.

Buddha Vs Islam

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Re: Buddha Vs Islam

Postby jayalah.indonesia » Sat Aug 18, 2012 12:49 am

jayalah.indonesia wrote:Menurut saya, beberapa alasan yang bikin netter kafir sulit memihak sama muslim Rohingya (walau saya yakin nuraninya masih punya rasa prihatin sama kondisi mereka) adalah:
1. Banyaknya fakta di banyak negara kalau minoritas muslim makin besar jumlah populasinya, tingkahnya makin songong/polontong terhadap mayoritas yang juga adalah pribuminya (seperti muslim di Eropa Barat, Australia dan Myanmar).
2. Blow up muslim tentang foto aniaya terhadap muslim Rohinga malah pakai foto palsu, seperti foto yang diupload di FB nya Maher Zain (lupa saya threadnya) dan foto di thread HILLMAN. Curiganya, beritanya juga palsu.


musyrik wrote:1. trus nape kalo minoritas muslim makin banyak? gasuka loe? :lol:


Jelas ga suka lah kalau tabiatnya malah makin songong/polontong. Menjijikkan taukk.

Pernah dengar kelakuan minoritas Hindu/Buddhist/Kong Hu Cu/Sikh yang makin songong/polontong, nuntut pemberlakuan hukum spesial, karena populasinya membengkak di negara-negara makmur di Eropa Barat, USA, Canada dan Australia???

musyrik wrote:2. ooo, karena foto palsu kamu anggap rakhine yang tertindas?


Pliss dehh, kafir nggak dongok-dongok amat lha sampe nyimpulkan kalau Rakhine yang tertindas, gara-gara foto palsu.

Apa sih yang bisa dipercaya dan disimpulkan dari foto palsu???

musyrik wrote:foto sukhoi ada yang palsu, kejadian sukhoi palsu ya?


Maksud loe???
jayalah.indonesia
 
Posts: 273
Joined: Wed Apr 30, 2008 10:49 pm

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 12:15 pm

@atas: percuma, netter musrik sudah tidak aktif di forum ini lagi...
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 12:16 pm

numpang tanya lagi...

pertanyaan untuk netter buddha (sundamurtat,Diana orion, radjakelana88): apakah agama kalian mencap agama/aliran yang lain sesat?

:heart: Insya Allah
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby iamthewarlord » Sat Aug 18, 2012 1:35 pm

paulus_musyrik wrote:mohon maaf, soal keyatiman aisha saya dapat sumber yang salah. sekali lagi, maaf.


duren wrote:Dosa mu di maaf kan .. belajar Islam lah ditempat yang benar yaitu di FFI
Dan semoga awlloh swt memberkati dan menjadikan mu seorang bomber yang handal O:)


tidak bosan2nya saya memberikan capture dari tulisan ustad FFI:

Image

Yakinlah, disini tidak ada tipu menipu.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Buddha Vs Islam

Postby sundamurtat » Sat Aug 18, 2012 4:54 pm

Insya Allah wrote:numpang tanya lagi...

pertanyaan untuk netter buddha (sundamurtat,Diana orion, radjakelana88): apakah agama kalian mencap agama/aliran yang lain sesat?

:heart: Insya Allah


Buddha pada dasarnya tidak kenal apa itu "agama". Jika definisi agama adalah bentuk aturan2 baku dan saklek yang diklaim turun dari tahta Tuhan, no, Buddha bukan agama.

Bagi saya Buddha adalah prinsip hidup, prinsip tentang pengendalian pikiran dan perbuatan, di mana apapun hal yang dipikirkan dan diperbuat seseorang, pada dasarnya dari dia oleh dia dan untuk dia sendiri.

Apa sih sebetulnya sesat itu? Ibaratkan semua orang ditugaskan pergi ke Roma, seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma.. misalnya:
1. Anda bisa naik pesawat ke sana, naik pesawat pun bisa berbeda2, ada yang pakai Garuda, Singapore Airlines, dll
2. Anda naik pesawat ke tempat lain dulu untuk transit baru ke Roma
3. Bagaimana dengan yang di negaranya tidak ada pesawat, naik perahu saja
4. Kalau tidak punya uang, jalan kaki bisa
5. Yang asalnya dari Inggris akan berjalan ke arah Tenggara, yang tinggal di arab akan berjalan ke arah Barat laut
6. Yang naik delman dari Mongolia mungkin akan pergi ke Korea dulu baru naik pesawat dari sana.
7. Ada yang berenang dari Cuba, di tengah samudra Atlantik kelelahan, akhirnya cuma menunggu ada kapal laut yang lewat.
8. dst
Dari sekian banyak jalan dan cara menuju Roma tersebut, menurut anda mana yang salah?? Tidak ada, hanya masalah siapa yang lebih cepat sampai dan nyaman saja. Begitupun pandangan Buddha terhadap cara hidup dan kepercayaan orang lain. Tidak ada hak kami menyebut sesat. Mau ada yang menyembah gunting, pohon kelapa, atau berdoa pada dewa yg wujudnya sendiri dia belum pernah lihat, silakan.. Semua kembali pada individu pelaku, apakah dia merasakan manfaatnya atau tidak, apakah dia merasa tujuan hidupnya tercapai atau tidak?

Di luar pemahaman ajaran Buddha,
Sebagai mantan muslim, saya sendiri merasakan manfaat luar biasa ketika dulu saya menjadi muslim. ketika sholat dan melakukan doa pada aloh, sya merasa mendapat energi baru, sy bahagia. Ketika puasa sebulan penuh dan bertemu Idul Fitri, saya merasakan kebahagiaan 29 x saat berbuka dan sekali saat berkumpul bersaudara dengan semuanya. Andaikan saya cuma paham islam sampai situ, saya akan tetap islam, mungkin sampai saya mati.

Semua berbalik justru ketika saya ingin mengenal islam lebih jauh. Ada sisi gelap yang patut saya pertanyakan untuk suatu prinsip yang mengklaim dirinya sempurna dan tanpa cacat ini. apa2 yang saya pertanyakan mungkin tidak cukup dibahas dalam 1 thread saja, tapi saya rasa beberapa topik di FFI cukup mewakili, jadi anda tidak perlu bertanya apa saja hal2 yang saya tanyakan itu.

Semua berbalik justru ketika saya ingin membuktikan islamlah satu2nya kebenaran. Saat yang sama ketika saya berpikir kenapa betapa mudahnya saya mendapatkan iman islam sementara orang di belahan bumi lain begitu sulit, salah merekakah? bagaimana bila saya yang terlahir sebagai mereka, apa jaminan saya akan memeluk islam? Padahal resikonya besar sekali jika saya tidak memeluk islam, neraka.. Dan saya tak bisa mengabaikan pikiran, yang penting saya yang masuk surga. Saya bertanya pada seorang Kristen, Hindu, Buddha, apa yang mereka rasakan ketika mereka berdoa dengan cara masing2.. Mereka menjawab bahagia, damai, dan yakin. Jika sudah seperti itu, patutkah saya bilang mereka sesat, dan cara sayalah (islam) yang benar, dan mereka nantinya akan masuk neraka?

Pendek kata saya berkesimpulan eksis atau tidak eksis entitas yang disembah siapapun, tak ada kebenaran mutlak. Tiap2 individu akan menemukan "kebenarannya" sendiri2. Tiap individu akan punya "Tuhan" masing2, yang eksis dalam bentuk pikirannya sendiri, yang menentukan bagaimana seseorang itu berbuat, yg menentukan juga kondisi dia sekarang, dan nanti...

Bila saya kemudian keluar dari islam dan memilih Buddha, anggap saja itu hanya masalah selera... :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Buddha Vs Islam

Postby sundamurtat » Sat Aug 18, 2012 5:49 pm

Insya Allah wrote:@atas: percuma, netter musrik sudah tidak aktif di forum ini lagi...


saya malah curiga, anda sendiri adalah paulus_musrik, karena malu dulu pernah sesumbar akan keluar dari FFI, kemudian bikin akun baru dan dengan attitude lebih kalem

Hati2 lhoo, kafir2 di sini jago ilmu psikologi, bisa bikin kamu sakit jiwa.. diprediksikan, muslim yg berdebat di sini akan mengalami tahap2 berikut:

1. Marah, menyangkal, dan tidak terima. Kemarahan diekspresikan dengan keluarnya argumen2 brutal dan asal2an, yang kemudian bisa dipatahkan oleh kafir. Dari sini kau bisa langsung sakit jiwa dengan langsung memenuhi pikiran dengan kebencian terhadap kafir di manapun kafir berada. Atau maju menuju tahap 2.
Notes : Tahap 1 ini bisa diskip untuk muslim yg di dunia nyata pernah mengalami tahap ini.

2. Di sini kau sadar, bahwa ilmunya masih banyak yang kurang. Dengan begitu kau belajar lagi islam dari literatur2 lain.. Tentunya jawaban2 yang kau dapat kebanyakan jawaban2 moderat, dibuat moderat, dan seolah-olah logis. Lalu kau kembali ke FFI dengan percaya diri dan berargumen seperti seorang ahli agama dan bersikap lebih santun, elegan, dan dewasa untuk mencitrakan dirinya sangat percaya diri.. Tetapi kemudian kafir2 masih melawan dan mengajukan kritik2 yang berlawanan dan lebih sulit lagi dijawab.. Bungkam bukan pilihan, pikiran berusaha mencari jawaban lagi.. Dari sini terlalu banyak mikir hanya mengandalkan quran dan hadist jadi mbulet. Kehidupan pribadi jadi terpengaruhi, dan bukan tidak mungkin kau akan GILA.. Atau menuju tahap 3.

3. Tahap ini sesungguhnya adalah frustasi terselubung. kau akan mengeluarkan jurus pamungkasnya jika tidak bisa lagi menjawab, untuk mengaburkan rasa pecundangnya kau. Kau akan mengutip ayat2 penghiburan seperti :
"Kafir tidak akan senang terhadapmu, sampai kamu mengikuti agama mereka"
“Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja”
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman."
"aloh telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat."
"Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah ilah selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). "

Berbekal ayat2 itu, kemudian kau pergi agar meninggalkan kesan pergi terhormat padahal sesungguhnya agar terhindar dari kekalahan yang lebih besar. Menuju tahap 4a atau ke tahap 4b

4a. Hey, kamu mungkin bisa menghindari pertanyaan2 dan kritikan di sini yang kamu anggap sebagai serangan2 terhadap ISLAM.. Tapi percayalah, pertanyaan2 itu akan terus tumbuh dalam pikiranmu, di alam bawah sadarmu. Tapi memang benar, sebaiknya kamu segera pergi ke psikolog untuk mencuci otakmu lagi seolah2 kamu tidak pernah masuk forum ini bila ingin hidup tenang..

Kamu mungkin bisa lepas dari FFI, tapi musuhmu berikutnya adalah dirimu sendiri.. Entah itu nurani yang kau anggap bisikan iblis, entah itu logika yang kau anggap hasutan setan, ada bagian mereka yang akan terus berbicara.. Kau tolak, tapi bicara lagi, kau tolak, tapi akan bicara lagi.. PERCAYALAH.. Dari sini kau akan mulai GILA.. Atau lanjut ke tahap 5

4b. Ternyata tak semudah itu pergi dari FFI, setiap saat kau akan terus mengingat bombardir nista pada islam di sini.. Sampai di sinikah kau membela islam? membaca atau tidak lagi nantinya, kau tahu betul kafir FFI di sini tak bisa berhenti menista islam, bahkan sampai mati.. Pikiranmu berkecamuk, sampai di sinikah kamu membela islam? membiarkan kafir melabelimu pecundang.. kenapa kamu tidak percaya aloh bersamamu dan selalu memberimu kekuatan menghadapi kafir FFI?? dari sini kau akan mulai GILA atau lanjut ke tahap 5

5. Hahahaha, kau tidak tahan.. Kau penasaran dengan FFI. Kau kembali ke sini. Tapi sudah tanpa taring lagi, argumen2 yang kau beri cuma argumen kosong.. Hanya sekedar formalitas pembelaan terhadap agamamu saja. Agar kau merasa aloh-khayalanmu senang dibela olehmu tanpa menyerah. Di sini kau hanya menjadi pemandu sorak saja. Bicara yang itu2 terus, saat kafir kalah kau bersorak kencang, saat muslim kalah pun kau tetap bersorak kencang untuk menyemangati.. Di tahap ini sesungguhnya kau sudah tak perlu diperhitungkan lagi.. Karena sebenarnya kau sudah tak cuma GILA, tetapi sudah jadi Zombie yg memang tak bisa diapa2kan lagi. Cukup dijawab dengan siulan saja.. :-"


Kamu lagi masuk level 2 kalau begitu yach.. :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 9:42 pm

sundamurtat wrote:
Buddha pada dasarnya tidak kenal apa itu "agama". Jika definisi agama adalah bentuk aturan2 baku dan saklek yang diklaim turun dari tahta Tuhan, no, Buddha bukan agama.

Bagi saya Buddha adalah prinsip hidup, prinsip tentang pengendalian pikiran dan perbuatan, di mana apapun hal yang dipikirkan dan diperbuat seseorang, pada dasarnya dari dia oleh dia dan untuk dia sendiri.

Apa sih sebetulnya sesat itu? Ibaratkan semua orang ditugaskan pergi ke Roma, seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma.. misalnya:
1. Anda bisa naik pesawat ke sana, naik pesawat pun bisa berbeda2, ada yang pakai Garuda, Singapore Airlines, dll
2. Anda naik pesawat ke tempat lain dulu untuk transit baru ke Roma
3. Bagaimana dengan yang di negaranya tidak ada pesawat, naik perahu saja
4. Kalau tidak punya uang, jalan kaki bisa
5. Yang asalnya dari Inggris akan berjalan ke arah Tenggara, yang tinggal di arab akan berjalan ke arah Barat laut
6. Yang naik delman dari Mongolia mungkin akan pergi ke Korea dulu baru naik pesawat dari sana.
7. Ada yang berenang dari Cuba, di tengah samudra Atlantik kelelahan, akhirnya cuma menunggu ada kapal laut yang lewat.
8. dst
Dari sekian banyak jalan dan cara menuju Roma tersebut, menurut anda mana yang salah?? Tidak ada, hanya masalah siapa yang lebih cepat sampai dan nyaman saja. Begitupun pandangan Buddha terhadap cara hidup dan kepercayaan orang lain. Tidak ada hak kami menyebut sesat. Mau ada yang menyembah gunting, pohon kelapa, atau berdoa pada dewa yg wujudnya sendiri dia belum pernah lihat, silakan.. Semua kembali pada individu pelaku, apakah dia merasakan manfaatnya atau tidak, apakah dia merasa tujuan hidupnya tercapai atau tidak?

Di luar pemahaman ajaran Buddha,
Sebagai mantan muslim, saya sendiri merasakan manfaat luar biasa ketika dulu saya menjadi muslim. ketika sholat dan melakukan doa pada aloh, sya merasa mendapat energi baru, sy bahagia. Ketika puasa sebulan penuh dan bertemu Idul Fitri, saya merasakan kebahagiaan 29 x saat berbuka dan sekali saat berkumpul bersaudara dengan semuanya. Andaikan saya cuma paham islam sampai situ, saya akan tetap islam, mungkin sampai saya mati.

Semua berbalik justru ketika saya ingin mengenal islam lebih jauh. Ada sisi gelap yang patut saya pertanyakan untuk suatu prinsip yang mengklaim dirinya sempurna dan tanpa cacat ini. apa2 yang saya pertanyakan mungkin tidak cukup dibahas dalam 1 thread saja, tapi saya rasa beberapa topik di FFI cukup mewakili, jadi anda tidak perlu bertanya apa saja hal2 yang saya tanyakan itu.

Semua berbalik justru ketika saya ingin membuktikan islamlah satu2nya kebenaran. Saat yang sama ketika saya berpikir kenapa betapa mudahnya saya mendapatkan iman islam sementara orang di belahan bumi lain begitu sulit, salah merekakah? bagaimana bila saya yang terlahir sebagai mereka, apa jaminan saya akan memeluk islam? Padahal resikonya besar sekali jika saya tidak memeluk islam, neraka.. Dan saya tak bisa mengabaikan pikiran, yang penting saya yang masuk surga. Saya bertanya pada seorang Kristen, Hindu, Buddha, apa yang mereka rasakan ketika mereka berdoa dengan cara masing2.. Mereka menjawab bahagia, damai, dan yakin. Jika sudah seperti itu, patutkah saya bilang mereka sesat, dan cara sayalah (islam) yang benar, dan mereka nantinya akan masuk neraka?

Pendek kata saya berkesimpulan eksis atau tidak eksis entitas yang disembah siapapun, tak ada kebenaran mutlak. Tiap2 individu akan menemukan "kebenarannya" sendiri2. Tiap individu akan punya "Tuhan" masing2, yang eksis dalam bentuk pikirannya sendiri, yang menentukan bagaimana seseorang itu berbuat, yg menentukan juga kondisi dia sekarang, dan nanti...

Bila saya kemudian keluar dari islam dan memilih Buddha, anggap saja itu hanya masalah selera... :goodman:


saya mengerti, artinya ajaran anda tidak mencap agama/aliran lain sesat kan..
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 10:04 pm

sundamurtat wrote:Begitupun pandangan Buddha terhadap cara hidup dan kepercayaan orang lain. Tidak ada hak kami menyebut sesat. Mau ada yang menyembah gunting, pohon kelapa, atau berdoa pada dewa yg wujudnya sendiri dia belum pernah lihat, silakan.. Semua kembali pada individu pelaku, apakah dia merasakan manfaatnya atau tidak, apakah dia merasa tujuan hidupnya tercapai atau tidak?



jawaban anda berbeda dengan yang saya lihat..

mari kita lihat tanggapan para pemeluk Buddha tentang sebuah Aliran buddha lain yang percaya bahwa Lu sheng yen adalah Buddha hidup setelah Siddharta gautama.


qualitycom
Nubi ( 77 posts | 6 thanks )
Join Date : Dec 2006
Location : medan
#10
Wa jijik kali nengok " yang satu ini ". Penampilannya itu loh ... kesannya wahhh sekali. Benar benar KEDUNIAWIAN SEKALI.
BEDA DENGAN BUDDHA SEBENARNYA. Para pengikutnya juga Orang orang TOLOL.
KALO BENAR DIA BUDDHA HIDUP, KURASA DUNIA INI SUDAH DAMAI, AMAN DAN TENTRAM.

09-05-11, 11:31 AM



maxtor
Active Ngobroler ( 933 posts | 45 thanks )
Join Date : Jun 2008
#9
Di medan juga ada viharanya di jl lombok, dan ada pembangunan vihara baru di martubung. Umat awam yang ingin mempelajari agama Buddha banyak yang tersesat ke aliran2 yang menyimpang ini karena aliran2 sesat ini kebanyakan menjanjikan kekayaan, kepanjang umuran, atau janji2 lain yang bisa membutakan hati umat2 awam tersebut.
Saya juga baru tahu aliran sesat ini padahal sudah lama ada, cuma di medan saya lihat perkembangannya juga pesat sehingga seharusnya diingatkan kepada teman2 atau saudara2 agar jangan sampai masuk aliran ini.Saya juga baca di forum2 LSY ini membuat patung berupa dirinya agar disembahyangi.

http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=196407
Last edited by Insya Allah on Sat Aug 18, 2012 10:23 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby MyLovelyCarnation » Sat Aug 18, 2012 10:15 pm

MA wrote:jawaban anda berbeda dengan yang saya lihat..

mari kita lihat tanggapan para pemeluk Buddha tentang sebuah Aliran buddha lain yang percaya bahwa Lu sheng yen adalah Buddha hidup setelah Siddharta gautama.


Munculnya manusia2 psikopat spt Muhammad, Lia Eden, Muzadek, Lu Sheng Yen, juga psikopat2 lainnya dlm dunia kekristenan adalah hal2 yg akan kita temui terus.
Mgkn dah begitu dunia ini adanya. Entahlah...

Namanya psikopat, masa kita berdiam diri.

Tapiiii... inilah uniknya (lebih tepat konyolnya) manusia.
Ada aja yg akan mengikuti para psikopat ini.
Jika dibiarkan bbrp generasi saja, maka karakter psikopat tsb akan sirna (ditutupi) o/ para pengikutnya tsb.
Para pengikut tsbpun tetap happy dgn ajarannya (yg pasti mengandung ajaran nyeleneh/sinting yg bisa jadi terbungkus sgt rapi).
User avatar
MyLovelyCarnation
 
Posts: 522
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:30 am
Location: komunitas Ganyang Islam

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 10:22 pm

MyLovelyCarnation wrote:
Munculnya manusia2 psikopat spt Muhammad, Lia Eden, Muzadek, Lu Sheng Yen, juga psikopat2 lainnya dlm dunia kekristenan adalah hal2 yg akan kita temui terus.
Mgkn dah begitu dunia ini adanya. Entahlah...

Namanya psikopat, masa kita berdiam diri.

Tapiiii... inilah uniknya (lebih tepat konyolnya) manusia.
Ada aja yg akan mengikuti para psikopat ini.
Jika dibiarkan bbrp generasi saja, maka karakter psikopat tsb akan sirna (ditutupi) o/ para pengikutnya tsb.
Para pengikut tsbpun tetap happy dgn ajarannya (yg pasti mengandung ajaran nyeleneh/sinting yg bisa jadi terbungkus sgt rapi).


Lu sheng yen psikopat ya?

hush, jangan begitu! kata sundamurtat yang buddha dan lebih tau tentang buddha.. kita tidak punya hak bilang sesuatu sesat..
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 10:29 pm

ada netter Buddha yang serupa dengan sundamurtat, dia membela dengan mengatakan:

kalianda
Nubi ( 45 posts | 9 thanks )
Join Date : Mar 2011
#17
Buddha adalah kondisi, kondisi ketika seseorang dalam cara berpikir dan bertindaknya - diistilahkan - telah mencapai penerangan atau kebijaksanaan, sehingga kurang tepat bila disebut agama...

Orang yang mengaku pemeluk agama Buddha seyogianya adalah pengikut Sidharta Gautama (sang Buddha)...Pengikut memiliki banyak arti: mengikuti gaya hidupnya, mendalami & mempraktekkan ajarannya, dll. termasuk yg paling utama, menjaga kesucian pikiran...

Setau saya - meskipun saya tidak tahu itu aliran sesat atau bukan (dan itu tidaklah penting) - pernyataan anda adalah murni berdasarkan ego...saya menyimpulkan demikian dari kalimat terakhir anda: "saya sudah capek pakai kata halus..... "

Sang Buddha sendiri tidak pernah memaksakan dan membenarkan ajarannya sendiri kepada orang yang mendengarkan Dharmanya (prinsip Ehipassiko - Come and See), lalu mengapa anda dapat mengatakan bahwa ajaran tersebut sesat?

Saya tidak dalam kondisi pro maupun kontra, saya hanya ingin mencoba menjelaskan Buddha dari sudut pandang saya...

Ehipassiko - Come and See | Kemari dan Lihatlah - adalah cara Sidharta menjabarkan ajarannya. Setahu saya, dia tidak pernah membahas kelemahan, keburukan atau kejelekan ajaran lain di luar ajarannya. Dalam Ehipassiko lebih lanjut disebutkan bahwa sang Buddha sendiri menyatakan untuk tidak serta merta percaya pada ucapan siapapun, termasuk ucapan sang Buddha sendiri, sebelum anda sendiri memahami dan membuktikan kebenarannya...

Perkara memahami dan membuktikan kebenaran adalah hal yang paling sulit apabila tidak diikuti dengan hati yang bersih...

Semoga bermanfaat...
09-05-11, 08:22 PM


namun sayangnya dia dibantah habis-habisan oleh netter Buddha lainya:

maxtor
Active Ngobroler ( 933 posts | 45 thanks )
Join Date : Jun 2008
#19
Dengan melihat kemewahan yang dibawa serta orang yang mengaku buddha hidup ini yang ditutupi dengan muka tersenyumnya, sudah bisa saya simpulkan dari ajaran buddha gautama.Buddha, orang yang sudah mencapai pencerahan akan terbebas dari kemelekatan duniawi, jadi perhiasan2 yang dipamerkan orang yang mengaku buddha hidup ini sudah bisa menunjukkan sebenarnya siapa orang tersebut.
Saya buat topik ini karena semakin banyak sekarang aliran2 yang menyimpang dari ajaran buddha gautama, apalagi di medan sekarang orang2 mudah sekali terpengaruh aliran2 ini karena ketidaktahuan mereka.
09-05-11, 11:44 PM
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby MyLovelyCarnation » Sat Aug 18, 2012 10:37 pm

MyLovelyCarnation wrote:Munculnya manusia2 psikopat spt Muhammad, Lia Eden, Muzadek, Lu Sheng Yen, juga psikopat2 lainnya dlm dunia kekristenan adalah hal2 yg akan kita temui terus.
Mgkn dah begitu dunia ini adanya. Entahlah...

Namanya psikopat, masa kita berdiam diri.

Tapiiii... inilah uniknya (lebih tepat konyolnya) manusia.
Ada aja yg akan mengikuti para psikopat ini.
Jika dibiarkan bbrp generasi saja, maka karakter psikopat tsb akan sirna (ditutupi) o/ para pengikutnya tsb.
Para pengikut tsbpun tetap happy dgn ajarannya (yg pasti mengandung ajaran nyeleneh/sinting yg bisa jadi terbungkus sgt rapi).


Insya Allah wrote:Lu sheng yen psikopat ya?

hush, jangan begitu! kata sundamurtat yang buddha dan lebih tau tentang buddha.. kita tidak punya hak bilang sesuatu sesat..

Saya hanya mengikuti apa yg kamu copy-paste & terbatas di postmu aja. Benar tidaknya apa yg kamu post, jujur saya tidak tau.

Seseorg yg mengajarkan kebaikan/kebenaran dgn bermotif/menjanjikan/memuja kemewahan duniawi (hedonisme) berarti mengajarkan kebenaran berbanding lurus dgn kepemilikan materi (materialistik). Manusia psikopat sgt cinta dunia (materi) & berusaha menguasai sebanyak2nya sekuat2nya dgn segala cara.

Seseorg yg meminta dan mewujudkan patung utk dirinya, sekalipun sebagai bukti penghormatan (apalagi disembahyangi) sdh menunjukkan psikopat akut.
User avatar
MyLovelyCarnation
 
Posts: 522
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:30 am
Location: komunitas Ganyang Islam

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sat Aug 18, 2012 10:44 pm

MyLovelyCarnation wrote:Seseorg yg meminta dan mewujudkan patung utk dirinya, sekalipun sebagai bukti penghormatan (apalagi disembahyangi) sdh menunjukkan psikopat akut.


tetap saja menurut pandangan ajaran yang dipeluk sundamurtat, kita tidak boleh mencap lu sheng itu sesatlah, psikopat lah, tolol lah,
malah katanya walaupun ada yang nyembah gunting juga kita tidak boleh cap dia sesat.

lagipula, sang buddha sendiri tidak pernah melarang pengikutnya untuk membuat patung nya..
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby MyLovelyCarnation » Sat Aug 18, 2012 10:48 pm

MyLovelyCarnation wrote:Seseorg yg meminta dan mewujudkan patung utk dirinya, sekalipun sebagai bukti penghormatan (apalagi disembahyangi) sdh menunjukkan psikopat akut.


Insya Allah wrote:tetap saja menurut pandangan ajaran yang dipeluk sundamurtat, kita tidak boleh mencap lu sheng itu sesatlah, psikopat lah, tolol lah,
malah katanya walaupun ada yang nyembah gunting juga kita tidak boleh cap dia sesat.

lagipula, sang buddha sendiri tidak pernah melarang pengikutnya untuk membuat patung nya..

Saya tdk menyebut sebuah ajaran itu sesat atau tidak.
Penekanan saya pada keberadaan para psikopat di dunia ini, termasuk dlm dunia agama/religi.
Seorg psikopat memproklamirkan sebuat ajaran atau sekte agama tertentu PASTIlah menyisipkan nilai2 psikopat yg ia lakoni ke dlm ajarannya tsb.
User avatar
MyLovelyCarnation
 
Posts: 522
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:30 am
Location: komunitas Ganyang Islam

Re: Buddha Vs Islam

Postby sundamurtat » Sun Aug 19, 2012 5:22 am

Insya Allah wrote:tetap saja menurut pandangan ajaran yang dipeluk sundamurtat, kita tidak boleh mencap lu sheng itu sesatlah, psikopat lah, tolol lah,
malah katanya walaupun ada yang nyembah gunting juga kita tidak boleh cap dia sesat.

lagipula, sang buddha sendiri tidak pernah melarang pengikutnya untuk membuat patung nya..


Sundamurtat wrote:Dari sekian banyak jalan dan cara menuju Roma tersebut, menurut anda mana yang salah?? Tidak ada, hanya masalah siapa yang lebih cepat sampai dan nyaman saja. Begitupun pandangan Buddha terhadap cara hidup dan kepercayaan orang lain. Tidak ada hak kami menyebut sesat. Mau ada yang menyembah gunting, pohon kelapa, atau berdoa pada dewa yg wujudnya sendiri dia belum pernah lihat, silakan.. Semua kembali pada individu pelaku, apakah dia merasakan manfaatnya atau tidak, apakah dia merasa tujuan hidupnya tercapai atau tidak?


Orang lain silakan saja menyebut itu salah jalan atau sesat, kalau saya memandangnya ya memang jalan yang dipilihnya membutuhkan proses seperti itu dulu sehingga berliku dan mbulet, sampai suatu saat dia sendiri sadar tujuan bila tujuan hidupnya tidak tercapai mungkin dia perlu memilih jalan yang lain. :goodman:

sundamurtat wrote:Pendek kata saya berkesimpulan eksis atau tidak eksis entitas yang disembah siapapun, tak ada kebenaran mutlak. Tiap2 individu akan menemukan "kebenarannya" sendiri2. Tiap individu akan punya "Tuhan" masing2, yang eksis dalam bentuk pikirannya sendiri, yang menentukan bagaimana seseorang itu berbuat, yg menentukan juga kondisi dia sekarang, dan nanti...


Walalupun setiap individu akan menemukan "kebenarannya" masing2, tapi kehidupan ini harmoni, yang berhubungan satu sama lain. Saya dan anda, saya dan kalian, saya dan mereka, kamu dan mereka, mereka dan mereka, masing2 akan berupaya untuk saling mencocokkan frekuensi "kebenarannya" tersebut. Dari situlah muncul norma yang diiyakan dalam kesepakatan tidak tertulis, misalnya
- bukanlah jalan yang benar jika hidup saling membenci
- bukanlah hal yang benar jika berbuat asusila
- bukanlah hal yang benar jika melakukan pembunuhan
- bukanlah hal yang benar jika berdusta

Suatu kelompok manusia bisa saja punya frekuensi "kebenaran" yang menurut kita "sesat", misalnya membenarkan perbuatan asusila (perzinahan), ritual pesta sex, dsb. Menurut mereka mungkin hal tersebut baik2 saja. Tapi saya percaya hal tersebut akan mendatangkan hal buruk misalnya : penyebaran penyakit kelamin, hamil tanpa kejelasan benih, ketidak tenangan hidup karena ketagihan sex, ketidak tenangan hidup karena sisi kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi - hanya sisi kebutuhan sex saja yang didapat, dsb.

Buddha belajar paham dari bertanya, Buddha belajar paham dari proses, Buddha belajar paham dari pembuktian sebab dan akibat,
Bukan semata dari kata2 yg diklaim turun dari langit...
Bukan semata dari kata2 yg keluar dari mulut seorang guru...

Saya tidak suka menggunakan kata sesat, karena saya tidak mau terkesan egois memonopoli kebenaran.

MyLovelyCarnation wrote:Munculnya manusia2 psikopat spt Muhammad, Lia Eden, Muzadek, Lu Sheng Yen, juga psikopat2 lainnya dlm dunia kekristenan adalah hal2 yg akan kita temui terus.
Mgkn dah begitu dunia ini adanya. Entahlah...

Namanya psikopat, masa kita berdiam diri.

Tapiiii... inilah uniknya (lebih tepat konyolnya) manusia.
Ada aja yg akan mengikuti para psikopat ini.
Jika dibiarkan bbrp generasi saja, maka karakter psikopat tsb akan sirna (ditutupi) o/ para pengikutnya tsb.
Para pengikut tsbpun tetap happy dgn ajarannya (yg pasti mengandung ajaran nyeleneh/sinting yg bisa jadi terbungkus sgt rapi).


Bila ada tindakan yang berupaya membetulkan pikiran yang dianggap "sesat" seperti di atas, saya anggap itu sedang sinkronisasi frekuensi "kebenaran".
Terkait pendapat sdr MyLovelyCarnation, apakah kita harus berdiam diri?

That's a choice... Manusia boleh saja saling memberitahu jalan yang dia tempuh jalan yang tercepat, tapi semua butuh pembuktian toh?? Jika sudah ada yang pernah membuktikan menyembah gunting itu sia-sia, kenapa kita harus memilih lagi jalan tersebut? Jika ada yang sudah pernah membuktikan agama XX ternyata membuat permusuhan, perselisihan, ketidakdamaian dan banyak bikin onar, kenapa kita harus memilih lagi jalan tersebut?? Jika sudah begitu kita tidak perlu mencoba semua jalan untuk membuktikan sendiri mana jalan yang tepat kan? :goodman:

That's a choice... Terkadang sinkronisasi frekuensi menyebabkan suara yang dihasilkan kacau untuk beberapa saat. Mungkin dilakukannya perlu pelan2 dan halus agar tetap harmoni. Ini yang saya kritisi dari agama XX, yang kebiasaannya adalah grasak grusuk ketika menemukan frekuensi yang tidak sama, inginnya full mengganti frekuensi yang lain itu dengan frekuensinya dia, akhirnya malah menimbulkan kekacauan baru.. :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Buddha Vs Islam

Postby MyLovelyCarnation » Sun Aug 19, 2012 6:17 am

MyLovelyCarnation wrote:Munculnya manusia2 psikopat spt Muhammad, Lia Eden, Muzadek, Lu Sheng Yen, juga psikopat2 lainnya dlm dunia kekristenan adalah hal2 yg akan kita temui terus.
Mgkn dah begitu dunia ini adanya. Entahlah...

Namanya psikopat, masa kita berdiam diri.

Tapiiii... inilah uniknya (lebih tepat konyolnya) manusia.
Ada aja yg akan mengikuti para psikopat ini.
Jika dibiarkan bbrp generasi saja, maka karakter psikopat tsb akan sirna (ditutupi) o/ para pengikutnya tsb.
Para pengikut tsbpun tetap happy dgn ajarannya (yg pasti mengandung ajaran nyeleneh/sinting yg bisa jadi terbungkus sgt rapi).


sundamurtat wrote:Bila ada tindakan yang berupaya membetulkan pikiran yang dianggap "sesat" seperti di atas, saya anggap itu sedang sinkronisasi frekuensi "kebenaran".
Terkait pendapat sdr MyLovelyCarnation, apakah kita harus berdiam diri?

That's a choice... Manusia boleh saja saling memberitahu jalan yang dia tempuh jalan yang tercepat, tapi semua butuh pembuktian toh?? Jika sudah ada yang pernah membuktikan menyembah gunting itu sia-sia, kenapa kita harus memilih lagi jalan tersebut? Jika ada yang sudah pernah membuktikan agama XX ternyata membuat permusuhan, perselisihan, ketidakdamaian dan banyak bikin onar, kenapa kita harus memilih lagi jalan tersebut?? Jika sudah begitu kita tidak perlu mencoba semua jalan untuk membuktikan sendiri mana jalan yang tepat kan? :goodman:

That's a choice... Terkadang sinkronisasi frekuensi menyebabkan suara yang dihasilkan kacau untuk beberapa saat. Mungkin dilakukannya perlu pelan2 dan halus agar tetap harmoni. Ini yang saya kritisi dari agama XX, yang kebiasaannya adalah grasak grusuk ketika menemukan frekuensi yang tidak sama, inginnya full mengganti frekuensi yang lain itu dengan frekuensinya dia, akhirnya malah menimbulkan kekacauan baru.. :goodman:

Terima kasih atas tanggapannya, bung Sundamurtad. Dalam pemahaman saya, jalan pikiran kita sama.

Fobia & kekerasan akan penganut agama tertentu tidak hanya dimonopoli oleh penganut Islam saja. Demikian jg dgn munculnya sempalan/bidah.
Ambil contoh yg saya tau betul:
Org2 Batak kristen sgt ketakutan dgn para penganut Parmalim, lebih ketakutan lagi pada2 org2 yg masih bersembahyang di depan pohon (atau mgkn menyembah pohon itu, entahlah, tapi ini emang benar saya lihat sendiri). Padahal kedua keyakinan/agama tsb adalah bagian dari budaya nenek-moyang bgs Batak yg diteruskan secara sembunyi2 o/ para Parmalim & dinamis/anamis tadi atau secara sadar/tdk sadar dilakukan secara pribadi/kolektif oleh org2 Batak kristen sendiri.
Menjadi tragedi kemanusiaan hingga terjadi pembantaian. Sejlh nyawa melayang pada minoritas ini, terutama di era 80-an ketika isu begu ganjang (setan) semarak di seantero Sumatera Utara. Semuanya disinyalir sebagai dukun santet, pemuja begu (setan) atau tidak beragama utk memudahkan penghakiman pada mereka. Ketidakadilan ini msh berlangsung terus sebab pemerintah & hukum tidak memihak mereka utk kebebasan beragama, apalagi penegakan hukum yg lemah. Ditambah lagi dgn ajaran kristen yg bersifat sgt inklusif yg rentan utk dijadikan alat pembenaran & penghakiman & sejlh faktor pendukung lainnya.

Budaya kritik berbasis intelektualitas, jaminan negara akan praktik kebebasan beragama sebagai salah satu hak privasi warga negara & keberadaan hukum yg kuat dgn penegakan hukum yg tegas adalah modal utama hidup dlm keragaman keyakinan/agama & menghadapi dinamika munculnya para psikopat tsb sblmnya dgn2 cara2 yg beradab.
Last edited by MyLovelyCarnation on Sun Aug 19, 2012 10:39 am, edited 1 time in total.
User avatar
MyLovelyCarnation
 
Posts: 522
Joined: Mon Aug 06, 2012 12:30 am
Location: komunitas Ganyang Islam

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sun Aug 19, 2012 9:13 am

sundamurtat wrote:Orang lain silakan saja menyebut itu salah jalan atau sesat, kalau saya memandangnya ya memang jalan yang dipilihnya membutuhkan proses seperti itu dulu sehingga berliku dan mbulet, sampai suatu saat dia sendiri sadar tujuan bila tujuan hidupnya tidak tercapai mungkin dia perlu memilih jalan yang lain. :goodman:


pandangan anda atau pandangan buddha? :-k

akankah Lu sheng Yen mendapat karma buruk? :-k
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby sundamurtat » Sun Aug 19, 2012 9:47 am

Insya Allah wrote:Orang lain silakan saja menyebut itu salah jalan atau sesat, kalau saya memandangnya ya memang jalan yang dipilihnya membutuhkan proses seperti itu dulu sehingga berliku dan mbulet, sampai suatu saat dia sendiri sadar tujuan bila tujuan hidupnya tidak tercapai mungkin dia perlu memilih jalan yang lain. :goodman:


insa aloh : pandangan anda atau pandangan buddha? :-k

akankah Lu sheng Yen mendapat karma buruk? :-k


Ingat tak pernah ada statement "SESUATU SESAT" keluar dari ajaran Buddha..
Buddha membebaskan saya untuk berpandangan apapun. Pandangan saya bisa jadi pandangan Buddha. Pandangan setiap orang bisa jadi pandangan Buddha

sundamurtat wrote:Walalupun setiap individu akan menemukan "kebenarannya" masing2, tapi kehidupan ini harmoni, yang berhubungan satu sama lain. Saya dan anda, saya dan kalian, saya dan mereka, kamu dan mereka, mereka dan mereka, masing2 akan berupaya untuk saling mencocokkan frekuensi "kebenarannya" tersebut. Dari situlah muncul norma yang diiyakan dalam kesepakatan tidak tertulis, misalnya
- bukanlah jalan yang benar jika hidup saling membenci
- bukanlah hal yang benar jika berbuat asusila
- bukanlah hal yang benar jika melakukan pembunuhan
- bukanlah hal yang benar jika berdusta


-- tentang LSY --
kalau karma buruk, perbuatan membunuh semut sekalipun pasti akan dapat.. Apa sih yang diperbuat Lu Sheng Yeng ? menyuruh membuat patung dirinya lalu minta disembah?? Seringan2nya dia sudah dapat karma buruk dianggap sebagai orang gila kan?

Gaya bertanya anda makin lama makin mirip Paulus_musyrik deh.. :-k :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Buddha Vs Islam

Postby Insya Allah » Sun Aug 19, 2012 10:43 am

@ atas: kok lu sheng yen mendapat karma buruk karena dibuatkan patung, kenapa Buddha tidak mendapat karma buruk karena membiarkan pengikutnya membuat patung dirinya?

btw, kok anda malah menuduh saya sebagai netter lain sih?

saya mengikuti pendapat netter muslim lain yang saya anggap sebagai senior O:)
User avatar
Insya Allah
 
Posts: 744
Joined: Thu Jul 26, 2012 3:24 pm
Location: bumi ciptaan allah SWT

Re: Buddha Vs Islam

Postby sundamurtat » Sun Aug 19, 2012 11:25 am

Insya Allah wrote:@ atas: kok lu sheng yen mendapat karma buruk karena dibuatkan patung, kenapa Buddha tidak mendapat karma buruk karena membiarkan pengikutnya membuat patung dirinya?


Hihihi, emang waktu Siddharta hidup pernah minta dibuatkan patung dan minta dipuja atau disalawatkan??

Makanya saya mau tanya dulu
sundamurtat wrote:Apa sih yang diperbuat Lu Sheng Yeng ? menyuruh membuat patung dirinya lalu minta disembah?? Seringan2nya dia sudah dapat karma buruk dianggap sebagai orang gila kan?


Agar tidak menimbulkan fitnah, coba paparkan dulu apa yang diajarkan Lu Sheng Yeng, dari sumber primer kalau bisa ya.. Soalnya terus terang saya baru dengar nama itu..

Insya Allah wrote:btw, kok anda malah menuduh saya sebagai netter lain sih?
saya mengikuti pendapat netter muslim lain yang saya anggap sebagai senior O:)

Gerak gerik anda banyak yang sama persis, dan kemunculan anda mencurigakan.. hihihi..
ya sudah kalau gak mau ngaku, anggap saya yg salah duga.. Ga penting juga anda itu netter Paulus_musrik atau bukan, ga membuat FFI ini takluk oleh muslim.. :goodman:
User avatar
sundamurtat
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

PreviousNext

Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users