.

Mengapa tidak ada sinetron berjudul "Keluargaku Teroris

Hal2 yang menyebabkan terjadinya teror dalam Islam dan kaitannya dengan Jihad.

Mengapa tidak ada sinetron berjudul "Keluargaku Teroris

Postby T-Man » Tue Sep 04, 2007 2:22 am

Mengapa tidak ada sinetron religius berjudul "Keluargaku Teroris" ?

Kalau yang sudah-sudah ada yang berjudul Keluargaku Preman, Hikmah,dll.

Keluarga yang teroris di Indo kan banyak. Jadi kalau mau cari ide cerita, sumber cerita, pemain, konsep cerita, narasumber, dll kan mudah.

(Bukan berarti saya penggemar sinetron)
User avatar
T-Man
 
Posts: 27
Joined: Mon Aug 27, 2007 3:39 pm

Postby NoeMoetz » Tue Sep 04, 2007 9:00 am

Kalo Preman Insyaf, biasanya temanya dari kafir(tidak mengenal Tuhan) menjadi Muslim...

Kalo Tero Insyaf? Mo jadi apa?
Khan udah bukan kafir... Sudah Muslim Tulen....
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby Rouen » Tue Sep 04, 2007 9:13 am

dari muslim jadi kafir!
Alias murtad! :lol:

kyk gituan ga bagus... lebih bagus keluargaku Yakuza ato Keluargaku mafia or... oneesan wa yakuza...
User avatar
Rouen
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Postby T-Man » Wed Sep 05, 2007 12:00 am

Contoh-contoh keluarga teroris:

Keluarga Abu Bakar Baasyir
Keluarga Amrozi
Keluarga Imam Samudra
Keluarga Dulmatin
Keluarga Dulatin
Keluarga DR Azahari (bukan dari Indo)
Keluarga Nurdin M. Top (bukan dari Indo)
Keluarga OBL (bukan dari Indo)
dll

Mungkin dengan adanya sinetron religius "Keluargaku Teroris" dapat membuka mata muslim Indo.
Atau mungkin pembuatan sinetron kisah teroris memang dilarang ?
User avatar
T-Man
 
Posts: 27
Joined: Mon Aug 27, 2007 3:39 pm

Postby alex » Wed Sep 05, 2007 12:05 pm

kenapa kalian ributnya di sini ...

coba aja buat sendiri ,....

jadi muslim tetap keren 8)
User avatar
alex
 
Posts: 32
Joined: Sun Sep 17, 2006 3:31 pm

Postby ndramus » Wed Sep 05, 2007 12:15 pm

yee gimana sih

yg teroris kan CIA, USA en yahudi
masa masuk sinetron hidayah ?
syutingnya pegimane ?
User avatar
ndramus
 
Posts: 1587
Joined: Fri Nov 17, 2006 4:43 pm

Postby Rashidi » Wed Sep 05, 2007 1:16 pm

err..., rasanya pernah muncul selentingan sinetron 'hidayah' semacam itu adalah sponsor dari malay
User avatar
Rashidi
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Postby semar_mendem » Thu Sep 06, 2007 4:28 am

ada namanya negara om....


kalo mo bikin sinetron spt itu... syuting aja di hutan, pemainnya ambil dari para binatang, dan dibroadcast langsung di hutan pula....

aneh2 aja....
semar_mendem
 
Posts: 25
Joined: Thu Sep 06, 2007 3:47 am

Postby NoeMoetz » Thu Sep 06, 2007 8:44 am

Definisi Tero aja di Islam kagak jelas....

Tanya aja deh dengan Om Bakar Baasyir
terus tanya juga ama Pak Polisi(kalo bisa sih, yang Muslim juga),

Beda2 deh...
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby santri gagal » Fri Sep 07, 2007 2:50 am

uda pernah ada koq, ana nonton kalo nda salah inget di tpi.
si uztade yg jd jagoan ditembak, pelore malah brenti sebelon kena & jatoh.
User avatar
santri gagal
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Postby AkuAdalahAing » Mon Oct 01, 2007 12:05 am

lha kalo teroris insaf berarti udah bukan islam lagi donk !!!

MAKANYA GAK BAKALAN ADA SINETRON "KELUARGAKU TERORIS" !!!
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

stasiun TV Naas

Postby kafir_80 » Mon Oct 01, 2007 12:12 am

hehe.. ga kebayang deh jadinya apa itu stasiun TV, klo berani nayangin tuh sinetron... :D
kafir_80
 
Posts: 4
Joined: Sun Sep 30, 2007 11:56 pm

Postby santri gagal » Mon Oct 01, 2007 1:25 am

Rashidi wrote:err..., rasanya pernah muncul selentingan sinetron 'hidayah' semacam itu adalah sponsor dari malay


bukan sponsor, tapi kisah dari hidayah edisi malay.

ssstt,

Kata Tanya untuk Media

http://anick.wordpress.com/2006/09/14/k ... tuk-media/
Ada lontaran menarik dari blog Sarwono Kusumaatmadja dalam rubrik gado-gado:

Aneh tapi nyata
12 Sep 2006 11:11:19

Koran REPUBLIKA dan majalah A+ dimiliki oleh orang yang sama, yakni Erick Tohir. REPUBLIKA membawa bendera Islam, sementara A+ membawa bendera busana, tren underwear, dugem dan sejenisnya.

Pemilik tabloid PULSA itu ternyata sama dengan pemilik tabloid KHILAFAH. Yang pertama penuh promosi premium call berbau esek-esek, yang kedua banyak promosi hal-hal berbau Islami.

Terus ada lagi, majalah HIDAYAH (-Intisari Islam) dan majalah POP ternyata juga saudara kandung. Penerbit keduanya sama, yaitu PT Varia Pop Nusantara. Bila HIDAYAH bermaksud mengokohkan iman pembacanya, maka POP cenderung menggoyahkannya. <--- ini ude ade klarifikasi dari hidayah, gimane yg 2 ntu?

Dalam obrolan dan diskusi tentang media memang sering terlontar pertanyaan: Apakah ada media yang ideologis atau teologis? Lebih-lebih, apakah ada media yang idealis dan menepati semua kode etik jurnalistik?

Biasanya, jawabannya pasti berputar-putar dulu, apa ukuran ideologis, teologis, atau idealis sebuah media, baru kemudian berdebat lagi seputar kode etik dan sebagainya. Apakah media yang reporternya menerima amplop itu tak idealis, atau justru ia realistis? Apakah tidak menerima iklan beer dalam medianya itu termasuk teologis, ideologis, atau itu justru itu hanya strategi pasar?

Gimana cara menilai sebuah production house yang memproduksi film-film tentang Tuhan, dan pada saat yang sama juga film-film yang dianggap pornografik?

Lalu, gimana kalau idealisme ternyata berbanding lurus dengan minimnya oplah dan keuntungan, atau bahkan pendeknya umur?

hampir bisa dikatakan tidak ada ketunggalan dalam hal ini. Bicara media adalah bicara segmen, content, oplah, sustainabilitas, konteks, untung-rugi. Dalam banyak kasus, yang disebut ideologi dan idealisme media dikalahkan oleh logika pasar dan untung-rugi.
User avatar
santri gagal
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time


Return to Terorisme & Jihad Dalam Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users