.

Timur Tengah: TKI Kurang Berminat Bekerja di Timur Tengah

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Timur Tengah: TKI Kurang Berminat Bekerja di Timur Tengah

Postby NoMind » Wed Feb 15, 2006 1:01 pm

TKI Kurang Berminat Bekerja di Timur Tengah

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0201/26/jatim/tkik35.htm

JUMLAH calon tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), yang diberangkatkan dari kota asalnya dalam sekian pekan terakhir, makin banyak saja. Bergairahnya para calon TKI bertolak ke luar negeri pasca-Lebaran, merupakan fenomena yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Sejumlah agen Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang ditemui Kompas, Jumat (18/1) lalu, menuturkan, jumlah calon TKI yang mendaftar untuk siap berangkat pada akhir Desember 2001 hingga awal Januari 2002, memang lebih banyak dibandingkan saat sebelum Lebaran.

A Wijaya Kusuma, Pimpinan PT Cipta Karsa Bumi Lestari mengungkapkan, sejak awal hingga pertengahan Januari, pihaknya sudah memberangkatkan 15 TKI. Selama Januari ia mungkin dapat mengirim lebih dari 20 TKI. "Ini berbeda dengan saat sebelum Lebaran. Bulan Desember 2001, misalnya, saya tidak memberangkatkan seorang TKI pun. Sementara bulan November cuma 17 orang yang berangkat dari sini," katanya.

Menurut Wijaya, sudah menjadi kelaziman, pada masa-masa usai Lebaran pendaftaran calon TKI selalu bergairah. Bisa jadi, selama setahun mereka mengumpulkan modal, dan kemudian merealisasikan keberangkatannya setelah Lebaran. "Bahkan, sebagian warga Tulungagung beranggapan, berangkat kerja ke luar negeri lebih baik dilakukan setelah Idul Fitri," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sandra, staf PJTKI PT Genta Gumi Selapawis (GGS). Bulan Januari 2002, pihaknya juga akan memberangkatkan antara 15 sampai 20 TKI ke luar negeri. Baginya, angka itu merupakan kenaikan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Biasanya, mencari 10 TKI saja sulitnya bukan main.

"Sudah biasa, kalau habis Lebaran selalu ramai. Masa-masa pasca-Lebaran memang menjadi salah satu harapan bagi PJTKI, seperti tempat saya bekerja ini," jelasnya.

Bahkan, dulu sebelum PJTKI sebanyak sekarang, PT GGS dapat memberangkatan 30 hingga 35 TKI setiap bulan. Kini, ketika PJTKI di Tulungagung sudah ada sekitar 30 perusahaan, dengan sendirinya "rezeki" PJTKI pun jadi tersebar.

Yang cukup unik di kalangan calon TKI asal Tulungagung, sebetulnya kecenderungan menurunnya minat TKI untuk bekerja di negara-negara di jazirah Arab, atau kawasan Timur Tengah. Baik Wijaya maupun Sandra juga mengemukakan fenomena ini.

Wijaya menduga, ada dua sebab mengapa minat TKI ke Timur Tengah menunjukkan tren menurun. Pertama, di kalangan TKI sudah tersosialisasi bahwa bekerja di negara-negara jazirah Arab rentan menghadapi masalah.

"Ini terkait dengan banyaknya kasus kekerasan yang timbul di Arab Saudi, Kuwait, Abu Dhabi, Qatar, dan negara-negara Arab lainnya. Secara psikis, kasus-kasus kekerasan itu mempengaruhi semangat calon TKI berangkat ke sana," tambahnya.

Sementara sebab kedua, masih berkaitan dengan sebab pertama, adalah karena masih berlakunya perbudakan di negara-negara Timur Tengah. Berlangsungnya perbudakan itu dengan sendirinya membuat sering terjadi kasus pelecehan seksual terhadap pembantu rumah tangga (PRT) oleh majikannya.

Untuk bulan Januari 2002, tercatat hanya ada tiga TKI akan bekerja ke Timur Tengah yang berangkat melalui PT Cipta Karsa. Sedangkan di PT GGS, setiap bulan hanya ada satu TKI yang bertolak ke Arab.

Sandra menambahkan, tidak diminatinya negara-negara Arab sudah terasa sejak dua tahun lalu. Kini, TKI peminat negara-negara Arab hanya tinggal mereka yang berdiam di permukiman "pusat" TKI Arab. Misalnya, TKI asal Desa Notorejo, Tulungagung, yang berada di perbatasan Tulungagung-Trenggalek. Kebanyakan TKI asal Notorejo dari dulu memang banyak yang memilih bekerja di Arab Saudi.
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Return to Ruang TKW Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users