.

Orang Arab Menghamili TKW Kita

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Orang Arab Menghamili TKW Kita

Postby bgd » Sat Sep 13, 2008 11:27 pm

JUMLAH TKW HAMIL DI ARAB SAUDI MENINGKAT!!
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0403/16/jab01.html

Jumlah TKW Hamil di Arab Saudi Meningkat


Jakarta, Sinar Harapan
Jumlah tenaga kerja wanita (TKW) yang pulang dari Arab Saudi yang setibanya di Bandara Soekarno–Hatta dalam kondisi hamil atau sudah melahirkan, mencapai sekitar 20 orang setiap bulan. Kehamilan tersebut disebabkan tindak perkosaan atau karena ada hubungan suka sama suka selama tinggal di Arab Saudi.

Dengan jumlah 20 orang itu berarti terjadi peningkatan, kata aktivis Tenaga Kerja Migran Care, Normawati, ketika dihubungi SH sehubungan dengan kasus yang menimpa Marisem (34), TKW yang baru saja tiba dari Riyadh, Arab Saudi dan melahirkan di Bandara Soekarno–Hatta, Senin (15/3) siang. Marisem tiba di bandara itu sekitar pukul 12.15 WIB dan sekitar pukul 12.30 melahirkan.

Persalinan dilakukan di Rumah Sakit (RS) Sentra Medika, Bandara Soekarno–Hatta, kemudian Marisem dipindahkan ke Rumah Sakit (RS) Sari Asih Tangerang. TKW asal Indramayu ini, menurut Normawati, sudah menjadi TKW di Riyadh selama 23 bulan. Berdasarkan pengakuan Marisem, kehamilan tersebut adalah hasil hubungannya dengan anak majikannya di Riyadh, namun belum diketahui apakah kehamilan itu disebabkan oleh perkosaan atau karena keinginan Marisem juga.
Normawati menyebutkan, tingginya data statistik jumlah TKW yang hamil dan melahirkan dan harus dipulangkan ke Indonesia tidak lepas dari bobroknya mental TKW itu sendiri, serta ketidakpedulian pemerintah dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dalam memberikan payung hukum kepada TKW yang berada di negara lain.
Dia menjelaskan, presentase kehamilan dan kelahiran adalah 50:50, bisa terjadi karena perkosaan atau karena suka sama suka. ”TKW kita sama sekali nggak dibekali mental dan moral yang baik. Yang serius dipelajari hanya bahasa Arab, bukan peningkatan moral yang bisa menjadi tameng bagi dirinya untuk tidak terjadi kasus tersebut,” tuturnya.
Hingga kini, belum satu pun kasus kekerasan fisik maupun seksual yang dialami oleh TKW Indonesia yang dilakukan oleh para majikan maupun anak majikannya yang ditindaklanjuti dengan menempuh proses hukum hingga tuntas. ”Bagaimana mungkin pelaku-pelaku itu jera kalau payung hukum dari pemerintah kita sendiri sama sekali tidak bekerja untuk TKW-nya?” lanjut Normawati.

Di samping itu, ia juga mempertanyakan mengapa kasus itu bisa lolos dari pemantauan Atase Pemerintahan RI di Arab Saudi. ”Ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah. Beberapa hari ke depan kita akan demonstrasi ke Kedutaan Arab Saudi bersama korban maupun yang pernah menjadi korban,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu Ketua Himpunan Pengusaha Penerimaan Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Yunus Yamani mengatakan kepada SH, bahwa hasil pertemuan dengan pihak Pemerintah Arab Saudi dan Atase RI di sana memutuskan untuk menyelesaikan seluruh persoalan TKW di negara tersebut sebelum dipulangkan ke negara asalnya.

Diadopsi
Sementara itu, bayi perempuan yang lahir dari kandungan Marisem (34) di RS Sentra Medika, Bandara Soekarno-Hatta Senin (15/3) sekitar pukul 12.30 itu, beratnya 3,2 kg dan panjang 50 cm, langsung diadopsi oleh salah satu kerabat Waka Polres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Sri Suari.
Lahirnya bayi tersebut bermula ketika Marisem tiba di Terminal III sekitar pukul 12.15 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 975 RUH jurusan Riyadh-Jakarta. Namun saat turun, tiba-tiba janda beranak dua ini mengalami pecah ketuban sehingga harus langsung dievakuasi oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke RS Sentra Medika untuk menjalani proses persalinan.
Waka Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Sri Suari yang ditemui di kantornya, Senin (15/3) sore, membenarkan ada seorang TKI asal Arab Saudi yang melahirkan setiba di terminal III. Tetapi sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah bayi itu hasil hubungan gelap atau bukan. ”Namun bayi perempuan Marisem telah diadopsi oleh salah seorang kerabat saya,” ujarnya. (fel/wib)


Sudah begitu burukkah kebejatan Arab terhadap para TKW kita?
Apa ini hasil dari ajaran Islam Made In Mamad?
Apakah masih mengelak bahwa itu ulah TKW kita sendiri ?
apakah...apakah... :twisted: :twisted:
dimana nasionalisme kita ...?


silahkan komentar ...
sebaiknya diapakan Arab-Arab sesat ini...
User avatar
bgd
 
Posts: 26
Joined: Tue May 27, 2008 11:32 am

Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users