.

Mungkin dapat membantu menghilangkan kebencian.

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Mungkin dapat membantu menghilangkan kebencian.

Postby d'voice » Mon Jul 31, 2006 7:16 pm

Secara tidak sengaja, saya menemukan tulisan ini disini: http://www.elshaddai-manado.org/html/news.html
Saya kutipkan kesini bukan untuk menunjukkan kemenangan salah satu pihak dan kesalahan pihak lain.
Hanya sekedar berharap, barangkali ini dapat mengurangi begitu 'melimpahnya' kebencian yang ada di sekitar kita.
God bless you all!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Khotbah Seorang Ulama

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem, alhamdu li-lLahi Rabbi-l'alamien wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala asyrafi-lAnbiyai wa-lMursalien, wa man tabiahu ila yaumi-ddien. NastaienuHu wa nastaghfiruHu min sayyiati anfusina wa sayyiati amalina, ma-yyahdli-lLahu fala mudlillalah wama-yyudlli-lLahu fala hadiyalah. 'ammabad
A-ssalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuh,


Saya menangis melihat demikian besarnya perhatian orang2 bule, orang2 Yahudi, orang2 Cina, bahkan orang India yang kesemuanya adalah kafir dan penyembah berhala yang sering didholimi umat Islam yang merupakan umat seagama dengan saya. Aku menghimbau semua umat Islam, belajarlah peradaban sekarang yang sangat berbeda dengan peradaban dizaman nabi Muhammad yang merampoki Yahudi yang lewat !!!!
Kejadian gempa bumi dan Tsunami yang maha hebat ini anggaplah merupakan petunjuk Allah bagaimana seharusnya kalian sebagai umat Islam untuk mengabdi kepada kemanusiaan tanpa membedakan agama, tanpa menyombongkan agamamu yang paling baik dan agama lain patut dimusnahkan. Lihatlah, mereka semua membantu kita umat yang malang yang tidak tahu diri. Mereka itulah yang biasa kita dholimi, kita tutup jalan masuk kegerejanya, kita paksa sekolah Kristen untuk mengajarkan agama Islam, kita bakar gerejanya, kita bakar tokonya, kita perkosa amoy2nya, kita bakar patung2nya, kita fitnah dengan menuduh pelaku2nya adalah lawan dari agama kita. Sekarang pada saat kita dihukum Allah, mereka semua bersatu justru membela dan menyelamatkan kita umat yang selalu memusuhi mereka. Kita telah disesatkan untuk memusnahkan kaum penyembah berhala yang sebenarnya berhati mulia, kita juga telah ditpu untuk menghancurkan patung2 mereka yang tidak bersalah !!!! Kenapa kita harus melukai perasaan mereka akan kepercayaan mereka terhadap patung2nya???? Kenapa kita memusuhi mereka hanya karena mereka menyembah patung yang tidak kita sembah ???? Mereka sama sekali tidak percaya Allah, namun tidak satupun diantara mereka yang menghina Allah kita, tidak satupun diantara mereka yang menghancurkan mesjid kita seperti yang telah kita lakukan kepada gereja, kuil, dan patung2 mereka. Disaat kita sedang merana ditimpa bencana, MUI menyatakan bahwa yang masuk sorga cuma yang Islam, yang bukan Islam akan masuk keneraka !!! Apakah begitu cara kita mengucapkan terima kasih dengan menyumpahi mereka masuk ke neraka hanya karena mereka tidak percaya Islam yang kita percaya ???? Pernahkah anda mendengar orang2 Hindu dari India yang sekarang juga membantu kita ini menyatakan bahwa hanya orang Hindu yang masuk ke Nirwana dan yang bukan Hindu masuk ke neraka ??? Sama sekali tidak ada kata2 jelek dari mereka kepada kita umat Islam seperti yang kita biasa menghujat mereka !!!!
Apa salahnya kita mendoakan orang2 penyembah berhala ini juga masuk sorga yang sama dengan sorga kita umat Islam ????? Sekarang saksikanlah di TV, ribuan umat yang anda musuhi dan anda dholimi itu ber-bondong2 datang hanya untuk menyelamatkan kehidupan mengurangi kesengsaraan kita, mereka melupakan tahun barunya, mereka memberikan sumbangan tenaga dan uang, Jepang penyembah berhala itu menyumbang $500 juta yang melebihi sumbangan Amerika yang $350 juta, mereka berlomba untuk menolong dan membahagiakan kita, sementara kita selalu berlomba mengutuki, mencerca, memfitnah, mendholimi mereka, kita berdansa tertawa ria sewaktu salah satu saudara kita seiman dengan sengaja menghancurkan gedung WTC pada 9/11, kemudian kita memfitnah bahwa pelakunya orang Yahudi meskipun tak ada buktinya dan bukti2 sebaliknya menunjukkan umat seiman dengan kita. Sekali lagi, hai saudara2ku seiman dan seagama, belajarlah dari hukuman Allah ini, bahwa tidak sepatutnya kita bertindak demikian biadabnya kepada mereka yang justru menganggap kita saudara mereka sementara kita menganggap mereka sebagai musuh2 kita !!!! Sekali lagi, AKU MENANGIS MELIHAT SAUDARA2KU DITOLONG OLEH MEREKA2 YANG TELAH KITA DHOLIMI HANYA KARENA PERINTAH2 YANG SUDAH TIDAK BISA DIGUNAKAN UNTUK PERADABAN SEKARANG !!!! Hati Nuraniku mengetuk pintu hati semua umat Islam !!!


Ny. Muslim binti Muskitawati.
d'voice
 
Posts: 8
Joined: Sat May 13, 2006 2:07 pm

Postby lemotman » Tue Aug 01, 2006 10:39 pm

gua gak percaya ada Ulama Islam kotbah kayak gitu... kalo misalnya ada... paling juga.. di cap antek-antek Kafir Yahudi Kresten .....
ehehe... maaf .... Gus dur pernah kotbah kayak gitu gak??? kan dia dianggap antek Yahudi Zionis oleh muslim-muslim kaffah.....
lemotman
 
Posts: 58
Joined: Wed May 10, 2006 1:59 am

Postby Binyok » Thu Aug 03, 2006 1:36 am

Gak percaya?
gw sendiri pernah dengar khotbah yg sedikit mirip kayak gitu di manado wkt Safari Ramadhan di Salah Satu Masjid di Manado thn 2001,,,
Ulamanya bilang..Janganlah kita terjebak dalam Fanatisme...fanatik boleh, Fanatisme tidak boleh..karena fanatisme akan membawa kita pada Terorisme...Ulama ini juga mengutuk Laskar jihad yg sedang beroperasi di ambon...bikin malu ISLAM katanya..

Ulama itu klo gak Salah Hi.HT Usup, Pakar Bahasa di SULUT...Tokoh Islam Terkenal di SULUT, termasuk Amin Lasena, KH.Arifin Assegaf....

aduuhh, gak kebayang dech klo Menado bisa kacau kayak tetangga2nya di Poso dan Ambon..
User avatar
Binyok
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby ali5196 » Thu Aug 03, 2006 2:11 am

Banyak ulama memang yg nggak ngerti ajaran agamanya sendiri.

NIH BACA : NEGARA KITA SEMAKIN DIOBRAK ABRIK OLEH ISLAM. Tolong tanyakan kpd ulama2 murtad itu, MANA BUKTI ISLAM AGAMA DAMAI ????


http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 0389#50389

Indonesia :hukum Syariah mengancam kesatuan
Ridarson Galingging, Chicago

Kepala Mahkamah Agung yang baru terpilih kembali, Bagir Manan, bukan hanya perlu memerangi korupsi dlm badan kehakiman tetapi juga harus membuat badan yuridis tertinggi negara ini sebuah badan utk meninjau kembali peraturan2 yg didasarkan Shariah yg tidak sesuai dgn Hak Azasi Manusia internasional.

Baca seterusnya ...
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Phoenix » Thu Aug 03, 2006 5:26 am

lemotman wrote:gua gak percaya ada Ulama Islam kotbah kayak gitu... kalo misalnya ada... paling juga.. di cap antek-antek Kafir Yahudi Kresten .....
ehehe... maaf .... Gus dur pernah kotbah kayak gitu gak??? kan dia dianggap antek Yahudi Zionis oleh muslim-muslim kaffah.....


Gue pernah baca di salah satu email dari member milis Apa Kabar. Hampir sama isinya..dan dia muslimah.

Nah paling juga bener spt kamu, mereka bakalan dicap serigala berbulu domba...Padahal asli dia itu muslim ngomong gitu.
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Binyok » Thu Aug 03, 2006 1:58 pm

lemotman wrote:gua gak percaya ada Ulama Islam kotbah kayak gitu... kalo misalnya ada... paling juga.. di cap antek-antek Kafir Yahudi Kresten .....
ehehe... maaf .... Gus dur pernah kotbah kayak gitu gak??? kan dia dianggap antek Yahudi Zionis oleh muslim-muslim kaffah.....


Lemotman, maksud loe Gus Dus, salah satu Anggota Shimon Peres centre?
User avatar
Binyok
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby Fajar K » Mon Aug 21, 2006 5:17 pm

Sekadar info buat yang belum mengenal sosok Nyonya Muskitawati:
Banyak orang penasaran siapa sebenarnya Nyonya Hajjah Muskitawati
binti Muslim -- sebut saja Bu Mus -- yang menghebohkan itu. Namanya
memang begitu berkibar, khususnya di milis Apakabar. Ia mengaku tinggal di California, AS dengan profesi sebagai pengajar. Keberadaan Bu
Mus juga kerap dipergunjingkan di milis-milis lain, khususnya yang berkaitan dengan isu agama. Tak heran kalau banyak yang tak mau mati penasaran sebelum mengenal dan berdebat panas dengan Bu Mus.

Berbagai pemikiran Bu Mus tentang agama dan pernak-pernik kehidupan
memang penuh kontroversi. Sebagian orang amat benci padanya, sebagian lagi cinta pada buah pemikirannya. Sehari tak ada postingan Nyonya Mus, milis terasa sepi. Sekali ia posting, beragam tanggapan pro kontra lalu berseliweran.
Itulah Bu Mus kalau sedang berulah. Ia begitu tanggap akan irama milis
di kala ramai dan di kala sepi.

Tak heran kalau ada yang mencalonkan Bu Mus sebagai 'woman of the
year': si apakabarian berhati baja bak Cut Nya Dhien dengan otot sekencang Xena. Perempuan yang pintar berkelit dengan cara berpikir yang licin
bak belut.

Yang sinis dan dongkol kepadanya menabalkan dia sebagai perempuan yang brutal. Tak tahu diri. Dangkal. Ia adalah lelaki yang menyamar jadi
perempuan. Kafir. Misionaris Kristen yang menyamar sebagai muslimah.
Penganut Islam liberal yang keblinger dan sebagainya. Yang penganut
Kristen menuduh bahwa Bu Mus adalah penyamaran evangelist
Bambang Wiyono, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang menuduhnya
sebagai Dorce, alias perempuan jadi-jadian! Ya Allah Ya Robbi.....

Atau sebenarnya Nyonya Muskitawati itu = Madamme Rumimper? Hehehehe...
Atau moderator apakabar si Elceem = Nyonya Muskitawati? Atau jangan-jangan
Bu Mus itu Bu Sinta Nuriyah istrinya Gus Dur ya? Who knows! Tapi yang
jelas Bu Mus pasti bukan Mbak Mega, Mas Ulil, atau Mbak Tutut.

Pengakuan Bu Mus

Dalam sebuah postingnya, akhirnya Bu Mus mengaku bahwa ia lahir di sebuah kota kecil di Pulau Jawa. Almarhum ayahnya adalah pendiri pondok pesantren yang cukup terkenal. Menurut Bu Mus, ayahnya adalah salah seorang pahlawan Indonesia.
Di masa kecilnya ia rajin belajar mengaji dan mendalami agama. "Namun
patut diingat, sebagai anak saya punya cara berpikir sendiri, dan saya
bukan hasil fotocopy dari orang tuaku," ujar Mus.

Di kala remaja ia menikah dengan pria bernama Muslim yang kini sudah
tiada. Dulu suaminya bekerja di pertambangan minyak. Kini Bu Mus tinggal di Los Angeles, AS. Di tengah kesibukannya, ia menjadi pengurus sebuah mesjid di Los Angeles. "Tugas saya adalah sebagai pencari dana untuk mesjid yang saya kelola, dan saya juga
penyumbang tetap mesjid ini," ujar Bu Mus yang juga mendalami ilmu
bela diri.

Karena banyak yang menuduh dia bukan pemeluk Islam, ia pun menyanggah:
"Yang menentukan saya Islam atau bukan adalah lingkungan saya, keluarga saya dan teman-temanku di Indonesia, bukan Anda yang hanya mengenal saya di dunia maya. Mereka masih menganggap saya Islam karena saya tidak pernah menyatakan keluar dari Islam. Namun dengan jujur saya tidak percaya Al-Quran sebagai wahyu Allah."

Ia pun mengaku bukan pembenci Islam. "Saya bukan anti-Islam, namun saya juga bukan orang yang bisa membenarkan ajaran-ajaran biadab dalam Al-Quran. Apakah untuk hal itu Anda bisa menuduh saya anti-Islam, bukan Islam, maupun pembenci Islam?"

Ia menolak hukuman potong tangan pencuri. Ia setuju larangan poligami.
Lalu ia tambahkan lagi: "Saya melindungi dan menghormati penyembah
berhala dan patung-patungnya. Saya melarang siapapun menggunakan kata kafir dan murtad. Saya mengutuk siapapun yang membunuh dan merampok Yahudi. Saya mengutuk siapapun yang memperkosa amoy-amoy. Saya mengutuk siapapun yang membakar gereja dan rumah ibadah non-Muslim lainnya. Saya mengutuk siapapun yang membakar mesjid-mesjid Akhmadiah. Saya mengakui apapun agama seseorang kalau dia mengakuinya. Saya mengakui Akhmadiah adalah Islam karena mereka mengaku Islam."

Agama menurut Bu Mus

"Bagi saya, agama hanyalah hiburan untuk melengkapi kebahagiaan manusia baik yang percaya maupun yang tidak percaya. Saya menolak semua ajaran agama yang hanya memberi dan menjanjikan kebahagiaan hanya kepada mereka yang percaya, dan menghukum dengan bencana maupun neraka kepada mereka yang tidak percaya."

"Bagi saya Tuhan tidak pernah menghukum siapapun yang tidak percaya
kepadanya, sama seperti juga saya yang tidak pernah menghukum maupun membenci siapapun yang tidak percaya kepada saya. Saya bisa membuktikan Nabi Muhammad cuma beristri satu yaitu Khadijah. Saya bisa membuktikan bahwa Khadijah keturunan Yahudi. Saya bisa membuktikan bahwa Waraqa adalah Rabbi Yahudi bukan Kristen. Saya bisa membuktikan bahwa Aisyah bukan isteri nabi Muhammad. Saya juga bisa membuktikan bahwa Nabi Muhammad dibunuh Abu Bakar."

"Nah, semua yang saya tuliskan diatas bukan kepercayaan, tapi kenyataan. Saya tidak pernah menimbang dan mengambil keputusan berdasarkan kepercayaan yang 'religious prejudice'. Semua keputusan dan pertimbangan saya hanya berdasarkan kenyataan-kenyataan yang realistis dan rasional
logis."

"Bagi saya, agama hanyalah hiburan seperti juga film cerita yang menghibur penontonnya. Film cerita bukanlah kebenaran, namun Anda
harus mempercayainya sewaktu menikmati tontonan itu untuk bisa
terhibur. Namun setelah selesai nonton, maka kepercayaan Anda harus
dihilangkan agar Anda tidak mengalami konflik realitas. Kalau Anda
gagal menarik kepercayaan Anda setelah selesai nonton, maka bisa
terjadi Anda menembak orang yang berkepala botak diluar gedung bioskop hanya karena Anda masih percaya tontonan film dimana pemerkosanya adalah orang yang berkepala botak. Inilah yang kita kenal sebagai konflik realitas."

"Demikian pula dengan agama atau kepercayaan, Anda hanya boleh percaya pada kondisi atau konteks tertentu, bukan seluruh hidup Anda harus diabdikan ke dalam kepercayaan maupun agama itu sendiri. Agama cukup untuk menghibur, bukan menghakimi ataupun menghukum. Semoga penjelasan ini bisa mempertegas siapa diriku yang sebenarnya."

"Islam yang saya anut menjadi hak saya untuk menentukannya. Bagi saya seorang Islam tidak harus percaya isi Al-Quran, seorang Kristen tidak perlu percaya Yesus. Sama seperti juga semua yang ikut
upacara keagamaan Olympiade yang menyembah dewa-dewa Yunani kuno itu tidak harus percaya dewa-dewa. Agama hanyalah alat penghibur manusia
yang dibutuhkan untuk memberi kebahagiaan bukan malapetaka. Gunakanlah agama dan kepercayaan Anda untuk meningkatkan kebahagiaan diri Anda dan orang lainnya, baik yang percaya maupun yang tidak percaya."
Ia terus terang trenyuh dengan keadaan Islam masa kini. "Islam Syiah
menuduh Islam Sunny adalah Islam murtad, bukan Islam, kafir, dan halal
dibunuh. MUI melarang Islam Akhmadiah karena dianggap bukan Islam,
menyesatkan umat Islam dan lainnya. Islam Sunny menuduh Islam Syiah
adalah bukan Islam, dilarang ke Mekah, dan halal darahnya. Demikianlah,
siapa sih yang bisa dianggap Islam yang benar?"

Bu Mus menolak dicap Islam liberal dan moderat

"Saya bukan Islam moderat, juga bukan Islam liberal, juga bukan Islam
fundamentalis, karena saya adalah scientist murni yang mengabdikan diri
hanya untuk kesejahteraan dan kemajuan umat manusia dalam mendambakan kehidupan yang damai."

Menurut Bu Mus, Islam Liberal adalah mereka yang beragama Islam, tapi
kebingungan menemukan konflik antara kepercayaan mereka dengan kenyataan-kenyataan modern yang harus mereka anut untuk bisa survive ataupun adaptasi. Untuk melindungi sikap mereka itulah, katimbang mengorbankan karier kehidupan mereka ini, mereka cenderung membuat tafsir-tafsir yang bisa disesuaikan dengan apa yang mereka lakukan. "Berbeda dengan saya, aku tidak pernah mengubah tafsir, apa yang tertulis dalam kitab suci itulah yang aku kritik." Ia memberi contoh:

Dalam Quran jelas tertulis Muhammad merampoki Yahudi, tetapi umat Islam marah sewaktu saya kritik. Mereka menuntut saya menunjukkan ayat yang menulis demikian. Dan setelah saya tunjukkan ayatnya, mereka berkilah bahwa tafsirnya salah, harusnya begini dan begitu. Tentu aku tidak mau melayani perang ayat cuma berkilah memutar balik tafsir ini dan tafsir itu. Apa yang tertulis begitulah artinya, tak perlu tafsiran-tafsiran yang bisa tak ada habisnya."

"Contoh lain yaitu kalimat Syahadat yang mewajibkan setiap umat
Islam untuk berbohong dengan kata-kata: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad.....". Padahal si umat yang mengucap
syahadat itu tidak pernah menyaksikan, jadi artinya, mengaku bersaksi
tanpa pernah menyaksikan, disebut "kesaksian palsu" atau "berbohong".
Akibatnya, banyak umat Islam yang marah, mereka menyatakan bahwa arti "bersaksi" itu bukanlah dalam arti literal, melainkan artinya
"percaya". Demikianlah, sebuah kata yang salah digunakan harus
dibuatkan tafsir yang berbeda, dan akibatnya jadi kacau kalau di ayat
lainnya dikatakan bahwa seorang pezinah hanya boleh dirajam kalo ada
kesaksian 4 orang, artinya harus ada 4 orang yang menyaksikan
perzinahan ini dengan membuat kesaksian dimuka hakimnya. Apakah
kesaksian terhadap pezinah ini juga termasuk tak perlu menyaksikan
dengan mata kepala sendiri seperti juga kesaksian yang diucapkan dalam
Syahadat? Hingga sekarang tak ada umat maupun ulama yang paling
fundamentalis sekalipun yang mampu menjawabnya dengan baik kecuali
cuma caci maki dan kata-kata kotor maupun kata-kata biadab
."
User avatar
Fajar K
 
Posts: 543
Joined: Sat Jul 15, 2006 10:12 am
Location: The Secret Garden

Postby Fajar K » Mon Aug 21, 2006 7:15 pm

Nah, sekarang pertanyaannya:
Apakah bu Mus itu bisa dikategorikan sebagai muslim(ah) atau tidak?

Selamat menyimpulkan!
User avatar
Fajar K
 
Posts: 543
Joined: Sat Jul 15, 2006 10:12 am
Location: The Secret Garden

Postby alpha » Mon Aug 21, 2006 7:56 pm

ali5196 wrote:Banyak ulama memang yg nggak ngerti ajaran agamanya sendiri.

NIH BACA : NEGARA KITA SEMAKIN DIOBRAK ABRIK OLEH ISLAM. Tolong tanyakan kpd ulama2 murtad itu, MANA BUKTI ISLAM AGAMA DAMAI ????


http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 0389#50389

Indonesia :hukum Syariah mengancam kesatuan
Ridarson Galingging, Chicago

Kepala Mahkamah Agung yang baru terpilih kembali, Bagir Manan, bukan hanya perlu memerangi korupsi dlm badan kehakiman tetapi juga harus membuat badan yuridis tertinggi negara ini sebuah badan utk meninjau kembali peraturan2 yg didasarkan Shariah yg tidak sesuai dgn Hak Azasi Manusia internasional.

Baca seterusnya ...


Kok ngelink ke siti Li, udah basi tuh hahaha
alpha
 
Posts: 446
Joined: Sun Jun 04, 2006 9:48 am

Postby Fajar K » Sun Aug 27, 2006 10:58 am

Berikut rangkuman perdebatan antara Ahmed Deedat dan Nyonya Muskitawati

Deedat:
Kepada semua misionaris Kristen. Perkenalkan, saya Ahmed Deedat. Saya menantang Anda untuk berargumentasi, terutama kelompok Anda, terutama ANDA yang mengaku Ny. Muskitawati. Atas berkat rahmat Allah SWT, ana tahu kalau Anda tidak sendirian. Anda berkelompok. Kalian bukanlah Islam...Kalian penipu...ana tegaskan azab Allah amat pedih! Saya tantang Anda semua!


Nyonya Muskitawati:
Saya tegaskan: Saya adalah saya, saya tidak berkelompok! Tulisan2 saya sudah banyak, silakan saja Anda bantah!!! Namun saya tak mau terima kalau dituding mewakili misionaris Kristen, karena selain saya tidak percaya Yesus, juga keluarga saya bukanlah beragama Kristen sehingga tak perlu memasukkan diri saya dalam komunitas yang asing bagi saya. Saya masih mau hidup belum mau dibunuh oleh teroris Kristen yang banyak berkeliaran di Amerika ini. Beda dengan Indonesia yang penuh teroris Islam sehingga mengkritik ajaran Kristen tidak merupakan ancaman serius dibandingkan kalo Anda melakukannya di Amerika. Bukankah John Lenon mati ditembak oleh orang yang diracuni kebohongan2 Yesus???? Jadi kalo mau berdebat masalah agama Kristen masuklah ke milis-milis seperti [email protected].

Deedat:
Terangkan pada saya kenapa Anda membenci umat Islam?


Nyonya Muskitawati:
Kapan pernah Anda menemukan tulisan2 saya yang menyatakan saya membenci Islam????? Saya adalah Islam, yang menyatakan diri saya itu Islam adalah saya sendiri dan keluarga saya. Sama sekali saya tidak membutuhkan pengakuan Anda untuk keislaman saya!!!! Sebagai umat Islam saya tidak merasa wajib percaya Islam, apalagi
melaksanakan ceremonial2 Islam yang saya sama sekali tidak percaya. Bagi saya kepercayaan itu conditional, bisa saja suatu saat misalnya saya kematian orang tua saya, dan hanya untuk kondisi itulah saya berkata dalam hati saya, bahwa orang tua saya sudah berbahagia berada di sorga bersama Allah. Dan itulah yang disebut kepercayaan, dimana
kita bisa satu saat percaya cuma untuk menghibur diri kita dan pada saat lain kita harus kembali ke dunia realitas bahwa hal yang kita percaya itu tidaklah sebenarnya ada ataupun harus ada!!!!

Apa urusan Anda akan apa yang saya percaya ini bisa dianggap membenci umat Islam, apa bedanya orang Kristen menganggap orang Islam membenci agama Kristen???? Ajaran2 semua agama memang mengajarkan untuk membenci umat lainnya, namun sekali lagi saya nyatakan bahwa saya tidak mewakili agama apapun juga. Saya adalah seorang scientist murni, saya adalah seorang pendidik, semua yang saya katakan bukanlah kepercayaan melainkan realitas yang tidak perlu menjadi kepercayaan Anda ataupun siapapun juga!!!!

Deedat:
Kalau memang anda beragama Islam silakan KELUAR! Jadilah MURTADDIN agar anda tidak mencemarkan agama kami...!!


Nyonya Muskitawati:
Anda sama sekali bukan representasi Islam, sekalipun aku tidak percaya Allah maupun Islam, orang tuakulah yang paling kecewa bukan Anda. Namun kekecewaan orang tuaku sudah lama hilang, mereka sekarang menyadari kebenaran apa yang aku katakan. Aku pernah tidak diakui sebagai anaknya dulu, namun aku memang seorang anak yang menyayangi dan menghargai orang tuaku. Aku sama sekali tidak menghina Islam, karena orang tuaku dan saudara2ku itulah juga Islam. Kenapa aku harus menghina atau membencinya????

Namun aku juga dilain pihak tidak bisa menutup mata akan begitu banyak cacat cela ajaran Islam maupun sikap umatnya yang tidak bisa dipuji bahkan harus dikutuk semua kebiadaban yang telah diperbuatnya kepada umat lainnya. Semua agama pernah dalam
sejarahnya melakukan kesalahan, namun tidak semuanya yang mau memperbaiki sikap umatnya dalam menelan ajaran agamanya. Bayangkanlah bagaimana biadabnya ajaran Hindu yang mewajibkan isteri seorang laki2 yang meninggal harus ikut dibakar bersama mayat suaminya. Namun di waktu itu pemerintah Belanda melarang upacara pembakaran isteri bersama mayat suaminya, maka memberontaklah umat Hindu di Bali dulu.
Namun setelah sekian lama itu berhasil diatasi. Kini kita bisa menyaksikan bagaimana tidak satupun umat Hindu yang masih mempertahankan ajaran yang sangat biadab itu.

Lalu apa bedanya dengan Islam??? Apakah anda menganggap poligami itu peradaban, memotong tangan pencuri itu peradaban? Umat Islam yang pindah agama dianggap murtad yang harus dipotong kepalanya? Seorang pelacur ataupun pezinah harus dirajam??? Penyembah berhala harus ditumpas??? Patung2 berhala harus dihancurkan???? TIDAK BOLEH, SEMUA ITU HARUS SAYA LARANG MESKIPUN TIDAK DILARANG DALAM ALQURAN, ALQURAN BUKAN SUMBER KEBENARAN, ALQURAN BUKAN SUMBER PERADABAN, NAMUN
KALO ADA UMAT YANG TETAP MEMPERTAHANKAN AJARAN2 BIADAB INI MAKA SAYA NAMAKAN UMAT ISLAM ITULAH YANG BIADAB. Anda boleh membantah dengan apa yang anda percaya, namun ingat, semua yang tidak baik yang saya sebutkan diatas bukanlah kepercayaan tetapi kenyataan yang sekarang tidak dianut oleh peradaban manusia modern ini.

Di zaman dulu raja2 Romawi mempunyai hiburan berupa mengadu gladiator, sedangkan rakyatnya bertaruh. Hal semacam itu biasa dan memang merupakan kebudayaan mereka dulu bahkan sang gladiator pun merasa bangga, mereka merasa merupakan kewajiban dari dewa2nya. Tapi kebudayaan yang umum di zaman dulu itu dilarang untuk dipraktekkan di zaman sekarang karena budaya dan peradaban mengalami perubahan
sesuai dengan perubahan cara manusia berpikir yang bertambah maju.
Tidak beda dengan pertandingan bola antar kesebelasan yang sekarang merupakan hiburan banyak orang diseluruh dunia. Bisa saja dalam waktu 100 tahun yang akan datang, pertandingan kesebelasan bola ini dilarang dianggap biadab dimasa datang padahal dimasa sekarang tidak dianggap biadab. Dimasa yang akan datang, manusia menganggap kekejaman berat mengadu domba manusia dengan mengharuskan 22 orang memperebutkan satu bola ....... Sekarang hal itu hiburan dan olah raga sama seperti dulu masyarakat Romawi menganggap mengadu gladiator sampai mati sebagai hiburan dan olah raga sekalian persembahan agama dewa2 !!!!

Deedat:
Insya Allah dengan doa anaa kalian akan lihat nanti akibatnya memfitnah umat muslim. Kalian tidak dapat lari dari azab Allah Subhanahu wata'ala..


Nyonya Muskitawati:
Anda manusia kerdil, darimana Anda menemukan fitnah dalam semua tulisan saya???? Adanya gereja dibakar bukanlah fitnah, adanya pemerkosaan amoy2 bukanlah fitnah, adanya pembunuhan cina2 bukanlah fitnah, adanya pembakaran toko2 bukanlah fitnah, adanya pemboman2 bukanlah fitnah. Lalu yang mana yang bisa anda anggap fitnah???
Fitnah itu adalah sewaktu MUI mengeluarkan fatwa bahwa pemerkosa2 itu bukanlah muslim melainkan umat Kristen yang ingin menodai Islam.
Fitnah itu adalah menuduh Yahudi yang melakukan malapetaka 11 September. Fitnah itu adalah menuduh pemboman Bali itu dilakukan oleh orang Yahudi. Fitnah itu adalah sumbangan orang Yahudi buat korban tsunami Aceh adalah haram. Semua fitnah2 itu bisa dibuktikan sebaliknya, Anda tidak bisa menuduh siapapun tanpa sepotong buktipun hanya karena kepercayaan agama Anda.

Ingat sekali lagi, kepercayaan bukanlah kebenaran, dan kebenaran tidak pernah menjadi kepercayaan. Janganlah berdebat dengan saya kalo Anda penuh dengan kebencian irasional yang hanya merupakan bentuk pelampiasan 'religious prejudice'.

Saya Islam adalah hak saya untuk menentukannya, bagi saya seorang Islam tidak harus percaya Islam maupun AlQuran. Seorang Kristen tidak perlu percaya Yesus, sama seperti juga semua yang ikut upacara keagamaan olympiade yang menyembah dewa2 Yunani kuno itu tidak harus percaya dewa2!!!!! Agama hanyalah alat penghibur manusia yang
dibutuhkan untuk memberi kebahagiaan bukan malapetaka. Gunakanlah agama dan kepercayaan anda untuk meningkatkan kebahagiaan diri anda dan orang lainnya baik yang percaya maupun yang tidak percaya.

Semua agama selama ini hanyalah memberi, dan menjanjikan kebahagiaan hanya kepada umatnya yang percaya, dan mengancam, dan menebarkan bencana kepada mereka yang tidak percaya. DAN INILAH SIKAP SAYA YANG DENGAN JELAS BISA ANDA PAHAMI SEHINGGA SILAKAN TUNJUKKAN DIMANA LETAK KESALAHAN SAYA. Anda tidak bisa menggunakan standar Anda ataupun AlQuran untuk menilai apapun juga karena standar Anda tidak pernah bisa diterima menjadi standar orang lainnya.
User avatar
Fajar K
 
Posts: 543
Joined: Sat Jul 15, 2006 10:12 am
Location: The Secret Garden

Postby kasino » Sun Oct 22, 2006 1:02 am

bu mus... Diantara caci maki antar umat yang mengakui satu Tuhan Yang Maha Esa dalam forum ini,Pola fikir filosofis anda tentang resiko ber-Tuhan Satu adalah yg terbaik.smoga mendewasakan caci maki yg telah ada diantara mrk semenjak 3000 tahun yg lalu.Yahudi,Kristen,Islam,tdk akan ada tanpa kehendakNya sebg Maha Kuasa.Pahamilah umat monotheis!jgn menurunkan Derajat Maha Kuasa Tuhanmu.
kasino
 
Posts: 34
Joined: Tue Oct 17, 2006 9:18 am

Re: Mungkin dapat membantu menghilangkan kebencian.

Postby Bob Marley » Mon Jun 17, 2013 2:41 pm

Mustikawati typical muslim moderat yang lebih berbahaya dari Jihadis.."Saya bisa buktikan bla,bla,bla" cuma omong kosong aja,bu Mus ini hidup dalam impian kalau islam itu indah.
Bob Marley
 
Posts: 122
Joined: Sat Mar 12, 2011 7:06 pm


Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron