Page 2 of 3

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 12:44 am
by JANGAN GITU AH
vhee wrote:hahaha...lumayan, dr sekian bnyk cm ad 1 yg rada pinteran...mskpn koprol jg. Ayo viers, safa lg yg mau ngeluarin pndpt..??Ane tunggu..


Menurut pendapat saya, kau bukan orang pintar...tapi sok pintar iya...! :-k

apa pendapatmu pada pendapat saya itu?

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 12:53 am
by JANGAN GITU AH
Mangnya ada gitu orang sebelah menginginkan diucapin "Selamat hari ...." oleh musclimmm...hihihi...silakan tanya satu persatu....bakal gak ada yauuu...!

permasalahan ini timbul sesungguhnya bermula dari sikap muclim sendiri, khususnya orang sok suci dari kalangan petinggi islam, entah itu mui atau dedengkotnya. Nyang ngomporin kelompok bangsat-bangsat itu yang tidak senang melihat kenyataan ada keluarga atau pribadi muslim yang ngucap selamat pada anggota keluarganya yang beda kepercayaan!

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 12:57 am
by gabrielnotjibril
si Vhee menganggap dirinya pintar ? yg pintar menurut ane adalah lengkangannya si Vhee :rolling:

Sangking pintarnya si vhee dia membandingkan ucapan selamat hari raya dgn kalimat syahadad :rock:
Jadi kesimpulannya kalau muslim mengucapkan selamat Natal/ hari raya maka secara otomatis muslim akan berubah menjadi kresten / kafir :rolling: :supz: :snakeman: :butthead: :rolleyes: :prayer:

sungguh otak segede pentol korek IQ minus 0 :finga:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 1:04 am
by duren
@Vhee

Ane GA KEBERATAN ngucapin syahadat

Lha wong ane sama si Awlloh kan masih TEMAN DEKET \:D/

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 1:07 am
by JANGAN GITU AH
gabrielnotjibril wrote:si Vhee menganggap dirinya pintar ? yg pintar menurut ane adalah lengkangannya si Vhee :rolling:

Sangking pintarnya si vhee dia membandingkan ucapan selamat hari raya dgn kalimat syahadad :rock:
Jadi kesimpulannya+Vheegina+ kalau muslim mengucapkan selamat Natal/ hari raya maka secara otomatis muslim akan berubah menjadi kresten / kafir :rolling: :supz: :snakeman: :butthead: :rolleyes: :prayer:

sungguh otak segede pentol korek IQ minus 0 :finga:


nah ini baru jawaban pintar...gak kayak si Miss Vhegina... :tonqe: masak ucapan selamat natal dianggapnya mengkristenkan muslim....terbuktikan si Vhee tukang dodol....pahit lagi dodol jualannya... :finga:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 7:06 am
by sodrun
Syahadat kok dibandingkan dengan ucapan selamat natal ??!!!
Mestinya syahadat muslim vs syahadat FFI ,.. itu baru pas !
:-&

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 8:25 am
by Rasionalis
...Menjelang Hari Natal, saya ingin mengutip dan menerjemahkan pengalaman yang sangat menyentuh dari seorang ibu tunggal, penyiar TV, mantan muslimah dari Turki, yang saya ambil dari Facebook-nya.

My First Christmas After receiving Jesus as my Lord and Savior

By Isik Abla


I was a single mother at that time who was trying to survive. My daughter was 4 years old. It was our first Christmas. We were also part of a Christmas play at our church. I had $ 29 for Christmas for shopping saved up. I asked my daughter what she wanted for Christmas. She said, "Mom, I want a big Christmas tree with lights, colors and everything on it. I said, "Just pray honey. Just pray to Jesus." Couple of weeks before Christmas, one morning she woke up and said, "Mom, Jesus told me He is going to give us the tree today."
I smiled. I didn't want to discourage her faith. But to be honest in my heart I had no hope about the tree. After I picked her up from school, we were in the car driving home. She exclaimed, "Mom, stop the car! These is the store we are going to get the tree." My daughter never insist or cry for a toy or anything. Almost at age four she knew our situation and never asked for anything. It was the first time, she was so passionate about the tree. She begged me, "Mom, please, please this is the store." it was Sears :) So I thought she knew about the store. I couldn't resist and parked the car. My credit was in bad shape."I can not use my credit card." I thought. But somehow, I followed the four year old girl who was full of faith believing we were going to walk out of the store with a huge Christmas tree. She was holding my hand and dragging me. We were in the tree department. The trees were hundreds of Dollars. My daughter stopped in front of this beautiful, big Christmas tree which was already decorated and had beautiful ornaments and lights on it. She shouted, "This is the tree I want!" At that moment my heart was bleeding. I felt so guilty of obeying her and feeding into her dream. I was about to choke into tears. I said, "Honey, this is for next year. This year, we will get a small one. Not from this store." I had a thrift store in mind. Then one of the workers came and asked. "Is there anything I can help you with mam?" I said, "No thank you. We are just looking." But no. My daughter said, "Yes, this is the tree, we want to buy." The sales clerk smiled and looked at me. I said, "I am sorry. She has her own mind today. We can not afford this tree. Next year." I wanted this to be over. The clerk said, "Mam, I am sure we can do something about it." Before I said anything, she continued, "I am the manager. And this tree is a demo. Whatever you can afford to pay, it will be yours." I took the money from my purse and showed her. "This is all I have." She said, "Then the tree is yours." She called two associates and ordered them to put everything in boxes and carry to my car. She said, "MERRY CHRISTMAS!" I was in tears. My daughter was just giggling and rejoicing. She said, "I told you Mom. Jesus promised me." I said, "I know darling. He always keeps His promises!"
Source: http://www.facebook.com/isikablatv

==========xXx==========


Natal Pertamaku setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatku

Oleh Isik Abla


Pada waktu itu aku seorang ibu tunggal yang berusaha untuk bertahan hidup. Putriku berumur 4 tahun. Saat itu adalah menjelang hari natal pertama bagi kami. Kami juga aktif dalam kegiatan natal di gereja kami. Aku memiliki $ 29 untuk membeli berbagai keperluan natal. Aku tanya pada putriku apa yang dia inginkan di hari natal ini. Dia berkata, “Ma, aku ingin satu pohon natal besar dengan lampu-lampu, berwarna-warni dan berbagai macam lengkap ada. Aku katakan, “Berdoa lah sayang. Berdoa saja kepada Yesus.” Beberapa minggu sebelum natal, di suatu pagi dia bangun dan berujar, “Ma', Yesus mengatakan kepadaku bahwa Dia akan memberi pohon kepada kita hari ini.”
Aku tersenyum. Aku tidak ingin melemahkan keyakinannya. Tetapi sejujurnya dari lubuk hatiku, aku tidak memiliki harapan mendapat pohon. Setelah dia aku jeput dari sekolah, kami sedang dalam perjalanan pulang. Dia berkata, “Ma, hentikan mobil ini! Dari toko ini kita akan mendapat pohon natal.” Putriku tidak pernah mendesak atau menangis untuk mendapatkan mainan atau apa pun. Dalam usianya menjelang empat tahun dia mengetahui situasi kami dan tidak pernah meminta apa pun. Itu lah pertama kali, dia begitu mendambakan sebuah pohon. Dia memohon, “Ma', tolong, tolong, ini lah tokonya.” Toko Sears. Sehingga aku kira dia mengetahui toko itu. Aku tidak bisa menolak dan memarkir mobil kami. Kreditku sedang dalam keadaan buruk. “Aku tidak bisa menggunakan kartu kreditku,” pikirku. Tapi entah mengapa, aku mengikuti saja gadis empat tahun yang penuh keyakinan bahwa kami akan keluar dari toko itu dengan memboyong sebuah pohon natal besar. Dia mencekal tanganku dan menyeretku. Kami berada di bagian penjualan pohon natal. Harga pohon-pohon itu ratusan dollar. Putriku berhenti di depan pohon natal yang besar dan indah, yang sudah didekorasi dengan berbagai pernik-pernik dilengkapi lampu-lampu. Dia berteriak, “Ini lah pohon yang kuinginkan!” Pada detik itu hatiku berdarah. Aku merasa begitu bersalah menurutinya dan seolah-olah bisa memenuhi mimpinya. Air mataku sudah hampir menetes. Aku katakan, “Sayang, yang ini untuk tahun depan. Tahun ini, kita akan mendapat yang kecil saja. Tidak dari toko ini.” Aku punya pikiran untuk membelinya dari toko serba murah. Lalu salah seorang dari pekerja datang dan bertanya. “Adakah yang bisa saya bantu, bu?” Aku jawab, “Tidak, terima kasih. Kami hanya melihat-lihat saja.” Tetapi ampun. Putriku menyela, “Ya, ini dia pohon yang ingin kami beli.” Penjaga toko itu tersenyum dan menatapku. Aku katakan, “Mohon maaf. Dia punya pikiran sendiri hari ini. Kami tidak sanggup membeli pohon ini. Tahun depan.” Aku ingin segera hal itu berakhir. Penjaga toko itu (seorang perempuan) berkata, “Ibu, saya yakin kami dapat melakukan sesuatu menyangkut hal itu.” Sebelum aku mengatakan apa-apa, di meneruskan, “Saya adalah menejer. Dan pohon ini adalah demo. Berapa pun kesanggupan ibu, pohon itu jadi milik ibu.” Aku keluarkan uang dari dompetku dan menunjukkannya. “Hanya ini semua yang kumiliki.” Dia berkata, “Yah, pohon itu menjadi milik ibu.” Dia memanggil dua temannya dan menyuruh mereka memasukkan semuanya ke dalam dus dan mengantarnya ke mobilku. “SELAMAT HARI NATAL!” ujarnya. Air mataku berlinang. Putriku berjoget kegirangan. Katanya, “Kan sudah kukatakan, ma'. Yesus menjanjikannya padaku.” Aku menyahutnya, “Aku tahu, sayang. Dia selalu menepati janjinya!”

...Bandingkan lah sikap ibu itu dengan sikap banyak muslim di negeri ini, yang mengucapkan selamat natal saja keberatan. Banyak muslim memang menjadi bebal karena ajaran nabinya, sehingga tidak memiliki dan menerapkan prinsip sederhana: "Bila saya dapat menyenangkan orang lain tanpa merugikan saya, pasti akan saya lakukan!"
...Semoga ms Vhee dan muslimah lainnya memerlakukan putra-putrinya seperti kisah di atas. Dan siapa tahu ada muslimah kita yang ingin menyamai bahkan mengalahkan Isik Abla.

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 11:55 am
by Utbahbinabuwaqqash
............bla...bla..bla...bli...bli...blu...ble..bo.......
.........
Muslim: ''Bisakah kau mengucapkan kalimat syahadat pren?
Kapirun: ''tidak bisa pren, karena aku ga pernah menyaksikan bin melihat aulohmu dan muhammadmu..., jadi aku ga bisa bersaksi utk sesuatu yg tdk kuliat..
Muslim: oh.. aku juga ga pernah menyaksikan... kini aku mengerti, bahwa selama ini aku salah... aku mau murtad aja...
Hi...hi...hi...hi...

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 2:20 pm
by MaNuSiA_bLeGuG
kalo misalnya gw tiap hari nongkrong di depan rumah vhee dan berteriak2 kepada setiap yg lewat " awas ini rumah orang gila!!! " tanpa henti, meski emg bener didalam rumah si vhee ada yg gila, kira2 dia bahagia ga ya ? :-k

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 3:13 pm
by usmanabdullah
Rasionalis wrote:...Menjelang Hari Natal, saya ingin mengutip dan menerjemahkan pengalaman yang sangat menyentuh dari seorang ibu tunggal, penyiar TV, mantan muslimah dari Turki, yang saya ambil dari Facebook-nya.

My First Christmas After receiving Jesus as my Lord and Savior

By Isik Abla


I was a single mother at that time who was trying to survive. My daughter was 4 years old. It was our first Christmas. We were also part of a Christmas play at our church. I had $ 29 for Christmas for shopping saved up. I asked my daughter what she wanted for Christmas. She said, "Mom, I want a big Christmas tree with lights, colors and everything on it. I said, "Just pray honey. Just pray to Jesus." Couple of weeks before Christmas, one morning she woke up and said, "Mom, Jesus told me He is going to give us the tree today."
I smiled. I didn't want to discourage her faith. But to be honest in my heart I had no hope about the tree. After I picked her up from school, we were in the car driving home. She exclaimed, "Mom, stop the car! These is the store we are going to get the tree." My daughter never insist or cry for a toy or anything. Almost at age four she knew our situation and never asked for anything. It was the first time, she was so passionate about the tree. She begged me, "Mom, please, please this is the store." it was Sears :) So I thought she knew about the store. I couldn't resist and parked the car. My credit was in bad shape."I can not use my credit card." I thought. But somehow, I followed the four year old girl who was full of faith believing we were going to walk out of the store with a huge Christmas tree. She was holding my hand and dragging me. We were in the tree department. The trees were hundreds of Dollars. My daughter stopped in front of this beautiful, big Christmas tree which was already decorated and had beautiful ornaments and lights on it. She shouted, "This is the tree I want!" At that moment my heart was bleeding. I felt so guilty of obeying her and feeding into her dream. I was about to choke into tears. I said, "Honey, this is for next year. This year, we will get a small one. Not from this store." I had a thrift store in mind. Then one of the workers came and asked. "Is there anything I can help you with mam?" I said, "No thank you. We are just looking." But no. My daughter said, "Yes, this is the tree, we want to buy." The sales clerk smiled and looked at me. I said, "I am sorry. She has her own mind today. We can not afford this tree. Next year." I wanted this to be over. The clerk said, "Mam, I am sure we can do something about it." Before I said anything, she continued, "I am the manager. And this tree is a demo. Whatever you can afford to pay, it will be yours." I took the money from my purse and showed her. "This is all I have." She said, "Then the tree is yours." She called two associates and ordered them to put everything in boxes and carry to my car. She said, "MERRY CHRISTMAS!" I was in tears. My daughter was just giggling and rejoicing. She said, "I told you Mom. Jesus promised me." I said, "I know darling. He always keeps His promises!"
Source: http://www.facebook.com/isikablatv

==========xXx==========


Natal Pertamaku setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatku

Oleh Isik Abla


Pada waktu itu aku seorang ibu tunggal yang berusaha untuk bertahan hidup. Putriku berumur 4 tahun. Saat itu adalah menjelang hari natal pertama bagi kami. Kami juga aktif dalam kegiatan natal di gereja kami. Aku memiliki $ 29 untuk membeli berbagai keperluan natal. Aku tanya pada putriku apa yang dia inginkan di hari natal ini. Dia berkata, “Ma, aku ingin satu pohon natal besar dengan lampu-lampu, berwarna-warni dan berbagai macam lengkap ada. Aku katakan, “Berdoa lah sayang. Berdoa saja kepada Yesus.” Beberapa minggu sebelum natal, di suatu pagi dia bangun dan berujar, “Ma', Yesus mengatakan kepadaku bahwa Dia akan memberi pohon kepada kita hari ini.”
Aku tersenyum. Aku tidak ingin melemahkan keyakinannya. Tetapi sejujurnya dari lubuk hatiku, aku tidak memiliki harapan mendapat pohon. Setelah dia aku jeput dari sekolah, kami sedang dalam perjalanan pulang. Dia berkata, “Ma, hentikan mobil ini! Dari toko ini kita akan mendapat pohon natal.” Putriku tidak pernah mendesak atau menangis untuk mendapatkan mainan atau apa pun. Dalam usianya menjelang empat tahun dia mengetahui situasi kami dan tidak pernah meminta apa pun. Itu lah pertama kali, dia begitu mendambakan sebuah pohon. Dia memohon, “Ma', tolong, tolong, ini lah tokonya.” Toko Sears. Sehingga aku kira dia mengetahui toko itu. Aku tidak bisa menolak dan memarkir mobil kami. Kreditku sedang dalam keadaan buruk. “Aku tidak bisa menggunakan kartu kreditku,” pikirku. Tapi entah mengapa, aku mengikuti saja gadis empat tahun yang penuh keyakinan bahwa kami akan keluar dari toko itu dengan memboyong sebuah pohon natal besar. Dia mencekal tanganku dan menyeretku. Kami berada di bagian penjualan pohon natal. Harga pohon-pohon itu ratusan dollar. Putriku berhenti di depan pohon natal yang besar dan indah, yang sudah didekorasi dengan berbagai pernik-pernik dilengkapi lampu-lampu. Dia berteriak, “Ini lah pohon yang kuinginkan!” Pada detik itu hatiku berdarah. Aku merasa begitu bersalah menurutinya dan seolah-olah bisa memenuhi mimpinya. Air mataku sudah hampir menetes. Aku katakan, “Sayang, yang ini untuk tahun depan. Tahun ini, kita akan mendapat yang kecil saja. Tidak dari toko ini.” Aku punya pikiran untuk membelinya dari toko serba murah. Lalu salah seorang dari pekerja datang dan bertanya. “Adakah yang bisa saya bantu, bu?” Aku jawab, “Tidak, terima kasih. Kami hanya melihat-lihat saja.” Tetapi ampun. Putriku menyela, “Ya, ini dia pohon yang ingin kami beli.” Penjaga toko itu tersenyum dan menatapku. Aku katakan, “Mohon maaf. Dia punya pikiran sendiri hari ini. Kami tidak sanggup membeli pohon ini. Tahun depan.” Aku ingin segera hal itu berakhir. Penjaga toko itu (seorang perempuan) berkata, “Ibu, saya yakin kami dapat melakukan sesuatu menyangkut hal itu.” Sebelum aku mengatakan apa-apa, di meneruskan, “Saya adalah menejer. Dan pohon ini adalah demo. Berapa pun kesanggupan ibu, pohon itu jadi milik ibu.” Aku keluarkan uang dari dompetku dan menunjukkannya. “Hanya ini semua yang kumiliki.” Dia berkata, “Yah, pohon itu menjadi milik ibu.” Dia memanggil dua temannya dan menyuruh mereka memasukkan semuanya ke dalam dus dan mengantarnya ke mobilku. “SELAMAT HARI NATAL!” ujarnya. Air mataku berlinang. Putriku berjoget kegirangan. Katanya, “Kan sudah kukatakan, ma'. Yesus menjanjikannya padaku.” Aku menyahutnya, “Aku tahu, sayang. Dia selalu menepati janjinya!”

...Bandingkan lah sikap ibu itu dengan sikap banyak muslim di negeri ini, yang mengucapkan selamat natal saja keberatan. Banyak muslim memang menjadi bebal karena ajaran nabinya, sehingga tidak memiliki dan menerapkan prinsip sederhana: "Bila saya dapat menyenangkan orang lain tanpa merugikan saya, pasti akan saya lakukan!"
...Semoga ms Vhee dan muslimah lainnya memerlakukan putra-putrinya seperti kisah di atas. Dan siapa tahu ada muslimah kita yang ingin menyamai bahkan mengalahkan Isik Abla.


:prayer: Praise The LORD, Terharu banget bacanya... Sampai mau nangis... Thank u bro udah share...

Kita doakan bersama miss Vhee (Fitri?) agar beroleh hidayah... :goodman:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 3:33 pm
by usmanabdullah
Sebagai seorang murtadin yang kini adalah seorang percaya (believers), tidak sedetik pun muncul dalam hati dan pikiran saya supaya saudara-saudara mouse-lem mengucapkan selamat Natal, tidak berharap sama sekali... Karena menurutku setiap ucapan mereka tidak membawa dampak apapun bagi kehidupan saya dan keluarga, ucapan mereka tidak berimplikasi karena ucapan mereka tidak punya kuasa (no power), seperti perkataan yg sambil lalu saja. Mengapa demikian? Karena ucapan mereka tidak didengar oleh Tuhan Yang Hidup... Beda hal nya dengan ucapan/perkataan orang percaya..., setiap ucapan mereka memiliki kuasa. Itulah sebabnya bila ada orang percaya yang mengatakan atau mengucapkan :"Selamat Natal bro/sista kiranya damai sejahtera TUHAN melimpah atas hidupmu dan keluarga besarmu dan selamat tahun baru kiranya perkenanan TUHAN berlaku atasmu dan keluarga sepanjang tahun dan hidupmu menjadi berkat atas banyak orang..." maka saya akan segera katakan "Amen..."... Apabila ada rekan mouse-lem juga mengucapkan selamat Natal dan Tahun baru, Tuhan memberkati... maka saya akan jawab : Terima kasih, doaku atas hidupmu dan kiranya Tuhan menolongmu sekeluarga...

Miss Vhee, anda boleh memiliki pandangan atau berpegang pada apa yang menurut anda benar, tetapi... pernahkah anda berpikir mengapa hukum tuhanmu selalu kalah dengan hukum positif??? pernahkah anda berpikir sedemikian jauh??? mengapa hukum agama (syariat) selalu kalah dengan hukum positif/hukum negara???? Silahkan anda jawab...

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 4:33 pm
by paidjoh
usmanabdullah wrote:
Kita doakan bersama miss Vhee (Fitri?) agar beroleh hidayah... :goodman:


:-k tahu darimana dia itu miss ?? [-X [-X

perhatikan baik2 pir...
ini foto vhee sewaktu masih kecil
Image

sekarang sudah besar, dan menurut inpo a1/2 ini foto ketika sudah dewasa:

Image

masih miss ??
wong sudah ex kok !! :-$ :-$

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sat Dec 22, 2012 6:54 pm
by momed_xxx3
paidjoh wrote: :-k tahu darimana dia itu miss ?? [-X [-X

perhatikan baik2 pir...
ini foto vhee sewaktu masih kecil
Image

sekarang sudah besar, dan menurut inpo a1/2 ini foto ketika sudah dewasa:

Image

masih miss ??
wong sudah ex kok !! :-$ :-$


:green: :green: Oh kasian sekali ternyata saat sudah dewasa cuma jadi objek sekssss, :green: :green:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 12:09 am
by Kadal_Arab
emang moslim suka GR...siapa juga yang ngarepin ucapan natal dari slemer....gak penting blass...oya miss v kemana nih, lagi ngantri beras dari kapir ya, maklum musim natal begini bnyak kapir kresten adain bagi2 sembako gratis... :lol: :lol:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 7:01 am
by hobit
vhee wrote:belum krezzzttt neh umpatannya... ayo caviers, ngumpat yg pinter dikid....Image


vhee wrote:Monggo diaturi...safa lagi yg mau ngumpat...ayo viers, moso segitu az daya umpatmu...udah ky lampu 5 watt .. Image


masih mending ngumpat, dari pada saudaramu yang satu ini :

Image:
muslim_netral wrote:Hanya pedang yang bisa memaafkan kalian,
bawalah leher-leher kalian sebagai tanda maaf.


#-o

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 12:49 pm
by swatantre
gabrielnotjibril wrote:si Vhee menganggap dirinya pintar ? yg pintar menurut ane adalah lengkangannya si Vhee :rolling:

Sangking pintarnya si vhee dia membandingkan ucapan selamat hari raya dgn kalimat syahadad :rock:
Jadi kesimpulannya+Vheegina+ kalau muslim mengucapkan selamat Natal/ hari raya maka secara otomatis muslim akan berubah menjadi kresten / kafir :rolling: :supz: :snakeman: :butthead: :rolleyes: :prayer:

sungguh otak segede pentol korek IQ minus 0 :finga:

JANGAN GITU AH wrote:
nah ini baru jawaban pintar...gak kayak si Miss Vhegina... :tonqe: masak ucapan selamat natal dianggapnya mengkristenkan muslim....terbuktikan si Vhee tukang dodol....pahit lagi dodol jualannya... :finga:

Hihihi... muslem mau ngomongin soal kepinteran kok ama kafir... ya digebukin deh akhirnya... kaya kucing ketahuan nyolong teri...

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 12:59 pm
by kotak pandora
gabrielnotjibril wrote:si Vhee menganggap dirinya pintar ? yg pintar menurut ane adalah lengkangannya si Vhee :rolling:

Sangking pintarnya si vhee dia membandingkan ucapan selamat hari raya dgn kalimat syahadad :rock:
Jadi kesimpulannya+Vheegina+ kalau muslim mengucapkan selamat Natal/ hari raya maka secara otomatis muslim akan berubah menjadi kresten / kafir :rolling: :supz: :snakeman: :butthead: :rolleyes: :prayer:

sungguh otak segede pentol korek IQ minus 0 :finga:


kalo menurut saya, maksudnya si veegina ini adalah kalo muslim memberi selamat natal maka muslim otomatis mengakui Yesus sebagai Tuhan. mangkanya si veegina ini mengaitkannya ke kalimat syahadat.

tapi vhee, sebenarnya islam itu telah membuat anda menjadi ****. emangnya mengakui ketuhanan umat lain bukannya bagus sebagai bentuk toleransi? tapi salah deng, rupanya toleransi tidak ada di islam.

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 1:11 pm
by swatantre
Kesimpulan thread ini: muslem takut ama yesus, kristen, natal... :finga: :finga:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 1:13 pm
by OpoBener
kadang2 SWT ada bnernya...
otak wanita 1/2 otak laki2, dan ini berlaku bagi wanita arab dan wanita hasil arabisasi
=D> =D>

FYI, saya selalu minggat dari rumah di hari natal, nda kuwat ngadepin "kenalan" yg minta2 "angpau" ke rumah, dan mereka semua MUSLIM :supz:
Giliran idul fitri yg katanya hari kemenangan, ngga kurang2 juga yg datang minta sumbangan, mulai dari RT dan lagi2 "kenalan" itu yg jelas2 bukan orang miskin

Tapi kalo idul fitri, gw selalu sms kok ke kenalan yg merayakan.
Sejujurnya Vhee, gw pribadi (yg merayakan Natal), ga butuh ucapan selamat dari manusia setype kamu
suerr :rofl:

Re: Jawaban Dgn Pertanyaan Yg Ngena Beud

PostPosted: Sun Dec 23, 2012 1:20 pm
by swatantre
OpoBener wrote:kadang2 SWT ada bnernya...
otak wanita 1/2 otak laki2, dan ini berlaku bagi wanita arab dan wanita hasil arabisasi
=D> =D>

teologically, otak wanita muslim separuh pria muslim
empirically, otak muslim (max) separuh kafirun. MAka, otak muslimah (max) seprapat otak kafirun... :finga: :finga: :finga: