Page 2 of 4

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Fri May 10, 2013 11:32 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... islam.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Part 4d : Sholat, Pilar Kedua Islam


Tuesday, 07 May 2013 07:46

Bagaimana sholat (tengah malam) Tahajjud --wajib di masa Muhammad, tapi tidak saat ini—dirancang agar umat Islam terjaga terus sepanjang malam untuk menjamin keselamatan Muhammad.

TAHAJJUD, SHOLAT TENGAH MALAM

Sholat Tahajjud (sholat tengah malam) diwajibkan pada Muslim di masa Muhammad untuk beberapa alasan penting. Tidak ada waktu pasti pelaksanaan sholat ini. Sholat ini dapat dilakukan setiap waktu di rumah maupun di mesjid, diantara tengah malam hingga sebelum sholat Shubuh.

Apa perlunya sholat ini?

Mengapa tidak ada waktu pasti pelaksanaannya?

Siapa yang diuntungkan dari sholat tengah malam ini?


Jawabannya sangat simpel. Sholat ini dirancang untuk menjamin keselamatan Muhammad sepanjang malam, karena setelah melakukan sholat Isha, para pengikutnya akan terjaga untuk melaksanakan sholat Tahajjud, sementara Muhammad bisa sesukanya pergi tidur bersama istri-istrinya. Dan, sekalipun para pengikutnya pulang untuk sholat di rumah, hal tersebut akan tetap membuat mereka terbangun di tengah malam, dan selalu siap untuk menyelamatkan Muhammad jika para korbannya mencoba balas dendam di malam hari.


PERLUNYA SHOLAT TAHAJJUD

Setiap Muslim tahu mengenai sholat Tahajjud yang bukan lagi merupakan kewajiban. Menurut standar saat ini, mereka yang ingin memperoleh pahala besar dari Allah boleh-boleh saja melaksanakan sholat Tahajjud. Penempatan waktu pelaksanaan di jam-jam dimana orang-orang lebih suka tidur nyenyak, membuat sholat jenis ini tidak populer di kalangan Muslim. Sebab itulah tidak lagi diwajibkan. Terserah mau sholat tengah malam atau tidak. Dewasa ini, lebih banyak dilakukan oleh para pensiunan yang tidak perlu terburu-buru pergi bekerja di pagi hari, juga oleh beberapa Muslim muda yg ‘gendeng.’ Pertanyaannya: Apa perlunya sholat Tahajjud? Mengapa Muhammad mewajibkan jenis sholat yang menyiksa ini?

Selain melakukan ‘serangan pembunuhan tiba-tiba’ di pemukiman dan kafilah non-Muslim demi harta jarahan, Muhammad juga menghabisi penyair-penyair terkemuka yang paham motif Muhammad sesungguhnya dan mencoba mengekspos kepalsuan doktrin-doktrinnya. Muhammad tidak pernah membiarkan seorangpun menentangnya. Ia memerintahkan preman-preman pengikutnya untuk membunuh para penyair ini diam-diam di tengah malam.


BEBERAPA PEMBUNUHAN TENGAH MALAM YANG DIPERINTAHKAN MUHAMMAD

Pembunuhan Penyair Wanita Asma bint Marwan:

Marah karena kekerasan-kekerasan yang dilakukan Muhammad membuat Asma bint Marwan menulis puisi yang ditujukan pada orang-orang dari suku Aus dan Khazraj, yang telah mengundang Muhammad ke Medinah: ‘Kalian mentaati orang asing yang mendorong kalian untuk membunuh demi harta jarahan. Kalian orang-orang rakus. Tidak adakah kehormatan diantara kalian?’

Dalam puisi tersebut ia juga berharap ada yang bisa mengakhiri Muhammad. Saat mendengar apa yang sudah ditulis Asma, Muhammad berkata, ‘Tidak adakah yang mau menyingkirkan perempuan ini?’

Umayr, seorang mualaf yang bersemangat dari suku yang sama dengan Asma bersedia memenuhi keinginan Muhammad.

Larut malam, ia menyelinap masuk rumah Asma, sementara wanita penyair ini sedang tertidur nyenyak dikelilingi anak-anaknya. Salah satu tertidur sambil menyusu. Umayr perlahan melepaskan bayi yang masih menyusu itu, kemudian menusukkan pedangnya ke dada Asma. Esok paginya di mesjid, Muhammad yang sudah mengetahui ttg pembunuhan tersebut berkata pada Umayr, ‘Engkau telah menolong Allah dan rasulnya.’

Umayr berkata, ‘Ia memiliki lima anak; haruskah aku merasa bersalah?’

‘Tidak,’ jawab Nabi ‘Pembunuhannya sama tak berartinya seperti dua kambing menyerudukkan kepala.’

Jika pembunuhan atas Asma begitu tak berarti, seharusnya ia bukan ancaman. Muhammad memerintahkan pembunuhan karena Asma berani menentangnya (Ibn Ishaq, hal. 676)

Pembunuhan Penyair Kaab bin Al-Ashraf:

Menurut Ibn Ishaq, setelah usaha Muhammad menyerang dan merampok kafilah Mekah di bawah pimpinan Abu Sufyan, kemudian mengarah ke Perang Badr yang menyebabkan tewasnya sejumlah besar orang terkemuka Mekah, penyair Kaab merasa terpukul. Ia menganggap para pemimpin Mekah yang tewas tersebut sebagai raja-raja Arab, sehingga hidup terasa tawar baginya setelah terbunuhnya orang-orang besar tersebut. Ia-pun menulis puisi yang meremehkan Muhammad dan mendorong penduduk Mekah untuk membalas dendam. Lantas, Muhammad memerintahkan pembunuhan atasnya, yang dilakukan di malam hari (Ibn Ishaq p.368).

"Tubuh Kaab bersujud (tunduk merendah). Setelah kematiannya semua Yahudi Bani Nadir direndahkan. Pedang di tangan kami menebasnya. Atas perintah Muhammad kami dikirim diam-diam di malam hari. Saudara membunuh saudara. Kami membujuknya ke kematiannya dengan tipu daya (kelicikan dan dusta). Mengadakan perjalanan di malam hari, berani seperti singa, kami pergi ke rumahnya. Kami membuatnya merasakan kematian melalui pedang kami yang mematikan. Kami mencari kemenangan bagi agama Nabi” (Ishaq : 368)

Pembunuhan-pembunuhan lain:

Amr dan Ansari menunggu sampai mereka tertidur. Kemudian Amr membunuh mereka, menganggap bahwa ia telah membalaskan dendam kesumat bagi Muslim yang telah dibunuh. Ketika ia datang pada Rasul, ia menceritakan apa yang terjadi. Nabi berkata, 'Kau telah membunuh orang pada siapa aku harus membayar uang darah. (Ibn Ishaq p.434).

“Nabi lewat dan ditanya apakah diperbolehkan menyerang kafir di malam hari dengan kemungkinan membahayakan wanita dan anak-anak mereka. Nabi menjawab “Wanita dan anak-anak mereka berasal dari mereka.” (Sahih Al-Bukhari Vol 4:256)



WAHYU QURAN MENGENAI SHOLAT TENGAH MALAM

Sesuai tuntutan situasi, Muhammad ‘menurunkan’ wahyu mengenai sholat tengah malam. Kita telah mengetahui tak satupun ayat Quran mengenai ‘Sholat Lima Waktu.’ Namun, Quran berisi banyak ayat yang menekankan sholat tengah malam. Ini memperlihatkan betapa senewennya Nabi pengecut kita yang takut akan keselamatannya.

“bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu..” (Quran 73:2-3)

Karena sholat Tahajjud harus dilakukan individual, bukan berjamaah, ini memaksa semua anggota keluarga terjaga sepanjang malam karena mereka harus bergantian sholat. Contohnya, setelah anggota keluarga yang pertama bangun di tengah malam dan melakukan sholat, ia akan membangunkan anggota keluarga berikutnya sebelum ia pergi tidur. Ini bisa berlangsung hingga fajar jika jumlah anggota keluarga cukup banyak. Karena sebagian besar Muslim di Medinah tinggal di rumah-rumah yang mengelilingi kediaman Muhammad, dan tiap satu atau lebih anggota keluarga harus terjaga di malam hari untuk sholat Tahajjud, maka keselamatan Muhammadpun terjamin sepanjang malam.

“atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”. (Quran 73:4)

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat..” (Quran 73:5)

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Quran 73:6)

“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Quran 73:8)

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. (Quran 76:26)


Satu-satunya tujuan ayat-ayat Quran di atas adala untuk menjamin keselamatan dan keamanan Muhammad sepanjang malam. ‘Sholat Tahajjud’ tidak lain dari ‘Tugas Jaga Malam.’ Di masa Muhammad, sholat lima waktu merupakan kewajiban berjamaah, sehingga harus dilakukan bersamanya di mesjidnya. Namun, sholat Tahajjud bukan kewajiban berjamaah. Muhammad ingin menghabiskan waktu menyenangkan bersama istri-istrinya atau tidur nyenyak di malam hari. Dan di saat yang sama ia ingin terjamin keselamatannya, maka sholat Tahajjud adalah taktik terbaik untuk mendapatkan semua itu. Dengan demikian, ia bisa asyik melantunkan ‘Bismillah’..’Bismilah’ dengan banyak istrinya, sementara para pengikutnya menyibukkan diri melaksanakan sholat Tahajjud (Menurut Muhammad seorang pria Muslim harus mengatakan ‘Bismillah; sebelum memulai hubungan seks. Sahih Al-Bukhari 1:143)


TIDAK ADA WAKTU PASTI UNTUK SHOLAT TAHAJJUD: TAKTIK MENJAMIN KESELAMATAN MUHAMMAD SEPANJANG MALAM

Muhammad menginginkan satu atau lebih anggota keluarga para pengikut dan budak-budaknya terjaga sepanjang malam, untuk menjamin keselamatannya. Sholat Tahajjudpun tidak dibuat berjamaah dan tidak ada waktu pasti pelaksanaannya. Ini membuat setiap anggota keluarga melaksanakan sholat bergantian, satu demi satu sepanjang malam. Menjamin setidaknya satu anggota keluarga tetap terjaga di sebagian besar waktu di malam hari, di setiap rumah Muslim.

Hadist berikut membuatnya sejernih kristal

Diriwayatkan Abu Ustman: Aku menjadi tamu Abu Huraira selama tujuh hari. Abu Huraira, istrinya, dan budak-budaknya, biasa terbangun dan tetap terjaga selama sepertiga malam, bergantian. Setiap orang melaksanakan sholat malam kemudian membangunkan yang lainnya
(Sahih Al-Bukhari 7:352).



TUJUAN SHOLAT TAHAJJUD: TETAP SIAGA SEPANJANG MALAM

Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas dalam Sura Al-Muzammil (73), ayat: bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (73:2-3) telah diabrogasi oleh ayat berikut, yang menyatakan: Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. (73:20) (Abu Dawood 5:1299)

Hadist ini menjelaskan bahwa Muhammad aka Allah, menghendaki para pengikutnya sholat sepanjang malam, namun hal itu tidak mungkin. Maka diperkenalkanlah sholat Tahajjud, yang dilaksanakan bergantian sepanjang malam, dengan fungsi serupa – yakni, mempertahankan agar, setidaknya satu orang dari setiap keluarga, tetap siaga sepanjang malam. Strategi pertahanan jikalau para korbannya meniru taktik Muhammad dan gengnya: menyerang dalam kegelapan. Hadist ini saja cukup untuk memahami kekosongan nilai spiritualitas sholat Islam.


TIDAK ADA AZAN UNTUK SHOLAT TAHAJJUD DI MASA KINI, BAGAIMANA DI MASA MUHAMMAD?

Tata cara sholat di masa kita sekarang berbeda dengan di masa Muhammad. Saudara/i Muslimku di masa kini tidak pernah mendengar azan di tengah malam untuk sholat Tahajjud. Namun, di masa Muhammad diserukan azan di tengah malam. Dan ini masih dipraktekkan sbg bagian seremonial di rumah Allah di Mekah dan di Mesjid Muhammad di Medinah. Bagaimanapun, tata cara ini tidak lagi dilaksanakan di tempat lain. Sudah disingkirkan berabad yang lalu. Para penguasa Muslim tahu dengan pasti mana sunna Muhammad yang diikuti mana yang tidak perlu lagi.

Diriwayatkan Abdullah bin Masood: Nabi berkata, “Azan yang diserukan Bilaal tidak seharusnya membuatmu Sahur, karena ia menyerukan azan di malam hari agar yang melakukan sholat larut malam (Tahajjud) diantaramu, dapat bergegas, dan yang tertidur diantaramu dapat bangun. Bukan berarti sudah fajar (Sahih al-Bukhari 1:594-596).

Ketiga hadist di atas cukup membuktikan betapa pengecutnya nabi kita. Dewasa ini, sholat Tahajjud yang merupakan kewajiban di masa Muhammad, telah menjadi aturan sholat tidak wajib yang kebanyakan hanya dilaksanakan para pensiunan.


SHOLAT BERUBAH SETELAH KEMATIAN MUHAMMAD

Setelah kematian Muhammad, terjadi ketegangan terus menerus, juga perang brutal diantara para sahabat yg memperebutkan kekuasaan. Mereka saling bunuh satu saa lain. Mereka tidak memandang penting tata cara yang telah diciptakan Muhammad, bahkan termasuk mengenai sholat, karena mereka sangat paham nilai ilahiah dan otentisitas Islam! Para Kalif mengubah ritual-ritual tertentu Islam sesuai keinginan dan kepentingan mereka, sementara Muslim biasa cuma mengikuti. Berikut dua hadist yang member bukti jelas perubahan dalam sholat setelah kematian Muhammad:

1. Diriwayatkan Ghailan: Anas berkata, “Aku tidak menemukan (di masa sekarang) hal-hal sebagaimana yang dipraktekkan di masa Nabi” Seseorang berkata “Sholat (seperti sebelumnya)” Anas berkata “Bukankah kau tidak melakukan dalam sholat apa yang telah pernah kau lakukan?” Diriwayatkan Az-Zuhri bahwa ia mengunjungi Anas bin Malik di Damaskus, dan ia menemukannya sedang menangis, dan bertanya mengapa ia menangis. Ia menjawab, ‘Aku tidak tahu apapun yang biasa ku ketahui selama masa hidup Rasullullah, kecuali bahwa sholat ini sedang lenyap (tidak dilaksanakan semestinya).” (Sahih Al-Bukhari 1:507)

2. Diriwayatkan Salim: “Aku mendengar Um Ad-Darda 'berkata, "Abu Ad-Darda' masuk ke rumah dalam keadaan marah. Aku berkata padanya, ‘Apa yang membuatmu marah?’ ia menjawab, ‘Demi Allah! Aku tidak menemukan para pengikut Muhammad melakukan hal-hal baik tersebut (yang dulu mereka lakukan) kecuali pelaksanaan sholat berjamaah.” (Ini terjadi di saat-saat terakhir Abu Darda’ selama pemeritahan Ustman)
(Sahih Al-Bukhari 1:622, 752-754)



TRADISI MUHAMMAD ITU B0DOH, UJAR SEORANG TABI’UN (GENERASI YANG LAHIR SETELAH KEMATIAN MUHAMMAD, NAMUN SEJAMAN DENGAN PARA SAHABAT

Diriwayatkan oleh 'Ikrima: Aku sholat di belakang seorang sheikh di Mekah dan dia mengucapkan dua puluh dua Takbir (selama sholat).Aku berkata pada Ibnu 'Abbas bahwa dia (Sheikh itu) b0doh. Ibnu Abbas menegurku dan berkata, ‘Itui adalah tradisi Abu-l-Qasim (Muhammad) (Sahih Al-Bukhari 1:755)


ALLAH MEMINTA MUSLIM UNTUK TIDAK SHOLAT DI SIANG HARI!

Jangan kaget mengenai ini! Ya, Allah mengatakannya di surah Muzammil, dimana ia menekankan sholat sepanjang malam.

Kita telah melihat bahwa Muhammad, sebagaimana Quran, menekankan pentingnya sholat di waktu malam. Namun, mengenai sholat di siang hari Allah memperlihatkan kebingungan dengan ‘mewahyukan’ ayat-ayat yang berkontradiksi. Misalnya, surah Muzammil, selain menekankan sholat Tahajjud tengah malam, juga menyarankan Muslim untuk menyibukkan diri dengan aktivitas keduniawian daripada sholat.

“Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak) (Sura Muzammil 73:7)

Selama siang hari, ketika setiap orang terjaga, Muhammad tahu bahwa kecil kemungkinan serangan oleh korbannya. Maka, ia tidak merasa perlunya keamanan tambahan di sekitarnya sepanjang siang hari. Dengan demikian, walaupun ia menurunkan beberapa ayat mengenai sholat siang hari--kemungkinan karena ikut tradisi sekte Hanif—dalam surah Muzammil ia mencoba mengendurkannya.

Saat ini, sungguh menakjubkan melihat bagaimana Muslim telah membalikkan ajaran-ajaran Quran. Kita mengabrogasi beberapa ayat di surah Muzammil mengenai sholat tengah malam dengan tidak melaksanakannya. Di sisi lain, kita menekankan pentingnya sholat-sholat di siang hari, yang telah diabrogasi atau tidak diutamakan di ayat lain surah Muzammil (73:7). Dengan kata lain, kita menentang perintah Allah dengan sholat selama siang hari.


KESIMPULAN

Saudara/i-ku sesama Muslim, kita Muslim di abad ke-21 secara tidak sadar membuang waktu berharga kita dengan sholat lima kali sehari, untuk kehidupan akhirat ‘imajiner. Sedangkan Nabi Muhammad dan para sahabat jihadisnya di abad ke-7 bersholat untuk kepentingan dan keserakahan duniawi mereka.
Sementara Muhammad sholat demi kekuasaan dan jaminan keamanan pribadinya, para pengikutnya yang licik sholat untuk meraup bagian dari harta jarahan yang didapat Muhammad dari perampokan. Bukankah amat memalukan, seorang barbar buta huruf dari tanah Arab di abad ke-7 membod0hi orang-orang pintar dan berpendidikan diantara kita saat ini?

Mari kita kaji lebih jauh mengenai sholat Jumat, sholat khusus Ramadan (Tarawih) dan sholat Qiyam Al-Lail, di bagian selanjutnya artikel ini.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Sun May 12, 2013 8:34 pm
by miau miau
lanjut sis, kalo bisa di buat versi pdfnya biar bisa di download, tp yang lengkap ya hehehe

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Sat May 25, 2013 8:37 am
by anne
lanjut sis, kalo bisa di buat versi pdfnya biar bisa di download, tp yang lengkap ya hehehe


Baru lihat link-nya ternyata sudah ada sambungannya. Saya baca dulu ya, terjemahannya menyusul.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue May 28, 2013 5:06 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... greed.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Part 4e Pilar Kedua Islam: Sholat Jenazah dan Keserakahan Muhammad


Friday, 17 May 2013 04:16 Mirza Ghalib

Pembaca mungkin bosan bila bab mengenai sholat terlalu panjang. Saya mencoba menyingkatnya sebaik mungkin. Sholat adalah kewajiban Islam yang paling menghancurkan kita, Muslim. Ada lebih dari 30 jenis sholat yang dibuat Muhammad demi kepentingan dan keuntungannya sendiri. So, saya akan mencakup semuanya sebisa mungkin.

Nabi Muhammad mengumpulkan 1/40 bagian harta berupa Zakat yang ia wajibkan pada Muslim untuk menambah pundi-pundinya. Ia bahkan mengumpulkannya setelah kematian Muslim sebagai syarat memimpin sholat jenazah mereka. Ia menerima penundaan Zakat almarhum dari kerabat atau teman-teman mereka. Ini jelas menunjukkan betapa Muhammad serakah dan menyukai kekayaan.

Sahih Al-Bukhari/ Volume 3, Book 37, Number 492:

Diriwayatkan Salama bin Al-Akwa: seorang yang meninggal dibawa pada Nabi agar ia bisa memimpin sholat baginya. Ia bertanya, “Apakah ia berhutang?” Ketika orang-orang menjawab tidak, ia memimpin sholat jenazah. Seorang lain yang meninggal dibawa dan ia bertanya, “Apakah ia berhutang?” Mereka berkata, “Ya.” Ia (menolak memimpin sholat dan) berkata, “Pimpinlah sholat untuk teman kalian.” Abu Qatada berkata, “Wahai Rasullullah aku berjanji membayat hutangnya.” Rasullullah kemudian memimpin sholat jenazahnya.

Pembaca mungkin mengira saat Muhammad bertanya ttg hutang-hutang almarhum, ia bertanya secara umum . Faktanya, Muhammad tidak pernah perduli siapa berhutang pada siapa. Dalam artikel selanjutnya mengenai Zakat, akan saya soroti betapa materialistiknya nabi kita ini.

Di sisi lain, Muhammad memimpin sholat jenazah musuhnya, Abdullah bin Ubay, pemimpin politik yg sedang naik daun di Medina sebelum Muhammad hijrah kesana. Muhammad ingin menyingkirkannya agar tidak ada kendala baginya untuk menjadi penguasa Medinah. Muhammad bekerjasama dengan Allah memperolok dan mencapnya sebagai seorang ‘munafik’ walaupun ia telah masuk Islam. Ketika Abdullah bin Ubai meninggal, walaupun ada keberatan dari sahabat sekaligus penasehatnya, Umar, Muhammad tetap memimpin sholat jenazah Ubai karena kekayaan yg dimilikinya dan untuk mengambil hati para pendukung Ubai.

SAHIH AL-BUKHARI / Vol 2:359

Diriwayatkan Ibn Umar: Ketika Abdullah bin Ubai (pemimpin kaum munafik) meninggal, putranya datang pada Nabi dan berkata, “Wahai Rasullullah! Berikanlah bajumu untuk membungkusnya, melakukan sholat jenazah baginya dan meminta pengampunan Allah baginya.” Maka Rasullullah (saw) memberikan bajunya dan berkata, “Beritahukan padaku (saat jenazah siap) agar aku melakukan sholat jenazah.” Maka, ia memberitahukannya dan ketika Nabi bermaksud melakukan sholat jenazah, Umar memegang tangannya dan berkata, “Tidakkah Allah melarangmu melakukan sholat jenazah bagi kaum munafik? Nabi berkata, “Aku telah diberi pilihan karena Allah berfirman: (Sia-sialah) apakah engkau (Wahai Muhammad) meminta pengampunan bagi mereka (kaum munafik), ataupun tidak. Walaupun engkau meminta tujuh puluh kali pengampunan bagi mereka, Allah tidak akan memaafkan mereka (9:80)” Maka Nabi melakukan sholat jenazah dan tentang itu turun wahyu: “Dan jangan pernah (Wahai Muhammad) sholat (sholat jenazah) untuk salah seorang diantara mereka (kaum munafik) yang meninggal.” (9:84).

Kedua hadist di atas membuat watak Muhammad terpampang jelas. Ia menolak melaksanakan sholat jenazah seorang pria yang memiliki hutang. Ketika masalah hutang beres, Muhammad dengan gembira memimpin sholat janazahnya. Di sisi lain, Muhammad memimpin sholat jenazah Ubai—yang pernah menjadi saingan dan pencemooh Islam selama sepuluh tahun—walau Umar, kalif kedua Islam menganjurkan untuk tidak melakukannya. Muhammad melakukannya bukan karena berhati mulia, namun murni permainan politik. Jika ia berhati mulia, ia tidak akan menolak memimpin sholat jenazah Muslim miskin yang terlilit hutang.

Menurut Quran dan Hadist, Muhammad tidak pernah melakukan segala sesuatu atas keinginan sendiri (lihat QS 53:3-4) tapi atas perintah Allah. Dalam kasus sholat jenazah Ubai, Muhammad jelas tahu bahwa Allah tidak akan menerima karena Ubai seorang yang ‘munafik’ (Quran 9:84). Lantas, mengapa ia memimpin sholat tsb? Itulah watak Muhammad sesungguhnya.

MEMUJI MUHAMMAD: SUATU HAL YANG MEMALUKAN

Saat saya masih menjadi anggota Sunnat-e-Kamaat, telah menjadi kebiasaan bagi anggota Sunnat-e-Jamath, bilamana mendengar nama Muhammad disebut saat khotbah dan azan, kami akan mencium tangan kami sebagai tanda cinta dan hormat pada Muhammad (dalam bahasa Urdu disebut ‘Bosa’). Sekarang, sebagai murtadin saya merasa malu akan hal itu. Masih ada ratusan ribu diantara kita, Muslim anggota Sunnat-e-Jamaat, yang melakukan ini sedikitnya 20 kali sehari. Adalah suatu kejahatan di kita, Muslim, menunjukkan cinta dan hormat pada seorang kriminal, pembunuh massal, perampok, pedofil dan kepala geng mafia terbesar dalam sejarah.

Kehadiran Muhammad di dunia ini adalah hal yang sangat terkutuk bagi kemanusiaan, sama seperti Genghis Khan atau Hitler. Ia politisi licik dalam hal doktrin kejahatan. Buku-buku Islam: Quran, Hadist dan Sira, adalah saksi abadi karir kejahatannya. Yang kita Muslim harus lakukan adalah: berhenti mendengar orang-orang yang kita sebut ‘kaum ulama’ Islam dan mulai mempelajari sendiri ttg Islam melalui Quran dan Hadist.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue May 28, 2013 9:45 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... rayer.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Part 4f Pilar Kedua Islam: Perlunya Sholat Berjamaah dan terciptanya Sholat Jumat


Monday, 20 May 2013 05:29 Mirza Ghalib

Agar terus mencengkram pengaruh atas pengikutnya, Muhammad awalnya memaksa mereka melaksanakan kewajiban sholat di mesjidnya dengan ia sebagai Imam, namun saat ini tidak lagi berhasil karena para pengikutnya semakin menyebar jauh dari Medinah, ia menciptakan Sholat Berjamaah seminggu sekali: sholat Jumat, untuk melanggengkan kekuasaannya.
________________________________________

Kita, Muslim, dibuai agar percaya bahwa sholat Jumat adalah sholat yang sangat penting dan menguntungkan, dan tak ada Muslim yang melewatkannya dengan alasan apapun. So, sholat Jumat sama pentignya bagi muslim fanatik atau muslim biasa yang mencapai 90 persen, yang dengan bangga menyebut diri mereka ‘muslim moderat’ di kalangan non-muslim. Namun, tak seorangpun dari kita merasa perlu mengetahui apa sesungguhnya sholat Jumat itu. Walau saya hidup di India, di bawah pemerintahan non-muslim kaum kafir yang toleran memungkinkan kita, Muslim, untuk pergi ke mesjid di hari Jumat melaksanakan sholat ‘Jumat’ saat jam kerja kantor. Ini cukup membuktikan betapa pentingnya sholat Jumat bagi muslim. Kita, muslim, merasa bangga mendapatkan hak istimewa ini dari pemerintah kafir. Namun, jika kita memahami motif sesungguhnya di balik sholat Jumat, kita akan merasa malu, karena telah membuang sia-sia sedikitnya dua jam per minggu waktu kita yg berharga.

Sekali lagi saya mendorong saudara/i muslim untuk menghabiskan jumlah waktu yang sama, dua jam per minggu, untuk mempelajari Islam dari buku-buku asli kita. Saya tantang, jika kalian melakukannya, keyakinan kalian akan Islam akan runtuh dalam waktu satu bulan.


DI MEDINAH, ISLAM MENYEBAR LEBIH CEPAT DARI YANG MUHAMMAD HARAPKAN

Setelah 12 hingga 13 tahun berusaha keras berdakwah untuk menyebarkan Islam di Mekah dan menjadi pemegang kunci Kabah, terbukti gagal, Muhammad bermigrasi ke Medinah, dengan harapan jelas menundukkan dan memerintah atas penduduk Medinah. Namun, mengingat kegagalannya di Mekah, Muhammad awalnya tidak mengira begitu cepatnya kekuasaan dan ajaran sesat (cult)nya menyebar. Faktanya: doktrin kejamnya demikian berkilat sehingga kekuasaan di bawah kepemimpinan tirannya menyebar seperti api di wilayah Arab yang amat luas dalam jangka waktu 10 tahun. Mulanya, ia memerintahkan semua pengikut yang tinggal dekat dengan mesjidnya, untuk melaksanakan sholat 5 waktu berjamaah yang HANYA di-Imami olehnya (yi. Sholat di belakangnya di mesjid Medinah), dan mereka mengikuti perintah tsb.


SHOLAT BERJAMAAH 25 ATAU 27 KALI LEBIH UTAMA

Dengan semakin meluasnya kekuasaan Muhammad, tempat tinggal muslimpun semakin menjauh dari mesjidnya di Medinah, dan menjadi sulit bagi mereka untuk datang sholat lima kali sehari di mesjid Muhammad. So, walaupun melalui jihad mereka mendapat harta jarahan, budak-budak berupa anak-anak perempuan dan laki-laki serta makanan berlimpah hasil kerja keras kafir, mereka merasa terganggu, kesal bila harus sholat lima kali sehari di mesjidnya. Mereka mencoba meyakinkan Muhammad, jika Allah menghendaki mereka sholat lima waktu, biarlah mereka sholat di rumah. Maka Muhammad menciptakan gagasan ttg keutamaan sholat berjamaah:

Nabi Muhammad berkata, “Sholat berjamaah 27 kali lebih utama daripada sholat yang dilakukan sendirian (Sahih Al-Bukhari/ Vol 1:618)

Nabi Muhammad berkata, “Sholat berjamaah 25 kali lebih utama daripada sholat yang dilakukan sendirian (Sahih Al-Bukhari/ Vol 1:619-620)

Muhammad selalu memberikan pernyataan bertentangan, sebagaimana yang kita lihat di kedua hadist di atas. Ada ratusan hadist bertentangan semacam itu yang tersebar semua koleksi Ahadist. Sejumlah kontradiksi serupa dapat dilihat dalam Quran, yang membuktikan pengarang Quran hanyalah manusia biasa, yi. Nabi tercinta kita, Muhammad.


BAKAR MEREKA YANG MENGHINDARI SHOLAT BERJAMAAH YANG KU-IMAM-I

Para pengikut Muhammad, tidak kalah licin dari tuannya, juga menemukan ide mereka sendiri untuk sholat berjamaah di salah satu rumah terdekat dengan tempat tinggal mereka. Menanggapi ini, Muhammad curiga dan marah. Ia memerintahkan membakar mereka dalam rumahnya jika tidak mau sholat berjamaah yang ia imami di mesjidnya.

Sahih Al-Bukhari/ Vol 1:11:626

Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, “Tidak ada sholat yang leibih sulit bagi kaum munafik daripada sholat Shubuh dan Isha, dan jika mereka tahu pahala sholat ini pada waktunya, mereka pastilah datang (ke mesjid) bahkan jika harus merangkak.” Nabi menambahkan, “Aku putuskan untuk memerintahkan muezzin mengumumkan azan serta memerintahkan seorang laki-laki memimpin sholat, kemudian mengambil api untuk membakar mereka semua, yang tidak keluar mengikuti sholat, bersama rumah-rumahnya.


KEUTAMAAN SHOLAT DI MESJID MUHAMMAD DI MEDINAH

Muhammad telah membunuh ratusan Yahudi, Kristen dan Pagan. Kadangkala ia membunuh ratusan diantaranya dalam satu hari, seperti serangan atas Banu Qurayza (627), Banu Mustaliq (627), and Khaybar (628). Tidak ada perkecualian atas Muslim jika ia meragukan kesetian mereka padanya. Juga, jika ia berhasrat pada perempuan manapun yang sudah menikah, ia akan membuat perempuan tsb ‘menjanda’ secara licik dengan menyingkirkan suaminya. Biasanya dengan menempatkan mereka di posisi berbahaya saat melakukan jihad agresif terhadap kafir.

Muhammad tidak pernah bermaksud membunuh para pengikut laki-laki kecuali karena alasan di atas, karena keberhasilannya sepenuhnya tergantung pada mereka. Bahkan ia mengutuk muslim-muslim yang bunuh diri karena tidak tahan menderita penyakit. Ia menginginkan semua muslim mati baginya dengan berjihad. Jihad tak lain adalah merampok, menjarah, membunuh dan menangkap non-muslim lewat serangan tiba-tiba pada pemukiman dan kafilah mereka. Yang diinginkannya ialah agar pengikutnya selalu berada di bawah kendalinya, sebab itulah, disamping mengancam ‘membakar’ hidup-hidup para pengikutnya jika tidak sholat di mesjidnya, ia juga membujuk agar mereka mau sholat berjamaah di-imaminya dengan mengumumkan bonus extra ilahiah bila datang ke mesjidnya setiap sholat.

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah berkata, “Satu kali sholat di Mesjidku lebih baik dari seribu kali sholat di mesjid manapun, kecuali mesjid Al-Haram.” (Sahih Al-Bukhari 2:21:282)

Bahkan saat ini, kita Muslim yang pergi Haji menghabiskan waktu yang sama di mesjid Muhammad di Medinah dan di Kabah, Mekah, agar dapat meraih pahala sholat sebagaimana disebut di hadist atas. Tak seorangpun dari kita bertanya: Bagaimana mesjid Nabi di Medinah bisa memiliki kebesaran yang sama dengan Kabah. Bagaimana bisa Muhammad membandingkan mesjidnya dengan rumah Allah, Allah yang maha tahu dan maha ada? Kita mungkin menerima bahwa Kabah adalah mesjid terbesar di dunia, sebab itu dinamai Rumah Allah. Namun, dengan cara bagaimana mesjid Muhammad di Medinah dapat disetarakan dengan Kabah? Hadist di atas memberi gambaran jelas tipuan Muhammad untuk memperoleh yang ia inginkan.


WAHAI MUSLIM! KESELAMATANKU LEBIH PENTING DARI HIDUPMU

Pengikut Muhammad tak kalah licin darinya. Like Prophet like followers! Mereka juga sangat materialistik. Jelas Muslim saat itu tidaklah seb0doh Muslim saat ini yang percaya begitu saja semua yang dikatakan Muhammad. Bagaimanapun mereka murid langsung Muhammad dan jauh lebih mengenalnya.

Ketika Muhammad menekan mereka untuk datang sholat berjamaah di mesjidnya, mereka membuat rencana sendiri untuk menekan Muhammad agar tidak memaksa mereka sholat berjamaah. So, mereka memberitahu Muhammad bahwa mereka akan pindah tinggal di rumah-rumah di dekat mesjid Muhammad di Medinah. Tapi Muhammad tidak menerima gagasan tsb. Untuk alasan keselamatan, Muhammad menginginkan hanya tinggal di dekat para pengikut yang paling ia percaya. Ia juga menghendaki beberapa level lingkar keselamatan di sekelilingnya dalam berbagai interval. Ia ingin Muslim tinggal menyebar seputar tempat tinggalnya agar yang di lapisan luar menghadapi resiko kemungkinan serangan balasan dendam dari para korban jihad. Menjadi garis pertahanan pertama. Ia juga terobsesi harus ada mata-mata yang mensurvei tempat-tempat terjauh, mengumpulkan informasi ttg pergerakan para korban-korbannya. So, Muhammad mengumumkan bonus pahala bagi mereka yang datang ke sholat berjamaah ke mesjidnya dari tempat yang jauh. Ia mengarang dongeng bahwa mereka yg datang ke mesjidnya 5 kali sehari dari tempat-tempat yg jauh akan mendapat pahala lebih besar dari setiap langkah kaki ke mesjidnya. Muhammad memberi tambahan bagian harta jarahan pada mereka yang posisinya dirasa penting bagi keamanan dan kesuksesannya.

Diriwayatkan Humaid: Anas berkata, “Nabi berkata, ‘Wahai Bani Salima! Tidakkah kalian tahu untuk setiap langkah kakimu (ke mesjid) ada pahala (saat datang untuk sholat)?’ Mujahid berkata: “Mengenai pernyataan Allah: ‘Kami mencatat apa yang telah mereka kirim sebelum (mereka) dan jejak-jejak mereka’ (36.12). ‘Jejak-jejak mereka’ berarti ‘langkah kaki mereka.’ “Dan Anas berkata bahwa orang-orang dari Bani Salima ingin pindah tempat tinggal di dekat Nabi tapi Rasullullah tidak menyukai gagasan membiarkan rumah-rumah mereka tidak dihuni, dan berkata, ‘Tidakkah kalian tahu bahwa kalian akan mendapat pahala untuk jejak-jejak kaki kalian.’ Mujahid berkata, ‘Jejak-jejak kaki mereka berarti jejak langkah mereka, dan mereka pergi berjalan kaki.” (Sahih Al-Bukhari 1/11/625)

Diriwayatkan Anas: (Orang-orang) Bani Salama hendak pindah dekat ke mesjid (Nabi) tapi Rasullullah tidak suka melihat Medinah dikosongkan dan berkata, “Wahai kaum Bani Salama! Tidakkah kalian tahu bahwa kalian akan mendapat pahala untuk langkah-langkah kaki kalian kea rah mesjid?” Maka mereka tetap tinggal di kediamannya (Sahih Al-Bukhari 3/30/111)

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue May 28, 2013 9:54 pm
by anne
MUSLIM BIASA TERHINDAR, PEMIMPIN KELOMPOK DIBEBANI

Berjalan waktu, pemukiman Muslim menyebar dengan cepat di wilayah yang lebih luas. Mengunjungi mesjid Muhammad untuk sholat lima waktu menjadi beban yang amat berat bagi para Muslim yang tinggal jauh dari rumah Nabi di Medina. Juga menjadi hal yang menggelikan diantara non-Muslim. Lantas Muhammad, sang nabi ‘ilahian’ yg praktis, menyerah pada gagasannya sendiri memaksa pengikutnya—yang tinggal jauh dari mesjid—untuk datang sholat lima waktu di mesjidnya. Namun, agar tetap bisa mengawasi kesetiaan mereka, setidaknya tidak melepaskan diri dari pengaruhnya atau memberontak, ia memerintahkan tidak semua orang, melainkan hanya para pemimpin kelompok (Imam-imam mereka) yang datang ke mesjid melaksanakan sholat yang ia imami. Istilah ‘Imam’ dalam Islam berarti ‘pemimpin’ atau ‘penguasa.’ Ini tidak ada kaitannya dengan keilahian (Sahih Al-Bukhari 2/13/18).

Setelah ‘sholat,’ memberikan informasi dan mendiskusikan masalah politis terbaru dengan Muhammad, para imam tersebut kembali ke kelompoknya dan sholat sekali lagi: jadi imam bagi orang-orangnya. Dengan cara ini, para imam melaksanakan tiap sholat sebanyak dua kali! Demi Muhammad, dan dengan cara ini Allah merancang system keamanan ketat bagi nabi yang ia cintai. Allah tak mau ambil pusing mengenai para imam tsb, yang bersusah payah melaksanakan sholat ‘dua kali’. Mungkin juga para imam yang materialistik ini tidak merasa berkeberatan, karena Allah (Muhammad) akan menyuap mereka dengan memberikan harta jarahan tambaham atas kerja keras mereka.

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah: Mu'adh biasa sholat dengan Nabi, dan kemudian pergi dan memimpin orang-orang (suku)nya sholat itu lagi (Sahih Al-Bukhari 1/11/668-679)


KETIDAKAMANAN SEBAGAI PEMIMPIN MENYEBABKAN MUHAMMAD MEMERINTAHKAN SHOLAT JUMAT PADA UMMAH-NYA

Setelah membaca artikel-artikel dalam seri ini, akan menjadi jelas bagi kita bahwa Muhammad seorang tiran dan politisi yg tidak jujur. Ia tidak puas dengan sistem pertemuan harian para Imam kelompok. Ia tidak pernah percaya orang lain dalam masalah politis, terutama para Imam komunitas-komunitas Muslim yg jauh tempat tinggalnya, yang bisa menjentik intrik terhadapnya. Kita tahu bahwa segera setelah Muhammad meninggal, komunitas-komunitas tsb melepaskan diri dari Islam, memaksa Abu Bakr mengobarkan Perang Ridda yang berdarah. Periode paling kritis bagi Islam di Medinah.

So, selayaknyalah Muhammad meragukan kesetiaan para Imam, dan ingin berhubungan langsung dengan Muslim biasa untuk mengamankan kedudukannya. Ia memutuskan bertemu pengikutnya, setidaknya seminggu sekali untuk mempertahankan kepemimpinannya atas mereka. Maka, ia menciptakan gagasan Sholat Jumat berjamaah, serta memerintahkan Muslim yang bertempat tinggal jauh untuk datang ke mesjidnya sekali seminggu, sholat Jumat. Untuk menerapkan gagasan sholat Jumat ini, ia mengajukan alasan konyol berikut demi meyakinkan para pengikutnya: Katanya, “Sabtu sibuk, Minggu diambil Kristen, biarlah kita mengambil Hari Jumat untuk kita.


SABTU UNTUK YAHUDI, MINGGU UNTUK KRISTEN – BIARLAH JUMAT UNTUK MUSLIM

Rasullullah berkata: Bagi Yahudi hari yang disiapkan untuk sembahyang adalah hari Sabtu, dan bagi Kristen hari Minggu. Dan Allah berpaling pada kita dan memberi petunjuk ke hari Jumat. Kita diberi petunjuk yang benar ke hari Jumat, tapi Allah menyesatkan mereka sebelum kita (Yahudi dan Kristen) dari hal itu. Karena itulah maka Yahudi dan Kristen akan datang setelah kita di Hari Kiamat (Sahih Muslim 4:1862)

Diriwayatkan Abu Huraira: Aku mendengar Rasullullah (saw) berkata, “Kita (Muslim) yang terakhir (datang) tapi (akan menjadi) yang paling utama di Hari Kiamat walau umat-umat sebelumnya diberikan Kitab Suci sebelum kita. Dan ini adalah hari (Jumat) mereka, perayaan yang diwajibkan bagi mereka namun mereka berbeda pendapat tentangnya. Maka Allah memberikan kita petunjuk ke hari itu (Jumat) dan semua orang lain berada di belakang kita dalam hal ini: (hari suci) umat Yahudi besok (yi, Sabtu) dan (hari) umat Kristen lusa (yi, Minggu)” (Sahih Al-Bukhari 2/13/1,21)

Perhatikan bahwa gagasan Muhammad ttg ‘semua orang lain berada di belakang kita’ benar-benar salah, karena hari kerja pertama dalam satu minggu bagi orang-orang Arab adalah hari Sabtu, dalam bahasa Arab disebut [b]‘Yom As-Sabt’. Hari kerja kedua adalah hari Minggu, yang dalam bahasa Arab disebut ‘Yom Al-Ahad’ yang justru berarti ‘Hari Kesatu’ atau ‘Hari Pertama.’[/b]

Saudara/i Muslimku! Kalian mungkin bingung bagaimana ‘hari kedua’ dalam satu minggu (yi, Minggu) bisa disebut ‘Hari Pertama’ di negara-negara Arab? Ini adalah salah satu bukti nyata sejauh mana Muhammad telah meminjam budaya, tradisi, bahasa dan kitab-kitab Yahudi. Namun, masih saja ia menganggap Yahudi sebagai musuh utama Muslim. Yahudi menentang Muhammad karena ia mencuri banyak hal dari mereka, diantaranya: wudhu, berpuasa, sunat, larangan makan babi, dsbnya, sudah demikian masih saja ia mengklaim Islam sebagai wahyu/agama barunya.

Bagi Yahudi, Sabtu adalah hari terakhir yang dalam bahasa Ibrani mereka sebut ‘Shabbat.’ Hari kerja mereka dalam satu minggu dimulai dari hari Minggu yang mereka sebut ‘Yom Reeshone’ (yi, hari pertama). Muhammad menjiplak tanpa merubah artinya, dan hari kedua versi Muhammad dalam satu minggu (hari Minggu) sebagai ‘Yom Al-Ahad’ yang dalam bahasa Arab berarti ‘Hari Pertama.’ Ada banyak tradisi yang tidak relevan semacam itu yang terdapat dalam Quran, Ahadist dan budaya Arab.

Selanjutnya, melalui penemuan taktis sholat Jumat berjamaah, Muhammad sukses mempertahankan kekuasaannya atas semua Muslim. Mereka harus mengunjungi mesjidnya sedikitnya sekali seminggu, walaupun kediaman mereka jauh dari mesjidnya. Ia juga mengklaim sholat ini diperintahkan Allah, ‘boneka’nya yang selalu siap menurunkan ayat sesuai keinginan Muhammad.


KESIMPULAN

Dalam artikel ini, kita lihat bagaimana dalam usaha mempertahankan cengkraman kekuasaan atas pengikutnya Muhammad menekankan pentingnya sholat berjamaah 5 waktu di mesjidnya di Medinah. Dan ketika hal ini tak lagi bisa dipertahankan karena pertumbuhan dan persebaran umat Islam jauh dari Medinah, ia menciptakan Sholat Jumat Berjamaah. Dengan demikian setiap Muslim akan melakukan sholat setidaknya sekali seminggu di bawah otoritas dan di-imami Muhammad. Di kesempatan ini juga ia menyampaikan keputusan-keputusan penting pada para pengikutnya lewat Khotbah Jumat.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Wed May 29, 2013 10:20 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... rayer.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Part 4g Pilar Kedua Islam: Motif dan Pentingnya ‘Khotbah’ saat Sholat Jumat


Thursday, 23 May 2013 06:41 Mirza Ghalib

Dalam artikel saya sebelumnya mengenai sholat Jumat berjamaah, kita melihat usaha keras Muhammad untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruh atas semua pengikutnya. Awalnya dengan memaksakan sholat lima waktu di mesjidnya, dengan diimami olehnya. Namun, seiring serangan jihad merampok dan menundukkan komunitas kafir Arab, komunitas muslim mulai menyebar jauh. Dengan kondisi spt ini, pemaksaan, terutama terhadap mereka yg tinggal jauh dari rumahnya di Medinah sulit terlaksana. Itulah sebabnya ia menciptakan kewajiban sholat Jumat berjamaah seminggu sekali di mesjidnya.

Masih dalam topik yang sama, kita akan mempelajari aturan-aturan yang ditetapkan Muhammad untuk sholat Jumat, dilengkapi ‘penyucian’ Allah dan esensi khotbah Jumat. Kita juga akan melihat bagaimana Muhammad menggunakan kesempatan sholat Jumat untuk memotivasi para pengikutnya: mengobarkan serangan jihad terhadap non-muslim atas nama Islam.


ATURAN-ATURAN SHOLAT (JUMAT) BERJAMAAH

Muhammad menetapkan aturan-aturan terkait sholat Jumat sebagai bagian rencananya mempertahankan kekuasaan atas semua pemimpin kelompok muslim (para Imam) dan muslim biasa. Saudara/i muslimku! Bacalah dan temukan sendiri, adakah yang bersifat Ilahiah dalam aturan-aturan sholat Jumat ini.

1. Sholat Jumat harus dilaksanakan di kota besar, kota kecil atau di desa/kampung besar, dengan sejumlah besar jamaah di jam sholat Zuhur. Sholat Jumat seharusnya tidak dilaksanakan di desa kecil.

2. Khotbah--dakwah seremonial-- adalah bagian terpenting yang harus disampaikan sebelum sholat (Inilah alasan utama keberadaan sholat Jumat, yi, Muhammad hendak menyampaikan rencana-rencana serangan jihad terhadap kafir, dan mengatur pasukan jihadis yang melaksanakan serangan).

3. Selama Khotbah berlangsung, berbicara, makan, minum, menyahut pembicaraan apapun, mengucapkan ayat Quran, Sunnah, doa Nafl, dsbnya, tidak diizinkan (Dengan demikian, tak seorangpun terganggu saat menelan racun yang disampaikan Muhammad lewat khotbah).

4. Hadir pada waktunya saat sholat Jumat sangatlah penting.


KEBERSIHAN HANYA DIMAKSUDKAN UNTUK SHOLAT JUMAT SAJA

Membicarakan masalah kebersihan dalam komunitas Muslim kita adalah hal yang memalukan. Kita, orang Muslim, terkenal akan standar ‘kebersihan’ yang minim, keterbelakangan, dan rendahnya pendidikan/melek huruf di seluruh dunia. Saudara/i Muslimku yang tinggal di negara-negara Islam tidak perlu malu akan hal ini, karena mereka mereka tidak punya gagasan dari masyarakat lain mengenai kebersihan. Namun, ini suatu hal yang sangat disesalkan bagi Muslim yang hidup di negara non-muslim. Jika menyangkut masalah kebersihan mereka menganut gaya hidup abad ke-7 di masa modern ini.

Di provinsiku di India, sulit bagi Muslim untuk menyewa rumah, terutama karena mereka tidak dapat menjaga kebersihannya—berkat gaya hidup abad ke-7 dan keterbelakangan. Menurut sebuah hadist, Muslim diperintahkan Muhammad untuk mandi sekali seminggu sebelum menghadiri sholat Jumat. Ini adalah praktek masyarakat buta huruf padang pasir di abad ke-7. Namun, banyak Muslim di abad modern juga cenderung mengadopsi praktek tidak hiegienis ini sebagai bagian ‘kewajiban agama’ mereka, walaupun ketersediaan air bukan masalah.

Saya mengenal banyak pria Muslim yang hanya mandi di hari Jumat dan memakai wewangian (atar) di baju mereka untuk mengatasi bau sebagaimana yang dilakukan Muhammad. Ini adalah sunnah bagi kita. Demikian pula para muslimah di sekitar saya. Mereka memakai Burqa atau Niqab untuk menyembunyikan baju-baju kotor yg mereka semprot minyak wangi. Suatu hal yg terasa keterlaluan, namun bukanlah kasus khusus. Ini sesuatu yang lazim dan praktek yg dijalani dengan nyaman di kalangan Muslim di lingkungan saya. Ketiadaan sarana juga bukan masalah. Ada sarana, namun mereka adalah korban indoktrinasi yang salah dari Islam, korban gaya hidup padang pasir abad ke-7.

Kasus-kasus yang saya sebut di atas, tidak dari kalangan masyarakat miskin. Tentu saja standar hieginitas di kalangan saudara Muslim kita yang miskin bahkan jauh lebih buruk. Saya menyaksikan praktek serupa di kalangan warga Saudi selama 10 tahun saya tinggal disana. Dewasa ini, realitas yang ada tidak sama dengan realitas di masyarakat Arab abad ke-7. Mereka memiliki ketersediaan air 24 jam penuh dari pabrik penyulingan. Namun, mandi bagi mereka hanya saat sholat Jumat atau setelah hubungan seksual.

Memalukan memang, orang memilih menyembunyikan fakta-fakta ini, namun hal itu tidak akan menyelamatkan saudara/i Muslim kita. Sekarang, mari kita lihat perintah-perintah dalam Islam yang menyebabkan kejorokan dan praktek tidak hiegienis tersebut.


MANDI DI HARI JUMAT, PAKAILAH MINYAK RAMBUT DAN WEWANGIAN

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah berkata, “…Kewajiban atas setiap Muslim untuk mandi satu kali dalam tujuh hari, dimana ia harus mencuci kepala dan badannya.” (Sahih Al-Bukhari 2/13/21)

Diriwayatkan Salman-Al-Farsi: Nabi (saw) berkata, “Barangsiapa mandi di hari Jumat, membersihkan diri semampu dia, kemudian menggunakan minyak (rambut)nya atau mengharumkan diri dengan wangi dari rumahnya,….” (Sahih Al-Bukhari 2/13/8-10,33)


So, Muhammad jelas merasa terganggu akan ‘kebersihan’ para pengikutnya, hanya pada saat mereka bertemu langsung dengannya selama kewajiban sholat Jumat di mesjidnya di Medinah. Di sisa hari selanjutnya, terserah Muslim untuk tetap hidup jorok sesuai keinginan mereka. Bahkan Muhammad sendiri dikenal memiliki gaya hidup jorok dengan bau kambing di tubuhnya dan kutu yang jatuh dari kepalanya (Sahih Al-Bukhari 3:49:856 & 4:52:47/ Sahih Muslim 19:4433)

Kejorokan Muslim tersebut tercantum di banyak tempat dalam buku-buku Islam. So, praktek kebersihan yang buruk di kalangan Muslim jelas berasal dari masa Muhammad, dan masih terus diikuti Muslim di seluruh muka bumi sebagai sunnah Nabi.


SAHABAT YANG BERGULING DI DEBU SEPERTI HEWAN, DIANGGAP MUHAMMAD SUCI

Ketika situasi menuntut, praktek paling tidak hiegienis-pun diizinkan Muhammad:

Rasullullah mengutusku untuk suatu keperluan, dan aku habis mengeluarkan sperma tapi tidak mendapatkan air, dan aku berguling di debu seperti hewan menggulingkan dirinya. Kemudian aku menemui Rasullullah dan menceritakan hal itu padanya, dan ia (Nabi) berkata: ‘Itu sudah cukup bagimu.’ (SAHIH MUSLIM 3:716)


JANGAN TERLAMBAT MENDENGAR KHOTBAHKU. PARA MALAIKAT JUGA IKUT MENDENGAR

Hadist berikut cukup jelas, hanya perlu membacanya dengan cermat:

Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, “Setiap Jumat para malaikat berdiri di setiap pintu mesjid untuk menulis nama-nama orang secara berurutan (yi, sesuai waktu kedatangan mereka untuk sholat Jumat), dan ketika Imam menempati (mimbar) mereka melipat gulungan dan bersiap mendengar khotbah.” (Sahih Al-Bukhari 4:54:43)


APA YANG AKAN KAU KORBANKAN? –UNTA, SAPI, KAMBING, AYAM, ATAU TELUR?

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah (saw) berkata, “Setiap orang yang mandi di hari Jumat seperti mandi Janaba, kemudian pergi sholat (di jam pertama, yi, terawal), seakan ia telah mengorbankan seekor unta (di jalan Allah); dan barangsiapa yang pergi di jam kedua seakan ia telah mengorbankan seekor sapi; dan barangsiapa yang pergi di jam ketiga seakan ia telah mengorbankan seekor kambing jantan bertanduk; dan jika seseorang pergi di jam keempat maka ia seakan telah mengorbankan seekor ayam betina; dan barangsiapa yang pergi di jam kelima maka ia seakan telah mempersembahkan sebutir telur. Saat Imam keluar (yi, mulai menyampaikan khotbah), para malaikat hadir untuk mendengarkan khotbah itu.” (Sahih Al-Bukhari 2.13.6)

Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, “Ketika hari Jumat, para malaikat berdiri di pintu mesjid dan terus mencatat nama-nama orang yang datang ke mesjid berurutan sesuai kedatangan mereka. Contoh orang yang masuk ke mesjid paling awal seakan orang yang mempersembahkan seekor unta (korban). Orang yang datang selanjutnya seakan orang yang mempersembahkan seekor sapi, dan selanjutnya kambing jantan, dan selanjutnya ayam, dan selanjutnya telur. Ketika imam keluar (untuk sholat Jumat) mereka (yi, para malaikat) melipat kertas-kertas mereka dan mendengarkan Khotbah.” (Sahih Al-Bukhari 2.13.51)

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Wed May 29, 2013 10:31 pm
by anne
JANGAN LEWATKAN SESAATPUN WAKTU SHOLAT JUMAT

Nabi saw berkata, “Ada satu waktu atau sedikit waktu di hari Jumat yang Allah anugerahkan pada umat Islam, dimana sesuatu dimohon Allah akan mengabulkan permintaannya.” (Sahih Al-Bukhari/ Vol 7:216A)

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah (saw) bicara mengenai hari Jumat dan berkata, ‘Ada satu waktu (kesempatan) di hari Jumat, dan jika umat Islam mendapatkannya saat berdoa dan meminta sesuatu dari Allah, maka Allah pasti akan memenuhi keinginannya.’ Dan ia (Nabi) menunjukkan singkatnya waktu itu dengan tangannya.” (Sahih Al-Bukhari 2.13.57)


KHOTBAH JUMAT: DIAM DAN DENGARKAN

Diriwayatkan Salman Al-Farsi: Nabi (saw) berkata, “….tetap diam saat Imam sedang menyampaikan Khorbah, dosanya diantara saat ini dan Jumat lalu akan diampuni.” (Sahih Al-Bukhari 2.13.8)

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah (saw) berkata, “Ketika Imam sedang menyampaikan Khotbah, dan kau menyuruh temanmu untuk diam dan mendengarkan, maka tak diragukan lagi kau telah melakukan tindakan jahat.” (Sahih Al-Bukhari 2.13.56,33)


KHOTBAH JUMAT NABI & RESPON PARA SAHABAT: ‘LIKE FATHER, LIKE SON’

Kita diberitahu para ulama kita bahwa para Sahabat (murid langsung Muhammad) begitu unggul dalam semua aspek agama, sehingga tidak ada Muslim yang bisa menyamai sedikitpun sifat-sifat mereka. Sudah tentu, kita, Muslim abad ini tidak akan meniru mereka, bahkan jika kita bisa! Dikala mempelajari kitab-kitab Islam, saya sering merasa bahwa sebagian besar siksaan dan penderitaan yang kita hadapi atas nama Islam dewasa ini, adalah akibat perilaku jahat para Sahabat tersebut bersama Muhammad dan Islamnya. Tapi, dalam kasus berikut ini, para Sahabat dibenarkan atas perilaku buruk mereka. Muhammad memaksa mereka menghadiri Khotbah Jumat untuk mencapai tujuan duniawinya. Para Sahabat, seperti Nabi kita, punya sifat sama: serakah akan kekayaan.


KHOTBAH JUMAT: PARA SAHABAT MENGEJAR KEKAYAAN

Diriwayatkan Jabir ibn Abdullah: Rasullullah sedang menyampaikan khotbah Jumat dalam posisi berdiri, ketika kafilah dari Syria tiba. Orang-orang berbondong-bondong kesana hingga tak seorangpun tinggal (bersama Nabi) kecuali dua belas orang, dan di kesempatan inilah ayat mengenai Jumu’ah diturunkan: "Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah)." (Quran al-Jumu’ah 62:11). [Sahih Muslim Hadith 1877]

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah: Ketika kami sedang sholat (sholat & khotbah Jumat) bersama Nabi (saw), unta-unta sarat dengan makanan tiba (dari Syria – Orang-orang mengalihkan perhatian mereka ke unta-unta tersebut (dan meninggalkan mesjid), dan hanya dua belas orang tinggal bersama Nabi. Maka ayat ini diturunkan "Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah)." (62.11). (Sahih Al-Bukhari 2.13.58)

Saya belum pernah melihat selama ini orang-orang keluar berbondong-bondong dari mesjid saat Khotbah Jumat. Mungkin karena ketidaktaatan pada Nabi tercinta kita yang seperti inilah, maka para Sahabat memiliki keutamaan daripada Muslim biasa seperti kita. Dan Allah seperti biasa selalu siap menurunkan ayat-ayat baru untuk membenarkan para sahabat cacat moral Muhammad


PENTINGNYA WAHYU ‘ILAHIAH’ MUHAMMAD SELAMA KHOTBAH JUMAT!

Tujuan Muhammad menekan para pengikutnya, yang tinggal jauh dari Medinah, untuk berkumpul sholat Jumat di mesjidnya, murni bermotifkan politik: pertama, mempertahankan otoritas dan pengawasan atas mereka; kedua, mengorganisir mereka melancarkan serangan terhadap non-muslim, untuk mendapatkan harta jarahan serta menghabisi para pengritik dan lawan-lawannya. Selama pertemuan sholat di mesjidnya, Muhammad memberi instruksi umat Islam untuk membunuh lawan-lawan atau melancarkan serangan tiba-tiba terhadap non-Muslim demi harta jarahan. Selama pertemuan di mesjid juga, nabi kita melatih para pengikutnya mengendarai kuda, memanah, dll., yang telah kita bahas sebelumnya. Selanjutnya, harta jarahan hasil jihad juga dibagikan di mesjid saat para pengikut berkumpul disana.


DONGENG-DONGENG KHOTBAH

Akhirnya, saya perlihatkan beberapa ‘dongeng’ ilahiah yang tidak masuk akal saat Khotbah Muhammad. Hadist-hadist berikut hanya beberapa diantara hadist-hadist sejenis yang menjelaskan karakter khotbah Jumat Muhammad:


KEKUATAN BUKAN PADA ALLAH, MELAINKAN PADA KEMAMPUAN MEMANAH!

Rasullullah berkata saat menyampaikan khotbah di mimbar: Bersiaplah bertemu mereka dengan kekuatanmu sepenuhnya. Waspadalah, kekuatan terletak dalam memanah. Waspadalah, kekuatan terletak dalam memanah. Waspadalah, kekuatan terletak dalam memanah. (Dan bukan pada Allah) (SAHIH MUSLIM 20:4711)

PERCAYALAH PADA ANAK PANAH, BUKAN PADA ALLAH!

Rasullullah berkata: Negeri-negeri akan dibukakan untukmu dan Allah akan cukup bagimu melawan musuh-musuhmu, tapi tak seorangpun diantaramu boleh berhenti berlatih dengan anak panahnya. (SAHIH MUSLIM 20:4712)
(Jika Allah saja sudah cukup, lantas apa perlunya anak-anak panah?)


TIDAK ADA AMAL YANG MELEBIHI JIHAD

Usaha-usaha Muhammad memaksa para pengikutnya ke mesjid Medinah memiliki motif tersembunyi: mengobarkan jihad untuk menjarah harta, kekayaan, hasil pangan, wilayah, dan kaum perempuan komunitas-komunitas non-Muslim jika mereka menolak tunduk pada Islam dan masuk ajaran sesatnya. Tidak ada setitikpun nilai ilahiah dalam sembahyang versi Islam. Bagi Muhammad, lima pilar Islam tidak lebih utama dari agendanya sesungguhnya: “Jihad” untuk memperoleh kekayaan, wanita dan kekuasaan, yang menjadi pilar keenam dan terpenting Islam. Muhammad sendiri menyatakan keutamaan Jihad dalam hadistnya:

Diriwayatkan Abu Huraira: Seorang pria datang pada Rasullullah dan berkata, ‘Perintahkan padaku suatu amal yang setara dengan Jihad (dalam hal pahala).’ Ia menjawab, ‘Tidak ada amal semacam itu.’ (Sahih Al-Bukhari 4.52.44)

(Ini berarti lima pilar tidak ada artinya dibandingkan dengan pilar keenam)


MUHAMMAD: “LAKSANAKAN JIHAD, BEBAS DARI KEWAJIBAN SHOLAT & PUASA”

Tujuan Muhammad memaksakan kewajiban menyiksa sholat lima waktu serta sholat tengah malam pada Muslim, menguntungkannya dalam dua sisi: pertama, menjamin keamanan penuh di seputar dirinya; dan kedua memperoleh para Jihadis yang muak pada tekanan kewajiban sholat yang begitu banyak, dan bersedia melakukan hal lain agar bebas dari kewajiban tsb. Muhammad sendiri berkata dalam hadist bahwa sholat dan puasa lebih berat dilaksanakan. So, ia menyarankan para pengikutnya untuk berjihad agar bebas dari beban sholat dan puasa yang menyiksa.

Rasullullah ditanya: Amal perbuatan apa yang setara dengan Jihad di jalan Allah? Ia menjawab: Kau tidak punya cukup kekuatan untuk melakukan amal itu. Mereka yang pergi berjihad adalah seperti seorang yang terus menerus berpuasa, terus menerus sholat, mematuhi perintah-perintah Allah yang terkandung dalam ayat-ayat Quran, dan tidak memperlihatkan kelelahan sedikitpun dalam berpuasa dan sholat sampai para Mujahid [tentara Islam] kembali dari Jihad di jalan Allah. (SAHIH MUSLIM 20:4636)

Hadist di atas memperjelas bahwa Muhammad sengaja memerintahkan sholat pada Muslim dengan maksud menarik Muslim-muslim yang muak terhadap kewajiban tsb, ke arah Jihad. Ini juga menyatakan bahwa para Jihadis dibebaskan dari kewajiban sholat dan puasa.


KESIMPULAN

Saudara/i yg kukasihi, setelah mengetahui ‘kesucian’ sholat Jumat dan khotbahnya, saya yakin beberapa diantara kalian mungkin akan memikirkan kembali ‘kesucian’ dan kesia-siaan sholat-sholat Islam. Saya mendorong kalian untuk menghabiskan beberapa jam dalam seminggu untuk mempelajari Kitab Suci Islam dengan seksama, agar memahami Islam sepenuhnya, melihat apakah layak membuang begitu banyak waktu berharga kita untuk Islam.

Dalam artikel terakhit tentang sholat, kita akan membahas mengenai nilai dan rasa hormat yang diperlihatkan Muhammad terhadap sholat: pilar Islam yang ‘paling penting.’

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Thu May 30, 2013 10:40 pm
by anne
Iya, kadang kalau diterjemahkan pengertiannya jadi berubah. Ini teks aslinya: O:)

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle said, "…It is obligatory for every Muslim that he should take a bath once in seven days, when he should wash his head and body." (Sahih Al-Bukhari 2/13/21)

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Thu May 30, 2013 10:57 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... ayers.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Part 4h Pilar Kedua Islam: Bagaimana Sikap Muhammad Terhadap Sholat?


Wednesday, 29 May 2013 06:36 Mirza Ghalib

Apakah Muhammad takut akan Allah dan menghormati Sholat?

Dalam rangkaian artikel 4A – 4G, kita telah membahas berbagai jenis sholat dalam Islam dan keuntungannya bagi nabi kita. Sebagian besar pengikut Muhammad yang juga licik paham motif dibalik kewajiban sholat tsb. So, mereka lebih memilih berjihad yang mendatangkan kekayaan dan perempuan daripada terbebani kewajiban sholat lima waktu dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan Muhammad di mesjid sekaligus kamp militernya. Sholat adalah perangkap yang digunakan Muhammad untuk menyuap, merekrut dan melatih calon Jihadis , sebelum akhirnya mengirim mereka dalam ekspedisi Jihad menyerang suku-suku non-Muslim. Itulah tujuan utamanya. Ketika beberapa pengikutnya benar-benar melakukan sholat, mempercayainya sebagai jalan keselamatan mereka, Muhammad merasa terganggu dengan sikap mereka dan bicara terang-terangan, menganjurkan agar mereka jangan terlalu relijius dengan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk sholat.


MUHAMMAD: JANGAN SHOLAT BERLEBIHAN, ITU AKAN MERUSAK PENGHASILANKU

Amal terbaik adalah sholat. Jangan sholat berlebihan. Tapi sholatlah secara teratur. (Sahih Al-Bukhari 1:41)


MUHAMMAD: JANGAN TERLALU RELIJIUS, SHOLATLAH HANYA 3 KALI SEHARI

“Kalian jangan terlalu berlebihan dalam beragama, tapi cobalah dekat pada kesempurnaan. Sholat di pagi hari, sore hari dan sepanjang jam-jam terakhir malam hari. Agama yang paling dicintai Allah adalah HANIIFIYA yang toleran.” (Sahih al-Bukhari 1:38)


MENCIUM SEORANG WANITA BERDOSA? TAK MASALAH! SHOLAT MENGHAPUS DOSAMU

Diriwayatkan Ibn Mas'ud: Seorang pria mencium seorang wanita (secara tidak sah) kemudian menghadap Nabi dan memberitahunya. Allah mewahyukan: Dan laksanakan sholat dengan sempurna di dua penghujung hari dan di jam-jam malam (yi, lima sholat wajib).Sesungguhnya! Perbuatan baik menghapus (membatalkan) perbuatan jahat (dosa-dosa kecil) (Q11.114). Pria itu bertanya pada Rasullullah “Apakah itu untukku?” Ia berkata, “Itu untuk semua pengikutku (Sahih Al-Bukhari 1:504)


SULIT MENAKLUKKAN KA’BAH…? TAK MASALAH…! COBALAH BAITH AL-MAQDIS..!

Tujuan utama Muhammad menciptakan Islam adalah untuk memegang kunci kuil pagan Ka’bah yang menjadi sumber penghasilan, di kota leluhurnya Mekah. Para pimpinan Mekah yang dapat merasakan niat Muhammad sesungguhnya, menawarinya posisi setara dalam manajemen kuil Ka’bah jika ia berhenti mengejek tuhan-tuhan mereka. Nabi kita yang serakah menolak tawaran tersebut, karena ia ingin menjadi pemilik tunggal Ka’bah, dan terus mengejek tuhan-tuhan mereka. Untuk membungkamnya, orang-orang sesukunya juga membalas mengejeknya. Ketika paman dan pelindungnya, Abu Talib (yg telah bersumpah melindungi Muhammad dengan darahnya) meninggal, ia mulai merasa tidak aman dan memutuskan untuk meninggalkan Mekah.

Ia segera melakukan perjalanan ke Taif, mencari perlindungan orang-orang disana. Namun orang-orang Taif menolaknya. Selanjutnya, dalam dua tahun kemudian Medinah menjadi lahan subur tempat bermigrasi karena ada pengikutnya disana. Dan suatu hari di bulan Juni 622, ketika sebagian besar pengikutnya di Mekah telah bermigrasi ke Medinah, Muhammad yang mengkhawatirkan kemungkinan serangan, melarikan diri ke Medinah. Ia membiarkan sepupunya Ali di tempat tidurnya, menanggung resiko serangan. Muhammad selalu menginginkan orang lain berkorban nyawa baginya: dalam kasus ini Ali, sepupu sekaligus putra Abu Talib, orang yang melindunginya. Inilah cara Muhammad membalas kebaikan dan pengorbanan Abu Talib.

Ketika Muhammad tiba di Medinah, ia pertama tinggal di rumah kakek-kakeknya atau paman-paman dari pihak ibu (Sahih Al-Bukhari 1:39)
(Karena alasan keamanan)

Muhammad selalu khawatir akan keselamatan jiwanya dan tidak mempercayai siapapun dalam hal ini. Itulah yang terjadi ketika ia menciptakan begitu banyak musuh dalam perjalanan meraih kesuksesan dengan cara-cara kekerasan dan licik. Namun, pada akhirnya Muhammad harus merasakan obat racikannya sendiri. Ia meninggal diracuni seorang perempuan Yahudi yang seluruh keluarganya dibantai secara brutal oleh Muhammad saat menyerang dan merampok Khaybar. Kemungkinan juga ia dibunuh oleh keluarga dekatnya.


TIMUR ATAU BARAT, ‘KIBLAT KE YERUSALEM’ YANG TERBAIK!

Ketika meninggalkan Mekah, Muhammad yang putus asa menyerah pada gagasan menjadi pemilik kuil Ka’bah dan pemimpin Mekah. Tapi ia tidak pernah menyerah pada ambisinya mengejar kekuasaan dan kepemimpinan. Sosok yang haus kekuasaan seperti Muhammad, setelah mendapat tempat perlindungan di kota Medinah, kali ini mencoba menjadi penguasa kota untuk memenuhi ambisinya dengan berbagai cara. Di Medinah, yang warganya terdiri dari orang Yahudi dan Pagan—Yahudi adalah kaum yang kaya dan dominan—Muhammad memutuskan untuk menipu orang-orang Yahudi. Ia mulai menyanjung Tuhan orang Yahudi dan tempat-tempat suci serta symbol-simbol relijius mereka dalam ayat-ayat barunya. Ia mulai memerintahkan sholat pagannya diarahkan ke Yerusalem, tempat suci Yahudi: Bait Suci Salomo (Bait-Al-Maqdis) berada.

Dengan demikian, Bait Salomo Yahudi (Baith Al-Maqdis) di Yerusalem menggantikan kuil Pagan Ka’bah di Mekah sebagai kiblat sholat Muslim. Muhammad juga mengadopsi banyak kebiasaan orang Yahudi, seperti puasa, sunat, wudhu, larangan makan daging babi, dll. Dia berharap ini akan menyenangkan orang Yahudi Medinah dan mau menerimanya sebagai pemimpin mereka. Dengan cara ini Muhammad mengorbankan ‘Rumah Allah’ yang katanya telah Allah ciptakan sebelum Semesta tanpa upacara apapun. Ia melakukannya atas kemauannya sendiri tanpa tekanan dari luar. Orang-orang Yahudi biasa saja Muhammad beralih kiblat ke Bait Suci Yerusalem, namun menolak seruannya untuk masuk Islam karena paham agenda tersembunyinya serta menemukan banyak kesalahan dalam ayat-ayatnya.

Namun, ketika Muhammad melakukan penjarahan berdarah terhadap kafilah-kafilah Mekah untuk membiayai hidupnya, kaum Yahudi Medinah yang cinta damai mulai mempertimbangkan lagi dukungan mereka atas pemimpin rampok ini. Di saat mereka menyadari niatnya menjadi penguasa Medinah dengan kendaraan Islam, orang-orang Yahudi mulai mengkritik ajarannya dan tindakan-tindakan kekerasan yg ia lakukan. Setelah hampir 17 bulan, Muhammad akhirnya menyadari bahwa orang-orang Yahudi bukan hanya menolak agamanya namun bisa membahayakan ajarannya dengan mengungkap banyak kelemahan dan cacat di ayat-ayatnya. Demikianlah, saat ia memutuskan menghabisi mereka ia juga mulai mengalihkan lagi arah kiblat sholat dari Yerusalem ke Mekah, hanya dalam wakti 17 bulan.

Ada beberapa hadist mengenai ini:


KA’BAH MENJADI RUMAH ALLAH “LAGI” SETELAH 17 BULAN

Sahih Al-Bukhari 1:8:392,395-397

Diriwayatkan Bara' bin 'Azib: Rasullullah sholat menghadap Baitul-Maqdis selama 16 atau 17 bulan, tapi ia menyukai menghadap Ka’bah (di Mekah) sehingga Allah mewahyukan: “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit,!" (Quran 2:144) Maka Nabi menghadap Ka’bah dan orang-orang **** diantara mereka yang disebut “kaum Yahudi” berkata, ‘Apa yang membuat mereka berpaling dari Kiblat (Bait-ul-Maqdis) mereka sebelumnya’ (Allah mewahyukan) "Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Quran 2:142) Seorang pria sholat dengan Nabi (menghadap Ka’bah) dan pergi keluar. Ia melihat beberapa orang Ansar melaksanakan sholat Ashar dengan wajah menghadap Bait-ul-Maqdis, ia berkata, ‘Aku bersaksi bahwa aku sholat dengan Rasullullah menghadap Ka’bah.” Maka orang-orang memalingkan wajah mereka kea rah Ka’bah.”


SIAPA YANG MENGANCAM MUHAMMAD AGAR SHOLAT MENGHADAP YERUSALEM?

Menurut Quran Muhammad tidak pernah melakukan apapun atas kehendaknya sendiri. Apapun yang ia lakukan adalah kehendak Allah.

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Quran 53:3-4)

Namun hadist yang dikutip di atas memberitahu kita bahwa ia melaksanakan sholat ke arah Baitul-Maqdis (Jerusalem) selama 16 hingga 17 bulan, tapi kemudian berpaling ke arah Ka’bah setelah Allah menurunkan ayat-ayat yang memerintahkan ia melakukannya. Jika ayat Quran 53:3-4 benar, adakah sosok lain selain Allah yg memerintahkan Muhammad sebelumnya berpaling ke arah Yerusalem untuk sholat? Dan jika ini juga perintah Allah, lantas mengapa Allah mengatakan hal berbeda di ayat lain? (Quran 2:144)

Siapa yang memaksa Muhammad berpaling ke Yerusalem sebagai Kiblat selama 17 bulan?

Setelah gagal menjadi pemimpin di Mekah, Muhammad mencoba keberuntungannya menjadi pemimpin Medinah. Dan untuk mengesankan komunitas Yahudi yang dominan di Medinah, ia menciptakan kisah dusta ttg leluhurnya sendiri yang berasal dari leluhur Yahudi Abraham dan putranya Ishmael, dan mulai sholat menghadap Bait Suci Salomo, milik Yahudi di Yerusalem. Kaum Yahudi yang terpelajar, khususnya para Rabbi, tidak siap menerima pemalsuan kisah jiplakan dari Kitab-kitab Yahudi. Selama 17 bulan Muhammad berusaha keras membujuk mereka. Akhirnya, saat Muhammad kehilangan harapan, ia mengubah arah sholat kembali ke Mekah dan mulai menyerang kaum Yahudi dengan ganas dan kejam sampai ia menguasai semua kota-kota kecil dan pemukiman-pemukiman mereka di Medinah.
Beginilah caranya Muhammad menghargai tempat paling suci Muslim, Ka’bah.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Thu May 30, 2013 11:11 pm
by anne
MUHAMMAD SHOLAT MENGHADAP KE BANYAK BENDA

SHOLAT MENGHADAP KE ARAH MUSUH

Saat pertempuran di Dhat ar-Riqa', satu kelompok membentuk barisan dan sholat bersama Muhammad dan satu kelompok bertempur dengan musuh. Ia memimpin kelompok yang bersamanya. Mereka pergi membentuk barisan yang menghadap ke arah musuh. Kemudian kelompok kedua datang dan ia memimpin mereka di sisa sholat (SAHIH MUSLIM 4:1829)

MUHAMMAD SHOLAT MENGHADAP UNTA BETINA, DOMBA DAN KELEDAI BETINA

Muhammad mungkin sholat di depan berbagai benda, karena kepercayaan pagan menghormati berbagai benda. Tapi saya tidak mengerti mengapa ia melaksanakan sholat di depan ‘keledai betina’ dan ‘unta betina.’ Bagaimapun beberapa hadist memberitahu kita bahwa Muhammad selalu mengendarai ‘hewan betina.’!

1. Diriwayatkan Abu Al-Taiyah: Anas berkata, ‘Nabi sholat di dalam kandang kawanan domba.’ Kemudian aku mendengar ia berkata, ‘Ia sholat dalam kandang kawanan domba sebelum pembangunan mesjid (Sahih Al-Bukhari 1:8:421)

2. Diriwayatkan Nafi: "Aku melihat Ibn 'Umar sedang sholat dengan menjadikan untanya sebagai sutrah di depannya dan ia berkata, ‘Aku melihat Nabi melakukan hal serupa” (Sahih Al-Bukhari 1:8:422)

3. Diriwayatkan Nafi: "Nabi biasa membuat unta betinanya duduk di depannya dan ia sholat menghadapnya (sebagai sutrah).” Aku bertanya, “Apa yang akan dilakukan Nabi jika unta betinanya terganggu dan pindah?’ Ia berkata, ‘Ia akan mengambil pelana untanya dan meletakkannya di depannya dan sholat menghadap sisi belakang pelana (sebagai sutrah). Dan Ibn ‘Umar biasa melakukan yang serupa.” (Sahih-Al-Bukhari 1:9:485)


TIDAK MASALAH JIKA KELEDAI BETINA LEWAT; ASAL JANGAN PEREMPUAN

Diriwayatkan Ibn 'Abbas: Pernah aku datang mengendarai seekor keledai betina saat aku saja mencapai usia pubertas. Rasullullah sedang melaksanakan sholat di Mina tanpa dinding batas di depannya, dan aku lewat di depan beberapa baris. Disana aku turun dan membiarkan keledai betinaku bebas merumput dan masuk barisan, dan tak seorangpun berkeberatan mengenai itu (Sahih Al-Bukhari 1:9:472)


Apakah Muhammad takut pada Allah?

Saudara/I Muslimku! Telah dijelaskan sebelumnya kedudukan yang sama penting yg disematkan pada mesjid Muhammad di Medinah dan Ka’bah di Mekah, walau Ka’bah yang seharusnya menjadi Rumah Allah. Apakah kalian juga menyadari kesamaan jenis, ukuran dan kaligrafi nama-nama Allah dan Muhammad di dinding-dinding setiap mesjid dan rumah Muslim?

Muhammad memiliki master-plan sempurna untuk mempromosikan dirinya agar setara--jika tidak melebihi—tuhan. So, ia ciptakan tuhan bonekanya: Allah, untuk menolongnya mempromosikan diri mencapai level tuhan. Bukti argument ini dapat ditemukan di banyak ayat Quran. Ia meninggal secara prematur dan tak terduga di usia 63 tahun, usia dimana ia masih mampu memimpin pertempuran. Andai Muhammad masih hidup beberapa tahun lagi, ia akan berhasil menempatkan dirinya di atas Allah, atau menggantikan posisi Allah sepenuhnya. Tidak mungkin membahas kehidupan Muhammad beserta setiap tindakannya yang dipenuhi motivasi tersembunyi, hanya dalam beberapa halaman. Kehidupan Muhammad seakan ‘lautan’ yang harus dijelajahi dengan menghabiskan banyak waktu mempelajari kitab-kitab Islam agar memahami dia sepenuhnya.


MUHAMMAD: BERBARISLAH UNTUK SHOLAT SEGERA SETELAH AZAN DIUMUMKAN

Saudaraku, pernahkah kalian melihat seorang Imam atau Muslim yang pergi atau berbicara ke orang lain berjam-jam setelah mengumumkan azan? Jelas tidak pernah, karena kita takut akan Allah, dan nabi kita berkata Allah dan para malaikatnya menunggu kehadiran kita segera setelah pengumuman azan. Inilah yang dikehendaki Nabi kita di hadist berikut:

Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, “Saat kau mendengar azan, segeralah sholat dengan tenang dan khidmat dan tidak tergesa-gesa. Dan berdoa apapun yang bisa kau doakan serta selesaikan apa yang kau lewatkan (Sahih Al-Bukhari 1:11:609)


MUHAMMAD: ‘AZAN DIUMUMKAN? TAK MASALAH! BIAR ALLAH & PARA MALAIKAT MENUNGGUKU‘

Apa yang dikatakan Muhammad dalam hadist di atas, hanya untuk Muslim yg gampang tertipu seperti kita yang benar-benar percaya pada, Allah, tapi tidak untuk Muhammad yang menganggap dirinya sendiri lebih tinggi dari Allah dan para malaikat palsunya.

Diriwayatkan Abdullah bin Abi Qatada: Ayahku berkata, ‘Rasullullah berkata, ‘Jika azan diumumkan, maka janganlah berdiri sholat sampai kalian melihatku (di depanmu).” (Sahih Al-Bukhari 1:11:610-611)


MUHAMMAD: ‘TUNGGU ALLAH! AKU BARU SAJA MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS!’

Kita, Muslim, tidak berani masuk mesjid dalam keadaan tidak suci sehabis berhubungan seks, karena iman kita yang teguh pada Allah. Adapun nabi kita, ia tidak hanya masuk mesjid dalam keadaan tidak suci secara seksual, namun kemungkinan melaksanakan juga sholat sunnah. Kemudian saat azan diumumkan ia keluar dan membuat Allah dan para malaikat menunggunya hingga ia selesai mandi membersihkan kotoran seksualnya.

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullag pergi keluar (mesjd) ketika azan diumumkan dan barisan diluruskan. Nabi berdiri di Musalla (tempat sholat)nya, dan kami menunggu Nabi memulai sholat dengan Takbir. Ia pergi dan menyuruh kami tetap berada di tempat kami. Kami terus berdiri sampai Nabi kembali dan air menetes dari kepalanya karena ia telah mandi (Janaba). (Sahih Al-Bukhari 1:11:612-613)


MUHAMMAD: ‘AZAN DIUMUMKAN? TAPI TUNGGU DULU YA ALLAH, AKU SEDANG BERKOMPLOT NIH!’

Diriwayatkan Anas: Suatu ketika saat azan sedang diumumkan Nabi berbicara pada seorang pria (berbisik-bisik) di sudut mesjid, dan ia tidak memimpin sholat hingga (beberapa) diantara orang tertidur (tidur dalam posisi duduk) (Sahih Al-Bukhari 1:11:615)

Diriwayatkan Anas bin Malik: Suatu ketika azan diumumkan, seorang pria menghadap Nabi dan menahannya (dari sholat) (Sahih Al-Bukhari 1:11:616)



MUHAMMAD = ALLAH

MUHAMMAD: ‘MUSLIM BICARA SECARA PRIBADI PADA ALLAH SAAT SHOLAT’

Diriwayatkan Anas bin Malik: Nabi berkata, "Seorang mukmin saleh saat sholat sedang bicara secara pribadi pada tuhannya, maka ia tidak boleh meludah, baik di depannya atau di kanannya, tapi ia boleh meludah di sebelah kirinya atau di bawah kakinya.” (Sahih Al-Bukhari 1:8:405,408,400,720)
(Jangan bicara soal kebersihan deh kalau sedang mempelajari kehidupan Muhammad)

MUHAMMAD: ‘AKULAH TUHANMU YANG HIDUP! BICARALAH PADAKU!’

Kita, Muslim yang gampang tertipu, menganggap sholat kita benar-benar ilahiah, dan berusaha melaksanakannya sesempurna mungkin. Saat sedang sholat, terlarang bagi kita merespon siapapun, sekalipun itu anak kita yang sedang. Namun, hadist berikut memperjelas bahwa Muhammad adalah perkecualian. Ia berkata pada umat Islam bahwa sekalipun mereka sedang melaksanakan sholat pada Allah, mereka harus menjawabnya (Muhammad) jika ia memangil mereka. Ia bahkan menurunkan Quran 8:24 terkait hal ini:

Diriwayatkan Abu Said Al-Mualla: Ketika aku sedang sholat, Nabi lewat dan memanggilku, tapi aku tidak menghadapnya sampai aku menyelesaikan sholatku. Saat aku menemuinya, ia berkata, “Apa yang menunda kedatanganmu?” Aku berkata, “Aku sedang sholat.” Ia berkata, “Bukankah Allah berkata, "Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah (dengan mentaatinya) dan rasulnya (Quran 8:24). (Sahih Al-Bukhari 6:60:226)

Diriwayatkan Abu Said bin Al-Mu'alla: Ketika aku sedang sholat di mesjid, Rasullullah memanggilku tapi aku tidak menjawab. Setelahnya, aku berkata, ‘Wahai Rasullullah! Aku sedang sholat. ‘ Ia berkata, ‘Bukankah Allah berkata: "Penuhilah seruan Allah (dengan mentaatinya) dan rasulnya saat ia memanggilmu" (Quran 8:24)? (Sahih Al-Bukhari 6:60:1,170)



KESIMPULAN

Dari artikel 4A – 4H mengenai Sholat, Pilar Kedua Islam, kita melihat:

1. Bagaimana Allah kita mewajibkan kita sholat lima waktu dan sholat Tahajjud.
2. Dongeng perjalanan Muhammad ke Surga (Miraaj) dan tawar menawar sholat menjadi 5 kali setelah sebelumnya 50 kali.
3. Perlunya melaksanakan kewajiban sholat untuk menjamin keamanan Muhammad.
4. Tujuan membangun rumah sekaligus mesjid Muhammad di tempat yang sama.
5. Pentingnya sholat Shubuh & Isha
6. Mesjid Medinah atau kamp militer? Jenis-jenis pelatihan militer di mesjid
7. Muhammad berkata agar jangan terlalu relijius dan berkonsentrasilah pada serangan penjarahan.
8. Bagaimana Muhammad menyuap para pengikutnya di mesjid
9. Perlu dan pentingnya sholat tahajjud, dan Allah tidak mementingkan sholat siang hari.
10. Perlunya sholat Jumat, sholat berjamaah, keuntungan sholat di mesjid Medinah
11. Aturan-aturan sholat Jumat, kebersihan, ketepatan waktu mendengar khotbah, esensi khotbah Muhammad
12. Jihad lebih baik daripada sholat. Agar lepas dari beban sholat lima waktu, berjihadlah.
13. Kiblat: Jika bukan Mekah, menghadaplah ke Yerusalem
14. Muhammad sholat menghadap hewan betina dan benda-benda lain.
15. Muhammad tidak punya rasa hormat pada Allah. Responnya terhadap panggilan azan memperlihatkan sosok Allah = Muhammad.

Ada lebih dari 30 jenis sholat dalam Islam, dan semuanya dirancang demi keuntungan Muhammad dengan berbagai cara. Hanya beberapa yang saya bahas agar tidak terlalu panjang.

Saya akan membahas Pilar Islam lainnya dalam artikel selanjutnya.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Sat Jun 08, 2013 11:29 pm
by Insya Allah
anne wrote:SHOLAT MENGHADAP KE ARAH MUSUH

Saat pertempuran di Dhat ar-Riqa', satu kelompok membentuk barisan dan sholat bersama Muhammad dan satu kelompok bertempur dengan musuh. Ia memimpin kelompok yang bersamanya. Mereka pergi membentuk barisan yang menghadap ke arah musuh. Kemudian kelompok kedua datang dan ia memimpin mereka di sisa sholat (SAHIH MUSLIM 4:1829)


lalu kenapa? shalat menghadap benda apapun boleh-boleh saja kok.. asal hati dan pandangan nya tetap ke yang di atas... jadi walaupun shalat menghadap musuh bukan berarti MENYEMBAH sang musuh. berbeda kalo di agama x.. berdoa MENGHADAP patung mayat mati dan hati nya pun menyembah MAYAT mati.. [-(

anne wrote:SAHABAT YANG BERGULING DI DEBU SEPERTI HEWAN, DIANGGAP MUHAMMAD SUCIRasullullah mengutusku untuk suatu keperluan, dan aku habis mengeluarkan sperma tapi tidak mendapatkan air, dan aku berguling di debu seperti hewan menggulingkan dirinya. Kemudian aku menemui Rasullullah dan menceritakan hal itu padanya, dan ia (Nabi) berkata: ‘Itu sudah cukup bagimu.’ (SAHIH MUSLIM 3:716)


begini, misalkan pada tahun 2013 orang membersihkan sisa kotoran sehabis buang air menggunakan tisu saja sudah cukup jika tidak ada air... pada tahun 2129 semua sudah serba canggih, jika tidak ada air? orang sudah menyiapkan alat hologram yang dapat membersihkan sisa kotoran secara menyeluruh. orang-orang di tahun 2129 membaca buku novel tahun 2012 yang sudah bersejarah dan usang, disitu diceritakan bahwa orang-orang jaman dahulu pada tahun 2013 membersihkan sisa kotoran menggunakan tisu jika tidak ada air. pastinya orang tahun 2129 merasa jijik dan kotor mendegar cerita itu, karena apa? karena mereka tidak terbiasa melakukan hal itu. jadi begitu sama hal nya dengan jaman rassululah yang belum ditemukan yang namanya "tisu".

anne wrote:MUHAMMAD: JANGAN SHOLAT BERLEBIHAN, ITU AKAN MERUSAK PENGHASILANKU

Amal terbaik adalah sholat. Jangan sholat berlebihan. Tapi sholatlah secara teratur. (Sahih Al-Bukhari 1:41)


tidak ada yang salah dari perkataan rassululah SAW... kita memang diwajibkan untuk shalat, tetapi tidak dianjurkan untuk shalat berlebihan. karena apa? bayangkan jika kita shalat setiap 10 menit atau satu jam, kita bisa tidak fokus mencari nafkah atau bagi kaum hawa, masakan bisa hangus dan kebutuhan rumah seperti belanja/mencuci jadi tidak dilakukan.. sholatlah secara teratur, tapi jangan berlebihan. sesungguhnya tuhanmu berbaik hati dan tidak memaksakan kalian untuk menyembahnya sampai lupa hal-hal penting lainya [-o<

anne wrote:MUHAMMAD: JANGAN TERLALU RELIJIUS, SHOLATLAH HANYA 3 KALI SEHARI

“Kalian jangan terlalu berlebihan dalam beragama, tapi cobalah dekat pada kesempurnaan. Sholat di pagi hari, sore hari dan sepanjang jam-jam terakhir malam hari. Agama yang paling dicintai Allah adalah HANIIFIYA yang toleran.” (Sahih al-Bukhari 1:38)


hahahaha makanya ngaco, yang menafsirkan non muslim sih #-o

coba kita hitung ya,

pagi hari: subuh dan ashar (masih terang sekali)

sore hari: dzuhur (karena mendekati gelap) dan magrhib (sudah hampir dan terkadang gelap)

malam hari: isya (karena sudah sangat gelap)

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Sun Jun 09, 2013 12:49 am
by keeamad
@insya olow,
mengeluarkan sperma lebih kotor dari berguling di debu yg ada najis hewannya ... ?
Gak aneh kalo bayi islam adalah anak2x pendosa ....
Spermanya saja dianggap lebih najis mugaladoh dibanding kotoran hewan di debu ....

BTW saya jadi ingat kalo yg dulu,
“Sekiranya agama itu dengan akal semata, niscaya muhammad cebok dengan air bersih. Namun, sungguh aku pernah melihat Rasulullah cuma cebok dengan batu ganjil.”

Moral:
Muhammad memang gak ada akalnya,
tapi anehnya dia sukses MENGAKALI umatnya yg mengaku PUNYA AKAL ....

Moral 2:
Kalo umat muhammad benar2x punya akal,
MEREKA PASTI MURTAD ... !!
](*,)

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue Jun 11, 2013 12:05 am
by anne
IA wrote:lalu kenapa? shalat menghadap benda apapun boleh-boleh saja kok.. asal hati dan pandangan nya tetap ke yang di atas... jadi walaupun shalat menghadap musuh bukan berarti MENYEMBAH sang musuh. berbeda kalo di agama x.. berdoa MENGHADAP patung mayat mati dan hati nya pun menyembah MAYAT mati.. [-(


ia bilang: jadi walaupun shalat menghadap musuh bukan berarti MENYEMBAH sang musuh
allah swt (baru keluar kelas biologi) : allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
muhammad : beliau memerintahkan untuk beristinja` dgn tiga butir batu & melarang menggunakan kotoran hewan & tulang. Dan beliau juga melarang seorang laki-laki cebok dgn menggunakan tangan kanannya. ( ibnumajah 309)
Muhammad : jangan shalat di tengah jalan, atau menjadikannya sebagai tempat buang air besar, atau kencing di sana (ibnumajah 325)

Sungguh MENCERAHKAN … gak allah swt, gak nabinya, , gak umatnya

IA wrote:asal hati dan pandangan nya tetap ke yang di atas


IA lihat konteksnya: Mirza menjelaskan ketiadaan rasa hormat Muhammad pada aturan sholat yg katanya ditetapkan Allah, sampai-sampai allah dan umat Islam disuruh nungguin Muhammad selesai ngeseks baru sholat. Hati dan pandangan Muhammad terpikat seks dulu baru allah. Sudah itu, perlu sutrah lagi, biar tidak diganggu setan-setan kalau sholat. Ada ruang yang berisikan setan-setan antara umat islam dan tuhannya jika sholat, sebab itulah harus berbaris rapat dan perlu sutrah. Anjing hitam, jiin, setan, perempuan, kentut, jauh lebih berkuasa atas hati umat islam dibanding allah swt. Juga ancaman dibakar hidup-hidup oleh nabinya sendiri kalau pengikutnya menolak sholat berjamaah.


Mirza wrote:SAHABAT YANG BERGULING DI DEBU SEPERTI HEWAN, DIANGGAP MUHAMMAD SUCI Rasullullah mengutusku untuk suatu keperluan, dan aku habis mengeluarkan sperma tapi tidak mendapatkan air, dan aku berguling di debu seperti hewan menggulingkan dirinya. Kemudian aku menemui Rasullullah dan menceritakan hal itu padanya, dan ia (Nabi) berkata: ‘Itu sudah cukup bagimu.’ (SAHIH MUSLIM 3:716)


IA wrote:begini, misalkan pada tahun 2013 orang membersihkan sisa kotoran sehabis buang air menggunakan tisu saja sudah cukup jika tidak ada air... pada tahun 2129 semua sudah serba canggih, jika tidak ada air? orang sudah menyiapkan alat hologram yang dapat membersihkan sisa kotoran secara menyeluruh. orang-orang di tahun 2129 membaca buku novel tahun 2012 yang sudah bersejarah dan usang, disitu diceritakan bahwa orang-orang jaman dahulu pada tahun 2013 membersihkan sisa kotoran menggunakan tisu jika tidak ada air. pastinya orang tahun 2129 merasa jijik dan kotor mendegar cerita itu, karena apa? karena mereka tidak terbiasa melakukan hal itu. jadi begitu sama hal nya dengan jaman rassululah yang belum ditemukan yang namanya "tisu"


Jumlah batu aja sudah bikin allahmu segitu senewennya, gimana pakai tisu: helaian genap atau ganjil, tisu basah atau kering, kasar atau halus. Apalagi pakai hologram, jelasin dunk gimana cebok pakai hologram? Trus bisa dunk cari referensi ayat atau hadist yg kira2 nyangkut gitu? Kalau toilet berjalan khusus perempuan jelas sudah ada pesanan Umar. Kalo ini pesenan IA.

keeamad wrote:mengeluarkan sperma lebih kotor dari berguling di debu yg ada najis hewannya ... ?
Gak aneh kalo bayi islam adalah anak2x pendosa ....
Spermanya saja dianggap lebih najis mugaladoh dibanding kotoran hewan di debu .
...

Bro Keeamad, apakah setelah melakukannya sperma muslim menyebar ke seluruh tubuh? Guling-gulingnya gak pakai baju dong dalam rangka ‘MEMBERSIHKAN’ kalau guling-guling pakai baju kan jadinya “NYUCI BAJU’? Hasilnya seperti ini:

Image

IA wrote:tidak ada yang salah dari perkataan rassululah SAW... kita memang diwajibkan untuk shalat, tetapi tidak dianjurkan untuk shalat berlebihan. karena apa? bayangkan jika kita shalat setiap 10 menit atau satu jam, kita bisa tidak fokus mencari nafkah atau bagi kaum hawa, masakan bisa hangus dan kebutuhan rumah seperti belanja/mencuci jadi tidak dilakukan.. sholatlah secara teratur, tapi jangan berlebihan. sesungguhnya tuhanmu berbaik hati dan tidak memaksakan kalian untuk menyembahnya sampai lupa hal-hal penting lainya


Pinteran IA dari allah swt dan muhammad ya. Lain kali kalau sholat jangan lupa shalawat untuk nabi Yahudi juga, kalau gak ada nabi Yahudi umat islam bisa tidak fokus mencari nafkah atau bagi kaum hawa, masakan bisa hangus dan kebutuhan rumah seperti belanja/mencuci jadi tidak dilakukan

IA wrote:coba kita hitung ya,
pagi hari: subuh dan ashar (masih terang sekali)
sore hari: dzuhur (karena mendekati gelap) dan magrhib (sudah hampir dan terkadang gelap)
malam hari: isya (karena sudah sangat gelap)l


ini yang ngaco siapa ya?
Cebok pakai hologram, buat definisi waktu sholat sendiri. Hati-hati lho nanti diaknat allah swt. Hukum allah itu abadi. Celakalah mereka yang menolak pakai toilet berjalan dan cebok pakai tisu atau batu yang tidak ganjil, apalagi pakai hologram. Kafir berat..

http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_lima_waktu
Subuh, terdiri dari 2 rakaat. Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya Matahari.
Zuhur, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Zhuhur diawali jika Matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
Asar, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Asar berakhir dengan terbenamnya Matahari.
Magrib, terdiri dari 3 rakaat. Waktu Magrib diawali dengan terbenamnya Matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya.
Isya, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Isya diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya. Menurut Imam Syi'ah, Salat Isya boleh dilakukan setelah mengerjakan Salat Magri


keeamad wrote: “Sekiranya agama itu dengan akal semata, niscaya muhammad cebok dengan air bersih. Namun, sungguh aku pernah melihat Rasulullah cuma cebok dengan batu ganjil.”
Moral:
Muhammad memang gak ada akalnya,
tapi anehnya dia sukses MENGAKALI umatnya yg mengaku PUNYA AKAL ....
Moral 2:
Kalo umat muhammad benar2x punya akal,
MEREKA PASTI MURTAD ... !!


Moral 3:
Islam sukses mengatur segala aspek kehidupan umat, agar tetap tak menggunakan akal.

Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue Jun 11, 2013 12:11 am
by anne
--sudah ada 2 artikel baru, tapi beberapa hari ini belum sempat. Nanti saya lanjutkan lagi.

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Tue Jun 11, 2013 10:50 pm
by JANGAN GITU AH
si Insya Owo ini kelihatannya orang udik betul...
gak kenal apa itu hologram...

dia bilang kelak muslim bisa saja cebok pakai hologram...ckkck

apa elo pikir hologram itu sejenis air..atau sejenis batu?? :lol:

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Wed Jun 12, 2013 8:18 pm
by keeamad
Insya Allah wrote:coba kita hitung ya,

pagi hari: subuh dan ashar (masih terang sekali)

......


Bijimane muslim bisa pintar ..... ?
Ashar aja masih dibilang PAGI .... !?

Moral:
Gw yakin kalo israel perang sama iran,
belum apa, iran udah ko duluan ....
Gimana tidak,
menurun informannya, israel akan meluncurkan Rudal pd Kamis PAGI HARI,
maka tentara iran akan bersiap menghadang rudal tsb bada' ashar hari Kamisnya .....
:rolling: :rolling: :rolling:

Re: Mirza Ghalib: Untuk Sesamaku Muslim

PostPosted: Thu Jun 20, 2013 9:28 pm
by anne
http://www.islam-watch.org/authors/117- ... onths.html

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya 5a Pilar Ketiga Islam: Ramadan. Bulan-bulan Suci
Thursday, 13 June 2013 06:23 Mirza Ghalib

RAMADAN! BERKAH KESELAMATAN KITA, UMAT ISLAM?

Saudar/i Muslimku! Saat kita bicara mengenai puasa – pillar ketiga Islam, tidak mungkin memisahkannya dari bulan Ramadan. Membahas Ramadan, lazimnya membahas juga ritual-ritual di bulan Ramadan, seperti sholat Taraweeh, yang dilaksanakan segera setelah sholat isha, sholat malam Qiyam Al-Lail, juga Zakat Fitrah, Lail Al-Qadr, Itikaak (I'tikaf) , Suhur (sahur), Iftaar (berbuka), dsbnya.

Kita tidak bisa memisahkan bulan Ramadan dari pillar ketiga Islam. Malah, bulan Ramadan seharusnya dinyatakan secara resmi sebagai pillar ke-3 Islam. Apapun amal saleh yang kita perbuat di bulan penuh berkah, Ramadan, akan mendapat pahala 700 kali oleh Allah. So, sangat penting bagi kita untuk tahu lebih banyak mengenai bulan suci Ramadan.

Mari kita membahas ritual-ritual khusus Ramadan yg tercakup dalam ‘Pilar ke-3 Islam.’ Bulan Ramadan memiliki sejumlah aktivitas untuk mencari berkah pahala, terlebih bagi nabi tercinta kita: membawa berkah keuntungan. Dan ini tidak cukup dibahas hanya dalam satu artikel. Dengan rendah hati kumohon agar saudara/i-ku kiranya bersedia membaca semua artikel di bawah judul ‘PUASA: PILAR KETIGA ISLAM’. Saya akan mulai dengan memaparkan fakta mengenai empat bulan ‘suci’ yang jarang diketahui rata-rata Muslim.


FAKTA TERKAIT ‘BULAN-BULAN SUCI’ ISLAM YANG JARANG DIKETAHUI MUSLIM

Saudara/i muslimku! Jika Non-muslim biasa bertanya pada kita yang mana bulan suci bagi kita, maka kita, muslim dari semua sekte—terlepas dari berbagai perbedaan keyakinan/aliran—akan menjawab ringkas: ‘Ramadan.’ Dan sayangnya jawaban ini benar-benar salah! Trims, karena kita begitu keras kepala, tidak mau belajar sendiri untuk memahami Islam secara menyeluruh dan tergantung sepenuhnya pada para mullah/ulama, yang pada umumnya justru kurang berpendidikan dari kita, untuk belajar ttg Islam.

Sebenarnya ada empat bulan suci dalam Islam. Dan menurut Quran, bulan Ramadan justru tidak termasuk salah satu diantaranya! Keempat bulan tsb adalah: Muharram, Rajab, Dhu Al-Qaada & Dhu Al-Hijja. Keempat bulan ini, merupakan ‘bulan-bulan suci’ agama Pagan sebelum muncul Islamnya Muhammad. Dalam “Bulugh al-’Arab fi Ahwal al-’Arab”, kita baca:

‘Keempat bulan suci: Rajab, Dhu al-Qa’da, Dhu al-Hijja dan Muharram, telah dianggap suci di masa pra-Islam [Jahiliya]. Menyerang untuk menjarah, membalas dendam, berperang, berkelahi dan berselisih, dilarang selama bulan-bulan ini. Jika seorang pria bertemu musuh yang membunuh ayah atau saudara laki-lakinya selama bulan-bulan ini, ia tidak akan bertengkar dengannya….Selama bulan-bulan suci, [orang-orang] berada dalam batas aturan untuk tidak berkelahi atau melakukan serangan, dan harus menyingkirkan ujung-ujung tombak [mereka] sebagai tanda bahwa mereka akan menghindari pertempuran, apapun masalahnya..’

Jelas, Islam mencontek aturan penyucian bulan-bulan ini dari tradisi agama Pagan Arab pra-Islam, dan tidak memperkenalkan sesuatu yang baru pada dunia.


ALLAH ‘MENYUKAI’ RITUAL-RITUAL PAGAN—UNTUK MENGAMBIL HATI KAUM PAGAN

Muhammad yang haus kekuasaan ‘menciptakan’ agama baru yang katanya ‘monoteistik, namun faktanya ia memasukkan banyak ritual dari agama Pagan leluhurnya, menjadi bagian cult Islam agar kaum pagan tertarik. Untuk membungkus hasrat bermotivasi politik agar tampak suci, ia menciptakan ayat-ayat yang sesuai dan mengaitkan ayat-ayat tsb pada sosok rekaan: Allah, budak sekaligus ‘boneka’nya.

Walaupun Muhammad sengaja membuat ayat-ayat untuk mencontek kebiasaan agama Pagan ke Islam, seiring dengan berlalunya waktu ia tidak lagi begitu mementingkan beberapa ritual yang diconteknya. Empat bulan suci Islam hanya satu diantara sekian ritual contekan yang ia abaikan. Tidak ada disebutkan dalam Quran maupun hadist alasan mengapa keempat bulan ini suci. Tidak banyak yang dikatakan Allah mengenai apa yang harus dilakukan Muslim selama empat bulan-bulan suci tsb, kecuali di bulan Rajab dan Dhu Al-Hijja, dimana ritual umrah dan haji—ritual-ritual Pagan yang dicontek Muhammad—dilaksanakan.

Mengenai keempat bulan-bulan suci dalam Islam, Allah swt mengatakan:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, …. (Quran 9:36)

Ayat-ayat lain yg merefer ke bulan-bulan suci ini: Qs: 2:197 & 217, 5:2, 9:2-5, 9:37. Namun tidak ada yg benar-benar menyatakan alasan mengapa begitu sakral.

Muhammad juga mengesahkan bulan-bulan suci tsb dalam hadist-hadist berikut:

“Satu tahun ada dua belas bulan, yang empat diantaranya suci: tiga berturut-turut Dhul-Qa’da, Dhul-Hijja dan Muharram, dan (yg keempat) Rajab (suku) Mudar yang berada diantara Jumadi-ath-Thaniyah dan Sha ban” (Sahih Al-Bukhari 4:419)

Kebanyakan Muslim saat ini tidak menganggap penting bulan-bulan ini, kecuali pelaksanaan ibadah sekali seumur hidup: Haji/Umrah di bulan Rajab dan Dhu Al-Hijja. Sementara Dhul-Qa’da dan Muharram sama sekali tidak ada sakralnya bagi Muslim.

Pertanyaannya: Mengapa Quran ‘suci’ kita menyatakan keempat bulan-bulan ini ‘suci’? Apapun mungkin alasan Allah, yang kita tahu dengan pasti adalah: keempat bulan-bulan tsb adalah bulan-bulan suci kaum Pagan sebelum Muhammad menciptakan Islamnya. Kaum Pagan memposisikan bulan-bulan tsb sebagai bulan-bulan suci karena memang punya makna suci dan penting bagi mereka. Selanjutnya, Allah mengadopsi dan mengesahkannya sebagai bulan-bulan suci juga untuk mengambil hati kaum Pagan, namun melecehkan makna suci dan penting di dalamnya.


MEMANFAATKAN BULAN-BULAN SUCI KAUM PAGAN SEBAGAI KELEMAHAN MEREKA

Setelah tiba di Medinah, tanpa buang waktu Muhammad berusaha meraih kekuasaan dengan cara apapun. Seiring para pengikutnya berangsur bermigrasi ke Medinah selama sekitar dua bulan, masalahpun timbul. Mereka hanya memiliki sedikit harta dan tidak punya cukup ketrampilan untuk bekerja. Segera para migran dari Mekah ini mengkonsumsi apa yang mereka miliki dan menghadapi bahaya kelaparan. So, untuk memberi makan gerombolan para sahabat migran yg perlu makan, sekitar setahun setibanya di Medinah, Muhammad mengorgansir serangan terror untuk menjarah dan merampok kafilah-kafilah dagang Mekah yang tidak atau hanya sedikit dipersenjatai. Usaha-usaha awal perampokan selalu gagal. Selanjutnya Muhammad menugaskan 8 orang Muslim di bawah pimpinan sepupunya, Abdullah bin Jahsh, di bulan Rajab, salah satu diantara empat bulan suci Pagan Arab.

Karena Muhammad tahu benar di kalangan orang Arab saat itu mereka sangat patuh aturan, menahan diri untuk tidak berkelahi atau menumpahkan darah selama keempat bulan-bulan suci tsb, ia memanfaatkan nilai moral kaum Pagan tsb dengan licik, dan sengaja mengirimkan orang-orangnya untuk merampok kafilah Mekah di tempat bernama Nakhla. Sebagai orang Arab yang pernah memandang suci bulan ini, awalnya Abdullah bin Jahsh merasa ragu menyerang kafilah kaum kerabatnya sendiri, namun desakan kerakusan membuat mereka tak ingin kafilah kaya ini lepas dari tangan. Maka mereka membunuh salah satu anggota kafilah dan menjarah semua barang. Salah satu penduduk Mekah berhasil melarikan diri, sementara yang lain ditawan untuk dimintai tebusan.

Yang paling membuat terkesima dan penting untuk dipertimbangkan adalah: kelicikan Muslim. Agar anggota kafilah tidak curiga dan takut, geng Abdullah ini mencukur rambut mereka dan muncul di hadapan kafilah berpura-pura sedang dalam perjalanan pulang dari melaksanakan Umrah, mengesankan mereka bukanlah ancaman. Anggota kafilah mempercayai tipuan tsb dan jatuh.

Saat ini, Muslim memanfaatkan situasi serupa di negara-negara Barat. Saudara/i Muslim kita mengambil keuntungan dari sikap toleran dan saling menghargai Non-muslim Barat yang tidak waspada untuk menggerogoti demokrasi mereka. Beberapa saudara Muslim dari negara kaya minyak mengambil keuntungan dari paham multikulturalisme Barat untuk meraih ambisi politik rakus mereka mendirikan dominasi Islam di muka bumi.

IZIN ALLAH (AYAT QURAN) UNTUK MEMBENARKAN PELANGGARAN KESUCIAN BULAN SUCI

Kembali ke Medinah, Abdullah bin Jahsh menyerahkan pembagian hasil jarahan dan tawanan kepada Muhammad. Namun kabar penyerangan dan pembunuhan oleh orang-orang suruhan Muhammad tsb, sekaligus pelanggaran kesucian bulan suci telah tersebar luas. Orang-orang Quraysh berkata, “Muhammad dan para sahabatnya telah melangar bulan suci, menumpahkan darah, menjarah harta dan menawan orang. Muhammad mengklaim ia mengikuti ketaatan pada Allah, namun ia-lah yang pertama melanggar bulan suci dan membunuh (Ibn Ishaq, p.288)

Dikala orang-orang mengutuk pelanggaran mengerikan atas bulan suci itu, Muhammadpun menghadapi masalah: bagaimana cara menangani situasi sulit tsb Awalnya ia berpura-pura tidak mau menerima harta jarahan, seakan memperlihatkan ia tidak senang pada pertumpahan darah di bulan suci. Ia juga mencoba menyalahkan para penyerang, suatu hal yang membuat Abdullah dan gengnya terpojokkan.

Namun, di saat yang sama Muhammad juga begitu berhasrat menguasai harta jarahan. Maka, dengan licik ia menciptakan cara untuk membenarkan segalanya, tak perduli betapa mengerikan apa yang dilakukan pengikutnya di Nakhla. Ia menginstruksikan Allahnya untuk menurunkan ayat untuk membenarkan pelanggaran kesucian bulan suci:

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh…. (Quran/ Sura Baqra 2:217)

Allah juga menurunkan ayat yang merekomendasikannya untuk mengambil 1/5 bagian harta jarahan sebagai jatah bersama Allah dan Muhammad (Quran 4:94/ 8:1/ 8:41)

Ayat ini menjadi pembenaran perilaku Muhammad yg melanggar norma-norma keyakinan dan tradisi ratusan tahun Arab yg menghormati bulan-bulan suci. Yang juga sangat penting diperhatikan adalah: Allah mengetahui dan menyetujui kesucian bulan-bulan suci kaum Pagan.


BULAN-BULAN SUCI DIMANFAATKAN UNTUK MEMBUNUH NON-MUSLIM, TAPI TIDAK UNTUK DIBUNUH MEREKA

Adalah siasat dan pembenaran Muhammad ia boleh menyerang dan membunuh Non-muslim selama bulan-bulan suci mereka, dengan alasan melindungi agama Allah. Sebaliknya, jika Non-muslim hendak menyerang selama bulan suci yang dideklarasikannya sendiri, Ramadan, Muslim harus berkata: “Aku sedang berpuasa.”

Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah berkata, “Puasa adalah perisai (atau tameng atau pemberhentian)….Maka, jika seseorang menyerang atau menganiayanya, ia harus berkata padanya dua kali. ‘Aku sedang berpuasa.’” (Sahih al-Bukhari 3:118)


ALLAH & MUHAMMAD: PARTNER PENJARAHAN DI BULAN SUCI

Kita, Muslim, tidak pernah mau repot bertanya: Seberapa suci keempat bulan-bulan suci ini? Apa kewajiban dan tugas yg diemban selama bulan-bulan ini? Apa pahala yang diperoleh dengan melaksanakannya? Apa sejarah di balik bulan-bulan suci ini?

Sementara, dalam Qs 2:217, Allah hanya datang menyelamatkan muka Muhammad dari perbuatannya yg mengerikan, sekaligus mensupport nafkah hidup nabi tercintanya dengan memberi jatah 1/5 harta ‘suci’ hasil perbuatan mengerikan tsb. Dan bukan hanya itu, sosok Allah yang tidak tahu malu menyatakan dengan jelas hasratnya akan bagian dari harta rampokan tsb:

• “And know that out of all the booty that ye may acquire (in war), a fifth share is assigned to Allah,- and to the Messenger…” (Quran/ Sura Al-Anfaal 8:41)
• …With Allah are profits and spoils abundant. (Quran Al-Nisa 4:94)
• They ask thee concerning (things taken as) spoils of war. Say: “(Such) spoils are at the disposal of Allah and the Apostle…. (Quran al-Anfaal (Booty) 8:1)


Saat Muhammad mengambil bagian 1/5 harta rampokan, tentu saja Allah tak akan pernah datang mengklaim jatahnya (termasuk perempuan-perempuan) dari Muhammad. So, sudah pasti semuanya direngkuh sang nabi ‘suci.’


KESIMPULAN

Kita, Muslim, percaya 100% setiap huruf Quran datang dari mulut Allah kita yang maha kuasa, dan menganggapnya benar-benar ilahian dan suci. Namun, saudara/i Muslimku yang kukasihi! Ayat-ayat Qs 2:197 & 217, 5:2, 9:2-5, 9:36-37 – adalah beberapa diantaranya yang menjadi bukti nyata bahwa kita telah memeluk keyakinan kaum Pagan pra-Islam leluhur Muhammad yang dijadikan bagian dari Islam. Adakah diantara 1.5 milyar saudara/i Muslimku bisa menjelaskan apa yang membuat keempat bulan ini suci, kecuali adanya praktek Umrah dan Haji di bulan Rajab dan Dhu Al-Hijja? Bahkan, di bulan Rajab dan Dhu al-Hijja inipun, apa manfaat melakukan ritual Umrah dan Haji yang tidak masuk akal diikuti pembantaian kejam besar-besaran terhadap hewan yang merupakan ritual-ritual kaum Pagan?

Di bagian selanjutnya kita akan membahas bagaimana Muhammad berusaha keras membujuk kaum Pagan dan Yahudi, agar mau bergabung dengan agamanya dengan cara mengadopsi ritual-ritual dan puasa mereka.

Dengan kasih, untuk sesamaku Muslim: Mengungkap Muhammad dan Islam sesungguhnya
Mirror
Faithfreedom forum static