.

Lagi, 4 TKW Sukabumi Alami Nasib Nahas

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Lagi, 4 TKW Sukabumi Alami Nasib Nahas

Postby NoMind » Wed Feb 15, 2006 2:22 pm

Lagi, 4 TKW Sukabumi Alami Nasib Nahas

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0705/18/0402.htm

SUKABUMI, (PR).-
Berbagai kasus penganiayaan yang dialami sejumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi masih terus terjadi.Kasus terakhir menimpa empat TKW asal Sukabumi. Mereka itu Syamsiah binti Endang, penduduk Kampung Cibatu, Yeti Susanti binti Oim Ubed, penduduk Kamp. Cirenged Desa Cibolang Kec. Cisaat, Yeti binti Hasan warga Kamp. Liunggunung, Desa Cijulang Kec. Jampangtengah, serta Komala Dewi binti Enjang penduduk Kamp. Padaringan Desa Cimerang Kec. Purabaya.

Keluarga dari keempat TKW tersebut melaporkan berbagai hal yang dialami selama bekerja di Arab Saudi, termasuk adanya unsur penyiksaan, perkosaan dan gajinya yang tidak pernah dibayar oleh majikannya masing-masing.

Dari keempat kasus penganiyaan yang dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja, salah seorang TKW Yeti Susanti malah dikabarkan oleh suaminya, A. Saeful Hamid, hilang.

Saeful menceritakan, istrinya berangkat menjadi TKW ke Arab Saudi melalui PT WKS yang berkantor d Pondok Gede Jatiasih/Jatimekar, Bekasi pada bulan Desember 2001 lalu. Pada tahun pertama, Yeti masih selalu berkomunikasi dengan keluarganya di Sukabumi.

Namun memasuki tahun kedua, anak majikannya jatuh dan kaki serta tangannya patah. Peristiwa itu terjadi ketika hampir seluruh keluarga majikannya, yaitu Alian Bahkit Lukman di Madinah sedang mengunjungi familinya di luar kota. Praktis Yeti yang dipersalahkan. Sejak informasi tersebut, Yeti tidak pernah berkomunikasi lagi, bahkan sampai saat ini.

Trauma

Nasib yang tidak kalah buruknya dialami oleh Yeti binti Hasan. Sebenarnya TKW yang satu in i sudah kembali ke Sukabumi dan berkumpul lagi bersama keluarganya. Namun pengalaman pahit selama menjadi TKW di ketiga majikannya di Kuwait membuat perempuan ini mengalami trauma dalam kehidupannya.

Dia menceritakan, berangkat ke Arab Saudi pada 21 Agustus 2004 melalui PT AAM yang beralamat di Tebet Barat Dalam IX, Jakarta. Selama beberapa bulan bekerja di negara itu Yeti tiga kali berganti majikan dan selama itu pula dia mengaku tidak pernah mendapatkan gaji, baik dari majikan pertama, kedua maupun ketiga.

Bahkan pada saat bekerja di majikan ketiga, yaitu keluarga Adil Abdul Majid, Yeti selalu mendapatkan siksaan dan berulang kali diperkosa. Akibat perkosaan itu, Yeti hamil hingga melahirkan bayi kembar. Yeti akhirnya disuruh kembali ke Indonesia dan diberi uang sebesar 5.000 dinar oleh majikannya. Tapi uang yang telah diterima sebagai ganti rugi itu, diambil paksa oleh dua orang polisi.

Sementara kedua bayinya tidak diperbolehkan dibawa ke Indonesia. Untuk sementara bayi kembar tersebut masih dititipkan di salah sebuah rumah penampungan bayi di Arab Saudi.

Selanjutnya nasib yang dialami TKW bernama Syamsiah juga perlu ditelusuri keberadaannya. TKW ini berangkat ke Arab Saudi pada bulan Agustus 2003. Pada enam bulan pertama, komunikasi dengan keluarganya melalui surat maupun telefon berjalan lancar. Namun setelah itu, muncul surat terakhir pada bulan Maret 2005 yang isinya mengabarkan dirinya sering disiksa oleh majikan perempuannya karena cemburu. Bahkan dalam suratnya Syamsiah menceritakan tengah dirawat di rumah sakit karena menderita cedera serius akibat siksaan majikannya. (A-82)***
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users