Page 1 of 1

Bom Bunuh Diri: Tertuduh Dicuci Otak

PostPosted: Fri Jul 07, 2006 11:37 am
by curious
http://cnews.canoe.ca/CNEWS/World/2006/ ... 86-ap.html

July 4, 2006
Tertuduh kasus bom Bali Berkata Bahwa Dia Dicuci Otak

BALI, Indonesia (AP) - Seorang Islam militan mengaku dalam pengadilan hari Selasa atas terjadinya bom di Bali tahun 2005 bahwa dia bertemu dengan tersangka teror di Asia Tenggara sebelum penyerangan dan membuat website mempromosikan perang suci - tetapi mengklaim bahwa dia hanya melakukan itu setelah dicuci otak.

Abdul Azis, 30, memberi tahu Pengadilan Negeri Denpasar bahwa dia bertemu dengan teroris Malaysia Noordin Top yang masih dalam pelarian sebanyak 10 kali di Pekalongan Jawa Tengah, sebelum terjadinya peledakan bom bunuh diri tanggal 1 Oktober yang menewaskan 20 orang.

Azis memberi beberapa detil, tetapi dalam pembelaan dirinya mengatakan bahwa Noordin membujuknya mendesign website yang menyerukan perang melawan kafir dan memberi detil-detil lain mengenai penyerangan teror lainnya.

Azis diminta membuat logo website itu dan memodikasi komputernya supaya bisa digunakan sebagai televisi.

Azis berkata bahwa dia tidak pergi melapor kepada polisi walaupun dia curiga lelaki itu adalah Noordin yang sedang dicari polisi berkaitan dengan penyerangan teroris yang berhubungan dengan al-Qaida di negara yang bermayoritas penduduk Muslim itu - karena kemampuan membujuk Noordin sangat susah ditolak.

"Saya tidak setuju dengan bom bunuh diri atau perang melawan agama lain," kata Azis, salah satu dari empat tertuduh dalam pengadilan sehubungan dengan pemboman di tiga restoran ramai. "Mungkin dia menggunakan ilmu hitam. Dia punya kharisma luar biasa ...lebih hebat dari ayah saya."

Keempat tertuduh, yang disidangkan secara terpisah dalam berbagai tuduhan dari menyimpan informasi mengenai penyerangan teror hingga membuat atau mentransport bahan peledak, menghadapi hukuman maksimum mati jika terbukti bersalah.

Noordin dituduh sebagai pemimpin kelompok militan Jemaah Islamiyah yang juga dituduh mengorkestra peledakan night club di Bali tahun 2002 yang lebih dashyat lagi.

Tiga militan Islam yang menghadapi hukuman mati karena penyerangan itu, yang membunuh 202 orang, sebagian besar turis asing, akan mengajukan naik banding bulan ini, kata penasihat hukum mereka Wirawan Adnan hari Selasa.

Ini akan menghambat usaha Jaksa Agung untuk mempercepat eksekusi mereka.

"Jaksa bisa mengeksekusi kapan saja, tetapi itu akan melawan hukum karena mereka bertiga masih punya hak untuk naik banding, kata Adnan kepada The Associated Press.

PostPosted: Tue Oct 17, 2006 12:45 pm
by wix
Bukan cuci otak tapi EMANG KAGA ADA OTAKNYA!!!