeyan ini **** apa tolol sih? itu sudah tugas bapak utk selidiki kenapa bisa kehilangan kontak tkw dgn keluarga atau perusahaan pengerahnya, eh, ini malah cari kambing hitam ga juntrungan! ini nih tipikal muslim yg menyelesaikan masalah dgn nyalahin org lain!!!)

Ia menambahkan kasus-kasus yang menimpa TKI di Saudi Arabia merupakan kasus umum yang sering terjadi dan menimpa TKI di negara manapun juga. Seperti kasus klaim asuransi, terkena PHK, meninggal biasa atau sakit akibat kecelakaan kerja. (hehehe... untuk sampeyan ga bilang bhw kasus pemerkosaan jg umum di negara lain, pa lagi di negara2 nonmuslim yg jarang terdengar kasus pemerkosaan. hehehehe..... hebatlah saudi arabia, tanah kelahiran bang memed, JUARA SATU dalam urusan perkosa budak)

“Data kasus yang diperoleh BNP2TKI, selama Januari 2009 terdapat 131 kasus untuk TKI yanga bekerja di Arab Saudi, 7 kasus untuk Kuwait, 5 kasus untuk Yordan, 2 kasus untuk Syira, Mesir, Bahrain dan Abu Dhabi. Sedangkan 1 kasus untuk Qatar, Oman, Palestina dan Lebanon,” katanya (pin) (all cases were made by islam countries, where the religion of piss exists! gila hanya dalam sebulan dan semuanya oleh muslim2 pecinta damai. mantap dech islam dengan syariat islamnya................ perkosa dan siksa budaak terussssssssss ampe putus tuh urat kemaluan)



Masih berani mengatakan Islam Agama Damai dimn di negara2 syariat islam malah demikian mudahnya nyawa TKW/I melayang dan demikian mudahnya wanita2 indonesia diperkosa bak budak?

Masih berani mengatakan Saudi Arabia merupakan tanah suci di mana demikian mudahnya nyawa TKW/I melayang dan demikian mudahnya wanita2 indonesia diperkosa bak budak?

Masih berani mengatakan org2 Arab muslim menghargai sesama muslim (seperti muslim Indonesia) sama seperti mereka menghargai arab muslim?

Masih berani mengatakan dan mengakui bhw Pemerintah Indonesia berani mengkritik tajam negara2 muslim, terutama Arab Saudi, krn pelanggaran hak2 hidup terutama hak2 wanita indonesia?????



Fakta berbicara, hati nurani menjadi hakim yg adil.
Last edited by love_peaceful2 on Sun Jun 21, 2009 2:38 pm, edited 1 time in total.
User avatar
love_peaceful2
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Re: BNP2TKI mau gigit pantat Arab ?

Postby a_man » Mon Jun 15, 2009 5:20 pm

Arab memang hebat, jadi juara bertahan terus, ngikuti sunah nabi.
Banyaknya kasus yg dilaporkan itu bisa karena kurangnya pembekalan ilmu kpd TKI.
Harusnya prioritas utamanya adalah ilmu "belajar menjadi budak arab", kan sudah ada buku panduannya, ya quran itu.
Makanya punya quran itu dibaca dan dimengerti, biar gak gampang protes thd kelakuan abdulloh arab.
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: BNP2TKI mau gigit pantat Arab ?

Postby I Want You » Sun Jun 21, 2009 1:24 pm

maklumlah orang islam kan , budak arab ! ](*,) ](*,) ](*,)

jadi bagaimanapun bejatnya arab , tetap mulia di mata muslim ! ](*,) ](*,) ](*,)
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem


Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users