.

Arab Saudi : Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Arab Saudi : Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Postby spaceman » Mon May 04, 2009 4:26 pm

Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Hayat Al-Ghamdi | Arab News

http://www.arabnews.com/?page=1&section ... m=5&y=2009

Image
16TH CASE THIS YEAR AND COUNTING: Marks that tell a horrific tale. (AN photo)

JEDDAH: Seorang pembantu rumahtangga dari Indonesia telah masuk rumahsakit dengan luka2 parah, yang diduga ditimbulkan oleh orang yang mempekerjakannya dan istrinya. “Sponsor saya memukuli saya dengan sebuah kabel listrik dan membakar beberapa bagian dari tubuh saya dan mematahkan gigi depan saya,” Naser Al-Dandani, seorang pengacara di Kedutaan Indonesia, mengutip pembantu tersebut, yang namanya tidak diungkapkan, mengatakan dalam sebuah pernyataan. Dia saat ini berada di rumah sakit Riyadh Medical Complex.

Pembantu tersebut, 20, bekerja dalam sebuah rumah dari seorang pejabat pertahanan sipil di Riyadh, dimasukkan ke rumahsakit tiga minggu yang lalu, Al-Dandani mengatakan.

Menurut sebuah laporan medis yang disusun oleh rumah sakit, pembantu tersebut berada dalam keadaan setengah sadar dan menderita luka bakar dalam beragam tingkat pada kemaluan dan punggungnya. Ketika dia dibawa ke rumah sakit oleh Bulan Sabit Merah, menurut sang pengacara, gigi2nya patah dan mulut berdarah dan tanda hitam pada wajahnya dan disekeliling kedua matanya. Bulan Sabit Merah diberitahu oleh anggota public yang menemukannya terbaring di jalan.

Ini adalah kasus ke 16 atas penyiksaan pembantu rumahtangga yang terdaftar di Kedutaan Indonesia tahun ini. Beberapa dari mereka adalah korban pemerkosaan dan konsekwensinya hamil secara illegal,” pengacara itu mengatakan pada Arab News.

“Sang sponsor, yang dikunjungi oleh kedutaan kemarin pagi, menyangkal semua tuduhan yang dibuat oleh si pembantu terhadap dia dan istrinya. Dia mengatakan dia tidak tahu bagaimana dia mendapat luka2 fisik dan mereka tidak pernah memperlakukannya dengan buruk. Sang pembantu, sebaliknya, menekankan bahwa sang sponsor dan istrinya memukulinya dan mereka tidak membayar gajinya selama 19 bulan dan 14 hari dia bekerja untuk mereka,” pengacara tersebut mengatakan.

Mengenai peranan kedutaan atas kasus tersebut, pengacara tersebut mengatakan: “Pada kasus perlakuan buruk atas para pembantu, kedutaan melakukan langkah yang dibutuhkan untuk melindungi korban dari kekerasan, termasuk langkah2 hukum.”

Sang pembantu mengatakan dalam pernyataannya kepada kedutaan bahwa dia disiksa karena dia tidak mengetahui kebutuhan dasar keluarga2 Saudi. Dia mengatakan dia menerima pelatihan mengenai pekerjaan rumahtangga Saudi sebelum dia datang ke Kerajaan tersebut 20 bulan yang lalu, pengacara tersebut menambahkan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

:stun:

Jadi begitu cara 'bangsa pilihan' memperlakukan rekan seukhuwahnya ??

:butthead:
User avatar
spaceman
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: Arab Saudi : Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Postby SexPuji » Mon May 04, 2009 4:40 pm

gue pernah denger dr ibu2 yg islam sendiri ngomong

"Di arab mah tanahnya suci tp orangnya mah bejat2"agak maniak sex

begitulah watak manusia2 suci di tanah suci he...he ga heran kl byk yg kena pengaruh islam jd beringasan
SexPuji
 
Posts: 292
Joined: Sun Mar 08, 2009 4:00 pm
Location: Masjidil Aq-So/Bait Ellohim

Re: Arab Saudi : Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Postby a_man » Thu May 07, 2009 2:54 pm

SexPuji wrote:gue pernah denger dr ibu2 yg islam sendiri ngomong

"Di arab mah tanahnya suci tp orangnya mah bejat2"agak maniak sex

begitulah watak manusia2 suci di tanah suci he...he ga heran kl byk yg kena pengaruh islam jd beringasan

Bukan, standar SUCI menurut islam ya kayak gitu, sesuai sunnah nabi "SUCI"nya.
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Arab Saudi : Pembantu dipukuli, disiksa dan diusir

Postby Sabilla » Fri Nov 19, 2010 11:18 pm

Migrant CareTuding Arab Saudi Tutup Mata terhadap Penyiksaan
Jum'at, 19 November 2010 | 08:11 WIB
Image
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman Mohammed Amen al-Khayyath. Foto : TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman Muhammad Amen Alkhayat tentang kasus Sumiati merupakan kasus yang jarang terjadi dinilai Migrant Care sebagai kebohongan.

"Saudi Arabia sungguh menunjukkan mereka telah menutup mata terhadap berbagai macam pelanggaran yang telah terjadi," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, dalam keterangannya persnya, Jumat (19/10).

Kemarin Duta Besar Abdurrahman dalam keterangan persnya mengatakan di antara sejuta lebih pekerja migran asal Indonesia di Saudi, kasus Sumiati merupakan hal yang jarang terjadi. Faktanya, kata Anis, sepanjang 2010, Migrant CARE mencatat ada 5.563 pekerja rumah tangga yang bermasalah di Saudi.


Rinciannya, korban penganiayaan 1097 orang, 3.568 orang sakit akibat situasi kerja tidak layak, dan 898 orang korban kekerasan seksual dan tidak digaji.

Sementara pada 18 November 2010, pada pukul 22.30 Wib, Migrant CARE mendapatkan informasi bahwa di Arab Saudi Arabia, Kikim Komalasari binti Uko Marta (No Pasport AN 010821), pekerja rumah tangga asal Cianjur Jawa Barat meninggal dunia. Kikim meninggal akibat disiksa, diperkosa dan jenazahnya dibuang di tempat sampah umum.


Di sisi lain, kekerasan terhadap Sumiati binti Salam Mustapa (23 tahun) sudah sepuluh hari terungkap ke publik, tapi hingga 18 November 2010,kepolisian Saudi belum menahan majikan Tenaga Kerja Wanita asal Nusa Tenggara Barat ini. Padahal tenaga kerja yang dikirim PT. Rajana Falam Putri yang beralamatkan di Jl H. Saidi 46 Tanjung Barat Jakarta Selatan, mengalami penyiksaan hingga mulutnya digunting.

Situasi ini, Anis menambahkan, menunjukkan pembiaran terhadap berbagai kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja rumah tangga migran. Pemerintah, kata dia, tampaknya tak menganggap persoalan serius sehingga seharusnya tidak lagi ada korban yang berjatuhan.

Sayangnya, kata Anis, Saudi dan Indonesia, seia sekata menolak konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang perlindungan pekerja rumah tangga yang dikemukakan dalam Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa pada Juni 2010.

"Untuk itu, kami menegaskan bahwa kasus Sumiati dan Kikim Komalasari merupakan kejahatan kemanusiaan yang pelakunya tidak tunggal," kata Anis. Kami di sini adalah Migrant CARE, ATKI, IMWU, SBMI, JRMK, JALA PRT, FSPI Reformasi, FPTSK, Kapal Perempuan, E-Net for Justice, Sekolah Perempuan Ciliwung, SARI, dan INFID.

Menurut mereka, pemerintah Indonesia dinilai menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap berulangnya kejahatan kemanusiaan terhadap pekerja migrant Indonesia di Saudi.

Kerajaan Arab Saudi mengaku sedih atas kasus penyiksaan yang menimpa Sumiati binti Salan Mustapa di Arab Saudi. "Kegembiraan mereka adalah kegembiraan kami, kesedihan mereka juga kesedihan kami," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Mohammed Amen al-Khayyath, di kediamannya kemarin.

Penyiksaan yang dialami Sumiati, kata Abdurrahman, merupakan kekejaman yang tak bisa diterima. "Perbuatan ini bertentangan dengan ajaran Islam dan hukum dunia," ujarnya. Dia menambahkan, Khalid Saleh al-Akhmin, majikan korban, yang diduga menyiksa


Dianing Sari
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra ... 78,id.html
Sabilla
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm


Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron