.

Islam itu ADIL

Hal2 yang menyebabkan terjadinya teror dalam Islam dan kaitannya dengan Jihad.

Postby MuridMurtad » Sun Dec 11, 2005 9:49 pm

Ali Wrote :
Islam itu adil


“Trying to defeat the enemy by morality,” (Sun Tzu, 500 BCE)

Qur’an 5:33 “The punishment for those who wage war against Allah and His Prophet and make mischief in the land, is to murder them, crucify them, or cut off a hand and foot on opposite sides...their doom is dreadful .. .. (ALLAH, 7th century CE)

Saya tidak tahu keadilan apa yang sedang kau gemabr-gemborkan ? Yang kau sebut ini bukan perang, tapi penyerangan. Orang berperang ditempat yang netral dan tidak akan membawa anak istri mereka.

Muhammad menyerang suatu daerah, tentu saja orang-orang yang di daerah itu melawan, lalu Muhammad menghabisi mereka kemudian menjarah harta dan istri mereka . Dari sejak jaman dulu, dari kaum Barbarian sampai bangsa Viking peraturannya memeng begitu. Tidak ada sesuatu yang baru yang disebut “adil”. Tidak ada perang apalagi penyerangan yang disebut “adil”. Perang adalah bencana kemanusiaan, pencetus perang adalah musuh kemanusaan


--
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby ali18115 » Sun Dec 11, 2005 11:10 pm

MuridMurtad wrote:Ali Wrote :
Islam itu adil


“Trying to defeat the enemy by morality,” (Sun Tzu, 500 BCE)

Qur’an 5:33 “The punishment for those who wage war against Allah and His Prophet and make mischief in the land, is to murder them, crucify them, or cut off a hand and foot on opposite sides...their doom is dreadful .. .. (ALLAH, 7th century CE)


Saya tidak tahu keadilan apa yang sedang kau gemabr-gemborkan ? Yang kau sebut ini bukan perang, tapi penyerangan. Orang berperang ditempat yang netral dan tidak akan membawa anak istri mereka.


Kamu tidak lihat kalimat "who wage war against Allah" didalam ayat itu? Allah tidak menyuruh "punishment" kalau kamu TIDAK diantara "who wage war against Allah". Walaupun isteri2 dan anak2 tentera kafir yang telah kalah itu tidak bersama berperang, mereka itu tetap telah kehilangan suami2 dan bapa2. Salah satu tujuan mereka2 itu diambil sebagai hamba2 adalah untuk diberi penjagaan dan nafkah. Mereka diambil tinggal dengan keluarga2 Muslim kerana dimasa itu tidak ada penjara2. Itu satu sikap yang sangat bertanggungjawab dan adil.


MuridMurtad wrote:Muhammad menyerang suatu daerah, tentu saja orang-orang yang di daerah itu melawan, lalu Muhammad menghabisi mereka kemudian menjarah harta dan istri mereka . Dari sejak jaman dulu, dari kaum Barbarian sampai bangsa Viking peraturannya memeng begitu. Tidak ada sesuatu yang baru yang disebut “adil”. Tidak ada perang apalagi penyerangan yang disebut “adil”. Perang adalah bencana kemanusiaan, pencetus perang adalah musuh kemanusaan.


Kamu yang mahu menyamakan tentera2 Muslim dangan babarian, viking segala, sedangkan babarian, viking segalanya tidak pernah berjuang kerana Tuhan. Jika benar tentera2 Muslim itu hanya mahu memperkosa wanita2 musuh, apa perlu mereka membawa wanita2 itu dan anak2 mereka pulang. Bukankah lebih baik dibuat seperti babarian dan viking yang memperkosa/menyiksa kemudian di bunuh atau ditinggalkan mati/merana. Rasulullah SAW dan tentera Islam itu tidak begitu kerana mereka memegang tangungjawab dan amanah sebagai khalifah2 dimuka bumi seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Kamu akan terus membuat tuduhan2 dan menyamakan tindakkan2 Islam dengan tindakkan2 kafir, selagi kamu tidah faham apa yang dikatakan sebagai "khalifah2 dimuka bumi" dan apa itu "amanah Allah SWT" yang dipegang kuat oleh umat Islam. Sedangkan binatang/serangga perusak tanaman lagi dibunuh, ini kan pula mereka2 yang "who wage war against Allah". i.e. orang2 yang mahu merusakkan "amanah Allah SWT". Selagi kamu tidak tahu apa erti "khalifah2 dimuka bumi" dan apa itu "amanah Tuhan", kamu tidak akan tahu mengapa kamu itu berada dimuka bumi dan apa tangungjawab kamu kepada Tuhan dan "amanah Tuhan". Jangan pula mahu mendefinasikan keadil jika kamu masih tidak tahu mengapa manusia (kamu) itu berada dimuka bumi seperti yang di kehendakki Tuhan.
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby MuridMurtad » Sun Dec 11, 2005 11:41 pm

Kamu tidak lihat kalimat "who wage war against Allah" didalam ayat itu? Allah tidak menyuruh "punishment" kalau kamu TIDAK diantara "who wage war against Allah"


Qur’an 5:33 “The punishment for those who wage war against Allah and His PROPHET………………………………….

Membela ………. dan RASULNYA ? Dan darimana kau tahu bahwa Allahmu itu benar-benar Allah ? Kenapa kau memaksakan orang lain supaya percaya pada Allahmu, apakah kau pernah mati ????

We don't know yet about life, how can we know about death?
( Confucius 551-479 Bc)

“the Lord of the Muslims, Leader of the Allah Fearing, Messenger of the Lord of the Worlds, the Peerless and Unequalled.”
(Muhammad by Ishaq:233)

The superior man is modest in his speech but exceeds in his actions. ( Confucius 551-479 Bc)


--
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby Adadeh » Sun Dec 11, 2005 11:42 pm

ali18115:
Apakah kamu fikir isteri2 itu dapat memukul suaminya yang mempunyai fizik yang lebih kuat?

Kalau begitu keadilan dalam Islam itu sama seperti hukum rimba. Siapa yang lebih kuat boleh memukul yang lemah. Yang lemah tidak boleh memukul balik, sebab pasti kalah dipukul lagi oleh yang kuat. Dan yang lebih gila lagi, Allah pun memberi perlindungan penuh kepada si suami yang memukul suami seperti keterangan Muhammad di Abu Dawood 11. 2142: “Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.”

Kenapa memukul istri tidak dihukum, tapi malah diridhoi dan tidak diminta tuntutan pertanggungjawabannya? Di manakah keadilan bagi sang istri yang lemah yang harus menerima pukulan demi pukulan dari suami?

Mereka berhak untuk meninggalkan suami2 yang melakukan kekejaman keatas mereka dan bisa berkahwin lagi dengan sesiapa yang lebih sesuai.

Betul, kau mengakui sendiri bahwa aturan pemukulan yang diijinkan di Q 4:34 memang suatu kekejaman. Tapi andaikata pun sang istri bercerai dan menikah dengan pria Muslim lain, pria ini pun berhak untuk memukulnya dan ini pun tidak dianggap dosa.

Kau pun tidak bisa melihat keadilan dalam perlakuan Muhammad terhadap para kritikusnya seperti Asma bint Marwan, Abu Afak, Ka’b b. Ashraf, al-Nadr b. al-Harith, Uqbah b. Abi Muyat. Bukankah tindakan pembunuhan atas musuh2 pribadinya itu juga seperti yang ditunjukkan oleh para diktator kepada para kritikusnya? Dibunuh saja mereka itu semua agar diam dan agar orang lain takut dan tunduk kepadanya. Ini sungguh kelakuan barbar yang menginjak-injak keadilan dan hak azasi manusia. Sekali lagi perbuatan Muhammad pun berdasarkan hukum rimba yakni yang kuat berhak menindas yang lemah. Ini bukan keadilan tapi penindasan.

Baguslah kerana mengakui pengulangan itu kamu sengajakan.

Kamu pun meng-copy dan paste jawabanmu yang basi dan itu2 juga sampai 4 atau 5 kali.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali18115 » Sun Dec 11, 2005 11:52 pm

MuridMurtad wrote:Qur’an 5:33 “The punishment for those who wage war against Allah and His PROPHET………………………………….

Membela ………. dan RASULNYA ? Dan darimana kau tahu bahwa Allahmu itu benar-benar Allah ? Kenapa kau memaksakan orang lain supaya percaya pada Allahmu, apakah kau pernah mati ????


Kalau harus mati untuk mengenali Tuhan maka prcuma saja Allah SWT menurunkan kitab2 dan Nabi2. Dan bagaimana kamu bisa mengenali Allah SWT sedangkan kamu sendiri tidak mahu tahu.
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby MuridMurtad » Mon Dec 12, 2005 12:05 am

Kamu yang mahu menyamakan tentera2 Muslim dangan babarian, viking segala, sedangkan babarian, viking segalanya tidak pernah berjuang kerana Tuhan. Jika benar tentera2 Muslim itu hanya mahu memperkosa wanita2 musuh, apa perlu mereka membawa wanita2 itu dan anak2 mereka pulang.



Kamu kebanyakan nonton film kali yah ? Yang sebenarnya barngkali
Lebih beradab Barbarian.

Typical Barbarian Conquest and Assimilation

The first century after a conquest was usually an era of dynamic leadership and economic prosperity, as nomadic strengths mixed with the local practices of that civilization. The new royal family often resulted from the barbarian victor marrying into the previous ruling dynasty for legitimacy. This brought an age of successful rulers who provided energetic leadership, agricultural revival, and peace. The peak of such blending of the best of the
Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.


--
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby MuridMurtad » Mon Dec 12, 2005 12:14 am

Kalau harus mati untuk mengenali Tuhan maka prcuma saja Allah SWT menurunkan kitab2 dan Nabi2. Dan bagaimana kamu bisa mengenali Allah SWT sedangkan kamu sendiri tidak mahu tahu.


Jadi kita semua emang belum pernah mati, so aku punya kepercayaan kau juga punya kepercayaan, tapi kenapa kau memaksakan kepercayaanmu dengan pedang. ? Dan mengatakan kepercayaan yang lain palsu ? Maka pertanyaannya, apakah kau pernah mati dan HIDUP LAGI ??


Qur’an 9:29 “Fight against those People of the Book who do not follow what Allah and His Messenge acknowledge as the true religion, nor accept Our law, until they pay the Jizyah tribute tax in submission.”


---
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby ali18115 » Mon Dec 12, 2005 12:55 am

Adadeh wrote:ali18115:
Apakah kamu fikir isteri2 itu dapat memukul suaminya yang mempunyai fizik yang lebih kuat?

Kalau begitu keadilan dalam Islam itu sama seperti hukum rimba. Siapa yang lebih kuat boleh memukul yang lemah. Yang lemah tidak boleh memukul balik, sebab pasti kalah dipukul lagi oleh yang kuat.


Apa gunanya menyuruh isteri2 memukul kembali suami2 yang kejam jika itu tidak akan memberi kesan. Yang lebih berkesan dan adil adalah dengan membenarkan isteri2 yang dizalimi itu meninggalkan suami2 mereka yang kejam. Apakah kamu mahu mengatakan dengan membenarkan isteri2 memukul balik suami2 yang zalim tetapi tidak dibenarkan meninggalkan suami2 mereka itu (seperti didalam ugama2 kafir) lebih adil dan akan menyelesaikan permasaalahan?


Adadeh wrote:Dan yang lebih gila lagi, Allah pun memberi perlindungan penuh kepada si suami yang memukul suami seperti keterangan Muhammad di Abu Dawood 11. 2142: “Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.”


Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya kerana Allah SWT akan menanyakan pernahkah dia memukul isterinya. Jelas kamu yang tidak faham akan tujuan hadis itu.

Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Mereka berhak untuk meninggalkan suami2 yang melakukan kekejaman keatas mereka dan bisa berkahwin lagi dengan sesiapa yang lebih sesuai.

Betul, kau mengakui sendiri bahwa aturan pemukulan yang diijinkan di Q 4:34 memang suatu kekejaman. Tapi andaikata pun sang istri bercerai dan menikah dengan pria Muslim lain, pria ini pun berhak untuk memukulnya dan ini pun tidak dianggap dosa.


Tiada larangan jika wanita itu ingin mengahwini kafir. So whats the problem.

Adadeh wrote:Kau pun tidak bisa melihat keadilan dalam perlakuan Muhammad terhadap para kritikusnya seperti Asma bint Marwan, Abu Afak, Ka’b b. Ashraf, al-Nadr b. al-Harith, Uqbah b. Abi Muyat. Bukankah tindakan pembunuhan atas musuh2 pribadinya itu juga seperti yang ditunjukkan oleh para diktator kepada para kritikusnya? Dibunuh saja mereka itu semua agar diam dan agar orang lain takut dan tunduk kepadanya. Ini sungguh kelakuan barbar yang menginjak-injak keadilan dan hak azasi manusia. Sekali lagi perbuatan Muhammad pun berdasarkan hukum rimba yakni yang kuat berhak menindas yang lemah. Ini bukan keadilan tapi penindasan.


Kamu kafir tidak mahu mengambil kira Tuhan didalam pemikiran kamu. Lain pula kami umat Islam yang memegang amanah Allah SWT. Kalau mahu membincangkan hal2 Islam, jangan pula mahu memisahkan Tuhan dari hal2 itu. Apakah hak asasi manusia dan keadilan kamu termasuk hak untuk membuat fitnah keatas Allah SWT dan RasulNya? Apakah Tuhan tidak berhak untuk menghapuskan manusia2 ciptaanNya yang telah memusuhiNya dan Nabi2Nya ?

Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Baguslah kerana mengakui pengulangan itu kamu sengajakan.

Kamu pun meng-copy dan paste jawabanmu yang basi dan itu2 juga sampai 4 atau 5 kali.


That goes to proof, unlike you, I am very consistent with my answers which I copy+paste from my VERY OWN answers previously i.e without any help from ali sina (fuk). :wink:
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby ali18115 » Mon Dec 12, 2005 1:01 am

MuridMurtad wrote:Kamu kebanyakan nonton film kali yah ? Yang sebenarnya barngkali
Lebih beradab Barbarian.

Typical Barbarian Conquest and Assimilation

The first century after a conquest was usually an era of dynamic leadership and economic prosperity, as nomadic strengths mixed with the local practices of that civilization. The new royal family often resulted from the barbarian victor marrying into the previous ruling dynasty for legitimacy. This brought an age of successful rulers who provided energetic leadership, agricultural revival, and peace. The peak of such blending of the best of the
Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.


You have proved that Rasulullah SAW dan tentera2 Islam jauh lebih adil dari babarian itu. :D
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby Adadeh » Mon Dec 12, 2005 1:19 am

ali18115:
Apa gunanya menyuruh isteri2 memukul kembali suami2 yang kejam jika itu tidak akan memberi kesan.

Kalau memang istri2 tidak boleh membela diri dengan memukul kembali, mengapa Muhammad tidak melarang saja pemukulan terhadap istri? Kan itu lebih baik daripada menyuruh suami memukul istri, sedangkan istri tidak boleh memukul balik suami?

Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya kerana Allah SWT akan menanyakan pernahkah dia memukul isterinya. Jelas kamu yang tidak faham akan tujuan hadis itu.

Bagaimana kalau memang pernah? Bukankah Muhammad sendiri yang menganjurkan pemukulan itu? Bukankah dia pula yang memukul Aisyah di bagian dadanya sampai sakit? Bukankah dia tidak berbuat apa2 ketika wanita2 Muslim mengadu padanya bahwa suami2 mereka memukuli mereka? Mana ayat yang mengatakan bahwa Allah akan menanyakan pernahkah dia memukul istrinya?

Nah, seharusnya memang kamu tanya MENGAPA Muhammad menurunkan ayat 4:34 itu. Ayat itu turun sewaktu dia dapat banyak masalah dengan istri2nya yang marah kepadanya gara2 dia diam2 meniduri Mariyah yang adalah budak istrinya Hafsah. Dia tertangkap basah oleh Hafsah saat sedang menjinahi Mariyah. Seluruh istri2nya protes dan marah sama dia. Muhammad pun marah dan meninggalkan istri2nya selama sebulan, tapi Mariyah tetap dibawanya. Itulah alasan mengapa Muhammad menganjurkan pisah ranjang, pemukulan thd. istri, untuk bisa lebih mengontrol istri2nya yang berontak thd. dia.

Tiada larangan jika wanita itu ingin mengahwini kafir. So whats the problem.

Ya, memang akhirnya sebaiknya begitu. Wanita masuk Islam itu sama dengan orang kulit hitam masuk KKK.

Apakah Tuhan tidak berhak untuk menghapuskan manusia2 ciptaanNya yang telah memusuhiNya dan Nabi2Nya ?

Siapa duluan yang diharuskan memusuhi? Bukankah Muhammad di ayat2 Qur'an duluan yang menganjurkan kamu untuk memusuhi Kristen, Yahudi dan orang Pagan? Kalau kita melihat sejarahnya, bukankah Muhammad duluan yang menumpahkan darah orang Pagan, Yahudi dan Kristen padahal mereka tidak pernah menyerang dia? Bukankah Muhammad duluan yang memperbudak, memperkosa, menjajah dan memeras non-Muslim? Yang lebih gila lagi, dia menyelubungi tindakan biadabnya ini dengan bungkus agama dan tuhan karangannya sendiri.

I am very consistent with my answers which I copy+paste from my VERY OWN answers previously i.e without any help from ali sina (fuk).

FYI, saya tidak pake tulisan Ali Sina kali ini. Yah, teruslah konsisten dengan kebasianmu.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali18115 » Mon Dec 12, 2005 1:27 am

MuridMurtad wrote:Jadi kita semua emang belum pernah mati, so aku punya kepercayaan kau juga punya kepercayaan, tapi kenapa kau memaksakan kepercayaanmu dengan pedang. ?


Kamu lihat penjelasan dibawah akan siapa yang disuruh "fight".

MuridMurtad wrote:Dan mengatakan kepercayaan yang lain palsu ?


Kamu juga berbuat begitu. Apakah saya tidak ada hak untuk mengatakan ugama Islam itu benar dan ugama yang lain itu palsu?

MuridMurtad wrote:Maka pertanyaannya, apakah kau pernah mati dan HIDUP LAGI ??


Sudah tentu tidak. Apakah kau pernah mati dan HIDUP LAGI ??

MuridMurtad wrote:Qur’an 9:29 “Fight against those People of the Book who do not follow what Allah and His Messenge acknowledge as the true religion, nor accept Our law, until they pay the Jizyah tribute tax in submission.”


Sudah menjadi kebiasaan kafir memberi ayat Al-Quran tanpa memberi ayat2 berkaitan sebelum dan/atau sesudahnya. Mari kita lihat ayat sebelum ayat sebelumnya i.e. Surah At-Taubah ayat 28, untuk mengetahui siapakan yang diperintahkan Allah SWT untuk di "fight" :

O ye who believe! Truly the Pagans are unclean; so let them not, after this year of theirs, approach the Sacred Mosque. And if ye fear poverty, soon will Allah enrich you, if He wills, out of His bounty, for Allah is All-knowing, All-wise.

Dari ayat ini kita mengetahui orang2 yang disuruh "fight" adalah orang2 kafir yang mahu masuk ke Masjidilharam untuk menghalang umat Islam beribadah.
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby ali18115 » Mon Dec 12, 2005 2:18 am

Adadeh wrote:ali18115:
Apa gunanya menyuruh isteri2 memukul kembali suami2 yang kejam jika itu tidak akan memberi kesan.

Kalau memang istri2 tidak boleh membela diri dengan memukul kembali, mengapa Muhammad tidak melarang saja pemukulan terhadap istri? Kan itu lebih baik daripada menyuruh suami memukul istri, sedangkan istri tidak boleh memukul balik suami?


Apakah kamu fikir Allah SWT membenarkan suami2 zalim memukul isteri2 mereka? Yang dibenarkan adalah suami2 memukul isteri2 yang telah melakukan kezaliman. Itu pun ada cara2nya dan sebagai last resort. Sebagai last resort kerana mahu mengelakkan suami2 dengan gampang menceraikan isteri2 mereka yang telah membuat kesalahan sebelum coba mendisiplin isteri2 mereka. Itu akan mengelakkan dari isteri2 itu untuk ada masa bertobat dan mengelakkan isteri2 itu dengan tiba2 kehilangan punca nafkah jika dicerailkan oleh suami2 mereka secara drastik. Itulah keadilan Islam kepada wanita2.

Adadeh wrote:Bagaimana kalau memang pernah? Bukankah Muhammad sendiri yang menganjurkan pemukulan itu? Bukankah dia pula yang memukul Aisyah di bagian dadanya sampai sakit? Bukankah dia tidak berbuat apa2 ketika wanita2 Muslim mengadu padanya bahwa suami2 mereka memukuli mereka? Mana ayat yang mengatakan bahwa Allah akan menanyakan pernahkah dia memukul istrinya?


Baca tafsir hadis yang kamu berikan itu supaya kamu tahu konteks kenyataan Rasulullah SAW. Didalam Islam isteri2 adalah tanggungjawab suami2 dan tidakkah kamu tahu mengikut Islam setiap apa yang kamu lakukan dan dipertanggungjawabkan akan dipersoalkan oleh Tuhan diakhirat, biar pun pahala/dosa sesaorang itu sebesar sebiji zarah.

Adadeh wrote:Nah, seharusnya memang kamu tanya MENGAPA Muhammad menurunkan ayat 4:34 itu. Ayat itu turun sewaktu dia dapat banyak masalah dengan istri2nya yang marah kepadanya gara2 dia diam2 meniduri Mariyah yang adalah budak istrinya Hafsah. Dia tertangkap basah oleh Hafsah saat sedang menjinahi Mariyah. Seluruh istri2nya protes dan marah sama dia. Muhammad pun marah dan meninggalkan istri2nya selama sebulan, tapi Mariyah tetap dibawanya. Itulah alasan mengapa Muhammad menganjurkan pisah ranjang, pemukulan thd. istri, untuk bisa lebih mengontrol istri2nya yang berontak thd. dia.


Itu kata2 kamu tetapi didalam Islam tidak ada kata2 seperti itu. Tidak ada dikatakan Nabi Muhammad SAW menurunkan ayat kerana hanya Allah SWT yang menurunkan ayat2 Al-Quran. Tidak ada perkataan "menjinahi" kerana sudah dijelaskan Allah SWT sudah merestui/menghalalkan hubungan Rasulullah SAW dengan Mariyah. Jangan mahu kamu membincangkan hal2 seperti itu jika fundamentalnya saja kamu tidak mengetahui.

Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Apakah Tuhan tidak berhak untuk menghapuskan manusia2 ciptaanNya yang telah memusuhiNya dan Nabi2Nya ?


Siapa duluan yang diharuskan memusuhi? Bukankah Muhammad di ayat2 Qur'an duluan yang menganjurkan kamu untuk memusuhi Kristen, Yahudi dan orang Pagan?


Nabi Muhammad SAW dan pengikut2nya mahu dibunuh, dihalau dan dikejar keluar Mekkah dan mereka terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda. Kamu masih mahu mengatakan umat Islam yang memulakan tumpah darah? Malahan ada diantara umat Islam itu yang ragu2 untuk mengikut berperang sehingga Allah SWT memberi mereka kebenaran.
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby Adadeh » Mon Dec 12, 2005 7:23 am

ali18115:
Apakah kamu fikir Allah SWT membenarkan suami2 zalim memukul isteri2 mereka?

Betul, sebab Allah adalah karangan Muhammad belaka. Tuhan yang sebenarnya tidak akan menyuruh suami memukuli istri jika dianggap istri melalaikan tugas.

“Maka dari itu, wahai orang2, kau punya hak atas istri2mu dan mereka punya hak atas dirimu. Kau punya (hak) bahwa mereka tidak menyebabkan siapapun yang kau tidak sukai menginjak ranjangmu, dan mereka tidak boleh berbuat hal2 yang tidak senonoh (fahishah). Jika mereka melakukan itu, maka Tuhan mengijinkanmu untuk mengunci mereka di kamar lain dan untuk memukul mereka, tapi jangan terlalu keras. Jika mereka tidak melakukan kejahatan, mereka punya hak atas makanan dan baju mereka yang sesuai dengan aturan (bi’l-maruf). Perlakukan kaum wanita baik2, karena mereka (bagaikan) binatang2 piaraan (‘awan) padamu dan mereka tidak memiliki apapun bagi diri mereka sendiri. Kamu memiliki mereka hanya sebagai titipan dari Tuhan, dan kamu telah menikmati istri2mu itu secara sah sesuai dengan firman Tuhan, jadi mengertilah dan dengarlah kata2ku, wahai orang2. Aku telah menyampaikan Pesan, dan meninggalkan padamu sesuatu yang jika kau taati, maka kau tidak akan tersesat; yakni Buku Tuhan dan sunnah NabiNya. Dengarkan kata2ku, wahai orang2, karena aku telah menyampaikan pesan dan menjelaskannya. Ketahuilah dengan penuh kesadaran bahwa setiap Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dan semua Muslim bersaudara satu sama lain. Tidaklah benar bagi seseorang (untuk mengambil) dari saudaranya kecuali jika dia telah memberikannya dengan sukarela, jadi jangan berbuat salah.
Reference:
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir. The History of al-Tabari. Vol.IX:
The Last Years of the Prophet. Translated and annotated by Ismail K. Poonawala. State University of NewYork Press, Albany, 1990 (pages 112-114)

Yang dibenarkan adalah suami2 memukul isteri2 yang telah melakukan kezaliman.

Kezaliman itu apa kriterianya? Bagaimana dengan suami yang melakukan kezaliman? Mengapa istri tidak berhak memukulnya pula? Mengapa suami diberi banyak sekali hak untuk menilai dan menghukum istri sedangkan sebaliknya tidak? Coba, siapa yang menentukan kezaliman itu? Bukankah itu pihak suami. Lalu siapa yang menentukan hukuman? Suami pula. Lalu siapa yang melakukan penghukuman? Suami pula. Tidak ada keadilan dalam hal ini. Pemukulan atas istri oleh suami adalah hinaan secara fisik dan mental terhadap pihak istri. Di negara2 beradab, pemukulan tidak boleh dilakukan oleh alasan apapun, sebab begitu terbuka izin untuk memukul, maka abuse pun akan terjadi.

Sebagai last resort kerana mahu mengelakkan suami2 dengan gampang menceraikan isteri2 mereka

Suami yang mau gampang menceraikan istri dengan cepat bisa saja langsung memukuli istrinya, toh kesaksian istri di pengadilan Islam juga tidak dihargai sepenuh kesaksian suami. Tidak ada ukuran yang jelas last resort itu bagaimana. Bisa saja dalam waktu satu hari saja suami sudah merasa melakukan semua resort dan akhirnya memukul. Kamu lihat di sini, aturan ini sangat terbuka untuk abussive treatment toward sang istri. Batasannya tidak jelas, dan penerapannya tergantung pihak pria sendiri.

Memang akhirnya seperti yang kau bilang tadi: lebih baik menikah saja dengan kafir, dan sekalian jadi murtad saja sehingga tidak usah lagi berurusan dengan legalitas pemukulan yang diridhoi oleh allahnya Muhammad.

Tidak ada dikatakan Nabi Muhammad SAW menurunkan ayat kerana hanya Allah SWT yang menurunkan ayat2 Al-Quran.

Kita tahu akan hal ini dari membaca sejarah biografinya. Di tulisan biografi Muhammad kita bisa tahu dalam konteks apa ayat2 tertentu itu keluar. Selain 3:34, juga 66.1-5, 33.28. Tentu saja akhirnya Muhammad mengeluarkan ayat yang mengesahkan hubungan gelapnya dengan Mariyah, sebab bukankah memang selalu begitu yang dilakukannya dalam keadaan terdesak? Apakah dia mau dirinya sendiri dirajam karena meniduri budak Hamzah? Tentu saja tidak. Lalu seperti biasanya ayat2 ke luar dari balik jubahnya bagaikan tukang sulap mengeluarkan kartu dari balik jasnya.

Nabi Muhammad SAW dan pengikut2nya mahu dibunuh, dihalau dan dikejar keluar Mekkah dan mereka terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda.

Silakan kamu cari di resource Islam yang reliable mana pun, kau tetap tidak akan mejumpai keterangan bahwa orang Mekah mau membunuh Muhammad, apalagi sampai mengejar-ngejarnya. Bahkan setelah Muhammad sukses merampok kafilah Mekah di Nakhla dan Badr, anak Muhammad yang bernama Zaynab masih tinggal di Mekah dengan aman dan tidak diganggu sedikitpun oleh orang2 Quraish.

Kamu masih mahu mengatakan umat Islam yang memulakan tumpah darah?

Darah pertama yang ditumpahkan oleh orang Muslim suruhan Muhammad bernama Waqid b. Abd Allah dengan membunuh Amr b. Hadrami (dari suku Quraish) yang adalah ketua kafilah Quraish di perampokan Nakhla. Ini terjadi di bulan suci Ramadan, yang seharusnya tidak boleh ada pertumpahan darah sama sekali. Meskipun orang2nya dibunuh sekali pun, orang2 Mekah masih menahan diri dan tidak langsung menyerang balik Muhammad. Sebelum penyerangan di Nakhla, Muhammad telah menyerang kafilah Mekah sampai 6 kali tapi gagal terus. Ini semua menunjukkan bahwa Muhammadlah yang selalu jadi agresor. Dia terus yang menteror orang2 Mekah duluan. Kau benci sama perbuatan Azahari yang meneror orang2 tak berdosa, bukan? Lalu apa bedanya dengan Muhammad yang meneror kafilah2 Mekah yang tak berdosa itu?
Last edited by Adadeh on Mon Dec 12, 2005 8:37 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby NoMind » Mon Dec 12, 2005 8:08 am

ali18115 wrote:Itu kata kamu akan perkara2 yang tidak pernah berlaku atau apa sebab sebenarnya ia berlaku. Mungkin kamu tidak membaca posting2 saya sebelumnya dithread ini. Baca dan ketahuilah bagaimana Islam itu adil bukan sahaja kepada umatnya tetapi juga kepada musuh2nya.

Perkara2 tsb bukan tidak pernah berlaku, tetapi terlalu memalukan bagi Anda untuk menerimanya maka Anda menutup mata dan menenggelamkan kepala Anda ke dalam padang pasir Arab dan berharap bahwa perkara2 tsb tidak pernah terjadi. Pembantaian sekitar 800 bani Israel yang sudah menyerah tanpa senjata adalah salah satu bukti sejarah yang tidak bisa Anda pungkiri.

Pernyataan Anda bahwa Islam juga adil kepada musuh2nya jelas tidak tepat karena perlalukan Islam tidak pernah adil kepada Non-Muslim atau Kafir. Contohnya dalam hukum yang katanya "adil" Qishaash, seorang Muslim tidak dibunuh jika membunuh seorang Non-Muslim. Ajaran pembalasan yang membuat orang ompong, buta dan tidak bernyawa rupanya tidak berlaku bagi Muslim yang melakukannya pada Non-Muslim.

Sahih Bukhari. Volume 9, Book 83, Number 50:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/083.sbt.html#009.083.050

Narrated Abu Juhaifa:
I asked 'Ali "Do you have anything Divine literature besides what is in the Qur'an?" Or, as Uyaina once said, "Apart from what the people have?" 'Ali said, "By Him Who made the grain split (germinate) and created the soul, we have nothing except what is in the Quran and the ability (gift) of understanding Allah's Book which He may endow a man, with and what is written in this sheet of paper." I asked, "What is on this paper?" He replied, "The legal regulations of Diya (Blood-money) and the (ransom for) releasing of the captives, and the judgment that no Muslim should be killed in Qisas (equality in punishment) for killing a Kafir (disbeliever)."



With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby monasjazz » Mon Dec 12, 2005 10:18 am

:P

hehehe

AGAMA ISLAM = ADIL

sangat adil ... bro ...

prinsipnya hukum islam hanya berlaku bagi ummat Islam

namun hukum islam juga berlaku bagi ummat lainnya bila
melanggar perjanjian dengan ummat islam ..

:wink:
monasjazz
 
Posts: 262
Joined: Mon Oct 31, 2005 3:27 pm

Postby NoMind » Mon Dec 12, 2005 10:31 am

monasjazz wrote::P

hehehe

AGAMA ISLAM = ADIL

sangat adil ... bro ...

prinsipnya hukum islam hanya berlaku bagi ummat Islam

namun hukum islam juga berlaku bagi ummat lainnya bila
melanggar perjanjian dengan ummat islam ..

:wink:

Satu lagi pernyataan pembodohan dan penyesatan. Apakah seorang Muslim yang membunuh Non-Muslim atau Kafir boleh dibunuh oleh anggota keluarga terbunuh sesuai hukum "adil" Qisas?


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby monasjazz » Mon Dec 12, 2005 10:42 am

:P

hehehe

ini versi monasjazz lho!!!

bila engkau membunuh salah satu keluarga monasjazz misalnya ...

maka yang berlaku adalah ..monasjazz akan mencari lu
dan membunuhmu pula ( CUKUP ADIL kan)

nyawa dibayar nyawa .. hehehe ...

enak aja lu , membunuh tapi tetap hidup ( dipenjara )
ntar ellu keluar penjara , membunuh lagi ... dst (begitu terus ..)

akhirnya ellu jadi PEMBUNUH BAYARAN ...
dapat DUIT demi professi baru membunuh orang lain lagi ( sesuai target)

coba aja lihat pembunuh JHON LENON, para PRESIDENT USA
semuanya dilatar belakangi siapa ??
apakah orang-orang MUSLIM ???

hehehee ...

:wink:
monasjazz
 
Posts: 262
Joined: Mon Oct 31, 2005 3:27 pm

Postby NoMind » Mon Dec 12, 2005 10:49 am

monasjazz wrote::P

hehehe

ini versi monasjazz lho!!!

bila engkau membunuh salah satu keluarga monasjazz misalnya ...

maka yang berlaku adalah ..monasjazz akan mencari lu
dan membunuhmu pula ( CUKUP ADIL kan)

nyawa dibayar nyawa .. hehehe ...

Hal ini berlaku bila Kafir membunuh Muslim atau Muslim bunuh Muslim, tetapi tidak demikian bila Muslim membunuh Kafir. Ini adalah hukum Qisas yang katanya "adil".


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby MuridMurtad » Mon Dec 12, 2005 11:48 am

You have proved that Rasulullah SAW dan tentera2 Islam jauh lebih adil dari babarian itu


LEBIH BAIK ? SAMA SAJA !

Apa yang kau banggakan dari hasil jarahan ? Tawanan perang dijadikan budak cermin keadilan ??? Apanya yang adil ?

Alcidamas (Greek philosopher) says :
"God has set everyone free. No one is created a slave by nature."

Ngomong-ngomong,

MUHAMMAD ITU “CONAN” apa NABI ??

Sudah menjadi kebiasaan kafir memberi ayat Al-Quran tanpa memberi ayat2 berkaitan sebelum dan/atau sesudahnya. Mari kita lihat ayat sebelum ayat sebelumnya i.e. Surah At-Taubah ayat 28, untuk mengetahui siapakan yang diperintahkan Allah SWT untuk di "fight"

O ye who believe! Truly the Pagans are unclean; so let them not, after this year of theirs, approach the Sacred Mosque. And if ye fear poverty, soon will Allah enrich you, if He wills, out of His bounty, for Allah is All-knowing, All-wise.

Dari ayat ini kita mengetahui orang2 yang disuruh "fight" adalah orang2 kafir yang mahu masuk ke Masjidilharam untuk menghalang umat Islam beribadah.


Itukan tafsiran kamu.

Q 9.28
O ye who believe! Truly the Pagans are unclean; so let them not, after this year of theirs, approach the Sacred Mosque. And if ye fear poverty, soon will Allah enrich you, if He wills, out of His bounty, for Allah is All-knowing, All-wise.

Ayat 9.28 kan berbicara “Pagans” tapi ayat selanjutnya diteruskan ke Ahli Kitab yang tidak mau mengakui Agama Kebenaran (Islam).

Q 9.29
Fight those who believe not in Allah nor the Last Day, nor hold that forbidden which hath been forbidden by Allah and His Messenger, nor acknowledge the religion of Truth, (even if they are) of the People of the Book, until they pay the Jizya with willing submission, and feel themselves subdued.

Sudah jelas ayat itu mengatakan bahwa siapaun yang tidak mengakui
“religion of truth” sekalipun Ahli Kitab, semua harus bayar pajak.

DAN DE FACTO di Negara bersyariah Islam, non Muslim warga kelas 2.
kamu tidak bisa mengelak dari kenyataan ini,


--
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby ali18115 » Mon Dec 12, 2005 6:49 pm

Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Apakah kamu fikir Allah SWT membenarkan suami2 zalim memukul isteri2 mereka?

Betul, sebab Allah adalah karangan Muhammad belaka. Tuhan yang sebenarnya tidak akan menyuruh suami memukuli istri jika dianggap istri melalaikan tugas.


Apakah kamu menganggap "menginjak ranjangmu, dan mereka boleh berbuat hal2 yang tidak senonoh (fahishah)" itu sama dengan "melalaikan tugas?
Mungkinkah tuhan kamu yang kamu anggap sebenarnya itu merelakan siapapun bersama istri kamu menginjak ranjangmu, dan mereka boleh berbuat hal2 yang tidak senonoh (fahishah) tanpa ada hukuman?
Tidak pula Muslim mahu bertuhankan tuhan kamu itu kerana itu sungguh tidak adil kepada suami2 dan isteri lelaki2 yang berlaku tidak senonoh dengan isteri2 orang lain itu. Akal saya mengatakan bahawa Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad SAW itu Maha Adil.


Adadeh wrote:Di negara2 beradab, pemukulan tidak boleh dilakukan oleh alasan apapun, sebab begitu terbuka izin untuk memukul, maka abuse pun akan terjadi.


Nyatakan kepada saya negara beradab mana sehingga abuse tidak terjadi supaya kita bisa melihat statistiknya bersama. Silakan.

Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Sebagai last resort kerana mahu mengelakkan suami2 dengan gampang menceraikan isteri2 mereka

Suami yang mau gampang menceraikan istri dengan cepat bisa saja langsung memukuli istrinya, toh kesaksian istri di pengadilan Islam juga tidak dihargai sepenuh kesaksian suami. Tidak ada ukuran yang jelas last resort itu bagaimana. Bisa saja dalam waktu satu hari saja suami sudah merasa melakukan semua resort dan akhirnya memukul. Kamu lihat di sini, aturan ini sangat terbuka untuk abussive treatment toward sang istri. Batasannya tidak jelas, dan penerapannya tergantung pihak pria sendiri.


In the first place, suami2 yang lansung memukul istrinya atas alasan mahu menceraikan isterinya, itu jelas tidak mengikut peraturan syariah Islam dan apa gunanya bersuamikan lelaki seperti itu lagi. Kalau abusive, itu bukan Islam lagi. Tujuan menghukum isteri didalam Islam adalah untuk mendisiplin bukan untuk diceraikan/abusive.

Apakah kamu itu fasih hukum syariah berkeluarga Islam dan pernah menghadiri mahkamah syariah Islam untuk menuduh bahawa "kesaksian isteri di pengadilan tidak dihargai"?


Adadeh wrote:
ali18115 wrote:Nabi Muhammad SAW dan pengikut2nya mahu dibunuh, dihalau dan dikejar keluar Mekkah dan mereka terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda.

Silakan kamu cari di resource Islam yang reliable mana pun, kau tetap tidak akan mejumpai keterangan bahwa orang Mekah mau membunuh Muhammad, apalagi sampai mengejar-ngejarnya.


Tidak payah mencari resource bermacam, Al-Quran aja sudah cukup untuk memastikannya bagi saya.

Adadeh wrote:Kau benci sama perbuatan Azahari yang meneror orang2 tak berdosa, bukan? Lalu apa bedanya dengan Muhammad yang meneror kafilah2 Mekah yang tak berdosa itu?


Perjuangan Nabi Muhammad SAW adalah kerana Allah SWT yang tidak pernah menyuruh membunuh diri. Perjuangan azahari adalah mengikut nafsu yang mahukan jalan pintas kesyurga dengan melakukan pembunuhan diri. Perjuangan Nabi Muhammad SAW adalah untuk menjaga amanah Allah SWT, sedangkan azahari mahu merusakkan amanah Allah SWT. Mana persamaan yang kamu tuduh itu?
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

PreviousNext

Return to Terorisme & Jihad Dalam Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users