Page 1 of 2

DITEMUKAN 39 BOM AKTIF di MADRASAH.....!

PostPosted: Mon Feb 05, 2007 11:25 pm
by Rebecca
Ditemukan 39 Bom Aktif di Madrasah


Laporan Wartawan Kompas Reinhard Marulitua N



PALU, KOMPAS - Aparat gabungan Kepolisian Resor Poso kembali menemukan bom dan senjata api yang disimpan di sekolah-sekolah agama di Poso, Sulawesi Tengah. Senin (5/2) siang polisi menemukan 39 bom aktif di plafon Madrasah Ibtidayah, Jalan Pulau Irian, Lorong Cendrawasih Nomor 15, Kelurahan Gebang Rejo, Poso.

Di plafon madrasah di sekitar Tanah Runtuh, Poso, itu polisi juga menemukan enam senjata api laras panjang, empat buah magazine SS-1 dan M-16, tiga buah tabung gas air mata, 572 butir amunisi, dan tujuh buah ketapel. Semua temuan itu diduga milik Kelompok Bersenjata Gebang Rejo yang terlibat baku tembak dengan polisi pada Senin (22/1) lalu.

Dari Madrasah Ibtidayah, polisi membawa semua senjata api, bom, magazine, dan amunisi ke Markas Polres Poso. Sampai pukul 15.00 Wita, tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polres Poso masih berusaha menjinakkan 39 bom rakitan yang diduga masih aktif.

Bahan utama 39 bom itu adalah black powder yang dimasukkan ke dalam pipa paralon dan dibungkus dengan lakban warna kuning. Masing-masing bom itu juga diisi dengan sejumlah paku dan potongan-potongan besi tajam.

Penemuan senjata api dan bom di lingkungan sekolah agama ini adalah yang ketiga kali sejak bentrokan antara polisi dan Kelompok Bersenjata Gebang Rejo, Senin (22/1) lalu. Dua penemuan sebelumnya di Kompleks Pesantren Amanah, Poso, berupa puluhan senjata api, puluhan bom, ribuan amunisi, serta berbagai jenis bahan peledak lainnya.

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 12:21 am
by hunter
TUH KAN....

Heheheh. Muslim - muslim. Sok ngomong sekolahannya mengajarkan damai. Mengajarkan hal yang baik. Sepertinya cuman jadi tempat untuk merekrut orang - orang **** baru untuk jihad.

Pantes aja anak madrasah itu **** - ****, abis emang tujuannya kurikulum pendidikanya adalah untuk menciptakan generasi penerus mohammad yang seperti robot.

Mungkin loo ya

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 12:24 am
by Black Flag
Ntar juga bilangnya "itu peninggalan jaman perang" ato "Itu persiapan klo ada serangan dr pihak lain" ato "Polisi yg menaruh disana" :lol: :lol: :lol:

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 2:21 am
by schwghtz
Kalau ke kota Poso di spanduk-spanduk tertulis demikian
JADIKAN POSO BEBAS BOM dan ini adalah pernyataan dari kaum Muslim. Kata 'muslim' tidak jauh dari ejaan kata 'munafik'. Kasihan tuh orang-orang kristen yang dihukum mati. Besok pasti akan ada bom ditemukan di gereja-gereja. Semakin seru. Kasihan orang Indonesia yang dibodoki sama agama asing termasuk Islam, agama Arab, agama penjajah. :twisted:

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 9:01 am
by SQUALL LION HEART
schwghtz wrote:Kalau ke kota Poso di spanduk-spanduk tertulis demikian
JADIKAN POSO BEBAS BOM dan ini adalah pernyataan dari kaum Muslim. Kata 'muslim' tidak jauh dari ejaan kata 'munafik'. Kasihan tuh orang-orang kristen yang dihukum mati. Besok pasti akan ada bom ditemukan di gereja-gereja. Semakin seru. Kasihan orang Indonesia yang dibodoki sama agama asing termasuk Islam, agama Arab, agama penjajah. :twisted:


kan kebiasaan taggiya... hahahahaha.. muslim.. muslim...

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 9:32 am
by Luv_Pink
Gila tuh madrasah ato kamp militer? jangan2 disana bukan blajar ngaji tapi blajar nge-bom, atau jgn2 2 nya? ngebom sambil ngaji?

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 10:29 am
by Rebecca
muslims menghindar kl ttg PENEMUAN bomb di MADRASAH!...hi..hi...hi..taqiya apa lagi yang bakal kita dengar dr mereka...

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 12:13 pm
by Yusuf Roni
Tapi nama-nama yang disebutkan oleh Tibo.Cs sebagai dalang semua kerusuhan Poso yang diantaranya adalah Pendeta Sinode Poso tidak pernah tersentuh oleh pihak aparat sampai saat ini.

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 12:28 pm
by susah_murtad
Sing penting semua yg bersalah dihukum, jangan pilih kasih! Jangan karena desakan luar kagak berani hukum orang.

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 3:47 pm
by Black Flag
susah_murtad wrote:Sing penting semua yg bersalah dihukum, jangan pilih kasih! Jangan karena desakan luar kagak berani hukum orang.

Setuju..............
Klo ada Ustad yg menghasut, hrs ditangkap (begitu juga klo pendeta),
Kalo ada Ustad yg menebar teror, hrs ditangkap (begitu juga klo pendeta).
Tapi bisa gak ya? Wkt polisi mau nangkap DPO aja dah kaya kejadiannya :lol: :lol: :lol:

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 5:17 pm
by Rebecca
Yusuf Roni wrote:Tapi nama-nama yang disebutkan oleh Tibo.Cs sebagai dalang semua kerusuhan Poso yang diantaranya adalah Pendeta Sinode Poso tidak pernah tersentuh oleh pihak aparat sampai saat ini.


maksudmu ini cuf?...hi...hi...hi..ngomong-ngomong elo udah nggak punya bahan dari quran elo yah...sampai ngambil ayat dr BIBLE!...siiiplah....krn quran elo cuma SAMPAH doang!...hi...hi...hi...

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=122384

Polri Kejar 4 Guru Pesantren di Jawa Terkait Poso



Penulis: shanty
JAKARTA--MIOL: Polri sedang mencari dan mengejar empat orang guru pesantren yang menyuruh para tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso berbuat rusuh.

Para DPO telah mengaku bahwa semua tindakan mereka membuat rusuh dan melawan hukum disuruh oleh lima orang guru pesantren dari Jawa.

Tersangka kasus kerusuhan Poso itu juga mengakui bahwa mereka merakit, meledakkan bom dan membunuh di Poso.

Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Bachrul Alam membenarkan bahwa para tersangka itu mengaku motif mereka melakukan perbuatan melanggar hukum itu adalah untuk balas dendam dan jihad sesuai doktrin yang diajarkan oleh guru-guru pesantren dari Jawa.

Menurut Anton, sebelumnya guru pesantren dari Jawa itu sebanyak lima orang, tapi salah satu dari mereka tewas dalam penggerebekan polisi. Kelima guru pesantren itu adalah Munzip, Yasin, Rian (yang tertembak mati), Yahya, dan Afif.

"Kita sedang mencari keempatnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tertangkap," ujar Anton.

Dijelaskannya, para tersangka DPO yang baru-baru ini tertangkap, sudah mengakui perbuatannya. Seperti Sarjono alias Paiman, mengaku merakit bom di GOR Poso Kota bersama Taufik Bulaga alias Upik Lawanga tahun 2004.

Sarjono juga memberikan detonator kepada Upik Lawanga untuk melakukan bom di Tentena pada 2005.

Sementara bom yang disebut bom jenis lontong yang disita polisi sekarang ada tujuh buah. Semuanya diakui dibuat oleh Sarjono dan Taufik Bulaga.

Selain itu, kata Anton, Polda Sulawesi Tengah juga sudah menyita sekitar empat kilogram Kalium Chlorat (KCL), yaitu bahan bom yang diperoleh Sarjono dari Yahya di Tanah Runtuh.

Sarjono juga mengakui bahwa rekannya, Enal Tao, yang menembak warga Muslim bernama Sugito di Jln Pulau Jawa 1 Poso saat mau masuk musala pada 2005.

Lebih jauh Anton mengatakan DPO Upik Tarakan mengakui meletakkan bom tabung kecil di belakang RSU Poso Desember 2006 atas perintah Basri. Upik Tarakan juga mengakui bahwa dia memiliki pelontar granat.

"Sekarang sudah kita sita granat launcher-nya dari belakang Lembaga Pemasyarakatan Poso ke arah Kawua pada 30 Desember 2006," ujar Anton.

Upik Tarakan juga mengakui, kata Anton, atas perintah Basri dia menciptakan teror dan perpecahan agama. "Karena provokasi bahwa warga Nasrani akan serang Muslim Sayo," ujar Anton.

Selain itu, Upik Tarakan juga mengakui mencuri TV dan komputer di rumah Ustad Lili Syarifullah Jafar bersama Tugiran, Toto, Idrus dan Ukung di Jln Pulau Jawa 1 Poso pada Desember 2006.

Tersangka DPO ketiga, Anang alias Papa Enal, kata Anton, mengakui bahwa dia ikut bersama Basri, melakukan penembakan terhadap penduduk bernama Susianti Tinulele tahun 2004 di gereja Efata Palu. "Yang melakukan penembakan adalah Basri," kata Anton.

Ditambahkannya, Anang juga mengakui bersama Enal Tao, dia menembak Khasrin Lajidin tahun 2005 di Landangan Poso. Yang menembak adalah Enal Tao.

"Motif mereka melakukan hal tersebut adalah untuk balas dendam dan jihad sesuai doktrin yang diajarkan oleh guru-guru dari Jawa," tegas Anton lagi.

Sedangkan tersangka Dedi Parsan mengakui melakukan tindakan penembakan jaksa Feri, Anang Muftadin, juga penembakan pendeta Susianti dan Hasrin Lajidin.(San/OL-03)

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 8:47 pm
by irfan
wkwkwkwkwkwkwkwk, itulah orang kristen, lempar batu sembunyi tangan, gak ada yg mau mati konyol, siapa yg mo mati konyol di daerah konflik, mas, mbah berpikir wajar dong........

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 9:38 pm
by Black Flag
irfan wrote:wkwkwkwkwkwkwkwk, itulah orang kristen, lempar batu sembunyi tangan, gak ada yg mau mati konyol, siapa yg mo mati konyol di daerah konflik, mas, mbah berpikir wajar dong........

wkwkwkwkwkkwkwk, itulah orang muslim, lempar batu, golok, clurit, granat dan bom sembunyi tangan, udah tau salah masih dibelain lagi....eyang kakung berpikir dong.........

PostPosted: Wed Feb 07, 2007 11:43 pm
by Rashidi
hey siapa yah yg punya slogan:
    SURGA BERADA DI BAWAH KILATAN PEDANG
kalau pedang adalah senjata dari zaman lampau, seperti halnya kemampuan manusia berevolusi maka senjata kemudian berevolusi juga, menjadi bom, pelontar granat, dsb....

ntar tuh slogan berubah menjadi:
    SURGA BERADA DALAM DENTUMAN BOM!!

PostPosted: Sun Feb 11, 2007 2:20 pm
by islam bejat
irfan wrote:wkwkwkwkwkwkwkwk, itulah orang kristen, lempar batu sembunyi tangan, gak ada yg mau mati konyol, siapa yg mo mati konyol di daerah konflik, mas, mbah berpikir wajar dong........


hehehe!! ada otak comberan nich!!
kamu anak baru ya..?
dasar ***!! sekarang gw tanya, yang sering suka bikin onar siapa..? yang bikin konflik siapa..? liat aja sesama muslim pada bantai-bantaian sendiri, Sunni lawan Shiah, Fatah lawan Hamas, Muhamadiyah lawan Ahmaddiyah. trus lho bilang kalo USA ama kafir dibalik semua itu..?
buat lho muslim berpikiran sempit, mending sana buat bom bunih diri pake kotoran unta trus biar ntar di surga dapet bidadari 72 rupawan nan cantik jelita. biar bisa di***t tiap hari.. jangan ngayal donk!!!

PostPosted: Sun Feb 11, 2007 2:42 pm
by islambuster
irfan wrote:wkwkwkwkwkwkwkwk, itulah orang kristen, lempar batu sembunyi tangan, gak ada yg mau mati konyol, siapa yg mo mati konyol di daerah konflik, mas, mbah berpikir wajar dong........


wkwkwkwkwkwkwkwkwk, itulah orang madrasah, lempar BOM sembunyi ustad, gak ada yg mau mati konyol, osama, basyir juga ngga...apalagi si riziq..

PostPosted: Sun Feb 11, 2007 2:45 pm
by islambuster
Luv_Pink wrote:Gila tuh madrasah ato kamp militer? jangan2 disana bukan blajar ngaji tapi blajar nge-bom, atau jgn2 2 nya? ngebom sambil ngaji?


Yang ngga bisa ngaji di BOM,..!!! biar jadi jago ngaji dan juga jago nge BOM

PostPosted: Sun Feb 11, 2007 5:24 pm
by Phoenix
Yah..sekolah lain mah extra kurikulum itu: Praktek Kimia, Fisika, Komputer,..yang inimah hebat banget...

CARA MERAKIT BOM

sayangnya koq nggak ada praktek cara meldakan bom di sekolahnya ya??? (bukan ditempat umum yg lain loh)

PostPosted: Mon Feb 12, 2007 7:21 pm
by islam bejat
Phoenix wrote:Yah..sekolah lain mah extra kurikulum itu: Praktek Kimia, Fisika, Komputer,..yang inimah hebat banget...

CARA MERAKIT BOM

sayangnya koq nggak ada praktek cara meldakan bom di sekolahnya ya??? (bukan ditempat umum yg lain loh)

wah kalo ntar langsung pada praktek mukat semua dong, ntar siapa generasi penerus brandalnya bo??
tapi ada bagusnya tu, kalo di STM kan ada praktek lapangannya, mending rakit bom trus ngledakinnya juga harus pake PKL nya juga..
pasti seru dech!!

pasti masuk koran:
SISWA MADRASAH KORBAN CUCI OTAK KETIDAKWARASAN KEMARIN DITEMUKAN TERCABIK-CABIK AKIBAT PRAKTIK LANGSUNG BOM BUNUH DIRI DI KOMPLEKS KUBURAN...bla...bla

PostPosted: Mon Feb 12, 2007 8:34 pm
by Grendel777
Dasar orang muslim turunan WEDUS GIBAS!!!! kepalanya isinya mesum dan kekerasan.