.

Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysia

Perkembangan dan penerapan Islam dalam masyarakat dan budaya Malaysia dan Brunei.

Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysia

Postby Laurent » Sat Jan 04, 2014 5:02 pm

http://m.liputan6.com/news/read/790683/ ... ia?wp.hdln

Jumat, 3 Januari 2014 | 07:45 WIB Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysia Oleh Rizki Gunawan

Liputan6.com, Kuala Lumpur : Sekitar 320 Alkitab di Selangor, Malaysia disita dari Masyarakat Bible Malaysia lantaran memuat kata 'Allah'. Otoritas Selangor juga menahan 2 anggota Masyarakat Bible Malaysia untuk meminta penjelasan kenapa masih terdapat kata 'Allah' di Alkitab.

Hal ini dilakukan menyusul keputusan Pengadilan Malaysia pada Oktober 2013, yang menyatakan bahwa selain muslim, tak bisa menggunakan kata 'Allah' untuk menyebut Tuhan. Dalam putusannya, pengadilan banding berdalil, memperbolehkan umat non-muslim menggunakan kata itu akan menciptakan kebingungan dalam masyarakat.

Ketua Masyarakat Bible Malaysia Lee Min Choon mengatakan, pihaknya disebut telah melanggar hukum Negara Selangor. "Kami diberi tahu bahwa kami berada dalam penyelidikan karena melanggar hukum negara Selangor. Warga non-muslim dilarang menggunakan kata Allah," kata Lee, seperti dimuat BBC2 Januari 2014.

Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Wakil Presiden UMNO Muhyiddin Yassin menyatakan, anggota dewan Selangor akan melancarkan protes ke sejumlah gereja di negara bagian tersebut atas masih digunakannya kata Allah.

"Ada hukum di Selangor dan sudah ada keputusan Yang Mulia Sultan. Jadi mereka harus melaksanakan keputusan Sultan," kata Yassin. "Mereka melakukan hal yang melawan hukum."

Sementara Dewan Gereja Malaysia menyatakan, pihaknya prihatin dengan kondisi tersebut dan mendesak pemerintah untuk melindungi hak beragama sesuai yang diatur dalam Konstitusi Federal.

Perdebatan soal kata 'Allah' muncul pada 2009 lalu dan menciptakan ketegangan antarumat beragama. Baik gereja maupun masjid jadi sasaran kebencian. Saat itu pihak pemerintah mengatakan, koran Katolik, The Herald tak boleh menggunakan kata 'Allah' dalam edisi Bahasa Melayu-nya -- untuk mendeskripsikan Tuhan Kristen.

Surat kabar tersebut menggugat ke pengadilan dan diterima pada Desember 2009. Pihak pemerintah balas mengajukan banding, dan baru diputus belakangan.

Menanggapi putusan itu, editor The Herald, Lawrence Andrew mengaku pihaknya kecewa. Ia akan mengajukan kasasi atas putusan tersebut. "Putusan itu merupakan langkah mundur terkait hukum kebebasan fundamental bagi agama minoritas," kata dia.

Pihak surat kabar berargumen, Injil dalam Bahasa Melayu telah menggunakan kata 'Allah' bahkan sebelum Malaysia menjadi negara federal pada 1963.

Sementara, sejumlah kelompok Islam berpendapat, penggunaan kata 'Allah' bisa digunakan mendorong umat Islam masuk agama Kristen. (Riz)

Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysia


FFI Alternative
Faithfreedompedia
Laurent
 
Posts: 6161
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysi

Postby IC1101 » Tue Jan 07, 2014 9:45 pm

Nih gw ambil dari sini:

http://bacabacaquran.com/2014/01/05/bag ... hyu-tuhan/

Image

Posted on January 5, 2014 by Admin
Bagaimana Jika Quran Itu Bukan Wahyu Tuhan?

Orang-orang Muslim mengklaim dan sangat meyakini bahwa: Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril. Diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas, Al-Quran adalah kitab yang paling unik dalam arti kata tidak ada contoh serupa yang pernah ada di dunia. Ia dianggap mencakup segala kebaikan, dan memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus, serta mencakup semua hal yang akan membahagiakan dan menyelamatkan manusia dari kegelapan, menuju cahaya.

Image

Allah berfirman: “(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Ibrahim: 1). Kitab ini akan terus menjadi “mukjizat” dari segi keindahan bahasa, syariat, ilmu pengetahuan, sejarah dan lain sebagainya. Sampai Allah mengambil kembali bumi dan yang ada di dalamnya, tidak akan terdapat sedikit pun penyelewengan dan perobahan terhadapnya, sebagai bukti akan kebenaran firman Allah:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Al-Hijr: 9)

“(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (Huud: 1).

Dilain pihak, walau ditegaskan bahwa wahyu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan terang agar orang-orang dapat memahaminya (Qs.26:195, 16:103, 12:2 dll), namun ternyata Allah tidak persis menepati janjiNya seperti yang manusia pahami. Ada banyak kata-kata Al-Quran dimana Muhammad dan umat Islam tidak bisa mengklaim itu adalah berasal dari bahasa Arab, seperti Alif, Laam, Miim, Thaa, Sin, Kaaf, Haa, Yaa dan sebagainya yang tak diketahui apa artinya dan untuk apa ia diturunkan!

Juga kata:

Firdaus (Persia),

Adam (Accadia),

Tabut (Abessynia),

Zakat (Syria),

Injil (berasal dari kata “euanggelion” Yunani) dll.

Lihat pula susunan Al-Qur’an, bab per bab (disebut Surat) yang terlihat sangat acak, tidak kronologis bahkan sepertinya anti-kronologi. Sulit ditemukan tema inti dari setiap suratnya karena terserak ayat-ayatnya sehingga harus dirangkai-rangkai secara tidak lurus oleh tiap-tiap ahli yang menghasilkan pelbagai versi tafsiran yang tidak sinkron.

Sebagai contoh, apa yang dapat Anda simpulkan tentang diri Muhammad, atau Jibril, atau Isa, atau Isra’-mi’raj, atau salat 3 atau 4 waktu sehari, (karena tak ada indikasi 5 waktu disitu)? Jikalau Anda hanya bersandar pada Al-Quran saja, anda tidak akan menemukan kejelasan yang terang seperti yang Al-Quran janjikan. Malahan ada banyak pengertian dan ayat-ayat kabur yang diakui oleh para teolog Islam sendiri, dan ini mereka sebut sebagai ayat-ayat mutasyabih.

Banyak ayat tersusun secara melompat-lompat tanpa transisi, dan berulang dengan ayat yang sama atau mirip di surat lainnya. Juga ada sangat banyak disharmoni dan inkonsistensi secara intrinsik sesama ayat sehingga sulit dicernakan.

---------

Tanggapan salah satu netter disana:

Bayang on January 6, 2014 at 8:50 am said:

Jika ayat-ayat quran sangat jelas mengapa banyak ayat harus ditafsirkan agar memberi kemudahan untuk memahami arti kalimatnya?
Mengapa harus ada hadist untuk menjelaskan hal-hal yang tidak ada di quran?

Itu berarti umat muslim tidak boleh menggunakan kata-kata tersebut dalam ibadah mereka karena kata-kata tersebut bukan dari bahasa Arab, sama seperti muslim melarang umat Kristen menggunakan kata Allah. Bagaimana muslim, berani konsekuen?

---------

Komentar gw:
Alquran juga harus disita karena memuat kata-kata yang bukan berasal dari bahasa Arab

Bagaimana Jika Quran Itu Bukan Wahyu Tuhan?
Mirror
Faithfreedom forum static
IC1101
 
Posts: 354
Images: 0
Joined: Fri Oct 21, 2011 9:54 pm

Re: Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysi

Postby monsterikan » Fri Jan 10, 2014 10:48 am

ternyata tidak hanya kata Allah, di Selangor ada 34 kata yang dilarang digunakan oleh non-muslim:

The section states that a person commits an offence if he (a) in any published writing; or (b) in any public speech or statement; or (c) in any speech or statement address to any gatherings or persons; or (d) in any speech or statement which is published or broadcast and which at the time of its making he knew or ought reasonably to have known would be published or broadcast, uses the word “Allah” or 34 other Arabic words including "Hadith", "Syariah", "Khalifah", "Fatwa", "Alhamdulillah", "Insyaallah", etc., to express and or describe any fact, belief, idea, concept, act, activity, matter or thing of or pertaining to any non-Islamic religion.


sumber: 34 words

Image

Lalu kalau kata Injil tidak boleh digunakan, pake kata apa dong?

300 kitab disita: Bukti Agama Absurd

Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysia
Mirror
Faithfreedom forum static
monsterikan
 
Posts: 66
Joined: Sun Feb 13, 2011 8:09 pm

Re: Muat Kata `Allah`, 320 Alkitab Disita Pemerintah Malaysi

Postby Dreamsavior » Fri Jan 17, 2014 9:41 pm

Ya sudahlah ... menurutku Dewan Gereja Malaysia mestinya jangan mau juga "seolah" ngemis-ngemis untuk menggunakan kata "allah" yang memang identik dengan kata bentuk feminin dari berhala bernama "Allat" dari arab tersebut.
Mungkin lebih baik kalau mereka pakai kata Tuhan untuk pengganti kata elohim. Dan mengembalikan nama pribadi YHWH sebagai ganti "allah" dalam alkitab terjemahan yang mereka buat.
Beberapa penerjemah Alkitab di Indonesia juga rupanya sudah kembali menggunakan nama "Yahweh" sebagai pengganti "allah".... and that's better!

Yang saya heran ... mengapa pemerintah Malaysia hanya berhasil menyita 320 jilid Alkitab? ... saya yakin ada jauh lebih banyak dari iti alkitab yang beredar di Malaysia...
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am


Return to Islam di Malaysia dan Brunei



Who is online

Users browsing this forum: No registered users