.

Nyaris Membunuh Gara-gara Perempuan Montok

Hal2 yang menyebabkan terjadinya teror dalam Islam dan kaitannya dengan Jihad.

Nyaris Membunuh Gara-gara Perempuan Montok

Postby Fauzan » Wed Jun 28, 2006 9:22 pm

http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak ... opini.html

"Saya sempat menawarkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri. Waktu itu, Ustad saya (maksudnya Subur, tahanan Polda Metro Jaya) mengatakan, dengan menjadi pelaku bom bunuh diri, saya akan masuk surga. Saat meledak dan darah saya mengalir, saat itu dosa saya akan dihapuskan. Kemudian saya akan dijemput 72 bidadari yang akan mengantar saya ke surga," ungkap terdakwa Bom Bali II, Anif Solchanudin alias Pendek bin Suyadi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
(DenPost, Rabu 7 Juni 2006)
-----------------
PENGAKUAN Anif itu, konon kontan membuat para pengunjung sidang, tak terkecuali para hakim dan jaksa, tertawa sembari geleng-geleng kepala. Rubag yang hanya membaca koran, juga geli dan prihatin. Ternyata di tengah-tengah kemajuan sains dan teknologi, yang juga disertai kemajuan perangkat komunikasi yang mampu mengakses seluruh pelosok Tanah Air, masih ada orang-orang seperti Anif yang senantiasa dibuai khayal dan mimpi. Ironisnya, khayalan serta mimpi tentang surga dan bidadari diindoktrinasi orang yang seharusnya mengajarkannya tentang kesolehan dan kebaikan, justru menjerumuskannya untuk jadi pembunuh massal.
"Apakah tidak lantaran banyak terjadi pembunuhan yang mengatasnamakan Tuhan membuat Karl Marx melontarkan aphorisme, agama adalah candu masyarakat? Mungkin karena perilaku beberapa orang yang menganggap dirinya setara dengan Tuhan, kemudian memerintahkan para pengikutnya melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Tuhan, membuat Nietzsche mengatakan bahwa Tuhan sudah mati. Selanjutnya, 'tuhan-tuhan kecil' atau manusia yang berlagak seperti Tuhan itu memicu konflik-konflik berlatar agama yang meletus sejak abad pertengahan dan menelan jutaan korban manusia serta harta benda, termasuk peninggalan sejarah," renung Rubag.
Rubag berusaha membayangkan kisah Perang Salib yang pecah tahun 1099 dan berlangsung selama beberapa abad, sehingga runtuhnya WTC New York 11 September 2001 pun dianggap Rahul Mahajan sebagai "Perang Salib Baru".
Sebagai orang Bali beragama Hindu, Rubag sebenarnya tak punya urusan dengan Perang Salib yang terjadi di sebuah kawasan yang tidak pernah dikunjunginya, bahkan tak ada kaitannya dengan Hinduisme dan Bali(isme). Perang Salib semata-mata masalah perebutan pengaruh dan kawasan suci Yerusalem di kalangan rumpun agama Oksidental yang meliputi Ibrani, Kristen dan Islam. Sedangkan Hindu, Budha dan Kong Hu Cu termasuk rumpun Oriental, sama sekali tidak terkait dengan urusan itu.
Namun, lantaran bom bunuh diri meledak dua kali di tempat kelahiran Rubag tahun 2002 dan 2005, yang menelan ratusan jiwa dan merobek citra Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia paling nyaman, terbetik pertanyaan di benak Rubag, apakah skenario "Perang Salib Baru" memperluas wilayahnya hingga ke Bali? Syukur, orang-orang Bali yang selalu berpedoman pada kepercayaan "Karma Phala" tidak terpancing sehingga terhindar dari perang saudara seperti yang dialami masyarakat Ambon, Poso dan Palu. Di benak orang Bali selalu terpateri ujaran "ala tinindak ala tinemu, ayu tinindak ayu tinemu" sehingga dua kali ledakan bom hanya disikapi dengan upacara dan doa atau yadnya.
"Saya tidak tahu wajah bidadari, saya juga tidak tahu surga itu seperti apa. Pokoknya, pikiran saya terus dinasihati agar membenci orang Amerika. Katanya orang-orang muslim di Amerika disiksa, membuat saya benci Amerika dan pikiran saya terus dikontaminasi nasihat-nasihat seperti itu. Dan saya baru tahu kalau itu semua tidak benar, saya bersyukur tidak jadi menjadi pelaku bom bunuh diri," tutur Anif, seperti dikutip DenPost, menjawab pertanyaan hakim, apakah Anif tahu wajah bidadari dan pernah melihat surga.
***

MEMBACA pengakuan Anif itu, Rubag teringat tentang somnambulisme yang ditulis Djorghi. Sebuah praktik kebatinan yang dilakukan seorang ahli hipnotis terhadap seseorang, di mana otak orang yang dijadikan objek atau somnambulis, dikosongkan dan panca inderanya dinonaktifkan. Segala doktrin yang didengarnya dari pihak yang menghipnotis menjadi dasar pijakannya selama dalam kondisi somnambul. Dia mengalami amnesia dan penuh halusinasi. Karena terputusnya hubungan panca indera dengan otak, dia tidak mampu menganalisis apa pun kecuali doktrin yang didengarnya dari penghipnotis.
Dalam kasus Anif, yang didengar cuma tentang kebencian terhadap Amerika, instruksi membunuh lewat bom bunuh diri, penghapusan dosa, janji masuk surga dan disambut 72 bidadari. Dalam keadaan somnambul (somnus = tidur, ambulare = jalan) atau tidur sambil jalan, somnambulis bisa melakukan tugasnya lebih cekatan dibanding orang-orang normal karena tidak terpengaruh situasi lingkungan akibat tidak berfungsinya panca indera.
"Pada saat pelaku bom bunuh diri melakukan misinya, semua sistem pertahanan menjadi telanjang dan tidak relevan. Kecerdikan bom bunuh diri jauh melampaui smart bomb yang senantiasa dibanggakan Amerika Serikat," komentar pakar antiteroris Israel, Boaz Ganor.
Pendapat Boaz Ganor itu tidak perlu diragukan. Paling tidak, ada dua kali bom bunuh diri yang terjadi di kota kebanggaan AS, New York dengan sasaran yang sama, World Trade Center (WTC). Pertama, sebuah truk sewaan penuh bahan peledak mengguncang lapangan parkir gedung yang menjadi lambang kapitalisme global itu pada 26 Februari 1993, meski hanya menimbulkan kerusakan tidak berarti. Mahmud Abouhalima, pria keturunan Mesir yang menetap di New York City ditangkap dan dituduh sebagai otak pelaku pengeboman.
Di pengadilan, Abouhalima yang beristrikan wanita Jerman karena sebelumnya pernah tinggal di Munich mengatakan bahwa dia tidak tersangkut paut dalam pengeboman itu, namun menyetujui tindakan itu bila dikaitkan dengan tindakan serupa yang dilakukan AS terhadap Nagasaki dan Hiroshima pada Perang Dunia II. Dia kecewa karena kerusakan tak seberapa. Selanjutnya dia berkomentar bahwa Amerika adalah musuh dunia.
Guru spiritual Abouhalima, Syekh Omar Abdul Rahman menambahkan, "Pembalasan Tuhan akan mencoret Amerika dari muka bumi!"
Kebencian serupa juga dinyatakan Osama bin Laden, sebelum dua pesawat komersial bajakan menghujam WTC, 11 September 2001. Alasannya, AS telah menduduki tanah-tanah Islam di tempat-tempat yang paling suci, semenanjung Arabia, menguras kekayaannya, mendikte para penguasanya, merendahkan orang-orangnya dan mengadu domba negara-negara muslim yang bertetangga.
Karena itu, Osama menyerukan agar semua umat muslim bergabung dengannya dalam sebuah perang demi kebajikan untuk membunuh orang-orang Amerika dan merampas uang mereka di mana pun dan kapan pun. "Hal ini sesuai dengan firman Tuhan Yang Mahakuasa dan setiap muslim yang beriman pada Tuhan dan ingin mendapatkan pahala harus menuruti perintah Tuhan," seru Osama seperti ditulis Mark Juergensmeyer dalam buku "Teror Atas Nama Tuhan, Kebangkitan Global Kekerasan Agama".
Agaknya, pikir Rubag, doktrin serupa yang diserukan Osama-lah mungkin didengar Anif secara berulang-ulang sehingga dia membenci Amerika seperti musuh bebuyutan. Karena saking terbius ingin menginjak surga dan disambut 72 bidadari, pria kelahiran Semarang itu nyaris ikut membunuh orang-orang yang bahkan tidak pernah dikenalnya dan bukan musuh pribadinya. Mungkin karena di bawah somnambul, tidak pernah dipikirkannya kalau banyak di antara mereka yang tewas dan terluka dalam tragedi bom 1 Oktober 2005 di Kuta dan Jimbaran itu, pernah menyanyikan "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Indonesia Raya" semasa hidupnya.
Fauzan
 
Posts: 88
Joined: Sat Jun 10, 2006 12:19 pm

Re: Nyaris Membunuh Gara-gara Perempuan Montok

Postby curious » Thu Jun 29, 2006 5:32 am

Fauzan wrote:"Saya tidak tahu wajah bidadari, saya juga tidak tahu surga itu seperti apa. Pokoknya, pikiran saya terus dinasihati agar membenci orang Amerika. Katanya orang-orang muslim di Amerika disiksa, membuat saya benci Amerika dan pikiran saya terus dikontaminasi nasihat-nasihat seperti itu. Dan saya baru tahu kalau itu semua tidak benar, saya bersyukur tidak jadi menjadi pelaku bom bunuh diri," tutur Anif, seperti dikutip DenPost, menjawab pertanyaan hakim, apakah Anif tahu wajah bidadari dan pernah melihat surga.

itulah fitnah yang terus disebarkan para ulama islam dan ditelan bulat-bulat sama muslim **** yang nggak bisa baca berita bahasa inggris dan hidup bagaikan katak dalam tempurung. padahal tuh, muslim2x di amrik lebih suka di sana dibanding katakan di indonesia ;) apalagi di tempat yang namanya iran/iraq/turkey/lebanon. lebih enak hidup di amrik. dikasih tunjangan lagi.

Fauzan wrote:Guru spiritual Abouhalima, Syekh Omar Abdul Rahman menambahkan, "Pembalasan Tuhan akan mencoret Amerika dari muka bumi!"
Kebencian serupa juga dinyatakan Osama bin Laden, sebelum dua pesawat komersial bajakan menghujam WTC, 11 September 2001. Alasannya, AS telah menduduki tanah-tanah Islam di tempat-tempat yang paling suci, semenanjung Arabia, menguras kekayaannya, mendikte para penguasanya, merendahkan orang-orangnya dan mengadu domba negara-negara muslim yang bertetangga.
Karena itu, Osama menyerukan agar semua umat muslim bergabung dengannya dalam sebuah perang demi kebajikan untuk membunuh orang-orang Amerika dan merampas uang mereka di mana pun dan kapan pun. "Hal ini sesuai dengan firman Tuhan Yang Mahakuasa dan setiap muslim yang beriman pada Tuhan dan ingin mendapatkan pahala harus menuruti perintah Tuhan," seru Osama seperti ditulis Mark Juergensmeyer dalam buku "Teror Atas Nama Tuhan, Kebangkitan Global Kekerasan Agama".
Agaknya, pikir Rubag, doktrin serupa yang diserukan Osama-lah mungkin didengar Anif secara berulang-ulang sehingga dia membenci Amerika seperti musuh bebuyutan.

agama mana yang mengajarkan kebencian selain "agama" islam? tuhan mana yang penuh kebencian selain Aulohnya Islam?
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am


Return to Terorisme & Jihad Dalam Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users