.

Syariat Islam Gagal Di Luar Negeri

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Syariat Islam Gagal Di Luar Negeri

Postby yusak_almasih » Mon Oct 30, 2006 3:55 pm

Pada Pemilu 2004 yang lalu, Pasangan SBY dan Kalla sedang menjadi kuda hitam. Dalam kapasitas sebagai calon wakil presiden kala itu, Kalla tampil menjadi pembicara sekaligus ia berkampanye dalam suatu acara di sebuah Gereja GMIM di Minahasa Sulawesi Utara. Kesempatan itu lalu dipakai salah seorang jemaat gereja tersebut menyinggung tentang penerapan Syariat Islam di Indonesia jika Kalla terpilih nantinya. Dengan tegas Jusuf Kalla saudagar Makasar yang pengikut Islam taat mengatakan syariat Islam itu adalah suatu ibadah yang selalu dan sudah dilakukan oleh semua umat Islam. Sama seperti syariat Kristen, yang dijalankan pengikut Yesus. Begitu katanya.

Pernyataannya itu diulanginya saat membuka konggres sebuah parpol Kristen di Jakarta awal tahun ini. Menurut Wapres yang selalu menjadi juru damai berbagai pihak yang bertikai itu, Syariat Islam mestinya tidak perlu disahkan pemerintah. Karena syariat Islam itu, katanya adalah milik Allah dan sudah berjalan dengan sendirinya dan sudah dilakukan orang Islam setiap hari, sehingga tidak perlu lagi dilegalisasi. Kalau Syariat itu dilegalisir pemerintah baik itu Presiden ataupun Gubernur apalagi bupati dan camat maka orang Islam menjadi uamt Pemerintah dan bukan Allah. Ucapan Kalla itu mendapatkan tempik sorak peserta yang hadir. Tapi selang beberapa bulan kemudian di sebuah situs internet Abu Bakar Baasyir mengatakan Kalla perlu belajar ilmu agama lagi karena mengucapkan hal seperti itu.

Wacana syariat Islam memang bersifat pelik. Karena itu berkenaan dengan sifat hubungan Islam sebagai sebentuk keyakinan atau agama. Tapi pada saat syariat Islam dibicarakan dalam konteks historis dan profan, menurut Ulil Abshar Abdalah, pentolan Jaringan Islam Liberal dalam sebah kesempatan, maka syariat Islam mestinya harus siap didudukkan dalam bingkai penilaian yang fair. Tanpa berharap ada keistimewaan apapun karena anggapan akan sakralitas fungsi dan sumbernya. Sayang menurutnya kebanyakan aktivis syariat Islam tidak siap meletakkan syariat Islam dalam diskusi publik yang rasional. Maka banyak statemen yang muncul di MPR/DPR seperti syariat tak bisa divoting, syariat lebih unggul daripada konstitusi sekuler dll. Malahan seorang tokoh Islam mengklaim jika Syariat Islam di berlakukan di Indonesia maka negeri ini akan bebas bencana alam termasuk bencana Lapindo itu.

Padahal Dalam buku Syariat Islam, Pandangan Muslim Liberal, terbitan Jaringan Islam Liberal dan The Asia Foundation disebutkan bahwa penerapan Syariat Islam di berbagai Negara Asia dan Afrika sudah gagal total. Mengapa? Karena di Negara-negara itu, ditemukan pertumbuhan ekonomi perkapita yang rendah, tingkat pendidikan dengan indikator tingkat melek huruf yang amburadul, pendeknya harapan hidup dan tidak adanya kesetaraan gender.

Bukan hanya itu karena bersifat otoritarianisme maka hak-hak politik (political rights) dan hak-hak sipil (civil liberties) warga Negara juga tidak terpenuhi. Para pengusung syariat Islam menurut pemikir Islam Saiful Mujani gagal meningkatkan indeks kemaslahatan publik. Jikalau sedari awal berdirinya rezim syariat Islam selalu memaklumkan jalan pintas otoritarianisme, maka adalah sulit, untuk tidak menyebut mustahil, mengharapkan indeks kemaslahatan publik akan lahir dari tangan-tangan mereka. Maka tak heran orang-orang Islam yang sudah berpikiran maju seperti Gus Dur, Sarwono Kusumaatmadja dan kandidat Gubernut DKI Jakarta yang juga pengamat ekonomi Faisal Basri dengan tegas menolak pemberlakukan Syariat Islam ini di Indonesia.

Mengapa? Karena hal yang paling masuk akal yang bisa diterima adalah, Syariat Islam ini justru akan membawa Indonesia menjadi suatu negeri yang penuh kemunafikan. Misalnya seperti yang terjadi di Aceh, dimana pemerintahan yang memberlakukan Syariat Islam disana hanya berani mencambuk rakyat kecil yang tidak bisa melawan, tapi takut mencambuk koruptor kakap atau pembalak liar yang banyak uangnya.

Juga akan menjerumukan negeri ini kepada kehancuran dan perpecahan. Padahal oleh karena kebijaksanaan the founding fathers, termasuk pahlawan nasional Wahid Hasyim yang tokoh NU itu, telah mencegah perpecahan bangsa setelah dengan hati legowo bersama banyak tokoh Islam lainnya membuang Syariat Islam dari tubuh UUD 45 dan Pancasila demi persatuan bangsa. Kita berharap catatan sejarah diawal kemerdekaan bangsa ini tetap diingat. Karena perjuangan merebut kemerdekaan negera kita adalah hasil kerja keras, dengan pengorbanan darah dan airmata dari semua anak bangsa dan bukan hanya satu agama saja. Kita berharap tidak ada orang yang berani mengingkari hal itu! [/b]
yusak_almasih
 
Posts: 477
Joined: Sat Aug 26, 2006 10:37 am

Postby ali5196 » Tue Oct 31, 2006 12:37 am

thanks buat sumbangannya.

Lagi2 bukti bahwa Umat Islam sendiri tidak suka hukum Islam. Lagi2 bukti bahwa semakin Islam sebuah negara, semakin rusak negara itu. Kesimpulan : Islam adalah sebuah nonsense besar, aliran yg gagal total tetapi masih ditopang dan dibela oleh orang2 yg menyebut diri Muslim tetapi sebenarnya 'Murtad dalam hati saja,' spt kawan kita disitus ini, anakbingung.

O iya, Ini tulisan kamu atau didapat dari milis lain ? Boleh minta linknya ?

BTW, artikel ini sudah kujadikan referensi di :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 5063#85063
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Syariat Islam Gagal Di Luar Negeri

Postby Hanny Chan » Wed Apr 09, 2014 9:12 am

Tulisan yang cemerlang.diharapkan bisa dibuat pencerahan bagi yang terlalu fanatik syariat islam. =D> =D> =D>
Hanny Chan
 
Posts: 1
Joined: Sun Apr 06, 2014 8:54 am

Re: Syariat Islam Gagal Di Luar Negeri

Postby gema » Wed Apr 09, 2014 12:17 pm

termasuk pahlawan nasional Wahid Hasyim yang tokoh NU itu, telah mencegah perpecahan bangsa setelah dengan hati legowo bersama banyak tokoh Islam lainnya membuang Syariat Islam dari tubuh UUD 45 dan Pancasila demi persatuan bangsa. Kita berharap catatan sejarah diawal kemerdekaan bangsa ini tetap diingat. Karena perjuangan merebut kemerdekaan negera kita adalah hasil kerja keras, dengan pengorbanan darah dan airmata dari semua anak bangsa dan bukan hanya satu agama saja.


Salut buat NU & muhamadiyah nyang berjiwa pancasila. Tafi Organisasi Eslam nyang baru melek seferti FPI, HTI, MUJAHID DLL fada ribut-ribut minta hukum syariah dijalankan. Mereka semua orang yang tidak nasionalis. Mereka semua fara kadal gurun beracun. Tidak menghormati jasa fara Pahlawan Bangsa.
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Syariat Islam Gagal Di Luar Negeri

Postby SegeN » Thu Apr 10, 2014 5:55 pm

gema wrote:Salut buat NU & muhamadiyah nyang berjiwa pancasila. Tafi Organisasi Eslam nyang baru melek seferti FPI, HTI, MUJAHID DLL fada ribut-ribut minta hukum syariah dijalankan. Mereka semua orang yang tidak nasionalis. Mereka semua fara kadal gurun beracun. Tidak menghormati jasa fara Pahlawan Bangsa.

Berarti generasi Islam masa kini tidak lagi menghormati perjuangan generasi-generasi Islam pada masa kemerdekaan, yang berjuang mati-matian agar NKRI utuh di dalam satu kesatuan. Generasi Islam pada masa sekarang bisa jadi menjadi sumber perpecahan di mana-mana: Aceh merdeka, Papua merdeka, Republik Maluku dan lain-lain.
User avatar
SegeN
 
Posts: 131
Images: 0
Joined: Tue Oct 08, 2013 1:26 am
Location: Manokwari Papua


Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users