.

Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby macintosh » Wed Jan 28, 2009 1:34 am

anak_polos wrote:disebutinya sih cuma saksi, justru itu makanya bisa berkembang, kan hukum Islam itu berlaku sampai kiamat.
kalo disebutinnya cuma saksi mata berarti udah ngga berlaku lagi kali ya
mungkin besok2 ada jenis saksi2 yg lain, misal ada saksi hidung buat yg didakwa ngentut sembarangan kan hidungnya yg jadi saksi dst
tapi yg penting ujung2nya kan SAKSI. :rock:


Saksi ahli kan cuma istilah orang yang pintar untuk menganalisa masalah, tapi bukan orang yang menyaksikan.
Saksi kan berarti orang yang menyaksikan, bukan saksi ahli.

Saksi ahli berarti orang yang ahli.
Orang yang ahli, bukan berarti saksi.
Jadi cuma istilah saja.

saksi: n 1 orang yg melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): siapa -- nya bahwa saya berbuat begitu; langit dan bumi yg menjadi --; 2 orang yg dimintai hadir pd suatu peristiwa yg dianggap mengetahui kejadian tsb agar pd suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yg membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi: dua orang itu ikut menandatangani kontrak sbg --; 3 orang yg memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa: -- yg kedua itu oleh hakim dianggap tidak sah; 4 keterangan (bukti pernyataan) yg diberikan oleh orang yg melihat atau mengetahui; 5 bukti kebenaran: ia berani memberi -- dng sumpah; 6 orang yg dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tt suatu perkara pidana yg didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri;
macintosh
 
Posts: 182
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:41 am
Location: Lampung

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby macintosh » Wed Jan 28, 2009 1:36 am

Sekarang tulis kata saksi ahli di kamus Indonesia Inggris: saksi ahli.
Yang keluar adalah saksi dan ahli, bukan saksi ahli.

Itu adalah kata majemuk yang berarti kata yang mempunyai arti kalau digabungkan.
Seperti rumah sakit, rumah makan. [-X
macintosh
 
Posts: 182
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:41 am
Location: Lampung

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Wed Jan 28, 2009 2:08 pm

macintosh wrote:Sekarang tulis kata saksi ahli di kamus Indonesia Inggris: saksi ahli.
Yang keluar adalah saksi dan ahli, bukan saksi ahli.

Itu adalah kata majemuk yang berarti kata yang mempunyai arti kalau digabungkan.
Seperti rumah sakit, rumah makan. [-X


kalo yg pernah gw baca dari buku2 Islam entah itu Quran, hadith atau kitab lain maka saksi itu bisa apa saja, misal kita berbuat jelek dgn tangan kita maka tangan kita bisa menjadi saksi baik didunia maupun nanti di akherat, tangan kita yang akan bicara ke Tuhan ttg apa2 yg telah kita lakukan.
dari sini kita bisa simpulkan bahwa saksi itu tidak selalu wujud manusia, benda2 disekitar kejadian juga akan atau bisa menjadi saksi atas perbuatan kita.
saksi ahli itu bisa dikatakan saksi karena dia bisa menyaksikan bukti2, saksi ahli walaupun bukan saksi langsung tapi dia tetap seorang saksi ( saksi tidak langsung ).
kamu tau ngga asal muasal orang mengenal sidik jari tiap manusia berbeda2 itu kan dari Quran juga, makanya kalo orang berbuat jahat dgn tangannya maka tangannya bisa menjadi saksi juga yaitu dgn meninggalkan jejak sidik jari dll...bagi manusia itu cukup membantu tapi kalo dihadapan Tuhan maka tangan itu yg berbicara menjadi saksi. Wallahualam
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby osho » Thu Jan 29, 2009 12:18 pm

anak_polos wrote:kalo yg pernah gw baca dari buku2 Islam entah itu Quran, hadith atau kitab lain maka saksi itu bisa apa saja, misal kita berbuat jelek dgn tangan kita maka tangan kita bisa menjadi saksi baik didunia maupun nanti di akherat, tangan kita yang akan bicara ke Tuhan ttg apa2 yg telah kita lakukan.
dari sini kita bisa simpulkan bahwa saksi itu tidak selalu wujud manusia, benda2 disekitar kejadian juga akan atau bisa menjadi saksi atas perbuatan kita.
saksi ahli itu bisa dikatakan saksi karena dia bisa menyaksikan bukti2, saksi ahli walaupun bukan saksi langsung tapi dia tetap seorang saksi ( saksi tidak langsung ).
kamu tau ngga asal muasal orang mengenal sidik jari tiap manusia berbeda2 itu kan dari Quran juga, makanya kalo orang berbuat jahat dgn tangannya maka tangannya bisa menjadi saksi juga yaitu dgn meninggalkan jejak sidik jari dll...bagi manusia itu cukup membantu tapi kalo dihadapan Tuhan maka tangan itu yg berbicara menjadi saksi. Wallahualam

semakin mengerti dikau nak......
tapi kenapa mau di potong klo mencuri......
klo di potong nanti gimana jadi saksi di hadapan Tuhan.......

coba nak polos bisa berpikir dikit aja........?

#-o
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby gaston31 » Thu Jan 29, 2009 12:46 pm

macintosh wrote:Saksi ahli kan cuma istilah orang yang pintar untuk menganalisa masalah, tapi bukan orang yang menyaksikan.
Saksi kan berarti orang yang menyaksikan, bukan saksi ahli.

jadi gmn pengadilan akan membuktikan terjadi kasus perkosaan, diruang tertutup, jika hsl visum dan cakaran korban tidak bisa dijadikan sbg saksi?
apakah pelaku akan bebas?
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby gaston31 » Thu Jan 29, 2009 12:48 pm

macintosh wrote:Saksi ahli kan cuma istilah orang yang pintar untuk menganalisa masalah, tapi bukan orang yang menyaksikan.
Saksi kan berarti orang yang menyaksikan, bukan saksi ahli.

jadi gmn pengadilan akan membuktikan terjadi kasus perkosaan, diruang tertutup, jika hsl visum dan cakaran korban tidak bisa dijadikan sbg saksi?
apakah pelaku akan bebas?
ternyata masih ada yg disebut bukti kejahatan.
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Thu Jan 29, 2009 2:23 pm

osho wrote:semakin mengerti dikau nak......
tapi kenapa mau di potong klo mencuri......
klo di potong nanti gimana jadi saksi di hadapan Tuhan.......

coba nak polos bisa berpikir dikit aja........?

#-o


ngga sekalian aja orang yg terbakar, dimutilasi dsb gimana tubuhnya bisa jadi saksi ?
di dalem kubur juga semua organ manusia hancur lalu gimana nanti bisa menjadi saksi2 ?
ya orang kalo sudah diakherat itu dikembalikan utuh seperti manusia...entah dalam bentuk jasad atau bentuk roh.
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby osho » Thu Jan 29, 2009 4:37 pm

anak_polos wrote:ngga sekalian aja orang yg terbakar, dimutilasi dsb gimana tubuhnya bisa jadi saksi ?
di dalem kubur juga semua organ manusia hancur lalu gimana nanti bisa menjadi saksi2 ?
ya orang kalo sudah diakherat itu dikembalikan utuh seperti manusia...entah dalam bentuk jasad atau bentuk roh.
oh.... dikembalikan utuh seperti manusia.......
maka Tuhan bertanya kepada tangan....
Tuhan: hey tangan apa kamu mencuri.......?
Tangan:.....?????? (dalam hati)....Tuhan apa ini kok tanya-tanya ....guakan tak punya mulut......

:---)
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby JANGAN GITU AH » Thu Jan 29, 2009 6:36 pm

anak_polos wrote:kalo yg pernah gw baca dari buku2 Islam entah itu Quran, hadith atau kitab lain maka saksi itu bisa apa saja, misal kita berbuat jelek dgn tangan kita maka tangan kita bisa menjadi saksi baik didunia maupun nanti di akherat, tangan kita yang akan bicara ke Tuhan ttg apa2 yg telah kita lakukan.
dari sini kita bisa simpulkan bahwa saksi itu tidak selalu wujud manusia, benda2 disekitar kejadian juga akan atau bisa menjadi saksi atas perbuatan kita.
saksi ahli itu bisa dikatakan saksi karena dia bisa menyaksikan bukti2, saksi ahli walaupun bukan saksi langsung tapi dia tetap seorang saksi ( saksi tidak langsung ).
kamu tau ngga asal muasal orang mengenal sidik jari tiap manusia berbeda2 itu kan dari Quran juga, makanya kalo orang berbuat jahat dgn tangannya maka tangannya bisa menjadi saksi juga yaitu dgn meninggalkan jejak sidik jari dll...bagi manusia itu cukup membantu tapi kalo dihadapan Tuhan maka tangan itu yg berbicara menjadi saksi. Wallahualam

Muslim lewat ajaran Momed percaya pada hal-hal lucu seperti tangan bisa jadi saksi dan berkata-kata, kaki bisa jadi saksi dan berkata-kata dan bagian tubuh lain juga sama mampunya untuk berkata-kata dalam menyaksikan perbuatan dosanya ketika masih di dunia.

Kelucuannya terletak pada kemampuan berkata-kata pada anggota tubuh yang bukan memiliki mulut. Sementara mulut sendiri yang fungsinya sebagai alat berbicara tidak berfungsi, padahal justru kejahatan/dosa mulanya dihasilkan oleh mulut lewat gerakan lidah. Mulut sendiri tidak berbuat apa-apa untuk menyaksikan perbuatannya. Seakan-akan mulut itu terkunci rapat atau sengaja dikunci oleh Allah swt.

Luar biasanya, kenapa Allah swt yang katanya menciptakan manusia yang lengkap dengan mulut untuk dipergunakan berkomunikasi tidak menyuruh mulut muslim angkat bicara untuk menceritakan perbuatan si empunya mulut? Kelihatannya si Allah swt tidak percaya pada kesaksian mulut muslim hingga harus memerintahkan anggota tubuhnya yang lain bersaksi.

Atau Allah swt sebenarnya juga menyadari bahwa muslim terbiasa untuk mempraktekkan taqqiya yang dimungkinkan lewat ajaran utusannya. Jadi ia tidak meragukan lagi kalau muslim pasti akan bertaqqiya pula saat berhadapan dengan Allah swt. Ya...luar biasanya muslim ternyata tidak pernah takut pada sembahannya hingga di akhiratpun masih mau mengelak dengan cara taqqiya atas dakwaan si Allah swt.

Seakan-akan Allah swt ini tidak punya kuasa untuk membuat/memaksa orang untuk bersaksi secara jujur dengan mulutnya sendiri.

Cara-cara kesaksian anggota tubuh seperti ini sangat tidak masuk akal, dan pula berkontradiksi dengan salah satu ajaran Islam (Quran dan Hadis) yang mengatakan bahwa setiap muslim selalu diikuti oleh malaikat pencatat perbuatan dosa mereka. Tidak ada gunanya catatan dosa itu jika Allah swt harus menempuh cara lain yang mengabaikan hasil pencatatan malaikat suruhannya. Dalam hal ini Allah swt tidak menghargai pekerjaan si-malaikat

Banyak buku Islam yang bercerita seperti ini. Diceritakan juga bahwa setiap anggota tubuh yang berbuat salah akan mendapat siksa hingga anggota tubuhnya rusak. Sesaat kemudian anggota tubuh itu kembali normal, lalu disiksa lagi. Demikian seterusnya berulang-ulang. Sangat menderita sekali. Untuk mengurangi penderitaan muslim yang masuk neraka, setiap muslim diberi sebentuk sesuatu yang merupakan perwujudan dari amal-amalnya di dunia dan dapat digunakan untuk menghalau siksaan. Siksaan untuk sejenak akan meninggalkannya, lalu datang lagi menghampiri, dihalau lagi, terus-menerus. Alangkah melelahkan dan juga mengherankan. Mengherankan, ternyata amal-amal muslim ikut juga dibawa ke dalam neraka ketika si muslim masuk neraka. Mungkinkah amalan dapat masuk neraka?

Mengenai sidik jari yang diklaim bermula dari quran adalah klaim yang tidak didasari oleh bukti. Slimer yang satu ini hanya mengarang-ngarang cerita dengan menghubungkan kesaksian tangan yang dimaksudkannya.

Berkaitan dengan kenyataan bahwa seorang wanita yang diperkosa di negara-negara muslim (berlandas shariah) harus menghadirkan saksi menjadi tidak mungkin dan tidak akan menghasilkan penyelesaian yang adil. Sudah dibahas di atas bahwa tidak mungkin ada saksi mata yang dapat dihadirkan kecuali saksi suara yaitu orang yang mendengar suara yang dihasilkan kejadian tersebut. Saksi suara jelas tidak kuat tanpa adanya visualisasi yang berkaitan dengan peristiwa. Apalagi tidak mungkin menunjukkan rekaman suara untuk peristiwa yang tidak dipersiapkan sebelumnya.

Kalaupun ada bukti rekaman suara, jelas dipertanyakan, sebab seseorang yang memperkosa pastilah telah memilih tempat yang situasinya cukup aman dari jangkauan mata dan telinga.

Saya tidak tahu bagaimana proses persidangan Hukum Acara Pidana yang dijalankan oleh negara-negara berlandaskan syariah. Apakah bukti fisik seperti test DNA atas sperma yang berceceran di tempat kejadian dan yang mungkin melekat pada si wanita dan pakaiannya turut dijadikan alat bukti yang sah. Sangat diragukan, sebab muslim kaffah yang taat tidak akan mau mengikuti pembuktian cara kafir dalam hukum syariahnya kecuali dinegara tersebut cara-cara ini diperbolehkan untuk dikombinasikan meskipun tidak Islami.

Kadang kala sering kita dengar juga adanya permainan dari pihak keluarga si pemerkosa dengan hakim syariah untuk menghindarkan proses pengadilan. Ada yang membayar para saksi untuk memberikan keterangan yang justru memberatkan posisi si korban perkosaan. Seperti apa yang pernah diungkap oleh Ali Sina.

Bagaimana dengan para TKW Indonesia yang diperkosa secara paksa maupun sukarela, apakah mereka juga dapat menuntut si majikan atas perbuatannya. Ternyata tidak juga. Ataupun kasus pemerkosaan lain yang dilakukan oleh orang yang bukan majikannya langsung. Mayoritas tidak pernah kita dengar adanya proses hukum untuk itu. Untuk menghindarkan tuntutan biasanya si TKW malah disuruh pulang segera agar akibat perbuatan mereka tidak ketahuan. Sungguh menyedihkan.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Fri Jan 30, 2009 4:26 am

@ jangan gicu ah

-. kamu jangan berfikir ttg kejadian di akherat itu seperti yg ada di pikiranmu, kita memang ngga tau pasti gimana proses kesaksian diri kita thd kesalahan2 kita dihadapan Allah. namany juga Allah menciptakan hati, tangan, mulut dsb, tentu mudah aja bagi Allah untuk meminta kesaksian mereka entah dengan cara apa...kog mau u pikir dgn otakmu yg terbatas. tau diri donk u cuma manusia.

-. intinya Allah itu Maha Adil dan Maha mengetahui, jadi ngga perlu sok menganalisa cara2 Allah untuk memberikan keadilan pada mahluk2NYA. andai malaikat sudah mencatat dan diperkuat dgn saksi/bukti dari organ2 tubuh yg melakukan apapun...itu bisa2 aja. yg jelas yg namanya hari HISAB itu manusia akan mendapatkan apa2 yg sudah dilakukannya secara adil.


hal2 yg mutlak kuasa Allah kog sok mau kamu analisis....hi hi ngga tau diri banget. :butthead:
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby macintosh » Fri Jan 30, 2009 4:52 am

Udah2, jangan di bantah, kasihan tuh anak polos, kayanya mamanya pembokat di Arab, makanya dibela mati2an. Nongkrongnya juga disini terus.
macintosh
 
Posts: 182
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:41 am
Location: Lampung

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Sat Jan 31, 2009 3:06 am

osho wrote:oh.... dikembalikan utuh seperti manusia.......
maka Tuhan bertanya kepada tangan....
Tuhan: hey tangan apa kamu mencuri.......?
Tangan:.....?????? (dalam hati)....Tuhan apa ini kok tanya-tanya ....guakan tak punya mulut......

:---)


wah teknis pembuktiannya itu gimana gw ngga tau deh....taunya yg pernah gw baca ayatnya bahwa diri manusia itu sendiri nanti yg akan menjadi saksi atas segala perbuatannya jadi ngga perlu orang lain dan tetek bengek yg menyaksikan.
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby osho » Sat Jan 31, 2009 11:21 am

osho wrote:oh.... dikembalikan utuh seperti manusia.......
maka Tuhan bertanya kepada tangan....
Tuhan: hey tangan apa kamu mencuri.......?
Tangan:.....?????? (dalam hati)....Tuhan apa ini kok tanya-tanya ....guakan tak punya mulut......

:---)


anak_polos wrote:wah teknis pembuktiannya itu gimana gw ngga tau deh....taunya yg pernah gw baca ayatnya bahwa diri manusia itu sendiri nanti yg akan menjadi saksi atas segala perbuatannya jadi ngga perlu orang lain dan tetek bengek yg menyaksikan.

tambah lagi pinter sedikit.......
baiknya ente jangan percaya dengan bacaan-bacaan yang ente sendiripun tak yakin......
jadilah diri nak polos sendiri........
karena klo ada bacaan-bacaan yang berbeda-beda nantinya nak polos jadi bingung.
Sebenarnya tidak ada seorangpun tahu apa yang akan terjadi sesudah mati.
Jadi tidak ada yang perlu dipercayai janji-janji setelah kematian.....
ada yang mengatakan setelah ente mati...
akan di tanya apa kitab bacaanmu....siapa Tuhanmu...siapa nabimu...siapa orangtuanmu...
klo ente tak bisa jawab nanti ente dikirim ke neraka jahanam....
klo ente menjawab benar, ente akan dihadiah 72 bidadari.....
semuanya adalah omong-kosong aja.......
karena siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi sesudah kematian......

If they have any intellengen they will undestand it.
=P~
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby Yehuda » Sat Jan 31, 2009 12:16 pm

\:D/

Nah lho...
User avatar
Yehuda
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby Maher-Shalal » Sat Jan 31, 2009 1:33 pm

Osho, jangan terlalu keras ama anakpolos. Dia khan masih polos. :green:
User avatar
Maher-Shalal
 
Posts: 1364
Joined: Mon Mar 17, 2008 4:49 pm
Location: Between heaven and hell

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby a_man » Sat Jan 31, 2009 3:00 pm

osho wrote:ada yang mengatakan setelah ente mati...
akan di tanya apa kitab bacaanmu....siapa Tuhanmu...siapa nabimu...siapa orangtuanmu...
klo ente tak bisa jawab nanti ente dikirim ke neraka jahanam....

Lho, 99 nama indahnya mana ??
Klo lupa satu aja, masuk jahanam tuh !!
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby JANGAN GITU AH » Sat Jan 31, 2009 3:28 pm

anak_polos wrote:@ jangan gicu ah

-. kamu jangan berfikir ttg kejadian di akherat itu seperti yg ada di pikiranmu, kita memang ngga tau pasti gimana proses kesaksian diri kita thd kesalahan2 kita dihadapan Allah. namany juga Allah menciptakan hati, tangan, mulut dsb, tentu mudah aja bagi Allah untuk meminta kesaksian mereka entah dengan cara apa...kog mau u pikir dgn otakmu yg terbatas. tau diri donk u cuma manusia.

Silahkan aja nak_polos kamu gak usah mikir. Saya sudah diberi otak dan kemampuan berfikir. Mengapa saya gak boleh menggunakan pikiran saya. Kalau saya tidak menggunakannya, bagaimana saya dapat menghargai pencipta saya dengan menyia-nyiakan pemberiannya. Kalau anda tidak menggunakan pikiranmu, akal budimu, sama saja tarafmu seperti hewan yang tidak mampu menggunakan otaknya secara maksimal, karena otaknya sudah di-set hanya pada kemampuannya mempertahankan diri dan mencari makan yang merupakan naluri semua makhluk. Hewan tidak mampu menggunakan otaknya secara kreatif. Apakah anda seperti itu? Ingat nak polos, anda punya otak yang sudah diciptakan oleh si pencipta (bukan OLLOH). Jika anda ingin menghargai pencipta anda, gunakanlah itu untuk berfikir.

Anda katakan "kita memang tidak tahu pasti gimana proses kesaksian...."...apa maksudnya. Bukankan sudah jelas bila buku Islam itu mengatakan anggota tubuh anda yang akan bersaksi, sedang mulut anda dikunci? mengapa anda masih juga bilang belum pasti? apakah karena OLLOH mu juga mengutus dua malaikatnya di kiri dan kanan mu sehingga anda bingung memastikan apa kira-kira yang akan dipakai OLLOH?. Kalau demikian bagaimana kita bisa mempercayai OLLOH itu kalau ia juga bingung, karena harus membuat dua metode?

Tuhan pencipta sejati tentu tidak akan bingung dengan membuat dua cara membuktikan dalam pengadilannya diakhirat (kalau akhirat itu memang ada). Benar Tuhan yang sejati menciptakan semua organ tubuh manusia. Dia punya kuasa untuk membuat hal-hal ajaib. Tapi tidak dengan cara membuat bagian tubuh yang tak bermulut bisa bicara. Tuhan menempatkan mujizatnya pada hal apa yang wajar. Jika Tuhan menyembuhkan sakit penyakit manusia, itu karena wajar manusia hidup sehat. Kalau Tuhan membuat orang buta melek, itu wajar karena semestinya mata itu berfungsi normal. Mujizat Tuhan diciptakan dan ditempatkan pada posisi wajar guna menghilangkan ketidak wajaran.

Nak Polos...Meskipun Tuhan maha kuasa, tapi Ia tidak dapat berbuat sekehendak hatinya. Ia dibatasi oleh etikanya sendiri, etika yang berkaitan dengan karakter Tuhan. Ia hanya bisa bergerak dalam lingkup etikanya. Ia tidak dapat menabraknya. Saya kasi contoh, jika kemaha kuasaannya seperti menurut pemahaman Muhammad, maka tentu Ia berkuasa untuk melakukan apa saja sekehendak hatinya seperti menipu, berbohong, menyesatkan orang yang tidak mengakuinya, mengijinkan orang untuk berzinah walaupun dibungkus aturan-aturan agama. Tuhan seperti ini tidak dapat dipercaya. Sangat menyedihkan jika orang dengan rela menyerahkan keyakinannya pada Tuhan yang demikian. Bayangkan kalau suatu ketika anda Ia katakan harus dimasukkan neraka tanpa alasan yang jelas, pada hal anda telah bersusah payah mengikuti perintah dan menjauhi larangannya. Maukah anda mengikuti Tuhan tersebut? Jika anda masih mau, itu artinya anda tidak mengerti membedakan mana Tuhan sejati dan mana Tuhan abal-abal.

Tuhan yang benar pasti dapat dipercaya. Sekali Ia mengatakan A, selamanya harus A. Kalau pun Ia ingin merevisi, hasil revisinya tidak akan jauh dari A. Atau yang pasti tidak akan bertentangan dengan karakternya. Tuhan sejati itu sangat baik. Ia tidak akan mengancam siapapun jika orang tidak melaksanakan perintahnya. Ia sangat panjang sabar untuk menunggu hingga waktunya hukuman dijatuhkan buat para pendosa, yaitu di neraka (ini pun kalau neraka itu ada). Kalau ada orang yang mendapat celaka di dunia, mungkin orang relijius menganggapnya sebagai hukuman dari Tuhan. Itu keliru. Pandangan ini pada akhirnya tanpa disadari akan mendakwa Tuhan sejati itu sebagai Tuhan yang tidak adil. Celakanya manusia adalah diakibatkan oleh kecerobohannya sendiri, bukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak pernah merencanakan kecelakaan manusia. Perancang kecelakaan adalah berasal dari luar Tuhan (Si Jahat). Ingat kalau di dunia ini ada kekuatan lain (Setan/Iblis) yang bergentayangan mencari orang-orang yang bisa dihancurkannya.

Tuhan sejati itu pun sangat pemaaf. Tidak ada kesalahan yang tidak dapat diampuninya, kalau anda memohon ampun. Tapi tentunya harus dengan cara yang diingininya. Meskipun kesalahanmu sebesar gunung, Ia akan mencampakkannya ke jurang laut (kiasan). Bahkan Ia sabar menunggu orang-orang untuk datang mengakui kesalahannya. Jika anda menyadari kesalahanmu, Ia dengan tangan terbuka memaafkan dan menyambutmu dengan senyum dan keramahannya. Bahkan anda akan diperlakukan seperti seorang ayah memperlakukan anak yang dikasihinya. Ia akan memberi apa saja yang engkau pinta. Sudah pernah minta pada Tuhan sejati itu nak_polos?


anak_polos wrote:-. intinya Allah itu Maha Adil dan Maha mengetahui, jadi ngga perlu sok menganalisa cara2 Allah untuk memberikan keadilan pada mahluk2NYA. andai malaikat sudah mencatat dan diperkuat dgn saksi/bukti dari organ2 tubuh yg melakukan apapun...itu bisa2 aja. yg jelas yg namanya hari HISAB itu manusia akan mendapatkan apa2 yg sudah dilakukannya secara adil.

Bagaimana anda bisa mengenal Tuhan yang sejati jika anda tidak pernah kenal karakternya. Dengan cara apa anda dapat mengenalnya jika tidak menggunakan daya analisa anda? Sangat **** sekali kita, jika kita mau menerima apa saja yang dikatakan orang lain seperti Muhammad ini, tanpa perlu memikirkan sifat-sifatnya. Apakah jika ada orang lain yang menawarkan Tuhan lain akan dengan serta merta anda terima? Tentu anda harus membandingkan sifat-sifatnya. Kita ternyata sifat-sifatnya lebih buruk dari yang pertama, masakkan Tuhan seperti itu anda percayai?. Tahukah anda ada semacam anekdot yang mengatakan syetan itu jauh lebih baik dari Tuhan. Mengapa? Karena syetan itu sangat cepat tanggap dan dengan segera memenuhi permintaan manusia yang meminta bantuannya. Beda dengan Tuhan sejati. Ia pasti terlebih dulu melihat urgensi permintaan manusia itu dan kapan waktu yang tepat untuk memenuhinya. Jika syetan anda minta bantuannya hari ini, hari ini juga mungkin akan diberikannya. Tapi ingat juga, syetan pasti akan menagihnya kembali dengan jaminan hidup anda.

anak_polos wrote:hal2 yg mutlak kuasa Allah kog sok mau kamu analisis....hi hi ngga tau diri banget. :butthead:

Itu pendapat anda. Tuhan sejati tidak akan pernah berfikir manusia itu sok, kalau ia menganalisa diri-Nya. Ia tidak pernah marah kalau orang membicarakannya. Sebaliknya ia akan senang dan akan mendorong orang untuk lebih banyak mengenalnya. Karena pada waktu Ia dibicarakan, Ia punya kesempatan untuk menyatakan diri-Nya lewat suaranya yang dititipkan dalam hati manusia. Karena Tuhan sejati berbicara melalui hati nurani manusi. Tergantung bagaimana manusia mau menanggapi suara itu. Jika anda tidak mau mendengarkan suara hati nuranimu, maka tidak akan ada kesempatan bagimu untuk mengenal Tuhan sejati itu.

Allah swt itu bukan Tuhan sejati, karena ia tidak memenuhi karakter illahi yang penuh kasih, panjang sabar, pemaaf dan bukan pemarah dan banyak karakter lain yang positip yang diidamkan oleh manusia yang hati nuraninya masih hidup dan normal. Allah swt itu sangat ganjil, bertindak sangat gegabah, tidak punya pendirian, terlalu banyak kontroversi dalam ucapannya. Bagaimana Allah swt bisa dipercaya sebagai tempat manusia untuk curhat jika kata-katanya mendua? Bisakah anda mempertaruhkan masa depan anda (akhirat) kepada Tuhan semacam Allah swt ini. Ingatlah kalau utusannya sendiri mengatakan bahwa tidak ada jaminan muslim masuk surga, melainkan mendatangi neraka itu. Ini ngomong Tuhan sejatikah? Kalau anda tidak setuju, silakan bantah hati nurani anda.

Tengkyu anak_polos...!!!
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Sun Feb 01, 2009 2:09 am

osho wrote:
tambah lagi pinter sedikit.......
baiknya ente jangan percaya dengan bacaan-bacaan yang ente sendiripun tak yakin......
jadilah diri nak polos sendiri........
karena klo ada bacaan-bacaan yang berbeda-beda nantinya nak polos jadi bingung.
Sebenarnya tidak ada seorangpun tahu apa yang akan terjadi sesudah mati.
Jadi tidak ada yang perlu dipercayai janji-janji setelah kematian.....
ada yang mengatakan setelah ente mati...
akan di tanya apa kitab bacaanmu....siapa Tuhanmu...siapa nabimu...siapa orangtuanmu...
klo ente tak bisa jawab nanti ente dikirim ke neraka jahanam....
klo ente menjawab benar, ente akan dihadiah 72 bidadari.....
semuanya adalah omong-kosong aja.......
karena siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi sesudah kematian......

If they have any intellengen they will undestand it.
=P~


yg gw percaya mutlak ya tentu sumber dari Quran. nah kalo kamu sendiri ngga tau pasti apa yg terjadi setelah mati kog kamu bisa bilang pendapat yg lain itu omong kosong ?....mending loe bilang Wallahualam biar ngga terlalu sok tau gitu loh :rofl:

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby osho » Sun Feb 01, 2009 12:25 pm

anak_polos wrote:yg gw percaya mutlak ya tentu sumber dari Quran. nah kalo kamu sendiri ngga tau pasti apa yg terjadi setelah mati kog kamu bisa bilang pendapat yg lain itu omong kosong ?....mending loe bilang Wallahualam biar ngga terlalu sok tau gitu loh :rofl:

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,
Baguslah bila yang kamu percaya itu.....
Aq kasih tau dikit dari yang ente percaya tuh.... bahwasanya siapapun belum mengetahuinya...
Neraka tidak pernah dilihat oleh siapapun yang tinggal di dunia ini. Karena ia belum didatangkan. Ia hanya didatangkan pada hari kiamat. Firman-Nya dalam QS Al Fajr 89 : 21-24

klo neraka dinyalakan sesudah datang hari kiamat.....
jadi dari mana Muhammad mengatakan pernah ke neraka jalan-jalan melihat si malik disiksa.......
cerita dongeng yang berputer tujuh keliling.......

tapi tak apa silahkan lanjutkan cerita-cerita dongeng tentang sorga dan neraka yang ente ketahui dari Allahmu itu.....
saya senang juga cerita-cerita dongeng penghibur yang beginian......
masih banyak lagi.....
lanjut.... nak polos...... ditunggu.....

](*,)
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Hukum Arab Saudi, Ancaman Terbesar Buruh Migran

Postby anak_polos » Sun Feb 01, 2009 3:35 pm

osho wrote:Baguslah bila yang kamu percaya itu.....
Aq kasih tau dikit dari yang ente percaya tuh.... bahwasanya siapapun belum mengetahuinya...
Neraka tidak pernah dilihat oleh siapapun yang tinggal di dunia ini. Karena ia belum didatangkan. Ia hanya didatangkan pada hari kiamat. Firman-Nya dalam QS Al Fajr 89 : 21-24

klo neraka dinyalakan sesudah datang hari kiamat.....
jadi dari mana Muhammad mengatakan pernah ke neraka jalan-jalan melihat si malik disiksa.......
cerita dongeng yang berputer tujuh keliling.......

tapi tak apa silahkan lanjutkan cerita-cerita dongeng tentang sorga dan neraka yang ente ketahui dari Allahmu itu.....
saya senang juga cerita-cerita dongeng penghibur yang beginian......
masih banyak lagi.....
lanjut.... nak polos...... ditunggu.....

](*,)


dalam Al Fajr 89 : 21-24 itu tidak menyimpulkan bahwa neraka belum dinyalakan atau belum, ini kan maksudmu :

dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

saat Muhammad pergi ke sidratil muntaha mungkin aja Allah memperlihatkan vision ttg neraka ( ngga harus neraka sungguhan kan ), atau mungkin juga neraka beneran.

masih banyak sih ayat2 yg bercerita ttg keadaan di akherat...cuma OOT dari topik.
anak_polos
 
Posts: 809
Joined: Fri Jan 23, 2009 1:11 pm

PreviousNext

Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users