.

Survey shatters myth that Muslims support terrorism

Hal2 yang menyebabkan terjadinya teror dalam Islam dan kaitannya dengan Jihad.

Survey shatters myth that Muslims support terrorism

Postby nonelse » Wed Mar 07, 2007 12:31 am

Survey shatters myth that Muslims support terrorism
2/24/2007 11:00:00 AM GMT

Image

Contrary to the widespread misconception, the Islamic religion can by no means countenance terrorism. But Western media has been trying hard over recent years, since September 11 attacks on the United States nearly 6 years ago in particular, to assert the opposite, linking Muslim communities worldwide to terrorism and terror groups, as if every Muslim is a terrorist.

A recent U.S. survey entitled 'Terror Free Tomorrow' found that the large majority of Muslims across the world reject terrorism.

The survey found that 86% Pakistanis, 81 percent Bangladeshis and 74 percent Indonesians reject terrorism.

The survey, the finding of which was described as "surprising", showed that 46 percent U.S. nationals and Europeans reject terrorism, while 24 percent said that terror attacks are "sometimes justified".

Even supporters of Osama bin Laden, the leader of Al Qaeda network, blamed by the United States for 9/11 attacks, "most overwhelmingly approved of specific American actions in their own countries".

According to the survey, "In truth, the common enemy is violence and terrorism, not Muslims any more than Christians or Jews. Whether recruits to violent causes join gangs in Los Angeles or terrorist cells in Lahore, the enemy is the violence they exalt. America's goal, in partnership with Muslim public opinion, should be to defeat terrorists by isolating them from their own societies.

"The most effective policies to achieve that goal are the ones that build on our common humanity. And we can start by recognizing that Muslims throughout the world want peace as much as Americans do."

Public opinion surveys in the U.S. and European states, according to Christian Science Monitor, prove that half of Westerners associate Islam and Muslims with violence and terrorism.

"When the West wrongly attributes radical views to all of the world's 1.5 billion Muslims, it perpetuates a myth that has the very real effect of marginalizing critical allies in the 'war on terror'", says the Christian Science Monitor.

The U.S. policies following 9/11 have dramatically affected attitudes toward the United States as well as the Muslim world, which encompasses a band of countries stretching from Western Africa to the Southern Philippines as well as diaspora communities throughout the globe.

In the wake of September 11 attacks on the United States, which were followed by two U.S. wars on two Islamic countries, Afghanistan and then Iraq, U.S. leaders developed a strategy toward the Muslim world that divides the Muslim nations into two groups, either with or against the U.S.’s so-called war against terrorism.

States that approve of the American President’s claimed drive to root out terrorism in the world are considered allies, and those who don’t are labeled “U.S. enemies” as well as enemies of “Democracy” and supporters of terrorism.

-- AJP and agencies
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby nonelse » Wed Mar 07, 2007 12:44 am

PakAli tolong dibaca ...Pak Ali setuju trorisme ato tidak...kalo terorisme kata-kata ke Islam sudah banyak di FFI ya... sekali-sekali biar akurat dan komplit dibuat pooling seluruh muslim indonesia, dan seluruh komunitas FFI mana yg setuju terorisme mana yg tidak...okay? Biar obyektif gitu loh...katanya freedomfaith.org lha kok...jreng! hihihihi... kalo saya tidak setuju terorisme tuh.... usaha memurtadkan orang muslim itu kan salah satu bentuk terorisme....bukannya membimbing kepada kebenaran dan kebebasan beragama...malah provokasi dengan kata-kata cabul dan tidak sopan dan tidak dewasa, ajaran yg mengajarkan terorisme mana ada yg bertahan 14 abad lebih? Mana ada yang mauuuuu.....dan percaya euy.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby Adadeh » Wed Mar 07, 2007 1:02 am

Image
Hasil Survey: Satu dari 10 Orang Indonesia Mendukung Bom Bunuh Diri

16 Mar 2006 09:23:00 GMT
Source: Reuters
(Updates with more survey findings)

Oleh Achmad Sukarsono and Telly Nathalia

JAKARTA, March 16 (Reuters) –
Sebelas persen masyarakat Indonesia, negara Muslim terpadat di dunia, percaya bahwa serangan bunuh diri terhadap target2 warga sipil kadang2 sah, demikian hasil survey di hari Kamis.

Meskipun angka ini relatif kecil, para pengamat berkata bahwa penemuan hasil survey yang dilakukan oleh Indonesian Survey Institute (LSI) merupakan peringatan bagi para pemimpin Indonesia dan para imam Islam moderat yang takut kalau2 sekelompok kecil radikal Muslim mulai mendapat jalan ke masyarakat umum.

Pemboman2 bunuh diri yang dilakukan para militan Islam telah membunuh ratusan orang di tahun2 terakhir di Indonesia, negara yang berpopulasi 220 juta orang dan 85% penduduknya memeluk Islam – kebanyakan dari mereka mengikuti bentuk moderat dari Islam.

Pihak Pemerintah telah mengusahakan usaha lebih keras untuk melawan ide2 Islam militan sejak ditemukannya video2 di bulan November 2005 yang menunjukkan ucapan2 terakhir para pembom bunuh diri yang membunuh 20 orang di restoran2 di Bali tahun lalu. Pihak Pemerintah dan para imam Islam moderat kaget sewaktu mengetahui bahwa generasi muda Indonesia dapat bicara dengan ringannya tentang pemboman2 yang mengerikan ini.

”Radikalisme agama, jika diterjemahkan ke dalam metoda2 kekerasan dalam nama agam, ternyat mendapat cukup banyak dukung – yakni 1 orang dari setiap 10 Muslim di Indonesia,” kata Anies Baswedan yang adalah ahli riset senior LSI. “Angka ini tampaknya kecil, tapi sebenarnya angka ini merupakan dukungan yang sangat besar untuk kegiatan2 ekstrim.”

Survey yang diisi oleh 1.200 orang di seluruh 33 propinsi Indonesia menunjukkan bahwa 11.2% percaya bahwa pemboman2 bunuh diri sah untuk alasan tertentu dan 0.5% berpendapat bahwa metoda itu selalu dapat disahkan untuk membela Islam dari musuh2nya.

Survey ini juga menunjukkan bahwa 8% mendukung otak2 pelaku pemboman2 bunuh diri yang lampau, termasuk Noordin M. Top, tokoh teror yang paling dicari di Indonesia. Pemerintah menduga Noordin M. Top merupakan seorang yang ahli merekrut pembom2 bunuh diri muda diantara banyaknya rakyat miskin di Indonesia.

Polisi percaya bahwa Top, yang merupakan kunci pelaku jaringan militan Jemaah Islamiah yang berhubungan dengan al-Qaeda, sedang bersembunyi di daerah2 terpencil di P. Jawa.

Kampanye2 anti teror di Indonesia banyak mengalami rintangan, termasuk persepsi2 bahwa AS akan menyerang Islam, dan juga banyaknya kesempatan untuk menyuarakan pendapat2 militan akan Islam dan para pendukungnya di media Indonesia.

PENDUKUNG SHARIA

Hasil survey juga menunjukkan bahwa separuh pengisi mendukung hukum rajam terhadap para pezinah dan juga hukuman ekstrim Sharia lain.

Akan tetapi, LSI berkata bahwa jajak pendapat ini bisa juga meleset dari kenyataan.

Pendapat yang setuju akan Sharia Islam ternyata sangat tinggi tapi tendensi ini tidak tampak pada dukungan di partai2 politik yang menentang penerapan hukum Sharia di Indonesia, “ kata Baswedan.

“Rasa setuju … tidak sama dengan keinginan untuk mendukung penerapan Sharia, “katanya.

Parlemen sekarang, yang dipilih di tahun 2004, didominasi oleh partai2 yang menentang penerapan hukum Sharia secara nasional.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak warga Indonesia yang mengikuti cara2 hidup liberal atau membaurkan agama2 daerah dan magis dengan Islam sehingga tidak bertentangan dengan apa yang mereka percayai.

Survey juga menunjukkan bahwa lebih daripada 70% mendukung pemahaman2 moderat dari Nahdlatul Ulama yang merupakan kelompok Muslim terbesar di Indonesia. Sekelompok kecil pengisi survey lebih memilih mendukung kelompok Islam yang keras.

Hanya 2.5% mendukung Liberal Islam Network (JIL) sedangkan 11% setuju akan alasan2 yang diajukan the Indonesian Mujahidin Council (MMI) milik Abu Bakar Bashir, yang telah terbukti bersalah berdasarkan tuduhan melakukan terorisme dan dikenali oleh agen2 intelejensia sebagai pemimpin Jemaah Islamiah.

MMI dan Jemaah Islamiah menginginkan Indonesia menjadi negara Islam.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Mar 07, 2007 1:05 am

Nonelse, berapa tuh pendukung terorisme di Indonesia? 11%!! Berapa jutakah 11% dari seluruh penduduk Indonesia? 2,3 juta lebih!! Apakah jadinya negara Indonesia jika 2,3 juta penduduknya siap jadi bom bunuh diri untuk mendirikan negara Islam?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby nonelse » Wed Mar 07, 2007 1:49 am

Negara Islam? dengan bom bunuh diri sebanyak 2.3 juta orang...survey itu bukan untuk mendirikan agama Islam...11% itu setuju metoda bom bunuh diri halal dipakai sebagai salah satu cara melawan musuh.

Jika punya persenjataan lengkap termasuk nuklir seperti AS, apakah marinir AS menyerbu Iraq dan Afghanistan dengan bom bunuh diri? Bom bunuh diri di Indonesia itu saya pun tidak setuju, saya muslim, pelaku bom itu muslim (pengakuannya), bagi saya dia bukan muslim yang mukmin, karena mengakibatkan orang sipil meninggal dunia, tidak peduli dia beragama apa, bahkan atheist pun tidak berhak dibunuh oleh siapapun juga.

Kalau di Palestina, keterpaksaan dan keputusasaan yg membuat berani melakukan bom bunuh diri, karena dunia tidak peduli lagi. Palestina bukan hanya muslim saja. Umat Kristen hidup berdampingan dengan umat Islam sejak dulu kala. Lihatlah gereja dibom Israel. Umat Kristen di dunia diam saja? Umat muslim disana membela masjid dan gereja dengan nyawa? Bisa jadi sah-sah saja bomb bunuh diri kalo di Palestina karena kondisinya jauh berbeda dg Indonesia. Itulah 11% mengatakan setuju, sisanya tetap tidak setuju walaupun kondisi seperti di Palestina, walaupun babak belur, tanah air di ambil alih, tetap tidak membolehkan bom bunuh diri.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby nonelse » Wed Mar 07, 2007 1:56 am

Bentuk-bentuk radikalisme muncul dari setiap ajaran, atau keyakinan, dari 100% penganut, sekian persen merusak image ajaran murninya secara total, Itali banyak mafia juga beragama Kristen, Radikalisme Protestan dan katolik di Irlandia Utara, Hindu di India, Budha juga ada. Jadi kalau memang mau mencari kebenaran ajaran, semestinya kita menggali ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh secara obyektif dan tidak usah pakai kata-kata yg menghina. Kecuali kalu memang tujuannya tidak mencari kebenaran, hanya menciptakan kekacauan, emosi yg tidak terkendali, jadi aneh, perlu diperiksa.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby Adadeh » Wed Mar 07, 2007 2:04 am

nonelse wrote:Negara Islam? dengan bom bunuh diri sebanyak 2.3 juta orang...survey itu bukan untuk mendirikan agama Islam...11% itu setuju metoda bom bunuh diri halal dipakai sebagai salah satu cara melawan musuh.

Siapakah musuh itu? Tentunya musuh2 Islam, bukan? Siapakah musuh Islam? Muhammad menerangkan bahwa semua musuh Islam adalah mereka yang menolak Islam. Apakah yang harus dilakukan Muslim bagi kafir yang ogah menganut Islam?
Maka Rasul Allah berkata: “Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2 sampai mereka semua mengaku tiada Tuhan selain Awloh dan Muhammad adalah RasulNya, dan mereka melakukan sembahyang dan membayar Zakat. Jika mereka melakukan hal itu, darah dan harta benda mereka selamat dari ku. (lihat Hadis Sahih Bukhari Vol. I, p. 13).

Bom bunuh diri di Indonesia itu saya pun tidak setuju, saya muslim, pelaku bom itu muslim (pengakuannya), bagi saya dia bukan muslim yang mukmin,

Kamu silakan tidak setuju dan pernyataanmu di atas hanyalah pendapatmu belaka saja. Qur'an sudah menjelaskan dan menghalalkan usaha Muslim membunuh dan terbunuh di jalan Allah. Silakan baca:
JAMINAN MASUK SURGA DALAM ISLAM

Kalau di Palestina, keterpaksaan dan keputusasaan yg membuat berani melakukan bom bunuh diri, karena dunia tidak peduli lagi.

Salah besar. Di Palestina banyak orang2 non-Muslim, tapi TIDAK PERNAH ADA pembom bunuh diri non-Muslim. Hanya Muslimlah yang rame2 melakukan bom bunuh diri demi mendapatkan jaminan Muhammad masuk surga Islam dan berpesta seks dengan 72 houris di surga. Memang Muhammad tidak menjanjikan hadiah masuk surga bagi Muslim yang mati akibat masalah alami seperti sakit, usia tua, kecelakaan, dsb. Tapi Muhammad memberikan jaminan masuk surga bagi Muslim yang mati sebagai martir dalam melakukan perang (atau perampokan) terhadap kafirun demi Muhammad/Allah/Islam. Inilah satu2nya cara bagi Muslim agar bisa PASTI, YAKIN, DAN TERJAMIN BISA MASUK SURGA SETELAH MATI. Ingat betapa banyaknya anak2 muda di Palestina yang antre untuk mati sebagai martir dengan meledakkan diri sendiri dan kafir Yahudi sebanyak-banyaknya? Ada alasan yang sangat kuat mengapa para Muslim begitu antusias untuk mati dan mengapa mereka begitu tidak menghargai nyawa sendiri, apalagi nyawa orang kafir.

Muhammad mengatakan Allah telah membeli nyawa dan harta martir Muslim dan menukarnya dengan hadiah masuk surga bagi Muslim yang mati terbunuh saat melakukan perampokan demi memperkaya Muhammad/Allah. Lihat ayat2 di bawah ini:
Q 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan (sebagai gantinya) memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Sebagai tambahan, dukungan dan penjelasan atas 9:111 diberikan pula oleh Allah di ayat berikut:
Q 4:74
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan (artinya: dibunuh atau membunuh) maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Q 4:95
Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Q 3:169
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
(Di sini Allah berkata bahwa para jihadis yang mati tidaklah mati tapi dia hidup bersama Allah)


Sudah jelas bagi siapapun bahwa ayat2 di atas merupakan ajakan (dari Muhammad/Allah) bagi Muslim yang takwa untuk membunuh kafir demi kepentingan Muhammad/Allah! Ayat2 di atas (9:111; 3:169; 4:74; 4:95) jelas memerintahkan Muslim takwa untuk “membunuh dan dibunuh”. Begitulah, Muhammad/Allah mengajarkan Muslim untuk mengorbankan diri mereka sendiri untuk membunuh kafir (musuh Muhammad/Allah) demi kepentingan Muhammad/Allah.

Karena adanya jaminan masuk surga ini, para Muslim jadi tambah bersemangat sewaktu melakukan penyerangan untuk merampok dan menjarah kaum kafir. Mereka jadi berani dan nekad sekali dalam bertempur sebab kalau mati sekalipun nasib mereka malahan tambah enak karena bisa masuk surga dan berhubungan seks abadi dengan 72 perawan2 surgawi. Kibulan Muhammad ternyata manjur sekali bagi pria2 tua muda Arab Badui yang mudah tertipu, sangat percaya takhayul, berpikir pakai alat kelamin saja dan pengin hidup enak tanpa kerja keras secara legal. Karena jaminan masuk surga ini, para Muslim tidak segan2 mengorbankan nyawa mereka demi Muhammad, demi barang jarahan, demi dapet tawanan2 wanita, dan demi seks di surga.

Justru Muslim yang tahu betul janji gombal Muhammad inilah yang rela jadi bom bunuh diri untuk membunuh kafir sebanyak-banyaknya dan dapat imbalan ke surga. Lo pikir siapa tuh yang jadi bom bunuh diri di Bali, hah?

semestinya kita menggali ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh secara obyektif dan tidak usah pakai kata-kata yg menghina.

Yang saya kutip hanyalah sumber2 literatur terkemuka Islam, yakni Qur'an, Hadis2 Sahih Bukhari, Muslim, Tirmizi, Abu Daud, kitab2 sejarah Islam paling sahih "Sirat Rasul Allah" karangan Ibn Ishaq, dan tulisan sejarah Rasullah dari Tabari, plus tafsir2 Qur'an dari ilmuwan Islam ternama seperti Suyuti dan Ibn Kathir. Saya tidak menjelek-jelekkan Islam sebab Islam udah jelek dari sononya, dan inipun tercantum dari literatur Islam itu sendiri. Yang menjelek-jelekkan Islam bukan saya, tapi justru Muhammad, Bukhari, Tabari, Abu Daud dll. Gitu lhooo jeng.
Last edited by Adadeh on Wed Mar 07, 2007 2:25 am, edited 2 times in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Wed Mar 07, 2007 2:16 am

nonelse wrote:Bentuk-bentuk radikalisme muncul dari setiap ajaran, atau keyakinan.

Lagi2 ini adalah keyakinanmu sendiri dan bukanlah ajaran Muhammad. Dari awalnya, Muhammad sendiri adalah orang radikal yang agresif dan penyebar teror di Saudi Arabia. Sewaktu di Mekah, dia memang tidak membunuhi kafir sebab keadaannya masih lemah saat itu. Tapi setelah dia pindah ke Medinah, Muhammad berubah jadi monster haus darah dan penyebar teror. Dia melakukan usaha kriminalitasnya yang pertama dengan menjadi perampok pedagang Quraish. Awalnya usaha rampokannya gagal melulu sebab memang masih garong kemaren sore. Tapi setelah berpengalaman, dia mulai meraup banyak kekayaan hasil penggarongan dan penyanderaan tawanan perang.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, pg. 104:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”
Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.
[Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara].

Karena belum berpengalaman dalam merampok, Muhammad dan para gerombolan rampoknya gagal melulu di awal2 usaha perampokan:
1. Serangan atas Kafilah Quraysh di al-Is, atau Usaha Perampokan Sif al-Bahr oleh Hamzah ibn al-Muttalib -- Maret, 623M
Hasil: GAGAL dan pulang dengan tangan hampa.
2. Serangan atas Kafilah Mekkah di Buwat oleh Ubaydah b. al-Harith ---April, 623M
Hasil: GAGAL dan pulang dengan tangan hampa.
3. Serangan atas Kafilah Mekah di Kharar, oleh Sa’d ibn Waqqas -- April, 623M
Hasil: GAGAL dan pulang dengan tangan hampa.
4. Penyerangan terhadap Kafilah Mekah dan terhadap B. Damrah di al-Abwa/ Waddan oleh Muhammad — August, 623M
Hasil: GAGAL dan pulang dengan tangan hampa.
5. Penyerangan terhadap Kafilah Mekah yang Banyak Harta di Bawat oleh Muhammad—October, 623 M
Hasil: GAGAL dan pulang dengan tangan hampa.

:lol: Perlu latihan dulu nih sepertinya agar sang nabi palsu bisa jadi garong yang berpengalaman.

Inilah yang dimaksud dengan PERANG oleh Muhammad di dalam Qur'an atau Hadis. Orang yang waras dan berakhlak bisa melihat dengan jelas bahwa ini bukanlah perang, dan hanyalah USAHA PERAMPOKAN semata karena miskin, tak punya ketrampilan apapun dan kelaparan melulu. Jadi kalian para kafirun dan murtadin sebaiknya sadar bahwa perang yang disebut dalam Qur'an sebenarnya tidaklah lebih dari usaha perampokan belaka. Karena perampokan merupakan usaha mutlak bagi Muhammad dan Muslim untuk mencari nafkah, maka terdapat banyak pula ayat2 Qur'an yang berisi tentang penghalalan penjarahan/perampasan (perampokan) dan pembagian harta rampasan/jarahan (rampokan).
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby nonelse » Fri Mar 09, 2007 10:53 pm

"Afsussalaam" Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Oleh: Dewan Asatidz
Ayat-ayat perang dalam al-Qur'an bukanlah perintah untuk merusak dan menghancurkan pihak lain. Akan tetapi, ayat-ayat ini berisi izin untuk berperang karena sudah tidak ada jalan lain untuk upaya mencari jalan damai. Peperangan bagi Nabi (saw) adalah jalan terakhir yang tidak bisa ditawar-tawar, selama perdamaian sudah mencapai jalan buntu. Bagaimanapun juga, Nabi (saw) selalu mengedepankan damai di atas perang. Islam, sesuai dengan nama yang disandangnya, adalah agama penyebar kedamaian. Kata Islam berasal dari kata "salam", damai. Maka, seseorang yang menyatakan dirinya sebagai penganut ajaran Islam adalah sosok penyebar damai. Nabi bersabda, "Afsussalaam"., tebarkan kedamaian. Oleh Islam, ajaran kedamaian ini disebarkan kepada seluruh makhluk ciptaan Allah : binatang, umat manusia, alam raya dan tumbuh-tumbuhan. Dan, orang-orang Muslim adalah penebar cita-cita perdamaian tersebut. Ucapan seorang muslim ketika bertemu dengan saudara Muslim yang lain, "assalamu-alaikum", semoga kedamaian atas kamu. Ungkapan ini tidak semata ungkapan kosong belaka, tetapi sebuah ungkapan bernada do'a yang sejatinya berisi kandungan sebuah ajaran luhur untuk selalu bersikap bersahabat kepada semua makhluk Allah di muka bumi dan menjauhi permusuhan. Begitu pula pada akhir salat, ucapan tersebut diulangi kembali sebagai penutup ritual ini. Setelah terbangun, hubungan pribadi antara hamba dan Sang Khaliq, tanggung jawab penebar kedamian ini didengungkan lagi. Iman kepada Allah, bukanlah terhenti pada ibadah kepada Allah, tetapi berlanjut pada perilaku sosial. Peran sosial yang disandang seorang Muslim berkenaan dengan baju Islam yang dipakainya adalah pembuat sebanyak-banyak mungkin kedamaian. Baginya, apapun agama orang lain, mereka adalah teman. Apapun warna kulit, mereka adalah saudara. Dari daerah manapun berasal, mereka adalah kawan. Saat datang di Madinah, hal pertama yang digerakkan oleh Islam adalah mendamaikan antara dua suku yang sudah bertahun-tahun bermusuhan, suku Aus dan Khazraj. Mereka diperdamaikan dalam muakhat (persaudaraan). Sementara suku-suku Yahudi Bani Nadir, Quraizah dan Qainuqah diperlakukan sebagai sekutu yang saling bahu membahu mempertahankan kota Madinah dari serbuan musuh. Bersama suku-suku Yahudi tersebut, Nabi mengadakan perjanjian damai yang disebut dengan "Mitsaq Madinah", Piagam Madinah. Perlakuan yang tidak manusiawi dari penduduk jahiliyah Mekkah sebelum pada akhirnya memaksa Nabi Muhammad (saw) dan kaum Muslim pindah ke Madinah, tidak mengadakan pembalasan tatkala kota Mekkah jatuh di tangan Nabi beserta pengikutnya, pada kurun-kurun kemenangan Islam. Sebagai agama universal, Islam lebih mencintai damai dan menjujung perdamaian. Allah Maha Pengampun, dan Nabi Muhammad (saw) adalah orang yang gampang memberi maaf. Ayat-ayat perang dalam al-Qur'an bukanlah perintah untuk merusak dan menghancurkan pihak lain. Akan tetapi, ayat-ayat ini berisi izin untuk berperang karena sudah tidak ada jalan lain untuk upaya mencari jalan damai. Peperangan bagi Nabi (saw) adalah jalan terakhir yang tidak bisa ditawar-tawar, selama perdamaian sudah mencapai jalan buntu. Bagaimanapun juga, Nabi (saw) selalu mengedepankan damai di atas perang. Aspek sosial Iman, seperti tercermin dari ayat-ayat iman dalam al-Qur'an yang selalu diikuti sebuah perintah mengikutinya, adalah amal saleh dan berbuat baik. Sedang, aspek sosial Islam adalah menebarkan kedamaian. Orang Islam sejati adalah mereka yang konsisten dalam menegakkan persahabatan, persekutuan, perkawanan dan menegakkan nilai-nilai damai Islam dalam hidupnya bersama kelompok lain. Tak ada musuh bagi seorang yang mengaku Islam kecuali setan yang menggoda. Namun, orang-orang yang berbuat jahat, bagi seorang Muslim, bukan untuk dimusuhi, tapi diperingatkan dan disayangi. Pada diri orang tersebut, pada dasarnya, bukanlah jahat, ia juga memiliki hati nurani yang ingin menjadi saleh. Kita tidak membencinya. Tetapi, kebencian kita adalah pada setan yang memperosokkan-nya hingga menjadi orang yang jahat. Disinilah amal dakwah berfungsi. Sebagai tugas keberislaman kita, dakwah adalah mengajak orang lain untuk berbuat baik dan menjauhi kejahatan dengan penuh kasih sayang, rasa cinta dan persahabatan. Wallahu a'lam Rizqon Khamami.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby Adadeh » Sun Mar 11, 2007 1:41 am

nonelse wrote:Ayat-ayat perang dalam al-Qur'an bukanlah perintah untuk merusak dan menghancurkan pihak lain.

Ayat2 perang Qur'an jelas merusak dan menghancurkan pihak lain. Tiada satupun suku2 non-Islam yang mengobarkan perang terlebih dahulu terhadap Muhammad. Justru pihak Muslim-lah yang melakukan pembunuhan pertama terhadap pedagang Quraish di Nakhla. Selama 10 tahun hidupnya di Medinah, Muhammad mengobarkan penyerangan agresif termasuk perampokan, penjarahan, pembunuhan, penghancuran keluarga dan seluruh suku sebanyak lebih dari 60 kali lebih. Dia hanya berhenti melakukan penyerangan setelah dia mati.

Akan tetapi, ayat-ayat ini berisi izin untuk berperang karena sudah tidak ada jalan lain untuk upaya mencari jalan damai.

Sekali lagi: tidak ada satu pun suku Arab atau non-Islam yang terlebih dahulu menyerang Muhammad. Tidak ada satu pun suku Arab atau non-Islam yang terlebih dahulu membunuh Muslim. Muhammadlah yang terlebih dahulu menyerang suku2 pagan, suku2 Yahudi, dan seluruh suku2 non-Islam pada akhirnya. Tunjukan padaku suku mana yang terlebih dahulu menyerang Muhammad dan membunuh para Muslim?

Peperangan bagi Nabi (saw) adalah jalan terakhir yang tidak bisa ditawar-tawar, selama perdamaian sudah mencapai jalan buntu. Bagaimanapun juga, Nabi (saw) selalu mengedepankan damai di atas perang
.
Ini bohong besar. Tiada kata damai dalam Islam selama non-Muslim masih ada dan tidak mau mengakui Allah sebagai satu2nya tuhan dan Muhammad sebagai rasul alllah. Kau ternyata belum tahu tentang perintah Jihad dalam Islam dan apa makna ayat pedang 9:5. Silakan baca tafsir Ibn Kathir:
Image
Kathir 9:5 wrote:
Tjmh:
Kathir 9:5 menyatakan:

This is the Ayah of the Sword
Tjmh:
Ini adalah Ayat Pedang

Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said that the four months mentioned in this Ayah are the four-month grace period mentioned in the earlier Ayah,
Tjmh:
Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam berkata bahwa empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini adalah bulan2 suci yang disebut di ayat sebelumnya,

﴿فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ﴾
(So when the Sacred Months have passed... ), meaning, `Upon the end of the four months during which We prohibited you from fighting the idolators, and which is the grace period We gave them, then fight and kill the idolators wherever you may find them.' Allah's statement next,
Tjmh:
(Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu… ), berarti, ‘Pada akhir empat bulan di mana Kami melarangmu untuk memerangi kaum pagan, dan ini adalah waktu suci yang Kami berikan pada mereka, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.’ Pernyataan Allah selanjutnya,

﴿فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ﴾
(then fight the Mushrikin wherever you find them), means, on the earth in general, except for the Sacred Area, for Allah said,
Tjmh:
(bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya), berarti, umumnya di atas tanah, kecuali di Tempat Suci, karena Allah berkata,

﴿وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾
(And fight not with them at Al-Masjid Al-Haram, unless they fight you there. But if they attack you, then fight them.) 2:191Allah said here,
Tjmh:
(dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjidilharam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka.) (2:191) (Allah berkata,

﴿وَخُذُوهُمْ﴾
(and capture them), executing some and keeping some as prisoners,
Tjmh:
(dan tangkaplah mereka), bunuh sebagian dan tangkap sebagian sebagai tawanan perang,

﴿وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ﴾
(and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush), do not wait until you find them. Rather, seek and besiege them in their areas and forts, gather intelligence about them in the various roads and fairways so that what is made wide looks ever smaller to them. This way, they will have no choice, but to die or embrace Islam,
Tjmh:
(juga kepunglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya), jangan tunggu sampai mereka menemukanmu. Tapi serang dan kepung mereka di daerah dan benteng2 mereka, cari keterangan tentang mereka di berbagai jalan dan tempat sehingga mereka tidak leluasa lagi. Karena itu, mereka tidak punya pilihan kecuali mati atau masuk Islam,

﴿فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَءاتَوُاْ الزَّكَوةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
(But if they repent and perform the Salah, and give the Zakah, then leave their way free. Verily, Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.) Abu Bakr As-Siddiq used this and other honorable Ayat as proof for fighting those who refrained from paying the Zakah. These Ayat allowed fighting people unless, and until, they embrace Islam and implement its rulings and obligations. Allah mentioned the most important aspects of Islam here, including what is less important. Surely, the highest elements of Islam after the Two Testimonials, are the prayer, which is the right of Allah, the Exalted and Ever High, then the Zakah, which benefits the poor and needy. These are the most honorable acts that creatures perform, and this is why Allah often mentions the prayer and Zakah together. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn `Umar said that the Messenger of Allah said,
Tjmh:
(Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat terhormat lainnya sebagai alasan memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakah. Ayat ini menginjinkan memerangi orang lain sampai orang tersebut memeluk Islam dan melaksanakan hukum dan kewajiban Islam. Allah menyatakan hal2 yang paling penting dalam Islam, dan juga yang hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam islam setelah Shahadah (pengakuan) adalah sembahyang bagi Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, lalu Zakat bagi yang miskin dan yang membutuhkan. Hal2 ini merupakan perbuatan yang paling terhormat yang dapat dilakukan manusia, dan karena itulah Allah seringkali mengatakan tentang sembahyang dan Zakat secara bersamaan. Dalam dua Shahih dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata bahwa Rasul Allah berkata,

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(I have been commanded to fight the people until they testify that there is no deity worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah, establish the prayer and pay the Zakah.) This honorable Ayah (9:5) was called the Ayah of the Sword, about which Ad-Dahhak bin Muzahim said, "It abrogated every agreement of peace between the Prophet and any idolator, every treaty, and every term.'' Al-`Awfi said that Ibn `Abbas commented: "No idolator had any more treaty or promise of safety ever since Surah Bara'ah was revealed. The four months, in addition to, all peace treaties conducted before Bara'ah was revealed and announced had ended by the tenth of the month of Rabi` Al-Akhir.''
Tjmh:
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sembahyang dan membayar Zakat). Ayat 9:5 yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang, dan tentang ini Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.” Al-`Awfi berkata bahwa Ibn `Abbas menyatakan: “Tidak seorang pun kaum pagan yang berada di bawah perjanjian damai atau janji keselamatan sejak Surah Bara’ah dinyatakan. Masa empat bulan di mana semua perjanjian damai ditetapkan sebelum Bara’ah diwahyukan dan diumumkan sudah berakhir pada tanggal sepuluh bulan Rab’ Al-Akhir.”

Surah 9:5 berlaku sepanjang masa sampai semua kafirun mengaku Allah adalah satu2nya Tuhan yang harus disembah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Jika ini belum terlaksana, maka Ayat Pedang masih terus berlaku. Non-Muslim tidak perlu melakukan apapun untuk dapat layak diperangi Muslim. Istilah perang dalam Islam bukanlah perang bela diri tapi perang agresif terhadap mereka yang tidak mau menyembah Allah dan mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah. Lihat lagi contoh2 peperangan yang dilakukan Muhammad di Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq. Kenapa tuh Bani al-Mustaliq yang tidak tahu apa2 diserang dan dibantai, lalu para wanitanya diperkosa dan diperbudak beserta kaum anak2nya pula.
Sahih Muslim Book 019, Number 4292:
Ibn ‘Aun mengisahkan: Aku menulis pada Nafi’ menanyakan keterangan dari dia apakah perlu untuk mengajak (kaum kafir) untuk menerima (Islam) sebelum memaksa mereka lewat pertempuran. Dia menulis (jawabannya) padaku bahwa hal ini perlu di hari2 awal Islam. Rasul Allah menyerang Banu Mustaliq pada saat mereka tidak siap dan unta2 mereka sedang minum air. Dia membunuh mereka yang melawan dan menawan selebihnya. Pada hari yang sama, dia menangkap Juwairiya bint al-Harith. Nafi’ mengatakan bahwa tradisi ini disampaikan padanya oleh Abdullah b. Umar yang (dia sendiri) berada diantara para tentara yang menyerang.

Muhammad merampas kumpulan unta2 mereka, menangkap banyak tawanan dan membagi-bagikannya diantara para Jihadis. 200 keluarga ditawan, 200 unta (US$700,000) dan 500 domba dan kambing (US$ 175,000), juga banyak harta benda (kira2 US$ 100,000) dirampas. Juwariyah, anak perempuan pemimpin B. al-Mustaliq yang muda, cantik, dan menarik termasuk salah seorang tawanan.[ Muir, vol. iii, p.238] . Tentara2 Muslim lapar akan seks dan Muhammad mengijinkan mereka memperkosa tawanan2 B. al-Mustaliq.

Hadith from Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 459:
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus (azl = pengeluaran sperma di luar tubuh wanita). Maka ketika kami bermaksud melakukan coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”


Kenapa tuh 900 pria (13 tahun ke atas - yang sudah punya bulu kemaluan) Bani Qurayza yang telah menyerah dipenggali kepalanya dalam waktu sehari semalam saja dan Muhammad menonton semua pemenggalan itu sampai selesai. Manusia seperti apa yang doyan nonton pemenggalan kepala kafir selama berjam-jam dari pagi sampai malam? Setelah puas memenggali, dia pun memilih Rohayah, gadis remaja Yahudi yang cantik jelita sebagai budak seksnya.
Tabari lebih lanjut menulis: [Tabari, vol viii, pp.35-36]
“Rasul Allah ke luar menuju pasar Medina dan memerintahkan penggalian parit. Lalu dia memerintahkan orang2 Yahudi dibawa ke situ untuk dipancung di atas parit. Mereka dibawa ke hadapan mereka dalam kelompok2. Diantara mereka adalah musuh Allah, yakni Huyayy b. Akhtab dan Ka’b b. Asad, yakni ketua B. Qurayza. Jumlah mereka adalah 600-700, yang lain menulis 800-900. Tatkala mereka dibawa dalam kelompok menghadap utusan Tuhan, mereka berkata kepada Ka’b b. Asad, “Ka’b, apa yang kau mengerti. Tidakkah kau melihat tidak ada yang dibebaskan dan siapa yang diambil tidak akan kembali? Demi Tuhan, ini adalah kematian!” Proses pemancungan berlangsung terus sampai Rasul Allah selesai menyaksikan semuanya.”

Sir William Muir [Muir, vol. iii, p.276…] menuliskan adegan pemancungan yang mengerikan ini sebagai berikut:
“Orang2 dijejerkan di sebuah halaman yang tertutup, pada saat kuburan atau parit2 digali untuk mereka di pasar utama kota. Ketika parit2 sudah selesai digali, Mahomet sendiri menjadi saksi tragedi ini, dia memerintah para tawan dibawa ke hadapannya dalam kelompok 5 – 6 orang. Setiap kelompok diperintahkan untuk berlutut di tepi parit yang ditakdirkan untuk jadi kuburan mereka, dan lalu mereka dipancung. Kelompok demi kelompok dibawa ke luar, dipancung dengan darah dingin, sampai mereka semua habis dibantai. Seorang wanita juga dipancung, karena dialah yang melempar batu di saat perang.”

Pada saat Muslim lemah, maka “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Q 109). Jadi bohong kalau dikatakan Islam adalah agama damai. Islam baru damai setelah semua orang jadi Muslim. Tapi setelah itu pun akan terjadi pula Muslim bunuh Muslim, persis seperti yang kita lihat di Irak (Sunni vs. Shia), Indonesia (Sunni vs. JIL, Ahmadiyah), Pakistan (Sunni vs. Shia vs. Suffi vs. Ahmadiyah), dll. Pokoknya harus ada darah yang ngucur agar Islam tetap bernafas.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby nonelse » Sun Mar 11, 2007 9:57 pm

Anda menginterprestasikan sendiri, anda mengatakan Islam baru damai setelah semua orang Muslim, Islam masuk Indonesia dengan damai ataukah perang? Belanda yang si penjajah Indonesia 300 tahun itu membawa agama apa? Islam? itukah damai? Seluruh Nusantara dijajah dengan kejam dan disodori agama apa oleh Belanda? Islam? dan memang Anda kaki tangan Ali Sina tidak akan pernah bisa mengelabui Islam, lihatlah kalian ini dari dulu berputar-putar di forum ini sambil mempengaruhi Muslim...anda sendiri tidak bermoral..mau mengajarkan moral?? Inilah sisa-sisa warisan dari penjajah Indonesia..ya anda-anda ini..
Last edited by nonelse on Sun Mar 11, 2007 10:12 pm, edited 1 time in total.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby nonelse » Sun Mar 11, 2007 10:09 pm

Berapa banyak Muslim dibantai tentara Belanda dengan membawa agama yang katanya cinta kasih??? Dan pahlawan-pahlawan Muslim yang ikut mengusir penjajah anda katakan terrorist ? Terrorist buat Belanda...mereka Pahlawan buat Indonesia. Anda pasti tidak mengerti hal ini. Saya maklum, memang tujuan anda memurtadkan muslim, betapa memalukan. Sebaiknya anda pergi dari Indonesia, karena anda tidak menghargai pahlawan. Nenek, Orang tua anda dan anda sendiri mungkin juga sudah mati kalau tidak ada pahlawan-pahlawan muslim. Anda tidak lebih dari antek Snock Hurgronye Belanda. FFI tidak akan bertahan. Beberapa website sudah membongkar kebusukan dan kebohongan-kebohongan FFI dan bosnya si Ali Sina.
Last edited by nonelse on Sun Mar 11, 2007 10:18 pm, edited 1 time in total.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby babenya muhammad » Sun Mar 11, 2007 10:13 pm

Anda menginterprestasikan sendiri, Islam baru damai setelah semua orang Muslim, Islam masuk Indonesia dengan damai ataukah perang?


gw perjelas aja, islam masuk indonesia BERKEDOK kedamaian,

gw tanya ama lu, lu masuk islam, sejak lu lahir (karena keluarga muslim) apa sejak lu dewasa???????????

misalkan lu ateis, waktu lu mau masuk islam, lu bener2 tau tentang nabi islam gimana (pedofilia, suka membunuh)????

lu tau tentang semua ajarannya islam (bukan cuma yg ceritanya indah2 dan damai doang, tapi tentang membunuh, ngerampok halal) apa lu mau masuk islam???????

kalo lu tau itu gw jamin lu gak bakal masuk islam,

kebanyakan temen gw yg masuk islam karena ud telat (lahir di keluarga muslim, kasian mereka, mau murtad takut kehilangan keluarga), atou di bohongin ama pak ustad tentang bijaknya seorang nabi (gak pernah cerita ttg pedofilianya)

gw liat nya sedih ama bayi yg baru lahir di keluarga muslim, itu gak ada beda, langsung lahir di takdirkan masuk ke neraka......
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby ali5196 » Sun Mar 11, 2007 10:33 pm

Adadeh wrote:Nonelse, berapa tuh pendukung terorisme di Indonesia? 11%!! Berapa jutakah 11% dari seluruh penduduk Indonesia? 2,3 juta lebih!! Apakah jadinya negara Indonesia jika 2,3 juta penduduknya siap jadi bom bunuh diri untuk mendirikan negara Islam?


RALAT !! 11% dari 230 juta penduduk Muslim Indonesia = 23 JUTA, BUKAN 2,3 juta ! Penduduk Jakarta aja sudah lebih dari 13 juta (tolong konfirmasi !).

23 juta Muslim teroris sudah cukup berarti dlm memporak-porandakan negara berjumlah 230 juta Muslim.

Di INggris aja ; 40 PERSEN MUSLIM setuju dng syariah ! Kalau Muslim yg resmi terdaftar jumlahnya memang 3 juta (gua ambil rata2), maka 40% X 3 juta = hampir 1,5 juta teroris bukan ??? Jangankan 1,5 juta orang, utk ngebom Metro London hanya diperlukan 6 orang saja kok !

Gimana kerusakan yg bisa disebabkan 1,5 juta Muslim yah ?

Mungkin ke 1,5 juta Muslim yg suka syariah itu bukan teroris, tapi tujuan mereka SAMA dgn teroris : NEGARA SYARIAH & pendirian DARUL ISLAM dimana2 !!!!
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby nonelse » Sun Mar 11, 2007 10:38 pm

Mana ada pemaksaan menjadi Muslim di Indonesia, bom Bali misalnya, meskipun mereka bilang Muslim, dan berkata Allahu Akbar, itu bukan ajaran Islam.
Lu tau ya gw pernah atheis?? Memang benar,dan saya memilih Islam, karena hanya ada satu agama yang benar, dan itu adalah Islam. Anda kalau mau benar-benar belajar Islam harus sering cross check ke sumber-sumber Islam lainnya, saya pikir anda memang tidak mau mencari kebenaran, anda bilang bayi yang lahir di keluarga muslim menurut anda masuk neraka? andaikan bayi itu lahir di keluarga atheis pun, Islam mengajarkan bayi itu masuk syorga, karena dia masih belum dewasa, belum tahu mana benar dan mana salah. Logika anda terbalik-balik. Di Islam tidak ada dosa warisan bung. Kalau warisan ya lihat dari dosa ortu dosa kakek nenek dst. Apa ketika anda masih bayi, terus anda mati terus akan masuk neraka? Come on...grow up pls...Think logic lah.... saya tanya Anda ...apakah Anda percaya adanya Tuhan??? Jawab pertanyaan saya dan buktikan. Kalau anda tidak menjawab berarti semua logika anda tidak valid, karena Tuhan saja anda tidak mengerti..bagaimana anda bisa mengerti agama?

Tentang pedofilia, ngerampok halal, terorist dan laen-laen, itu semata-mata rekayasa anti Islam, sumbernya dari Ali Sina dan beberapa mailing list seperti alt.comp.malaysia pernahkah Ali Sina berdebat terbuka di televisi?
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby ali5196 » Sun Mar 11, 2007 10:40 pm

tante nonelse, coba yah, kalau udah gelagapan tolong jangan OOT (out of topic) ke masalah Belanda. MEMANG YANG NULIS QURAN SIAPA ????? BELANDA ????

Elu ngamuk2 kalau belanda menjajah negara elu. Sementara islam menjajah negara elu, ELU NGGAK SADAR !

Emangnya Belanda masuk Indonesia khusus utk menyebarkan AGAMA PROTESTAN ????? Kalau iya, elu orang sudah pada berdoa menghadap kiblat Gereja Luther Amsterdam, TAHU !

Coba sadari beda penjajah Belanda dgn penjajah Muslim Arab. Yg satu cuma kepingin rempah2, duit, tenaga buruh murah, perempuan, sementara yang lainnya pingin : rempah2, duit, tenaga buruh murah, perempuan sambil ganti agamamu pula !

Kalau ini aja elu nggak ngerti, maka sampai Kiamat silahkan mulut elu terus berbusa ngamuk2 ttg 'Belanda', sementara bokong elu dan bokong nenek moyang elu udah digenjer Islam sampai lobangnya nyampai ke telinga elu (tanpa elu sadar pula !!!). Makanya elu budek & buta. Sayang elu nggak bisu !

:evil: :evil: :evil:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby babenya muhammad » Sun Mar 11, 2007 10:46 pm

Berapa banyak Muslim dibantai tentara Belanda dengan membawa agama yang katanya cinta kasih??? Dan pahlawan-pahlawan Muslim yang ikut mengusir penjajah anda katakan terrorist ? Terrorist buat Belanda...mereka Pahlawan buat Indonesia. Anda pasti tidak mengerti hal ini. Saya maklum, memang tujuan anda memurtadkan muslim, betapa memalukan.



satu lagi muslimyg tidak bisa membedakan kepentingan pribadi dan tujuan agama.

apabila ada org kristen membunuh itu ud pasti dosa, karena gak pernah di izinkan org agama kristen sdr..... jdi apa bila waktu belanda menjajah indonesia, mereka tidak pernah membunuh megatas namakan agama kristen, itu atas kepentingan pribadi

itu sangat berlainan dengan agama islam..... mereka boleh membunuh, merampok selama bertujuan menegakkan syariah....jadi para pengebom bunuh diri ini, mereka melakukan ini karena sesuai dengan ajarannya tentang berjihad, walaupun lu bilang itu sesat yg hanya pendapat pribadi lu, tapi bukti hadist quran menunjukan lain.....

gw harap lu ngerti perbedaanya sekarng
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby ali5196 » Sun Mar 11, 2007 10:48 pm

Ketahuan nih, anak baru !

onelse wrote:Mana ada pemaksaan menjadi Muslim di Indonesia, bom Bali misalnya, meskipun mereka bilang Muslim, dan berkata Allahu Akbar, itu bukan ajaran Islam.


:lol: :lol: :lol: :lol: Gua persilahkan sama netter lain deh utk ngasih linknya. Berondong ijo nih ! Gua malas !

Tentang pedofilia, ngerampok halal, terorist dan laen-laen, itu semata-mata rekayasa anti Islam, sumbernya dari Ali Sina dan beberapa mailing list seperti alt.comp.malaysia pernahkah Ali Sina berdebat terbuka di televisi?
:lol: :lol: :lol: :lol: waduuuuhhhh te erg nih ! Nggak mutu !!! Pengetahuannya ttg Islam NOL banget ...

Ah malas gua ladenin ... biar aja dia berkoar2 sendiri. Makanya, bu ... Baca dulu Resource Centre, baru ngebacot. Udah dikasih pointers sama Adadeh, nggak dibaca juga ... Mustinya elu merasa TERHORMAT tahu, bahwa pentolan FFI macam Adadeh mau aja melayani BIG ZERO macam elu !

Gua pingin ngejawab elu aja, MALUuuuuuuuu tahu ! :lol: :lol: :lol: :lol:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby nonelse » Sun Mar 11, 2007 10:52 pm

ALi, anda yang Ot of topic..ini hubungannya pemaksaan Non-Muslim jadi Muslim di Indonesia...khusus atau tidaknya Belanda menyebarkan Protestan atau Katolik bagaimana anda tahu? dah nanya Snouck Hurgronye kah???? sampai sekarang saja banyak Muslim diintimadisi Non-Muslim yang diajar oleh Belanda itu.
Saya tanya anda sekarang..soalnya anda bilang Al-Qur'an segala..apakah anda percaya adanya Tuhan??? kalau percaya berikan saya bukti... Hai Ali berikan saya bukti adanya Tuhan jika kamu percay adanya Tuhan..tetapi jika anda tidak percaya adanya Tuhan..maka semua yg anda ketik tidak valid..karena bagaimana anda bicara agama jika Tuhan saja anda tidak percaya.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Postby nonelse » Sun Mar 11, 2007 10:55 pm

siapa saja di forum ini para Admi..Ali, Adadeh atau yg lainnya....sebelum anda bicara agama, apakah adanya Tuhan anda percaya? Berikan buktinya kalau anda percaya...kalau anda tidak percaya adanya Tuhan..maka logika anda tidak valid...percuma semua cecaran anda...anda bicara agama..tapi tidak percaya Tuhan.
Pertanyaan diatas sangat sederhana.
nonelse
 
Posts: 120
Joined: Sun Sep 24, 2006 8:32 pm

Next

Return to Terorisme & Jihad Dalam Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users