.

Diskusi dengan Netter FFI

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 3:22 pm

Mohon maaf sebelumnya,...
saya ingin lebih mendalami tentang 'Apa yang ingin disampaikan oleh Forum ini' dan juga sekaligus ingin mengetahui ttg sumber2 Islam yang dipakai oleh para Netter senior disini.

Dengan kata lain tujuan saya membuat trit ini adalah 'Memuaskan Rasa Ingin Tahu' saya pribadi atas Islam itu sendiri.
Mungkin saja beberapa hal yg saya sampaikan bisa menjadi 'Semacam Masukan' bagi Muslim dan non-muslim,...
Sebelum menerima Statement bahwa "Islam adalah suatu Kebenaran Final".

Dan
Perlu saya tekankan disini,.. bahwa posisi saya disini hanyalah 'sbagai Pihak yang bertanya'
Baiklah tanpa perlu berpanjang lebar lagi,...
<>

Sebelumnya saya mau copas dulu beberapa jawaban dari komik-sirat-rasul-allah-t30650/page320.html

Saya setuju dengan komentar netter G. Langit yang sudah memberikan semacam apresiasi kepada Senior adadeh.

Pertanyaan saya adalah 'Apakah semua sumber yang anda gunakan itu Sahih dan kredibel di dunia Islam tu sendiri' ?!?!
Dan kalau jawaban dari pertanyaan itu memang sama "Mengapa saudara Muslim kita sama sekali tidak bereaksi dengan sewajarnya layaknya 'Orang normal' pada umumnya ?

Untuk anda ketahui saya ini berlatar belakang Islam Kejawen dan sama sekali tidak/belum pernah melangkah tuk menyelidiki Tafsir dan sumber2 Islam lainnya.
Saya pun hanya sekedar menjalankan ritual saja tanpa pernah mengerti esensi dari Ibadahnya tu sendiri sperti apa ?

Maaf kalau pertanyaan ini tidak pada tempatnya
Salam, Zulfi


Tanggapan dari G.Langit

Saya bukan ahlinya Islam, tapi dari hasil pengamatan saya mengikuti diskusi2 di FFI ini selama 4 tahun dan saya cross Check dengan kehidupan keluarga Ayah saya dan keluarga ibu saya (ibu saya murtadin ikut agama Ayah sy) dan cross check dengan lingkungan disekitar sy (kantor,bisnis,pemerintahan) apa yang dikemukakan netter2 FFI spt Adadeh, MSAW, Duladi, Hilman, AAA dan lainnya, adalah benar. Memang ada netter2 kafirun pemandu sorak, tukang ngaco di FFI ini tapi EGP saja. Tulisan2 dr netter2 yg sdh sy sebutkan diatas cukup (kl gk boleh dikatakan sangat) berbobot, anda bisa search tred2 mereka.
Tujuan FFI ini untuk membuka kedok islam bukan untuk membenci muslim. Muslim2 sdh protes dan minta pemerintah menutup website ini cuma gk bisa di bann (gua jg bingung, salut buat admin). Untuk sdr Zulfi saya sarankan anda tetap mengikuti website ini. Sy tidak mengatakan netter2 di website ini semuanya bener, tapi anda bisa menyeleksinya sendiri. Salam kenal my bro.
<>

Tanggapan Adadeh

Zulfi wrote:Pertanyaan saya adalah 'Apakah semua sumber yang anda gunakan itu Sahih dan kredibel di dunia Islam tu sendiri' ?!?!

Iya dunk.

Zulfi wrote:Dan kalau jawaban dari pertanyaan itu memang sama "Mengapa saudara Muslim kita sama sekali tidak bereaksi dengan sewajarnya layaknya 'Orang normal' pada umumnya ?

Ini sudah dijawab oleh Ali Sina di artikel berikut (klik):
Apakah Setiap Manusia Terlahir sebagai Muslim?
kutipan:
Lihatlah perbuatan² Muhammad! Apakah dia hidup secara suci? Dia adalah bajingan yang memuakkan! Dia merampok, memperkosa, dan membantai orang² tak bersalah dan mengambil harta-bendanya. Ini sudah cukup bagi orang waras untuk mengetahui dengan cepat bahwa Muhammad adalah Nabi palsu. Lalu kenapa dunk lebih dari semilyar orang menganggapnya sebagai Nabi sejati? Kunci kata yang harus diingat adalah “waras.” Jika berhubungan dengan masalah iman, para umat akan mengenyampingkan kewarasan mereka. Mereka membanggakan diri mereka dalam kebodohan diri sendiri dan mengecam pemikiran nalar. Sewaktu masuk mesjid, umat Muslim mencopot sepatu dan otak mereka dan meletakannya di luar mesjid. Setelah selesai mendengarkan dakwah² Islamiah yang melumpuhkan akal budi, mereka lalu keluar mesjid, memakai sepatu mereka, tapi lupa memasang kembali otak mereka.

Untuk anda ketahui saya ini berlatar belakang Islam Kejawen dan sama sekali tidak/belum pernah melangkah tuk menyelidiki Tafsir dan sumber2 Islam lainnya. Saya pun hanya sekedar menjalankan ritual saja tanpa pernah mengerti esensi dari Ibadahnya tu sendiri sperti apa ?

Apakah Anda sampai saat ini masih merasa sebagai Muslim, atau sudah menyadari siapakah Muhammad sebenarnya? Jika masih merasa sebagai Muslim, maka sudah seharusnya Anda memeriksa dan mengerti isi literatur Islam tersahih: Qur'an, Hadis, Sirat. Netter M-SAW juga sudah banyak mencantumkan buku² Islam yang bisa Anda periksa langsung di sini:
buku-islam-indonesia-oleh-penulis-muslim.html
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 3:29 pm

Tanggapan saya kepada Adadeh

Jika berhubungan dengan masalah iman, para umat akan mengenyampingkan kewarasan mereka. Mereka membanggakan diri mereka dalam kebodohan diri sendiri dan mengecam pemikiran nalar. Sewaktu masuk mesjid, umat Muslim mencopot sepatu dan otak mereka dan meletakannya di luar mesjid. Setelah selesai mendengarkan dakwah² Islamiah yang melumpuhkan akal budi, mereka lalu keluar mesjid, memakai sepatu mereka, tapi lupa memasang kembali otak mereka.

Apakah hanya faktor iman yang 'Membelenggu' mereka sehingga menyebabkan para Muslim tidak dapat berpikir jernih.
Bagaimana dengan faktor lainnya,... maksud saya bahwa apa yang anda dan kawan" lakukan sudah tertulis jelas di dalam Quran

Lihat beberapa referensi ayat yg saya berikan

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang- orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati.
Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (TQS. Ali ‘Imrân [3]: 186

Ahmad telah mengeluarkan dengan jalan Mus’ab bin Sa'id dari ayahnya, ia berkata, Aku berkata, “Wahai Rasulullah saw.,
siapa manusia yang paling berat cobaannya?” Rasulullah saw. bersabda:

Para Nabi, kemudian orang-orang yang shalih, kemudian generasi setelahnya, dan generasi setelahnya lagi.
Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila ia kuat dalam agamanya, maka ujian akan semakin ditambah.
Apabila agamanya tidak kuat, maka ujian akan diringankan darinya. Tidak henti-henti ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini
dengan tidak memiliki kesalahan sedikit pun.
<>

Apa tanggapan sdr Adadeh atas ayat yg saya ajukan diatas,.... saya ingin sekali membaca tanggapan anda
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 3:51 pm

Apakah Anda sampai saat ini masih merasa sebagai Muslim, atau sudah menyadari siapakah Muhammad sebenarnya? Jika masih merasa sebagai Muslim, maka sudah seharusnya Anda memeriksa dan mengerti isi literatur Islam tersahih: Qur'an, Hadis, Sirat. Netter M-SAW juga sudah banyak mencantumkan buku² Islam yang bisa Anda periksa langsung di sini: buku-islam-indonesia-oleh-penulis-muslim.html

Mungkin saya perlu jujur disini bahwa saat ini saya masih mempertahankan 'Identitas' Muslim saya.
YA! Hanya sebatas itu. Banyak pertimbangan yang harus saya pikirkan kedepannya nanti.

Bukannya saya ingin hidup dalam Kemunafikan, tapi saya hanya ingin mempertahankan 'Apa yang sudah saya Capai selama 31 tahun hidup saya ini'
Saya masih ingin menjalin 'Silaturahmi' dengan teman2 Muslim saya, yang mana semua hal itu tidak bisa terpenuhi JIKA saya memproklamirkan diri
sbg Sesorang yang sudah tidak Islam lagi.

Utk Muhammad saya hanya menganggap Dia sebagai Seorang yang Istiqomah dalam memperjuangkan 'Apa yang diyakininya' walau dalam melakukan aktivitasnya itu Banyak Nyawa dan Darah terbuang Sia-sia. Dan jika dipandang dari sisi kemanusiaan 'perbuatan itu sama sekali tidak pantas bahkan tercela.
Ini mungkin salah satu faktor yg membuat saya meragukan agama ini.

Dan mengenai referensi
Yang saya maksudkan adalah Sumber Islam terawal dan bukan hasil recycle para ilmuwan Muslim.
Dapatkah adadeh memberikan kpd saya semacam referensi (baik berupa link maupun buku2 yang terkait) , dimana harus memulainya ?

Semoga menjelaskan dan terima kasih atas tanggapan anda
Zulfi
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby I Want You » Sat Feb 20, 2010 4:22 pm

mohon maaf , sebelumnya ,

saya jadi ingin bertanya kepada anda , saudara Zulfi :

1. Apakah setelah anda membaca artikel dan tulisan di FFI , anda sudah cross check , baik dengan Al-qur'an maupun hadis2 yang ada ?
Pada awal saya membaca FFI pun , saya penasaran , apakah FFI ini mengarang2 atau memang benar adanya ? saya coba searching baik dengan mbah gugel ataupun mencari sendiri dari sumber2 internet , itupun saya kurang puas , saya sempat minjem Al Qur'an teman saya yang muslim dan mencoba mencocokan sendiri di toko2 buku. Setelah saya check dan puas , saya berkesimpulan sebenernya apa yang di paparkan di FFI sudah sangat jelas .

2. Sampai sekarang anda masih Islam ya ? dan kelihatannya anda setengah2 , antara percaya dengan FFI atau percaya dengan islam ? Apakah begitu ? ( Mengapa anda tidak mencoba cross check sendiri ? )

itu saja pertanyaan saya dulu. :-k
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 4:37 pm

Salam kenal Bung I Want You

1. Apakah setelah anda membaca artikel dan tulisan di FFI , anda sudah cross check , baik dengan Al-qur'an maupun hadis2 yang ada ?
Ya,....saya sudah melakukan sedikit Cross-check baik dengan Quran n Haddist,... tapi berhubung keterbatasan Ilmu yang ada
maka saya melakukan analisa secara mandiri melalui 'berbagai Ceramah, buletin dakwah dan Buku pengenalan akidah' oleh pengarang Muslim itu sendiri.

Sampai pada saat saya umur 24 tahun,... saya aktif dalam kegiatan dakwah siyasah. Disitu saya mulai curiga dan membuat saya tuk meragukan Agama ini.
Saya rasa itu titik baliknya.

Duh jadi ingat dulu, saya sangat Vokal lho dalam membandingkan Agama lain dengan tujuan tuk Mengangkat derajat Agama saya itu.
Bahkan tak jarang saya 'melakukan' semacam Penghinaan atas dogma lain walaupun Penghinaan saya itu tidak sampai didengar oleh yang bersangkutan.

Untuk itu saya pribadi mohon maaf kepada anda2 sekalian atas kesalahan saya di masa lalu.
Sekarang saya bahagia bahwa saya sudah membuang jauh2 semua itu dan berani melangkah tuk menemukan 'kebenaran' yang sejati.

2. Sampai sekarang anda masih Islam ya ? dan kelihatannya anda setengah2 , antara percaya dengan FFI atau percaya dengan islam ? Apakah begitu ? ( Mengapa anda tidak mencoba cross check sendiri ? )

Saya rasa tidak begitu kawan. Anda bisa melihat beberapa postingan terakhir saya disini.
Seperti yang sudah saya tekankan diatas bahwasanya 'Saya hanya mempertahankan Identitas' dan tidak lebih dari itu.
Mungkin netter love_peaceful2 bisa lebih menjelaskan kepada anda, secara holistik.

Semoga menjelaskan
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby duren » Sat Feb 20, 2010 5:02 pm

Zulfi wrote:Dan mengenai referensi
Yang saya maksudkan adalah Sumber Islam terawal dan bukan hasil recycle para ilmuwan Muslim.
Dapatkah adadeh memberikan kpd saya semacam referensi (baik berupa link maupun buku2 yang terkait) , dimana harus memulainya ?

Semoga menjelaskan dan terima kasih atas tanggapan anda
Zulfi

Hello bung Zulfi ... salam kenal
Kalau pengen crosscek paling afdol kalau anda bertanya kepada netter muslim kaffah .
Kalau anda cermati ada beberapa muslim yang spesialist masalah tersebut .
Misalnya si JZ dan PP . Biarpun tampang mereka jelek seperti ketupat basi tapi cuma mereka yang berani mengakui sahihnya sumber sumber borok Islam :green:
PP ... masalah perintah bunuh kalau murtad
JZ ... Aisha memang ditiduri muhammad di usia 9 tahun
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 1:58 am

@atas salam kenal juga

Iya bung duren saya disini hanya ingin menggali informasi saja dari Adadeh mengenai Komik Sirat nya.
<>

Untuk adadeh

Saya ada beberapa materi yang ingin di-share,... dan saya rasa cerita yg akan saya cuplik bisa smakin memperkaya content dan kualitas dr Cerita Komik yang anda paparkan disana :

Melempar dengan Batu

Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah telah mengeluarkan hadits dalam kitab Shahih-nya dari Thariq al-Muharibi, ia berkata;
Aku melihat Rasulullah saw. lewat pasar Dzil Majaz. Ia memakai jubah berwarna merah. Beliau bersabda:
Wahai manusia, katakanlah Lâ Illâha Illallâh, niscaya kalian akan berbahagia.
Pada saat itu ada seorang laki-laki yang mengikuti Rasulullah saw. sambil melemparinya dengan batu. Akibatnya tumit dan betis beliau berdarah.
Orang itu berkata, “Wahai manusia!, Jangan mengikutinya karena ia adalah pendusta.” Aku berkata, “Siapa orang itu?” Mereka berkata,
“Ia adalah anak muda dari bani Abdil Muthalib.” Aku berkata lagi, “Lalu siapa orang yang mengikutinya sambil melemparinya dengan batu?”
Mereka berkata, “Abdul Uzza”, Abû Lahab.
<>

Melempar Kotoran, seperti Kotoran Unta dan Lainnya

Imam al-Bukhâri telah meriwayatkan dari Abdullah ra., ia berkata; Ketika Nabi saw. sedang sujud dan di sekitarnya terdapat sekelompok orang Quraisy, datanglah Uqbah bin Abi Mu’ith dengan membawa kotoran unta yang telah disembelih dan melemparkannya ke punggung Nabi saw;
maka Nabi tidak mengangkat kepalanya. Kemudian Fatimah datang dan mengambil kotoran itu dari punggung Nabi saw.

Beliau membiarkan apa yang dilakukan orang-orang Quraisy itu kemudian bersabda
Ya Allah, binasakanlah segolongan orang Quraisy, yaitu Abû Jahal bin Hisyam, Uthbah bin Rabî’ah, Syaibah Ibnu Rabî’ah, Umayah
Bin Khalaf atau Ubay bin Khalaf, (dua nama yang terakhir merupakan keraguan dari perawi hadits ini).

Ibnu Sa'ad telah meriwayatkan dalam ath-Thabaqat dari dari ‘Aisyah ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
Aku berada di antara kejahatan dua tetangga, yaitu Abû Lahab dan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith.
Keduanya suka membawa kotoran unta kemudian dilemparkan ke pintu rumahku. Bahkan mereka (orang Quraisy) pun suka membawa sebagian kotoran kemudian dilemparkan ke rumahku.

Kemudian Rasul saw. keluar membawa kotoran itu seraya berkata, “Wahai bani Abdu Manaf, pertetanggaan seperti apakah ini?”
Kemudian Nabi saw. melemparkannya ke jalan. <idih jorok ya> :rock:
<>

Berusaha Menginjak Leher dan Menaburkan Tanah ke Wajah

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abû Hurairah, ia berkata;
Abû Jahal pernah berkata, “Apakah Muhammad ditaburi wajahnya dengan tanah di depan kalian?”
Kemudian ada yang menjawab, “Benar.” Abû Jahal berkata, “Demi Latta dan Uzza,

jika aku melihatnya melakukan hal itu, maka aku akan menginjak lehernya atau akan menaburkan tanah ke wajahnya.” Abû Hurairah
berkata, “Kemudian Abû Jahal mendatangi Nabi saw., ketika beliau sedang shalat. Ia bermaksud menginjak leher Nabi saw. Maka, tidak
ada yang mengagetkan mereka, kecuali saat dia berjalan di belakangnya dan menahan tangannya.

Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Apa yang terjadi padamu?’ Abû Jahal berkata, ‘Antara aku dan Muhammad benar-benar ada parit api, monster yang
menakutkan, dipenuhi dengan sayap-sayap.’” Rasulullah saw.
bersabda:
Andai kata (Abû Jahal) mendekatiku, maka pasti ia akan disambar anggota tubuhnya satu persatu oleh Malaikat.
<beneran ada ga ya malaikatnya>
======

Ditakut-takuti oleh Allah dan dibiarkan kelaparan

Ibnu Hibban telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya dari Anas, ia bekata; Rasulullah saw. bersabda

Aku telah disiksa karena Allah, dan tidak ada seorang pun yang dianiaya. Aku telah ditakut-takuti karena Allah, dan tidak ada
seorang pun yang ditakut-takuti. Aku telah diboikot selama tiga hari tiga malam, dan aku tidak melihat makanan sedikit pun kecuali
yang tersembunyi di balik ketiak Bilal.

Ibnu Hibban juga telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya, al- Hâkim dalam al-Mustadrak, ia berkata, “Hadits ini shahih memenuhi syarat Muslim”, adz-Dzahabi menyetujui dalam kitab at-Talkhîsh dari Khalid bin Umair al-Adawiy, ia berkata;
Atabah bin Gazwan khutbah di hadapan kami, ia memuji Allah kemudian berkata, “…

Aku telah melihat diriku, dan aku termasuk yang ketujuh dari tujuh orang yang bersama Rasulullah saw. Kami tidak mempunyai makanan sedikit pun kecuali dedaunan pohon, hingga sudut bibir kami terluka. Aku memungut satu kain kemudian memotongnya menjadi dua antara aku dan Sa'ad bin Abi Waqas,
yang dikenal dengan julukan penunggang kuda Islam.

Kemudian aku memakai kain itu setengahnya dan Sa'ad setengahnya lagi.
<>

Mengolok-olok dan Mengejek

Ibnu Hisyam berkata dalam Sirah, Ibnu Ishaq berkata; Aku telah dikabari Yazid bin Ziad dari Muhammad bin Ka’ab al-Karzi,
setibanya di Thaif, Rasulullah saw. pergi menemui beberapa penduduk Tsaqif.

Mereka adalah para pemimpin dan tokoh-tokoh Tsaqif. Mereka ada tiga orang bersaudara… Kemudian Rasulullah saw. duduk bersama mereka dan mengajak kepada agama Allah. Rasulullah saw. menyampaikan kepada mereka tentang tujuan kedatangannya, yaitu mencari orang yang siap menolongnya, dan
berjuang bersama beliau menghadapi siapa saja di antara kaumnya yang menentang beliau.

Salah seorang dari mereka berkata, “Aku siap mencabut kain Ka’bah dan membuangnya jika Allah memang mengutusmu sebagai Nabi.”
Yang lain berkata, “Apakah Allah tidak mendapatkan yang lain untuk diutus selain engkau?” ...Kemudian
mereka memprovokasi orang-orang pandir dan hamba sahaya untuk mencaci-maki Rasulullah saw. dan meneriakinya dengan
kata-kata kotor...

Ibnu Hibban mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Amr, ia berkata; …
Aku telah hadir bersama mereka dan para pembesarnya berkumpul di al-Hijr, kemudian mereka bercerita
tentang Rasulullah saw. dan berkata; Kami tidak melihat perlakuan dari laki-laki itu yang menjadikan kami tetap sabar atasnya.

Ia menganggap **** mimpi-mimpi (hayalan) kami, mencaci maki nenek moyang kami, dan mengejek agama kami; memisahkan jama’ah kami dan memaki-maki Tuhan kami. Kami telah bersabar darinya atas perkara yang agung (serius), atau sebagaimana yang biasanya mereka katakan.

Ketika mereka masih bergelimang dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba datanglah Rasulullah saw. Beliau tampak berjalan hingga menghampiri tiang (Ka’bah). Beliau melewati mereka sambil thawaf di Baitullah.

Ketika beliau melewati mereka,
mereka mengejek dengan beberapa perkataan. Abdullah bin Amr berkata; Aku mengenali pengaruh ejekan itu di wajah beliau,
kemudian beliau berlalu. Ketika beliau melewati mereka kedua kalinya, mereka kembali mengejek lagi seperti yang pertama kali,
dan aku mengenali pengaruh ejekan itu di wajah beliau, dan beliau berlalu.

Kemudian melewati mereka ketiga kalinya, mereka pun kembali mengejeknya seperti tadi.
Kemudian beliau bersabda:
Apakah kalian mendengar wahai kaum Quraisy! Ingat, demi Allah yang menggenggam jiwa Muhammad, sungguh aku datang kepada
kalian untuk memenggal (kalian)….”

<>

Memutuskan Hubungan antara Pimpinan dan Pengikut

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Sa'ad, ia berkata;
kami pernah bersama Nabi saw., jumlah kami ada enam orang. Kemudian kaum Musyrik berkata kepada Nabi, “Usirlah mereka itu agar tidak lancang kepada kami.” Sa'ad berkata; Sahabat Rasul saw. pada saat itu adalah aku, Ibnu Mas’ud, seorang lelaki dari Hudzail, Bilal, dan dua orang lelaki yang tidak aku kenali namanya.

Kemudian ucapan kaum Musyrik itu mempengaruhi diri Nabi saw., dengan izin Allah. Sehingga Nabi saw. berbicara di dalam hatinya,
kemudian turunlah Firman Allah

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya.
(TQS. al-An’am[6]: 52
<>

Tawar-menawar antara Mabda (Ideologi) dengan Tahta,Harta, dan Wanita

Abû Ya’la dalam al-Musnad dan Ibnu Muin dalam Tarikh- nya telah meriwayatkan dengan isnad yang perawinya terpercaya selain al-Ajlah, tapi kemudian ia menjadi orang yang terpercaya. Dari Jabir bin Abdullah ia berkata;

Abû Jahal dan segolongan pembesar Quraisy berkata, “Sungguh telah menyebar pada kita urusan Muhammad. Karena itu carilah seorang lelaki yang sangat
mengetahui sihir, perdukunan, dan syair. Kemudian ajaklah iaberbicara dan suruh ia mendatangkan penjelasan kepada kami tentang urusan Muhammad.”

Maka Utbah berkata, “Aku telah mendengar perkataan tukang sihir, dukun, dan para penyair. Aku mempunyai pengetahuan tentang semua itu, dan tidak akan samar bagi kami jika urusan Muhammad adalah termasuk sihir, perdukunan, dan syair.”

Kemudian Utbah mendatangi Nabi saw.,
dan berkata, “Wahai Muhammad!, siapa yang lebih baik, apakah engkau atau kah Hasyim? Siapakah yang lebih baik, apakah engkau atau Abdul Muthalib? Siapakah yang lebih baik, apakah engkau atau Abdullah?”

Maka Nabi tidak menjawabnya. Utbah berkata,
“Lalu kenapa engkau mencaci tuhan-tuhan kami dan menyesatkan nenek moyang kami?
Jika engkau melakukan hal itu karena ingin tahta, maka kami akan mengikat panji-panji kami kepada engkau sehingga engkau jadi pemimpin kami;

jika engkau inginkan wanita maka kami akan menikahkan engkau dengan sepuluh wanita yang bisa engkau pilih dari wanita Quraisy sekehendakmu;
dan jika engkau menginginkan harta, maka kami akan mengumpulkan harta-harta kami untukmu yang bisa mencukupimu dan keturunanmu.”

Rasulullah saw. diam tidak berbicara. Ketika Utbah selesai bicara, Rasulullah saw. membaca:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hâ Mîm. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. (TQS. Fushilat [41]:
1-3); hingga sampai ayat ketiga belas:

Jika mereka berpaling maka katakanlah, “Aku telah memper-ingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum
`Aad dan kaum Tsamud. (TQS. Fushilat [41]: 13

Kemudian Utbah menahan mulut Rasulullah saw. dan memohon belas kasih Rasul saw. dengan sangat agar berhenti membacakan al-Quran.
Utbah sejak saat itu tidak menemui keluarganya dan menahan diri dari mereka. Abû Jahal berkata,

“Wahai kaum Quraisy!, demi Allah, kami tidak melihat Utbah kecuali telah keluar dari agama kita untuk memeluk agama Muhammad.
Ia tertarik dengan makanan Muhammad. (apa maksudnya ya)
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Jarum_Kudus » Sun Feb 21, 2010 2:29 am

Zulfi wrote:Melempar dengan Batu

Melempar Kotoran, seperti Kotoran Unta dan Lainnya

Berusaha Menginjak Leher dan Menaburkan Tanah ke Wajah

Berhubung belum ada jawaban dari Adadeh, gw jawab aja dulu sementara. Gw pikir wajar ajah orang bejad seperti Muhammad dilempari tokai onta dan batu. Lihat aja tuh pesannya dalam berdakwah:

http://myspear.org/references/motives7- ... abiya.html

Al Sirah Al Nabawiya Al Halabiya, Bagian 2, halaman 4-5:
Al Mothana bin Harith adalah seorang kepala suku Baduy yang sukunya berada dibawah perlindungan Kerajaan Persia. Muhammad menawarkan Islam kepada Al Mothana, tapi ia menolak, dengan mengatakan bahwa ia tidak akan memutuskan perjanjiannya dengan Kisra, raja Persia.
Muhammad menjawab, “Sabarlah, tunggu dan kau akan melihat Allâh mewariskan uang dan tanah Persia, dan wanita² akan terlentang, siap untuk ditiduri"

Dengan kata lain, jika kau --Mothana--menerima Islam, kau akan menjadi pemiliki tanah, uang dan wanita² Persia.

Perhatikan sikap Muhammad atas wanita² Persia. Muhammad membayangkan bahwa Mothana & Baduy2 akan sibuk memperkosa wanita2 Persia.

Al Sirah Al Nabawiya Al Halabiya, Bagian 2, halaman 5.
Pada kesempatan lain, Muhammad menawarkan Islam kepada para kepala suku Bakr, tapi mereka menolak dan mengatakan bahwa mereka berada dibawah perlindungan kerajaan Persia, dan oleh karena itu mereka tidak perlu agama Muhammad.

Muhammad mengatakan, “Jika kau percaya Allâh dan jika Allâh memutuskan untuk membiarkanmu hidup setelah perang² ini, kau akan menikmati kehidupan, hidup di rumah² Persia, meniduri wanita² Persia dan memperbudak lelaki² Persia."


Orang yang ngajarin perkosaan, penjarahan, penjajahan terhadap umat lain memang seharusnya ditimpukin tokai, dan bahkan sudah selayaknya dibunuh sekalian. Bukan begitu, mas Zulfi?

zulfi wrote:Tawar-menawar antara Mabda (Ideologi) dengan Tahta,Harta, dan Wanita

Padahal Muhammad sudah jelas mengatakan rencananya untuk menyerang kafir Persia, kafir Romawi, dan memperbudak dan memperkosa para wanitanya. Tuh baca dan periksa lagi pesannya di Sirat Al-Halabiya dan juga ibn Hisyam. Bukankah Anda punya buku2 Sirat terkenal itu?

Rencana awalnya sewaktu masih di Mekah untuk memperkosa para kafir jika punya kesempatan ternyata dikabulkan Allah Sub'hanahu wa Ta'ala setelah hijrah, lengkap dengan ayat2 penghalalan perkosaan dan perbudakan terhadap wanita2 kafir tawanan perang:

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.


Q 70:29,30
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.


LANGSUNG TO-THE-POINT SAJA, MAS ZULFI.
Kami di FFI mengupas Islam karena Islam mengajarkan Muslim untuk membenci, menindas, memperkosa, menjarah, dan membunuh kafir. Kebencian Muslim terhadap kafir sudah jelas nyata dalam perilaku sehari-hari, dan Anda pun sudah mengakuinya di sini:
gereja-dihujani-lemparan-batu-dan-nyaris-dibumihanguskan-t36692/page160.html#p581143
Ini tulisanmu sendiri:
Zulfi wrote:Sebenarnya, ada satu benang merah yang bisa kita tarik dari berbagai peristiwa penyegelan, penutupan, dan penyerangan berbagai Gereja di Indonesia, termasuk sulitnya mendapatkan izin. Yaitu adanya kebencian terhadap aktifitas umat Kristen di tengah-tengah masyarakat Muslim. Ya, “kebencian”, sejujurnya itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan aktual tersebut.


Sekarang pertanyaannya adalah: MENGAPA MUSLIM MEMBENCI KAFIR?
Apakah yang diajarkan Muhammad tentang KAFIR dalam Qur'an dan Sunnah? Bagaimana sikap Muhammad sendiri terhadap KAFIR dalam Qur'an, Sunnah, dan Sirat?? Kami di FFI menggunakan literatur Islam untuk membuktikan bahwa Muslim membenci kafir karena Muhammad mengajarkan/memerintahkan Muslim untuk melakukan hal itu.

Anda mengatakan "tidak semua Muslim jahat". Tentu saja kami para kafirun dan murtadun di FFI sudah mengetahui akan hal itu. Banyak sobat dan sodara gw yang Muslim, dan kami saling mengasihi tak peduli si Muhammad melarang Muslim untuk bersahabat dengan para kafir. Kasih sayang diantara keluarga kami yang Muslim dan non-Muslim diatas semua ajaran bejad si Mamad. Mengapa banyak Muslim yang baik hati terhadap kafir? Jawabannya adalah karena fakta menunjukkan bahwa ternyata sukar bagi manusia waras untuk bisa jadi sejahat dan sebejad Muhammad. Orang waras tidak bisa dipaksa untuk melakukan hal2 yang tidak masuk akal sehat!! Muhammad itu orang yang sakit jiwa dan psikopat, sehingga dia bisa bertindak begitu sadis dan brutal di luar akal sehat terhadap kafir: perkosa, jarah, jajah, bunuh, bantai masal, bakar idup2, siksa sampe mati, peres duit kafir demi alasan keamanan, poligami, tabok istri, kurung istri sampe mati, dll. Semua orang waras tidak sanggup melakukan hal ini, termasuk Anda sendiri.

Hal itu pulalah yang mengakibatkan banyak Muslim yang murtad meninggalkan Islam. Mereka tak sanggup mengikuti ajaran tak-waras penuh kebencian Muhammad terhadap kafir dan juga terhadap wanita (termasuk Muslimah).
User avatar
Jarum_Kudus
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Jarum_Kudus » Sun Feb 21, 2010 3:13 am

Mas Zulfi, Anda menulis demikian:
Zulfi wrote:Apakah hanya faktor iman yang 'Membelenggu' mereka sehingga menyebabkan para Muslim tidak dapat berpikir jernih.
Bagaimana dengan faktor lainnya,... maksud saya bahwa apa yang anda dan kawan" lakukan sudah tertulis jelas di dalam Quran

Lihat beberapa referensi ayat yg saya berikan

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang- orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati.
Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
(TQS. Ali ‘Imrân [3]: 186


Inikah sebabnya Anda itu masih jadi Muslim sampai detik ini? Apakah hanya karena Muhammad mengatakan hal itu? Ayat ini intinya adalah peringatan (dengan ancaman neraka di ayat sebelumnya) bahwa Muslim tidak boleh meninggalkan Islam. Sekarang periksalah mengapa Muhammad sangat takut ditinggal Muslim? Hal ini berhubungan dengan caranya cari nafkah, yakni melalui merampas barang jarahan kafir. Muhammad tidak mampu melakukan hal itu sendirian, dan harus bergantung sepenuhnya pada para Muslim.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”
Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.
http://myspear.org/islam_ref1/3-Al_Bukhari_2913.jpg
http://myspear.org/references/3-Al_Bukh ... erb25.html

Ayat QS. Ali ‘Imrân [3]: 186 itu mengatakan bahwa para Ahli Kitab akan melakukan "gangguan yang banyak yang menyakitkan hati". Lhah, yang duluan mengganggu itu syapa sebenarnya? Apakah umat Yahudi dan Kristen pernah menyerang Muhammad terlebih dahulu? Siapakah yang merampok uang kafir Kristen dan Yahudi saat lagi kekurangan duit? Silakan simak tafsir Q 9:28,29 dari Ibn Khatir yang sudah diterjemahkan Adadeh:

DARI MANA ASAL UANG PENGGANTI HILANGNYA PENDAPATAN MUSLIM ITU?

Lihat tafsir Ibn Kathir tentang Q 9:28,29:
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=9&tid=20958

[وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ]
(and if you fear poverty, Allah will enrich you, out of His bounty.) Muhammad bin Ishaq commented, "The people said, `Our markets will be closed, our commerce disrupted, and what we earned will vanish.' So Allah revealed this verse,
terjemahan:
(dan jika kau takut miskin, Allah akan memperkaya dirimu, dengan upahNya.)
Muhammad bin Ishaq menjelaskan, "Orang2 berkata, 'Pasar2 kami akan bangkrut, dagang kami terganggu, dan pendapatan kami akan hilang.' Karena itu Allah menurunkan ayat ini,


[إِن شَآءَ]
(if He wills), until,
terjemahan
(jika Dia menghendaki), sampai,

[وَهُمْ صَـغِرُونَ]
(. ..and feel themselves subdued.)
This Ayah means, `this will be your compensation for the closed markets that you feared would result.' Therefore, Allah compensated them for the losses they incurred because they severed ties with idolators, by the Jizyah they earned from the People of the Book.'' Similar statements were reported from Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr, Qatadah and Ad-Dahhak and others. Allah said,
terjemahan:
(.... mereka tunduk.)
Ayat ini berarti, `ini adalah kompensasi bagimu atas akibat kebangkrutan pasar2mu yang kau takutkan itu.' Karena itu, Allah memberi ganti rugi karena hilangnya pendapatan mereka akibat memutus hubungan dengan para pagan, dengan bayaran Jizyah yang mereka dapatkan dari para Ahli Kitab." Perkataan yang sama dilaporkan oleh Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr, Qatadah and Ad-Dahhak and others. Allah said,

Apakah para Ahli Kitab pernah diperintah Yesus atau Yehovah untuk memalak Muslim jika kekurangan duit atau hilang sumber nafkah?
Siapakah sebenarnya yang melakukan "gangguan yang banyak yang menyakitkan hati" itu? Jika Anda jujur mengamati sejarah Islam dan juga kenyataan sehari-hari saat ini, maka Anda tentunya sudah tahu jawabannya.
User avatar
Jarum_Kudus
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 6:22 pm

Untuk Pak Moderator

Kang Mody saya ingin tahu alasan dibalik Pemindahan trit ini, sehingga secara langsung memposisikan diri saya sebagai Pembela Islam, scr pribadi terus terang saya sedikit keberatan atas Status ini. Karena semenjak pertama Join di Forum ini, saya tidak pernah membuat satu pun tulisan yang membela Islam.

Bahkan sebagian besar Post saya disini juga sudah merupakan suatu bentuk 'Kritik' terhadap Islam.
Terkait atas masalah itu saya memprediksikan bahwasanya Apa yang menjadi Substansi disini bisa berkembang ke arah Pembelaan terhadap Islam seiring dengan banyaknya tanggapan baik dari netter muslim maupun Kafir.

Apakah itu yang menjadi alasan Pemindahannya Kang Mody ? Mohon Konfirmasi.
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 6:25 pm

Tanggapan untuk Jarum Kudus

Untuk jarum Kudus sebelum saya menanggapi postingan anda, ada baiknya saya mengingatkan kembali ttg "Apa yang menjadi tujuan saya" dalam trit ini supaya arah diskusi nantinya 'tidak keluar dari jalur'.Yang bisa saja ber-implikasi bahwa persoalan yang menjadi substansi tidak ditanggapi 'Sebagaimana Mestinya'.

Atau dengan kata lain OOC (Out Of Context).
<>

Membaca tanggapan beberapa netter Kafir di trit ini, saya melihat dan merasakan adanya 'Kesalah Pahaman' sehingga tanggapan yang keluar merupakan sebuah bentuk 'Penghakiman' atas diri saya dan bukan merupakan sebuah referensi (Link,Judul buku beserta halaman,dsb) sebagaimana yang telah saya uraikan di awal Post saya.

Mengenai keputusan saya untuk tetap mempertahankan 'Identitas' saya sbg Muslim.
Ya maksudnya hanya sebatas KTP dan sudah tidak sama sekali menjalankan Aktivitas ibadah beserta produk turunannya sebagaimana layaknya seorang Muslim.

Dan disini posisi saya pun sama dengan anda2 sekalian yaitu 'Mencoba melakukan studi Kritis terhadap Islam untuk kemudian melakukan Kritik terhadapnya'.
Ini pun bisa dilihat dari tulisan2 saya disini.

Bahkan seorang pembaca yang cermat dapat pula mengetahui bagaimana 'ALUR berpikir serta Orientasi Keimanan lawan bicaranya'.
(mIRIP PEMAIN CATUR LAH)

Dan untuk masalah Status

Saya rasa 'Apa yang menjadi pilihan saya saat ini merupakan 'Ranah personal', dengan begitu tidak sepantasnyalah orang lain tuk ikut mencampuri Pilihan hidup pribadi org yg bersangkutan.

Tentu saja itu semua dengan catatan,
Selama Pilihan hidup orang itu tidak Mengintervensi, merampas dan Menghilangkan hak-hak dasar orang lain termasuk dalam hal ini beribadah.
(Dan saya rasa Islam bermasalah di Sisi ini)
Dengan sendirinya setiap bentuk penyangkalan akan hal itu sudah merupakan bentuk penghinaan dan penindasan terhadap manusia.

Mengenai berbagai referensi yang anda berikan

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”
Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.
http://myspear.org/islam_ref1/3-Al_Bukhari_2913.jpg
http://myspear.org/references/3-Al_Bukh ... erb25.html

Saya juga menemukan hal yang senada disini

Dari Abdullah bin Abi Aufa ra.:

Sesungguhnya Rasulullah saw. di sebagian waktunya ketika perang,beliau menunggu hingga matahari condong ke Barat. Kemudian beliau berdiri di hadapan kaum Muslim dan bersabda, “Wahai manusia, janganlah mengharap bertemu dengan musuh, dan
mintalah keselamatan kepada Allah. Tapi jika kalian bertemu dengan musuh maka bersabarlah.
Dan ketahuilah bahwa surga ada di bawah bayang-bayang pedang.”
Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Ya Allah, Dzat yang menurunkan kitab, yang menjalankan awan, dan menghancurkan musuh; hancurkanlah mereka dan tolonglah kami untuk mengalahkan mereka.”
(Mutafaq ‘alaih)
<>

Dan untuk referensi lainnya, saya rasa nanti cakupannya akan Melebar dan mungkin tidak menyentuh apa yang ingin saya capai disini apabila ditanggapi.
Mari kita fokus saja kepada hasil karya Adadeh 'Komik Sirat Rasul Allah'

Dan maksud saya memberikan berbagai referensi itu adalah
1. Ingin bertanya kepada saudara Adadeh -selaku ahli sejarah Islam disini- Apakah Kejadian itu benar2 ada dalam Sirat yang sdr Adadeh baca ?
2. Bagaimana konteksnya, saya rasa kita semua disini perlu untuk mengetahui tiap detailnya -terutama tuk kejadian yg memalukan dan tidak masuk akal- ?


Semoga tulisan saya ini bisa meluruskan berbagai kesalahpahaman yang ada dan terima kasih atas referensinya.
Mohon maaf bila ada salah2 kata.

<>

Sebenarnya, ada satu benang merah yang bisa kita tarik dari berbagai peristiwa penyegelan, penutupan, dan penyerangan berbagai Gereja di Indonesia, termasuk sulitnya mendapatkan izin. Yaitu adanya kebencian terhadap aktifitas umat Kristen di tengah-tengah masyarakat Muslim. Ya, “kebencian”, sejujurnya itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan aktual tersebut.


Tanggapan saya Dari sisi Logika

Dari sudut pandang ini Islam mengatakan, Muhammad datang untuk meluruskan ajaran sebelumnya, yakni ajaran Isa. Dan Isa datang untuk meluruskan ajaran sebelumnya dan seterusnya.
Di sini, ajaran nabi dipahami bisa "diselewengkan". Terkadang itulah yang membuat saya berpikir bahwa ada semacam Inkonsistensi dalam paradigma agama samawi

Tetapi jika kita mengikuti alur pikir ini, semestinya ajaran Muhammad dan Al Quran juga bisa diselewengkan.
Berarti, suatu hari nanti akan ada "nabi baru" yang membawa risalah baru turun ke dunia ini.

Tetapi "maunya" orang Muslim tidak seperti itu. Muhammad adalah nabi terakhir (itu mutlak) dan Al Quran tidak mungkin dirubah-rubah.

Lha di sini, Tuhan jadi kelihatan aneh:
Kenapa Tuhan yang Maha Sempurna tidak bisa menciptakan satu saja kitab yang sempurna dan paripurna, sehingga tidak perlu lagi direvisi oleh kitab sesudahnya?

Jika Tuhan bisa menciptakan Al Quran yang "sempurna", mengapa untuk kitab-kitab lain kok DICIPTAKAN TIDAK SEMPURNA sehingga bisa diselewengkan oleh manusia??

Sampai detik ini saya belum pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pertanyaan ini, selain jawaban yang terkesan dipaksakan dan mengada-ada.
seperti : "manusia kan akalnya terbatas", Kenpa Tuhan harus mengikuti jalan pikiranmu,dst.
------------
Last edited by Zulfi on Sun Feb 21, 2010 10:56 pm, edited 1 time in total.
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby brondong » Sun Feb 21, 2010 7:05 pm

Bang Zulfi , sebetulnya yg dipermasalahkan olen bang Zulfi itu apa ? Islam sudah jelas agama terakhir dan agama penyempurna dari agama2 sebelumnya , anda harus pegang teguh akidah Islam jangan plin plan ... katakan YA bila YA atau TIDAK bila TIDAK.

Sekarang saya tanya posisi yang jelas saat ini anda dimana? Di pihak Islam ato kafir? jadi jangan ABU2...mengapa anda harus malu kalau memang semua yang ada dalam ajaran Islam begitu.

Iman/ketauhidan pada Allah SWT dan Rosul Mohamad SAW yg mengantarkan Islam kedunia harus bisa anda jaga dari bangsa2 kafir penindas Islam.
brondong
 
Posts: 84
Joined: Thu Feb 11, 2010 6:11 pm

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 10:24 pm

brondong wrote:Bang Zulfi , sebetulnya yg dipermasalahkan olen bang Zulfi itu apa ? Islam sudah jelas agama terakhir dan agama penyempurna dari agama2 sebelumnya , anda harus pegang teguh akidah Islam jangan plin plan ... katakan YA bila YA atau TIDAK bila TIDAK.

Sekarang saya tanya posisi yang jelas saat ini anda dimana? Di pihak Islam ato kafir? jadi jangan ABU2...mengapa anda harus malu kalau memang semua yang ada dalam ajaran Islam begitu.

Iman/ketauhidan pada Allah SWT dan Rosul Mohamad SAW yg mengantarkan Islam kedunia harus bisa anda jaga dari bangsa2 kafir penindas Islam.

Untuk anda dari pihak Muslim sebenarnya apa yg anda tanyakan sudah terjawab di awal Post saya kok.

saya pun tidak menganggap para netter disini sbg lawan atw kawan.
Dan saya tidak mau meladeni pertanyaan anda di trit ini karena akan sangat bisa mengacaukan Trit.

Apabila anda tertarik tuk berbincang dgn saya silahkan buka trit baru dgn judul (Dialog antara Eks Muslim dgn Muslim*)
tapi sebelumnya anda bisa lihat dulu referensi sy yang ini buddha-vs-islam-t30950/page20.html#p578622

Semoga menjelaskan....
Last edited by Zulfi on Sun Feb 21, 2010 10:59 pm, edited 1 time in total.
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 10:31 pm

Membunuh Keluarga dan Kerabat sendiri

Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhai keduanya, bahwa Rasulullah saw. bersabda

Barangsiapa di antara kalian bertemu dengan Abbas, maka hendaklah ia menahan diri darinya (tidak menyerangnya), karena ia ikut berperang bersama orang Quraisy dalam keadaan terpaksa. Abû Huzaifah bin ‘Utbah berkata, “Kenapa kami harus membunuh bapak, saudara, dan kerabat kami, sementara kami harus membiarkan Abbas?

Demi Allah aku pasti akan memenggalnya dengan pedang.” Kemudian berita itu sampai kepada Rasulullah saw., maka Rasul saw. berkata kepada
Umar bin al-Khathab, “Wahai Aba Hafs!, —hari itu adalah pertama kalinya Rasulullah memanggilku dengan nama Abi Hafs— ia akan memenggal paman
Rasulullah saw. dengan pedang?”

Umar berkata, “Biarkanlah aku memenggal lehernya karena ia sungguh telah menjadi orang munafik.” Abû Huzaifah berkata,
“Aku sejak saat itu tidak pernah merasa aman dari ucapanku tersebut. Dan aku akan senantiasa dihinggapi rasa takut, hingga Allah menebusnya dariku dengan
mati syahid.” Ibnu Abbas berkata, “Abû Huzaifah terbunuh pada perang Yamamah sebagai syuhada.”
(HR. al-Hâkim dalam kitab al-Mustadrak. Ia mengatakan hadits ini shahih memenuhi syarat Muslim)
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Sun Feb 21, 2010 10:37 pm

Oh iya,... saya OFF dulu mulai besok, n mungkin sabtu baru bisa gabung lagi
Makasih ats perhatiannya
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Adadeh » Mon Feb 22, 2010 2:32 am

Zulfi wrote:1. Ingin bertanya kepada saudara Adadeh -selaku ahli sejarah Islam disini- Apakah Kejadian itu benar2 ada dalam Sirat yang sdr Adadeh baca ?

Ya, semua peristiwa berasal dari Sirat yang ditulis Ibn Ishaq, Tabari, Ibn Sa'd, dan juga Qur'an dan Hadis. Karena sejarah Islam ditulis oleh penulis Muslim, tentunya banyak hal yang tidak obyektif dan usaha menutupi semua tipu-daya Muhammad. Karena aku tak beriman sama sekali pada Islam, maka aku menilai permasalahan dari sudut pandang kafir. Misalnya tentang 3 pertanyaan Rabi Yahudi dan jawaban Muhammad. Tentu saja tiada satu pun penulis Muslim yang mengatakan jawaban² Muhammad ngawur semua sebab itu berarti mereka murtad dan nyawa mereka tentunya terancam karenanya. Tapi fakta menunjukkan bahwa jawaban Muhammad memang tiada satu pun yang benar, dan aku menunjukkan bukti² tersebut. Keterangan dalam komik tersebut hanya keterangan ringkas saja, dan keterangan lebih terperinci sudah lama kutulis di beberapa artikel di Resource Center dan Ruang Debat Islam.

Zulfi wrote:2. Bagaimana konteksnya, saya rasa kita semua disini perlu untuk mengetahui tiap detailnya -terutama tuk kejadian yg memalukan dan tidak masuk akal- ?

Untuk mengetahui setiap detail dalam semua urutan peristiwa, tentunya orang harus baca sendiri Sirat dan tidak bisa hanya tergantung pada komikku saja. Aku sudah menjelaskan beberapa kali bahwa tak mungkin bagiku untuk menggambar semua kejadian peristiwa secara detail, karena keterbatasan waktu dan tenaga. Aku hanya memilih bagian yang penting untuk menunjukkan mengapa Muhammad akhirnya membatalkan semua ayat² lembut Mekah dengan ayat² ganas Medinah, dan mengapa Muslim akhirnya harus membenci dan menindas kafir sejak 1400 tahun yang lalu sampai detik ini. Komik Sirat Rasul Allâh punyaku tentu saja berbeda penjelasannya dengan berbagai Sirat Rasul tulisan Muslim. Sama seperti Sirat yang ditulis para pembenci Islam seperti Muhammad Ali Khan, Abul Kasem, Robert Spencer, Ali Sina, Zaki Amin, Sayyid al-Qimni, Steven Emerson, Serge Trifkovic, dll tentunya sangat berbeda isinya dengan Sirat yang ditulis para Muslim pencinta Islam. Aku tidak mengatakan karyaku sejajar kualitasnya dengan karya para penulis kafir berbobot tersebut, tapi aku hanya ingin menunjukkan perbandingan dan perbedaannya saja.

Membunuh Keluarga dan Kerabat sendiri
Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhai keduanya, bahwa Rasulullah saw. bersabda
Barangsiapa di antara kalian bertemu dengan Abbas, maka hendaklah ia menahan diri darinya (tidak menyerangnya), karena ia ikut berperang bersama orang Quraisy dalam keadaan terpaksa. Abû Huzaifah bin ‘Utbah berkata, “Kenapa kami harus membunuh bapak, saudara, dan kerabat kami, sementara kami harus membiarkan Abbas?"

Aku sudah menulis semua kronologi peristiwa Jihad Muhammad di Akar Terorisme Islam, termasuk kasus si Abbas di Perampokan Badr ini.

Dalam peristiwa perampokan Badr di atas, Muhammad memang sangat bersikap sangat tak adil. Dia menyuruh Muslim Mujahirin (Mekah) membunuhi sanak keluarga Mekah pagan sendiri di Badr, tapi dia melarang mereka membunuh pamannya si Abbas karena Abbas sebenarnya adalah mata² Muslim di Mekah (Hamidullah, Muhammad, The Battlefields of The Prophet Muhammad, hal.40). Tapi meskipun demikian, Muhammad sebenarnya juga membunuh 2 paman kandungnya di Badr: Abul Hakam/Abu Jahl dan Abul Bakhtari. Bakhtari itulah yang dulu berinisiatif membatalkan usaha boikot terhadap Bani Hisyam dan Bani al-Mutalib di Mekah (Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allâh, hal. 172). Muhammad juga membunuh Talib yang adalah cucu Abdul Mutalib (kakek Muhammad) dan putra sulung Abu Talib (paman Muhammad) yang telah setia membesarkan dan melindungi Muhammad sejak usia 12 tahun dan seterusnya, sampai saat kematian Abu Talib.

Tanggapan saya Dari sisi Logika
Dari sudut pandang ini Islam mengatakan, Muhammad datang untuk meluruskan ajaran sebelumnya, yakni ajaran Isa.

Jika begitu, mungkin Anda masih menganggap Muhammad adalah Rasul Allâh SWT nan suci. Maaf jika perkiraanku salah, belon kenal sih.

Tetapi jika kita mengikuti alur pikir ini, semestinya ajaran Muhammad dan Al Quran juga bisa diselewengkan.

Kupikir di sinilah letak perbedaan cara pandang Anda dan aku dalam menilai Islam. Anda mungkin menganggap Islam telah/dapat diselewengkan sehingga banyak kekacauan yang terjadi dalam nama Islam. Tapi aku sih tidak berpikir begitu, Zulfi. Aku, yang tak beriman pada Islam, bisa melihat dengan jelas bahwa Muhammad adalah sumber masalah dan akar segala teror dalam Islam, yang ajarannya tercantum dalam Qur'an, ahadis sahih dan Sirat.

Berarti, suatu hari nanti akan ada "nabi baru" yang membawa risalah baru turun ke dunia ini.
Tetapi "maunya" orang Muslim tidak seperti itu. Muhammad adalah nabi terakhir (itu mutlak) dan Al Quran tidak mungkin dirubah-rubah.

Kupikir kita sebagai manusia waras tidak butuh "agama", "nabi" atau "kitab" apapun untuk bisa membedakan apa yang benar dan yang salah. Hati nurani dan akal sehat saja sudah cukup. Buktinya, hukum dasar sekuler Indonesia jauuuuh lebih beradab daripada hukum Syariah Islam, padahal hukum Indonesia tidak berdasar kitab suci kuno apapun. Selain itu, keterangan Muhammad adalah nabi terakhir memang tercantum dalam Qur'an, Sura Al-Azab, ayat 40, dan dengan sendirinya Muslim pun harus mempercayainya.

Lha di sini, Tuhan jadi kelihatan aneh:
Kenapa Tuhan yang Maha Sempurna tidak bisa menciptakan satu saja kitab yang sempurna dan paripurna, sehingga tidak perlu lagi direvisi oleh kitab sesudahnya?
Jika Tuhan bisa menciptakan Al Quran yang "sempurna", mengapa untuk kitab-kitab lain kok DICIPTAKAN TIDAK SEMPURNA sehingga bisa diselewengkan oleh manusia??
Sampai detik ini saya belum pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pertanyaan ini, selain jawaban yang terkesan dipaksakan dan mengada-ada.
seperti : "manusia kan akalnya terbatas", Kenpa Tuhan harus mengikuti jalan pikiranmu,dst.

Bagus jika Anda bisa berpikir kritis seperti itu. Bagiku, Muhammad adalah pencipta sosok tuhan Alllah SWT dan Muhammad sendirilah yang menyusun Qur'an. Dia mencontek berbagai kitab suci (termasuk yang dituduhnya sebagai palsu) dan juga catatan sehari-hari hidupnya sebagai isi Qur'an. Semuanya ini sudah dijelaskan berkali-kali di FFI, melalui perdebatan para senior FFI dan juga buku² tulisan Ali Sina, Zaki Amin, Abul Kasem, dll. Karena Muhammad sendiri yang menyusun Qur'an, maka tidak heran jika isi Qur'an sangat amburadul, tak berkronologi jelas, salah keterangan sejarah dan sains, salah tata bahasa, sarat dengan berbagai hukuman keji menindas kafir dan wanita.

Semua tuduhan Muhammad tentang kitab² lain telah dipalsukan hanyalah pengakuannya saja tanpa bukti apapun yang menunjang tuduhannya. Mungkin keterangan dari cendekiawan Dr. A.A. Ahmed berikut bisa menambah wawasan:
buku-kehidupan-rahasia-nabi-muhammad-t35971/page20.html#p551217

kutipan:
Menurut Al-Qimni, keberadaan ayat² Nasikh dan Mansukh dalam Qur’an tidak seharusnya dilihat sebagai kontradiksi (bertentangan satu dengan yang lain). Baginya, buku Allâh itu sempurna, lengkap, dan bebas dari kontradiksi. Akan tetapi, sungguh sukar bagi pengamat jeli untuk tidak melihat kontradiksi dalam Qur’an. Contohnya, ketika Nabi hijrah ke Medinah, “situasi dan kondisi membutuhkan adanya ayat² Qur’an yang memerintahkan Muslim untuk memuji-muji bani Israel, nabi² mereka, dan pernyataan Allâh yang memilih mereka di atas bangsa² lain, bahwa Taurat merupakan buku pembimbing yang benar, dan mereka harus mengikuti apa yang tertulis dalam Taurat mereka” (ibid: 588). Akan tetapi sikap bersahabat dengan kaum Yahudi ini berubah karena persekutuan dengan kaum Yahudi sudah tidak dibutuhkan lagi “setelah kemenangan di Perang Badr di mana Muslim mendapatkan banyak senjata, kekayaan, dan kekuatan” (ibid: 589).

Sungguh mengejutkan bahwa setelah peristiwa Badr, Nabi tiba² saja mendapatkan bahwa kaum Yahudi “telah mengganti Taurat yang asli sehingga Muslim wajib untuk membunuh mereka karena telah mengganti ayat² Allâh” (ibid). Al-Qimni melihat perilaku Muhammad yang sama terhadap orang² Kristen “setelah Muslim tidak butuh Abyssinia dan Nagashi lagi, maka ayat² Qur’an pun mulai menyerang dogma² Kristen” (ibid). Ketika umat Muslim masih sedikit dan lemah di Mekah “ayat² bijak Qur’an cocok dengan posisi mereka yang lemah di tengah² masyarakat pagan mayoritas yang memusuhi mereka, dan karena itu pula ayat² Qur’an Mekah mengandung pesan kebebasan beragama dan tak ada paksaan beragama Islam dan hukuman di Hari Kiamat akan ditentukan Allâh” (ibid). Al-Qimni melanjutkan, “setelah hijrah dari Mekah ke Medinah, dan setelah Perang Badr dan berubahnya keadaan umat Muslim dari lemah ke kuat, maka munculah ayat² Nasikh yang membatalkan kemerdekaan beragama dan memerintahkan Muslim untuk memerangi dan membunuhi non-Muslim” (ibid). Al-Qimni berusaha mengatasi masalah kontradiksi ayat² Qur’an melalui penjelasan konteks sejarah mengapa ayat² itu diturunkan atau “asbab al-nuzul”.


Sudah jelas bahwa alasan sebenarnya Muhammad menuduh umat Kristen dan Yahudi mengubah kitab² suci mereka adalah karena umat Kristen dan Yahudi tidak pernah mau percaya bahwa dia itu Nabi. Mereka hidup bersama Muhammad dan bisa melihat langsung sepak-terjang Muhammad yang jahat dan rendah akhlak.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Adadeh » Mon Feb 22, 2010 2:37 pm

Zulfi wrote:Tanggapan saya kepada Adadeh
Apakah hanya faktor iman yang 'Membelenggu' mereka sehingga menyebabkan para Muslim tidak dapat berpikir jernih.
Bagaimana dengan faktor lainnya,... maksud saya bahwa apa yang anda dan kawan" lakukan sudah tertulis jelas di dalam Quran

Lihat beberapa referensi ayat yg saya berikan
....TQS. Ali ‘Imrân [3]: 186
Apabila agamanya tidak kuat, maka ujian akan diringankan darinya. Tidak henti-henti ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini dengan tidak memiliki kesalahan sedikit pun.

Apa tanggapan sdr Adadeh atas ayat yg saya ajukan diatas,.... saya ingin sekali membaca tanggapan anda

Menurutku sih ini faktor "TAKUT" pada diri Muslim akan ancaman Muhammad bagi yang goyah iman. Unsur ketakutan ini sudah pernah dibahas oleh netter BigBrother (BB2009) dan beberapa netter murtadun lainnya saat sedang mempertanyakan keimanan mereka. Muhammad tahu sekali bahwa bahaya terbesar baginya adalah jika pengikutnya meninggalkan dirinya, makanya dia memberi begitu banyak ancaman dan peringatan agar Muslim tetap berpegang terguh pada Islam tanpa banyak bertanya.

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang- orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati.
Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (TQS. Ali ‘Imrân [3]: 186

Di sini Muhammad menuduh kafir Kristen dan Yahudi akan mengganggu Muslim, agar Muslim terus curiga pada kafir seumur hidup. Ayat fitnah kafir ini serupa dengan QS 5:64 → "Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka (Yahudi) sampai hari kiamat." Dengan demikian Muslim terus-menerus curiga dan benci sama kafir sampai kiamat, bahkan andaikata kafirnya tidak pernah menyakiti Muslim sekalipun.

Menurut pendapatmu, apa sih sebabnya Muhammad melakukan usaha adu domba kafir vs Muslim sampai kiamat seperti ini?

Ayat Q 3:186 di atas memang seringkali dipakai Muslim FFI untuk berusaha menguatkan iman mereka. Tapi fakta di lapangan kan berbeda dengan isi ayat itu, sebab justru kaum Muslimlah yang umumnya terlebih dahulu menyerang kafir, sama persis seperti yang dilakukan Muhammad terhadap kafir. Kafir tidak berani mengritik Islam sekalipun juga akan tetap dibenci Muslim sampai kiamat, sebab memang begitulah perintah Muhammad pada mereka. Israel bubar detik ini juga tidak akan membuat Muslim berhenti membenci Yahudi, sebab memang Muhammad memerintahkan Muslim untuk membenci mereka sampai kiamat. Pokoknya, kebaikan apapun yang dilakukan kafir, Muslim tetap harus membenci mereka sebab begitulah ajaran Muhammad. Ini tentunya ajaran yang tidak masuk akal dan sangat bertentangan dengan hati nurani dan akal sehat. Dengan begitu, Muslim yang tetap beriman pada Islam karena ayat² adu-domba di atas hanyalah membohongi diri mereka sendiri, demi mempertahankan iman Islam mereka. Semakin hebat usaha pembohongan pada diri sendiri, semakin kuat pula iman Islam mereka. Banyak tuh Muslim seperti itu di sini.

Begitu pendapatku, Zulfi. Menurutmu sendiri gimana? Mengapa Muslim tetap memeluk Islam meskipun sudah tak dapat membantah bahwa Muhammad itu pedagang budak, penjarah/perampok kafir, tukang perkosa kafir, penjajah kafir, pedofil, tukang jagal masal Yahudi, dll.?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Jarum_Kudus » Wed Feb 24, 2010 1:06 am

Zulfi ini tampaknya adalah kafir yang mengaku sebagai Muslim KTP. Alasan saya berpendapat seperti ini adalah karena tidak mungkin Muslim tidak mengerti sama sekali bagaimana cara yang tepat menganalisa kisah hidup Muhammad. Semua Muslim, bahkan yang KTP sekalipun, sangat tahu apa itu Qur'an, Sirat, Sunnah, Hadis. Semua Muslim, bahkan yang KTP sekalipun, tahu urutan/tingkatan/derajat literatur Islam dalam menilai Islam. Muslim tidak akan pernah bingung akan hal ini, tapi Zulfi kok tampaknya sama sekali tidak tahu. Saya jadi curiga sama ni orang. Komentar2nya di sini juga sangat amat berbau kafir yang tak tahu banyak tentang Islam.

Jika kafir, ngaku aja terus terang. Gw benci sama orang yang suka bertaqiya, apalagi jika kafir yang melakukannya. Jika kamu memang benar adalah kafir, silakan kutip ini di postingmu:

A. AKU BERSAKSI MUHAMMAD BUKAN RASUL ALLAH, dan ALLAH BUKAN TUHAN ASLI!

Tapi jika kamu adalah Muslim KTP, silakan bersyahadat:
B. ašhadu ʾan laa ilāha illa Allāh, wa ʾašhadu ʾanna Muḥammadan rasūlo Allāh

Pilih yang tegas: A atau B, biar gw tahu dengan siapa gw berhadapan. Gak perlu kirim2 PM ke gw segala, nyatakan saja semua di sini biar jelas bagi siapapun.
User avatar
Jarum_Kudus
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Wed Feb 24, 2010 2:01 am

Jarum Kudus dan beberapa tanggapan

Zulfi ini tampaknya adalah kafir yang mengaku sebagai Muslim KTP.
Alasan saya berpendapat seperti ini adalah karena tidak mungkin Muslim tidak mengerti sama sekali bagaimana cara yang tepat menganalisa kisah hidup Muhammad.

Untuk yang ini saya hanya ingin mengetahui Menilai Islam dari 'Kacamata' Kafir. Bagaimana step2 nya, terminologi berpikirnya, dsb.
Dan Adadeh di Forum ini menurut saya adlh 'Orang yg Kompeten' di bidangnya.

Semua Muslim, bahkan yang KTP sekalipun, sangat tahu apa itu Qur'an, Sirat, Sunnah, Hadis. Semua Muslim, bahkan yang KTP sekalipun, tahu urutan/tingkatan/derajat literatur Islam dalam menilai Islam. Muslim tidak akan pernah bingung akan hal ini, tapi Zulfi kok tampaknya sama sekali tidak tahu. Saya jadi curiga sama ni orang. Komentar2nya di sini juga sangat amat berbau kafir yang tak tahu banyak tentang Islam.

Karena baru sekarang saya tertarik tuk 'Mempertanyakan agama lama' saya dan dulu saya hanya menjalani Sebatas ritual.
ini semua sudah saya jelaskan di awal Post saya kok. :rock:

Harap anda membaca semua argumen saya disini secara tersirat dan tersurat. Supaya mendapatkan pemahaman yg Holistik.
Kalau anda masih tidak percaya,... silahkan anda menghubungi netter love_peaceful2.
Saya banyak berbincang dengannya disini.

Jika kafir, ngaku aja terus terang. Gw benci sama orang yang suka bertaqiya, apalagi jika kafir yang melakukannya. Jika kamu memang benar adalah kafir

Anda ini lagi emosi ya,.... hati2 bung anda mengurangi umur anda sendiri selama 3 menit.
Baiklah untuk memuaskan rasa emosi anda,....

Saya akan dengan Bangga tuk mengutip KEDUANYA

ZULFI wrote:A. AKU BERSAKSI MUHAMMAD BUKAN RASUL ALLAH, dan ALLAH BUKAN TUHAN ASLI!

Tapi jika kamu adalah Muslim KTP, silakan bersyahadat:
B. ašhadu ʾan laa ilāha illa Allāh, wa ʾašhadu ʾanna Muḥammadan rasūlo Allāh


SEMOGA kali ini anda puas dengan jawaban saya.

Zulfi
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Diskusi dengan Netter FFI

Postby Zulfi » Wed Feb 24, 2010 2:17 am

Untuk adadeh

Terima kasih atas penjelasannya,.... dan dengan ini pula "terjawab sudah' apa yang ingin aku Ketahui dari anda
<>

Dan untuk tanggapannya mungkin akan lama,... karena cakupan bahasan yg anda ajukan luas dan mendalam bagi saya.
Tapi akan saya coba tangaapi secara proporsional.
Zulfi
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Next

Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



Who is online

Users browsing this forum: No registered users