.

M Siratul Mustakim Murtad

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

M Siratul Mustakim Murtad

Postby Adadeh » Wed Jun 27, 2012 7:06 am

Murtad dan Jadi Agnostik

Aku dulu hidup di Kerajaan Bahrain sejak lahir (1 Agustus, 1992) sampe usia 15 tahun. Aku telah melakukan Umroh lima kali dalam hidupku. Umroh terakhir adalah di tahun 2000 saat berusia 8 tahun, dan aku bersama orang tua. Keluarga kami lalu tinggal di AS selama setahun. Keluargaku itu sangat fanatik Islam. Kakekku (wartawan Late Akhter-Ul-Alam), adalah bekas duta besar Bangladesh bagi Bahrain. Profesi profesionalnya yang lain adalah editor kepala koran Bangladesh terkenal Ittefaq Daily. Dia juga adalah penerjemah Inggris-Bengali buku 'Bible, Quran and Science', oleh Maurice Buccaile, 'The Origin of Man', oleh Ahmed Deedat', dan banyak lainnya. Dia ditetapkan sebagai salah satu jurnalis Muslim paling top di tahun 2000 oleh koran 'Saudi Tribune Daily''. Ayahku, MD. Ghulam Rabbani, adalah penasehat invesmen di perusahaan di Zurich, dan ibuku Fahmida Akhter Bithun adalah penasehat Pengadilan Tinggi Bangladesh. Kedua orangtua selalu saja mendorongku untuk beriman pada Islam.

Setelha kami kembali ke Bangladesh (di usia 15 tahun), aku masuk Sekolah Inggris di Dhaka, dan menjalani segala kegiatan dan upacaranya. Aku dipilih untuk melafalkan Qur'an di awal kegiatan sekolah. Setelah beberapa bulan, aku bertemu dengan ilmuwan tanah bernama Dr. Zaman, yang merupakan pekerja departemen pertanian UNDP di perkebunan teh di dekat rumahku di Mohammedpur, Dhaka. Kadangkadal kami ngobrol tentang pertanian, ekonomi, politik, dll. Suatu hari dia bertanya padaku, "Apakah kau lihat sekarang politikus suka mengunjungi Mekah untuk naik haji untuk mendapatkan lebih banyak suara dalam pemilu? Hanya karena dia udah haji, maka orang secara membuta memberikan suaran baginya." Lalu dia bertanya padaku tentang pendapatku akan Islam. Kujawab bahwa aku udah umroh lima kali, dan seringkali memimpin sholat. Dia kaget: Ah, masa iya!! Kau ini telah mengunjungi "kotak item" itu? Wah, maaf deh, aku ogah ngobrol denganmu. Aku gak suka ngomong dengan orang² yang doyan mengunjungi "kotak item" dan percaya segala dongeng di buku² yang kebanyakan nama²nya dimulai dengan huruf Q atau B." Dia tidak tampak khawatir karena dia tahu aku orangnya tenang dan lembut.

Sejak saat itu, aku tidak mau lagi percaya buta akan Islam dan mulai menelaah Islam secara bebas, dan muncullah pertanyaan² ini:

* Apakah benar Ka'bah itu hanya sekedar "kotak item" dan tak lebih daripada itu? Batu item yang diciumi Muslim dan dijadikan arah qiblat ternyata hanyalah batu meteor biasa saja.
* Jika Allah itu sedemikian maha sakti sehingga dia mampu menciptakan seluruh jagad raya, mengapa dia perlu mengirimku buku² untuk memperkenalkan diriNya padaku? Malah anehnya buku² ini bisa dibeli di berbagai toko buku.
Sekarang sih aku percaya bahwa "Buku² ditulis dengan tinta, dan tidak akan pernah jadi bukti makhluk supernatural atau maha kuasa." Tapi jika kau percaya takhayul, buku² ini bisa menipu daya pikiranmu dan memenjarakannya.
* Mengapa Allah tidak membuat otak manusia percaya bahwa dialah tuhan yang maha esa dan yang menciptakanku (satu²nya Al-Khaliq di Qur'an)?
* Jika Allah itu tak diciptakan, apakah mungkin jagad raya bisa otomatis diciptakan dengan Big Bang atau tanpa apapun?
* Jika aku melihat botol kosong dan yakin bahwa ada volume udara di dalamnya, dan bahwa ada unsur air di dalam udara, lalu membuka tutup botol dan menemukan sebuah kertas di dalam botol dengan tulisan "Ini bukan air, tapi H20, dan botol ini adalah rasulnya SAW dan jika kau tak percaya maka aku akan membekukanmu! Bukankah contoh ini sama seperti sikap Allah pada yang tak percaya padanya?
* Menurut Qur'an, hanya Muslim saja yang bisa masuk surga. Tapi Qur'an baru dipublikasikan 1400 tahun yang lalu, dan sebelum itu tak ada yang tahu tentang Qur'an dan Allah, jadi salah siapa tuh?
* Qur'an mengatakan: 'Jangan berteman dengan orang² Yahudi dan Kristen' (5:51 dan 3:118). 'Mereka adalah teman satu sama lain.' Apakah Allah menciptakan manusia dengan kemampuan membaca pikiran orang lain, untuk tahu mana yang Muslim dan yang bukan, mana yang Muslim taat dan yang bukan? Apakah dia menuliskan keterangan itu pada tubuh manusia? Mengapa sunat Muslim dan Muslimah perlu dilakukan oleh dokter segala, dan bukan Allah saja yang melakukannya?
* Sejak masih bayi, terus bisa berjalan, sampai dewasa, para orang tua dan masyarakat Muslim terus saja mendorong anak² Muslim untuk percaya tuhan Islam, para malaikatnya, nabi² dan rasul² Islam. Karena itulah sukar sekali bagi Muslim untuk tidak percaya buta. Mereka seperti tak punya pilihan untuk bisa berpikir di luar kotak, sehingga tetap saja terpenjara dalam Islam.
* Tentang para orangtua Muslim: Jika seorang ibu memberitahu anaknya 'Jika kau tak nurut, aku akan pukul kamu', kita menganggap didikan seperti ini sarat kekerasan dan salah. Tapi jika itu itu berkata, 'Jika kau tak nurut aku, maka Tuhan akan menghukummu dengan api neraka,' kita menganggap hal ini sebagai bagian dari iman suci. Ini jelas merupakan sikap yang bertolak belakang.

Akhirnya aku murtad dan jadi agnostik aja dah.

Ada tambahan ini:
Di dunia ini tiada pun seorang atheis yang bisa membuktikan tuhan itu tak ada. Mereka hanya punya bukti logika. Di lain pihak orang² theis juga tidak bisa membuktikan keberadaan tuhan, karena bukti yang mereka miliki hanya sekedar buku² agama mereka saja. Kedua pihak theis dan atheis bertumpu pada argumen filosofi, sains yang semua membingungkan. Karena itulah aku pilih di tengah² aja, jadi moderat agnostik.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: M Siratul Mustakim Murtad

Postby Adadeh » Wed Jun 27, 2012 7:34 am

Ka'bah itu tak lain hanyalah kotak item yang beruzia uzur, dan sudah dibongkar pasang berkali-kali.

Image
Last edited by Adadeh on Wed Jun 27, 2012 7:37 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: M Siratul Mustakim Murtad

Postby Adadeh » Wed Jun 27, 2012 7:37 am

Knafa pemerintah Saudi di tahun 1940-an gak bisa menanggulangi banjir di Ka'bah? Jawab: Gak ada doku.
Tapi setelah tahun 1960-an, atas bantuan teknologi kafir, pemerintah Saudi mulai kaya karena minyak.

Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



Who is online

Users browsing this forum: No registered users