Page 1 of 1

Osama Dorra Murtad

PostPosted: Thu Jan 30, 2014 2:56 am
by Adadeh
Merubah Kepercayaanku

Media berita Egypt Independent telah menerbitkan kesaksian seorang anggota dan penulis Muslim Brotherhood (al-ʾIkḫwān al-Muslimūn) bernama Osama Dorra tentang bagaimana dia meragukan Islam dari kehidupannya.

Image
Osama Dorra, penulis dan anggota Ikhawanul Muslimin yang tampaknya belon kenal Muhammad, sehingga akhirnya setelah tahu jadi terkaget² dan murtad.

Aku mengambil keputusan untuk menghentikan ibadah Islam sebagai kegiatan agama karena “pertentangan nalar” antara isi Islam dan apa yang kuanggap sebagai rasional, adil, dan masuk akal. Pertentangan ini telah mencapai batas di luar pengertian akal sehatku.
Aku anggap Islam hanya sebagai pengaruh budaya saja yang mempengaruhi moralku. Aku kemungkinan bisa menemukan pengaruh lain, atau bisa juga kembali memeluk.

Arab Spring (Kebangkitan Bangsa Arab) telah mengguncangkan keyakinanku akan apa yang dulu kami alami sebelum terjadi revolusi. Sudahlah jelas bahwa anggapan yang kita anut dalam membentuk kehidupan ternyata tidak semuanya baik, berbagai badan organisasi yang memimpin kita ternyata kebanyakan tidak efisien dan tidak jujur, dan pemimpin² yang kita hormati ternyata kebanyakan tidak layak untuk dipuji.

Karena itu, generasi masa kini menanggung beban untuk meninjau ulang kembali SEMUA hal yang sekarang kita ragukan, sampai Allah menunjukkan kebenenaran.

Dalam konteks keadaan yang serba tak pasti, aku merasa sangat tersiksa saat memikirkan tiga hal yang bersangkutan dengan ajaran agama Islam yang sangat bertentangan dengan akal sehat.

Pertama adalah protes penuh kekerasan atas film yang menghina Nabi Muhammad. Dalam protes ini ditekankan bahwa hukum bagi penghina Nabi dalam Syariah adalah hukuman mati.

Menurutku, hukuman mati ini sangat tidak sesuai dengan “toleransi,” “belas kasihan”, dan “kebebasan” yang kita yakini merupakan bagian dari Islam. Malah sebenarnya ketiga hal itu menjadi dasar hukum bangsa Barat yang giat menjunjung tinggi “kebebasan mengungkapkan pendapat,” sehingga mereka lebih bisa bersikap toleran, adil, dan menghormati orang lain.

Aku mendengar khotbah imam di mesjid di hari Jum’at yang mengisahkan tentang seorang majikan Muslim buta yang memiliki seorang budak wanita. Pria ini menikahi sang wanita dan mereka lalu punya dua anak. Akan tetapi, suatu hari, dia menusuk wanita itu di perutnya ketika dia mendengar wanita itu mengritik Muhammad. Saat ditusuk, wanita itu sedang mengandung putra mereka yang ketiga.

Dan ketika majikan Muslim itu mengakui pada sang Nabi mengapa dia membunuh istrinya, Nabi berkata: “Saksikanlah semua bahwa membunuh wanita tersebut merupakan perbuatan halal.” Kisah ini diambil dari hadis Abu Daud dan disampaikan oleh Ibn Abbas, pamannya Muhammad.

Menurut pengamat Islam, hadis ini adalah sahih, meskipun isinya sangat mengerikan dan sangat bertolak belakang dengan apa yang kuyakini tentang Islam. Aku tidak percaya bahwa sang Nabi yang penuh pengampunan bisa mengijinkan pembunuhan seperti itu.

Kedua, dalam wawancara TV, pemandu acara bernama Wael al-Ibrashy bertanya pada Yasser Borhamy, pemimpin gerakan dakwah Salafi di Alexandria, tentang pendapatnya akan menikah dengan anak perempuan yang masih kecil. Borhamy menjawab bahwa dia tidak bisa melarang apa yang telah diijinkan Nabi dan Allahnya, bahwa menikahi anak² perempuan ingusan memang dihalalkan jika anak² itu tidak menolak.

Image

Dia lalu mengutip ayat keempat dari Surat al-Talaq (Cerai) yang mengatakan “mereka yang belum mens” harus tunggu selama tiga bulan sebelum boleh menikah lagi. Hal ini berarti anak² perempuan kecil yang dinikahi lalu dicerai harus menunggu tiga bulan, sama seperti wanita dewasa, sebelum boleh menikah lagi.

Aku sangat kaget sewaktu mengetahui bahwa Qur’an punya ayat seperti ini. Jika para pendakwah ngotot mengatakan bahwa Qur’an adalah sumber hukum yang bersifat abadi, maka aku mempertanyakan apakah Allah benar² mengijinkan perkosaan terhadap anak² kecil sebagai pesan terakhirnya pada umat manusia?

Ketiga adalah tindakan pembakaran buku Islam dari doktrin Maliki oleh Mauritanian Initiative for the Resurgence of Abolitionism (organisasi Mauritania yang mendukung penghapusan diskriminasi, sikap rasis, benci bangsa asing, intoleransi http://www.unpo.org/article/16363). Buku² dibakar mereka karena dianggap melanggar nilai² dan identitas masyarakat.

Buku² Islam dari doktrin Maliki ini menjelaskan perbedaan antara orang merdeka dan budak belian mengenai hak hidup, dan pembebasan hukuman bagi majikan yang membunuh budaknya. Dan jika seorang majikan membunuh budak milik majikan lain, maka dia hanya diharuskan membayar harga budak yang dibunuhnya itu.

Para penulis doktrin Islam Maliki mengutip hukum tersebut dari Qur’an, Surat Al-Baqarah, ayat 178 yang mengatakan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita.”

Dari pesan ayat ini sudah jelas bahwa Qur’an bukanlah buku pedoman yang bisa dipakai untuk menghapus perbudakan.

Terlebih lagi, Muslim yang percaya betul akan isi Qur’an merasa yakin bahwa jika terjadi jihad, maka perampasan tawanan wanita dan perdagangan budak akan terjadi lagi. Hal ini akan terjadi walaupun sebagian besar manusia modern telah menjauhi segala hal yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Tapi masalahnya jauh lebih besar daripada ketiga hal di atas. Tiada panutan apapun yang bisa mendorong generasi kami untuk bisa dengan yakin memilih cara membentuk masyarakat yang baik.

Masyarakat negara kami sudah jadi ke dalam kegagalan dan kemiskinan yang memalukan. Mereka berangan-angan jika mereka kembali ke masa lalu, maka mereka akan jaya kembali seperti kakek moyang mereka yang dulu. Tapi kenyataannya, masyarakat lain di bumi ini telah maju dan berkembang terus dengan berbagai kemakmuran dan berkat berlimpah dari Allah.

Sekarang lihat siapakah yang menunjuk diri mereka sebagai “pembela Islam.” Orang² ini berpikir bahwa mereka membawa misi suci yang bisa memimpin negara untuk kembali dekat dengan Allah. Tapi pada kenyataannya, orang² ini berdusta, ingkar janji, obral suara untuk memenuhi keinginan mereka sendiri, menakut-nakuti orang² yang berbeda pendapat dengan mereka, menjungkirbalikkan keadilan sosial jika bertentangan dengan niat mereka.

Apakah seperti ini yang diajarkan Islam? Jika benar begitu, maka agamaku berbeda dengan agamamu.

Saat seseorang berhadapan dengan fakta² baru yang bertentangan dengan agama mereka yang kuno, orang itu akan mengalami rasa sakit dalam batinnya yang merusak jiwanya. Dalam keadaan seperti itu, mereka terkadang jadi murtad, menyangkal fakta² baru, atau memlintir fakta sedemikian rupa agar bisa sejalan dengan agamanya.

Tapi aku memilih jalan lurus dan sikap berhati-hati dalam menghadapi hal ini: aku memilih membekukan agamaku tanpa meninggalkan sepenuhnya. Aku memilih tidak menghakimi secara menyeluruh agamaku dan fakta² baru yang kulihat. Aku mempertimbangkan semua agama dan filosofi. Aku berharap Allah mau membimbingku.

Banyak anak² muda yang juga mengambil keputusan sama denganku, sebagian mencampur sikap mereka dengan pemberontakan terhadap masyarakat yang dianggapnya mengekang dirinya. Tapi kebanyakan para Muslim ragu seperti diriku bersikap diam karena khawatir didatangi “polisi Allah” yang banyak tersebar di masyarakat kita.

Inilah pesan dari generasi bangsaku pada mereka yang memimpin negara ini: bersihkan agama dari segala hukum keji dan jangan gunakan agama untuk kepentingan politik, agar kami tidak menolak kamu dan agamamu.

Osama Dorra Murtad


FFI Alternative
Faithfreedompedia

Re: Osama Dorra Murtad

PostPosted: Thu Jan 30, 2014 9:21 pm
by gema
wiiddihhh... namanya sereem.. Osama tapi tindakanya beda 180 deg dengan osama seniornya. :green:

Banyak anak² muda yang juga mengambil keputusan sama denganku, sebagian mencampur sikap mereka dengan pemberontakan terhadap masyarakat yang dianggapnya mengekang dirinya. Tapi kebanyakan para Muslim ragu seperti diriku bersikap diam karena khawatir didatangi “polisi Allah” yang banyak tersebar di masyarakat kita.


Berarti sudah semakin banyak generasi muda nuslimers yang sudah memakai otaknya. =D>

Re: Osama Dorra Murtad

PostPosted: Thu Jan 30, 2014 10:45 pm
by buncis hitam
gema wrote:wiiddihhh... namanya sereem.. Osama tapi tindakanya beda 180 deg dengan osama seniornya. :green:

Wah baca dulu yang lengkap namanya, serem tapi imut lohhh. Osama........dorra..........Wkwkwkwkwkwkwk.