AS menegakkan HAM dan kekebasan di Iraq

Hal2 yang menyebabkan terjadinya teror dalam Islam dan kaitannya dengan Jihad.

AS menegakkan HAM dan kekebasan di Iraq

Postby Lulldapull » Wed Jun 07, 2006 12:43 pm

Torture, Massacres and Denial


"Accentuate the positive,
Eliminate the negative,
Latch on to the affirmative,
And don't mess with Mister In-between."

Harold Arlen lyrics, Johnny Mercer song, crooned by Bing Crosby

"The Negation is the Spectre, the Reasoning Power in Man"

William Blake

"The US does not torture," President Bush has repeated often-in the face of terrible pictures from Abu Ghraib and vicious stories from around the world. What is the President saying? Is it a lie or wishful denial, or positive thinking, or casuist ry, or political pandering?

Richard Pryor had a comedy routine where he advised husbands caught in flagranto to counter with "are you going to believe me or your lying eyes?" Sometimes we deny by closing our eyes. But sometimes we deny by rationalizing; by attacking the facts with negation and reasoning. President Bush can say the US doesn't torture because he redefines US and torture. To wit: The US is good and wouldn't do anything bad. A few bad apple rogue torturers working the night shift at Abu Ghraib aren't the US. And, aided by lawyers, he torques senseless the meaning of torture, restricting it by abstraction and redefinition, and by the Secretary of Defense special-reduction to the absurd. Rumsfeld ruminates that he stands hours a day at his desk so what's torture about forced standing in prison? The dead body on ice, the man roasted above fire, the excrement-smeared, hooded, naked, terrified, sexually brutalized, and wounded figures available everywhere but the American media are not addressed. They're flushed into collateral damage-like the children burned, maimed, and brutalized by bombs, mistakes, and deliberate revenge in Iraq and Afghanistan.

The assertive kind of denial merits attention because it subverts our survival and coping mechanisms of accentuating the positive into callousness.

William Blake, poet and painter, man of words and images, was on to it. He saw it as the dark side of reason. He called that negating move man's Spectre, and he attributed it to our reasoning ability to abstract, to negate the body, and subordinate it to an abstraction. It's a kind of mental mania, like war which sacrifices humans for the sake of protecting them. As Blake's "London" has it: "And the hapless Soldier's sigh/ Runs in blood down Palace walls."

I think Blake would see President Bush in his Spectre's power when he denies US torture. With chirpy comfort he uses abstract reasoning to destroy and undermine dour facts. If you assert that the US doesn't torture you take no responsibility for all the documented US uniformed torturers and, more importantly, you cloak all the US torturers who have approved, affirmed, and used the tactics. The spectrous covert agencies used to do US cloak and dagger dirty wet work. In movies, the aide says 'Mr. President you don't want to know.' Not knowing, he also accrues 'deniability.' Ronald Reagan said after the Iranian arms for hostages deal was revealed that he still couldn't in his heart of hearts believe we had traded arms for hostages. The President specialized in the role of true believer in American goodness and righteousness. But Bush doesn't say I can't believe in my heart of hearts that the US tortures. He says the US doesn't torture. He negates the language and facts and seems not a naif but a stonehead. The US in fact has a thoroughly vicious history of abetting torture in Latin America and fomenting assassination. We haven't wanted to know. We have rationalized, negated, denied. We mean well. We signed the protocols against torture.

Alan Dershowitz openly approves torture for 'necessary' situations. He at least doesn't argue that if we do it it isn't torture. He says we can and should do it. Both positions, denying and urging, are immoral, but the negative one is more dangerous. Dershowitz is the very recognizable bully who rationalizes his violence. Even if we do terrorist acts, we're off the hook because we're good and they're bad. It's standard tribal blindness.

But the notion that we create the categories, that the commander-in-chief makes and unmakes the rules and the language, that is a mania of power-thinking you can force all to your will. It is Blake's Spectre-an ungoverned reasoning power which deludes us that we are not human and vulnerable and bodily and breakable, as are those we torture.

The President opined that his cowboy-warrior language was unsophisticated and that the country has been hurt by Abu Ghraib. His hedging is like Reagan's, about himself, and like Reagan's self-pity, the analysis is wrong. "Bring 'em on, smoke 'em out, dead or alive" is plain, all too intelligible-it's spoiling to fight. And Abu Ghraib is about us hurting prisoners, often innocent prisoners. It's not the hurt we suffer by being perceived as vicious evil-doers rather than innocent good-doers. The problem is not erroneous perception, it's the actual facts. We are torturers-like Saddam, like terrorists. We were and are.

Let us say not what we don't do but what we do do. And let us say it without abstraction. Freedom and liberty and democracy are not force and torture and coercion. Language will have its revenge. It belongs not to the warrior who cries the time for talk is over, but to the human being who hopes we can talk not kill. The Spectre is warlike. It stalks us and is within us. In our deepest heart of hearts we may wish good but we are also capable of evil. No projecting it away.

Haditha or My Lai. Do we think we can train people to kill and destroy and make the world kinder and gentler thereby? The principle of contradiction is something language can teach us. You cannot eliminate the negative.

Diane Christian is SUNY Distinguished Teaching Professor at University at Buffalo and author of the new book Blood Sacrifice. She can be reached at: [email protected]

Posts: 275
Joined: Mon Jun 05, 2006 12:17 pm
Location: Dar Al-Harb

Postby ali5196 » Wed Jun 07, 2006 1:37 pm

diterjemahin dong biar orang ngerti.
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Ola2_Bla2 » Fri Jul 21, 2006 7:43 pm

Surat Ahmadinejad Kepada George W Bush

Tuan Presiden....

Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur semua hal.

Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...

Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir, bagaimana bisa kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam kancah dunia internasional ini, di mana masyarakat dan pada khususnya di kalangan politik dan mahasiswa, dapat di benarkan. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar sebagian dari kontradiksi dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada kesempatan untuk membenarkan masalah tersebut.

Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah satu Nabi besar ilahi dapat berpegang teguh dengan hak-hak asasi manusia dengan menjadikan Liberalisme sebagai model peradaban dengan memperluas persenjataan nuklir dan pembunuhan massal untuk menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan peperangan melawan terorisme sebagai slogannya?

Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu dan universal tetap harus diusahakan. Sebuah masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa A.S. dan orang-orang baik di muka bumi.

Namun pada saat yang sama;

Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan orang-orang dan nilai-nilai kemudian runtuh. Sebagai contoh, hanya dikarenakan adanya sebuah kemungkinan keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa, kota atau bersama sebuah iring-iringan, seluruh desa, kota dan iring-iringan harus dibabat habis.

Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah massal di sebuah negeri lalu negeri tersebut dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat negara itu harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan industri rusak dan sekitar 180.000 pasukan militer tinggal di sana.

Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat telah dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari 50 tahun sebuah negara menjadi terkebelakang. Dengan anggaran belanja seperti apa? Dengan menghabiskan miliaran dolar dari harta kekayaan sebuah negara dan sebagian negara yang lain atau dengan mengirimkan puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang. Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori tangan mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa mereka sehingga setiap hari sejumlah dari mereka melakukan tindakan bunuh diri. Ketika mereka kembali ke negara mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh dan jenazah mereka telah diterima oleh keluarga mereka.

Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah massal, sebuah tragedi besar telah tercipta baik untuk masyarakat yang negaranya dijajah atau penjajah. Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata pemusnah massal tidak pernah ada.

Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang diktator dan pembunuh. Namun tujuan peperangan yang dilakukan bukan untuk menumbangkannya tapi usaha untuk menemukan senjata pembunuh massal yang sudah diumumkan sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini telah tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa senang dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela oleh Barat.

Tuan Presiden...

Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang dosen. Mahasiswa saya sering mempertanyakan bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan dengan nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi perdamaian dan kasih sayang?

Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki akses untuk mendapat pembelaan dari seorang pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan untuk melihat mereka dan di luar dari negaranya sendiri diisolir sementara tidak ada pengawasan internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi mereka; apakah mereka adalah dipenjara, tawanan perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah dihukum?

Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya penjara-penjara misterius di Eropa. Saya tidak dapat menerima penculikan dan penahanan orang-orang di penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang telah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya sebutkan di atas. Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi manusia ataukah dengan nilai-nilai Liberalisme?

Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel. Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah Anda dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara yang telah dijajah. Namun salah satu fenomena kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan negara baru dengan masyarakat yang baru pula.

Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen dan peta geografi dunia yang lama ditunjukkan oleh mereka sambil berkata, kami telah berusaha sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak menemukan sebuah negara yang bernama Israel.

Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi tentang perang dunia pertama dan kedua. Sekali waktu seorang mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang dengan cepat disebarkan dari kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing memberitakan kemenangannya dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua selesai mereka mengklaim bahwa ada enam juta orang Yahudi tewas. Enam juta orang yang sekurang-kurangnya dari dua juta kepala keluarga.

Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah kesimpulan logisnya adalah pembentukan sebuah negara Israel di kawasan Timur Tengah dan atau membela mereka habis-habisan? Bagaimana menganalisa dan menginterpretasikan fenomena semacam ini?

Tuan Presiden...

Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran belanja dan pesan-pesan yang seperti apa sehingga Israel terbentuk;
· Dengan terbantainya ribuan jiwa.
· Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli kawasan.
· Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun dan penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.

Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa pembentukan saja. Sangat disayangkan selama 60 tahun hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.

Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, rencana teror tokoh-tokoh Palestina dengan terlebih dahulu mengumumkannya serta memenjarakan ribuan orang-orang Palestina. Fenomena ini pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan sulit dicari tandingannya maka tentunya tidak ada bandingannya.

Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat adalah ini. Mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?

Apakah pembelaan rezim yang semacam ini merupakan salah satu ajaran Nabi Isa A.S. atau sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?

Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri di tanah Palestina kepada pemilik aslinya baik yang tinggal di Palestina maupun di luar dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para Nabi?

Bila tidak bertentangan mengapa usulan referendum tidak pernah disetujui?

Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah terbentuk pemerintahan di tanah Palestina. Semua pengawas yang tidak memihak mengukuhkan bahwa pemerintah terpilih dipilih oleh rakyat. Dengan tanpa disangka pemerintah terpilih ditekan sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel dan tidak lagi meneruskan perjuangan serta melanjutkan program pemerintah sebelumnya.

Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal mengumumkan kebijakannya seperti yang diinginkan, apakah masyarakat Palestina akan memilih mereka? Apakah sikap yang semacam ini di hadapan pemerintah Palestina sesuai dengan nilai-nilai di atas? Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa resolusi PBB yang telah diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap Israel selalu diveto?

Tuan Presiden...

Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, yang dengan berbagai bentuk, melakukan hubungan dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun. Bukti-bukti menunjukkan bagaimana kebanyakan masyarakat di kawasan dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang dilakukan.

Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun saya ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.

Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur Tengah dianggap dan di promosikan sebagai ancaman terhadap rezim Israel? Apakah usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar masyarakat?

Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain abad pertengahan pada bagian mana dari sejarah dan di mana, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu dan teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah benar, maka seluruh ilmu harus ditentang bahkan fisika, kimia, matematika, kedokteran, arsitektur dan lain-lain.

Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya tidak ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain berdusta terhadap Anda.

Tuan Presiden...

Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih dari rakyat dan pada saat yang sama adanya pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa ancaman selalu diarahkan kepada mereka?

Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin kebutuhan dan kemajuan materi dan maknawi masyarakat dunia. Kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat memainkan peran penting tersebut.

Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar biasa dan barang tambang mereka dijarah padahal mereka lebih membutuhkan dari orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?

Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak pertanyaan. Salah satunya; Kudeta 28 Murdad terhadap pemerintahan waktu itu pada lima puluh dua tahun yang lalu, berhadap-hadapan dengan revolusi Islam dan menjadikan kedutaan Amerika menjadi markas besar, dengan memiliki ribuan dokumen, yang membela mereka yang tidak setuju dengan Republik Islam, melindungi Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, penembakan pesawat penumpang Iran, menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi serta nuklir masyarakat Iran, padahal semua orang Iran gembira dengan kemajuan negara mereka dan mengadakan acara untuk keberhasilan mereka. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini dan untuk menjelaskannya di surat ini tidak saya cantumkan.

Tuan Presiden...

Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian mana saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan. Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.

Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta dan kehormatan rakyatnya. Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda memiliki sistem keamanan, penjagaan dan informasi yang luas dan canggih. Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan sistem informasi dan keamanan dan atau pengaruh yang luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan dari orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi bahwa siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?

Tuan Presiden...

Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan negara-negara tetangga poros krisis dunia selama bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.

Setelah peristiwa 11 September bukannya meredam jiwa dan menenangkan mereka yang terkena musibah. Masyarakat Amerika adalah yang paling menderita akibat kejadian tersebut sementara sebagian dari media Barat malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa mengabarkan adanya kemungkinan serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir. Apakah ini namanya melayani rakyat Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran dapat dihitung?

Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal ada serangan. Di jalanan, tempat kerja dan di rumah mereka merasa tidak aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan memberikan keamanan malah mengabarkan ketidakamanan?

Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini sebagai fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.

Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi yang benar dan menjaga amanat dalam menyebarkan berita adalah dasar yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa tanggung jawab sebagian media Barat dengan kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan menjadi dasar untuk menyerang Irak.

Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi yang dibuat-buat dan berisi kebohongan?

Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai dengan tolok ukur yang telah dijelaskan sebelumnya?

Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?

Tuan Presiden...

Di semua negara masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya di sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar pengiriman pasukan ke Irak apa yang didapat oleh masyarakat?

Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian Amerika masyarakat hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah. Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih terjadi juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini pengiriman sejumlah besar pasukan dan itu pun dengan anggaran luar biasa dari masyarakat dapat dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang telah disebutkan sebelumnya?

Tuan Presiden...

Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan masyarakat dunia; kawasan kami dan masyarakat Anda. Namun maksud asli saya yang setidak-tidaknya akan Anda benarkan sebagai berikut:

Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa. Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa depan, dekat atau jauh, senantiasa dinilai. Masyarakat akan berkata, dalam periode kita ini apa yang telah terjadi.

Apakah untuk masyarakat kita menyiapkan keamanan dan kesejahteraan atau ketidakamanan dan pengangguran.

Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya kelompok khusus yang ingin kita lindungi. Itu pun dengan harga kemiskinan dan kepapaan sebagian besar masyarakat dunia. Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan dan pangkat dan kerelaan mereka ketimbang kerelaan Tuhan?

Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita tidak memandang sedikit pun kepada mereka.

Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia ataukah dengan memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap urusan sebuah negara dan dengan mengadakan sel-sel yang menakutkan memenjarakan sebagian orang di sana?

Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan ancaman dan kekerasan di seluruh dunia?

Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah diputarbalikkan.

Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah pembela para penjajah dan penzalim?

Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian, mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat, kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah kekuatan persenjataan, ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak hak-hak manusia?

Pada akhirnya mereka akan berkata, apakah kita masih setia dengan sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat dan perjanjian asli kita dan ajaran-ajaran para Nabi ataukah tidak?

Tuan Presiden...

Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses yang semacam ini dunia akan menuju kemana?
· Sampai kapan masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak benar dari para penguasa?
· Sampai kapan cakrawala ketakutan harus dihadapkan kepada masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal?
· Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan laki-laki harus mengalir di atas batu-batu jalanan dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan?

Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini?

Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung terus?

Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai keamanan, pertahanan, pengiriman pasukan dialokasikan sebagai modal dan bantuan bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, berperang melawan berbagai macam penyakit, penghijauan dan pengentasan kemiskinan dan keterbatasan, menggalang perdamaian, menghilangkan perselisihan antar negara-negara, menghilangkan peperangan kabilah dan ras dan lain-lain. Dapat dibayangkan bagaimana dunia sekarang? Dan apakah pemerintahan dan rakyat Anda tidak merasa bangga dengan ini?

Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan semakin kokoh?

Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus mengucapkan apakah ada kenaikan tingkat kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintah Amerika?

Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang pun.

Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Ismail, Yusuf dan atau Nabi Isa A.S. hadir di dunia ini dan dengan melihat perilaku yang semacam ini apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan dengan kehadiran Nabi Isa A.S. akan memberikan kita peran? Apakah mereka akan menerima kita?

Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang lebih baik dalam pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?

Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang Islam dan jutaan lagi orang pengikut Nabi Musa A.S. Semua agama ilahi dalam satu kalimat bersatu dan itu adalah kalimat tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan Yang Esa dan selain Dia tidak ada tuhan di dunia ini.

Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang satu ini dan ia memanggil semua pengikut agama ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:

“Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah.” (Ali Imran: 64)

Tuan Presiden...

Berdasarkan firman ilahi kita semua diajak untuk menyembah Allah Yang Esa dan mengikuti utusan-utusan ilahi.

“ Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa yang Maha kuasa dan berkuasa atas segala sesuatu”, Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi dan tampak, dahulu dan akan datang dan Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia mencatat amalan mereka”, “Tuhan Sang pemilik langit dan bumi dan semua alam di bawah kekuasaan-Nya”, “Pengaturan seluruh alam di tangan-Nya dan Ia memberikan janji untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya”, Ia penolong mereka yang terzalimi dan musuh mereka yang menzalimi”, Dia Maha Pengasih dan Penyayang”, “Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun mereka dari kegelapan kepada keterang-benderangan”, “Ia mengawasi perbuatan hamba-hamba-Nya”, “ Ia menyerukan hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik dan menginginkan agar mereka berbuat berdasarkan kebenaran dan untuk tetap istiqamah dalam kebenaran”, “ Allah menyerukan agar hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia sebagai saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya”, “Puncak keburukan terkait dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah”, “Puncak kebaikan dan surga yang kekal hanya akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan keagungan ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya”.

Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah satu-satunya jalur kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya akan janji ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.

Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah salah satu Nabi besar ilahi. Dalam al-Quran Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar biasa dan ini adalah ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil oleh al-Quran:

“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (Maryam: 36)

Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi. Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-negara kepulauan, seluruh dunia hanya satu Tuhan dan itu adalah Tuhan yang memberikan hidayah dan menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya dan memberikan kehormatan kepada umat manusia.

Dan dalam firman Allah: “Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi mengutus para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan itu agar mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran ilahi kepada manusia. Dengan begitu manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan orang-orang yang berbuat zalim”.

Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada di kitab suci.

Para Nabi dan utusan ilahi memberikan janji:

Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung perbuatannya dengan menerima siksa ilahi. Saya berpikir bahwa kita berdua sama meyakini akan hari itu.

Tentunya perhitungan para penguasa tidak akan ringan. Hal itu karena harus menjawab kepada masyarakat dan semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.

Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, menjaga harkat dan martabat manusia bagi seluruh manusia.

Bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan manusia dan hari akhir, apakah tidak bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan oleh kejauhan dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran para Nabi, dengan prinsip itu dengan lebih baik dan indah?

Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan menjamin perdamaian, persaudaraan dan keadilan?

Apakah prinsip-prinsip itu bukan merupakan ajaran tertulis atau tidak tertulis mayoritas masyarakat dunia?

Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia dan kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya

Tuan Presiden...

Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur semua hal.

Tuan Presiden...

Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat diingkari? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu dapat dibandingkan. Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi yang sangat luas.

Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh pun di dunia.

Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka tidak setuju dengan berkembangnya kondisi ini begitu juga dengan perang. Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan ganda.

Masyarakat dunia protes akan adanya jurang pemisah yang dalam antara mereka yang kaya dan miskin dan antara negara yang sejahtera dan miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin meningkat.

Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa tidak puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga yang berantakan serta kasih sayang dan cinta kasih yang semakin luntur.

Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan hak-hak mereka tidak dipertahankan.

Liberalisme dan Demokrasi Barat tidak mampu mendekatkan manusia kepada idealisme mereka. Liberalisme dan Demokrasi adalah dua kata pecundang. Para pemikir dan cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran dan sistem Liberal-Demokrasi.

Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah fokus. Dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya masyarakat dengan tauhid dan berpegangan dengan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan atas masalah yang dihadapi. Pertanyaan penting dan serius saya di sini:

Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?

Tuan Presiden...

Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan Allah dan keadilan dan kehendak Allah akan mengalahkan segala-galanya.

Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk.[Saleh L]

Mahmud Ahmadi Nejad
Presiden Republik Islam Iran

Tehran 17-02-1384
http://www.president.ir/ahmadinejad/cro ... ndex-f.htm

Renungkan Wahai Kalian(Pembenci Islam) Tidak ada Sebab Tanpa Akibat...Tidak Ada asap Kalau Tidak ada Api!!! Jangan selalu menyalahkan akibat Tanpa berpikir kenapa dan mengapa Terjadi...
Posts: 32
Joined: Sun Jul 16, 2006 10:28 am
Location: Kebenaran yang kubela..Di situlah Aku Berada

Postby polsus » Fri Jul 21, 2006 9:53 pm

ha ha ha ola la la,

muke gile lo. gue mah udeh muak ngeliat pemuter baikan fakta yang kaya2 si ahmadi bejad gini. di indo juga kaga kurang deh yang kaya gini. istilahnye muke dipasang inosen, tapi gergaji jalan trus.

ha ha ha islam2, udeh lo cari cara laen aje ye.
Posts: 190
Joined: Mon Jun 05, 2006 3:51 pm

Postby Phoenix » Sun Jul 23, 2006 6:56 am

SPT kata gue, Iran itu pengecut, pake Libanon sbg Pion utk n´menguasai Israel. Tapi nggak berani bantu:

Iran Tak Akan Pernah Ikut Dalam Perang Lebanon

TEHERAN, SABTU - Iran tak akan pernah memasuki kancah peperangan Lebanon dilihat dari sudut pandang militer. Demikian dikatakan oleh Kepala Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firoutabadi, Sabtu (22/7).

Firoutabadi mengeluarkan pernyataan tersebut kepada pers di sela-sela pertemuan khusus. "Republik Islam Iran hanya akan melakukan upaya diplomatis dan memberikan dukungan kepada Lebanon," katanya.

Mengomentari aksi agresi Israel ke Lebanon, Firoutabadi mengatakan perang berakhir dengan kemenangan di pihak rakyat Lebanon dengan tidak adanya perubahan atas perbatasan wilayah negara itu dan kemenangan bagi dunia Islam.

Ia selanjutnya mengatakan, tentara Israel tak dapat menentukan posisi mereka di Lebanon selatan setelah 10 hari melakukan penyerangan karena keberanian pejuang Hezbollah. Ia juga menyerukan agar negara-negara Arab menghentikan penjualan minyak mereka ke Israel.
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby ali5196 » Sun Jul 23, 2006 8:35 pm

Memang sebaiknya AS putusin aja semua bantuan ke Indonesia lewat WHO, UNICEF, WOrld Bank dsb dsb ... BIAR MAMPUS ITU MUSLIM SEMUA !! MAKAN APA ELU ?? PASIR ? DEBU ?? GIH, MINTA OBAT DAN DUIT SAMA ARAB TUH !!! :twisted: :twisted: :twisted:
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

You dimwitted traitor...

Postby Lulldapull » Sat Nov 25, 2006 11:22 am


Dunia ini luas, nak, tanpa Barat pun, Muslim masih bisa hidup...andaikata loe ditendang dari United Kingdom, apa loe masih bisa hidup andaikata nasib loe berakhir di Guantanamo? :lol: :lol:

US helicopter fires on Iraqi funeral party - ministry
25 November 2006

BAGHDAD: A US helicopter fired on a funeral party in Baghdad, one of dozens taking place after Thursday's devastating bombings in Sadr City, in response to ritual shooting, the Iraqi Interior Ministry said.

A ministry official said two people were wounded in Friday's air strike, which came after mourners fired into the air.

Earlier, some residents and a Shi'ite lawmaker reported clashes between gunmen and US-led forces in Sadr City, a stronghold of the Mehdi Army militia in the Iraqi capital.

A US military spokesman said he could not comment on specific operations but US forces were helping Iraqi army and police enforce a curfew imposed after the Sadr City attacks on Thursday which killed more than 200 people.

Posts: 275
Joined: Mon Jun 05, 2006 12:17 pm
Location: Dar Al-Harb

What is point of AmeriKKKan savagery?????

Postby Lulldapull » Sat Nov 25, 2006 11:29 am

Published on Friday, November 24, 2006 by the Chicago Sun-Times
What is the Point of Iraq Deaths?
by Andrew Greeley

My mother used to tell me when I was very young a story about the last American to die on Nov. 11, 1918, at 10:59 in the morning. It was an urban folk tale of that era, doubtless, though indeed there was an American who was the last victim of the war. His death was pointless, that was the sentimental irony of the story. But so was the death of everyone else who died in that absurd, insane mass murder. The "Great Powers" of Europe stumbled into the war because of a toxic mix of arrogance and ignorance and couldn't find a way out of it. Nothing was settled, the war went into a recess to be renewed 20 years later with even more demonic fury.

I found myself pondering as I watched the heartbreaking Veterans Day ceremonies on television, what the government will tell the family -- parents, spouse, children -- of the last American to die in Iraq. Or the families of all the men and women who have died there. What was the point in their deaths? They fought bravely for their country. They did their duty. They will be missed. Their courage is an honor to their sacrifice. That should be enough and that's all there is.

They died defending American freedom? But American freedom was never at issue. They died to protect the country from weapons of mass destruction, to create a democracy in the midst of the Arab world, to win a victory that would enhance American credibility, to keep faith with those who had already died, to get rid of Saddam Hussein, because the president said it was the right thing to do, because Iraq was the central front in the war or terror?

Or should they be told the real truth? Their young person died because of the arrogance and the ignorance of the American government, because of mistakes and blunders, because some of our leaders thought the war was a good thing, because it would take pressure off of Israel, because of Arab oil.

What can we say to the additional survivors between now and the day the last American dies there, all those lives erased in a lost war our leaders could not end? Should we tell them what Henry Kissinger said of Vietnam casualties after President Nixon took office -- they died in the name of American credibility?

Every time I hear on the radio of new casualties or see bereaved families on television, or open newspapers with massed photos of those who have died, I want to scream "all these losses, all this suffering, all these shattered families were unnecessary." I sense from a great distance the pain and the grief.

President Bush and Vice President D*** Cheney killed them.

Most Americans agree that the war was mistaken in its inception and mismanaged in its execution. If some of that majority do not also feel the grief and the pain and the rage, the only reason is that they have hardened their hearts in the name of patriotism or party loyalty or the words of the bible. God have mercy on those with hard hearts.

The issue now is whether the new coalition of leaders can find the quickest, safest way out. We must hope and pray that they can, that the hubris that led the country into the war will not prevent us from getting out.

Will God punish the United States for all the deaths, both Iraqi and American? I don't believe that God works that way. However, our intervention in that chaotic, broken country will certainly have created hundreds, perhaps thousands of would-be martyrs who will seek vengeance. We will have brought it on ourselves.

God forgive us for the war, especially those who voted for it in 2004, and especially the pundits, the commentators, the editorial writers who supported the war until almost the last moment and are still willing to accept more casualties so this country and its president can escape with some dignity.

It's a shame there will be no war crimes trials.

© Copyright 2006 Sun-Times News Group

Posts: 275
Joined: Mon Jun 05, 2006 12:17 pm
Location: Dar Al-Harb

Postby angeless » Sat Nov 25, 2006 12:18 pm

ali5196 wrote:Memang sebaiknya AS putusin aja semua bantuan ke Indonesia lewat WHO, UNICEF, WOrld Bank dsb dsb ... BIAR MAMPUS ITU MUSLIM SEMUA !! MAKAN APA ELU ?? PASIR ? DEBU ?? GIH, MINTA OBAT DAN DUIT SAMA ARAB TUH !!! :twisted: :twisted: :twisted:

haiyaa u tolol amat ya
:lol: :lol: :lol:

emang u pikil usa nggak dapat apa apa dali indonesia dengan semua pelusahaan yang bejibun kaya exxon unocal chevron freeport dan lain lain yang mengusaai kekayaan indonesia :roll: :roll: :roll:

makanya usa suka dalih bantu ini bantu kalna dia juga punya banyak kepentingan dan malah untung besal dali indonesia.

pindahin aja kontlak minyak dan lain lain ke negala yang mampu dan bisa bagi hasil lebih adili usa malah bisa gigit jali kagak untung :lol:

u seling bloon juga li......mikil...mikil... :shock: :shock: :shock:

ngmong tuh sama embel yang penuh dahak lu :twisted:
Posts: 61
Joined: Sat Nov 11, 2006 2:46 pm
Location: no where

Return to Terorisme & Jihad Dalam Islam

Who is online

Users browsing this forum: No registered users