.

Masih Ingin Pergi ke Negara Arab?????

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Masih Ingin Pergi ke Negara Arab?????

Postby Gadobangkong » Mon Sep 29, 2008 11:20 am

Diketik langsung dari majalah: Indonesia Media (http://www.indonesiamedia.com); edisi July 2008; halaman 29, 35, 46, 57. Penebalan, pewarnaan, dan emoticons dilakukan oleh saya.

[ALIGN=center]Masih Ingin Pergi ke Negara Arab?[/ALIGN]

Sekitar tiga minggu yang lalu dalam kesempatan Umroh bersama dengan temen-temen TKI dan pejabat RI, banyak informasi kejadian yang terungkap dalam obrolan kami: Saat saya diminta berangkat ke Arab untuk memperoleh beasiswa Research Assistant & S3, seorang staff KBRI di sini (yang saya hormati) memberi pesan singkat yang memberikan banyak pertanyaan. Mudah-mudahan kedatangan segera teman-teman S2 & S3 ini nanti akan dapat MEMPERBAIKI CITRA Indonesia di sini. Apa nih artinya? Waktu itu saya bertanya-tanya.

Satu minggu kedatangan kami di KSU Riyadh, saya sudah mulai akrab dengan beberapa staff di sana (meski saya ngga bisa bahasa Arab). Salah satunya adalah Vice Dean college saya. Dengan bersemangat beliau - pejabat Arab di Uni kami menyatakan, "Do you know there are 1.000.000 Indonesian in Arab and most of them are drivers and house keepers!" Kemudian beliau menambahkan, "We invites moslem countries to come here to receive our scholarships, because they will come here not just because study; because they also want to Umroh & Haji (bener juga sih ya). Nah komentarnya yang sedikit "mencubit" hati saya adalah: "I am sure...your father is difficult to come here for hajj.." Emang semua orang Indonesia miskin. I hope you can increase Indonesian imagine here.."

Wuaduuuh. Belum lagi masalah gaji saya saat itu beliau merasa gaji saya sudah gede (karena dibandingkan dengan standar TKW/driver di sini sudah 4x nya)..dan saya pasti sangat seneng sekali, yakin beliau. Ya Alloh, padahal kami ke sini bukan untuk uang! kami ke sini untuk ilmu dulu. pengalaman lain, kalo temen-temen jalan-jalan di Arab maka pedagang/orang-orang akan menilai kita warga kelas 2 (meski ada kelas 3 yakni Bangladesh, karena dibayar 200 reyal/bulan juga mau) sehingga seringkali kita tidak begitu diperhatikan/dihormati.

Seringkali kita mesti menyombongkan diri: we are student here PhD!..baru perlakuan birokrasi atau pelayanannya jadi sangat jauh lebih mudah. Pengalaman itupun saya rasakan waktu masuk di Bandara/Imigrasi pertama kali, sejak di Dubai dan di Riyadh antrian panjang buruh migrant wanita kian mengular. Banyak beberapa di anatar mereka yang bahasa Arab ngga bisa, Englishpun ngga bisa, sehingga pernah dijumpai seorang TKW yang kebingungan salah terminal keberangkatan transit di Dubai gara-gara ngga ngerti pengumuman dalam bahasa Arab/English (wuaduh!). Kita bisa bayangkan antrian panjang (mungkin 100-an orang) TKI/TKW kita di Dubai dan Arab tersebut terjadi setiap hari.

Nah, yang sering ngga disadari TKW kita, begitu sampai di Arab mereka sudah lega, padahal setelah masuk imigrasi dan lolos mereka TIDAK BISA keluar Arab lagi kecuali mereka mengurus Visa Exit Permit (sangat berbeda dengan negara-negara non-Arab) yang mesti butuh persetujuan instansi penanggung jawab dia. Nah jadinya, masuklah TKW/TKI kita ke sistem sarang di mana kuncinya yang pegang majikan/instantsinya. Keluar dari bandara, beruntung kalo TKW kita langsung dijemput majikannya, kalo tidak akan banyak supir-supir taxi yang langsung merebut tas dan meminta nomer telepon majikannya. Beruntung kalo supir taxinya baik yakni mengantar ke rumah majikan. Setelah majikan TKW/TKI tersebut sanggup membayar. Kalo tidak beruntung, sangat berbahaya (baca: tidak aman) bagi TKW kita bepergian sendiri di Arab.

Sampai di rumah majikan, mulailah babak sulit berikutnya. Pengakuan seorang TKI saat itu waktu ngobrol dengan saya: setelah di rumah majikan negosiasi hajipun berlangsung. Sebenarnya lebih tepat bukan negosiasi karena TKI apalagi TKW kita sudah tidak punya. Pilihan lain (mau tidur/pergi/hidup di mana?)..gaji standar 800 reyal (hanya Rp 2jt/bulan) akan diturunkan menjadi 500-600 reyal (Rp 1.300.000/bulan) :? . Beruntung TKI laki-laki yang jadi supir, karena mereka bisa kabur cari bos baru.. jadi standar mereka 800 reyal (makan dan keperluan lain tanggung sendiri: rata2 300-400 reyal/bulan).

Coba kita bayangin penghasilan bersih Rp 300rb-700rb per bulan untuk membeli kebebasan rekan-rekan TKI kita. yach kebebasan mereka terbeli, karena saat TKI (khususnya TKW/buruh wanita kita) masuk ke rumah majikan mereka di rumah itulah apapun bisa terjadi tanpa siapapun mengetahui :shock:

Rekan-rekan, yang sangat menyedihkan, setiap hari hanya untuk di Riyadh saja pasti ada TKW/TKI kita yang kabur ke Sekolah Indonesia Riyadh (SIR). Mengapa tidak kabur ke KBRI, karena lebih sulit harus melewati pos penjagaan tentara Arab. Sering terjadi bos laki-laki memperkosa TKW-TKW kita. Mengapa? karena TKW kita terkenal tidak segalak TKW Philipines di sini, budaya kita yang takut, manut, dan menerima apa adanya sangat klop dengan image mereka dengan budak mereka di masa lalu.

Seorang teman di sini pernah bercerita, di sini paling ringan diliatin bos laki-lakinya telanjang itu udah biasa :evil: . Paling-paling saya cuma ngancam mau teriak. Belum lagi kisah TKW-TKW kita yang dilaporkan polisi hanya gara-gara ditemukan azimat2 bawaan orangtuanya dari Indonesia. Di sini setiap TKW/TKI yang bawa azimat/rajah sering dianggap mau menyihir/santet majikannya dan bisa dilaporkan/masuk penjara meski tanpa bukti. Kalo seorang TKW aman dari Bos laki-lakinya, masih ada anak-anaknya. Rata-rata ada 7-10 anak dalam keluarga..bisakah kita menjamin dari 10 laki-laki bersih pikirannya semua melihat TKW-TKW kita yang manut diperlakukan apa saja. Bos wanita beda lagi, kata-kata umpatan adalah hal yang jamak. Marah, bahkan mukul/menyiksa bukan hal yang aneh :evil: .

Tapi mau lari kemana TKW kita? kalo TKI (driver) mereka bilang mudah cukup mobil Bosnya ditinggal mereka cari bos lain. Kalo TKW kita kabur, mau kemana??? saat lari keluar rumah, mereka di jalan terlihat sendiri mereka dapat ditangkap Polisi Syariah, kemudian dimasukkan penjara..dikembalikan lagi ke majikannya (nambah lagi dendam dan kemaksiatan yang ada) :roll: . Jika beruntung mereka lari ke rekan-rekan TKI mereka. Beruntung? TIDAK JUGA!!! Banyak di antara TKW kita yang lolos dari Mulut Buaya masuk ke Mulut Harimau. Sudah banyak/jamak terjadu, meski dengan bangsanya sendiri banyak TKI-TKI kita yang memperkosa (memaksa zina) TKW yang lari dan minta perlindungan padanya (nafsu bila seseorang driver TKI kita pernah komentar kepada saya saat mau umroh: gila gimana Mas. mereka juga mau..lha sama-sama LAPAR (Ya Allooohhh). :gib: Tidakkah terlintas di benak mereka, rekan-rekan kita melakukan DOSA yang sangat besar. Jadi mereka bukan hanya menjual kebebasan mereka, namun tanpa sadar saudara-saudara kita ini juga sudah membuang agama mereka. Yang lebih menyedihkan, TKW yang ditampung oleh driver-driver TKI kita ini bukannya diantar ke KBRI, tapi malah DIJUAL lagi ke Baba (Bos) lain dnegan imbalan 100-200 reyal (250rb-500rb). Meski mereka tahu Bos baru ini juga kejam/pemerkosa mereka tidak perduli. Mas di sini mah biasa driver punya peliharaan TKW sampai 20 orang kata kenalan saya ini, Ya Alloohhh apa bedanya driver penjual TKW ini dengan mucikari kalo mengetahui calon bos TKWnya seorang pemerkosa? :twisted:

Entahlah, nasib TKW/TKI kita inipun tidak berhenti sampai di sini: sejak keberangkatan harus bayar uang banyak, medical check-up dibentak-bentak (saya ikut dibentak-bentak dokter wanita hanya karena dikira TKI disuruh telanjang hanya CD), di penampungan sudah di penjara, berangkat masuk Arab, masuk rumah Bos (2 kali terpenjara lagi) lari ke TKI lain minta bantuan (resiko diperkosa dan dijual lagi) lari di jalan resiko tertangkap Polisi Syariah..saat pulang, masuk ke Terminal Khusus TKI (untuk apa? untuk dapat dikenali mana yang bisa diperas nilai tukar uangnya, maupun diperas biaya transportasinya) :Hangman: . Apakah pemerintah kita tidak tahu semua ini. Bahkan TKI/TKW kitapun pernah berkeluh kesah kepada SBY langsung saat di sini. Sangat pasti mereka tahu, hanya kemiskinan kita dan kelemahan harkat martabat yang menjadikan kita sangat lemah dalam diplomasi.

Pemerintah tidak memiliki posisi dan penekanan yang semestinya dilakukan. Jadi ya beginilah..Pandangan masyarakat awam kita terhadap Arab dengan mendewakan mereka yang berlebihan. Opini ini membuat pemerintah sulit karena tidak ada pressure yang mumpuni.. Kalau ada 1 orang Arab dihina, maka kesetananlah bangsa Indonesia ini, tapi kalau ada TKI yang diperlakukan semena-mena... siapa yang peduli... Waduh...Padahal mereka menganggap kita budak belian...Ya Alloooohhh.
User avatar
Gadobangkong
 
Posts: 20
Joined: Sat May 19, 2007 6:54 am

Postby santri gagal » Mon Sep 29, 2008 3:23 pm

memang ironis nasib mereka, mudik mendarat juga di peras abis2an di bandara. mereka berangkat juga ngutang ke haji2 kampung lokal nyang jadi rentenir.
User avatar
santri gagal
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Postby Onami_Octara » Tue Oct 07, 2008 3:10 pm

Jika benar seperti itu, berarti pemerintah Indonesia sangat kelewatan banget.......


sangat keterlaluan.....,

lucunya, kok sampe sekarang ga ada respon.. aneh!!

malah diam-diam saja............
Onami_Octara
 
Posts: 206
Joined: Mon Oct 06, 2008 6:47 pm

Postby AteisAutis » Tue Oct 07, 2008 4:51 pm

Onami_Octara wrote:Jika benar seperti itu, berarti pemerintah Indonesia sangat kelewatan banget.......


sangat keterlaluan.....,

lucunya, kok sampe sekarang ga ada respon.. aneh!!

malah diam-diam saja............


Pemerintah kita mah uda keq kotoran anjenk.....
Semua sistem uda rusak!!!!
Paling" dalam pikiran pemerintah, TKI kan salah satu pemasukan yg gede...
User avatar
AteisAutis
 
Posts: 371
Joined: Tue Aug 05, 2008 4:49 pm
Location: Bukan di Arab

Postby Onami_Octara » Tue Oct 07, 2008 4:59 pm

AteisAutis wrote:
Onami_Octara wrote:Jika benar seperti itu, berarti pemerintah Indonesia sangat kelewatan banget.......


sangat keterlaluan.....,

lucunya, kok sampe sekarang ga ada respon.. aneh!!

malah diam-diam saja............


Pemerintah kita mah uda keq kotoran anjenk.....
Semua sistem uda rusak!!!!
Paling" dalam pikiran pemerintah, TKI kan salah satu pemasukan yg gede...



parah...... jadi yang di DPR itu ngapain, duduk-duduk ama mesum dan korupsi doang?

TKW nasibmu duh.........
Onami_Octara
 
Posts: 206
Joined: Mon Oct 06, 2008 6:47 pm

Postby AteisAutis » Tue Oct 07, 2008 5:14 pm

Onami_Octara wrote:
AteisAutis wrote:
Onami_Octara wrote:Jika benar seperti itu, berarti pemerintah Indonesia sangat kelewatan banget.......


sangat keterlaluan.....,

lucunya, kok sampe sekarang ga ada respon.. aneh!!

malah diam-diam saja............


Pemerintah kita mah uda keq kotoran anjenk.....
Semua sistem uda rusak!!!!
Paling" dalam pikiran pemerintah, TKI kan salah satu pemasukan yg gede...



parah...... jadi yang di DPR itu ngapain, duduk-duduk ama mesum dan korupsi doang?

TKW nasibmu duh.........

Naek haji bareng~
User avatar
AteisAutis
 
Posts: 371
Joined: Tue Aug 05, 2008 4:49 pm
Location: Bukan di Arab

Postby Onami_Octara » Tue Oct 07, 2008 5:19 pm

AteisAutis wrote:
Onami_Octara wrote:
AteisAutis wrote:
Onami_Octara wrote:Jika benar seperti itu, berarti pemerintah Indonesia sangat kelewatan banget.......


sangat keterlaluan.....,

lucunya, kok sampe sekarang ga ada respon.. aneh!!

malah diam-diam saja............


Pemerintah kita mah uda keq kotoran anjenk.....
Semua sistem uda rusak!!!!
Paling" dalam pikiran pemerintah, TKI kan salah satu pemasukan yg gede...



parah...... jadi yang di DPR itu ngapain, duduk-duduk ama mesum dan korupsi doang?

TKW nasibmu duh.........

Naek haji bareng~


pejabat hanya bisa ngomong di media, kita melihat fakta malah diam..


saya mau tunggu pejabat di DPR lihat nih tulisan.... biar tebukak tuh matanya (pasti ga mempan.... yakin) :twisted:
Onami_Octara
 
Posts: 206
Joined: Mon Oct 06, 2008 6:47 pm


Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users