.

Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil

Postby anne » Tue Jul 09, 2013 1:10 pm

http://www.faithfreedom.org/?p=4284

Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil
by Editors : Jul 7, 2013 :
Dari: TK – India
Sir,

Aku tidak tahu apa persisnya yang harus kutulis disini. Yang kurasakan saat ini hanyalah rasa percaya diri yang lebih baik dimana ada seseorang disana yang siap mengulurkan tangan , seperti pada orang yg hendak keluar dari perahu di pantai. Ya, kupikir aku bisa memberimu contoh yang lebih baik.

Aku mahasiswa berusia 22 tahun dari negara bagian Kerala, India. Lahir di keluarga Islam yang kuat, keluarga membuatku menjalani segala hal yang menjadi tanggungjawab keluarga muslim: menanamkan keyakinan dan pemikiran mereka pada anggota keluarga yang baru.

Saat aku berusia 10 tahun, mereka mengirimku ke sekolah khusus Islam. Aku belajar disana selama 6 tahun, walau seharusnya aku berada disana selama 12 tahun. Dapat kukatakan, aku adalah siswa terbaik di kelasku.

Mereka megajariku bahasa Arab, karena siswa-siswa diharuskan memiliki kemampuan untuk memahami Quran. Namun, sebagaimana yang kau ketahui, ada lebih dari seratus makna yang sangat berbeda, yang para ulama Islam coba terapkan untuk satu ayat. So, bahkan anak usia 5 tahun bisa tahu, kalau mereka mencoba menyesatkan pemahaman orang-orang seakan Quran benar-benar sebuah buku sains yang saat ini sedang diterapkan oleh sais modern, untuk memperlihatkan bahwa Quran berasal dari Tuhan. So, aku kira kau bisa paham mengapa para ulama Islam memberi makna berbeda untuk tiap ayat dalam Quran. Saat aku merenungkan mengapa aku takut memikirkan fakta ini sewaktu masih menjadi siswa disana, alasan yang mampir di benakku adalah karena sikap kaku dan aturan ketat yang diterapkan di sekolah tersebut.

Singkatnya, aku tidak merasa nyaman dengan situasi yang kujalani di sekolah. Lantas, aku kembali ke rumah setelah belajar disana selama 6 tahun. Kukira telah kukatakan sebelum bahwa aku seharusnya berada disana selama 12 tahun. Jika aku menyelesaikan pelajaran disana, aku akan mendapatkan gelar Sarjana dalam bidang Quran dan Hadist (pemikiran Muhammad) dan dalam beberapa unit pelajaran terkait kajian Islam mendalam.

Aku mengalami banyak kesukaran dari keluargaku karena meninggalkan sekolah itu. Aku melanjutkan ke pendidikan lanjutan pertama dan lanjutan atas di sekolah umum yang disediakan pemerintah India. Sementara itu, aku melakukan sendiri penelitian mengenai hal-hal yang menghalangiku menyelesaikan studi12 tahun di sekolah Islam. Itu adalah saat-saat dimana aku sibuk menelusuri internet dan membaca buku-buku. Yang kumaksud dengan ‘menelusur internet’ adalah sesuatu yang kulakukan dari ponsel pribadiku, setelah kedapatan mencari tahu mengenai hal-hal terkait tsb lewat PC rumah. Aku hanya mendapat peringatan karena itu pertama kalinya.

Situasi memaksaku meninggalkan kotaku. Aku meyakinkan keluarga bahwa aku ingin menyelesaikan pendidikan pemerintah di kota lain yang lebih terkenal. Kupikir dengan demikian jalanku akan mulus, namun sedihnya bila pendidikanku selesai, paman tertua memaksaku bekerja di perusahaannya yang berada dekat dengan kota asalku. Kupikir ia memaksaku agar berada di bawah pengawasannya. Aku berusaha keras agar bisa menolak, namun tak bisa.

Sebagaimana yang kau ketahui, India bukanlah negara Islam. Konstitusi memberi semua warga negaranya kemerdekaan beragama, namun tidak semudah yang dikira. Apa yang akan terjadi jika kukatakan pada keluarga bahwa aku memiliki hak bila ingin merubah keyakinanku? Mereka akan memotong kepalaku saat itu juga. Masalahya menjadi lebih sulit karena aku tinggal di kota yang mayoritas muslim. So, dapat kukatakan aku tidak bisa keluar dari Islam dengan aman. Itulah sebabnya mengapa situsmu memberiku harapan, karena dikatakan: ‘Leave Islam safe.’

Saat aku sedang searching untuk mencari solusi, ada yang mengatakan tidak jadi masalah bila terus tinggal bersama keluarga. Alasannya, keyakinan adalah sesuatu yang dimiliki seseorang di pikirannya. Nama seseorang atau tinggal bersama keluarga bukan berarti orang tersebut memiliki agama dan keyakinan yang sama, yg diidentifikasikan dengan nama tsb atau agama keluarganya. Tapi, apakah aku bisa hidup sebagai non-muslim diantara keluargaku yang kuat Islamnya? Yang dapat kukatakan hanyalah seberapa cepat kuucapkan selamat tinggal pada dunia ini. Bisakah mandi tanpa menjadi basah?

Aku memerlukan saranmu yang berharga. Aku siap pergi kemanapun jika aku merasa aman dengan pemikiranku. Aku bahkan takut menulis di blog di kotaku sendiri, karena kau tahu di sisi mana aku berada. Aku telah banyak berpikir apa yang akan terjadi jika tetap tinggal dengan keluargaku? Aku terpaksa harus menikah dengan gadis dari keluarga Islam, karena tak terbayangkan jika aku menikahi gadis non-muslim selagi tinggal bersama keluarga Islam yang kuat. Aku tidak mengatakan Tuhan itu tidak ada. Pastilah ada suatu kekuatan super natural, apapun namanya, Tuhan atau Kekuatan. Aku percya padaNya. Aku hanya menuliskan pemikiranku disini, karena kupikir aku berada di tempat yang tepat dimana aku merasa aman dan percaya padamu.

Kemampuan berbahasa Inggrisku tidak begitu bagus. Aku minta maaf jika kau merasa tidak nyaman saat membacanya.

Kutunggu jawabanmu,



———————————–


Dari Ali Sina

Hai,

Ada saat-saat dimana masalah-masalah kecil tampak begitu mengganggu. Terjadi kala kita terkurung di dalamnya. Semuanya seakan tidak dapat diatasi dan tiada akhir. Di saat-saat seperti itu, keputusan yang baik untuk membicarakannya dengan orang lain. Mereka mungkin dapat melihat masalahmu dengan lebih objektif, karena mereka bisa memandangnya dari sisi luar.

Dari sudut pandangku, sudut pandang seseorang yang melihat dari sisi luar, aku sama sekali tidak melihatnya sebagai masalah. Hanya tantangan-tantangan kecil yang akan membuatmu lebih kuat. Hidup tanpa tantangan tidak ada artinya. Apa kesenangan yang diperoleh dari bermain game jika engkau tidak menghadapi tantangan sama sekali? Siapa yang mau bermain game membosankan seperti itu? Semakin menantang suatu permainan, semakin orang ingin memainkannya. Ini karena dengan mengatasi segala tantangan tersebut-lah yang membuat mereka merasa hidup.

Hidup juga suatu permainan. Hadapilah tantangan yang menghampirimu. Bermainlah dengan bijak dan dapatkan kesenangan darinya. Tantangan yang kau hadapi kecil. Di usiamu, engkau bisa independen. Namun engkau perlu mendapat pendidikan terbaik yang kau bisa. Kunci ke kemerdekaan dan keberhasilan adalah pendidikan. Fokus pada pelajaranmu. Ada cukup banyak waktu bagimu untuk memikirkan masalah agama. Segala sesuatu ada waktunya, dan sekarang adalah waktumu untuk mengejar pendidikan. Jangan bicara mengenai agama pada siapapun. Katakan pada orang-orang kau ingin focus pada studimu sekarang. Mereka tidak akan mengganggumu.
Setelah mendapat pendidikan terbaik, carilah pekerjaan dan mulai menghasilkan uang. Uang itu sangat baik. Jangan dengar mereka yang memandang rendah uang. Mereka tidak memilikinya dan merasa iri. Bekerja dengan bagus dan mendapat penghasilan bagus.

Setelah engkau mandiri secara finansial, semua orang akan menempel dan mengharap persahabatanmu. Mereka akan melakukan apapun untuk mendapat persetujuanmu. Kemudian akan kau lihat bagaimana situasi berbalik dan engkaulah yang mengendalikan.

Mengenai pernikahan, kau baru berusia 22 tahun. Ini bahkan bukan saatnya berpikir tentang pernikahan. Usia perkawinan yang sesuai untuk pria adalah 28 hingga 38 tahun (untuk wanita 25 hingga 35 tahun).

Juga, jangan pernah menikah tanpa cinta. Perkawinan yang diatur berlaku di masa lampau karena pasangan tidak diharuskan untuk saling mencintai. Mereka tidak punya waktu untuk cinta. Pria sibuk mencari uang dan wanitanya sibuk anak-anak mereka yang banyak. Hidup hanyalah perjuangan untuk survive dan pasangan-pasangan tinggal bersama tanpa kenyamanan dan kebutuhan. Dalam keluarga tanpa cinta seperti itu, kebutuhan emosional anak-anak terabaikan. Itulah sebabnya orang-orang yang berasal dari keluarga seperti itu tidak seimbang secara emosional. Mereka menderita berbagai gangguan psikologis dan kepribadian.

Perkawinan harus berdasarkan cinta. Tunggulah sampai kau menyelesaikan studimu, dan mendapat pekerjaan yang layak. Kemudian mulai berpacaran dan menikah hanya dengan orang yang kau cintai. Perkawinan tanpa cinta adalah neraka. Waktu telah berganti. Sekarang baik pria maupun wanita punya banyak waktu untuk memikirkan diri mereka sendiri dan kebutuhan emosionalnya. Mereka tidak bisa membenamkannya dalam pekerjaan. Katakan tidak pada perkawinan yang diatur. Jatuh cinta dulu, baru kemudian menikah.

Jangan mengeluh! Ingat, tak seorangpun bisa mengontrolmu jika kau tidak membiarkannya. Dengarkan saja dengan tenang dan lakukan apa yang menurutmu benar. Kau adalah kapten hidupmu, bukan orang lain. Jangan berdebat dengan orang lain. Ini memberi mereka kekuasaan. Tersenyumlah pada mereka dan katakan ‘ya’ agar mereka meninggalkanmu sendiri. Kemudian lakukan apa yang menurutmu tepat untuk dirimu.

Image

Fokus pada apa yang kau inginkan dan akan menjadi apa dirimu. Saat kau focus pada sesuatu dan terus memikirkannya, hal itu akan terwujud dengan sendirinya.

Ada suatu kisah yang bagus. Seorang anak berulangkali bermimpi tentang perkelahian dua ekor serigala. Serigala hitam menakutkannya, dan serigala putih memberinya harapan. Ia menceritakan mimpinya pada kakeknya, dan bertanya serigala mana yang akan menang. Kakeknya berkata, serigala yang kau beri makan lebih banyak. Jika engkau berfokus pada rasa takutmu, hal itu akan terwujud. Jika kau berfokus pada impian-impianmu, hal itu akan terwujud. So, daripada mengkhawatirkan masalah-masalahmu, abaikan saja semuanya dan berfokus pada masa depanmu. Rancanglah kesuksesanmu dan jangan sekalipun membuang waktu mengkhawatirkan apa yang sekarang kau khawatirkan. Jika kau tidak memberinya makan, ia akan mati.

Yang terbaik untukmu,

Ali Sina




——————————————


Dari Editor FFI

Sahabat,

Trims untuk emailmu. Saya memforwardnya pada Dr. Sina. Ia seorang pria yang bijaksana, dan saya yakin saat ia menulis padamu engkau akan mendapat nasehat yang baik.

Saya salah satu editor FFI. Perkenankan saya memberi saran singkat. Engkau masih cukup muda. Simpanlah keyakinanmu untuk dirimu sendiri, tinggallah bersama keluargamu. Jangan berbagi apa yang kau ketahui tentang Islam pada mereka. Tetaplah aman. Tiketmu pada kebebasan terletak pada studimu. Engkau cerdas, gunakanlah itu untuk berprestasi secara akademis. Ini tiketmu pada kebebasan. Saat kau menyelesaikan pendidikan dan mampu hidup mandiri, kau memiliki kebebasan untuk pindah dan mandiri. India adalah sebuah negara besar. Engkau bisa pindah ke kota lain dan menjalani hidupmu sendiri. Setelah kau dewasa, keluargamu tidak bisa menekan atau memiliki pengaruh yang sama. Kau menjadi dirimu sendiri. Jangan menikahi wanita muslim manapun. Ini adalah tiket ke neraka. Tetaplah melajang hingga kau mandiri dan bisa menemukan pasangan yang baik yang percaya pada masyarakat sekuler dan pendidikan.

Saat Ali menulis padamu, dengarlah nasehatnya. Ia pria yang bijaksana dan telah menolong banyak orang melalui nasehatnya.

Salam manis,

Kuharap yang terbaik untukmu, dan turut bersimpati. Trims telah berbagi dengan kami.


Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil


FFI Alternative
Faithfreedompedia
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil

Postby prisca » Tue Jul 09, 2013 2:12 pm

@anne
terimakasih atas usaha dan waktunya untuk berbagi..
sangat2 inspirasional, sungguh saya katakan dari hati saya yg terdalam, kata2 dari Ali Sina sangat bijaksana, menyejukkan dan manis dalam kemasan.
jujur saya tdk pernah secara khusus membaca tulisan2 dari Ali Sina.
saya pernah membaca tulisan beliau di situs ini maupun situsnya yg lain, tapi hanya sebatas jawaban atas diskusi, tdk lebih.

dari tulisan yg anda share ini, sy jadi "terangsang" untuk mengetahui tulisan2 dan cara pandang Ali Sina lbh jauh.
thx a lot. :yawinkle:

satu lagi, apa yg dikatakan Ali Sina dalam balasan diatas, jk boleh sy menuliskan pandangan saya, amat sangatlah benar, dan saya setuju.
pria2 terhebat dalam hidup saya(kakek dan ayah) pun pny pandangan yg sama.
mungkin memang benar ada tertulis dlm sebuah kitab yg mengatakan bhw org2 yg kaya sulit untuk memasuki surga, tapi bukan harafiah cara menafsirkannya.
dengan pendidikan yg bagus, graduated dgn bagus, berpekerjaan bagus dan berpenghasilan bagus...akan semakin banyak jalan yg dipunya untuk memabantu dan menunjukkan kasih pada sesama.(bukan berarti yg tdk berpendidikan dan graduated dgn bagus tdklah punya kesempatan...karena bagaimanapun org2 pilihan itu pastilah org yg istimewa :heart: )
Hal terpenting dalam hidup adalah kasih, pendidikan, Tuhan...(ketiga2nya sejajar bagi yg pny keyakinan).


maaf sekali apabila apa yg sy tulis ini tdk berkenan bagi anda.



warm regards,
prisca

Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil

Postby IC1101 » Wed Jul 10, 2013 8:33 pm

prisca wrote:dari tulisan yg anda share ini, sy jadi "terangsang" untuk mengetahui tulisan2 dan cara pandang Ali Sina lbh jauh.
thx a lot. :yawinkle:

Coba anda baca2 tulisan Ali Sina Disini
IC1101
 
Posts: 354
Images: 0
Joined: Fri Oct 21, 2011 9:54 pm

Re: Mereka memaksakan Islam padaku sejak Aku kecil

Postby anne » Thu Jul 11, 2013 12:30 am

prisca wrote:terimakasih atas usaha dan waktunya untuk berbagi..


Terimakasih kembali

prisca wrote:maaf sekali apabila apa yg sy tulis ini tdk berkenan bagi anda.


Sama sekali tidak Sis, senang aja membacanya O:)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm


Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



Who is online

Users browsing this forum: No registered users