Page 1 of 1

Surat dari Murtadin Banglades

PostPosted: Sat Dec 07, 2013 8:53 pm
by qprim
Artikel dari faithfreedom.org

Hidup di Negara yang Sudah Mengalami Islamisasi: Sudut Pandang Seorang Murtad
11/27/2013

Hallo, nama saya G H, dan saya dari Bangladesh. Saya murtad dari islam dan menjadi ateis, tinggal di Bangladesh. Seperti murtadin muslim pada umumnya, alasan saya menjadi murtad adalah sifat kejam dan imperialistis dari islam, yang disebut-sebut sebagai "agama damai". Sudah menjadi pemahaman umum bahwa masyarakat muslim tidak berfungsi dengan baik dan dibangun atas pemujaan pribadi terhadap Muhammad, yang merupakan citra utama dari "agama damai". Keyakinan saya akan berkembang secara alamiah di negara yang normal dan saya akan menikmati hak untuk mengekspresikan secara bebas pandangan-pandangan saya terhadap islam dan agama secara umum, jika saja saya tinggal din negara yang tidak dipolitisasi oleh "agama yang benar". Saya ingin menceritakan kepada dunia luar seperti apa rasanya hidup sebagai murtadin di negara yang sudah mengalami islamisasi dan bagaimana negara kami jatuh ke tangan para "pelindung allah".

Islamisasi di Banglades dimulai di awal tahun 80an dari proses tersebut berlanjut sampai hari ini. Demonstrasi yang mengawali islamisasi di negara ini dimulai dengan mengutuk buku seperti "Ayat-Ayat Setan" dan mengirim beberapa warga negara Bangladesh ke pengasingan karena mengekspresikan skeptisisme dan ketidakpercayaan atas islam, dan agama secara umum. Diantara mereka adalah penulis berbakat seperti Taslima Nasreen dan jenius linguistik Asia Selatan Humayun Azad, yang belakangan ditikam sampai mati karena tulisan-tulisannya yang dianggap menghujat. Selama proses islamisasi, kami mencata bahwa konstitusi kami dirobek-robek dalam waktu satu kam sehingga kekuatan-kekuatan islamisasi dapat mengganti pasal mengenai sekularisme dengan "Keyakinan Mutlak pada allah swt".

Yang terbaru, pemerintah yang mengklaim diri 'sekuler' telah bersumpah untuk melindungi "kehormatan allah" di dunia maya! Bisa anda bayangkan! Di dunia maya! Usulan undang-undang teknologi komunikasi dan informasi yang terbaru didesain untuk menghukum mereka yang "menghin allah dan nabinya!" Reaksi dari orang yang masih berpikiran waras adalah "kenapa Tuhan memerlukan perlindungan dan kata-kata manusia?" Asif Mohiuddin satudari empat blogger yang sebelum ini ditahan karena tulisan-tulisan yang menghujat memberikan jawaban di blognya yang diberi nama "swt hanya dalam nama". Ia, bersama dengan tiga rekannya - Subrata Shuvo, Rasel Pervez, dan Moshiur Rahman - merupakan kelompok korban pertama dari undang-undang represif ini, yang memberikan hak kepada pemerintah untuk menahan siapapun yang mem-posting hal-hal ofensif di dunia maya dan boleh menahan orang tersebut selama paling tidak empat belas tahun tanpa pengadilan.

Yang lebih menakutkan bagi kami adalah media di Banglades terlalu dipolitisasi sehingga suara kami tidak mungkin didengar. Jadi, kami merasa ditinggalkan dan memilih untuk diam di dalam stuktur sosial masyarakat yang semakin irasional, diskriminatif terhadap perempuan, dari hari ke hari, dan pemikiran bebas kami dibungkam dan karenanya karenanya kami tidak mampu menyuarakan penolakan kami terhadap perubahan radikal ini yang pada akhirnya akan membawa masyarakat Banglades kembali ke jaman kegelapan, bahkan lebih buruk. Alasan negara bisa memberlakukan undang-undang seperti di atas adalah konstitusi yang ambigu yang menyatakan bahwa prinsip dasar Republik Banglades adalah sekularisme tapi juga menetapkan islam sebagai agama negara. Yang juga berkontribusi terhadap situasi yang menekan ini adalah menguatnya kelompok agama ultra puritan yang bernama "Hefazat-E-Islam" (pelindung islam). Spekulasi yang umum berkembang adalah, kelompok ini menuntut hukuman mati bagi penghujat agama dan dukungan luas dari masyarakat terhadap kelompok ini merupakan alasan utama bagi pemerintah dalam menetapkan undang-undang terkait hal tersebut. Tujuannya adalah untuk memenangkan pemilu dan membungkam semua suara yang menentang pemerintah beserta kebijakannya. Jadi, dapatkah kita menganggap bahwa inilah islam yang sesungguhnya, yang menjadikannya bukan hanya sebuah agama, melainkan juga ideologi politis yang membatasi praktek kebebasab berpendapat di negara-negara islam. Penghujatan agama hanya merupakan tipuan untuk meyakinkan masyarakat banyak bahwa hak-hak mereka telah dihargai. Namun dalam kenyataannya, semua orang harus menanggung konsekuensinya, jika kita membiarkan kelompok islamis menjalankan ideologi ekspansionis mereka untuk "mengambil alih negara".

Di bawah situasi seperti ini, dapat dibayangkan betapa beratnya bagi mereka yang murtad dari islam untuk hidup aman di negara yang telah mengalami islamisasi seperti ini. Banglades pernah dianggap sebagai negara yang memberi harapan bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat. Banyak yang masih beranggapan demikian. Tapi dengan penerapan undang-undang seperti ini, kami, orang-orang yang murtad dan tidak percaya Tuhan, akan segara menjadi orang asing di negara kami sendiri, hanya karena apa yang kami yakini dan kami katakan.
Terima kasih


Sumber: http://www.faithfreedom.org/life-in-an-already-islamized-country-an-apostate-point-of-view/

Kalau dibandingkan, ada beberapa hal yang mirip antara Banglades dengan Indonesia.
- Sama2x punya organisasi radikal; di Banglades ada Hefazat-E-Islam (pelindung islam), sedangkan di Indonesia ada FPI dan sebangsanya.
- Sama2x punya undang-undang ITE yang mengatur hal-hal mengenai cara mengemukakan pendapat di media cyber.
- Sama2x punya undang-undang anti penistaan agama yang sangat berpihak pada agama mayoritas.
- Sama2x ada diskriminasi terhadap pemeluk agama minoritas; hanya mungkin di Banglades situasinya lebih parah.

Buat semua rekan2x kafirun, kira2x apa lagi yang bisa kita lakukan, selain tetap aktif di forum ini tentunya, supaya Indonesia tidak jatuh ke kondisi seperti Banglades dan ganti nama jadi indonistan?

Surat dari Murtadin Banglades


FFI Alternative
Faithfreedompedia

PostPosted: Mon Dec 09, 2013 5:50 am
by ali5196
qprim wrote: Diantara mereka adalah penulis berbakat seperti Taslima Nasreen ....


Perkembangan baru ttg Taslima Nasreen: Muslim Tuntut Talima ke Pengadilan karena 'Menyinggung Perasaan Muslim'!
September 2013
http://old.richarddawkins.net/articles/ ... eelings-39

Penulis kontroversial Bangladesh akan menghadapi tuntutan pidana krn dituduh 'menyulit kebencian agama.' Ini gara2 seorang tokoh partai Islam mengadukannya kpd parlemen.

Tuntutan ini dilancarkan setelah Nasreen diserang pada sebuah peresmian penerjemahan bukunya dalam bahasa Hindi, Shodh, di Hyderabad, minggu lalu. Sejumlah anggota parlemen dan anggota partai politik Muslim konservatif melemparkannya dgn obyek sambil menyerukan agar ia dibunuh.

Tiga tokoh parlemen ditahan polisi karena tuduhan huru hara tapi herannya, si Taslima juga ikut diciduk. ](*,)

Nasreen, penulis 'Wild Wind and Shame,' adalah murtadinah asal Bangladesh. Karena tulisan2nya yg kritis terhdp Islam, ia menjadi target fatwa Muslim dan ancaman dari pemerintah.

Ia tinggal di Swedia dan Perancis selama bbrp tahun tapi pindah ke India di thn 2002.;

Dalam artikel2 dan buku2nya, ia menulis ttg perlakuan Muslim Bangladesh terhdp kaum Hindu, termasuk pemerkosaan dan kekerasan terhdp wanita dlm komunitas2 Muslim.

Dibawah UU India, promosi SARA bisa dikenakan penjara 3 thn.

BUlan Maret 2013, kelompok MUslim India dari Uttar Pradesh menawarkan hadiah US$13,000 bagi pemenggalan kepalanya.

FOTO2 Muslim turun ke jalan & Muslim serang Taslima: https://plus.google.com/photos/11102748 ... banner=pwa

Image
Cara Muslim menghadapi pengritik Islam! Dengan bunga!

Taslima Nasreen
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Surat dari Murtadin Banglades

PostPosted: Mon Dec 09, 2013 11:04 am
by gema
Patutlah negara-negara muslim pada kismin dan terbelakang smua, hari gini masih pikirin gimana bela si mamad dan koranya. :butthead: :butthead: